cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ISTEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
EKSPLORASI, IDENTIDFIKASI, DAN PERBANYAKAN TANAMAN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE GENERATIF DAN VEGETATIF Chaidir, Liberty; Epi, Epi Epi; Taofik, Ahmad
JURNAL ISTEK Vol 9, No 1 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman ciplukan (Physalis angulata L.) merupakan tanaman obat yang belum banyak diketahui oleh masyarakat dari segi bentuk, manfaat maupun khasiatnya, sehingga tanaman ciplukan di petani belum ada yang membudidayakannya secara komersial. Penelitian perbanyakan tanaman ciplukan menjadi hal penting sebagai awal untuk membudidayakannya secara komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil perbanyakan tanaman ciplukan secara generatif dan vegetatif. Penelitian pada cara vegetatif ini dilaksanakan di Kebun Jurusan Agroteknologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sejak bulan Mei – Juni 2014, pada cara generatif dilakukan di Rajawali Timur Gang Dunguscariang Andir Bandung sejak bulan Juni – Juli 2014. Metode yang digunakan dengan cara eksperimental antara lain Cianjur, Garut, dan Bandung. Metode pertama menggunakan cara generatif yaitu dengan membuat benih sendiri dan uji viabilitas benih, metode kedua menggunakan vegetatif yaitu dengan cara stek runduk. Hasil penelitian menunjukan bahwa cara generatif yaitu warna cangkap benih berpengaruh terhadap persentase kecambah normal. Kecambah normal tertinggi pada cangkap kuning sebanyak 11,42%, agak kuning 6% dan cangkap kering 0%, sedangkan hasil penelitian pada cara vegetatif, tanaman ciplukan dapat diperbanyak dengan cara vegetatif yaitu dengan cara stek runduk. Tanaman ciplukan dapat diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif.
STUDI PENENTUAN UPAH DASAR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS MELALUI PENDEKATAN EVALUASI JABATAN Karma, Hendri; Faroqi, Adam
JURNAL ISTEK Vol 8, No 1 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap perusahaan memiliki sumber daya yang terbatas, apapun jenis sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, sumber daya manusia tetaplah menjadi hal yang terpenting dan strategis diantara sumber-sumber daya yang lainnya, karena sumber daya yang lainnya dikelola oleh manusia itu sendiri. PT. Sinar Terang Logam Jaya Bandung merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi Spare Part dan komponen lainnya. Masalah yang dihadapi perusahaan yaitu tentang kebijakan pengupahan yang dinilai karyawan belum wajar. Padahal motivasi kerja karyawan harus selalu diperhatikan agar produktivitas kerja dan loyalitas karyawan dapat ditingkatkan sesuai dengan harapan perusahaan. Salah satu pendorong untuk meningkatkan motivasi kerja adalah pemberian penghasilan yang wajar kepada semua karyawan. Dalam penelitian ini penulis ingin memberikan sumbangsih terhadap kemajuan perusahaan sehingga dapat menghindari subyektifitas terhadap evaluasi jabatan dan diharapkan dapat memberikan usulan sistem upah dasar yang dapat lebih memberikan jaminan keadilan dan kewajaran bagi para karyawan. Metoda yang digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam penelitian ini adalah pendekatan evaluasi jabatan dengan menggunakan metoda point system. Dari hasil evaluasi jabatan terdapat perbedaan bobot pada masing-masing jabatan. Dimana dapat diketahui bobot terbesar untuk Direktur yaitu 484 dan bobot yang terkecil yaitu 313 untuk operator dies. Penyusunan sistem upah berdasarkan evaluasi jabatan dengan menggunkan point system ini memberikan hasil yang cukup baik, karena didasari oleh obyektivitas asas adil dan wajar. Upah dasar yang diperoleh lebih besar dari upah dasar yang berlaku sekarang. Sistem upah yang diberikan saat ini hanya berdasarkan golongan atau klasifikasi jabatan dan lamanya bekerja, sedangkan sistem upah yang dipergunakan pada penelitian ini menggunakan karakteristik-karakteristik atau kontribusi tugas dari jabatan yang diemban, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
KONSEP TOTAL QUALITY MANAGEMENT DAN SERVICE QUALITY DALAM PENGEMBANGA PENDIDIKAN TINGGI ISLAM (Sebuah konsep Pengembangan TQM dan SQ untuk Fakultas Sains dan teknologi) Rusdiana, Rusdiana Rusdiana
JURNAL ISTEK Vol 7, No 1 (2013): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quality is at the top of most agenda and improving quality is probably the most important task facing any situation. Of course, we all know quality when we experience it, but describing and explaining it is a more difficult task. In our everyday life, we usully take quality for granted, especially when it is regularly provided. The best organizations, whether public or private, understanding quality and know its secret. While, service quality characteristics especially education, are more difficuli to define than those for physical products. This because the in¬clude many important subjective elements. For purposes of analysing quality it is more appropriate to view education as a service industry than as a production process. In TQM, staff members are known as internal customers and students or learners are primary external customesr or clients. This article describes Total Quality Management and Service Quality for improving higher education organization. Two cases in Total Quality Management, and Service Quality are discussed and analyzed to show a little example of higher education organization in Indonesia that has not been performed Total Quality Management and Service Quality yet. The Result of the analysis proves this. Then, authors also show how Total Quality Management as the philosophy can be achieved in higher education organization.quality culture.
