cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
BioCONCETTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
KEBERADAAN ULA PUCUAK (Trimeresurus barati) PADA BEBERAPA DAERAH DI SUMATERA BARAT reza, fachrul
BioCONCETTA Vol 1, No 1 (2016): BioCONCETTA VOLUME 1
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.455 KB)

Abstract

Sumatera adalah pulau terbesar ketiga di Indonesia dengan iklim tropis dan keanekaragaman ular yang tinggi. 127 jenis ular telah tercatat di Sumatra. Informasi taksonomi dan distribusi ular masih sedikit terutama di provinsi Sumatera Barat. Salah satu ular endemik yang terdapat di Sumatera Barat adalah Trimeresurus barati. Tidak ada informasi yang jelas entang keberadaan ular ini. Informasi tersebut dibutuhkan untuk mengenali keberadaan herpetofauna khususnya Trimeresurus baratiyang merupakan hewan endemik Sumatera Barat, dimana selanjutnya bertujuan untuk upaya konservasi. Penelitian telah dilakukan pada bulan Februari 2015 hingga Agustus 2015 dengan menggunakan metode survei, termasuk koleksi langsung pada beberapa daerah di Sumatera Barat, pengumpulan informasi dari masyarakat dan identifikasi spesimen yang telah ada di Laboratorium Zoologi STKIP PGRI Sumatera Barat. Berdasarkan penelitian ini, telah ditemukan T.barati dibeberapa tempat yaitu di daerah Paninjauan sebanyak 4 spesimen, Balingka sebanyak 3 spesimen, Matur sebanyak satu spesimen, Batipuh sebanyak 2 spesimen, Sabu sebanyak 1 spesimen, Andaleh sebanyak 1 spesimen, CA Lembah Anai sebanyak 5 spesimen, Tambangan sebanyak 4 spesimen dan Alahan Panjang sebanyak 3 spesimen. Umumnya T.barati ditemukan pada daerah berketinggian 600-1000mdpl dengan suhu berkisar 12C-28C
KARAKTER MORFOMETRIK PENSI (Corbicula moltkiana Prime) PADA DUA EKOSISTEM YANG BERBEDA Zeswita, Armein Lusi; Safitri, Elza
BioCONCETTA Vol 1, No 1 (2016): BioCONCETTA VOLUME 1
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.455 KB)

Abstract

Danau Maninjau dan Batang Antokan adalah tempat yang digunakan untuk rekreasi dan pariwisata di Kabupaten Agam. Kedua aktivitas manusia di sekitar danau atau di sungai mempengaruhi kualitas air, baik dalam fisika dan kimia, dan biologi, dan sangat mempengaruhi kehidupan kerang. Mengingat aktivitas tinggi menangkap "Pensi" Corbicula moltkiana di Danau Maninjau, perlu untuk mencoba untuk melestarikan populasi kerang dan mencari cara budidaya sehingga pemanfaatan yang terus menerus dan dapat meningkatkan perekonomianmasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfometrik Pensi (Corbicula moltkiana Prime) di dua ekosistem yang berbeda dan faktor fisik-kimia yang mempengaruhinya. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari 2015 Danau Maninjau dan di Sungai Batang Antokan. Berdasarkan penelitian di Danau Maninjau dan di Sungai Batang Antokan ukuran cangkang seperti panjang, tinggi, lebar, panjang engsel, jumlah baris dan pertumbuhan basah berat di Batang Antokan daging pensi lebih bervariasi bila dibandingkan dengan Danau Maninjau. Namun, ukuran panjang cangkang melakukan di Batang Antokan berbeda dengan di Danau Maninjau sedangkan ukuran lebar dan berat daging basah Pensi tidak berbeda dalam dua habitat. Hubungan antara panjang berat basah daging di Danau Maninjau dan Batang Antokan di berkorelasi sangat erat dengan panjang clam shell mereka. Faktor fisika kimia air di Danau Maninjau dan Batang Antokan di masih dalam kisaran normal dan toleran di Pensi (Corbicula moltkiana Perdana) mendukung kehidupan kecuali tingkat substrat organik 
PENGARUH PELATIHAN MOTIVASI BERBASIS OTAK TERHADAP KEKUATAN LIMBIK , ABILITAS, KREATIFITAS DAN KEMAUAN SISWA razak, abdul
BioCONCETTA Vol 1, No 1 (2016): BioCONCETTA VOLUME 1
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.455 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk bertujuan membuktikan pengaruh pelatihan motivasi berbasis otak terhadap kekuatan limbik, abilitas, kreatifitas dan kemauan siswa kelas III SMPN 9 Kabupaten Sijunjung. Penelitian ini merupakan aplikasi neurosains dalam bidang pendidikan yang telah diteliti selama lima tahun. Metodeyang digunakan adalah metode Kinesiologi yang merupakan ilmu yang mempelajari tentang saraf-saraf pada lengan yang telah dikembangkan oleh ahlinya untuk deteksi berbagai penyakit dan mampu menjelaskan secara ilmiah penyebab hal tersebut dengan mekanisme gelombang elektromagnetis tubuh.Selanjutnya, metode perrmainan motivasi (game motivation) dapat mengukur abiliotas, kreativitas dan kemauan siswa. Hasil penelitian menunjukkan  pengaruh yang nyata, dimana85.30 % kondisi limbik siswa SMPN 9 pada taraf yang lemah. Sementara, sisanya dalam kondisi agak lemah 11.77% dan limbik yang kuat dengan prosentase 0.03%.pada saat sebelum pelatihan.Setelah pelatihan, limbik level kuatmenjadi 0.06%. Kondisi limbik yang lemah berkurang menjadi 42.42%.Selanjutnya, sebelum pelatihan, nilai kreatifitas, abilitas dan kemauan masing-masing adalah 12-109, 12-93 dan 16-82. Setelah pelatihan tingkat kreativitas, abilitas dan kemauan siswa meningkat dengan rentang masing-masing 38-137, 22-96 dan 29-150. Terbukti, pelatihan motivasi berbasis otak mempengaruhikekuatan limbik, abilitas, kreatifitas dan kemauan siswa kelas III SMPN 9 Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA DENGAN TEKNIK MIND MAP PADA MATA KULIAH ANATOMI TUMBUHAN DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT meriko, Lince; yanti, febri
BioCONCETTA Vol 1, No 1 (2016): BioCONCETTA VOLUME 1
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.455 KB)

