cover
Filter by Year
Jurnal Gramatika
Articles
68
Articles
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) SISWA KELAS VII SMP SEMEN PADANG

Pebriani, M.Pd, Yulia

Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakKeterampilan membaca merupakan landasan yang menjadi syarat mutlak yang harus dikuasai siswa untuk menggali dan menimba ilmu pengetahuan lebih lanjut. Tanpa penguasaan yang mantap terhadap kemampuan tersebut tentu ilmu-ilmu yang lain tidak dapat dikuasai. Dalam kehidupan sehari-hari peranan membaca sangat penting. Penggunaan pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran membaca pemahaman dirancang dalam bentuk Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun dengan berpedoman kepada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Proses pembelajaran membaca pemahaman menggunakan empat tahap, yaitu presentasi kelas, belajar tim, kuis individual, dan penghargaan tim. Evaluasi hasil yang dilaksanakan, yaitu terlihat dari kemampuan anak dalam menemukan gagasan utama serta gagasan penjelas, dan membuat ringkasan. Penelitian mengungkapkan bahwa hasil tes siklus I nilai rata-rata membaca siswa adalah 72,65 dan pada siklus II nilai rata-rata membaca siswa adalah 77,26. Hasil tes menunjukkan adanya peningkatan. Dari hasil penelitian terungkap bahwa hasil evaluasi menunjukan bahwa keberhasilan guru dalam pembelajaran ditentukan oleh deskriptor yang direncanakan dengan persentase pada siklus I adalah 80 dan pada siklus II adalah 93,3Kata Kunci: Peningkatan, Membaca Pemahaman, Pembelajaran,  Model Kooperatif 

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI KELAS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BERLATAR BAHASA JAWA

Cahyaningrum, Fitria, Andayani, Andayani, Setiawan, Budhi

Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis study aims to describe the form and uniqueness of language politeness in classroom interaction in senior high school with a background of Java language. The method used is descriptive qualitative research method with sociopragmatic approach. Data in the form of students speech in the learning process of Bahasa Indonesia. Technique of collecting data by using listening, feee, participating, speaking and data transcription. Data analysis techniques use interactive model in the form of data collection, data reduction, data analysis, and conclusion. The results show that there are generosity maxim, tact maxim, modesty maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. As for the uniqueness of Javanese language in classroom interaction with marker of basa krama alus and basa ngoko.Keywords: language politeness, Java language, classroom interactionAbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan keunikan atau kekhasan kesantunan berbahasa dalam interaksi kelas di Sekolah Menengah Atas yang berlatar bahasa Jawa. Metode yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiopragmatik. Data berupa tuturan siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data melalui teknik perekaman dengan metode simak bebas libat cakap (SBLC). Analisis data menggunakan model interaktif berupa pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pematuhan maksim kedermawanan, maksim kebijaksanaan, maksim kesederhanaan, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian. Adapun ditemukan kekhasan bahasa Jawa dalam interaksi kelas dengan penanda basa krama alus dan basa ngoko.Kata Kunci: kesantunan berbahasa, bahasa Jawa, interaksi kelas

KONTRIBUSI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SEBAGAI KONSTRUKSI PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS ESAI

Kuswandari, Ary Hunanda

Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Menulis merupakan keterampilan yang berkaitan dengan aktivitas berpikir. Esai merupakan salah satu karya ilmiah yang dinilai memiliki representasi cakupan ide, gagasan, argumen, dan pikiran penulis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan representasi kemampuan berpikir kritis sebagai konstruksi peningkatan keterampilan menulis esai. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode korelasional. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Sragen dengan sampel berjumlah 180 siswa, sedangkan objek penelitian yaitu kemampuan berpikir kritis dan keterampilan menulis esai. Data penelitian diperoleh melalui dua jenis tes, yaitu tes objektif digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan berpikir kritis dan tes unjuk kerja digunakan untuk mengumpulkan data keterampilan menulis esai. Hasil penelitian menunjukkan terdapat representasi yang signifikan bahwa kemampuan berpikir kritis sebagai konstruksi dalam peningkatan keterampilan menulis esai sebesar 4,51%. Dengan demikian, variansi keterampilan menulis esai dapat dijelaskan variabel kemampuan berpikir kritis.Kata kunci: berpikir, kemampuan berpikir kritis, keterampilan menulis esai.KONTRIBUSI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SEBAGAI KONSTRUKSI PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS ESAI

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FASILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA STKIP PGRI SUMATERA BARAT

Rahmi, Afrini

Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan membaca pemahaman bagi mahasiswa keguruan sebagai calon pendidik. Kemampuan membaca pemahaman yang sangat minim berpengaruh terhadap kemampuan mahasiswa menjelaskan materi atau pokok bahasan dalam perkuliahan maupun kemampuan menjelaskan materi di dalam kelas nantinya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam keterampilan membaca pemahaman dengan menggunakan model pembelajaran Student Fasilitator And Explaining. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa Program studi pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2016 sebanyak 220 orang. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian berupa tes unjuk kerja dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Student Fasilitator And Explaining Center (SFAE) mampu meningkatkan kemampuan membaca mahasiswa. Selain itu model pembelajaran ini juga melatih kemampuan berbicara mahasiswa dalam menjelaskan materi.

