AGRIVET
Published by Universitas Majalengka
ISSN : -     EISSN : -
Articles 114 Documents
Penampilan Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Kultivar Jagung Komposit pada Pendekatan Teknologi Non-Pengelolaan Tanaman Terpadu dan Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu Dani, Umar
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : FAPERTA UNMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan menggunakan metode eksperimen di lahan sawah beririgasi bekas per tanaman padi BP3K Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka dari bulan Maret - Juni 2015 dengan ketinggian tempat 120 meter. Tujuan percobaan adalah mengkaji penampilan pertumbuhan dan hasil Beberapa Kultivar Jagung Komposit pada Pendekatan Teknologi Non-Pengelolaan Tanaman Terpadu dan Teknologi Pengelolaan Tanaman TerpaduRancangan yang digunakan adalah rancangan split plot design yang terdiri : Petak Utama Pendekatan Teknologi (P), yaitu Non-Pengelolaan Tanaman Terpadu (p0) dan Pengelolaan Tanaman Terpadu (p1 ). Anak petak beberapa kultivar, yaitu Kultivar Lamuru (k1), Kultivar Sukmaraga (k2), dan Kultivar Gumarang (k3). Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji F (sidik ragam). Jika F hitung perlakuan berbeda  nyata  maka  dilanjutkan  dengan  uji beda nyata terkecil (BNT) pada nyata 5%.                 Hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa beberapa kultivar dan Pendekatan Teknologi memberikan pengaruh yang berbeda nyata, terhadap komponen pertumbuhan. Pengelolaan tanaman terpadu dapat meningkatkan panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol,bobot biji pertongkol dan bobot pipilan kering.Kata kunci : pertumbuhan, hasil, jagung komposit, PTT.
Pengaruh Nisbah C/N Campuran Feses Itik Dan Serbuk Gergaji (Albizzia falcata) Terhadap Biomassa Cacing Tanah Lumbricuss rubellus Imanudin, Oki; Kurnani, Tb Benito A.; Wahyuni, Siti
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : FAPERTA UNMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh nisbah C/N campuran feses itik dan serbuk gergaji (Albizzia falcata) sisa proses pembuatan pupuk organik cair terhadap biomassa cacing tanah  Lumbricus rubellus. Metode yang digunakan dalampenelitianiniadalahmetodeeksperimen di laboratoriumdenganmenggunakanRancanganAcakLengkapmenggunakan5perlakuan, yaitu T1= nisbah C/N 15, T2 = nisbah C/N 20, T3= nisbah C/N 25, T4= nisbah C/N 30 dan T5 = nisbah C/N 35dengan4 kali ulangan. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran feses itik dan serbuk gergaji denganberbagainisbah C/N berpengaruh nyata terhadap biomassa cacing tanah lumbricus rubellus. Perlakuan C/N 25menghasilkankandungan rata-rata biomassa cacing tanahtertinggiyaitusebesar127 gram.Kata kunci : nisbah C/N, feses itik, serbuk gergaji, cacing tanah lumbricus rubellus.
Analisis Nilai Tambah Usaha Penyulingan Minyak Daun Cengkeh (Suatu Kasus di Desa Sukasari Kidul Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka) sulaksana, jaka
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : FAPERTA UNMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Deskripsi usaha penyulingan minyak daun cengkeh. (2) Nilai tambah usaha penyulingan minyak daun cengkeh dengan menggunakan rumus nilai tambah metode Hayami. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis. Teknik Penentuan responden menggunakan metode sensus dan data yang digunakan adalah data primer dan sekunder.Berdasarkan hasil penelitian diketahui :Usaha Penyulingan minyak daun cengkeh adalah salah satu jenis minyak atsiri yang dapat dihasilkan dari tanaman cengkeh yang diperoleh melalui proses distilasi atau proses penyulingan daun cengkeh kering. Usaha ini relatif tidak memerlukan modal yang besar. Bahan baku utama untuk menghasilkan minyak daun cengkeh adalah daun cengkeh kering. Daun cengkeh kering relatif mudah diperoleh pada musim kemarau karena perkebunan cengkeh di wilayah Majalengka dan sekitarnya cukup banyak.Nilai tambah yang dihasilkan dari dua jenis perusahaan penyulingan minyak daun cengkeh memiliki nilai tambah yang berbeda yaitu Rp 19.142,0 untuk perusahaan penyulingan minyak daun cengkeh yang berada di Desa Panyindangan Kecamatan Banjaran, Rp 23.984,00 untuk perusahaan penyulingan minyak daun cengkeh yang berada di Desa Sukasari kidul Kecamatan Argapura kabupaten Majalengka. Dari kedua jenis perusahaan penyulingan minyak daun cengkeh tersebut, nilai tambah terbesar adalah perusahaan penyulingan minyak daun cengkeh yang berada di Desa Sukasari Kidul Kecamata Argapura Kabupaten Majalengka. Hal ini dikarenakan nilai produksi yang tinggi serta bahan baku dan pendukung yang digunakan lebih banyak, sehingga nilai tambah menjadi lebih besar.Kata kunci: Penyulingan, DaunCengkeh, Nilai Tambah
