cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1: Maret 2019" : 8 Documents clear
TINGKAT PLOIDI PAKU SAYUR (Diplazium esculentum) PADA KETINGGIAN YANG BERBEDA DI GUNUNG MERBABU, BOYOLALI, JAWA TENGAH, INDONESIA Wulandari, Anggun; Rahmawati, Rina Dian
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7981

Abstract

Pada tumbuhan paku sering terjadi fenomena poliploidi dan salah satu penyebab yang diduga dapat menimbulkan peristiwa poliploidi adalah suhu dingin. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ploidi paku sayur (Diplazium esculentum) pada ketinggian yang berbeda di Gunung Merbabu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Objek yang digunakan adalah tumbuhan paku Diplazium esculentum yang diambil dari ketinggian yang berbeda (±500 mdpl, ±1500 mdpl, dan ±2500 mdpl) di salahsatu gunung tinggi Indonesia, yaitu Gunung Merbabu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ploidi Diplazium esculentum pada ketinggian yang berbeda. Tumbuhan paku Diplazium esculentum yang berada pada ketinggian ±500 mdpl menunjukkan hasil tipe sitologi diploid (2n) yang memiliki jumlah rata-rata kromosom adalah 54,2; pada ketinggian ±1500 mdpl menunjukkan hasil tipe sitologi triploid (3n) yang memiliki jumlah rata-rata kromosom adalah 80,533; sedangkan pada ketinggian ±2500 m dpl memiliki jumlah rata-rata kromosom sebanyak 105,333 dengan hasil tipe sitologi tetraploid (4n). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ploidi Diplazium esculentum pada masing-masing ketinggian di Gunung Merbabu.
POTENSI EKSTRAK SIRSAK (Annona muricata) SEBAGAI LARVASIDA PENGENDALI POPULASI Aedes albopictus Widyastuti, Dyah Ayu; Rahayu, Praptining; Dewi, Lussana Rossita
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7991

Abstract

Aedes albopictus dilaporkan memiliki potensi yang besar untuk menyebarkan virus dengue penyebab DBD di Indonesia. Habitat yang beragam di area terbuka serta area distribusi yang luas menjadikan jenis ini cenderung sulit dikendalikan, padahal pengendalian jumlah populasi nyamuk vektor menjadi salah satu tindakan preventif terbaik untuk mencegah meluasnya penyebaran virus dengue. Pengendalian vektor dilakukan dengan memutus siklus hidupnya pada fase larva dengan larvasida sehingga jumlah populasi dapat terkendali, namun, penggunaan larvasida masih didominasioleh produk dengan bahan dasar senyawa kimia yang dapat menimbulkan resistensi pada vektor target, mencemari lingkungan, dan memiliki resiko toksik terhadap organisme non-target, seperti manusia dan hewan lainnya. Berdasarkan fakta tersebut, studi ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa bioaktif pada sirsak (Annona muricata) untuk dikembangkan sebagai larvasida alami pengendali jumlah populasi Ae. Albopictus. Ekstrak A. muricata telah banyak diteliti dan terbukti memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti acetogenin, alkaloid, dan flvonoid yang bersifattoksik bagi serangga. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa ekstrak senyawa bioaktif dari A. muricata efektif sebagai larvasida untuk serangga famili Culicidae, termasuk Ae. aegypti dan Culex quinquefasciatus. Lebih baiknya jika ada data kuantitatif bukti efektif. Hasil tersebut menunjukkan adanya potensi ekstrak A. muricata juga bersifat toksik bagi anggota Culicidae yang lain, yaitu Ae. albopictus.
ANALISIS PERTUMBUHAN IKAN NILA YANG DIBUDIDAYA PADA AIR MUSTA'MAL Oktapiandi, Oktapiandi; Sutrisno, Joko; Sunarto, Sunarto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7982

