cover
Contact Name
Jumadi
Contact Email
jumadi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
forgeo@ums.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Forum Geografi
ISSN : 08520682     EISSN : 24603945     DOI : -
Core Subject : Science,
Forum Geografi, Indonesian Journal of Spatial and Regional Analysis (For. Geo) is an open access, peer-reviewed journal that will consider any original scientific article for expanding the field of geography. The journal publishes articles in both physical and human geography specialties of interest to spatial analysis and regional analysis in (but not limited) Indonesia by applying GIS and/or remote sensing techniques.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 1 (1993): July 1993" : 7 Documents clear
Perbaikan Irigasi dan Kehidupan Petani (Studi Kasus Irigasi dan Perubahan Sosial Ekonomi di Desa Bugo, Jepara) Priyana, Yuli
Forum Geografi Vol 7, No 1 (1993): July 1993
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.803 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v7i1.4794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetabui kondisi irigasi serta pengaruh perbaikan irigasi terhadap perubahan sosial masyarakat desa Bugo, terutama terbadap penguasaan lahan, pola tanam, pendapatan, dan penyerapan tenaga kerja serta hubungan kerja pada bidang pertanian. Pendekatan yang dipergunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan pendekatan ini diharapkan akan mendapatkan informasi yang diharapkan, guna menunjang pembahasan penulis berusaha mendapatkan data kuantitatif yang relefan. Dari hasil penelitian ini diketabui bahwa petani pada desa Bugo masih banyak yang merupakan petani tradisional, artinya mereka masih enggan untuk menerima teknologi yang baru, lebih suka pada cara-cara yang biasa dilakukan oleh pendabulunya. Pada perbaikan irigasi menegemen dan saluran sekunder masih kurang sempurna sehingga air kurang biasa merata penyebarannya pada daerah oncoran. Pegaruh yang timbul pada masyarakat yakni; terjadinya perubahan pola tanam dari padi-polowijo-polowijo menjadi padi-padi-polowijo, dari perubahan tersebut secara tidak langsung juga berpengaruh positif terbadap pendapatan rumah tangga petani. Dengan petani-petani tiap bektarnya bertambah, ternyata tidak terjadi polarisasi penguasaan lahan pada petani kaya, dari 142 petani didapatkan 38.7% dari jumlah tersebut petani miskin menguasai 17.2% luas lahan. Hubungan kerja pada petani juga belum nampak adanya komersialisme, hanya saja ada kecenderungan sebagian dari mereka memanenkan hasil panenannya kepada “pengedos”, dan sebagian besar masih dipanenkan pada tetangga dengan sistem “derep”. Tanaman padi ternyata banyak menyerap tenaga kerja dari pada tanaman polowijo pada daerah tersebut. Usaha sektor non pertanian pada daerah tersebut yang berkembang adalah usaha industri rumah tangga pangan, pada usaha ini ternyata juga cukup menyerap tenaga kerja dan memberikan penghasilan pada penduduk yang cukup lumayan.
Analisis Sosio-Ekonomis untuk Evaluasi Lahan Permukiman Ritohardoyo, Su
Forum Geografi Vol 7, No 1 (1993): July 1993
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1953.392 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v7i1.4795

Abstract

Masalah yang sering terjadi dalam evaluasi sumberdaya lahan permukiman, adalah ketidakseimbangan antara kesesuaian secara fisik lahan, dengan kesesuaian secara sosio-ekonomis. Di samping itu permasalahan yang muncul, adalah dalam penentuan batas yang berbeda ada satuan lahan. Satuan lahan secara fisik menggunakan dasar batas fisik, sedangkan secara sosio-ekonomis mengikuti satuan luasan mendasarkan pada batas administratif. Demikian juga adanya perbedaan ketersediaan data, yakni data aspek fisik bersifat kuantitatif sedangkan data sosio-ekonomis bersifat kuantitatif, sehingga merupakan masalah dalam analisisnya. Oleh karenanya, didalam teknik penentuan batas satuan lahan, serta teknik analisis kuantitatif data sosio-ekonomis memerlukan teknik kuantifikasi data kualitatif. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa penggunaan batas administratif desa untuk satuan sosio-eknomis lahan dapat digunakan secara tepat, walaupun satuan lahan secara fisik bervariasi secara rinci. Penggunaan data sekunder potensi desa, baik di pedesaan ataupun perkotaan dari aspek sosio-eknomis cukup representatif untuk mendukung evaluasi sumberdaya lahan permukiman baik pedesaan maunpun perkotaan.
Inventerisasi Hutan dengan Teknik Penginderaan Jauh Multitingkat Santoso, Sugiharto Budi
Forum Geografi Vol 7, No 1 (1993): July 1993
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.065 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v7i1.4796

