cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sistem Informasi
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sistem Informasi (JSI) merupakan jurnal bidang Sistem Informasi yang mencakup berbagai studi literatur baik pada penelitian ilmu Sistem Informasi murni maupun terapan, termasuk review publik terhadap perkembangan teori, metode dan penerapan keilmuan yang berhubungan dengan subyek penelitian. Jurnal Sistem Informasi (JSI) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Para editor pada Jurnal Sistem Informasi mengundang segenap peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk berkontribusi mempublikasikan tulisannya terkait perkembangan ilmiah yang terjadi di bidang-bidang yang berhubungan dengan Sistem Informasi. Jurnal Sistem Informasi (JSI) terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini meliputi artikel penelitian dan studi ilmiah. Versi softcopy jurnal ini dapat diakses secara langsung melalui laman web, sedangkan versi hardcopy tersedia di Perpustakaan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
IMPROVING EFFICIENCY AND EFFECTIVENESS OF CONSULTATION PROCESS BETWEEN LECTURERS AND STUDENTS THROUGH AN INFORMATION SYSTEM SOFTWARE BASED INTRANET susana limanto; Ellysa Tjandra
Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 7, ##issue.no## 2 (2011): Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1451.041 KB)

Abstract

Students need to consult their problem such as final projects, academic problem, or personal problems to their lecturers. This consultation’s processes are helped by administrative staffs that make the processes relatively slow due to the high workload of the staffs. Therefore, this research tries to address this problem by creating intranet based information system to reduce the role of administrative staffs. This system provide several features such as schedule the regular consultation by lecturers, schedule the addition consultation by lecturers, cancel a scheduled consultations, change the schedule of consultations by lecturers, register for consultation by students, record the implementation consulting by lecturers, and reports. The consultation software was implemented at Informatics Engineering department, University ‘X’ for one month. After one month, a test was conducted involving five lecturers and twenty students. Testing result showed that the consultation process becomes more efficient, effective and satisfying. Mahasiswa perlu berkonsultasi mengenai masalah mereka seperti tugas akhir, masalah akademik, atau masalah pribadi kepada dosen mereka. Proses konsultasi ini dibantu oleh staf administrasi yang membuat proses relatif lambat karena beban kerja yang tinggi dari staf. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk mengatasi masalah ini dengan menciptakan sistem informasi berbasis intranet untuk mengurangi peran staf administrasi. Sistem ini menyediakan beberapa fitur seperti menjadwalkan konsultasi rutin oleh dosen, jadwal konsultasi Selain oleh dosen, membatalkan konsultasi dijadwalkan, mengubah jadwal konsultasi dengan dosen, mendaftar untuk konsultasi oleh siswa, merekam pelaksanaan konsultasi dengan dosen, dan laporan. Perangkat lunak konsultasi diterapkan di departemen Teknik Informatika, Universitas ‘X’ selama satu bulan. Setelah satu bulan, tes dilakukan melibatkan lima dosen dan dua puluh siswa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa proses konsultasi menjadi lebih efisien, efektif dan memuaskan.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMIS CLOUD COMPUTING PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DI INDONESIA DENGAN METODE RANTI’S GENERIC IS/IT BUSINESS VALUE DAN ECONOMIC VALUE ADDED: STUDI KASUS PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI JAKARTA Benny Ranti; Pamela Darmadji
Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 7, ##issue.no## 2 (2011): Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.392 KB)

