cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MAGISTRA
ISSN : 20872305     EISSN : 26152282     DOI : -
Core Subject : Education,
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman — ISSN (print) 2087-2305. diterbitkan oleh Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman (PKPI2) Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang sebagai media pengembangan kajian tentang ilmu-ilmu pendidikan dasar (Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar) dan Keislaman.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2013)" : 8 Documents clear
PELATIHAN SEBUAH SOLUSI DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU BAGI DOSEN IPA DI LINGKUNGAN PRODI PGMI saputro, budiyono
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.582 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v4i1.945

Abstract

Abstrak Perubahan struktur kurikulum SD/MI sudah tentu mempengaruhi struktur kurikulum pada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dengan Prodi PGMI merupakan Prodi yang menghasilkan guru kelas pada Madrasah Ibtidaiyah (MI). Proses dan metode perkuliahan yang dilakukan oleh dosen pada PGMI pun menyesuaikan. Kurikulum pada mata kuliah IPA dan Pen-didikan IPA serta Praktikum IPA adalah salah satu mata kuliah yang harus dikuasai dan diajarkan oleh dosen pada prodi PGMI. Program pembelajaran IPA dilaksanakan secara terpadu. Pada sisi lain latar belakang pendi dikan dosen bukan sepenuhnya berlatar belakang pendidikan IPA. Hal tersebut dikarenakan pada Lembaga Tenaga Kependidikan, IPA diberikan dalam spesifikasi yang  jelas yaitu: Pendidikan Biologi, Pendidikan Kimia dan Pendidikan Fisika. Pada Universitas bidang IPA terspesifikasi ilmu murni yaitu: Biologi, Kimia dan Fisika. Kenyat aan dilapangan kualifikasi dosen adalah berlatar belakang pendidikan yang memiliki spesifikasi bidang Biologi, Pen-didikan Biologi, Kimia, Pendidikan Kimia, Fisika, pendidikan Fisika serta Pendidikan IPA. Berdasarkan kualifikasi dan latar belakang pen didikan dosen tersebut, maka dalam pembelajaran dosen akan terfokus pada bidangnya masing-masing. Pem-belajaran yang demikian bukan merupakan pembelajaran IPA secara terpadu. Dari fakta tersebut maka diperlukan peningkatan kualitas profesionalisme dosen di Lem-baga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Kualitas akademik dosen menjadi sangat penting dan menjadi tolak ukur dalam pendidikan pada suatu program studi. Pelatihan merupakan salah satu program yang dapat dijadikan untuk mempertajam pengetahuan dan keterampilan bagi dosen. Program pelatihan diadakan dengan memfasilitasi dosen untuk peningkatan kualitas pengetahuannya agar  outputyang dihasilkan dalam lembaga pendidikan dapat memenuhi  tuntutan  stakeholder baik regional, nasional maupun internasional. Selain itujuga penyampaian materi, strategi pembelajaran dapat dicapai secara terpadu.Pembelajaran IPA terpadu akan lebih bermakna jika disertai dengan alat bantu, med ia dan metode yang kreatif dan inovatif. Pelatihan Pembelajaran IPA Terpadu pada P rogram PGMI merupakan solusi untuk memaksimalkan kemampuan dosen IPA yang berlatar belakang pendidikan Budiyono Saputro  Pelatihan sebuah Solusi dalam Pembelajaran IPA Terpadu …. sarjana Pendidikan Biologi, Kimia dan Fisika serta  Biologi murni, Kimia murni dan Fisika murni. Kata Kunci:pelatihan, pembelajaran, IPA Terpadu
PENDIDIKAN BERBASIS KESETARAAN GENDER: Studi Kebijakan Pemerintah dan Aplikasinya dalam Pendidikan Ulya, Inayatul
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.675 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v4i1.946

Abstract

Abstract Gender equality-based education is education that accommodate gender differences. This study aims to reveal the gender sensitivity insocial and educational as well as identify government policies in building gender equ ality and its applications in formal education. This study is qualitative with an inventory of government policies in building gender equality, and then analyze it with the reality of education in Indonesia. The approach used in this study is referring to the normative approach to the study of government policies in enforcing gender equality and its applications in formal education. The research data was collected using the techniques of literary study (library research). Materials that have been acquired and processed is described and analyzed by using descriptive interpretative paradigm and gender analysis. Although many efforts have been taken by the government for the realization of gender equality, but in the education sector still  show gender inequality. The indication can be seen from three aspects, they are not unequal participation in education for women, unequal educational material as well as the selection of majors unequal proportions of men and women. The phenomenon is not yet reflect the totality of gender equality education. Keywords:pendidikan, kesetaraan gender, kebijakan pemerintah
ANALISIS DETERMINASI MINIMNYA MINAT DOSEN DALAM PENELITIAN fatkuroji, fatkuroji
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.698 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v4i1.947

