cover
Filter by Year

Analysis
Jurnal Gramatika
Articles
86
Articles
STYLES OF REPETITION AND COMPARISON MORAL MESSAGE IN KOPLO GENER DANGDUT SONG (GAYA BAHASA REPETISI DAN PERBANDINGAN SERTA PESAN MORAL PADA LIRIK LAGU GENRE DANGDUT KOPLO)

Inderasari, Elen, Achsani, Ferdian

Jurnal Gramatika Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakMusik dangdut sebagai salah satu kesenian budaya bangsa kini semakin menunjukkan eksistensinya. Salah satu yang membuat musik dangdut koplo menjadi eksis adalah melalui lirik laguna dengan menggunakan bahasa merakyat dan humor. Lirik yang beraliran sebagai bentuk representasi perasaan telah mampu memikat hati pendengar tersaji menggunakan gaya bahasa yang tersusun apik. Pengunaan Gaya bahasa yang digunakan dalam menyajikan lirik lagu, dapat memberikan efek tersendiri pada pekerjaan. Pengunaan gaya bahasa dalam karya sastra selain membuat karya menjadi lebih indah, juga membuat karya sastra. Penggunaan gaya bahasa dalam lirik lagu dangdut koplo lebih menekankan pada gaya bahasa dan repetisi. Kedua gaya bahasa itu dapat di temukan dalam setiap lagu-lagu dangdut yang dipopulerkan oleh Via Vallen dan Nella Kharisma. Melalui gaya bahasa, mejadikan pesan moral yang disamapaikan penyair menjadi lebih mudah di pahami oleh penikmat musik dangdut koplo. Untuk itu dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendiskripsikan gaya bahasa dan repetisi dalam lirik lagu dangdut koplo serta pesan moral yang berisi dalam lirik lagu-lagu tersebut.Kata kunci: dangdut koplo, gaya bahasa, pesan moralAbstrakMusik dangdut sebagai salah satu seni budaya bangsa kini semakin menunjukkan eksistensinya. Salah satu yang membuat dangdut koplo musik semakin ada adalah melalui lirik lagu dengan menggunakan bahasa kerakyatan dan humor sehingga dapat dinikmati dan dipahami oleh semua lapisan masyarakat. Lirik yang diciptakan oleh penyair sebagai bentuk representasi perasaan telah mampu memikat hati pendengar dengan gaya yang ditata dengan baik. Penggunaan gaya bahasa yang digunakan oleh penyair dalam menciptakan lirik lagu, dapat memberikan efek tersendiri pada sebuah karya. Penggunaan gaya bahasa dalam karya sastra selain membuat karya sastra menjadi lebih indah, juga membuat karakteristik tertentu dalam karya sastra. Penggunaan gaya bahasa pada lirik lagu dangdut koplo lebih menekankan pada gaya bahasa dan pengulangan perbandingan. Kedua bahasa dapat ditemukan di setiap lagu dangdut yang dipopulerkan oleh Via Vallen dan Nella Kharisma. Melalui gaya bahasa, membuat pesan moral yang disamapaikan penyair menjadi lebih mudah dipahami oleh pecinta musik dangdut koplo. Untuk itu dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa perbandingan dan pengulangan dalam lirik lagu dangdut koplo serta pesan moral yang terkandung dalam lirik lagu-lagu tersebut.Kata kunci: dangdut koplo, gaya bahasa, pesan moral

A MULTIMODAL DISCOURSE ANALYSIS (MDA) ON BIDADARI BERMATA BENING NOVEL BY HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY (ANALISIS WACANA MULTIMODAL DALAM NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY)

Yanda, Diyan Permata, Ramadhanti, Dina

Jurnal Gramatika Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Multimodal discourse analysis is a new study in discourse studies to study text combined with images, colors, symbols, and other semiotic sources. The text and the semiotic resources areused to represent meaning. Therefore, a semiotic approach is used to study the implicit meaningof the text, images, and  olors used. In this study, a multimodal semiotics approach is used toexamine images, colors, and text on novel covers that reflect novel content. The images and col-ors were analyzed using Kress and Leeuwens reading image theory, while the text as a reflec-tion of reality was analyzed using seven building task theory from James Paul Gee. This studyconcludes that in the use of colors, images, and texts contain a certain meaning that the readercan interpret in accordance with the reality presented in the text or narration.