Abstract

Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu hasil perikanan darat yang banyak diminati masyarakat. Budidaya ikan nila menggunakan musta’mal merupakan salah satu upaya peningkatan produksi ikan nila sekaligus konservasi air.  Tujuan untuk mengetahui pertumbuhan ikan nila yang dibudidaya menggunakan air musta’mal.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental didukung observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak (H) ikan nila pada perlakuan A 43, 27 gram lebih tinggi dibandingkan perlakuan B 43,34 gram. Laju pertumbuhan (RG) relatif ikan nila pada perlakuan B 1,39 %/hari, lebih tinggi dari Laju pertumbuhanrelatif ikan nila pada perlakuan A 1,36 %/hari. Pertumbuhan ikan nila yang dibudidaya pada air musta’mal masih baikdibandingkan dengan air biasa.
POTENSI ANTI BAKTERI MUCUS IKAN-IKAN NATIVE DI PERAIRAN DANAU LIMBOTO, GORONTALO, INDONESIA Kumaji, Syam S.; Zakaria, Zuliyanto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7992

Abstract

Kerusakan danau Limboto, Gorontalo, Indonesia telah mempengaruhi fungsi ekologis danau sebagai habitat ikan-ikan native sehingga perlu dilakukan kajian tentang potensi ikan native danau Limboto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari mucus ikan-ikan native danau Limboto. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan melalui metode diffsion test dengan mengukur diameter zona hambat yang terbentuk pada beberapa bakteri uji. Ekstraksi mucus dilakukan dengan menggunakan pelarut aquadest dan asam asetat sementara bakteri uji yang digunakan yakni Staphylococcus aureus dan Vibrio alginolyticus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri mucus tertinggi terhadap bakteri S. aureus dengan pelarut aquadest adalah ikan Giuris cf. margaritacea (Hulu’u) sebesar 7.45 mm sedangkan dengan pelarut asam adalah ikan Stiphodon sp (Manggabai) sebesar 8.67 mm. Selanjutnya aktivitas antibakteri mucus tertinggi terhadap V. alginolyticus pada pelarut aquadest adalah ikan Stiphodon sp. sebesar 6.85 mm dan pada pelarut asam adalah ikan Giuris cf. margaritacea sebesar 8.32 mm. Aktivitas antibakteri dari mucus ikan Stiphodon sp (Manggabai) dan Giuris cf. margaritacea (Hulu’u) memiliki aktivitas antibakteri dengan kriteria sedang terhadap bakteri S. aureus dan V. alginolyticus.
ESTIMASI EMISI GAS RUMAH KACA YANG DIHASILKAN DARI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) DI JAWA TENGAH Prabowo, Setyo; Pranoto, Pranoto; Budiastuti, Sri
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7983

Abstract

Penelitian ini perhitungan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada sektor limbah padat domestik. Tujuan perhitungan ini adalah untuk memprediksi proyeksi emisi tanpa tindakan apa pun untuk mengurangi GRK, dan untuk menentukan target dan rencana aksi untuk menurunkan tingkat emisi pada 2010-2020. Perhitungan limbah padat domestik GRK ini didasarkan pada metode yang dikembangkan oleh IPCC pada tahun 2006. Salah satu faktor limbah padat yang berkontribusi terhadap peningkatan emisi GRK adalah landfill. Provinsi Jawa Tengah terdiri dari 35 kota / wilayah yang memiliki 57 tempat pembuangan sampah dengan kontrol landfill dan tipe open dumping. Komposisi TPA di Jawa Tengah adalah 9 TPA kontrol dan 48 Dumping Terbuka. Jenis limbah manajemen di TPA mendistribusikan perbedaan tingkat emisi. Pada 2010-2020 tingkat emisi yang dihasilkan oleh tipe kontrol TPA adalah 117,99 Gg CO2  e dan dengan pembuangan terbuka adalah 1948,18 Gg CO2  e. Hasil penelitian menyatakan bahwa  mitigasi kemampuan pemerintah kota / daerah untuk menurunkan tingkat emisi pada pengembangan landfill pada tipe landfill kontrol adalah 9,35%, sehingga untuk mengurangi tingkat emisi melalui limbah padat minimal dari sumber dengan3R (Reduce, Reuse, Recycle) tindakan dan teknologi.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI BIJI JERUK MANIS (Citrus sinensis) TERHADAP BAKTERI Eschericia coli Setiawan, Mohammad Arfi; Retnoningrum, Mita Dewi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7989

