cover
Contact Name
Jumadi
Contact Email
jumadi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
forgeo@ums.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Forum Geografi
ISSN : 08520682     EISSN : 24603945     DOI : -
Core Subject : Science,
Forum Geografi, Indonesian Journal of Spatial and Regional Analysis (For. Geo) is an open access, peer-reviewed journal that will consider any original scientific article for expanding the field of geography. The journal publishes articles in both physical and human geography specialties of interest to spatial analysis and regional analysis in (but not limited) Indonesia by applying GIS and/or remote sensing techniques.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 2 (1991): December 1991" : 7 Documents clear
Karakteristik Kualitas Air Limpasan di Daerah Urban Sebagai Sumber Pencemaran Air Sudarmadji, S
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.753 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4678

Abstract

Perkembangan daerah kota dapat memberikan dampak negatif pada kondisi bidrologi, baik pada air permukaan maupun air tanah. Perkembangan daerah kota juga didukung oleh pertambangan sarana transportasi serta prasarananya, yaitu jalan raya dan kendaraan bermotor. Perkembangan daerab permukiman di daerah perkotaan juga menyebabkan bertambahnya volume limpasan dan penurunan kualitas air. Penelitian yang mengarah kepada dampak terbadap kondisi hidrologi, khususnya pada kualitas air di beberapa negara di luar Indonesia dikaji, khususnya yang menyangkut kualitas air permukaan yang berasal dari daerah kota. Zat kimia yang terdapat di dalam air sudah ada sejak awal terbentuknya tetesan air hujan dan pada proses jatuhnya air hujan ke muka bumi. Terdapatnya inti kondensasi sudah menunjukkan masuknya zat lain ke dalam air hujan. Pada saat hujan jatuh ke muka bumi, berbagai macam gas terlarut di dalam air hujan tersebut. Air hujan yang jatuh di muka bumi melarutkan tanah batuan dan material lain yang ada di muka bumi, selanjutnya zat yang larut tersebut terbawa aliran air yang terbentuk. Di daerah perkotaan material di tanah pekarangan dan jalan raya merupakan sumber pencemar yang sangat berarti. Beberapa penelitian menujukkan bahwa air limpasan yang berasal dari daerah perkotaan, baik yang berasal dari jalan raya maupun dari pekarangan mempunyai kadar zat kimia yang cukup tinggi dan mempunyai potensi yang cukup sebagai pencemar bagi badan air penerima limpasan tersebut. Pencemar tersebut dilihat dari BOD, COD, kadar zat tersuspensi, kadar zat terlarut, klorida posfat, nitrat dan bakteri bentuk coli. Bahkan ada beberapa kadar logam berat seperti Pb yang terdeteksi pada limpasan ini. Mengacu kepada basil penelitian di luar negeri nampaknya penelitian di Indonesia semacam itu perlu pula dilakukan, mengingat babwa perkembangan kota di Indonesia pesat juga.
Pencemaran Air Tanah di Perkotaan Priyana, Yuli
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.518 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4679

Abstract

Air merupakan kebutuban hidup bagi manusia, baik sebagai mahkluk hayati maupun untuk kehidupan sehari-hari (MCK), irigasi maupun industri. Sebagian dari kebutuhan tersebut diambilkan dari air tanah. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk terutama di perkotaan secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap persediaan air tanah yang ada baik kualitas maupun kuantitas. Pengambilan air tanah yang terus meningkat dan melebibi save yield pada daerah pantai akan mengakibatkan intrusi air laut yang mengakibatkan air tanah menjadi asin. Demikian juga semakin banyaknya limbah yang dibuang oleh manusia ke dalam tanah baik limbah rumah tangga maupun industri akan mrngakibatkan pencemaran air tanah. Pada umumnya limbah yang berpengaruh terhadap air tanah di perkotaan adalah limbah rumah tangga (MCK) maupun limbah industri. Pengotoran atau kontaminasi air tanah ini akan berbahaya pada manusia yang telah meminumnya. Oleh karena itu dalam pemanfaatan sumber daya air tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan clengan sebaik-baiknya dan dijaga kelestariannya.
Ruang, Lingkungan dan Wilayah: Suatu Konsep Dasar Geografi Dilahur, D
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1609.823 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4675