Pola Dan Perilaku Konsumsi Pangan Asal Ternak Pada Rumah Tangga Peternak Sapi Perah Di Jawa Tengah Yuliandri, Lili Adam
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : FAPERTA UNMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah.Penelitian dilakukan padabulan Nopember 2014 sampai bulan Desember 2014 dengan metode  survai melibatkan responden sebanyak 97 peternak sapi perah di Kabupaten Boyolali, Kota Salatiga dan Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah mengalokasikan 9,44% pendapatannya untuk pengeluaran pangan asal ternak. Pola konsumsi pangan asal ternak rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah adalah pola konsumsi pangan telur dengan persentase kontribusi konsumsi telur sebesar 48,83%, 28,56% konsumsi daging dan 22,62% konsumsi susu.Perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah masih rendah yang berarti bahwa frekuensi konsumsi antara 8-15 kali/ bulan. Hasil Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa pendidikan ibu rumah tangga, usia ibu rumah tangga, pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota rumah tangga secara bersama-sama berpengaruh terhadap pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah (P<0,01). Pendidikan ibu rumah tangga dan pendapatan rumah tangga berperan dalam meningkatkan pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak  pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah (P<0,05), sedangkan  jumlah anggota rumah tangga dapat menurunkan pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah (P<0,05). Untuk meningkatkan pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah dapat dilakukan dengan menigkatkan produktivitas tenaga kerja keluarga dan meningkatkan curahan jam kerja terhadap usaha sapi perah, diversifikasi usaha produk susu, menaikkan harga jual susu di koperasi,kegiatan pendidiksan, pelatihan dan penyuluhan mengenai pentingnya mengkonsumsi pangan hewani asal ternak.(Kata kunci :Pola Konsumsi, Perilaku Konsumsi, Pangan Asal Ternak)
Hubungan Pembinaan Penyuluh Pertanian Dengan Peningkatan Kemampuan Kelompok Tani Dinar, Dinar
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : FAPERTA UNMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Pembinaan Penyuluh Pertanian yaitu pendekatan penyuluhan dengan memadukan antara pelatihan bagi penyuluh sebagai upaya peningkatan kemampuan penyuluh dalam melaksanakan tugasnya, yang ditindaklanjuti dengan kunjungan kepada petani/kelompok tani yang dilakukan secara terjadwal. Peningkatan Kemampuan Kelompok tani yaitu kapasitas /kompetensi yang dimiliki kelompok tani dalam menjalankan fungsi dan peran kelembagaannya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi dalam mengembangkan usahatani yang berbasis agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui hubungan antara pembinaan penyuluh pertanian dengan kemampuan merencanakan kegiatan, (2) Untuk mengetahui hubungan antara pembinaan penyuluh pertanian dengan kemampuan mengorganisasikan kegiatan, (3) Untuk mengetahui hubungan antara pembinaan penyuluh pertanian dengan kemampuan melaksanakan kegiatan, (4) Untuk mengetahui hubungan antara pembinaan penyuluh pertanian dengan kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan kegiatan, (5) Untuk mengetahui hubungan antara pembinaan penyuluh pertanian dengan kemampuan mengembangkan kepemimpinan kegiatan. Penelitian ini dilakukan di Kelompok tani Si Lebak dan Kelompok tani Si Kerta Desa Panongan Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon, pada bulan Agustus s/d September 2015. Teknik penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif metode sensus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan berpedoman pada kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Tidak terdapat hubungan nyata antara pembinaan penyuluh pertanian dengan peningkatan kemampuan merencanakan kegiatan, (2) Tidak terdapat hubungan nyata antara pembinaan penyuluh pertanian dengan peningkatan kemampuan mengorganisasikan kegiatan, (3) Terdapat hubungan nyata antara pembinaan penyuluh pertanian dengan peningkatan kemampuan melaksanakan kegiatan, (4) Terdapat hubungan nyata antara pembinaan penyuluh pertanian dengan peningkatan kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan kegiatan, (5) Terdapat hubungan nyata antara pembinaan penyuluh pertanian dengan peningkatan kemampuan mengembangkan kepemimpinan kegiatan. Kata kunci :Pembinaan, Penyuluhan, dan Kemampuan Kelompok Tani