INDONESIAN LANGUAGE LEARNING PLANNING FOR FOREIGNERS (BIPA) FOR BEGINNERS LEVEL (PERENCANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) UNTUK TINGKAT PEMULA)

Tiawati, Refa Lina

Jurnal Gramatika Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kegiatan berbahasa mencakup kegiatan yang produktif dan reseptif di dalam Keterampilan berbahasa yang mencakup aspek mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Empat keterampilan berbahasa ini merupakan keterampilan yang mutlak dikuasai oleh pembelajar ketika belajar bahasa. Karena empat keterampilan berbahasa ini sudah diajarkan berlahan pada saat mulai sekolah dasar sampai di perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran BIPA tingkat pemula. Melihat bahan ajar yang digunakan, stragi pembelajaran yang dipilih dan ragam media pembelajaran yang digunakan oleh mahasiswa dalam menerapkan perencanaan pembelajaran BIPA untuk tingkat pemula atau dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif,  dengan  menggunakan metode triangulasi, yaitu membandingkan dan atau mencocokkan data yang diperoleh dari dokumen bahan ajar, observasi, dan penerapan materi BIPA oleh mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di STKIP PGRI Sumatera Barat yang sedang mengambil mata kuliah pilihan BIPA. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi pengajar dan mahasiswa dalam pembelajaran mata kuliah pilihan praktik BIPA. 

HARMONY VALUE IN THE MINANGKABAU PROVERB (NILAI HARMONI DALAM PRIBAHASA MINANGKABAU)

Denafri, Bram

Jurnal Gramatika Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tawuran di kalangan antarpelajar sering menjadi berita di media masa, baik media cetak maupun media cetak elektronik. Bahkan pada media elektronik aksi tawuran itu sering di tayangkan. Sangat terlihat bahwa nilai harmoni itu telah kritis di kalangan masyarakat. Penyebab tawuran itu ada yang disebabkan oleh perebutan pacar misalnya yang terjadi di kalangan remaja merupakan sesuatu yang tak patut untuk dipermasalahkan. Aksi tawuran dan sejenisnya  bisa membahayakan kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Jika kita tidak cepat menanggapi keadaan ini bisa saja integritas bangsa dan negara ini terganggu. Minangkabau memiliki peribahasa yang sangat kaya dengan ajaran-ajaran  positif bagi berkehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Peribahasa ini merupakan salah satu kearifan lokal yang harus digali atau diteliti dan kemudian hasilnya dapat dimanfaatkan untuk pembinaan-pembinaan terhadap kepribadian, pembentuk karakter bangsa, terutama generasi muda. Pribahasa Minangkabau ada yang berbentuk bidal, pameo, perumpamaan, sindirian, mamangan, petuah dan sebagainya.Kata kunci: nilai harmoni, pribahasa minangkabau 

THE AESTHETIC VALUE AND THE EFFECT OF COMMUNICATIVE IN THE ANTHOLOGY POEMS TIDAK ADA NEW YORK HARI INI BY M. AAN MANSYUR (NILAI ESTETIKA DAN EFEK KOMUNIKATIF DALAM ANTOLOGI PUISI TIDAK ADA NEW YORK HARI INI KARYA M. AAN MANSYUR)

Ali Mubarok, Azys, Rasyid, Yumna, Lustyantie, Ninuk

Jurnal Gramatika Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The objective of this research was to examine the reaction of readers to the aesthetic value and the effect of communicative contained in the anthology poems Tidak Ada New York Hari Ini the work of M. Aan Mansyur based on the study of the reception of the reader. The aesthetic value and the effect of communicative examined based on the theory of Jauss about the ‘Horizon of Expectations’ that is, the interaction between readers and literary works. This research was a qualitative study using interviews and focus group discussion (FGD) to the students of the University of Sultan Ageng Tirtayasa Banten dan content analysis. The results showed that in the anthology of poetry Tidak Ada New York Hari Ini, poets present aesthetic value through the use of hyperbole, personification, metaphor, irony, and repetition of language so that poetry becomes beautiful. Then, the communicative effect obtained by the reader in the form of entertainment effects, beauty, motivation, and life lessons.Keywords: aesthetic value, communicative effect, anthology of poetry, reader receptions