Abstract

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebagai salah satu pemain terbesar dalam bisnis keuangan mikro di Indonesia telah meningkatkan penggunaan Sistem Informasi/Teknologi Informasi (SI/TI) untuk mendukung bisnis mereka. Namun, hanya sedikit dari mereka yang menyadari isu-isu seputar investasi TI. Ada kekhawatiran tentang tidak tersedianya sumber daya yang cukup untuk membeli, memelihara, dan mengamankan SI/TI mereka sendiri. Di sisi lain, investasi yang besar diperlukan dan akhirnya menjadi momok bagi BPR yang paling menerapkan SI/TI untuk mendukung pengembangan bisnis mereka. Penelitian ini menganalisis nilai ekonomi dari penerapan komputasi awan di BPR. Analisis dilakukan, pertama dengan mengidentifikasi dan mengukur relevansi manfaat SI/TI menggunakan Ranti’s IS/IT Generic Business Values dan kedua dengan menempatkan nilai-nilai yang diukur atau manfaat pada metode Economic Value Added (EVA), untuk melakukan analisis keuangan. Komputasi awan mampu memberikan solusi bagi masalah yang dihadapi oleh BPR seperti dapat dilihat dari nilai EVA positif. Oleh karena itu, komputasi awan merupakan pendekatan yang berharga bagi BPR untuk bergerak maju. Resiko investasi SI/TI dapat ditransfer ke penyedia komputasi awan, dengan kata lain, tidak ada waktu untuk berpikir tentang teknologi usang sebelum Return of Investment (ROI) tercapai. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) as one of the biggest players in Indonesia’s microfinance business has increased their use of Information Systems/Information Technology (IS/IT) to support their business. However, only few of them are aware of issues around IT investment. There are concerns about the unavailability of sufficient resource to purchase, maintain, and secure their own IS/IT. On the other hand, a large investment is needed and it eventually becomes the scourge for most rural banks to apply IS/IT to support their business development. This research analyzes the economic value of implementing cloud computing in BPR. Analysis is done, firstly by identifying and quantifying the relevant IS/IT benefits using Ranti’s IS/IT Generic Business Values and, secondly by putting the quantified values or benefits into Economic Value Added (EVA) method to do the financial analysis. Cloud computing is able to provide solutions for problems faced by BPR as can be seen from the positive EVA value. Hence, the cloud computing is a valuable approach for BPR to move forward. IS/IT investment risk can be transferred to cloud computing providers, in other words, there is no time to think about outdated technology before Return of Investment (ROI) is achieved.
KAJIAN PROFILISASI ASET INFORMASI MENGGUNAKAN INFORMATION ASSET PROFILING DAN KUANTIFIKASI NILAI EKONOMISNYA BERDASARKAN ANALISIS RISIKO PADA INDUSTRI RUMAH SAKIT Benny Ranti; Mohamad Tri Wicaksono
Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 7, ##issue.no## 2 (2011): Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.515 KB)

Abstract

Salah satu isu utama dalam industri kesehatan adalah kurangnya manajemen yang tepat dalam aset informasi. Hilangnya aset informasi dapat diklasifikasikan sebagai bencana yang dapat mengakibatkan kerugian finansial. Seringkali, ini kerugian keuangan sulit untuk menghitung karena nilai ekonomi dari aset informasi tidak diukur. Penelitian ini akan membahas informasi manajemen aset di industri kesehatan menggunakan Steven Informatian Profil Aset (IAP), khususnya pada proses bisnis inti. Kuantifikasi nilai ekonomi aset informasi dilakukan melalui analisis risiko menggunakan diagram tulang ikan. Ini adalah hasil pemetaan risiko dalam kategori Ranti yang Generik / TI Nilai Bisnis, dikombinasikan dengan empat Su model dampak bisnis (keuangan, operasional, pelanggan, dan karyawan). Hal ini bertujuan untuk membantu menentukan metrik yang menunjukkan kuantifikasi kerugian finansial yang mungkin timbul dari kehilangan informasi aset. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa IAP dapat digunakan sebagai metode manajemen informasi aset, serta praktek terbaik dalam penerapan awal manajemen risiko. Penelitian ini juga menemukan bahwa nilai aset informasi tidak selalu sesuai dengan nilai positif ekonominya karena tergantung pada tingkat pemulihan data di masing-masing aset. One primary issue in healthcare industry is the lack of proper management in its information asset. The loss of information asset can be classified as a disaster that might lead to financial loss. Often, this financial loss is hard to calculate since the economic value of the information asset is not quantified. This study will address information asset management in healthcare industry using Steven’s Informatian Asset Profiling (IAP), specifically on its core business process. Quantification of the economic value of information asset is performed through risk analysis using fishbone diagram. It is the mapping result of risks categories in Ranti’s Generic IS/IT Business Value, combined with Su’s four models of business impact (financial, operational, customer, and employee). It aims to help determining quantification metrics which shows financial loss that might result from information asset loss. The result of this study shows that IAP can be used as a method of information asset management, as well as the best practice in the early application of risk management. The study also finds that information asset value does not always correspond positively with its economic value as it depends on the level of data recovery in each asset.
PERANCANGAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI: STUDI KASUS DIREKTORAT JENDERAL PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMRAH DEPARTEMEN AGAMA RI Dana Indra Sensuse; Miftahul Maulana
Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 7, ##issue.no## 1 (2011): Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.337 KB)