Abstract

Sejarah perkembangan geografi mencatat lima sudut pandang yang berpengaruh luas dalam perkembangan pemikiran geografi yaitu, determinisme dari Friedrich Raizel, possibilisme dari Paul Vidal de La Blache, waktu dan bentang lahan dari Sauer, studi wilayah dari Hartshorne dan keruangan dari Schaefer. Kelima sudut pandang tersebut melahirkan tiga pendekatan utama dalam geografi saat ini yaitu sudut pandang keruangan, sudut pandang lingkungan dan sudut pandang kompleks wilayah. Pemhahasan tentang hakekat ruang, lingkungan dan wilayah menunjukkan bahwa ketiga sudut pandang tersebut merupakan satu kesatuan sudut pandang atau pendekatan geografi. Waktu merupakan dimensi keempat dalam geograji oleh karenanya setiap permasalahan barus dilihat dari segi dinamika keruangan, dinamika lingkungan dan dinamika kompleks wilayah.
Pekerja di Sektor Perdagangan pada Ekonomi Skala Kecil Desa Caturtunggal Depok Sleman Sontosudarmo, Alip
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4680

Abstract

Penelitian ini membahas pekerja di sektor perdagangan pada ekonomi skala kecil di Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Sektor perdagangan pada ekonomi skala kecil menjadi menarik, karena banyaknya pekerja yang dimanfaatkan dan produktivitasnya sampai batas tertentu meningkat pula. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada sektor perdagangan pada ekonomi skala kecil ini dapat menyerap pekerja pendatang dan pekerja asli Desa Caturtunggal. Dengan membedakan perdagangan menjadi tiga kelompok, yakni usaha rumah tangga, menetap dan keliling, diperoleh bukti bahwa perdagangan usaha rumah tangga dan menetap banyak dilakukan pekerja asli Desa Caturlunggal (67 persen) dan pedagang keliling banyak dilakukan oleb para pendatang (68 persen). Dua pertiga pekerja di bidang perdagangan ini terdiri dari wanita. Sebagian besar dari mereka mengelompok pada usaha rumab tangga dan usaba menetap. Dilibat dari usia para pekerja, usaha perdagangan menetap lebib tua dibandingkan dengan usaha rumah tangga dan keliling. Hampir separo pekerja pada usaha perdagangan terdiri dari para pendatang. Strategi untuk memperoleh pendapatan yang meningkat usaha perdagangan pada ekonomi skala kecil terpaksa ditempuh dengan jalan memperpanjang jumlah jam kerja dan jumlah pekerja yang terlibat. Meskipun bila dilihat dari jumlah satuan jam kerja dan jumlah yang terlibat tidak menguntungkan, namun hal itu kadang-kadang tetap dilakukan, sehingga produktivitas usaha perdagangan pada ekonomi skala kecil tetap rendah tercermin pada pendapatan.
Peranan Sistem Informasi Geografi dalam Pengelolaan Sumber Daya Hutan di Indonesia Widjojo, Suharto; Sambiyo, S
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.71 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4676

Abstract

Eksploitasi sumberdaya hutan yang berlangsung secara cepat perlu diimbangi dengan pengelolaan yang cukup baik agar sumberdaya yang tersedia tidak punah. Pengelolaan sumberdaya yang dilakukan secara konvensional akan menyita waktu, biaya dan tenaga disamping sulit diperoleh keseragaman data. Dengan dikembangkannya teknologi sistem informasi geografi (GIS/SIG) diharapkan dapat membantu pengelolaan sumberdaya hutan yang ada yang akhirnya akan mempermudah pemanfaatan sumberdaya yang tersedia secara optimal.
Ibnu Battutah dan Perkembangan Ilmu Geografi di Indonesia Martha, Sukendra
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.98 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4681

