cover
Contact Name
Jumadi
Contact Email
jumadi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
forgeo@ums.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Forum Geografi
ISSN : 08520682     EISSN : 24603945     DOI : -
Core Subject : Science,
Forum Geografi, Indonesian Journal of Spatial and Regional Analysis (For. Geo) is an open access, peer-reviewed journal that will consider any original scientific article for expanding the field of geography. The journal publishes articles in both physical and human geography specialties of interest to spatial analysis and regional analysis in (but not limited) Indonesia by applying GIS and/or remote sensing techniques.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 2 (1994): December 1994" : 6 Documents clear
Geografi Desa dan Pengertian Desa Dilahur, D
Forum Geografi Vol 8, No 2 (1994): December 1994
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1459.754 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v8i2.4826

Abstract

Geografi desa merupakan cabang geografi yang mengkhususkan diri pada study pedesaan. Desa merupakan obyek studi yang dikaji dari sudut pandang geografi yaitu pendekatan keruangan, pendekatan ekologi dan pendekatan komplek wilayah. Geografi desa sebagai sub disiplin geografi belum lama yaitu baru pada masa dasa warsa 1960-an. Hal ini disebabkan perhatian yang agak kurang terhadap masalah kemiskinan di daerah pedesaan negara-negara berkembang. Bidang kajian berkembang dengan pesat sesuai dengan umurnya yang masih muda. Problem utama yang muncul adalah pendefinisian baik pengertian geografi desa maupun pengertian desa. Geografi desa mengutamakan kajian dengan pendekatan geografi sedangkan desa dari sudut pandang geografi merupakan suatu wilayah.
Arah Perkembangan Teknologi Sistem Informasi Geografi di Indonesia Widjojo, Suharto; Suharjo, S
Forum Geografi Vol 8, No 2 (1994): December 1994
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.546 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v8i2.4822

Abstract

Pada dekade mendatang, teknologi sistem informasi geografik terus berkembang dengan cepat. Perkembangan akan semakin nampak pada kecepatan, kapasitas penyimpanan dan sistem komputasi. Peranan sistem informasi yang berorientasi pada referensi di permukaan bumi atau spasial akan semakin dominan dalam pengambilan keputusan untuk perencanaan dan operasionalisasi pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Banyak tantangan dan harapan yang perlu dihadapi dalam perkembangan informasi spasial yang diperlukan dalam pengambilan keputusan. Makalah ini mencoba mengulas beberapa harapan dan kendala atau tantangan dalam perkembangan sistem informasi geografik di Indonesia.
Penggunaan Data Penginderaan Jauh dalam Perencanaan Pembangunan Permukiman Transmigrasi Wagiran, W
Forum Geografi Vol 8, No 2 (1994): December 1994
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1197.093 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v8i2.4823

Abstract

Ada banyak tahap yang harus dikerjakan dalam program perencanaan pemungkinan transmigrasi. Tahap awal dari kegiatan ini adalah menentukan area untuk lokasi transmigrasi. Informasi fisik area terse but dapat diperoleh dari data penginderaan jauh, baik citra satelit maupun foto udara. Tidak semua tahap dalam kegiatan ini memerlukan data bantu foto udara. Tahap yang memerlukan data bantu foto udara adalah tahap: perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah, "SKPT" dan "RTKIM".
Proses Sedimentasi Oleh Arus Turbid pada Formasi Halang, di Daerah Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat Hardjono, Imam
Forum Geografi Vol 8, No 2 (1994): December 1994
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1834.986 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v8i2.4824