Abstract

Pengembangan manajemen dan keorganisasian yang didukung dengan sistem informasi berbasis komputer merupakan instrumen strategis yang dibutuhkan dalam menghadapi era globalisasi pelayanan. Hal ini karena dukungan teknologi informasi dapat memudahkan pengambilan keputusan yang akurat, dapat dipercaya, cepat, dan ekonomis. Kebutuhan yang sama juga dialami oleh manajemen dan keorganisasian di lingkungan Departemen Agama, dan secara khusus Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU). Sebagai contoh, pelaksanaan penyelenggaraan haji di Indonesia telah menggunakan perangkat pendukung sistem informasi berbasis komputer yang dikenal dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT). Dengan mengamati tugas dan tanggung jawab serta ruang lingkup pekerjaan di lingkungan Ditjen PHU secara keseluruhan, maka kebutuhan yang mengarah pada perancangan strategis sistem informasi semakin mendesak. Penggunaan metodologi Ward and Peppard untuk mendapatkan perancangan strategis sistem informasi pada Ditjen PHU dengan mengombinasikan penggunaan metode analisis dari McFarlan dan standar yang dikeluarkan oleh Information Technology Infrastructure Library (ITIL) dalam pemetaan kondisi TI di lingkungan Ditjen PHU sehingga akan didapatkan pengelolaan TI Ditjen PHU menjadi selaras antara sistem informasi, infrastruktur, dan manajemen informasi. Management and organizational development are supported by computer-based information system is a strategic instrument needed in the era of globalization of services. This is because information technology support to facilitate decision making accurate, reliable, fast, and economical. The same requirement is also experienced by the management and organization in the Ministry of Religious Affairs, and in particular the Directorate of Operation of Hajj and Umrah (DG PHU). For example, the implementation of the hajj operation in Indonesia has been using the computer-based information systems support, known as Haji Integrated Computerized Systems (SISKOHAT). By observing the duties and responsibilities and the scope of work within the Directorate General of PHU as a whole, the need for a strategic lead to the design of information systems is increasingly urgent. Ward and Peppard use of the methodology for the strategic design of information systems at DG PHU by combining the use of methods of analysis of McFarlan and standards issued by the Information Technologi Infrastructure Library (ITIL) in IT in mapping environmental conditions that would be obtained PHU Directorate of IT management to be aligned DG PHU between information systems, infrastructure, and information management.
ANALISIS SITUS E-TOURISM INDONESIA: STUDI TERHADAP PERSEBARAN GEOGRAFIS, PENGKLASIFIKASIAN SITUS SERTA PEMANFAATAN FUNGSI DAN FITUR Muhammad Rifki Shihab; Ahmad Murtadho
Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 7, ##issue.no## 1 (2011): Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.741 KB)

