cover
Filter by Year
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -
Articles
79
Articles
The Percentage of Epiphytes Cover on The Seagrass Beds in Sepanjang Beach, Indonesia

Listiawati, Vina, Rohmah, Siti Naily, Alfan, Dheny Choirul

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2499.186 KB)

Abstract

Seagrasses are foundation plant species as they not only create their own habitat but also for other marine organisms. In estuarine and marine environments, they form beds and their leafy structure are the excellent substrate for the epiphytes. In this study, we aimed to investigate the percentage cover of epiphytes on the seagrass beds in Sepanjang Beach, Indonesia. 5 transect lines with 20 m in length with the 50 x 50 cm quadrat at the interval of 5 m were placed at the perpendicular angle to the shoreline. These transects were positioned from the furthermost of the western part to the middle part of the beach, represented the gradation level of human activities. The result showed that the percentage cover of epiphytes was significantly higher on the middle part of the beach compared to the side of the beach. This present study suggest that human activities could lead to the increasing of epiphytes cover on the seagrass beds.

PENGARUH EKSTRAK KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceul L.) TERHADAP NEKROSIS SEL HEPAR TIKUS (Ratus novergicus) OBESITAS

Mahmudah, Anisah, Tenzer, Amy, Lestari, Sri Rahayu

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.115 KB)

Abstract

Obesitas saat ini disebut sebagai “sindrom baru dunia” yang memerlukan terapi untuk mengatasinya. Terapi herbal adalah terapi yang paling banyak dilakukan penderita obesitas. Kulit buah rambutan mengandung polifenol yangmempunyai aktivitas antioksidan dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat terapi obesitas. Hepar dapat terkena efek samping obat karena bertanggung jawab melakukan metabolisme obat, termasuk karena pemberian ekstrak kulit buah rambutan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit rambutan (Nephelium lappaceum L.) terhadap nekrosis sel hepar tikus (Ratus norvegicus) obesitas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Dua puluh empat tikus jantan strain wistar umur 14 minggu yang mengalami obesitas dikelompokkan secara acak menjadi 4 kelompok, diberi ekstrak kulit buah rambutan melalui sonde lambung dengan dosis 15, 30, dan 60 mg/kgbb dan kelompok kontrol diberi akuades. Setelah 12 minggu, tikus didekapitasi dan dikoleksi organ heparnya untuk dibuatpreparat histologi dengan pewarnaan Hemotoksilin-Eosin (HE). Tiap sayatan diamati dalam 3 lapang pandang, diamati 100 sel hepatosit, dihitung persentase sel yang mengalami nekrosis menggunakan hand tally counter. Analisisdata menggunakan analisis varian tunggal pada taraf kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah rambutan yang berpengaruh signifian terhadap nekrosis sel hepar tikus adalah 60 mg/kgbb, yaitu meningkatkan persentase piknosis, karyoreksis, karyolisis, serta total nekrosis

TREN GENETIK PERTUMBUHAN ANTAR POPULASI Hibiscus macrophyllus Roxb.Ex Hornem DI JAWA

Susanto, Mudji, Mashudi, Mashudi

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.351 KB)

Abstract

Penelitian ditujukan untuk memperoleh tren genetik pertumbuhan Hibiscus macrophyllus dari beberapa populasi pada tingkat semai. Penelitian menggunakan materia genetik dari 7 populasi atau provenans di Pulau Jawa. Rancanganpenelitian menggunakan Rancangan Acak Komplet Blok dengan menguji 112 famili perkawinan terbuka dari 7 provenans dari Pulau Jawa (Cipatujah, Tasikmalaya; Ciguha-Pagerageng, Tasikmalaya; and Pamarican, Banjar Patroman, Ciamis; Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta; Banyuasin, Purworejo, Jawa Tengah; Sumberwrigin, Bondowoso, Jawa Timur; and Senduro, Lumajang, Jawa Timur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua populasi yang diteliti memperlihatkan tren pertumbuhan yang hampir sama. Hertabilitas individu pertumbuhan sangat berfltuasi mulai umur 0,5 bulan sampai dengan umur 2,5 bulan. Estimasi heritabilitas indvidu untuk tinggi semai tergolong tinggi (h2i=0.53) pada umur 2,5 bulan di persemaian. Keragaman genetik pertumbuhan antar populasi maupun antar famili di dalam populasi sangat signifian.