Abstract

Sedimentologi adalah cabang dari ilmu geologi yang khusus yang mempelajan batuan sedimen, sifat-sifat fisisnya, tempatnya dalam kerangka geologi, dan proses pembentukannya, terutama cara dan lingkungan pengendapannya. Salah satu dari mekanisme sedimentasi, adalah sedimentasi sistem arus turbid (arus pekat), yaitu material sedimen yang beronggok pada suatu lereng samudra, kemudian secara tiba-tiba terkena hentakan dan meluncur dengan kecepatan tinggi bercampur air berupa suatu aliran padat ("density current"). Pada mekanisme ini, partikel-partikel sedimen bergerak tanpa benturan/seretan air, tetapi "energi potensial" dirubah menjadi "energi kinetis". Pengendapan terjadi setelah energi kinetis habis, misalnya pada tempat yang datar atau pada lekukan-lekukan. Arus turbid ini terjadi di laut dan merupakan mekanisme penting dalam mentrasfer material sedimen dari daerah bathyal dan abisal ke daerah hadal. Formasi Halang, yang terdiri dari perselingan antara lapisan-lapisan batu pasir dan batu lempung, berumur Miosen Awal, Miosen Tengah, dan diketemukan di daerah Ciawigebang, Kabupaien Kuningan, Jawa Barat, merupakan salah satu contoh endapan hasil sedimentasi oleh arus turbid.
Perbandingan Pendapatan, Curahan Jam Kerja, dan Tenaga Kerja Usaha Tani Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) dengan Usaha Tani Padi di Desa Karangmojo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar Tahun 1992/1993 Dahroni, D
Forum Geografi Vol 8, No 2 (1994): December 1994
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v8i2.4825

Abstract

Program Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) adalah program nasional yang mulai dilaksanakan sejak dikeluarkannya Inpres Nomor 9 Tahun 1975. Mengingat arti pentingnya program TRI sebagai program nasional dan kelompok sasaran yang dituju yakni para petani, maka penelitian ini bertujuan untuk mengukur besarnya perbandingan pendapatan petani dari usaha tani TRI dengan pendapatan petani dari usaha tani padi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur besarnya curahan jam kerja yang dimanfaatkan dari masing-masing cabang usaha tani di Desa Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yakni metode survai dan penentuan sampel dilaksanakan secara sampling. Sampel wilayah dan sekaligus sebagai daerah penelitian, ialah ditentukan secara purposife. Responden dalam penelitian ini ialah petani yang berusaha pada TRI, petani padi, dan buruh tani. Pengambilan responden dilakukan dengan cara mengambil 55 responden, terdiri dari Kelompok I sebanyak 11 sampel petani TRI dan padi, Kelompok II sebanyak 27 sampel petani TRI dan padi, dan Kelompok III sebanyak 23 sampel petani TRI dan padi. Data yang diambil dalam penelitian ini yakni data primer dan sekunder ditambah data yang diperoleh melalui wawancara bebas kepada pamong penduduk yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Jenis data primer yang dikumpulkan berupa pendapatan petani dari usaha tani TRI dan usaha tani padi. Data sekunder yang dikumpulkan antara lain data penduduk, luas penggunaan lahan, pengairan, curah hujan dan pengolahan TRI beserta besarnya rendemen tebu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan dari usaha tani TRI lebih kecil daripada pendapatan usaha tani padi (pendapatan usaha tani padi banyak Rp. 2.297.363,90 sedangkan usaha TRI Rp. 7.927.866,12). Curahan jam kerja (jam kerja dan tenaga kerja) yang dimanfaatkan dari usaha tani TRI lebih kecil daripada usaha tani padi (jumlah jam kerja usaha tani padi sebanyak 2.237,29 jam dan usaha TRI sebanyak 7.937,95 jam, jumlah tenaga kerja usaha tani padi 758 orang dan usaha TRI 7 05 orang). Disamping, itu ada keluhan perihal persoalan-persoalan yang dihadapi oleh para petani sistem target glebagan, yang tanpa disadari pertimbangan-pertimbangan, perhitungan kadar rendemen tebu tidak jelas dan potongan-potongan yang tidak jelas pula.
Masalah Sumber Daya Air Sungai di Pulau Jawa Priyana, Yuli
Forum Geografi Vol 8, No 2 (1994): December 1994
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1471.827 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v8i2.4821