Abstract

Perkembangan e-commerce telah membawa perubahan terhadap strategi pemasaran pariwisata di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penggunaan e-commerce pada industri pariwisata dikenal dengan terminologi e-tourism. Pemerintah telah menggelontorkan sejumlah dana yang cukup besar untuk mengembangkan e-tourism, terutama setelah diterapkannya tahun kunjungan wisata pada tahun 2008. Melalui metode observasi, penelitian ini ingin melihat pemanfaatan e-tourism sebagai media promosi pariwisata di Indonesia. Dengan menggunakan kuesioner, peneliti juga ingin melihat tanggapan dari pengguna internet tentang hal-hal yang telah baik dan hal-hal yang perlu ditingkatkan dalam situs pariwisata di Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa persebaran jumlah situs pariwisata berdasarkan provinsi belum merata. Penelitian ini juga menunjukan adanya korelasi yang tinggi antara jumlah situs dengan jumlah kedatangan wisatawan ke suatu provinsi. Sinergi antara pihak pemerintah dan swasta telah terlihat berdasarkan klasifikasi yang dihasilkan. Penelitian ini juga memetakan model evolusi situs yang dapat dimanfaatkan pihak industri untuk memeroleh target pasar yang diinginkan. Dari analisis hasil kuesioner, pengguna internet menilai aspek responsiveness dan interactivity perlu ditingkatkan, sementara faktor biaya layanan internet dan keahlian menggunakan internet bukan lagi menjadi hambatan yang berarti dalam mengakses situs pariwisata. The development of e-commerce has brought changes to the tourism marketing strategies in various countries, including Indonesia. The use of e-commerce in the tourism industry terminology known as e-tourism. The government has poured a considerable amount of funds to develop e-tourism, especially after the implementation of tourist visits in 2008. Through the method of observation, this study wanted to see the use of e-tourism as a media promotion of tourism in Indonesia. By using questionnaires, the researchers also wanted to see the response from internet users about the things that have been good and the things that need to be improved in the tourism sites in Indonesia. The results showed that the distribution of the number of tourist sites by province has not equitable. The study also showed a high correlation between the number of sites by the number of tourist arrivals to the province. Synergy between the government and the private sector has been seen on the resulting classification. The study also mapped the evolutionary model of the site that can be used to obtain industry desired target market. From the analysis of the results of the questionnaire, internet users assess the responsiveness and interactivity aspects need to be improved, while the cost factor of internet services and expertise to use the internet is no longer a significant obstacle in accessing tourism sites.
IMPLEMENTASI ALGORITMA INTEGER LINEAR PROGRAMMING UNTUK SISTEM INFORMASI PENJADWALAN RUANGAN DI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS INDONESIA Elly Matul Imah; A.R. Hutomo; A. Fitrananda; A. Marshadiany; G.P. Prikarti
Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 7, ##issue.no## 1 (2011): Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.822 KB)

Abstract

Permasalahan konflik penjadwalan ruangan (timetabling) sering dihadapi hampir sebagian besar institusi akademis di Indonesia, salah satunya di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI). Peningkatan jumlah mahasiswa setiap tahun yang tidak diikuti oleh peningkatan jumlah dan kapasitas kelas menjadi faktor penyebab utama. Selama ini sistem penjadwalan masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama dan menyebabkan optimasi pengalokasian kebutuhan ruangan menjadi kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pendekatan yang sesuai dalam menyelesaikan masalah timetabling tersebut. Beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah ini antara lain algoritma Tabu Search, Simmulated Annealing, Graph Coloring, dan Integer Linear Programming (ILP). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan algoritma ILP karena ILP merupakan model yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah timetabling di Fasilkom UI. Algoritma ini dapat meminimalkan waktu yang diperlukan untuk melakukan penjadwalan dari sebulan menjadi hitungan menit. Room scheduling conflict issues (timetabling) are facing most of the academic institutions in Indonesia, one is in the Faculty of Computer Science (Fasilkom) Universitas Indonesia (UI). In the number of students each year followed by no increase in the number and capacity of the class became the main factor. During this scheduling system is still done manually so it takes a relatively long time so that the optimization is less efficient allocation of space requirements. This study aims to find an appropriate approach in solving the timetabling problem. Several approaches can be used to solve these problems include Tabu Search algorithm, Simmulated Annealing, Graph Coloring, and Integer Linear Programming (ILP). In this study we used the ILP algorithm for ILP is the most appropriate model to solve the timetabling problem in Fasilkom UI. This algorithm can minimize the time required to perform the scheduling of a month becomes a matter of minutes.
MENGUKUR KORELASI ANTARA TINGKAT KEMAPANAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN Budi Yuwono; Annas Vijaya
Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 7, ##issue.no## 1 (2011): Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.485 KB)

