cover
Filter by Year
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
Articles
79
Articles
Respon Pupuk Organik Ampas Tahu dengan Bioaktivator Terhadap Pertumbuhan Ipomoea reptans

Sunarsih, Fitri, Hastiana, Yetty, Aseptianova, Aseptianova

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2499.517 KB)

Abstract

Pupuk  organik ampas tahu dengan bioaktivator mol tape singkong mengandung unsur  makro yang berpotensi terhadap pertumbuhan kangkung darat (Ipomoea reptans). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur makro pupuk organik ampas tahu dengan bioaktivator mol tape singkong pada konsentrasi yangr berbeda terhadap pertumbuhan kangkung darat (Ipomoea reptans). Penelitian di dilaksanakan di kebun biologi,uji hara pupuk organik dan tanah di laboratorium Baristand, metode Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Hasil penelitian ini menujukkan terdapat kandungan unsur makro pupuk organik ampas tahu  pada Nitrogen terdapat 0,09 %, posfor (sbg P2O5)  terdapat  0,62% dan Kalium (sbg K2O) 1,82 %. Dari hasil analisis sidik ragam terhadap tinggi tanam F-hitung perlakuan 2,769 lebih kecil dibanding F tabel 0,05 (3,29) dan F tabel 0,01 (5,42),jumlah daun F-hitung perlakuan 6,284 lebih besar dibanding F tabel 0,05 (3,29) dan F tabel 0,01 (5,42), lebar daun F-hitung perlakuan 17,40 lebih besar dibanding F tabel 0,05 (3,29) dan F tabel 0,01 (5,42), dan pada panjang daun F-hitung perlakuan 6,935 lebih besar dibanding F tabel 0,05 (3,29) dan F tabel 0,01 (5,42). Pemberian pupuk organik ampas tahu dengan bioaktivator sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kangkung darat (Ipomoea reptans)  Growth is a process increase the size, shape or volume. kale  (Ipomea reptans L.) is a plant that lived and can grow more than one year. characteristic of kale is elliptic, has spacious, containing water (herbaceous) and potholes. the purpose of this studyto determine the content of macro elements in organic fertilizers made from tofu and fermented cassava bio-activator mole on the growth of land kale (Ipomoea reptans, L). This study carried out on the garden in the UMP and test biological nutrientorganic fertilizers and performed in the Baristand??s laboratory. This research using randomized block design (RBD) with 4 treatments and 6 rans. the results of this study shows that it contains macro elements (CME) in soil and organic fertilizer pulpout with a bio-activator mol cassava with different concentrations, and test results significant difference (LSD) at treatment P0, P1, P2, and P3 showed highly significant the height, number of leaves, leaf width and length of the leaves on the plant kale land (Ipomoea reptans L).

Deteksi Gen SHV pada Isolat Klinik Eschericia coli Penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamases (ESBLs) dari Urin Pasien di RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Prasetya, Yulianto Ade

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2499.188 KB)

Abstract

Esherichia coli ESBLs bertanggungjawab terhadap terjadinya wabah infeksi nosokomial, peningkatan morbiditas dan mortalitas, serta peningkatan biaya kesehatan. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeteksi keberadaan gen SHV pada isolat klinik E.coli penghasil ESBLs dari urine pasien yang merupakan koleksi Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada bulan Januari - Februari 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pendekatan molekul genetik. Metode yang digunakan untuk deteksi gen SHV menggunakan PCR (Polymerase ChainReaction) kemudian dielektroforesis dan divisualisasikan pada gel agarose 1.5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga puluh isolat, sebanyak dua belas isolat (40%) positif mengandung gen SHV.

Eksplorasi Mikroalga di Air Terjun Temam Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan

Harmoko, Harmoko, Lokaria, Eka

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2499.204 KB)

Abstract

Sampai saat ini ditemukan penelitian yang membahas tentang berbagai jenis mikroalga di air terjun Temam Lubuklinggau kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis-jenis mikroalga di kota Temam Lubuklinggau air terjun. Metode yang digunakan adalah survei. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi lapangan kerja. Teknik analisis data adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan identifikasi mikroalga di air terjun Teman Lubuklinggau kota ditemukan 17 Genus dari 4 divisi mikroalga. Mikroalga yang terdiri dari divisi Chlorophyta 7 genusyaitu: Spirogyra, ulothrix, Gonium, Microspora, Closterium, Cosmarium,  Desmidium,  Divisi Xanthophyta 1 genus, yaitu: Tribonema, Divisi Crysophyta 1 genus, yaitu: Chromulina dan divisi  Bacillariophyta 8 genus yaitu: Guinardia, Tabellaria, Eunotia, Asterionella, Frustulia, Surirella, Synedra, dan Navicula. Sedangkan data endukung mengamati bahwa pH dan suhu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: mikroalga yang berhasil diidentifikasi di air terjun Temam Lubuklinggau terdiri dari 4 divisi dan 17 genus.