Abstract

Hutan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan berkelanjutan. Hutan tidak hanya mempunyai fungsi ekonomi tetapi juga mempunyai fungsi ekologi. Pengelolaan hutan harus dilaksanakan secara berkesinambungan agar terjaga dari kehancuran. Hal ini tak mungkin dapat dilaksanakan tanpa adanya kegiatan inventarisasi. Inventarisasi hutan dapat dilakukan melalui survai darat maupun dengan menggunakan teknik penginderaan jauh, atau keduanya. Dengan survai darat akan diperoleh infomasi yang akurat namun dalam pelaksanaannya memerlukan banyak waktu, biaya, dan tenaga. Dengan menggunakan teknik penginderaan jauh yang dibantu dengan survai darat akan diperoleh data yang relative lengkap dengan waktu, tenaga dan beaya yang lebih rendah.
Inventarisasi Data Ungkungan Fisik Daerah Rencana Kawasan Wisata Jimbaran-Kedonganan Bali Dibyosaputro, Suprapto
Forum Geografi Vol 7, No 1 (1993): July 1993
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1929.786 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v7i1.4792

Abstract

Daerah Jimbaran dan Kedonganan adalah merupakan salah satu daerah yang direncanakan untuk kawasan pariwisata pantai Pulau Bali. Tujuan penelitian ini adalah mengadakan inventarisasi data lingkungan fisik daerah tersebut yang meliputi iklim, geomorfologi, tanah, hidrologi, dan oceanografi. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi yakni pengamatan, pengukuran dan pencatatan terhadap aspek-aspek tersebut baik langsung di lapangan maupun di laboratorium. Hasil penelitian menunjukan babwa wilayaj Jimbaran dan Kedonganan sebagian besar mempunyai potensi lingkungan fisik yang baik sebagai kawasan wisata pantai. Subu rata-rata adalah 27.05° C dengan subu tertinggi terjadi pada Bulan Oktober yakni 29° C dan suhu terendah pada bulan Agustus yakni 26° C. Hujan rata-rata setahun adalah 1240 mm dengan bulan-bulan basah antara Desember hingga April, sedang bulan-bulan lainnya adalah bulan kering. Secara geomorfologis daerah penelitian merupakan teluk dimana dari tempat ini dapat melihat panorama alam yang indah yakni terbenamnya matahari di waktu sore. Daerah ini juga merupakan bagian Ieher dari suatu tombolo. Sebelah selatan daerah penelitian berbatasan dengan cliff dari batu gamping yang menambah keindahan panorama alami. Kedalaman air tanah bervariasi antara 4-7.65 meter dengan tebal air tanah antara 0.65-1.00 meter. Potensi air tanah sebesar 5.913.600 mm3, dengan pH air di beberapa daerah 7 karena adanya intrusi air taut. Potensi tersebut tidak mencukupi untuk kebutuhan air untuk keperluan hotel-hotel di wilayah ini sebingga harus menambah air dari luar kawasan tersebut. Wilayah teluk Jimbaran-Kedonganan ini mempunyai tinggi gelombang antara 0.25-1.60 meter, frekuensi gelombang antara 10-15 buah gelombang per menit, lebar gisk antara 75-100 meter, dengan kemiringan gisk 5-7. Di dalam teluk Jimbaran Kedonganan ini terdapat adanya teluk dan tanjung yang kecil yang letaknya selalu berpindah-pindah. Hal ini berbahaya bagi perenang di laut karena arus balik kuat (rip cureent) ke arah laut berpindah-pindah tempat pada periode waktu tertentu.
Kondisi Air Tanah di Daerah Perkotaan: Problema Antara Kuantitas dan Kualitas Air Anna, Alif Noor
Forum Geografi Vol 7, No 1 (1993): July 1993
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2066.916 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v7i1.4797

Abstract

Daerah perkotaan yang merupakan pusat berbagai kegiatan ekonomi, jasa dan industri mejadikan kota sebagai pusat konsentrasi penduduk. Dalam pelaksanaannya selalu membutuhkan air. Umumnya masih banyak yang menggunakan air tanah, karena mempunyai banyak kelebihan baik segi ekonomi maupun potensinya (kualitas dan kuantitas). Pada saat ini sudah terjadi kecenderungan penggunaan air tanah yang kurang rasional. Terjadi ketimpangan antara ketersediaan dan penggunaannya, di samping telah terjadi efek kurang baik bahkan terjadi gejala pencemaran air tanah yang segera perlu mendapat perhatian. Gejala dari penggunaan yang kurang rasional adalah penurunan permukaan tanah dan instrusi air laut pada daerah kota yang berada di pantai, sedangkan kondisi kualitas air pun tercemar baik dari sifat fisis, khemis maupun bakteriologis.
Pemanfaatan Data Iklim untuk Evaluasi Kekeringan dengan Menggunakan Indeks Palmer Sudibyakto, S
Forum Geografi Vol 7, No 1 (1993): July 1993
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.399 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v7i1.4793

