cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan
ISSN : 14119900     EISSN : 25415506     DOI : -
Core Subject : Economy,
Journal of Economic & Development Studies (JESP) aims to publicize the results of research concerning economics and development at local, national, and international levels.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " JESP Volume 13 Nomor 1, April 2012" : 8 Documents clear
PENYUSUNAN INDIKATOR EKONOMI INCREMENTAL CAPITAL OUTPUT RATIO 2011 Nuryadin, Didi; Sodik, Jamzani
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 13 Nomor 1, April 2012
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.13.1.1268

Abstract

Abstract: This paper aims to determine the amount of investment needed for economicgrowth in accordance with established, so as to know the performance and the efficiency ofinvestment in order to boost economic growth and development in general. The methods usedin this study was to calculate the value of ICOR with some methods that are based on severalassumptions. The study shows that the development of an investment in Sleman regency overthe last five years continues to increase although the rate of growth is less encouraging, evenin 2010 is only able to grow 2.10 percent. ICOR coefficient of Sleman district in 2010amounted to 8.69 higher than the average ICOR of DIY and national ICOR. With economicgrowth forecast scenario, GDP will grow moderately in the range of 5 percent, then the valueof ICOR next five years is predicted to be in the range of 7-9 percent of the investment needs of2.49 to 2.82 trillion dollars per year. Abstrak: Tulisan ini bertujuan mengetahui besarnya investasi yang dibutuhkan agarpertumbuhan ekonomi sesuai dengan yang ditetapkan, sehingga dapat diketahui kinerja dantingkat efisiensi investasi dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi maupun pembangunanpada umumnya. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah menghitung besarnyaICOR dengan beberapa metode yang berdasarkan beberapa asumsi. Hasil studi menunjukkanbahwa perkembangan nilai investasi di kabupaten Sleman selama lima tahun terakhirterus mengalami peningkatan meski dengan laju pertumbuhan yang kurang menggembirakan,bahkan pada tahun 2010 hanya mampu tumbuh 2,10 persen. Koefisien ICOR kabupatenSleman tahun 2010 sebesar 8,69 lebih tinggi dari rata-rata ICOR Provinsi DIY dan ICORnasional. Dengan skenario proyeksi pertumbuhan ekonomi, bahwa PDRB akan tumbuhmoderat berada pada kisaran 5 persen maka nilai ICOR lima tahun ke depan diprediksi masihberada pada kisaran 7–9 persen dengan kebutuhan investasi 2,49 – 2,82 trilyun rupiah pertahun.
PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN Basuki, Agus Tri
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 13 Nomor 1, April 2012
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.13.1.1291

Abstract

Abstract: This research aims to define the location that meets the requirements of the nationaland regional support agropolitan, and make a plan for the development of agropolitan. Imogiriis a district that has potential in agriculture, animal husbandry, farming, forestry, and aquaculture. But the development of the present day have led to a gap between urban and rural areas and urban bias. This condition is indicated by the relatively high level of urbanization and the impact on the agricultural sector. Therefore we need an alternative strategy for rural development, one of which is through the development agropolitan. In the division of Strategic Development Kasawan Agropolitan (KSA) Imogiri sub divided into 4 KSA. KSA is a functionof institutional develop farmer businesses on/off farm an effective, efficient, and competitive. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menentukan lokasi yang memenuhi persyaratan nasional dan regional yang mendukung agropolitan, dan membuat rencana untuk pengembangan agropolitan. Imogiri adalah kabupaten yang memiliki potensi di bidang pertanian, peternakan, pertanian, kehutanan, dan perikanan. Tetapi perkembangan hari ini telah menyebabkan kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan dan bias perkotaan. Kondisi ini ditunjukkan dengan tingkat urbanisasi yang relatif tinggi urbanisasi dan dampak pada sektor pertanian. Oleh karena itu diperlukan strategi alternatif untuk pembangunan pedesaan, salah satunya adalah melalui pengembangan agropolitan. KSA adalah fungsi dari kelembagaan yang mengembangkan usahatani on / off farm yang efektif, efisien, dan kompetitif.
DAYA SAING PRODUK EKSPOR DI ERA PERDAGANGAN BEBAS Suharsih, Sri; Sriwinarti, Asih
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 13 Nomor 1, April 2012
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.13.1.1246