PEMAKAIAN BAHASA JAWA BANYUMASAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SMK (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

Sundoro, Bekty Tandaningtyas, Suwandi, Sarwiji, Setiawan, Budhi

Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penggunaan bahasa dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia kurang diperhatikan oleh guru dan siswa, sedangkan penggunaan bahasa sangat berperan dalam perkembangan keterampilan siswa baik dalam berbicara maupun menulis. Penelitian alih kode dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) wujud alih kode, dan (2) faktor penyebab terjadinya alih kode yang terjadi dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Banyumas. Data dalam penelitian ini berupa data tertulis mengenai peristiwa tutur berupa alih kode guru dan siswa yang muncul pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Banyumas. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan dan analisis dokumen. Teknik validitas data dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi sumber data dan review informan. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan cakap. Analisis data dengan menggunakan metode padan intralingual. Hasil dari penelitian ini adalah masih ditemukan adanya  penggunaan alih kode dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X dan XI SMK Negeri 1 Banyumas. Alih kode yang ditemukan adalah alih kode jenis intern yaitu dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa Banyumasan dan dari Bahasa Jawa ke bahasa Indonesia, dengan bentuk kata, klausa, dan kalimat. Faktor penyebabnya yaitu (1) situasi pembelajaran, dan (2) penutur dan mitra tutur.

KESESUAIAN BUKU TEKS BAHASA DAN SASTRA INDONESIA KELAS X DENGAN KURIKULUM 2013

Nisja, Indriani

Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

            Perubahan kurikulum menjadi polemik di tengah masyarakat dan pendidikan yang mengacu pada kualitas buku teks. buku teks yang berkualitas dijadikan referensi guru dan siswa untuk proses pembelajaran. Untuk mengetahui buku teks yang berkualitas, dilakukan penelitian dengan fokus masalah kualitas buku teks bahasa dan sastra Indonesia yang meliputi kualitas buku berdasarkan (1) isi, (2) penyajian materi, (3) bahasa dan keterbacaan buku teks, dan (4) format buku.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas buku teks bahasa dan Sastra Indonesia Kurikulum 2013 siswa kelas X SMA berdasarkan kesesuaian isi, kesesuaian penyajian materi, bahasa dan keterbacaan, dan format buku teks. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah buku teks Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik untuk SMA/MAK kelas X. Analisis data dilakukan dengan langkah: (1) mengidentifikasi data buku teks, (2) mengklasifikasikan data, (3) menginterpretasikan data, dan (4) menarik kesimpulan dengan mepedomani silabus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian isi silabus pada buku teks pada Kompetensi Inti (KI) 3 adalah baik (B) dengan nilai 3, dan Kompetensi Inti (KI) 4 adalah baik (B) dengan nilai 3. Disimpulkan bahwa secara umum, buku teks Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik untuk SMA/MAK kelas X dikategorikan baik (B) dengan nilai 3. Rinciannya adalah: kesesuaian isi silabus pada buku teks Kompetensi Dasar (KD) adalah baik (B) dengan nilai 3, dan Indikator adalah baik (B) dengan nilai 3. Kesesuaian penyajian materi pada silabus adalah cukup (C) dengan nilai 2. Kesesuaian bahasa dan keterbacaan buku teks adalah baik (B) dengan nilai 3. Format buku teks Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik untuk SMA/MAK kelas X adalah baik (B) dengan nilai 3. 

DIKSI KONOTATIF DALAM PUISI-PUISI SUBAGIO SASTROWARDOYO DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI SMA

Supriyono, Sugeng, Wardani, Nugraheni Eko, Saddhono, Kundharu

Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna diksi konotatif dalam puisi-puisi Subagio Sastrowardoyo dan pemanfaatanya  sebagai sarana pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis konten. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan stilistiika. Dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan diksi yang mengandung makna yang mengekspresikan jiwa religiusitas, mengekspresikan perasaan cinta, dan mengekpresikan jiwa kemanusiaan (kepedulian sosial). Pemahaman tentang diksi konotatif dalam puisi-puisi Subagio Sastrowardoyo relevan diimplementasikan dalam pembelajaran apresiasi sastra di SMA yang meliputi pengetahuan menganalisis dan menulis puisi.  Analisis kata-kata yang bersifat simbolis dan bermakna konotatif ini dapat dilakukan melalui kajian stilistika.Kata kunci: diksi, puisi, stilistika, pembelajaran

PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL MAHAMIMPI ANAK NEGERI KARYA SUYATNA PAMUNGKAS TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA

Fatah, Rois Abdul, Widodo, Sahid Teguh, Rohmadi, Muhammad

Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak:Novel dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan pembelajaran. Khususnya pendidikan karakter. Psikologi sastra dapat digunakan untuk memahami pendidikan karakter yang terkandung dalam novel. Tujuan penelitian ini pertama, menggambarkan struktur yang membangun novel Mahamimpi Anak Negeri. Kedua, menjelaskan pendidikan karakter yang terkandung dalam novel Mahamimpi Anak Negeri. Bentuk penelitian ini adalah kualitatifdeskriptif dengan pendekatan konten analisis. Data penelitian ini adalah wacana atau kutipan dalam novel. Teknik analisis menggunakan teknik analisis non-interaktif dengan melakukan pembacaan hermeneutik digunakan untuk menjelaskan secara rinci arti dalam bentuk kebahasaan terhadap wacana dalam novel Mahamimpi Anak Negeri. Hasil penelitian ini pertama, struktur pembangun novel Mahamimpi Anak Negeri ini, yaitu tema: perjuangan; alur: campuran; penokohan: Tegar, Darwin, Elang (aku), Waris, Senja, dan Paman Jono; latar: Bukit Bayur, Wogen Legok, rumah paman Wijaya, Purwokerto, kandang sapi, Universitas Gajah Mada, jakarta, dan Sttgart; dan sudut pandang orang pertama. Kedua, berdasarkan hasil analisis ditemukan 18 pendidikan karakter di dalam novel Mahamimpi Anak Negeri yaitu: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tau, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab.Kata Kunci: pendidikan karakter, novel Mahamimpi Anak negeri, Psikologi Sastra

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN PADA KELAS XI SISWA SMA N 5 SURAKARTA

Sinaga, Arief Yuandana

Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan alasan masih rendahnya kemampuan siswa dalam menulis, khususnya menulis teks cerpen. Hal ini disebabkan karena guru kurang terampil dan kreatif dalam menentukan strategi pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adakah pengaruh SPPKB dan strategi pembelajaran ekspositori terhadap kemampuan menulis teks cerpen pada siswa kelas XI SMA N 5 Surakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini ada dua kelas, kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik analisis data dengan cara melakukan uji hipotesis. Analisis data yang telah dilakukan dijabarkan sebagai berikut. Pertama , kemampuan menulis teks cerpen siswa yang diajar dengan SPPKB memperoleh nilai rata-rata 77,43 dengan rentang skor 70-84 dikategorikan baik Kedua, kemampuan menulis teks cerpen siswa yang diajar dengan strategi ekspositori memperoleh nilai rata-rata 67,81 dengan rentang skor 55-69 dikategorikan cukup. Ketiga, terdapat pengaruh yang signifikan pada pengunaan SPPKB dan strategi pembelajaran ekspositori terhadap kemampuan menulis teks cerpen pada siswa kelas XI SMA N 5 Surakarta karena t hitung (6,73)> t tabel (1,67). Dengan ini dapat disimpulkan bahwa SPPKB baik digunakan pada pembelajaran menulis teks cerpen.

HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA MINANGKABAU TAPAN DENGAN BAHASA KERINCI SUNGAI PENUH

Rina, Nova, Mariati, Mariati

Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Fokus penelitian ini pada kajian Fonologi dan Leksikal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kedekatan fonetis, leksikal dan melihat tingkat kekerabatan Bahasa Minangkabau Tapan dan Bahasa Kerinci Sungai Penuh menggunakan pendekatan leksikostatistik. Penelitian ini melihat sejauh mana kedua bahasa ini berkerabat dikarenakan kedekatan jarak, tetapi beda provinsi.            Data diambil dari 200 kata Swadesh dan beberapa kata tambahan yang telah ditranskripsi ke dalam Bahasa Minangkabau Tapan dan Bahasa Kerinci Sungai Penuh. Dari penelitian ini ditemukan Bahasa Minangkabau Tapan dan Bahasa Kerinci Sungai Penuh memiliki tingkat kemiripan fonologi dan leksikal yang sangat dekat, menurut perhitungan leksikostatistik tingkat kekerabatan Bahasa Minangkabau Tapan dengan Bahasa Kerinci Sungai Penuh adalah 92,16%, persentase ini cukup besar dan dapat diklasifikasikan Bahasa Minangkabau Tapan dan Bahasa Kerinci Sungai Penuh masuk dalam katagori dialek bahasa (dialect of languages).