AESTHETIC POSTMODERNISMIN THE NOVEL OF GENTAYANGAN PILIH SENDIRI PETUALANGAN SEPATU MERAHMU BY INTAN PARAMADITHA (ESTETIKA POSTMODERNISME DALAM NOVEL GENTAYANGAN PILIH SENDIRI PETUALANGAN SEPATU MERAHMU KARYA INTAN PARAMADITHA)

Afrodita, Meli, Zuriyati, Zuriyati, Nuruddin, Nuruddin

Jurnal Gramatika Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aims to reveal the aesthetic idiom of postmodernism in novel “Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu” by Intan Paramaditha. This research is qualitative approach using content analysis. Data are collected by inventory textual quotes that have the aesthetic characteristics of postmodernism pastiche, parody, kitsch, camp, and schizophrenia in the novel. The research results indicatefirst, the aesthetic idiom of pastiche is indicated by duplicate of other texts as a form of author appreciation of existing literary. Second, the aesthetic idiom of parody is indicated by the presence of dialogues that make up other texts in order to criticize pre-existing texts. Thirdly, the kitsch idiom is found in the presence of confusions between high-value and high-text texts aimed at disclosing the high-value text. Fourth, the discovery of female characters who have male physical characteristics without any meaning indicates the existence of camp idiom. Fifth, the idiom of schizophrenia can be found on the whole structure of an irregular novelstory.

DEVELOPMENT RESEARCH OF THE ENGLISH VOCABULARY OF CLASH OF CLANS GAME PLAYERS: ADULT PLAYERS

Sepnanda, Nina

Jurnal Gramatika Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

 ABSTRACTEnglish language is a global language. In order to face the globalization, people have to learn the English language. There are so many ways to develop English vocabulary such as reading bilingual dictionaries, listening to music, speaking to English natives speakers, or even playing games. There some research about learning English by playing games. This research tries to analyze the development of the English vocabulary of the video game players and measure the development either. In this research, the writer made adult players as the target. The writer uses a qualitative method to do this research. Living in the world of technology, the writer decides to use an online questionnaire. Based on the data, there are some characteristics of the video game that develop English vocabulary of the adult players. The percentage of the English vocabulary development of Clash of Clans game players that is adult players’ is 55%.    

CHARACTERISTIC BEHAVIOUR IN STUDENTS SPEECH WITH MINANGKABAU CULTURAL SETTING: INTERACTIONAL SOSIOLINGUISTICS APPROACH (WUJUD PERILAKU BERKARAKTER DALAM TUTURAN SISWA BERLATAR BUDAYA MINANGKABAU: TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK INTERAKSIONAL)

Ramadhanti, Dina

Jurnal Gramatika Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKSosiolinguistik interaksional merupakan salah satu ancangan kajian wacana yang bersandar pada ujaran nyata dalam konteks sosial berdasarkan pandangan Gumperz dan Goffman. Fokus analisisnya terletak pada interpretasi dan interaksi yang didasarkan pada hubungan makna sosial dan makna linguistik. Fokus analisis menggunakan strategi wacana bertutur untuk orang lain, meliputi: peran penutur, makna tuturan (pelurusan, tampilan sosial, tampilan identitas, dan mengambil alih peran mitra tutur. Selain itu, Konteks lokal menjadi bagian penting dari kompetensi komunikatif bagi penutur, salah satunya dalam kelompok masyarakat Minangkabau. Langgam kata menjadi pijakan dalam bertutur. Penutur sangat memperhatikan siapa mitra tuturnya untuk memilih langgam kata yang tepat digunakan dalam bertutur. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud perilaku berkarakter dalam tuturan siswa berlatar belakang budaya Minangkabau. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik interaksional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud perilaku berkarakter dalam tuturan siswa berlatar belakang budaya Minangkabau tampak dari tuturan yang disampaikan. Siswa senantiasa memperhatikan mitra tutur supaya dapat memilih langgam kata yang tepat digunakan dalam berutur. Dengan memperhatikan langgam kato nan ampek dalam bertutur akan muncullah karakter masyarakat Minangkabau yang berbicara dengan penuh nasehat, kasih sayang, dan kearifan. Selain itu, menunjukkan jiwa solidaritas, kepedulian, dan rasa tanggung jawab di dalam kehidupan.Kata Kunci: Perilaku Berkarakter, Budaya Minangkabau, Sosiolinguistik InteraksionalABSTRACTInteractional sociolinguistics is one of the approaches of discourse studies that rely on real expressions in the social context based on the views of Gumperz and Goffman. The focus of the analysis lies in the interpretation and interaction based on the relation of social meaning and linguistic meaning. The focus of analysis uses discourse-speaking strategies for others, including: the role of the speaker, the meaning of speech (alignment, social appearance, identity display, and taking over the role of the speaking partner), and the local context becomes an important part of the communicative competence for speakers, group of Minangkabau people, Langgam kata become a foothold in speech The speaker is very concerned about who the partners say to choose the right words used in the speech.Therefore, this article aims to describe the form of characteristic behavior in the students speech of Minangkabau culture background. is qualitative with interactional sociolinguistic approach.The result of research indicates that the form of characteristic behavior in students speech of Minangkabau culture background is seen from the speech given The students always pay attention to the said partner so that they can choose the right word is used in berut ur. By observing the style of kato nan ampek in speaking will appear character of Minangkabau people who speak with full advice, compassion, and wisdom. In addition, it shows the spirit of solidarity, caring, and a sense of responsibility in life.Keywords: Character Behavior, Minangkabau Culture, Interactional Sociolinguistic