Abstract

Sebagian besar mahasiswa STKIP PGRI Sumbar masih mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah, terutama pada struktur anatomi jaringan tumbuhan. Hal ini menyebabkan prestasi siswa rendah. Berdasarkan hal tersebut maka telah dilakukan penelitian dengan menggunakan teknik Mind Map. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pokok struktur jaringan pada organ vegetatif dan organ generatif tumbuhan melalui penerapan model pembelajaran aktif menggunakan Mind Map. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Siswa yang menjadi subjek penelitian bahwa siswa Sesi E Angkatan 2013 yang sebesar 33 orang. Penelitian yang dilakukan terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil yang diperoleh setelahmelakukan penelitian ini adalah peningkatan aktivitas siswa Prodi Pendidikan  Biologi pada tahun 2013 sesi E pada mata pelajaran anatomi tumbuhan sebagai hasil dari penerapan Mind Map. Perbandingan aktivitas pada Siklus I ada 1 indikator yang mencapai kriteria baik yaitu indikator A.1, sedangkan pada Siklus II ada 2 indikator yang mencapai kriteria sangat baik yaitu indikator A.1, dan A.5. Pada akhir Siklus II semua indikator aktivitas belajar mahasiswa sudah mencapai target yang telah ditetapkan.
POLA KHAS YANG DITEMUKAN PADA SIDIK JARI DAN TELAPAK TANGAN PADA ANAK-ANAK TUNA NETRA DI KOTA PADANG wati, meliya
BioCONCETTA Vol 1, No 1 (2016): BioCONCETTA VOLUME 1
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.455 KB)

Abstract

Sidik jari dan telapak tangan berperanan penting sebagai identitas seseorang, karena setiap orang memiliki sidik yang berbeda. Fungsi sidik jari dapat dimanfaatkan untuk mendiagnosis penyakit keturunan. Menurut penelitian yang sudah berkembang, kelompok yang memiliki penyakit keturunan memiliki ciri-ciri sulur tertentu. Pola-pola sulur permukaan telapak tangan terbentuk sejak umur embrio 13 minggu dan tidak berubah seumur hidup. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif dengan mengamati tipe pola pada jari dan telapak tangan pada sampel yang diambil secara purposive. Penelitian pola-pola sulur permukaan telapak tangan yang telah dilakukan menunjukkan pola loop radial memiliki persentase terbesar yaitu 40,5%. Persentase tipe pola Loop radial yang paling tinggi sebesar 40,5 %.  Pola loop ulnar sebesar 39 % ,Whorl sebesar 20,5 %  dan pola arch 0%. Frekuensi ditemukannya pola sulur pada telapak tangan adalah =55,5% dan I4=60%.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED TEACHING PADA MATA KULIAH EVALUASI PROSES DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI STKIP PGRI SUMATERA BARAT maizeli, annika; nerita, siska
BioCONCETTA Vol 1, No 1 (2016): BioCONCETTA VOLUME 1
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.455 KB)

