cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan
ISSN : 14119900     EISSN : 25415506     DOI : -
Core Subject : Economy,
Journal of Economic & Development Studies (JESP) aims to publicize the results of research concerning economics and development at local, national, and international levels.
Arjuna Subject : -
Articles 205 Documents
DO WORLD GOLD PRICE, DOW JONES ISLAMIC MARKET AND INFLATION AFFECT THE PERFORMANCE OF JAKARTA ISLAMIC INDEX? Janitra, Egan
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 15 Nomor 2, Oktober 2014
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.15.2.1215

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of world gold price, Dow Jones Islamic Market, and inflation towards the Jakarta Islamic Index (JII) in Indonesia Stock Exchange (IDX) from January 2008 to September 2013. The object of the study is publicly traded com­pany listed on the Jakarta Islamic Index (JII). The obtained index is 30 companies listed in Jakarta Islamic Index (JII) with 69 observation data. Data analysis is performed using Error Correction Model (ECM). The result shows that whole variables have significant influence toward Jakarta Islamic Index in the long run. While in case of short run, Dow Jones Islamic Market has a significant influence toward Jakarta Islamic Index, but world gold price and inflation are not. Abstrak: Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga emas dunia, Dow Jones Islamic Market, dan inflasi terhadap Jakarta Islamic Index (JII) di Bursa Efek Indonesia dari bulan Januari 2008 sampai September 2013. Objek studi ini adalah perusahaan publik yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index (JII). Indeks yang diperoleh sebanyak 30 perusahaan dengan 69 observasi. Analisis data menggunakan Error Correction Model (ECM). Hasil menun­jukkan bahwa harga emas dunia, Dow Jones Islamic Market, dan inflasi masing-masing berpengaruh signifikan terhadap Jakarta Islamic Index dalam jangka panjang. Sedangkan dalam jangka pendek, hanya Dow Jones Islamic market yang berpengaruh terhadap Jakarta Islamic Index. 
IDENTIFIKASI KUALITAS PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH Prishardoyo, Bambang; Br Sebayang, Lesta Karolina
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 14 Nomor 1, April 2013
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.14.1.1240

Abstract

Abstract: Management of local natural resources should be able to increase the opportunities for targeted area and an attractive investment destination. By GDRP of Central Java, the sectors that has high contributions are manufacturing sector and agricultural sector. In the industrial activities, the distribution of the resulting production of vehicles requiring any contribution of economic activity (especially industry) will lead to an increase in the number of motor vehicles. These conditions it will increase the amount of emissions produced from vehicle related to air pollution. This study aims at identifying the relationship between economic growth in Central Java Province with the quality of the environment through people perception. The method used in this study is using descriptive statistical analysis in identifying the level of economic growth and environmental degradation. Some of the findings and conclusions as follows: 1 ) Most people are not bothered by the decline in the quality of the environment, especially air quality so that the use of vehicles is increasing. 2) Low public participation in managing the environment around where they live , especially for people who are directly affected economy activities 3 ) Laboratory test results show the water is very polluted conditions with allegations of some industries that dump waste into the river. Abstrak: Pengelolaan potensi sumber daya alam daerah harus mampu meningkatkan peluang daerah untuk dijadikan target dan tujuan investasi yang menarik. Berdasarkan PDRB Jawa Tengah, sektor yang memberi­kan kontribusi yang cukup tinggi adalah sektor industri pengolahan, sektor pertanian. Pada kegiatan industri, distribusi produksi yang dihasilkan mem­butuhkan kendaraan bermotor ada kontribusi aktivitas ekonomi (adanya industri) akan memicu peningkatan jumlah kendaraan bermotor. Kondisi tersebut maka akan meningkatkan jumlah emisi yang dihasilkan dari kendaraan bermotor yang berkaitan dengan polusi udara. Tujuan pada studi ini adalah melakukan identifikasi keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah dengan kualitas lingkungan melalui persepsi masyarakat yang berdekatan dengan industri. Metode yang digunakan dalam studi ini yaitu menggunakan analisis statistik deskriptif dalam mengidentifikasi pertumbuhan ekonomi dan tingkat kerusakan lingkungan. Beberapa temuan dan kesimpulan sebagai berikut: 1) Sebagian besar masyarakat tidak terganggu dengan penurunan kualitas lingkungan terutama kualitas udara sehingga penggunaan kendaraan bermotor jusru semakin meningkat. 2) Rendahnya kepedulian masyarakat dalam mengelola lingkungan sekitar tempat tinggal terutama bagi masyarakat yang terkena dampak langsung dari ada kegiatan atau aktivitas ekonomi. 3) Hasil uji laboratorium menunjukkan kondisi air sangat tercemar dengan dugaan adanya beberapa industri yang membuang limbah ke sungai.  
PENGUJIAN HIPOTESIS LINDER DALAM KASUS IMPOR KOMODITAS INTRA-INDUSTRI MANUFAKTUR INDONESIA Satrio, Tito; Jamli, Ahmad
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 14 Nomor 2, Oktober 2013
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.14.2.1272