Abstract

Abstract: Efforts to improve the competitiveness of export products industry is one of the challenges faced by the Province of Yogyakarta in the era of trade liberalization. Therefore this study aims to determine the potential and competitiveness of export products Yogyakarta province. By using the analysis Location Quotient (LQ), Yogyakarta Province has six subbase in the industrial sector of food beverages and tobacco industry, textile industry, leather goods and footwear, manufacture of wood and other products of wood, paper and printing industry, manufacture of cement and non-metal mineral goods and other goods industry.Based on Shift Share analysis, industry sectors that have the largest share of growth in the DIY PDRB is the food industry sub-sectors, textiles and leather goods, and craft industries. While it is based on the analysis Comparative Revealed Advantage (RCA) and the specialization index, known to export products that have good prospects for the future and is highly competitive Tanning and dressing of leather, wood and products of wood and woven goods, and textile and textile goods.Abstrak: Upaya peningkatan daya saing industri produk ekspor merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh Provinsi Yogyakarta dalam era Liberalisasi Perdagangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi dan daya saing produk ekspor Provinsi Yogyakarta. Dengan menggunakan analisis Location Quotient (LQ) Provinsi Yogyakarta mempunyai enam subsektor basis pada sektor industri yaitu industri makanan minuman dan tembakau, industri tekstil, barang dari kulit dan alas kaki, industri kayu dan barang dari kayu lainnya, industri kertas dan barang cetakan, industri semen dan barang galian bukan logam, serta industri barang lainnya.Berdasarkan analisis Shift Share, sektor industri yang mempunyai pangsa terbesar bagi pertumbuhan PDRB di Yogyakarta adalahsubsektor industri makanan, tekstil dan barang dari kulit, serta industri kerajinan. Sementara itu berdasarkan analisis Revealed Comparatif Advantage (RCA) dan Indeks Spesialisasi, diketahui produk ekspor yang mempunyai prospek baik di masa datang dan berdaya saing tinggi adalah kulit dan barang dari kulit, kayu, barang dari kayu dan barang anyaman, serta tekstil dan barang dari tekstil.
STRATEGI PENGEMBANGAN INVESTASI DI DAERAH: PEMBERIAN INSENTIF ATAUKAH KEMUDAHAN? Ma’ruf, Ahmad
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 13 Nomor 1, April 2012
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.13.1.1260

Abstract

Abstract: The activities of the development of investment, are strongly associated withaccomplishment of an objective of economic development of the region, such as create jobs,achieve economic stability of the region, and developing a diverse economic base. The study ofthe analysis of the policy of granting incentives and ease the field of investment in the regionis expected to increase investment of the implementation of the formulation strategic based onanalysis need (need assessment) stakeholders. The data used, from primary and secondarywith the technique of a gathering of an interview that is guided by a questionnaire,documentation, and focus group discussion (FGD) stakeholders. The results of the study isthat in order to attract new investment and encourage increased investment in terms ofstrategic policy, then it more emphasized the policy options that provide various facilitiesinvestment than incentives. Abstrak: Kegiatan pengembangan penanaman modal, sangat terkait dengan pencapaiantujuan pembangunan ekonomi daerah, seperti menciptakan lapangan kerja, mencapaistabilitas ekonomi daerah, dan mengembangkan basis ekonomi yang beragam. Studi analisiskebijakan pemberian insentif dan kemudahan bidang penanaman modal di daerah inidiharapkan mampu meningkatkan penanaman modal dari implementasi rumusan strategikyang didasarkan pada analisis kebutuhan (need assessment) stakeholders. Data yangdigunakan bersifat primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan wawancara dipandukuesioner, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD)stakeholders. Kajian inidilakukan pada Daerah Istimewa Yogyakarta. Alat analisis meliputi studi kepustakaan,deskriptif kualitatif untuk kebijakan publik, dan analisis SWOT. Dihasilkan bahwa dalamrangka menarik investasi baru maupun mendorong peningkatan penanaman modal dari sisikebijakan strategis lebih dikedepankan pilihan kebijakan memberikan berbagai kemudahanpenanaman modal daripada pemberian insentif.
KEBIJAKAN FISKAL INDONESIA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM: STUDI KASUS DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN Fathurrahman, Ayief
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 13 Nomor 1, April 2012
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.13.1.1265