PENGARUH CO2 TERHADAP PERTUMBUHAN STAURASTRUM sp Salim, Mohamad Agus; Yuniarti, Yeni; Hasby, Rizal Maulana
JURNAL ISTEK Vol 5, No 1-2 (2011): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh induksi CO2 terhadap pertumbuhan sel mikroalga air tawar Staurastrum sp. Kultur dilakukan dalam skala laboratorium pada tabung Erlenmeyer yang telah berisi Medium Basal Bold (MBB). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 3 taraf : induksi karbondioksida (CO2), induksi udara, dan kontrol (tanpa perlakuan). Pertumbuhan sel Staurastrum sp pada perlakuan induksi udara mencapai puncak yang sama dengan kontrol pada hari ke-11, dengan kepadatan selnya 1.063.166 sel.ml-1 dan pada kontrol 385.833 sel.ml-1. Pada perlakuan induksi CO2 puncak pertumbuhan ada dua yaitu hari ke-9 dengan kepadatan sel 772.793 sel.ml-1 dan pada hari ke-13 sebesar 436.888 sel.ml-1. Laju pertumbuhan kultur sel Staurastrum sp maksimal pada perlakuan induksi CO2 yaitu 1,59 pembelahan sel.hari-1 pada hari ke-6,87, pada perlakuan induksi udara yaitu 1,49 pembelahan sel.hari-1 pada hari ke-7,69, dan pada kontrol yaitu 1,05 pembelahan sel.hari-1 pada hari ke-3,96. Pada akhir pengamatan, pH medium kultur dengan perlakuan induksi CO2 mencapai angka 9,1 pada perlakuan induksi udara 8,3 dan pada kontrol 7,6. Biomassa tertinggi sel Staurastrum sp pada perlakuan induksi CO2 2,4 g.l-1 diikuti perlakuan induksi udara 2,1 g.l-1 dan kontrol 1,6 g.l-1. Kadar klorofil tertinggi dari sel Staurastrum sp pada perlakuan induksi CO2 10,70 mg.l-1 diikuti pada perlakuan induksi udara 10,57 mg.l-1 dan kontrol 7,84 mg.l-1 .
PENGGUNAAN OIL BACTER, ENDOMIKORIZA DALAM FITOREMEDIASI OILY SLUDGE DENGAN TANAMAN SENGON (PARASERIANTHES FALCATARIA L. NIELSEN) TERHADAP BIOSURFAKTAN DAN TOTAL PETROLEUM HYDROCARBON (TPH) Rossiana, Nia; Supriatun, Titin; Sumiarsa, Dadan
JURNAL ISTEK Vol 6, No 1-2 (2012): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research have been done onusingwild-typebacteriaand endomycchorhiza; oil bacter1 (Pseudomonas sp., Alcaligenessp., Flavobacteriumsp.,), Oilbacter2 (Bacillus megaterium, Alcaligenessp., Flavobacteriumsp.)and endomycchorhiza biounpadin oily sludge phytoremediationdose30%, 35%withplantsengon(Paraserianthes falcatariaL.Nielsen). The study was conductedwithan experimental methoduse a Completely RandomizedDesign(CRD) with 4combinationbetween the consortiumof bacteriain different doses with 3replications.The mediumused is amixture ofoily sludgewith soilandsandin the ratio2:1. Mediumiscompostedfor 1month, then plantedsengoninoculated endomycchorhiza aged1 monthand leftfor 8months. The parametersanalyzedwere:biosurfactantproduction, oil content/TPH(Total Petroleumhydrocarbon(%),the population of bacteria/TPC(Total PlateCount) (CFU /colonyformingunits), pH, humidity(%), infectionendomyccorhizapercentage(%). The resultsupto 8monthsshowedthat thecombination of consortiumof oilbacter 1(Pseudomonas sp., Alcaligenessp., Flavobacteriumsp.,)dose of35% oily sludgeproducedbiosurfactant0.332g/L, decrease ofTPH 37.09%, endomyccorhizainfectionin plantssengon26.67% -36.67%, population of bacteria 2.67x 106CFU, pH ofthe mediumfrom 5.1 to 6.3and70-83% humidity of medium.