Abstract

The study aims to examine the empirical validity of the Linder hypothesis for Indonesia’s import for manufacture intra-industry commodity from seven member of ASEAN plus three (Singapore, Malaysia, Thailand, Philippines, Japan, South Korea, and China). This study uses balance panel data model with fixed effect approach. Panel data model with fixed effect approach can control for country specific individual effect. The result implies that Indonesia import more intensively with countries with high per capita income levels, which rejects the Linder hypothesis. Tujuan dari studi ini adalah untuk menguji validitas empiris hipotesis Linder untuk impor komoditas intra-industri manufaktur Indonesia dari tujuh negara ASEAN plus three (Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Jepang, Korea Selatan, dan Cina). Studi ini menggunakan balance panel data model dengan fixed effect approach. Model data panel dengan fixed effect approach dapat mengontrol country specific individual effect. Hasil studi mengimplikasikan bahwa Impor yang dilakukan oleh Indonesia lebih intensif dengan negara-negara yang memiliki pendapatan per capital relative lebih tinggi, sehingga menolak hipotesis Linder.
DISPARITAS PEMBANGUNAN ANTARWILAYAH DI PROVINSI GORONTALO, INDONESIA Murdiono, Murdiono; Setiartiti, Lilies
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 15 Nomor 2, Oktober 2014
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.15.2.1231

Abstract

Abstract: The research aims to analyze the different of region development in Gorontalo Province in the year 2008-2012, the development of region economy, and sectors that growth rapidly to be concerned in each region. The research uses the secondary data, namely, PDRB, and the growth of economy on each region. The tools use Williamson Index, Klassen Typology, Location Quotient (LQ), Model of Growth Ratio (MRP) and Overlay. Based on the analysis, we can conclude; the disparity of the region development is low with the value IW around 0,161-0,173. In Gorontalo Province, the region is divided into three quarters, namely, Boalemo and Bone Bolango in the 4th quarter (the low development, and low income), Gorontalo and Gorontalo Utara in 3rd quarter (high development, low income). Kota Gorontalo and Puhowato in 1st quarter (high development and high income). On each region in Gorontalo they have more than 2 sectors which growth so well. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pembangunan daerah di Provinsi Gorontalo pada tahun 2008-2012, pembangunan ekonomi kabupaten/kota, dan sektor baik tumbuh cepat yang potensial untuk dikembangkan di setiap daerah. Penelitian ini menggunakan data sekunder, seperti, PDRB per kapita dan pertumbuhan ekonomi kabupaten/ provinsi. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indeks Williamson, Tipologi Klassen, Location Quotient (LQ), Model Rasio Pertumbuhan (MRP), dan Overlay. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan hasilnya;. Disparitas pembangunan daerah rendah dengan nilai IW tentang 0,161-0,173. Daerah di Provinsi Gorontalo dibagi menjadi tiga kuadran, yaitu Boalemo dan Bone Bolango di kuadran IV (pertumbuhan rendah dan berpeng­hasilan rendah), Gorontalo dan Gorontalo Utara di kuadran III (pertumbuhan tinggi dan ber­penghasilan rendah), Kota Gorontalo dan Pohuwato pada kuadran I (pertumbuhan tinggi dan berpenghasilan tinggi) kabupaten. Pada setiap daerah di Provinsi Gorontalo memiliki lebih dari dua sektor yang tumbuh sangat baik. 
PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENENTUAN TITIK AMBANG BATAS INFLASI DI INDONESIA Kurniawan, Mahrus Lutfi Adi; Prawoto, Nano
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 15 Nomor 1, April 2014
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.15.1.1263

Abstract

Abstract: The study aims to see the relation between two macro indicators which are economic growth and inflation. The data are obtained from Badan Pusat Statistik (BPS) and Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) from the year 1971-2012. The analysis use causality granger test and non-linier regression. The result of this analysis shows that there is correlation between inflation and economic growth. There is no evidence of inflation dot (1 to 20%) that has negative influence toward the economic growth; population does not have significant influence to the economic growth while investment has positive impact on economic growth. Abstrak: Studi ini bertujuan untuk melihat sejauh mana hubungan antara dua indikator makro ekonomi yaitu pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Data yang digunakan diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada tahun 1971-2012. Teknik analisis yang digunakan adalah uji kausalitas granger dan regresi non-linier. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan dua arah yang saling berkaitan antara pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Tidak ditemukan titik inflasi (1 sampai 20 persen) yang berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, dan populasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sedangkan investasi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi.  
DETERMINAN KINERJA KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT KONVENSIONAL Maryadi, Syamsul; Basuki, Agus Tri
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 15 Nomor 1, April 2014
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.15.1.1254