Abstract

Abstract: Poverty reduction efforts can be encapsulated in one sentence, namely "give opportunitiesto the poor families and communities to overcome their problems independently." Thismeans the government has to reposition their roles, from its role as agent of empowermentbecome facilitator of empowerment. Islam considers that poverty is a very complex phenomenon,poverty is not only related to cultural problems, but also structural problems whichconcern how state makes fiscal policy-oriented poverty reduction. Culturally, Islam hasrecommended to foster the role of each individual in improving the quality of life and fostersocial cohesion through zakat, infaq, and Sadaqah. Structurally, Islam has laid down a centralrole of state in creating the distribution of income and wealth in a fair and equitable andmaintaining the stability and sustainability of economic development in the process ofprogress and equality as well as a facilitator of community in finding solutions toward a moredecent standard of living. Abstrak: Upaya pengentasan kemiskinan dapat dirumuskan dalam satu kalimat, yaitumemberikan kesempatan kepada keluarga miskin dan masyarakat untuk mengatasi masalahmasalahmereka secara mandiri. Ini berarti pemerintah harus menata kembali peran mereka,dari perannya sebagai agen pemberdayaan menjadi fasilitator pemberdayaan. Islam menganggapbahwa kemiskinan merupakan fenomena yang sangat kompleks, kemiskinan tidak hanyaterkait dengan masalah budaya, tetapi juga masalah struktural yang menyangkut upayanegara membuat kebijakan fiskal yang berorientasi mengurangi kemiskinan. Dari sudut pandangbudaya, Islam telah merekomendasikan untuk mendorong peran setiap individu dalammeningkatkan kualitas hidup dan mendorong kohesi sosial melalui zakat, infaq dan shadaqah.Secara struktural, Islam telah meletakkan peran sentral dari negara dalam menciptakan distribusipendapatan dan kekayaan dengan cara yang adil dan merata dan menjaga stabilitasdan kerberlanjutan dari pembangunan ekonomi dalam proses kemajuan dan kesetaraan sertafasilitor masyarakat dalam mencari solusi ke arah standar hidup yang lebih layak
STRUKTUR PASAR, DISTRIBUSI, DAN PEMBENTUKAN HARGA BERAS Bhinadi, Ardito
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 13 Nomor 1, April 2012
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.13.1.1256

Abstract

Abstract: Food commodities especially rice become one of the significant contributors to inflation. This paper aims to identify the market structure,  distribution patterns, and the formation of rice prices in Yogyakarta Indonesia. The method used is descriptive and statistical modeling approach Houck. Based on the results of the survey, it’s found that the market structure in Yogyakarta at the collectors is an oligopoly, the increasingly competitive downstream. The pattern of distribution of rice in Yogyakarta is following the path length, which is collected from the manufacturers. Wholesalers collectors bought new distributed to retailers for sale to consumers. At the level of manufacturers, the price of rice is determined by the buyer; collectors follow at the highest market price. At wholesalers levels, the price follows the price of competitors, and at the retailers, the price follows the highest market price. Factor that determines the price of rice from manufacturers to retailers is alike, that is the availability of supy. Abstrak: Komoditas pangan khususnya beras menjadi salah satu penyumbang inflasi yang signifikan. Paper ini bertujuan mengidentifikasi struktur pasar, pola distribusi, dan pembentukan harga beras di Yogyakarta. Metode yang dilakukan adalah statistik deskriptif dan pendekatan model Houck. Berdasarkan hasil survei ditemukan bahwa struktur pasar besar di Yogyakarta pada tingkat Pengepul  adalah oligopoli, semakin ke hilir semakin kompetitif.Pola distribusi beras di Yogyakarta mengikuti jalur panjang, yaitu dari Produsendikumpulkan Pengepul dibeli Pedagang Besar didistribusikan ke Pengecer baru dijual ke Konsumen. Pada tingkat Produsen, harga beras ditentukan oleh  pembeli; di tingkat Pengepul mengikuti harga pasar tertinggi. Di tingkat Pedagang Besar mengikuti harga pesaing, dan di tingkat Pengecer mengikuti harga pasar tertinggi. Faktor yang menentukan harga jual beras dari Produsen hingga Pengecer sama, yaitu ketersediaan pasokan.
KESEDIAAN MEMBAYAR MITIGASI BANJIR DENGAN PENDEKATAN CONTINGENT VALUATION METHOD Rusminah, Rusminah; Gravitiani, Evi
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 13 Nomor 1, April 2012
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.13.1.1252