Abstract

Perkembangan penyakit pada manusia saat ini semakin beragam dan berjalan relatif cepat. Salah satu penyebab timbulnya berbagai penyakit tersebut yaitu mikroorganisme seperti bakteri Escherichia coli. Pengobatan yang biasa dilakukan masyarakat yaitu menggunakan obat-obatan kimia, yang dapat menimbulkan efek resisten pada bakteri bahkan efek samping bagi pasien, sehingga penting untuk dilakukan usaha pemanfaatan tanaman sebagai bahan obat herbal dengan memanfaatkan limbah biji buah jeruk manis sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri biji jeruk (Citrus sinensis) terhadap bakteri Escherichia coli. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode difusi untuk uji aktivitas antibakterinya. Penelitian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) preparasi sampel berupa serbuk biji jeruk, (2) maserasi serbuk biji jeruk dengan pelarut n-heksana dan etanol, (3) uji antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji jeruk menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dengan zona hambat ekstrak n-heksan dan etanol sebesar 7,93±1,90 mm dan 18,27±2,40 mm. Biji jeruk manis (Citrus sinensis) memiliki potensi sebagai antibakteri.
UJI RESISTENSI ISOLAT KHAMIR YANG DIISOLASI DARI LIMBAH INDUSTRI DI RUNGKUT, SURABAYA, INDONESIA Christian, Salomo; Irawati, Wahyu
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7980

Abstract

Pencemaran tembaga di daerah Rungkut-Surabaya telah melebihi ambang batas sehingga dapat mengancam kehidupan organisme di laut. Tembaga tidak dapat didegradasi dan beracun pada konsentrasi tinggi sehingga diperlukan pengolahan limbah yang dapat menurunkan konsentrasi tembaga di lingkungan. Khamir resisten tembaga dapat diisolasi dari daerah tercemar dan dapat dijadikan sebagai agen bioremediasi untuk mengatasi pencemaran tembaga. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi dan uji resistensi khamir resisten tembaga dari limbah industri.Sampel diambil dari lumpur aktif pusat pengolahan limbah PT. SIER Surabaya. Isolasi dilakukan dengan pengenceran sampel limbah kemudian diinokulasikan dengan metode sebar ke dalam medium Yeast Extract Peptone Dextrose Agar yang diperkaya dengan CuSO4. Uji resistensi dilakukan dengan menginokulasikan isolat murni dengan metode gores ke dalam medium Agar yang mengandung berbagai konsentrasi CuSO4  untuk menentukan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Hasil isolasi diperoleh delapan isolat khamir dengan kode ES6.1, ES8.1, ES9.2, ES9.3, ES9.4, ES9.5, ES10.2, dan ES10.4. Nilai MIC isolat khamir tersebut berkisar antara 16-20 Mm CuSO4. Isolat yang paling resisten adalah isolat dengan kode ES9.3 dengan nilai MIC= 20 mM CuSO4 , sehingga isolate ini dipilih sebagai isolate yang paling resisten terhadap polutan di Wilayah Rungkut, Surabaya, Indonesia.
ANALISIS TINGKAT KEMIRIPAN ORTHOPTERA MENGGUNAKAN INDEKS SORENSEN DAN DENDOGRAM DI HUTAN BROMO KARANGANYAR JAWA TENGAH, INDONESIA Astuti, Dwi Setyo; Ruslan, Ruslan
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7990

Abstract

Identifiasi suatu spesies dilakukan dengan cara mengamati berbagai ciri umum maupun khusus dari spesies tersebut berdasarkan karakter morfologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifiasi dan menghitung tingkat kekerabatan Ordo Orthoptera di Hutan Wisata Bromo Karanganyar menggunakan indeks kesamaan Sorensen dan dendogram. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel diperoleh melalui sampling di beberapa etape dalam hutan meliputi semak, jalan setapak, sungai dan area pepohonan. Hasil menunjukan bahwa dari 10 spesies yang diperoleh, Melanoplus diffrentialis dan Melanoplus bivitatus memiliki kekerabatan paling dekat yaitu sebesar92,3% sedangkan kekerabatan paling jauh adalah antara Melanoplus diffrentialis dan Neocurtila hexadactila yaitu sebesar 33,87%. Spesies dalam satu tingkatan takson yang sama cenderung memiliki kemiripan morfologi yang tinggi dibanding dengan spesies dari takson yang berbeda, meski beberapa spesies tidak menunjukkan hal demikian.

Page 1 of 1 | Total Record : 8