Abstract

Abstract: The research aims to analyze the banking management rate (liquidity rate and credit distribution rate, asset quality rate, capital rate, and the operational efficiency rate) to the Return on Asset (ROA) of Bank Perkreditan Rakyat (BPR). The sample that is used in this research taken from BPRs which operate in Yogyakarta. The research uses the regression model of panel data with two-ways-fixed-effect. The result shows that liquidity rate and credit distribution rate (loan to deposit ratio) is not significant to ROA. Asset quality rate (Non-Performing Loan) and operational efficiency rate (BOPO) has significantly negative influence to ROA while capital rate (capital adequacy ratio) has positive and significant impact to ROA. Abstrak: Studi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh tingkat rasio kesehatan bank (tingkat likuiditas dan penyaluran kredit, tingkat kualitas aset, tingkat kecukupan modal dan tingkat efisiensi operasional) terhadap kinerja keuangan (Return On Asset) Bank Perkreditan Rakyat Konvensional di Daerah Istimewa Yogyakarta periode Juni 2009-April 2013. Sampel dalam studi ini adalah seluruh Bank Perkreditan Rakyat Konvensional yang beroperasi di kabupaten dan kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Studi ini menggunakan model regresi data panel dengan model two-ways fixed-effect (efek tetap dua arah). Hasil studi menunjukkan bahwa tingkat likuiditas dan penyaluran kredit (Loan to Deposit Ratio) berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja keuangan, tingkat kualitas aset (Non Performing Loan) dan tingkat efisiensi operasional (BOPO) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan sementara tingkat kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. 
FAKTOR-FAKTOR MAKROEKONOMI YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN UANG DI INDONESIA Widodo, Arif
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 16 Nomor 1, April 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.2015.0042.63-72

Abstract

Abstract: Money demand has an important role for monetary policy authorities in determining appropriate policies to maintain economic stability. Analysis of the demand for money is an economic analysis of the quantities required to support the measures taken by the government in the monetary sector. This research aims to know the determinants of money demand function in Indonesia period 1990.1-2014.1. The analysis methode used in this research is Error Correction Model (ECM). The results showed that the variable Gross Domestic Product (GDP) is not significantly influences money demand. Exchange Rate (Exchange), and the Price Level positively and significantly affect the demand for money (M1) in the short term. While the rate of 3-month deposit rate negatively and significantly influences the money demand (M1). The results of this study also showed that in the long term demand for money (M1) in Indonesia positively and significantly influenced by variables Gross Domestic Product (GDP) and the price level. While the exchange rate and variable interest rates have negative effect to money demand.Abstrak: Permintaan uang mempunyai peranan yang penting bagi otoritas kebijakan moneter dalam menentukan kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi. Analisis permintaan uang merupakan suatu analisis besaran-besaran ekonomi yang dibutuhkan untuk mendukung suatu kebijakan yang diambil oleh pemerintah di bidang moneter. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui determinan dari fungsi permintaan uang di Indonesia periode 1990.1-2014.1. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Error Correction Model (ECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Produk Domestik Bruto (PDB) tidak signifikan mempengaruhi permintaan uang. Variabel Nilai Tukar Rupiah terhadap dollar AS (Kurs), dan tingkat harga berpengaruh positif dan signifikan mempengaruhi permintaan uang (M1) dalam jangka pendek. Sedangkan tingkat suku bunga deposito 3 bulan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan uang. (M1). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa dalam jangka panjang permintaan uang (M1) di Indonesia dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh variabel Produk Domestik Bruto (PDB) dan tingkat harga. Sedangkan varibel Kurs dan suku bunga berpengaruh negatif. 
DETERMINAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) IURAN PESERTA BPJS KESEHATAN Aryani, Maya Andita; Muqorrobin, Masyhudi
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 14 Nomor 1, April 2013
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.14.1.1245