Abstract

Banyak literatur yang memaparkan manfaat penyelarasan antara Strategi Sistem Informasi/Teknologi Informasi (SI/TI) dengan strategi bisnis bagi keberhasilan organisasi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat korelasi antara tingkat kemapanan suatu perusahaan dalam menyelaraskan strategi SI/TI dengan strategi bisnisnya dan produktivitas perusahaan tersebut. Penelitian ini dilakukan melalui studi kasus tunggal pada perusahaan perdagangan barang dan jasa teknologi informasi. Model yang digunakan dalam menilai tingkat kemapanan penyelarasan strategi SI/TI terhadap strategi bisnis adalah model tingkat kemapanan menurut kerangka kerja Control Objective for Information and Related Technology (COBIT). Ukuran produktivitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Factor Productivity (TFP). Melalui pengujian statistik non-parametrik dengan koefisien korelasi peringkat Spearman, tidak ditemukan korelasi positif antara tingkat kemapanan perusahaan dalam menyelaraskan strategi SI/TI dengan strategi bisnisnya dan produktivitas perusahaan. Sebagai kesimpulannya, dampak tingkat kemapanan penyelarasan strategi SI/TI melalui tata kelola TI terhadap produktivitas suatu organisasi tidak selalu dapat diukur dengan membandingkan keduanya dalam periode tahun yang sama. Much of the literature describing the benefits of alignment between Strategy Information Systems/Information Technology (IS/IT) with business strategy for the success of the organization. The study was conducted to see the correlation between the level of reliability of a companys strategy in aligning IS/IT with business strategy and company productivity. The research was conducted through a single case study on trade in goods and services enterprise information technology. The model used in assessing the reliability of the alignment of strategy IS/IT to business strategy is a model framework for the establishment by the Control Objective for Information and Related Technology (COBIT). Productivity measures used in this study is Total Factor Productivity (TFP). Through the non-parametric statistical tests with Spearman rank correlation coefficient, was not found a positive correlation between the level of maturity in aligning corporate strategy IS/IT with business strategy and corporate productivity. In conclusion, the impact of strategic alignment maturity level of IS/IT through IT governance on the productivity of an organization can not always be measured by comparing the two in the same period.
ANALISIS EFEKTIVITAS PEMASANGAN IKLAN PADA APLIKASI MOBILE DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA Sani Muhammad Isa; . Frisca; R. Puspitasari; S.T. Setyady; Y. Sari
Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 7, ##issue.no## 1 (2011): Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1259.581 KB)