Abstract

Berdasarkan pengalaman peneliti dalam kegiatan pembelajaran mahasiswa biologi STKIP Sumatera Barat belajar di IV nilai. Evaluasi utama dan hasil belajar menunjukkan penurunan. Selain itu, aktifitas mahasiswa menunjukkan tidak puas dalam belajar. Hal ini ditunjukkan ketika dosen selesai menerangkan dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya tentang apa yang tidak mereka pahami, mahasiswa hanya diam mengambil. Selain itu hanyabeberapa mahasiwa yang bertanya apa yang tidak mereka mengerti tentang materi tersebut. Ketika dosen bertanya tentang pokok bahasan hanya sedikit mahasiwa yang menjawab. Permasalahan pada pembelajaran ini adalah peningkatan aktifitas dan hasil yang tidak sesuai, sehingga penulis telah menemukan solusi alternatif lain untuk kasus masalah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kegiatan belajar mahasiswa dan hasilnya di evaluasi, dan hasil belajar biologi STKIP Sumatera Barat dalam penelitian IV grades. Ini adalah penelitian tindakan yang lakukan dalam dua tahap. Hasil pembelajaran kognitif adalah peningkatan aktifitas dan hasil belajar dengan model pembelajaran inovatif Guided teaching. Berdasarkan kegiatan belajar siswa yang didapat dari siklus 1 ke siklus 2, menunjukkan bahwa peningkatan siklus 2. Peningkatan kegiatan ketika mereka membuat tugas dan diskusi 10,5%. Kegiatan presentasi meningkat 4,7% dan aktifitas bertanya meningkat 9,5%. Kegiatan menjawab meningkat 39,1%. kegiatan menyimak penjelasan kuliah meningkat 8,6%. Peningkatan hasil belajar adalah 42,85%.
PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN PARE (Momordica charantia L.) YANG DIBERI AIR CUCIAN BERAS PADA BERBAGAI KONSENTRASI rzki, rizki
BioCONCETTA Vol 1, No 1 (2016): BioCONCETTA VOLUME 1
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.455 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji  pengaruh pemberian air  sisa cucian beras terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman pare (Momordica charantia L.). Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2014 di Desa Koto Berapak Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan.Rancangan  percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air cucian beras pada konsentrasi 100% memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun namun secara statistik tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman pare.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE YANG DISERTAI LKS PADA MATA PELAJARAN IPA-BIOLOGI KELAS VIIA SMP TAMAN SISWA PADANG Rosba, Evrialiani
BioCONCETTA Vol 1, No 1 (2016): BioCONCETTA VOLUME 1
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.455 KB)