Komposisi dan Struktur Komunitas Zooplankton di Danau Diatas, Sumatera Barat

Setiawati, Sulis, Izmiarti, Izmiarti, Nofrita, Nofrita

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2499.198 KB)

Abstract

Penelitian tentang komposisi dan struktur komunitas zooplankton pada di Danau Diatas, Solok Sumatera Barat telah dilakukan pada bulan April sampai September 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur komunitas zooplankton di Danau Diatas kabupaten Solok, Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metoda Purposive Sampling di empat stasiun. Sampel Zooplankton diambil menggunakan pompa air Alkon dan planktonnet.  Zooplankton yang didapatkan 44 spesies dengan komposisi Protozoa 5 spesies, Rotifera 22 spesies, Cladocera 13 spesies, dan Copepoda 4 spesies. Kepadatan total 20683,58 ind/l. indeks diversitas di Danau Diatas yaitu berkisar 1,043 -1,45. Indeks equitabilitas berkisar 0,31-0,54. Berdasarkan strata indeks equitabilitas berkisar 0,42-0,52, dan komunitas antar stasiun relatif seragam dengan indeks similaritas 53,06-61,53%. Study of composition and community structure zooplankton of Diatas Lake, Solok District, West Sumatera, from April until September 2016. The purpose of this research was to know the composition and structure of zooplankton. The research was conducted by using Purposive Sampling method with four research station. the samples by using water pomp machine and plankton net. The result showed that zooplankton it was found 44 zooplankton species with composition of Protozoa 5 species, 22 species of Rotifers, 13 species of Cladocera, and 4 species Copepods. The population diversity average 1723,6 ind/l.  diversity index (H??) ranged from 1,04 ?? 1,45, Equitability index (E) ranged from 0,31-0,54, Sorensen Similarity index ranged from 53,06 ?? 61,53 %.  

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Teh Hijau Terhadap Konsentrasi dan Kecepatan Spermatozoa Tikus (Rattus norvegicus) Setelah Paparan Asap Rokok

Susmiarsih, Tri Panjiasih, Kenconoviyati, Kenconoviyati, Kuslestari, Kuslestari

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2499.09 KB)

Abstract

Merokok dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan, asap rokok mengandung bahan kimia berbahaya dan radikal bebas yang berpotensi menimbulkan infertilitas. Teh (Camelia sinensis) merupakan tumbuhan yang banyak mengandung polifenol flavonoid katekin (sekitar 30%-40%),senyawa ini berpotensi sebagai antioksidan kuat untuk menetralisir efek toksik radikal bebas.Tujuanpenelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun teh hijau terhadap konsentrasi dan kecepatan spermatozoa tikus (Rattus norvegicus) setelah paparan asap rokok. Subjek penelitian menggunakan 24 ekor tikus putih. Perlakuan terbagi atas: kelompok kontrol (K1 dan K2), kelompok paparan asap rokok dan pemberian ekstrak teh hijau (P1 dan P5), kelompok paparan asap rokok (P2 dan P5) dan kelompok pemberian ekstrak teh hijau (P3 dan P6). Periode perlakuan selama 30 hari (K1,P1,P2,P3) dan 45 hari (K2,P4,P5,P6). Dosis paparan asap rokok sebanyak 1 batang per hari dan ekstrak daun teh hijau sebanyak 200 mg/kg bb. Semen diperoleh dari epididimis bagian kaudal tikus. Analisis data konsentrasi dan kecepatan spermatozoa menggunakan uji ANOVA dan uji perbandingan LSD.Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun teh hijau mampu mempertahankan kecepatan gerak spermatozoa tikus setelah paparan asap rokok, namun pemberian ekstrak daun teh hijau tidak dapat memperbaiki konsentrasi spermatozoa setelah paparan asap rokok. Ekstrak daun teh hijau diindikasikan dapat memperbaiki kualitas spermatozoa.