Abstract

lbnu Battutah sebagai seorang geografiwan muslim dan pengembara dunia atau journey geografi mempunyai kemampuan hebat dalam mengbasilkan karya besar yang dikagumi oleh dunia Barat. Dengan perjalanannya, bagian wilayah Indonesia telah dikunjungi sebanyak dua kali yakni pada tahun 1345 dan tahun 1346. Oleh karena itu dalam perkembangan ilmu geografi di Indonesia, sumbangan Ibnu Battutah tidak dapat diabaikan begitu saja. Hal ini mengingat babwa Battutah, sebagai geografiwan tertentu telah mencatat hasil-hasil perpelancongan geografisnya di Indonesia, khususnya di Samudera Pasai, Sumatera. Sekilas tentang biografi Battutah dan sumbangannya terhadap Geografi Indonesia disajikan dalam makalah ini.
Teori-Teori Geografi: Pemikiran Kearah Pengembangan Effendi, Tadjuddin Noer
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.327 KB) | DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4677

Abstract

Sampai saat ini masyarakat gcografi masih terlibat dalam pembicaraan dan perbedaan mengenai metodologi geografi. Patut diakui usaha itu telah melahirkan pemikiran-pemikiran baru dalam metodologi. Namun, tanpa disadari perdebatan yang cukup melelahkan itu telah melemahkan, bahkan ada kecenderungan meragukan kedudukan geografi sebagai cabang ilmu. Akibatnya, pengembangan teori-teori yang amat dibutuhkan dalam ilmu pengetahuan mengalami kelambatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

1991 1991


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 2 (2018): December 2018 Vol 32, No 1 (2018): July 2018 Vol 31, No 2 (2017): December 2017 Vol 31, No 1 (2017): July 2017 Vol 30, No 2 (2016): December 2016 Vol 30, No 1 (2016): July 2016 Vol 29, No 2 (2015): Forum Geografi Vol 29, No 2 (2015): December 2015 Vol 29, No 1 (2015): July 2015 Vol 29, No 1 (2015): Forum Geografi Vol 28, No 2 (2014): December 2014 Vol 28, No 2 (2014) Vol 28, No 1 (2014): July 2014 Vol 28, No 1 (2014) Vol 27, No 2 (2013): December 2013 Vol 27, No 1 (2013): July 2013 Vol 26, No 2 (2012): December 2012 Vol 26, No 1 (2012): July 2012 Vol 25, No 2 (2011): December 2011 Vol 25, No 1 (2011): July 2011 Vol 24, No 2 (2010): December 2010 Vol 24, No 1 (2010): July 2010 Vol 23, No 2 (2009): December 2009 Vol 23, No 1 (2009): July 2009 Vol 22, No 2 (2008): December 2008 Vol 22, No 1 (2008): July 2008 Vol 21, No 2 (2007): December 2007 Vol 21, No 1 (2007): July 2007 Vol 20, No 2 (2006): December 2006 Vol 20, No 1 (2006): July 2006 Vol 19, No 2 (2005): December 2005 Vol 19, No 1 (2005): July 2005 Vol 18, No 2 (2004) Vol 18, No 1 (2004) Vol 17, No 2 (2003) Vol 17, No 1 (2003) Vol 16, No 2 (2002) Vol 16, No 1 (2002) Vol 15, No 2 (2001): December 2001 Vol 15, No 1 (2001): July 2001 Vol 14, No 2 (2000) Vol 14, No 1 (2000) Vol 13, No 2 (1999) Vol 13, No 1 (1999) Vol 12, No 2 (1998) Vol 12, No 1 (1998) Vol 11, No 2 (1997) Vol 11, No 1 (1997) Vol 10, No 2 (1996) Vol 10, No 1 (1996) Vol 9, No 1 (1995) Vol 8, No 2 (1994): December 1994 Vol 8, No 1 (1994): July 1994 Vol 7, No 2 (1993): December 1993 Vol 7, No 1 (1993): July 1993 Vol 6, No 2 (1992): December 1992 Vol 6, No 1 (1992): July 1992 Vol 5, No 2 (1991): December 1991 Vol 5, No 1 (1991): July 1991 Vol 5, No 1 (1991) Vol 4, No 2 (1990): December 1990 Vol 4, No 2 (1990) More Issue