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktifitas siswa dan prestasi belajar mereka serta melalui model kooperatif pembelajaran tipe TPS dibantu dengan  *Penulis korespondensi : Evrialiani Rosba. Prodi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera baratEmail: rosba.evrialiani@gmail.comVol. 1, No. 1, 2015                                          Peningkatan Hasil Belajar dengan Think Pair Share lembar kerja siswa. Berdasarkan penelitian peneliti sebelumnya di SMP Taman Siswa Padang, ditemukan kegiatan dengan jumlah siswa dalam memperhatikan penjelasan guru dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang masih rendah. Akibatnya, para siswa tidak mampu memahami konsep pembelajaran secara optimal dan prestasi mereka  yang rendah dalam belajar.  Ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan terhadap mahasiswa tahun pertama di SMP Taman Siswa Padang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus di mana setiap siklus terdiri dari perencanaan, bertindak, mengamati dan refleksi. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti terhadap siswa pada kegiatan belajar dari siklus I ke siklus II, ada peningkatan jumlah kegiatan siswa yang terdiri dari dua indikator: kegiatan memperhatikan penjelasan guru 67% dan kegiatan dalam menyelesaikan lembar kerja siswa 79%. Kegiatan siswa dalam siklus pertama dalam kategori baik. Pada siklus kedua, ada empat indikator yang diamati: kegiatan siswa memperhatikan penjelasan guru 98%, kegiatan siswa dalam menyelesaikan lembar kerja siswa100%,   kegiatan   siswa   dalam   membahas   84%   dan   kegiatan   siswa   dalam mengoreksi lembar kerja siswa 100%. Kegiatan siswa dalam siklus kedua adalah dalam kategori sangat baik. Prestasi belajar siswa meningkat dari 50% pada siklus I   menjadi   83%   pada   siklus   II.   Berdasarkan   hasil   penelitian,   peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dibantu  dengan  worksheet  siswa  dapat  meningkatkan  kegiatan  tahun  pertama siswa dan prestasi belajar mereka pada pelajaran biologi di SMP Taman Siswa Padang.
INVENTARISASI JENIS KATAK (RANIDAE) SEBAGAI KOMODITI EKSPOR DI SUMATERA BARAT hendri, wince
BioCONCETTA Vol 1, No 1 (2016): BioCONCETTA VOLUME 1
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.455 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan menganalisis keanekaragaman jenis katak (Ranidae) yang ditangkap untuk diperjualbelikan penduduk di daerah Sumatera Barat sebagai komoditi ekspor. Penelitian dilakukan di daerah Sijunjung, Ujung Gading (Pasaman), Mentawai (Siberut Tengah) dan Tarusan (Painan) dengan metode penangkapan secara langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan jenis katak yang sering ditangkap dan diperjualbelikan adalah jenis Fejervarya limnocharis ditemukan pada lokasi Ujung Gading (Pasaman), Sijunjung dan Painan; Limnonectes blythii ditemukan di Sijunjung, Pasaman, Mentawai, Rana erythraeaditemukaan di Pasaman dan Painan, Rana chalconata dan Limnonectes sp. Dari penelitian yang telah dilakukan terlihat beberapa jenis katak berukuran besar sepeti Limnonectes blythiidan. Limnonectes sp. jarang ditemukan, tetapi katak berukuran kecil Fejervarya limnocharisditemukan dalam jumlah yang banyak. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman jenis katak Ranidae yang ditangkap di Sumatera Barat mempunyai gambaran spesies yang berbeda  pada kawasana daerah yang berbeda. Penelitian ini perlu dilanjutkan dengan penelitian lebih mendalam kepada keanekaragaman genetik mengingat beberapa jenis sangat jarang ditemukan serta menganalisis hubungan filogenetik diantara dan di dalam  spseies itu ditemukan.
Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Pada Materi Fotosintesis untuk Siswa Kelas VIII MTsN Koto Nan Gadang nengsih, sri
BioCONCETTA Vol 1, No 1 (2016): BioCONCETTA VOLUME 1
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.455 KB)

Abstract

Media pembelajaran animasi yang tersedia di pasaran atau Internet, memiliki begitu banyak perbaikan. Namun, ada beberapa kekurangan atau kelemahan dalam media pembelajaran, seperti tidak memiliki dengan penjelasan sehingga guru perlu menjelaskannya. Dan media menampilkan materi terlalu cepat atau tidak memiliki tombol kontrol sehingga siswa kesulitan untuk memahami dan guru terburu-buru untuk menjelaskannya. Juga template media yang tidak cocok dengan pengguna. Oleh karena itu, berdasarkan kekurangan atau kelemahan ini penelitian untuk mengembangkan animasi media pembelajaran fotosintesis untuk kelas VIII siswa MTsN Koto Nan Gadang, bertujuan untuk membuat kelas biologi lebih menarik, efektif dan efisien. Penelitian ini adalah metode menggunakan 4-D Model, definisi, desain, pengembangan dan penyebaran. Pada tahap pengembangan, peneliti harus melakukan validasi untuk media pembelajaran animasi, dilakukan dengan 2 validator menggunakan lembarvalidasi untuk melihat kepraktisan media pembelajaran animasi, lembar validasi ini diberikan kepada guru dan siswa. Hasil pengolahan data dari validasi dan kepraktisan kuesioner disimpulkan bahwa media pembelajaran animasi yang dikembangkan adalah valid dalam kualitas dan praktis untuk digunakan oleh guru dan siswa, sehingga cocok untuk menjadi media pembelajaran Biologi dalam subjek fotosintesis.