KEANEKARAGAMAN KEPITING BIOLA DI KAWASAN MANGROVE KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH

Rahayu, Slamet Mardiyanto, Wiryanto, Wiryanto, Sunarto, Sunarto

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.189 KB)

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem yang khas dan memiliki fungsi penting secara ekologi, sosial-ekonomi, dan pendidikan. Luas kawasan mangrove di Kabupaten Purworejo semakin berkurang akibat adanya penebangan, permukiman, tambak,dan pertanian. Berkurangnya tegakan mangrove akan mempengaruhi keberadaan berbagai fauna yang berasosiasi dengannya. Oleh karena itu dilakukan pada bulan Agustus-September 2016 untuk mengetahui keanekaragaman kepiting biola di kawasan mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Ada tiga stasiun, yaitu mangrove lebat (Desa Gedangan), mangrove sedang (Desa Jatikontal), dan mangrove jarang (Desa Ngentak). Dari penelitian didapatkan 7 jenis kepiting biola, yaitu Uca annulipes, U.crassipes, U.paradussumieri, U.rosea, U.tetragonon, U.vocans, dan U.vomeris. Indeks keanekaragaman kepiting biola di kawasan mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada stasiun 1 (1,67)dan stasiun 2 (1,90) tergolong sedang. Adapun indeks keanekaragaman kepiting biola di stasiun 3 (0,64) tergolong rendah. Kondisi lingkungan di seluruh stasiun relatif baik untuk kehidupan mangrove dan kepiting biola, yaitu suhu26-30°C, pH 6-8, oksigen terlarut 3,5-6,6 mg/L, salinitas 3-9 ppt, dan substrat lumpur berpasir. Vegetasi mangrove pada stasiun I adalah Rhizophora mucronata, Nypa fruticans, Sonneratia alba, dan Hibiscus tiliaceus. Vegetasi mangrovepada stasiun II adalah Sonneratia caseolaris, Rhizophora stylosa, N.fruticans, H.tiliaceus, dan Morinda citrifolia.Vegetasi mangrove pada stasiun III adalah S.alba, S.caseolaris, N.fruticans, dan R.mucronata. Kerapatan vegetasi mangroveberkaitan dengan kelimpahan jenis (kepadatan) kepiting biola.

ISOLASI DAN KEBERADAAN KHAMIR POTENSIAL PEMFERMENTASI NIRA AREN (Arenga pinnata Merr.) DARI DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI DI SUMATERA BARAT

Periadnadi, Periadnadi, Sari, Diah Kharisma, Nurmiati, Nurmiati

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.972 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakter khamir potensial pemfermentasi nira aren segar dari dataran rendah dan dataran tinggi di Sumatera Barat. Penelitian menggunakan metode eksperimen yang hasilnya disajikan secara deskriptif. Parameter yang diamati meliputi total mikroba, total khamir, uji potensi isolat khamir melalui uji fermentasi, karakter morfologi isolat khamir potensial pemfermentasi secara in vitro, serta analisis biokimiawi nira aren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan mikroba alami nira aren tertinggi terdapat pada sampel PAM1 (168 x 104 cfu/ml), total khamir tertinggi terdapat pada sampel HLB (85 x 104 cfu/ml), sedangkan presentase khamir tertinggi terdapat pada sampel HLB (69,1%). Uji potensi isolat melalui uji fermentasi diperoleh 5 isolat yang positifmemfermentasi alkohol. Berdasarkan karakter morfologi isolat-isolat khamir dari beberapa lokasi sampel secara in vitro didapatkan 3 isolat genus Hanseniaspora, 1 isolat genus Schizosaccharomyces, dan 1 isolat genus Saccharomyces.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL BUAH Syzygium polyanthum TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli

Mawan, Agni Rimba, Indriwati, Sri Endah, Suhadi, Suhadi

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.461 KB)

Abstract

Buah salam (Syzygium polyanthum) memiliki manfaat sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak metanol buah Syzygium polyanthum terhadap pertumbuhan bakteri Escherchia coli. Ekstraksi dilakukandengan cara maserasi menggunakan pelarut metanol. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 40%, 60%, dan 80%, dengan tetracycline sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Aktivitas antibakteri diuji dengan menggunakan metode one way anova, dilanjutkan dengan uji LSD (least signifiance diffrent). Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak buah Syzygium polyanthum berpengaruh signifian dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherchia coli(p <0,05). Konsentrasi 80% memiliki aktivitas paling tinggi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherchia coli, yang tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 60% dan kontrol positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak metanol buah Syzygium polyanthum memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherchia coli

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ZA PADA TANAMAN MURBEI TERHADAP KOKON ULAT SUTERA ALAM

Fauziah, Riski, Prihatin, Jekti, Suratno, Suratno

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.836 KB)

Abstract

Pupuk ZA merupakan pupuk anorganik yang mengandung nitrogen dan sulfur. Nitrogen merupakan unsur hara utama pada pertumbuhan tanaman yang merupakan penyusun protein, sedangkan sulfur merupakan penyusun 21 asamamino pembentuk protein. Protein dibutuhkan oleh Bombyx mori L. untuk metabolisme dalam tubuhnya serta untuk pembentukan kokon. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk ZA pada tanamanmurbei terhadap kokon ulat sutera alam (B. mori). Tanaman murbei yang diberi perlakuan pupuk ZA berumur 1 bulan dari penanaman, dan digunakan sebagai pakan setelah berumur 3 bulan dari penanaman. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh tanaman murbei yang diberi pupuk ZA terhadap berat kokon (F=8,767, p=0,000) dan diameter kokon (F=2,914, p=0,036). Rerata berat kokon tertinggi yaitu pada P3 (18,75 g/polybag) dengan rerata 1,91 g. Rerata diameter kokon tertinggi pada P3 (18,75 g/polybag) dengan rerata 2,08 cm.