Abstract

Perkembangan sistem komunikasi yang semakin cepat membawa dampak yang cukup besar bagi dunia periklanan pada aplikasi mobile. Hal tersebut disebabkan oleh besarnya peluang bagi perusahaan untuk memasarkan produknya dalam bentuk mobile advertisement. Mobile advertisement adalah sebuah iklan yang dapat tampil dalam berbagai bentuk, seperti musik, grafik, suara, atau tulisan melalui terminal telekomunikasi mobile. Salah satu kelebihan mobile advertisement adalah dapat melakukan one-to-one marketing dan mass marketing secara bersamaan. Pada umumnya perusahaan menjalin kerjasama dengan pihak pengembang aplikasi mobile yang telah populer atau paling banyak diunduh, dengan cara memasang iklan pada aplikasi tersebut. Hingga saat ini masih belum diketahui secara jelas mengenai tingkat efektivitas teknik pemasaran produk atau jasa melalui pemasangan iklan pada aplikasi mobile. Efek pemasangan iklan pada aplikasi mobile kepada pengguna aplikasi belum menjadi hal yang dianggap penting oleh sebagian besar perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan investigasi terhadap efektivitas iklan pada aplikasi mobile serta faktor-faktor yang memengaruhi sikap pengguna mobile terhadap iklan tersebut. Selain itu juga akan dihasilkan rekomendasi mengenai kriteria iklan yang baik. Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan metode survey dan melihat korelasi antara beberapa parameter terkait periklanan pada aplikasi mobile. The development of increasingly rapid communications system brings a considerable impact to the world of advertising on mobile applications. This is due to the large opportunity for companies to market their products in the form of mobile advertisement. Mobile advertisement is an advertisement that can appear in various forms, such as music, graphics, sound, or text through a mobile telecommunication terminal. One of the advantages of mobile advertisement is able to perform one-to-one marketing and mass marketing simultaneously. In general, the company formed a partnership with the developers of mobile applications that have been popular or most downloaded, by placing ads on the application. Until now still not known clearly about the effectiveness of the marketing techniques of products or services through advertising on mobile applications. Effects of advertising on mobile applications to users of the application is not a thing that is considered important by most companies. This study aimed to investigate the effectiveness of advertising on mobile applications and the factors that influence user attitudes toward mobile advertising. They also produced recommendations on the criteria of a good ad. The research will be conducted using the survey method and see the correlation between several parameters related to advertising on mobile applications.
PENENTUAN CSF PADA WEBSITE INTERNET BANKING DITINJAU DARI ASPEK KEBUTUHAN PENGGUNA SEBAGAI NASABAH INDIVIDUAL DENGAN STUDI KASUS BCA, BANK MANDIRI, DAN BNI Putu Wuri Handayani; Irvan Ferdiansyah
Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 7, ##issue.no## 1 (2011): Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.454 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor implementasi yang dianggap penting dalam penyediaan fasilitas layanan internet banking (e-banking) pada instansi perbankan di Indonesia. Adapun spesifikasi Critical Success Factors (CSF) pada internet banking yang ditelaah adalah dengan memandang kebutuhan dan kenyamanan bertransaksi pengguna sebagai nasabah individual. Tahapan penelitian meliputi studi literatur untuk mendefinisikan CSF pada internet banking serta evaluasi website studi kasus untuk mendefinisikan instrumen evaluasi website. Kemudian instrumen evaluasi tersebut digunakan dalam menguji CSF yang telah didefinisikan sebelumnya. Penelitian ini diakhiri dengan proses analisis atas data survei uji instrumen evaluasi. Hasil akhir penelitian menyimpulkan dua CSF yaitu kelengkapan layanan-layanan internet banking dan desain antarmuka website. This research aims to identify factors that are considered important in the implementation of the provision of internet banking services (e-banking) in the banking institutions in Indonesia. The Critical Success Factors specification (CSF) on the internet banking which is examined by looking at the needs and convenience of the user transactions as individual customers. Stages of research include studies in the literature to define CSF evaluation in internet banking website as well as case studies to define the website evaluation instruments. Then the evaluation instruments used in testing the CSF that have been defined previously. The research concludes with the analysis of survey data evaluation test instruments. The final results of two studies concluded that CSF completeness of internet banking services and website interface design.
PENERAPAN M-HEALTH UNTUK DIAGNOSTICS AND TREATMENT SUPPORT PADA NEGARA BERKEMBANG: STUDI KASUS INDONESIA Sani Muhammad Isa; . Alfadesta; . Aprilianto; Danny Handoko; F.S. Rifano
Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 7, ##issue.no## 1 (2011): Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.048 KB)