KADAR LIPIDA Scenedesmus sp PADA KONDISI MIKSOTROF DAN PENAMBAHAN SUMBER KARBON DARI HIDROLISAT PATI SINGKONG Salim, Mohamad Agus
JURNAL ISTEK Vol 9, No 2 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently microalgae received great attention since it can be used as a source of raw material for biofuel production that promises to be able to replace fossil fuels. Microalgae contain lipids that can be converted into biodiesel as a biofuel. The low content of lipids in microalgae cells is a barrier for producing biodiesel from microalgae cells on a large scale or commercial. Culture techniques microalgae Scenedesmus sp under mixotrophic conditions by providing a source of organic carbon in the form of cassava starch hydrolyzate ( CSH ) is expected to increase biomass and high lipid content. The purpose of this study was to determine the effect of CSH that can promote the growth and lipid content of microalgae Scenedesmus sp in culture with mixotrophic conditions. Experiment using a completely randomized design (CRD) with ten replications. Treatment consisted of four concentrations of CSH : 0 ( control ), 5, 10, and 15 gL-1. The results showed cell density and cell growth rate of Scenedesmus sp highest concentration achieved in the treatment of CSH 5 g.L-1, at 1.93 X 106 sel.ml-1 which occurred on day 9 and 0.43 sel.hari-1 respectively. While the highest biomass concentration achieved in CSH 5 gL-1 at 1.32 gL-1 and the highest lipid content achieved by treatment of CSH concentration of 10 gL-1 of 19.5 %. Sources of organic carbon in the form of CSH is able to increase the biomass and lipid content of cells cultured Scenedesmus sp under mixotrophic conditions.
APLIKASI MULTIMEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN MEMBACA, MENULIS, BERHITUNG (CALISTUNG) Faroqi, Adam; Maula, Barikly
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The future of information technology will involve a lots of using advance information technology and high speeds of communication technology within global network. With the basic of multimedia technology and supporting by advance high speeds computer system, the service information system may be published into more interest and real form within multimedia information form, also easy to manage and use for personal computer. Method of Development of peripheral of application multimedia use the Luther (Sutopo, 2003) method that is process used to assist the software developer in forming model from software which must be made. In this application making, using force in the form of aid of application of processor media draw the, animation, and also authoring consisted of by the Adobe photoshop, Adobe Director, Adobe Flash, and processor application voice the Sony Vegas. Interactive learner multimedia which helped by computer can help students to learn and understand how to read, write, and calculate. One of those interactive multimedia has been made to helps children in learning read, write, and calculate. Those multimedia program made by compound some animation, picture, film, and games which connected to material for reading, writing, and calculating. The virtual picture is used for children to understand and learn from the material by comparing with a real things in our life. This interactive learner multimedia was packed in compact disc form, which can operated with computer. Those interactive multimedia program built for children in PAUD grade especially in TK Kencana Sukabumi. With existing of this application hoped can give plus point for child and also for the other media in learner.
PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KNOWLEDGE MANAGEMENT UNTUK MEMBENTUK SHARING CULTURE PADA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SGD BANDUNG Alam, Cecep Nurul; Irfan, Mohamad
JURNAL ISTEK Vol 5, No 1-2 (2011): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowledge is the fact or condition of knowing something with familiarity gained through experience or association. Knowledge may be recorded in an individual brain or stored in organizational processes, products, facilities, systems and documents. In this era of globalization, appropiate adoption of Knowledge management is important for an organization, especially if they want to secure competitive advantage. Knowledge management is the process of transforming information and intellectual assets into enduring value. It connects people with the knowledge that they need to take action, when they need it. In the higher education sector, managing knowledge is considered key to achieving breakthrough competitive advantage. This paper presents a development of knowledge management systems in Faculty Science and Technology to build the sharing culture in Faculty Science and Technology UIN SGD Bandung. Believe that if our concept about knowledge management is adopted in our institutions, it will yield more benefits to increase the quality of knowledge sharing. There are four activities in this knowledge management systems, using knowledge, finding knowledge, creating knowledge and packaging knowledge. In this process we convert from tacit knowledge into explicit knowledge, so the knowledge can transfer into the other by the knowledge management portal.