Pengaruh Kombinasi Pemupukan NPK (14:14:17), dan Mineral Pembenah Tanah, Terhadap Pertumbuhandan Hasil Tanamantembakau (Nicotianatabacum L.) Kultivar sano. Antralina, Merry
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : FAPERTA UNMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk NPK (14:14:17) dan mineral  pembenah  tanah terhadap  pertumbuhan dan hasil tanaman tembakau (Nicotianatabacum L.) kultivar Sano telah dilaksanakan di Kebun Penelitian  Faperta UNIBBA  Sipatahunan, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dengan ketinggian tempat 580 meter di atas permukaan laut, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan .Perlakuan terdiri dari : A = 16 g/tan  NPK Berlian, B = 16 g/tan NPK + 6 g/tan Azomite,  C =  16 g/tan NPK + 4 g/tan Azomite,  D =  16 g/tan NPK + 16 g/tan Zeolit,  E =  16 g/tan NPK + 12 g/tan Zeolit, F =  11,2 g/tan NPK  + 6 g/tan Azomite, G. = 11,2 g/tan NPK + 4 g/tan Azomite, H =  11,2 g/tan NPK + 16 g/tan Zeolite, dan I =  11,2 g/tan NPK + 12 g/tan Zeolit . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pemupukan 11,2 g/tan NPK + 6 g/tan  Azomite  memberikan pengaruh lebih baik terhadap  tinggi batang,  jumlah daun, dan bobot kering akar, namun tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil tanaman (bobot krosok). Kata kunci : Zeolit, Azomite, Pupuk NPK , Tembakau. 
Pendapatan Usahatani Padi Sawah Berdasarkan Penerapan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu Andayani, Sr Ayu; Sanira, Sanira
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : FAPERTA UNMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : Bagaimana penerapan teknologi sebelum dan setelah Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) pada usahatani padi  sawah, Berapa besar pendapatan usahatani padi sawah sebelum dan setelah menerapkan  Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wangunharja Kecamatan Jambang Kabupaten Cirebon dengan mengunakan metode survey. Unit analisisnya adalah petani padi sawah peserta Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Variabel-variabel yang diamati pada penelitian yaitu tingkat penerapan teknologi  PTT, pendapatan usahatani padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan : 1. Tingkat penerapan teknologi : varitas unggul baru, benih bermutu dan berlabel, pengolahan tanah sesuai musim dan pola tanam, penggunaan bibit muda (21hari), bibit ditanam 1-3 batang per rumpun, penyiangan dengan landak/gasrok, pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah, pemberian bahan organik, pengairan berselang, pengendalian OPT dengan pendekatan PHT dan panen tepat waktu serta gabah segera dirontok pada Pengolahan Tanaman Terpadu (PTT) untuk petani yang menerapkan Teknologi PTT adalah sudah dilaksanakan dan menunjukan adanya peningkatan. 2. Rata-rata pendapatan petani padi sawah perluas lahan responden yang  menerapkan PTT adalah sebesar Rp. 11.042.763, dan yang tidak menerapkan PTT sebesar Rp. 10.479.000,-.Kata Kunci: Pendapatan usahatani, Pengelolaan Tanaman Terpadu
Pengaruh Suhu dan Lama Waktu Pengeringan terhadap Kualitas Kimia dan Biologi Tepung Limbah Ikan Lele (Clarias sp.) sebagai Sumber Protein Hewani dalam Ransum Ayam Broiler Widianingrum, Dini; Kartasudjana, Ruhyat; Setiyawan, Hendi
AGRIVET JOURNAL Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : FAPERTA UNMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul pengaruh suhu dan lama waktu pengeringan terhadap kualitas kimia dan biologi tepung limbah ikan lele (TLIL) sebagai sumber protein hewani dalam ransum ayam broiler. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan kombinasi suhu dan lama waktu pengeringan limbah ikan lele dengan kualitas kimia dan biologi yang paling baik. Pengeringan TLIL dengan menggunakan 3 taraf suhu 50 oC, 65 oC, 80 oC, 3 taraf waktu 4, 5 dan 6 jam, yang diulang 3 kali. Energi metabolis, kecernaan bahan kering dan kecernaan protein kasar diuji dengan menggunakan ayam broiler finalstock strain Cobb berumur 5 minggu sebanyak 27 ekor yang dialokasikan ke dalam Rancangan acak lengkap pola faktorial. Hasil penelitian disimpulkan bahwa pengeringan limbah ikan lele pada suhu 65 oC dan selama 5 jam merupakan kombinasi yang paling baik menghasilkan protein kasar 46,33 + 0,41 %, energi metabolis 2993,33 + 36,50 kkal/kg, kecernaan bahan kering 61,38 + 1,17 % dan kecernaan protein kasar 73,38 + 1,70 %.  Kata kunci : Pengeringan limbah ikan lele, Uji kimia dan biologi,