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL): Analisis Pengetahuan Lingkungan dan Sikap Peduli Lingkungan Santri Pondok Pesantren di Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo

Purwami, Ida, Irawati, Mimien Henie, Susilowati, Susilowati, Budiasih, Endang

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2499.089 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan dan sikap peduli lingkungan santri terkait program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Penelitian dilakukan bulan November 2016 pada empat pesatren di kecamatan Gading Kabupaten probolinggo yaitu Miftahul Jannah, Miftahul Hasan, Raudatul Hasaniyah dan Mambaul Ulum. Metode yang digunakan adalah survey dengan teknik penyebaran angket kepada 129 santri. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lingkungan santri terkait KRPL sebesar 3,3%, dan sikap peduli lingkungan santri sebesar 28,75% terhadappelestarian lingkungan terkait KRPL ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas santri memiliki  pengetahuan dan sikap peduli lingkungan yang buruk terkait KRPL sehingga perlu ditingkatkan  melalui pengembangan buku petunjuk teknis, sosialisasi dan pelatihan dengan menerapkan program KRPL di pondok pesantren Miftahul Jannah. This research aims at describing the knowledge and the  caring attitude of boarding school students towards their environment due to Sustainable Reseve Food Graden Program. This paper is conducted on  nopember 2016 in 4 boarding school at DistrictGading Probolinggo. The metode used in this research  is survey by distributing the questionnaire to 129 students. The result of the study showed  that the knowledge of the students toward their environment is amount 3,3% and their caring attitudetoward the environement is amount 28,75% due to KRPL. The conclusion of the research  indicates that the  most of the students in the bording school acquire less knowledge and caring attitude toward KRPL. Therefore it will be needed to conducta socialisation in order to improve students knowledge and caring attitude by implementing KRPL. 

Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Tiram dan Jamur Merang Pada Media Alternatif Tepung Biji Jewawut dengan Konsentrasi yang Berbeda

Suparti, Suparti, Zubaidah, Lailia

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2502.836 KB)

Abstract

Biji-bijian merupakan salah satu sumber karbohidrat yang dibutuhkan  untuk pertumbuhan miselium jamur merang dan tiram. Tepung biji jewawut memiliki kandungan karbohidrat (68,32 g) dalam 100 g, sehingga bisa digunakan  sebagaisumber nutrisi pertumbuhan jamur pangan.  Oleh karenanya dapat digunakan sebagai pengganti kentang untuk pembuatan bibit F0. Sedangkan kentang mengandung 19,10 g  karbohidrat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan miselium bibit F0 jamur tiram dan jamur merang yang ditumbuhkan pada media tepung jewawut dengan konsentrasi yang berbeda. Metode penelitian  menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor, yaitu konsentrasi media tepung biji jewawut (J) dan jenis jamur (T). Teknik analisis data menggunakandeskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan rerata pertumbuhan miselium jamur terbaik pada konsentrasi tepung biji jewawut 15%, indukan jamur merang, yaitu dengan diameter 3,1 cm dan miselium yang rapat. Sedangkanrerata pertumbuhan miselium jamur terendah pada Konsentrasi tepung biji jewawut 20%, indukan jamur tiram dengan miselium yang tidak mengalami pertumbuhan.

Konservasi Mangrove Berbasis TRM (Tanam Rawat Monitoring) untuk Menjaga Sumberdaya Laut di Cengkrong, Trenggalek

Paringsih, Novia Citra, Setyono, Prabang, Sunarto, Sunarto

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2499.03 KB)

Abstract

Hutan Mangrove terletak di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur telah mengalami penurunan spesies diakibatkan perilaku konsumtif masyarakat dalam memanfaatkan mangrove. Keberadaan mangrove sangat penting untuk menjaga kesetabilansumberdaya laut khususnya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) pada tiga zonasi, melakukan pendekatan kepada masyarakat sekitar terkait partisipasi dalam konservasi mangrove, dan membuatstrategi konservasi hutan mangrove berbasis Tanam Rawat Monitoring. Metode penelitian deskriptif kuantitatif, pengambilan data mangrove random sampling dan pengambilan data wawancara kepada masyarakat sekitar purposive sampling. Analisis vegetasi menggunakan Indeks Nilai Penting, analisis partisipasi masyarakat menggunakan Pressure State Response. Hasil penelitian zonasi A didominasi Sonneratia alba (99,84%) kategori pohon, Sonneratia alba (89,03%) kategori anakanpohon, Rhizophora mucronata (80,74%) kategori semai, zonasi B didominasi Sonneratia alba (120,57%) kategori pohon, Sonnratia alba (57,55%) kategori anakan pohon, Sonneratia alba, Ceriops tagal, Rhizophora apiculata (32,47%)kategori semai, zonasi C didominasi Lumnitzera racemosa (132,40%) kategori pohon, Xylocarpus granatum (113,03%) kategori anakan pohon, Lumnitzera racemosa (60,28%) kategori semai. Pendekatan partisipatif dan kemitraan kepadamasyarakat sekitar melalui Pokmaswas Kejung Samudera berjalan lancar. Kesimpulannya konservasi berbasis Tanam Rawat Monitoringdi kawasan mangrove Cengkrong lebih efektif untuk diterapkan,  konservasi mangrove tersebut diharapkan dapat menjadi role model masyarakat untuk menjaga hutan mangrove dan sumberdaya laut.