Abstract

Abstract: This study aims at identifying the factors that affect willingness to pay (WTP) participants of BPJS Kesehatan Class III in Yogyakarta will be analyzed by using the approach of contingent valuation method (CVM). Variables use to measure WTP in this research include age, number of family members, the last education taken, level of earnings, and assumptions of society about Sharia system using primary data by questionnaire and interview methods to 144 respondents. Results analysis of this study show a negative effect against the age variable WTP, variable number of family members have not effect toward the WTP, the last education variable positive effect toward WTP, variable income levels a positive effect toward WTP, and Sharia variable negative effect toward WTP. Abstrak: Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi willingness to pay (WTP) peserta BPJS Kesehatan Kelas III di Yogyakarta akan dianalisis menggunakan pendekatan contingent valuation method (CVM). Variabel yang digunakan untuk mengukur WTP dalam penelitian ini mencakup usia, jumlah anggota keluarga, pendidikan terakhir yang ditempuh, tingkat penghasilan, dan asumsi masyarakat mengenai sistem syariah dengan menggunakan data primer dengan metode kuisioner dan wawancara kepada 144 orang responden.Hasil analisis penelitian menunjukan variabel usia berpengaruh negatif terhadap WTP, variabel jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh terhadap WTP, variabel pendidikan terakhir berpengaruh positif terhadap WTP, variabel tingkat pendapatan berpengaruh positif terhadap WTP, dan variabel syariah berpengaruh negatif terhadap WTP. 
PERKEMBANGAN INDUSTRI DI DAERAH PASCAKRISIS EKONOMI 1998: DEINDUSTRIALISASI DAN PENYEBABNYA Ahmad, Abdul Aziz
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 12 Nomor 1, April 2011
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.12.1.1298

Abstract

Abstract: Manufacture sector can be categorized as the most efficient economic sector to boost the employment rate. This research indicates that several regions in Central Java Province tend to have deindustrialization. The regions are Pemalang, Pekalongan, Batang, Klaten, Sukoharjo, Jepara, Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Grobogan District, Tegal City, Semarang City, Surakarta City, and Salatiga City. The main factors which have push effect to the deindustrialization process are structural change of labor activity from manufacture to others, manufacture strengthening of prominent manufacture region that boost the manufacture divergence, and also the increasing of manufacture value added mainly in prominent manufacture region. Other factors that have less effect to the deindustrialization process are the decreasing of public modern financial activity and the decreasing of infrastructure development.Abstrak: Sektor manufaktur dapat dikategorikan sebagai sektor ekonomi yang paling efisien untuk memperbesar kesempatan kerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa daerah di provinsi Jawa Tengah mengalami deindustrialisasi. Daerah daerah tersebut yaitu Pemalang, Pekalongan, Batang, Klaten, Sukoharjo, Jepara, Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, kabupaten, kabupaten Grobogan, kota Tegal, kota Semarang, kota Surakarta, dan kota Salatiga. Faktor utama yang berpengaruh mendorong proses deindustrialisasi adalah perubahan struktural aktivitas tenaga kerja dari manufaktur ke aktivitas yang lain, sektor manufaktur memperkuat wilayah manufaktur besar yang dapat mendorong terjadinya divergensi manufaktur, dan juga menaikkan nilai tambah manufaktur terutama daerah manufaktur yang utama. Faktor lain yang sedikit berpengaruh pada proses deindustrialisasi adalah berkurangnya aktivitas keuangan umum modern dan menurunnya pembangunan infrastruktur.
FACTORS INFLUENCING ECONOMIC GROWTH IN INDONESIA: ERROR CORRECTION MODEL (ECM) Muqorrobin, Yahya
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan JESP Volume 16 Nomor 1, April 2015
Publisher : Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.16.1.1210

Abstract

Abstract:The main objective of this study is to identify and analyze the effect of foreign direct investments (FDI), foreign debts, bank credit and labor force on the economic growth in Indonesia. Annual data during the period of 1985-2013 are used in this study and collected from Bank Indonesia, BKPM, and BPS. The study uses Error Correction Model (ECM). The result shows that foreign direct investment, bank credit and labor force positively and significantly influence the economic growth in Indonesia in short term and long term analyses. In the other hand, foreign debt negatively and significantly influences the economic growth in Indonesia in short term and long term. Abstrak: Tujuan studi adalah mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh penanaman modal asing (PMA), hutang luar negeri, kredit bank, dan angkatan kerja terhadap pertumbuh­an ekonomi di Indonesia. Studi ini menggunakan data tahunan tahun 1985-2013 yang diperoleh dari Bank Indonesia, BKPM, dan BPS. Model yang digunakan dalam studi ini adalah Error Correction Model (ECM). Hasil studi menunjukkan bahwa penanaman modal asing, kredit bank, dan angkatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertum­buhan ekonomi di Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang. Sebaliknya, hutang luar negeri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang.pertumbuhan ekonomi; penanaman modal asing; hutang luar negeri; kredit bank; angkatan kerja

Page 1 of 21 | Total Record : 205