cover
Contact Name
Jumadi
Contact Email
jumadi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
forgeo@ums.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Forum Geografi
ISSN : 08520682     EISSN : 24603945     DOI : -
Core Subject : Science,
Forum Geografi, Indonesian Journal of Spatial and Regional Analysis (For. Geo) is an open access, peer-reviewed journal that will consider any original scientific article for expanding the field of geography. The journal publishes articles in both physical and human geography specialties of interest to spatial analysis and regional analysis in (but not limited) Indonesia by applying GIS and/or remote sensing techniques.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 2 (1993): December 1993" : 7 Documents clear
Penyediaan Air untuk Keperluan Domestik di Daerah Pedesaan Sekitar Phnom Penh Kamboja Sudarmadji, S
Forum Geografi Vol 7, No 2 (1993): December 1993
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1933.688 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v7i2.4801

Abstract

Air bersih dan sanitasi merupakan kebutuhan utama penduduk, namun hal terebut masih merupakan masalab yang pelik di daerah-daerah pedesaan negara-negara Kamboja. Selain termasuk negara berkembang, saat ini negar itu masih dalam situasi pasca perang yang berkepanjangan. Penyediaan air yang teramati di daerab pedesaan sekitar Khum Vilei, Distrik Kompisei, Propinsi Kompong Speau, merupakan salah satu contoh penyediaan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat di daerah pedesaan yang perlu mendapat perhatian. Sumber air untuk keperluan domestik diperoleh dari berbagai sumber, yaitu dari air hujan, air permukaan (sungai, rawa dan genangan atau kolam), dan air tanah. Air untuk keperluan domestik diperoleh dengan teknik sederhana, babkan kadang-kadang memperhatikan aspek kesehatan masyarakat. Air tersebut didapatkan dari air hujan, air permukaan dan air tanah. Sebelum digunakan (khususnya untuk masak dan minum) ditampung dan disimpan dahulu dengan tempayan khas daerah yang bersangkutan. Dalam penyediaan air bersih di daerah pedesaan faktor penguasaan teknologi dan dana yang dimiliki penduduk setempat sangat menentukan. Perang yang berkepanjangan mengakibatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat pedesaan sangat memprihatinkan, sehingga tidak sempat memikirkan perbaikan sarana sanitasi dan masalah yang berkaitan dengan penyediaan air bersih. Hal ini membawa kepada situasi dimana penduduk menggunakan air apa adanya tanpa memperhatikan kualitasnya, dan sering tanpa memikirkan aspek kesehatan. Hal ini harus diperhatikan dalam melakukan perbaikan dan pengadaan sarana air bersih dan sanitasi di daerah pedesaan negara tersebut.
Masalah Penyediaan Lahan dalam Pengembangan Kota Musiyam, Muhammad
Forum Geografi Vol 7, No 2 (1993): December 1993
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1300.815 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v7i2.4807

Abstract

Masalah di perkotaan sesungguhnya berakar dari keterbatasan penyediaan lahan. Di lain pihak permintaan akan lahan semakin bertambah sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk dan aktifitas perkotaan. Masalah yang muncul kemudian adalah harga laban yang meningkat dengan cepat diikuti dengan munculnya spekulan-spekulan lahan, merebaknya konflik sosial sebagai akibat dari penggusuran dan pembebasan tanah serta konflik kepentingan masing-masing sektoral dalam penggunaan lahan. Oleh karena masalah lahan di perkotaan demikian komplek, maka diperlukan strategi yang terpadu dan menyeluruh yang dapat mengakomodasikan berbagai kepentingan masyarakat dan aspek terkait yang diperlukan.
Keterkaitan Kondisi Geomorfologi dengan Karakteristik Air Tanah Dangkal di Kecamatan Masarann Kabupaten Sragen Propinsi Jawa Tengah Suwarno, S
Forum Geografi Vol 7, No 2 (1993): December 1993
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1673.145 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v7i2.4802