Abstract

Permasalah sumber daya air selama ini tidak hanya semakin meningkatnya jumlah air yang dikonsumsikan untuk air minum, pertanian dan industri, namun sudah masuk mengenai masalah pencemaran dan kerusakan sumber air. Tulisan ini membahas tentang sumber daya air permukaan khususnya sungai. Sungai di Indonesia selama ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitarnya sebagai sumber air domestik, industri, pertanian, maupun tempat pemhuangan limbah, baik limbah padat maupun cair. Tindakan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya air yang tidak memperhatikan keseimbangan lingkungan tersehut akan merusak hubungan antara komponen ekosistem yang akhirnya akan merusak lingkungan itu sendiri. Kerusakan lingkungan pada suatu sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) akan berakibat pada penurunan sumber daya air sungai. Untuk itu perlu sekali diupayakan perbaikan terhadap kerusakan sumber daya air yang terpadu pada sistem DAS, mulai dari hulu sampai hilir sungai.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

1994 1994


Filter By Issues
All Issue Vol 33, No 1 (2019): July 2019 Vol 32, No 2 (2018): December 2018 Vol 32, No 1 (2018): July 2018 Vol 31, No 2 (2017): December 2017 Vol 31, No 1 (2017): July 2017 Vol 30, No 2 (2016): December 2016 Vol 30, No 1 (2016): July 2016 Vol 29, No 2 (2015): Forum Geografi Vol 29, No 2 (2015): December 2015 Vol 29, No 1 (2015): July 2015 Vol 29, No 1 (2015): Forum Geografi Vol 28, No 2 (2014): December 2014 Vol 28, No 2 (2014) Vol 28, No 1 (2014): July 2014 Vol 28, No 1 (2014) Vol 27, No 2 (2013): December 2013 Vol 27, No 1 (2013): July 2013 Vol 26, No 2 (2012): December 2012 Vol 26, No 1 (2012): July 2012 Vol 25, No 2 (2011): December 2011 Vol 25, No 1 (2011): July 2011 Vol 24, No 2 (2010): December 2010 Vol 24, No 1 (2010): July 2010 Vol 23, No 2 (2009): December 2009 Vol 23, No 1 (2009): July 2009 Vol 22, No 2 (2008): December 2008 Vol 22, No 1 (2008): July 2008 Vol 21, No 2 (2007): December 2007 Vol 21, No 1 (2007): July 2007 Vol 20, No 2 (2006): December 2006 Vol 20, No 1 (2006): July 2006 Vol 19, No 2 (2005): December 2005 Vol 19, No 1 (2005): July 2005 Vol 18, No 2 (2004) Vol 18, No 1 (2004) Vol 17, No 2 (2003) Vol 17, No 1 (2003) Vol 16, No 2 (2002) Vol 16, No 1 (2002) Vol 15, No 2 (2001): December 2001 Vol 15, No 1 (2001): July 2001 Vol 14, No 2 (2000) Vol 14, No 1 (2000) Vol 13, No 2 (1999) Vol 13, No 1 (1999) Vol 12, No 2 (1998) Vol 12, No 1 (1998) Vol 11, No 2 (1997) Vol 11, No 1 (1997) Vol 10, No 2 (1996) Vol 10, No 1 (1996) Vol 9, No 1 (1995) Vol 8, No 2 (1994): December 1994 Vol 8, No 1 (1994): July 1994 Vol 7, No 2 (1993): December 1993 Vol 7, No 1 (1993): July 1993 Vol 6, No 2 (1992): December 1992 Vol 6, No 1 (1992): July 1992 Vol 5, No 2 (1991): December 1991 Vol 5, No 1 (1991): July 1991 Vol 5, No 1 (1991) Vol 4, No 2 (1990): December 1990 Vol 4, No 2 (1990) More Issue