Abstract

Abstract: The aim of this research is identified, mapping flooded areas in eks karesidenan surakarta, and performs analysis of flood disaster mitigation. The analysis used is geography information systems and contingent valuation methods. by calculating the willingness to pay (WTP) to reduce the risk of flood disaster and the factors that affect the WTP. The subject of this research are farmers in the basin of the river Bengawan Solo River in Klaten, Sukoharjo, Karanganyar and Sragen. The result showed that variable income, age, education and the number of members of the family has influence significantly to a  willingness to pay, perform the act of mitigating flood, and the average willingness to pay farmers/ respondents only between rp.250.000-rp.500.000 for flood mitigation. Respondents/ farmers in the Bengawan Solo River basin if having flooded, they suffered losses farming production, an average of 50% of the normal production. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi, melakukan pemetaan daerah rawan banjir di eks karesidenan Surakarta, serta melakukan analisis mitigasi bencana banjir. Alat analisis yang digunakan adalah Sistem Informasi Geografi dan contingent valuation methods, dengan menghitung besarnya willingness to pay (WTP) untuk mengurangi risiko bencana banjir dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap WTP. Subjek penelitian ini adalah petani di daerah aliran sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Klaten, Sukoharjo, Karanganyar dan Sragen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendapatan, usia, pendidikan dan jumlah anggota keluarga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kesediaan untuk membayar, melakukan tindakan mitigasi bencana banjir, dan angka kesediaan untuk membayar (WTP) rata-rata petani/ responden hanya antara Rp.250.000-Rp.500.000 untuk mitigasi banjir. Responden/ petani di daerah aliran sungai Bengawan Solo jika mengalami kebanjiran, mereka mengalami kerugian produksi usaha taninya, rata-rata 50% dari hasil produksi normal.
STRATEGI ADAPTASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP SEKTOR PERTANIAN TEMBAKAU Putri, Fitria Annisa; Suryanto, Suryanto
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 13 Nomor 1, April 2012
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.13.1.1257

Abstract

Abstract: The purposes of this study are: 1) to describe the adaptation strategies by tobacco farmers caused by climate change, 2) to determine social, economic, and risk perceptions variables toward decision of tobacco farmers to do the mitigation. The area of research is in Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Data analysis method used in this research are descriptive analysis and linear regression. Based on the descriptive analysis showed some adaptation strategies by tobacco farmers in Kecamatan Bulu, have been done by pendangiran, fertilizing, spraying anti-foul, delaying planting and tumpangsari. The results of the regression analysis showed that farmers income variables have a statistically significant effect on the degree of confidence of 5%, while the land area variable has a statistically significant effect on the degree of confidence of 10%. Increasing of income is needed to increase willingness to pay to reduce losses due to climate change. The education, age, and risk perception variables did not influence the decision to undertake adaptation strategies in the study area. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: 1) menggambarkan strategi adaptasi petani tembakau karena perubahan iklim, 2) menentukan variabel-variabel sosial, ekonomi, dan persepsi risiko, yang mengarah pada keputusan para petani tembakau melakukan mitigasi. Wilayah penelitian berlokasi di kecamatan Bulu, kabupaten Temanggung. Kemudian metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan regresi linear. Berdasarkan analisis deskriptif menunjukkan beberapa adaptasi strategi oleh petani tembakau di kecamatan Bulu, telah dilakukan oleh pendangiran, fertilizing penyemprotan anti-foul, menunda penanaman dan tumpangsari. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel pendapatan petani memiliki efek signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 5%, sementara variabel area tanah memiliki efek yang signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 10%. Kenaikan pendapatan petani diperlukan untuk memperbesar tingkat kesediaan membayar dalam menurunkan kerugian akibat perubahan iklim. Variabel-variabel pendidikan,usia, dan persepsi risiko tidak mempengaruhi keputusan melakukan strategi adaptasi di wilayah penelitian.

Page 1 of 1 | Total Record : 8