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi tingkat kekeringan di daerah Kedu Selatan, Jawa Tengah dengan menggunakan Indeks Palmer, dengan harapan agar dapat diperoleh gambaran hubungan antara curah hujan dan indeks kekeringan. Data yang digunakan adalah curah hujan dan suhu udara rataan bulanan selama 5 tahun (antara 1972 dan 1976) dan air tanah yang tersedia pada kedua lapisan tanah atas. Data hujan diambil dari 69 stasiun penakar hujan biasa. Data klimatologi diperoleh dari stasiun Sempor dan basil akhir berupa Peta Indeks kekeringan. Hasil perhitungan indeks kekeringan atas data hujan di suatu lokasi menimbulkan indeks yang terlalu basah atau terlalu kering dari keadaan normalnya untuk di suatu tempat. Hubungan dua deret waktu antara hujan dan indeks kekeringan menunjukkan bahwa daerah yang berhutan dengan kondisi tanahnya berupa tanah liat, timbulnya kekeringan mengalami kemunduran setelah beberapa bulan tidak terjadi hujan. Sebagian besar-koefisien korelasi (r) menunjukkan nilai yang lebih besar daripada koefisien korelasi-lag (rL), kecuali di daerah yang mempunyai kawasan hutan cukup luas. Kelayakan Peta Indeks kekeringan dapat dikaitkan dengan penuruan produksi pertanian (padi ladang) dan peristiwa banjir yang pernah terjadi di daerah penelitian.
Hubungan Kerja Petani-Buruh Tani di Pedesaan dan Faktor yang Mempengaruhinya Astuti, Wahyuni Apri
Forum Geografi Vol 7, No 1 (1993): July 1993
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1639.086 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v7i1.4798

Abstract

Akibat penggunaan teknolgi pertanian tidak saja menyebabkan kesempatan kerja semakin menciut, akan tetapi juga memudarnya kelembagaan. Penggunaan teknologi pertanian menyebabkan petani berubah kearah pemikiran yang bersifat komersial dan pemikiran tersebut membawa pengaruh terhadap tata kehidupan masyarakat yaitu memudarnya hubungan sosial. Hal ini nampak pada bubungan kerja petani dan buruh tani yaitu dari kerja gotong royong, hubungan kerja tolong menolong menjadi hubungan kerja upah mengupah. Disamping itu perubahan kelembagaan hubungan kerja petani- buruh tani dapat di pengaruhi luas tanah garapan dan hubungan social kekerabatan maupun ketetanggaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

1993 1993


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 2 (2018): December 2018 Vol 32, No 1 (2018): July 2018 Vol 31, No 2 (2017): December 2017 Vol 31, No 1 (2017): July 2017 Vol 30, No 2 (2016): December 2016 Vol 30, No 1 (2016): July 2016 Vol 29, No 2 (2015): Forum Geografi Vol 29, No 2 (2015): December 2015 Vol 29, No 1 (2015): July 2015 Vol 29, No 1 (2015): Forum Geografi Vol 28, No 2 (2014): December 2014 Vol 28, No 2 (2014) Vol 28, No 1 (2014): July 2014 Vol 28, No 1 (2014) Vol 27, No 2 (2013): December 2013 Vol 27, No 1 (2013): July 2013 Vol 26, No 2 (2012): December 2012 Vol 26, No 1 (2012): July 2012 Vol 25, No 2 (2011): December 2011 Vol 25, No 1 (2011): July 2011 Vol 24, No 2 (2010): December 2010 Vol 24, No 1 (2010): July 2010 Vol 23, No 2 (2009): December 2009 Vol 23, No 1 (2009): July 2009 Vol 22, No 2 (2008): December 2008 Vol 22, No 1 (2008): July 2008 Vol 21, No 2 (2007): December 2007 Vol 21, No 1 (2007): July 2007 Vol 20, No 2 (2006): December 2006 Vol 20, No 1 (2006): July 2006 Vol 19, No 2 (2005): December 2005 Vol 19, No 1 (2005): July 2005 Vol 18, No 2 (2004) Vol 18, No 1 (2004) Vol 17, No 2 (2003) Vol 17, No 1 (2003) Vol 16, No 2 (2002) Vol 16, No 1 (2002) Vol 15, No 2 (2001): December 2001 Vol 15, No 1 (2001): July 2001 Vol 14, No 2 (2000) Vol 14, No 1 (2000) Vol 13, No 2 (1999) Vol 13, No 1 (1999) Vol 12, No 2 (1998) Vol 12, No 1 (1998) Vol 11, No 2 (1997) Vol 11, No 1 (1997) Vol 10, No 2 (1996) Vol 10, No 1 (1996) Vol 9, No 1 (1995) Vol 8, No 2 (1994): December 1994 Vol 8, No 1 (1994): July 1994 Vol 7, No 2 (1993): December 1993 Vol 7, No 1 (1993): July 1993 Vol 6, No 2 (1992): December 1992 Vol 6, No 1 (1992): July 1992 Vol 5, No 2 (1991): December 1991 Vol 5, No 1 (1991): July 1991 Vol 5, No 1 (1991) Vol 4, No 2 (1990): December 1990 Vol 4, No 2 (1990) More Issue