cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Gramatika
ISSN : 24428485     EISSN : 24606316     DOI : -
Core Subject : Education,
The purpose of this journal is to publish scientific works for lecturers, researchers, students, and practitioners in Indonesia or abroad to present their new ideas, concepts and theories in Indonesian language and literature education such as: 1. The results of research development of language learning and Indonesian literature. 2. The results of experimental research of language education and Indonesian literature. 3. The result of research of class action of teaching of language and literature indonesia. 4. Result of research of language and literature of Indonesia. 5. Linguistic analysis and literary analysis.
Arjuna Subject : -
Articles 96 Documents
WUJUD KIAS DALAM TAMBO MINANGKABAU M. Hum, Yendra SS
Jurnal Gramatika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.62 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i2.736

Abstract

AbstractResearch on kias in Tambo Minangkabau’s focused on the study of figurative forms and and forming figurative inspiration. This research aims to explain any forms of figurative and the inspiration forming figurative in Tambo Minangkabau. Based on the analysis conducted, figurative forms are identified into simile, metaphor, personification, alegori, parabel, sinekdoke, epitet, eponim, paranomasia, and  antonomasia. Forms of figurative metaphors are identified form the most dominant form of variations convey stories in Tambo Minangkabau. Pattern conception of Minangkabau community built through forms and characteristic of nature that prefigured to all aspects to serve the teaching and philosophy of life and then poured into Tambo Minangkabau. Minangkabau  people whose way of thinking is metaphorical. This is a manifestation of the philosophy of  “Alam Takambang Jadi Guru”. Conceptual relationship of linguistic form with dimensions of the socio-cultural seen in relation of meaning. That is mean linguistic patterns are always associated with patterns of socio-cultural speech community including culture that inspired the metaphors in the text of Tambo Minangkabau. the inspiration forming figurative are activity or process of acquiring knowledge and poured into Tambo Minangkabau and became a source of teaching, rule, custom, and culture. forming figurative inspiration in TM are figurative inspiration from nature, figurative inspiration from objects (tool),  figurative inspiration from animals, inspiration from pattern of human bodies, and inspiration from the concept of religion. AbstrakPenelitian mengenai kias dalam Tambo Minangkabau difokuskan pada kajian bentuk kias dan inspirasi pembentuk kias dalam Tambo Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apa saja bentuk-bentuk kias dan menjelaskan inspirasi pembentuk kias yang terdapat dalam teks Tambo Minangkabau. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, bentuk-bentuk kias yang teridentifikasi antara lain seperti simile, metafora, personifikasi, alegori, parabel, sinekdoke, epitet, eponim, paranomasia, dan antonomasia. Dari bentuk-bentuk kias yang teridentifikasi bentuk metafora merupakan bentuk yang paling dominan sebagai variasi penyampai cerita.  Pola konsepsi masyarakat Mk dibangun melalui bentuk, sifat, dan ciri alam yang dimetaforakan ke segala aspek kehidupan untuk dijadikan pengajaran dan pandangan hidup yang dituangkan kedalam Tambo. Cara berfikir orang Mk yang bersifat metaforikal Ini merupakan perwujudan dari filosofi  Alam Takambang Jadi Guru yang dianut oleh masyarakat Mk. Hubungan konseptual bentuk linguistik dengan dimensi lingkungan sosio-kultural terlihat antar hubungan makna. Artinya, pola-pola linguistik selalu berhubungan dengan pola-pola sosio-kultural masyarakat penutur, termasuk budaya masyarakat MK yang menjadi sumber inspirasi kias dalam teks TM. Inspirasi pembentuk kias  ini merupakan kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan termasuk kesadaran dan perasaan atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri dan juga sebagai proses sosial, pengenalan, dan penafsiran lingkungan oleh orang Mk sebagai hasil pemerolehan pengetahuan yang kemudian dituangkan kedalam teks TM yang kemudian menjadi sumber dari pengajaran, aturan, adat, dan budaya Mk. Yang menjadi sumber inspirasi pembentuk kias dalam TM adalah inspirasi kias dari alam, inspirasi kias dari benda, inspirasi kias dari binatang, inspirasi kias dari anggota tubuh, dan inspirasi kias dari konsep agama. Keywords: Tambo, Minangkabau, Kias.
PENGARUH PENERAPAN KURIKULUM 2013 TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 05 PERCOBAAN PINTU KABUN BUKITTINGGI Morelent, Yetty; ani, Syof
Jurnal Gramatika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.518 KB) | DOI: 10.22202/jg.2015.v1i2.1234