Performa Domba Lokal Betina Dewasa Pada Berbagai Variasi Lamanya Penggembalaan Dan Potensi Hijauan Di Daerah Irigasi Rentang Kabupaten Majalengka Somanjaya, Rachmat
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : FAPERTA UNMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe reseach about “Local Ewes Performance at Various Variation of Length Grazing and Potential Forage in Rentang Irigation Areaof Kabupaten Majalengka” was conducted from March 25th to July 30th 2015. This research was held to measure the optimum grazing duration on  local ewes performance, and measure the potential and carrying capacity of forage as feed for local sheep grazing in Rentang Irigation Range of Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka.  local ewes sample in this reseach are 62 and they were spread on grazing variation<4 hours are 19, 4-6 hours are 21, and>6hours are 22. The research method used was a survey to farmer sand direct observation of thelocal ewes. Data were analyzed descriptively, todetermine differences inthe average performance of sheep tested with Analisys of Varian (ANOVA one way) and followed by Duncans multiple rangetest. Furthermore, to determinethe potential offorage, dotiling (protected squaremeters) and the proximate analysis. The results showed that grazing > 6 hoursis along grazing optimum, evidenced bythe parents performance overallis betterthan other long grazing. Irrigation Range area has a good potential in the supply forage foranimal feed. The total area ofpotentialin the forage supplyis230,459.08m2andable to provideas much grass field 1229.12 tons Dry Matter Digestible/year. The field grass productionis able to accommodate 7,547sheep. Quality of grass fieldis also quite good with acrude protein and TD Nheramounted to11.30and66.26%Key words      : Localsheep, length grazing, Performance of Production, andPotentialForage
ANALISIS EFISIENSI FAKTOR PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DENGAN SISTEM BAGI HASIL (Suatu Kasus di Desa Kirisik Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang) Hadiana, Delis
AGRIVET JOURNAL Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : FAPERTA UNMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan di Desa Kirisik Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang  mulai bulan Oktober – Desember 2017. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi secara serempak dan mandiri, efisiensi faktor produksi, kondisi  return to scale penggunaan faktor produksi dalam proses produksi dan pendapatan usahatani padi sawah dengan sistem bagi hasil. Metode penelitian yang digunakan adalah suatu kasus. Unit analisis adalah petani penyakap yang melakukan usahatani padi sawah dengan sistem bagi hasil. Teknik penentuan responden  purposive dengan  jumlah responden sebanyak 25 orang. Teknik analisis yang digunakan yaitu model fungsi produksi Cobb-Douglas dan analisis efisiensi ekonomi. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa : Faktor produksi benih, pupuk urea, pupuk phonska, pestisida, tenaga kerja laki-laki dan wanita secara serempak berpengaruh terhadap proses produksi tetapi secara parsial  tidak berpengaruh. Penggunaan faktor produksi benih, pupuk phonska, pestisida, dan tenaga kerja laki-laki belum efisiens, sedangkan untuk faktor produksi pupuk urea dan tenaga kerja wanita tidak mencapai efisien. Usahatani padi sawah dengan sistem bagi hasil  di Desa Kirisik berada pada skala kondisi increasing return to scale.  Besar pendapatan petani penyakap  pada  usahatani padi sawah dengan sistem bagi hasil selama setahun adalah lebih kecil apabila dibandingkan dengan pendapatan pemilik lahan (Petani penyakap Rp. 867.704,- /0,19 hektar atau Rp. 4.662.044,-/hektar sedangkan pemilik lahan Rp. 3.184.495,-/0,19 hektar atau Rp. 16.579.695,-/hektar), atau kalau diprosentasekan pendapatan pemilik lahan sebesar 79 % sedangkan petani penyakap hanya 21% dari total pendapatan seluruhnya.   Kata Kunci : Efisiensi Faktor Produksi, Pendapatan, Usahatani Padi Sawah dengan Sistem Bagi Hasil.

Page 1 of 12 | Total Record : 114