Abstract

Diagnosis dan dukungan perawatan merupakan salah satu faktor utama dalam hal perawatan kesehatan. Metode tradisional diagnosis secara tatap muka antara pasien dan dokter dalam rangka monitoring dan menjaga kestabilan kesehatan sudah mulai sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan banyaknya hambatan-hambatan yang muncul, baik hambatan finansial, geografi, dan waktu. Teknologi informasi khususnya telekomunikasi dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut, yang secara tidak langsung akan dapat membantu pengembangan sistem kesehatan di sebuah negara. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah penerapan m-Health pada sistem kesehatan. m-Health didefinisikan sebagai sebuah penggunaan mobile communications and network technologies dalam melakukan perawatan kesehatan. Pola penerapannya menggunakan mobile phone sebagai point-of-care device. Hanya saja, penerapan sebuah teknologi baru dalam suatu negara tidak dapat begitu saja dilakukan. Terdapat faktor-faktor yang perlu diperhatikan agar penerapan teknologi baru dapat berjalan secara optimal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kelayakan penerapan m-Health untuk diagnosis dan dukungan perawatan kesehatan pada negara berkembang dengan menggunakan studi kasus negara Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi causal comparative terhadap penerapan m-Health di negara maju. Analisis kelayakan akan dilakukan terhadap empat aspek, yakni aspek ekonomi, teknologi, sosial, serta organisasi. Diagnosis and treatment support is one of the main factors in health care. Traditional methods of diagnosis in person between patients and physicians in order to monitor and maintain health stability is getting hard to do. This is because many of the obstacles that arise, whether financial constraints, geography, and time. Telecommunications in particular information technology can help overcome these problems, which will indirectly help the development of health systems in the country. One solution that can be used is the application of m-Health in the health system. m-Health is defined as the use of mobile communications and network technologies in the conduct of health care. Pattern application is using mobile phones as point-of-care device. Only, the application of a new technology in a country can not simply be done. There are factors that need to be taken to ensure that the application of new technologies can run optimally. The study aims to determine the extent to which the feasibility of applying the m-Health for the diagnosis and support for health care in developing countries by using a case study of Indonesia. The research was conducted using causal comparative methodology for the application of m-Health in developed countries. Feasibility analysis will be conducted on four aspects, namely the economic, technological, social, and organizational.

Page 1 of 29 | Total Record : 285


Filter by Year

2008 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) ##issue.vol## 11, ##issue.no## 2 (2015): Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 11, ##issue.no## 1 (2015): Jurnal Sistem Informasi Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) ##issue.vol## 10, ##issue.no## 2 (2014): Jurnal Sistem Infrmasi ##issue.vol## 10, ##issue.no## 1 (2014): Jurnal Sistem Informasi Vol 9 No 2 (2013): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) Vol 9 No 1 (2013): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) ##issue.vol## 9, ##issue.no## 2 (2013): Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 9, ##issue.no## 1 (2013): Jurnal Sistem Informasi Vol 8 No 2 (2012): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) Vol 8 No 1 (2012): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) ##issue.vol## 8, ##issue.no## 2 (2012): Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 8, ##issue.no## 1 (2012): Jurnal Sistem Informasi Vol 7 No 2 (2011): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) Vol 7 No 1 (2011): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) ##issue.vol## 7, ##issue.no## 2 (2011): Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 7, ##issue.no## 1 (2011): Jurnal Sistem Informasi Vol 6 No 2 (2010): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) Vol 6 No 1 (2010): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) ##issue.vol## 6, ##issue.no## 2 (2010): Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 6, ##issue.no## 1 (2010): Jurnal Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2009): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) Vol 5 No 1 (2009): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) ##issue.vol## 5, ##issue.no## 2 (2009): Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 5, ##issue.no## 1 (2009): Jurnal Sistem Informasi Vol 4 No 2 (2008): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) Vol 4 No 1 (2008): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System) ##issue.vol## 4, ##issue.no## 2 (2008): Jurnal Sistem Informasi ##issue.vol## 4, ##issue.no## 1 (2008): Jurnal Sistem Informasi More Issue