Abstract

Abstrak Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentrans-formasikan, mengembangkan, menyebarluaskan ilmu pen getahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kedudukan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional,yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Berkaitan dengan kedudukan dosen sebagai tenaga profesional dalam melaksana-kan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat serta meningkatkan dan mengem-bangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka dosen perlu membiasakan mengadakan penelitian. Berbicara mengenai motivasi dosen dalam penelitian pada dasarnya merujuk pada seberapa besar ia menyukai penelitian, karena penel itian merupakan bagian yang penting bagi kehidupan dosen dalam dunia kampus, sehingga apa yang disampaikan adalah kebenaran berdasarkan data dan fakta nyata,  bukan merupakan imajinasi atau ilusi pikiran dosen. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan dengan upaya penguasaan dan peningkatan  ilmu pengetahuan dan  teknologi . Selain manfaat bagi kehidupan manusia di satu sis i perubahan tersebut juga telah membawa manusia ke dalam era pe rsaingan global yang se-makin ketat. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka dosen perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas dirin ya. Oleh karena itu, pe-ningkatan kualitas sumber daya dosen merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif dan ef isien dalam proses pembangunan, kalau tidak ingin bangsa ini kalah bersaing dalam menjalani era globalisasi tersebut. Gejala minimnya minat dosen dalam penelitian merupakan preseden buruk bagi dunia kampus pada umumnya dan mahasiswa pada kususnya. Jika dosen tidak pernah melakukan sebuah penelitian maka dapat menghilangkan kompetensi fungsional yang dimilikinya. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh dosen adalah mampu melakukan penelitian (Tri Darma Perguruan Tinggi). Hal ini karena pekerjaan dosen adalah sebuah profesi yang menuntut peningkatan pengetahuan dan keterampilan terus menerus sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pesatnya perubahan pendidikan dilapangan. Atas dasar inilah maka dosen perlu melakukan penelitian agar yang disampaikan kepada mahasiswa bukan berdasarkan pada asumsi semata, intuisi, apalagi daya hayal, tetapi harus kebenaran yang logis, sistematis, ilmiah dan didukung oleh fakta. Berdasarkan diuraikan di atas, dapat difokuskan masalahnya adalah faktor apa saja yang menjadi determinasi rendahnya motivasi dosen dalam penelitian? Kata Kunci:determinasi, minat dosen, penelitian
KONTRIBUSI FILSAFAT PRAGMATISME TERHADAP PENDIDIKAN Cholid, Nur
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.144 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v4i1.948

Abstract

Pragmatisme merupakan solusi masyarakat Amerika yang akhirnya diadopsi oleh khalayak dunia dalam menghadapi problem materialisme sebagai ekses dari filsafat realisme yang berlebihan. Dengan memahami pemikirantersebut menciptakan perubahan yang luar biasa dalam kehidupan bermasyarakat dalam memahami sebuah realitas, pengetahuan, nilai maupun untuk memprosesnya melalui pen-didikan. Analisis dan kontribusi pragmatisme terhadap pendidikan tampaklah dalam impli-kasinya, diantaranya: (a) Pada tujuan pendidikan, memberikan pengalaman untuk penemuan hal-hal baru dalam hidup sosial dan pribadi. (b) Kedudukan siswa, sebagai suatu organisme yang memiliki kemampuan yang luar biasa dan kompleks untuk tumbuh. (c) Kurikulum, berisi pengalaman yangteruji yang dapat berubah. Minat dan kebutuhan siswa yang dibawa di sekolah dapat menentukan kurikulum. Menghilangkan perbedaan antara pendidikan liberal dengan pendidikan praktis atau jabatan. (d) Metode, memunculkan metode aktif yaitu   learning by doing (belajar sambil bekerja) dan  problem solving. (e) Peran guru untuk mengawasi dan mem-bimbing pengalaman belajar siswa, tanpa mengganggu minat dan kebutuhannya. Kata Kunci:kontribusi, filsafat pragmatisme, pendidikan
MEMBANGUN KREATIVITAS ANAK DARI SEGI KOGNISI DAN AGAMA Husni, Dzatil
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.598 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v4i1.949

Abstract

Abstrak Anak memiliki kecenderungan bakat dan minat tertentu, namun hendaknya orang tua tetap mengarahkan anak ke jalan yang benar menurut agama, karena dunia hanya tempat singgah sementara, ada kampung akhiratyang lebih abadi untuk ditinggali, kendatipun demikian manusia tidak bolehmelupakan nasibnya di dunia (QS. al-Qashash [28]: 77). Maka kewajiban orang tua menyiapkan anak untuk memiliki bekal menjadi manusia yang bermutu sesuai dengan kualifikasi mutu yang diminta dunia dan akhirat. Karena jika manusia ingin bahagia dunia akhirat hendak-lah ia menguasai ilmu mengenai keduanya. kreativitas bukanlah sesuatu yang  given, melainkan harus diupayakan untuk memilikinya, ada proses belajar yang harus dilewati, ada pengetahuan yang harus dikuasai sebagai basicdari kreativitas itu, juga kreativitas membutuhkankemauan/ desire. Kreativitas timbul sebagai usaha memahami dan men gatasi kesenjangan/ kesulitan hidup. Kreativitas berfungsi ketika manusia bertingkah laku berevolusi, menyesuaikan diri terhadap perubahan alam. Berarti dibutuhkan  will dalam mem-bangun kreativitas. Bisa dipahami juga bahwa kreativitas hanya bisa dimiliki oleh mereka yang mempunyai curiosity. Curiosityitu yang menjadi pendorong untuk bisa melakukan sesuatu demi mengatasi kondisi tertentu. Kata Kunci:membangun, kreativitas anak, kognisi, agama
PENDIDIKAN POLITIK BERBASIS PEMIKIRAN ISLAM HUMANITER Husna, Asmaul
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.905 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v4i1.950