Abstract

Penerapan kurikulum 2013 lebih mendidik siswa untuk melakukan pengamatan/observasi, bertanya dan bernalar terhadap ilmu yang diajarkan. Siswa diberi pelajaran berdasarkan tema yang terintegrasi agar memiliki pengetahuan tentang lingkungan, kehidupan, dan memiliki pondasi pribadi tangguh dalam kehidupan sosial serta kreativitas yang lebih baik. Pendidikan karakter mengatur tata kelakuan manusia pada aturan khusus, hukum, norma, adat kebiasaan dalam bidang kehidupan sosial manusia yang memiliki pengaruh sangat kuat pada sikap mental (mental attitude) manusia secara individu dalam aktivitas kehidupannya. Dalam UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejalan dengan dirumuskannya kurikulum 2013 tersebut maka peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian tentang pengaruh penerapan kurikulum 2013 terhadap pembentukan karakter siswa di SD Negeri 05 Percobaan Pintu Kabun Bukit Tinggi.
KONFLIK BATIN TOKOH ZAHRANA DALAM NOVEL CINTA SUCI ZAHRANA KARYA HABIBURRAHMAN ELSHIRAZY Yanda, M.Pd, Diyan Permata
Jurnal Gramatika Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.337 KB) | DOI: 10.22202/jg.2015.v1i1.1155

Abstract

This article aims to reveal the structure of the novel and the inner conflict experienced Zahrana figures. Zahrana is a girl educated, intelligent, and achieving a dilemma when faced with the choice of pursuing goals, career, and marriage. Zahrana experienced inner conflict arises when there is a difference in her desire that want to continue education with the wishes of parents who want to get married. Her parents worried about her son would be called an old maid because never married. This concern stems from the view of society that a womans primary duty is to be a mother to her children. Readers can reap the lessons of this novel with the existence of a series of character and his life journey.
SARKASME Dalam LIRIK LAGU DANGDUT KEKINIAN (KAJIAN SEMANTIK) AFRINDA, PUTRI DIAN
Jurnal Gramatika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.095 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i2.1040

Abstract

AbstrakTulisan ini berisi pembahasan tentang diksi yang terdapat pada lirik lagu dangdut kekinian. Pembahasan ini dilandasi pandangan bahwa diksi merupakan pilihan kata yang menunjukkan maksud atau hal yang akan ditujukan. Diksi atau pilihan kata sangat berperan dalam komunikasi, baik lisan, maupun tulisan. Diksi pada lirik lagu merupakan penyampaian pesan. Jika maksud yang disampaikan pembicara ataupun penulis berbeda dengan yang ditanggapi pendengar atau pembaca, maka diksi yang digunakan berarti kurang tepat, sehingga bermakna ganda. Kreativitas pilihan kata yang digunakan pada lirik lagu, juga mewakili makna dari lagu tersebut. Tulisan ini akan menguraikan perubahan makna yang berjenis sarkasme dalam lirik lagu pada aliran musik dangdut masa kini atau kekinian. Lagu pada umumnya dapat dinikmati oleh semua kalangan. Mulai dari generasi tua, muda, dewasa hingga anak-anak. Jika lagu yang didengar tidak sesuai dengan umurnya, maka hal ini secara tidak langsung dapat menghancurkan karakter anak. Untuk membentuk karakter anak dimulai sejak dalam kandungan ibu. Calon bayi sudah diperdengarkan musik-musik klasik untuk merangsang motorik sehingga bayi lebih aktif bergerak. Karena musik klasik dianggap mirip dengan detak jantung sang ibu. Lagu yang berkembang saat ini lebih mengutamakan musik yang asyik diputar, lirik lagu yang mudah diingat, dibandingkan diksi yang menjiwai lagu tersebut. Hal ini mengakibatkan lagu tersebut kurang bermanfaat atau bermakna bagi pendengar. Jika hanya sekedar nikmat untuk didengar, maka sebuah lagu tersebut akan kehilangan jiwa karena tidak bermakna. Lagu atau nyanyian, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi ada maksud yang hendak disampaikan oleh pencipta lagu. 
STRUKTUR DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM CERITA RAKYAT KABUPATEN TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT Isnanda, Romi
Jurnal Gramatika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.061 KB) | DOI: 10.22202/jg.2015.v1i2.1238