Kualitas Gel Pembersih Tangan (Handsanitizer) dari Ekstrak Batang Pisang dengan Penambahan Alkohol, Triklosan dan Gliserin yang Berbeda Dosisnya

Asngad, Aminah, R, Aprilia Bagas, Nopitasari, Nopitasari

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2499.123 KB)

Abstract

Antiseptik atau hand sanitizer bila digunakan terus menerus dapat berbahaya dan mengakibatkan iritasi hingga menimbulkan rasa terbakar pada kulit. Karena menggunakan  alkohol dan triklosan yang merupakan bahan kimia. Salah satu  upaya untuk mengurangi   alkohol dan triklosan, maka dilakukan inovasi produk antiseptik handsanitizer dengan menggunakan ekstrak batang tanaman pisang yang mengandung senyawa antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui  untuk mengetahui kualitas  handsanitizer dalam bentuk gel berbahan batang pisang dengan penambahan alkohol, triklosan dan gliserin yang berbeda dosisnya. Penelitian dilakukan di laboratorim Prodi Pendidikan Biologi FKIPUMS, metode penelitian eksperimen. Rancangan penelitian acak lengkap dengan 2 faktor perlakuan  yaitu: Faktor 1 Perbandingan konsentrasi alkohol dan triklosan yakni  = 2 ml : 1,75 g;  = 1 ml : 1,5 g. Faktor 2 Volume Gliserin   = 4 ml; = 3 ml;  = 2 ml. Analisis yang digunakan deskriptif kualitatif untuk Uji daya hambat bakteri dan untuk Uji Viskositas. Hasil penelitian menunjukkan Pada perlakuan  dan  paling efektif membunuh bakteri dibandingkan perlakuan yang lainnya.viskositas tertinggi terdapat pada perlakuandengan hasil uji viskositas sebesar 1250 cps. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan ada perbedaan kualitas handsanitizer dalam bentuk gel berbahan batang pisang dengan penambahanalkohol, triklosan dan gliserin yang berbeda dosisnya.

Pengaruh Genetik dan Lingkungan Terhadap Pertumbuhan Sengon (Falcataria molucanna) Ras Lahan Jawa

Susanto, Mudji, Baskorowati, Liliana

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2499.098 KB)

Abstract

Tegakan sengon (Falcataria molucanna) ras lahan Jawa dibangun di  Bali dengan tujuan untuk mengetahui keragaman pertumbuhan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik pada umur 1-3 tahun. Tegakan sengon tersebut dibangunsebagai uji keturunan dengan rancangan Baris Kolom Incomplete Block Design (IBD). Tegakan sengon tersebut menguji 25 famili half-sib dengan single plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman pertumbuhan yang disebabkanoleh faktor genetik (aditif ) maupun faktor lingkungan berubah-ubah setiap tahun. Pada tahun pertama ragam aditif mempunyai peranan 3,38% untuk tinggi pohon dan 0,67% untuk diameter batang; pada tahun kedua ragam aditif sebesar3,40% untuk tinggi pohon dan 3,05% untuk diameter batang; dan pada tahun ketiga ragam aditif sebesar 3,90% untuk tinggi pohon dan 7,00% untuk diameter batang. Sedangkan sisanya mulai tahun pertama sampai ketiga pertumbuhandipengaruhi oleh ragam lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pertumbuhan tanaman sengon ras lahan Jawa mayoritas dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sehingga disarankan tanaman sengon ras lahan Jawa harusmenggunakan sitim silvikultur yang tepat yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman sengon.