PEMBELAJARAN IBADAH SHALAT DALAM PERPEKTIF PSIKIS DAN MEDIS Suparman, Deden
JURNAL ISTEK Vol 9, No 2 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagaimana diketahui bahwa shalat adalah merupakan pokok ajaran agama. Untuk mewajibkan ibadah shalat, Allah SWT langsung memanggil Rosulullah SAW ke langit melalui peristiwa Isra Mi’raj. Tentang shalat, dalam Al-Qur’an Allah SWT menyebut 100 kali, sementara penelusuran Kutubut Tis’ah (Kitab Hadist yang 9) kata shalat disebut 11.910 kali. Mengenai esensi ibadah shalat, bukan hanya sekedar pelaksanaan shalatnya tetapi dilihat dari mulai prosesnya seperti dari mulai berwudhu sampai bagaimana pengaruh dari pelaksanaannya. Shalat adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam yang telah memenuhi syarat (mukallaf). Dan shalat juga sebagai garis demarkasi antara muslim dan non muslim. Hal ini dapat dilihat dari sabda Nabi saw. yang artinya :”Perbedaan antara orang kafir (non muslim) dengan orang Islam adalah shalat”. Adapun makna shalat adalah :”Suatu perbuatan yang diawali dengan takbirotul ihrom (takbir pertama yang mengharamkan hal-hal yang halal sebelum dilakukan takbir) dan diakhiri dengan salam yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku”.Ada juga yang mengatakan bahwa shalat itu sebagai media olah raga yang bersifat jasmani dan rohani. Pendapat ini bisa diterima karena semua gerakan shalat itu mengandung unsur kesehatan. Dan jika seseorang mengalami gangguan penyakit atau kondisinya kurang sehat, maka tidak dapat melakukan shalat dengan baik dan benar. Apabila shalat itu dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan yang telah digariskan, maka akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan secara menyeluruh baik pisik maupun psikis. Hal ini telah dilakukan penelitian oleh dokter A. Saboe. Dia adalah seorang dokter muslim yang taat yang ingin membuktikan kebenaran ajaran Islam, khususnya masalah gerakan shalat dari awal hingga akhir.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA LEDAKAN KASUS MALARIA DI KECAMATAN CINEAM, KABUPATEN TASIKMALAYA PADA TAHUN 1998 Putra, Ramadhani Eka; B. Wicaksono, Satrio Aribowo
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 1998, kecamatan Cineam di kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria dengan jumlah kasus mencapai 800 kasus sehingga Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) kecamatan Cineam berada pada stratifikasi High Case Incidence (HCI). Kondisi berbeda terjadi pada tahun 2009 dan 2010 dimana jumlah kasus yang terjadi adalah 15 dan 6 kasus, secara berurutan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap faktor-faktor yang menyebabkan KLB malaria tahun 1998. Metoda pengambilan data dengan (1) pencuplikan nyamuk Anopheles menggunakan CO2 Trap di 5 dari 10 desa pada kecamatan Cineam untuk mengetahui populasi nisbi dari nyamuk vektor malaria dan (2) wawancara dengan petugas pemberantasan penyakit menular (P2M) yang bertugas pada PUSKESMAS kecamatan Cineam saat KLB pada tahun 1998. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini, dari 320 individu nyamuk Anopheles yang ditangkap, terdapat empat jenis nyamuk Anopheles dengan tingkat dominansi, Anopheles vagus (33,13%), Anopheles aconitus (28,75%), Anopheles barbirostris (23,75%), dan Anopheles kochi (14,38%) dimana hanya An. aconitus dan An. barbirostris yang merupakan vektor malaria. Keberadaan nyamuk Anopheles ini didukung oleh faktor klimat serta keadaan lingkungan setempat yang menyediakan feeding place, resting place, dan breeding site bagi nyamuk Anopheles. Walaupun demikian, keberadaan populasi nyamuk Anopheles bukan merupakan faktor utama penyebab KLB malaria, melainkan rendahnya pemahaman masyarakat pada penyakit ini. Hal ini ditunjukkan oleh rendahnya tingkat prevalensi malaria yang sangat rendah (Low Case Incidence) yaitu pada tahun 2009 dan 2010 (sebesar 0,44‰ dan 0,18‰ secara berurutan) setelah dilakukan penanggulangan penyebaran malaria dalam bentuk penyuluhan pada warga sejak KLB pada tahun 1998.

Page 1 of 17 | Total Record : 162