Abstract

Di daerah penelitian pada saat musim kemarau lahan persawahan dalam keadaan bero (tidak ditanami) karena kekurangan air untuk irigasi, padahal daerahnya bertopografi datar, sehingga memungkinkan untuk memanfaatkan air tanah sebagai sarana irigasi, sedang di daerah dengan topografi bergelombang banyak sumur gali yang kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan daerah penelitian menjadi satuan bentuk lahan dan mencari keterkaitannya dengan karakteristik air tanah dangkal. Metode yang digunakan yaitu interpretasi foto udara dengan didukung oleh peta topografi dan peta geologi serta cek lapangan, sehingga tersusun peta satuan bentuk lahan. Karakteristik air tanah dangkal meliputi kedalaman muka air tanah, koefisien transmisibilitas, koefisien permeabilitas, debit aliran air tanah, porositas batuan, fluktuasi muka air tanah, dan kualitas airtanah. Dari peta satuan bentuk lahan disusun peta hidromorfologi, dengan cara memasukkan data karakteristik air tanah dangkal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, kondisi geomorfologi mempunyai keterkaitan dengan karakteristik air tanah dangkal yang tercermin pada satuan bentuk lahan dan satuan hidromorfologi. Pada setiap satuan bentuk lahan mempunyai karakteristik air tanah dangkal yang berbeda-beda baik kualitas tnaupun kuantitas. Satuan bentuk lahan tanggul alam potensi air tanahnya terbesar dan kualitasnya terbaik.
Teknologi Sistem Informasi Geografik (SIG) untuk Membantu Sinkronisasi Kegiatan Penataan Lahan Martha, Sukendra
Forum Geografi Vol 7, No 2 (1993): December 1993
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.089 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v7i2.4808

Abstract

Teknologi Sistem Informasi Geografik yang berkembang pesat sekarang ini sangat penting perannya dalam menunjang sinkroniasi penataan wilayah karena didasari atas data dasar spatial yang bereferensikan lokasi geografis. Data atau informasi geografik yang dijadikan masukan bagi SIG dapat berasal dari peta-peta dasar baku rupabumi atau tematik lainnya. Masukan SIG juga dapat berasal dari basil pemrosesan citra penginderaan jauh. Makalah ini menguraikan teknologi SIG untuk kepentingan sinkronisasi penataan lahan.
Kualitas Air Tanah di Tiga Ibu Kota Kecamatan (Kutowinangun, Prembun dan Kutoarjo) dan Kaitannya dengan Sanitasi Lingkungan Sekitar Sudarmadji, S; Suyono, S
Forum Geografi Vol 7, No 2 (1993): December 1993
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v7i2.4803

Abstract

Air tanah masih merupakan sumber air untuk keperluan sehari-hari bagi penduduk perkotaan, lebih-lebih kota kecil pada umumnya. Sumber daya air menunjukkan gejala penurunan kualitas yang disebabkan oleh dampak berbagai macam kegiatan yang menghasilkan limbah dan sistem sanitasi lingkungan yang kurang baik. Daerah-daerah perkotaan yang terletak di dataran alluvial pantai dapat merupakan daerah yang rawan terhadap pencemaran air tanah. Tiga ibu kota kecamatan, yaitu Kutowinangun dan Prembun, Kabupaten Kebumen dan Kutoarjo Kabupaten Purworejo yang terletak saling berdekatan diteliti untuk mengetahui kualitas air tanah yang merupakan sumber air domestik penduduknya dalam kaitannya dengan kondisi sanitasi lingkungan serta persepsi masyarakat terhadap pencemaran sumber air tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan pengamatan di lapangan wawancara dengan penduduk serta analisis laboratorium terhadap sampel air tanah yang diambil. Hasil analisis laboratorium menunjukkan gejala kualitas air di tiga kota tersebut sudah memperlihatkan gejala penurunan, walaupun belum sampai melampaui ambang batas baku mutu air Golongan B. Penurunan tersebut terlibat dengan tingginya kadar NO2, SO4, Cl, COD dan bakteri coli. Diperkirakan bahwa tingginya kadar zat tersebut terkait dengan masalah limbah yang dibuang, yang didukung oleh sanitasi lingkungan yang masih belum baik. Kadar NO2 dan NO3 cenderung lebih tinggi di daerah pusat kota yang merupakan pusat aktivitas penduduk, dibandingkan dengan daerah pinggir kota. Limbah dari aktivitas kegiatan penduduk di pusat-pusat pelayanan umum, termasuk juga dari sarana transportasi di jalan raya dapat merupakan sumber pencemar air tanah. Bakteri coli pada umumnya tinggi di ketiga kota yang diteliti, melebihi 2400 MPN/100ml. Angka COD yang tinggi teramati didalam air tanah Kutowinangun dan Prembun, lebih dari 25% sampel di kedua kota ini memiliki COD diatas 10 mg/l, sedangkan di Kutoarjo relatif lebih rendah. Hal yang mirip didapatkan pada BOD. Persepsi penduduk terhadap masalah lingkungan umumnya beragam, namun terlihat bahwa penduduk dengan pendidikan di bawah SLTP masih belum mengerti atau kurang memperhatikan hal-hal yang terkait dengan pencemaran lingkungan.
Perkembangan Kondisi Demografi dan Sosial-Ekonomi di Kotamadya Yogyakarta Beserta Implikasinya untuk Pengembangan Fasilitas Kota Rijanta, R
Forum Geografi Vol 7, No 2 (1993): December 1993
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1630.778 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v7i2.4804