Abstract

Abstrak Nilai-nilai moral yang dibawa al-Qur'an—menurut kalangan Islam humanis—secara substansialis telah memberikan panduan yang jelas b agaimana kehidupan manusia dibangun berdasarkan nilai-nilai keadilan dan kesamaan. Tujuan utama al-Qur'an tersebut adalah memberikan panduan berupa nilai-nil ai dan perintah-perintah etik sosial kemasyarakatan dijunjung tinggi dan bersifat mengikat dalam kegiatan-kegiatan sosio-politik umat manusia. Karena itu, keharusan m enegakan nilai-nilai etik-moral dari al-Qur'an menjadi keharusan bagi umat Islam, kapan dan dimanapun berada dengan cara yang positif-konstruktif. Pada titik inilah le tak ruang gerak dari penafsiran-pemahaman yang harus selalu dikontekstualisasikan dengan perkembangan kon-temporer. Pendidikan politik berbasis ppemikiran Is lam humaniter didasarkan pada nilai-nilai humanisme yang merupakan hakikat manusia. Materi pendidikan politik ini harus diupayakan untuk membangun kesadaran manusia secara mendasar.Kata Kunci:pendidikan politik, Islam humaniter
GAMBAR ANIMASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Zulaikhah, Zulaikhah
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.647 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v4i1.951

Abstract

Abstrak Media gambar animasi yang berupa film atau video merupakan media yang digunakan untuk mengkomunikasikan pesan pada siswa pada pembelajaran IPS meliputi bentuk-bentuk atau unsur-unsur verbal (teks atau kata-kata),  sound/suara, juga unsur-unsur grafik (gambar dan yang sejenis gambar)sepertidrawing/lukisan, chart ,gambar/foto warna dan sejenisnya, poster dan kartun, dimana sumber-sumber media tersebut bisa berasal dari textbook, bahan-bahan referensi, koran, jurnal, baik yang dibuat sendiri oleh guru, ahli media maupun siswa. Media gambar animasi termasuk media yang masih jarang dipakai dalam pembelajaran IPS. Hal ini dikarena-kan guru belum terbiasa menggunakan dan mengilustrasikan materi dengan gambar, padahal jika gambar animasi dibuat dan disajikan sesuai dengan per-syaratan yang baik, tentu akan menambah semangat dan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Media gambar animasi, dapat memberi gagasan dan dorongan kepada guru dalam mengajar anak-anak Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah agar lebih kreatif dalam mengembangkan alat peraga agar para murid menjadi senang belajar.Kata Kunci: gambar animasi, media pembelajaran
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SENI RUPA MELALUI MEDIA FOTOGRAFI Murhono, Murhono
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.324 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v4i1.1295

Abstract

Pembelajaran gambar perspektif membekali siswa agar mampu mengungkap obyek di atas bidang gambar sesuai dengan apa yang dilihatnya atau sesuai bentuk yang sesungguhnya. Fakta hasil pembelajaran tersebut belum seperti yang diharapkan,  setelah dilakukan  analisis lebih rinci terhadap penyebab rendahnya hasil belajar tersebut, diketahui metode guru dalam mengajar diduga sebagai faktor penyebab utama. PTK ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar seni rupa pada materi gambar pespektif di kelas XII IPA 5 SMA Negeri 1 Pemalang Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan subyek penelitian sebanyak 38 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, kuesioner, dan hasil uji produk (unjuk kerja). Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa pada pembelajaran gambar perspektif dengan memanfaatkan media pembelajaran fotografi sebesar 52,57%, 2) Tingkat aktifitas siswa dalam pembelajaran pada kategori sangat aktif 52,42%, aktif 40 %, dan cukup aktif 6,58 %, 3) Tingkat persepsi siswa dalam pembelajaran pada kategori sangat setuju/sangat senang 76,32 %, setuju/senang 21,05 %, dan cukup setuju/cukup senang 2,63 %, dan 4) Tingkat kinerja guru dalam pembelajaran mencapai keoptimalan sebesar 94,11 %. Hasil penelitian di atas diharapkan sebagai motivasi, masukan, ataupun referensi sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan. Kata Kunci:  hasil belajar, gambar perspektif, pembelajaran fotografi

Page 1 of 1 | Total Record : 8