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk  mendeskripsikan struktur dan nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita rakyat Kabupaten Tanah Datar. Pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama merupakan tahap perekaman sastra lisan cerita rakyatKabupaten Tanah.  Tahap kedua pengumpulan data tentang lingkungan penceritaan. Data tentang lingkungan penceritaan dikumpulkan melalui teknik pencatatan, pengamatan, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama, dari 12 cerita rakyat Kabupaten Tanah Datar yang dianalisis, kelima unsur intrinsik tergambar dalam cerita rakyat. Hal tersebut menunjukan bahwa cerita rakyat bagian dari karya sastra yang kehadirannya dapat bermanfaat bagi penikmat sastra karena peristiwa dihantarkan oleh struktur cerita yang jelas. Kedua, untuk nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita Rakyat Kabupaten Tanah Datar meliputi, (1) nilai pendidikan moral, (2) nilai pendidikan budaya, (3) nilai pendidikan religius, (4) nilai pendidikan sejarah, (5) nilai kepahlawanan (semangat perjuangan).
Kepribadian Tokoh Jun dalam Novel Tiga Cinta, Ibu karya Gus Tf Sakai (Kajian Psycho-social Crisis Erikson) S.S., M.Hum, Samsiarni
Jurnal Gramatika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.866 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i2.1205

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat permasalahaan identitas yang terepresentasi melalui tokoh Jun dalam novel Tiga Cinta, Ibu karya Gus Tf Sakai dengan menggunakan teori psycho-crisis Erikson. Tokoh Jun merupakan representasi masyarakat Minangkabau yang mengalami kegamangan terhadap identitas sosialnya dikarenakan terjadinya benturan antara tradisi dan modernitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan konten analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Tiga Cinta, Ibu karya Gus Tf Sakai memperlihatkan permasalahan identitas berupa kebingungan identitas (identity confusion) yang dialami tokoh Jun sebagai orang Minangkabau yang telah lama hidup di luar Minangkabau. Identitasnya sebagai orang Minangkabau membuatnya harus berada dalam ikatan tradisi tersebut yang memaksanya untuk tidak menikahi calon istrinya karena silsilah adat. Kebingungan ini membuat tokoh Jun berada dalam dilema untuk menerima atau menolak dalam perbenturan tradisi dan modernitas yang dialaminya. Pada akhirnya ia memutuskan tidak mengikuti aturan tradisi. Pilihan yang diambil oleh tokoh Jun adalah bentuk krisis identitas yang dialami oleh sebagaian masyarakat dewasa ini. Kata kunci : Identitas, Tradisi, Modernitas, Novel.
ANALISIS FIKSI KADO UNTUK PUTRI UNGU DAN SURI CUCU KAKEK DULHAK: TINJAUAN STRUKTURALISME Pebriani, M.Pd, Yulia
Jurnal Gramatika Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.52 KB) | DOI: 10.22202/jg.2015.v1i1.1164

Abstract

Growing exprience and personal success showed the children a variety of other ways to control their emotions, overcome fear, develop trust, overcoming the desire to maintain the way they are right, develop acceptable interations with peers and adults  are sure to occur and not inevitable. In this case carried out by researchers, for example in the areas of socia, psychologi, and literature. In the study of literature, structuralisme is important in the study, because this principle wear every element associated with other elements. In children’s literature, the outhers raise the study of how views on the structure of the literary work litertaure contains exploration of the truth of humanity. Litertaure also offers a shred story that stimulates the readers to do something. Reader especially children developing new fantasy arrives and receive children developing new fantasy arrives and receive all kinds of stories off, whether the story makes sense or not. As a literary work certainly want to convey a meaning that contain human values. As children  who are able to give readers an understanding based on the growth and development of children.
ANALISIS MAKNA INTENSI PADA PUISI-PUISI PENYAIR PEMULA: ANALISIS PUISI KARYA SISWA SMAN AGAM CENDEKIA Marni, M.Pd., Silvia
Jurnal Gramatika Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.988 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i1.1397