Abstract

Tulisan ini bertujuan menunjukkan perubaban demografis di Kotamadia Yogyakarta dan sekttarnya agar supaya dapat mengidentifikasi masing-masing konsekuensinya pada perencanaan fasilitas pelayanan. Data yang digunakan dalam tulisan ini berasal dari berbagai sumber, utamanya dari sensus penduduk tabun 1980, 1990 dan dokumen-dokumen lainnya. Dinamisasi penduduk dideteksi dari berbagai macam variabel perkembangan (ukuran, kepadatan, ukuran rumah tangga, struktur, pekerjaan dan pendidikan) pada dua dekade terakhir dimana dapat memberikan gagasan kasar dari arab dimana fasilitas-fasilitas pelayanan dikembangkan. Beberapa penyesuaian pada strategi-strategi pengembangan sektoral pada dekade berikutnya perlu dipertimbangkan sebagai sesuatu yang penting agar supaya dapat mengantisipasi dampak demografis dari perubaban demografis akhir-akhir ini.
Penguasaan Lahan dan Distribusi Pendapatan di Pedesaan Astuti, Wahyuni Apri
Forum Geografi Vol 7, No 2 (1993): December 1993
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1984.388 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v7i2.4806

Abstract

Ketidakmerataan penguasaan lahan merupakan sumber utama ketidakmerataan pendapatan. Satu hal yang tidak dapat diabaikan ialah masalah penguasaan lahan bukan pemilikan dapat pula menentukan pendapatan petani. Penguasaan lahan bukan milik sendiri misal lewat sewa atau penyakapan. Lahan yang dimiliki seseorang di pedesaan belum tentu digarap sendiri, pemilik lahan yang terlalu sempit ada kalanya menyewakan lahannya pada petani luas dan mereka cenderung menjual tenaganya sebagai buruh tani. Dengan demikian dimungkinkan terjadi penguasaan lahan yang timpang serta distribusi pendapatan menunjukkan hal yang sama.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

1993 1993


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 2 (2018): December 2018 Vol 32, No 1 (2018): July 2018 Vol 31, No 2 (2017): December 2017 Vol 31, No 1 (2017): July 2017 Vol 30, No 2 (2016): December 2016 Vol 30, No 1 (2016): July 2016 Vol 29, No 2 (2015): Forum Geografi Vol 29, No 2 (2015): December 2015 Vol 29, No 1 (2015): July 2015 Vol 29, No 1 (2015): Forum Geografi Vol 28, No 2 (2014): December 2014 Vol 28, No 2 (2014) Vol 28, No 1 (2014): July 2014 Vol 28, No 1 (2014) Vol 27, No 2 (2013): December 2013 Vol 27, No 1 (2013): July 2013 Vol 26, No 2 (2012): December 2012 Vol 26, No 1 (2012): July 2012 Vol 25, No 2 (2011): December 2011 Vol 25, No 1 (2011): July 2011 Vol 24, No 2 (2010): December 2010 Vol 24, No 1 (2010): July 2010 Vol 23, No 2 (2009): December 2009 Vol 23, No 1 (2009): July 2009 Vol 22, No 2 (2008): December 2008 Vol 22, No 1 (2008): July 2008 Vol 21, No 2 (2007): December 2007 Vol 21, No 1 (2007): July 2007 Vol 20, No 2 (2006): December 2006 Vol 20, No 1 (2006): July 2006 Vol 19, No 2 (2005): December 2005 Vol 19, No 1 (2005): July 2005 Vol 18, No 2 (2004) Vol 18, No 1 (2004) Vol 17, No 2 (2003) Vol 17, No 1 (2003) Vol 16, No 2 (2002) Vol 16, No 1 (2002) Vol 15, No 2 (2001): December 2001 Vol 15, No 1 (2001): July 2001 Vol 14, No 2 (2000) Vol 14, No 1 (2000) Vol 13, No 2 (1999) Vol 13, No 1 (1999) Vol 12, No 2 (1998) Vol 12, No 1 (1998) Vol 11, No 2 (1997) Vol 11, No 1 (1997) Vol 10, No 2 (1996) Vol 10, No 1 (1996) Vol 9, No 1 (1995) Vol 8, No 2 (1994): December 1994 Vol 8, No 1 (1994): July 1994 Vol 7, No 2 (1993): December 1993 Vol 7, No 1 (1993): July 1993 Vol 6, No 2 (1992): December 1992 Vol 6, No 1 (1992): July 1992 Vol 5, No 2 (1991): December 1991 Vol 5, No 1 (1991): July 1991 Vol 5, No 1 (1991) Vol 4, No 2 (1990): December 1990 Vol 4, No 2 (1990) More Issue