KERAGAMAN PLANKTON DI WILAYAH PERAIRAN WADUK CENGKLIK BOYOLALI JAWA TENGAH

Roziaty, Efri, Aksiwi, Daniek Hayu, Setyowati, Nur Aini Dewi

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.02 KB)

Abstract

Penelitian mengenai keragaman plankton di wilayah perairan Waduk Cenglik Boyolali masih sangat sedikit. Penelitian bertujuan untuk: mengidentifiasi keragaman jenis plankton yang berada di wilayah perairan Waduk Cengklik Boyolali. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purpossive random sampling yaitu metode pengambilan sampel secara acak berdasarkan tujuan tertentu yang ditargetkan dalam penelitian. Pengambilan sampel akan dilakulan di bagian tepi waduk utama dekat pintu masuk waduk dan lokasi berikutnya adalah di bagian tengah waduk dengan menggunakan perahu. Pengambilan sampel dilakukan pada pagi dan sore hari dengan harapan menemukan plankton yang terkategori fioplankton dan zooplankton. Sampel plankton kemudian diidentifikasi di laboratorium Pendidikan Biologi FKIP UMS. Hasil yang didapatkan berupa jenis-jenis plankton yang terdiri dari fioplankton yang merupakan produsen di perairan dan zooplankton yang merupakan konsumen I di perairan. Indeks keanekaragaman zooplankton di Waduk Cengklik Boyolali didominasi oleh phylum Rotifera dan disusul oleh phylum Sarcomastigophora yang berkisar antara -3,30 sampai -3,35, sedangkan indeks keanekaragaman fioplankton didominasi oleh divisi acillariophyta yang berkisar antara -2,43 sampai -3,08 yang menunjukkan bahwa komunitas biota tidak stabil disebabkan karena kualitas air tercemar berat. Kuantitasi dan jenis plankton yang ada mengindikasikan kualitas perairan tersebut.

STUDI HUBUNGAN KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH DENGAN KANDUNGAN C-ORGANIK DAN ORGANOPHOSFAT TANAH DI PERKEBUNAN COKELAT (Theobroma cacao L.) KALIBARU BANYUWANGI

Nurrohman, Endrik, Rahardjanto, Abdulkadir, Wahyuni, Sri

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.153 KB)

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan FebruariMaret 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman makrofauna tanah, kandungan C-organik dan organophosfat tanah. Metode dalam penelitian ini adalah jebakan (pitt fall trap) untuk mengetahui keanekaragaman makrofauna tanah dan analisis laboratorium untuk mengetahui kandungan C-Organik dan organophosfat tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kepadatan berkisar antara 0,25 ind/m2–4,75 ind/m2, kepadatan relatif berkisar antara 0,002-0,052. Frekuensi berkisar antara 0,16–1,00, frekuensi relatif berkisar antara 0,018–0,115. Indeks keanekaragaman jenis Shannon wiener (H’) kategori keanekaragaman jenis rendah. Hasil Uji C-Organik tanah sangattinggi berarti tanah tergolong tanah yang subur. Organophosfat jenis Carbokfuran sangat tinggi

ISOLASI DAN ANALISIS KANDUNGAN MINYAK ATSIRI PADA KEMBANG LESON

Pratiwi, Ambar, Utami, Listiatie Budi

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.925 KB)

Abstract

Kembang leson sering dimanfaatkan sebagai aromaterapi pada saat pemulihan bagi pasien karena dipercaya dapat menghilangkan rasa lesu. Komposisi kembang leson sangat beragam, terdiri dari beraneka bunga dan rimpang, serta belum ada kajian mendalam terkait dengan kandungan senyawa terutama minyak atsiri pada kembang leson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan minyak atsiri yang terdapat pada kembang leson. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi minyak atsiri dengan metode destilasi Stahl, minyak atsiri yang diperoleh dianalisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif minyak atsiri meliputi pengamatan organoleptis; sementara analisis kuantitatif minyak atsiri dilakukan dengan kromatograf gas-spektra massa (KG-SM). Minyak atsiri yang diperoleh memiliki bentuk cair, jernih, berwarna kuning kecokelatan, bau aromatis. Rendaman minyak atsiri yang diperoleh sebesar 0,75% (v/b). Analisis KG-SM diperoleh 50 komponen penyusun minyak atsiri, lima komponen minyak atsiri yang memiliki luas area tertinggi yaitu camphene kadarnya sebanyak 1,29% , benzene metil cymene 4,93%, camphor 4,75%, cyclohexanemethanol 7,56% dan curdione 4,83%.