Abstract

Menulis puisi adalah salah satu wujud apresiasi sastra. Siswa sekolah  menengah dibekali dengan pembelajaran sastra untuk mencapai kemampuan apresiasi mereka. Dalam menganalisis puisi yang ditulis siswa perlu dilakukan penganalisisan terhadap maksud yang ingin disampaikan sehingga keutuhan teks puisi dapat dilihat secara nyata. Tulisan ini dimaksudkan untuk melihat makna intensi pada kata-kata dari puisi-puisi yang ditulis siswa. Makna intensi atau intensionalitas adalah makna dari ungkapan-ungkapan yang ditulis yang menekankan maksud pembicaraan atau pesan. Orientasi yang bersangkutan dengan sikap pembuat teks disebut intensionalitas. Intensionalitas tidak dapat dilepaskan dari orientasi yang bermuara pada teks itu sendiri yakni kohesi dan koherensi teks. Intensionalitas harus terpusat pada orientasi teks dan yang terpenting adalah bagaimana pembuat teks membangun keutuhan serta keberterimaan teks demi kehendaknya.
PENINGKATAN PEMAHAMAN FRASA PESERTA DIDIK KELAS X MIA 6 SMA NEGERI 7 PADANG MELALUI MEDIA KARTU Tuti, Afreni
Jurnal Gramatika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.156 KB) | DOI: 10.22202/jg.2015.v1i2.1235

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman frasa peserta didik kelas X MIA 6 SMA Negeri 7 Padang melalui media kartu. Penelitian ini menggunakan siklus yang memiliki empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X Mia6  pada semester I tahun 2014/2015 yang berjumlah 31 orang. Materi pembelajaran adalah memahami frasa.Alat media yang digunakan adalah kartu. Pelaksanaan tindakan dilakukan sebanyak tiga siklus. Dari hasil ketiga siklus penelitian tindakan yang dilakukan, memperlihatkan peningkatan. Persentase ketuntasan belajar peserta didik pada siklus 1, siklus 2 dan siklus 3 sudah tergolong bagus yaitu dari 73 %  ke 75 % menjadi 90 %, sehingga ketuntasan belajar secara klasikal sudah tercapai.Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media kartu peningkatan kreativitas belajar peserta didik dapat tercapai.
KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK MIND MAP SISWA KELAS X SMA NEGERI 14 PADANG Satini, M.Pd, Ria
Jurnal Gramatika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.432 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i2.976

Abstract

Abstrak Kemampuan menulis merupakan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah kemampuan penting lainnya. Menuangkan ide-ide dan gagasan ke dalam bentuk tulisan tidaklah mudah. Setelah dilakukan observasi dan wawancara di SMA Negeri 14 Padang ditemukan permasalahan sebagai berikut. Permasalahan ini dilatarbelakangi oleh hal-hal sebagai berikut. Pertama, kurangnya minat siswa dalam menulis. Kedua, sulitnya menentukan tema dan diksi yang tepat dalam menulis sebuah karangan, walaupun latihan mengarang sudah sering mereka kerjakan. Ketiga, guru belum menggunakan teknik pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan dalam pembelajaran menulis karangan eksposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 14 Padang dalam menulis karangan eksposisi dengan menggunakan teknik mind map.Jenis penelitian ini ialah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini diperoleh gambaran bahwa rata-rata kemampuan  menulis karangan eksposisi melalui teknik mind map siswa  kelas X SMA Negeri 14 Padang terjadi peningkatan dari sebelum menggunakan teknik mind map dengan sesudah menggunakan teknik mind map. Peningkatannya dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil kemampuan menulis karangan eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 14 Padang dengan menggunakan teknik mind map meningkat. Nilai rata-rata kemampuan menulis karangan eksposisi meningkat menjadi 76,67 dengan kualifikasi baik. Jika dilihat dari kemampuan menulis karangan eksposisi siswa  terjadi peningkatan sebesar 9,67% dengan menggunakan teknik mind map, maka terjadi peningkatan yang signifikan.    Kata kunci : kemampuan, menulis karangan eksposisi, teknik mind map         

Page 1 of 10 | Total Record : 96