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) SISWA KELAS VII SMP SEMEN PADANG

Pebriani, M.Pd, Yulia

Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakKeterampilan membaca merupakan landasan yang menjadi syarat mutlak yang harus dikuasai siswa untuk menggali dan menimba ilmu pengetahuan lebih lanjut. Tanpa penguasaan yang mantap terhadap kemampuan tersebut tentu ilmu-ilmu yang lain tidak dapat dikuasai. Dalam kehidupan sehari-hari peranan membaca sangat penting. Penggunaan pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran membaca pemahaman dirancang dalam bentuk Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun dengan berpedoman kepada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Proses pembelajaran membaca pemahaman menggunakan empat tahap, yaitu presentasi kelas, belajar tim, kuis individual, dan penghargaan tim. Evaluasi hasil yang dilaksanakan, yaitu terlihat dari kemampuan anak dalam menemukan gagasan utama serta gagasan penjelas, dan membuat ringkasan. Penelitian mengungkapkan bahwa hasil tes siklus I nilai rata-rata membaca siswa adalah 72,65 dan pada siklus II nilai rata-rata membaca siswa adalah 77,26. Hasil tes menunjukkan adanya peningkatan. Dari hasil penelitian terungkap bahwa hasil evaluasi menunjukan bahwa keberhasilan guru dalam pembelajaran ditentukan oleh deskriptor yang direncanakan dengan persentase pada siklus I adalah 80 dan pada siklus II adalah 93,3Kata Kunci: Peningkatan, Membaca Pemahaman, Pembelajaran,  Model Kooperatif 

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI KELAS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BERLATAR BAHASA JAWA

Cahyaningrum, Fitria, Andayani, Andayani, Setiawan, Budhi

Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis study aims to describe the form and uniqueness of language politeness in classroom interaction in senior high school with a background of Java language. The method used is descriptive qualitative research method with sociopragmatic approach. Data in the form of students speech in the learning process of Bahasa Indonesia. Technique of collecting data by using listening, feee, participating, speaking and data transcription. Data analysis techniques use interactive model in the form of data collection, data reduction, data analysis, and conclusion. The results show that there are generosity maxim, tact maxim, modesty maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. As for the uniqueness of Javanese language in classroom interaction with marker of basa krama alus and basa ngoko.Keywords: language politeness, Java language, classroom interactionAbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan keunikan atau kekhasan kesantunan berbahasa dalam interaksi kelas di Sekolah Menengah Atas yang berlatar bahasa Jawa. Metode yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiopragmatik. Data berupa tuturan siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data melalui teknik perekaman dengan metode simak bebas libat cakap (SBLC). Analisis data menggunakan model interaktif berupa pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pematuhan maksim kedermawanan, maksim kebijaksanaan, maksim kesederhanaan, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian. Adapun ditemukan kekhasan bahasa Jawa dalam interaksi kelas dengan penanda basa krama alus dan basa ngoko.Kata Kunci: kesantunan berbahasa, bahasa Jawa, interaksi kelas