cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MOMENTUM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
ANALISA KEAUSAN DISC BESI COR DENGAN METODE MATEMATIKA SEDERHANA MENGGUNAKAN TRIBOMETER PIN-ON-DISC TANPA PELUMAS Syafa’at, Imam; Khalim, Abdul; Darmanto, Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.989 KB)

Abstract

Semakin maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang mechanical engineering khususnya di bidang tribologi, maka akan semakin banyak terungkap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi umur pemakaian  komponen dari sebuah mesin. Besi cor adalah salah satu bahan untuk membuat komponen dari suatu mesin. Penelitian kali ini menggunakan tribometer pin-on-disc dengan besi cor A (79.5 HRB), besi cor B (82 HRB) dan besi cor A (86.5 HRB) sebagai disc dan bola baja AISI 52100 berdiameter 8,0 mm dengan kekerasan 60 HRC sebagai pin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan material disc dan ukuran diameter pin terhadap nilai lebar kontak keausan, koefisien keausan berdimensi, volume dan tinggi keausan yang terjadi pada besi cor. Kajian juga membandingkan hasil keausan dengan berbagai model yang yang telah ada sebelumnya. Analisa perhitungan menggunakan penurunan geometri berdasarkan rumus matematika dasar sederhana dan menggunakan metode penurunan persamaan Archard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebar kontak keausan, koefisien keausan berdimensi (KD), ketinggian keausan (h) dan volume keausan (V) mempunyai hubungan berbalik nilai dengan kekerasan material dan senilai dengan jarak sliding (s). Ukuran diameter pin mempunyai hubungan sebanding dengan lebar kontak aus, koefisien keausan berdimensi (KD), ketinggian keausan (h) dan volume keausan (V). Semakin keras suatu material maka keausan yang terjadi akan semakin kecil.Kata kunci: keausan, besi cor, pin-on-disc, Archard, metode sederhana
PENGARUH TURBOCHARGER TERHADAP DAYA PADA MOTOR DIESEL Purwanto, H.
MOMENTUM Vol 1, No 1 (2005)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internal Combustion Engine atau motor pembakaran dalam adalah mesin kalor untuk mengubah energi sehingga energi tersebut dapat dimanfaatkan langsung oleh manusia yang salah satu jenisnya adalah motor bakar diesel. Motor bakar diesel ini manfaat dan penggunaannya besar sekali bagi manusia untuk mengubah energi kimia (termal) menjadi energi mekanik (gerak). Untuk meningkatkan daya/tenaga dapat digunakan sebuah alat yang disebut turbocharger yaitu sebuah blower yang digerakkan oleh gas sisa pembakaran untuk memberikan tekanan pada udara masuk pembakaran sehingga memberikan tekanan awal yang lebih tinggi dari pada tekanan normal. Dalam analisa ini dengan penambahan turbocharger untuk mesin diesel 4 langkah 3000 cc, 1300 rpm, 4 silinder segaris akan meningkatkan daya motor dari 74,5264 hp menjadi 150,4516 (belum termasuk rugi-rugi turbo). Kata kunci : Motor Diesel, Turbocharger, Daya.
PROSES PIROLISIS ECENG GONDOK ( EICHHORNIA CRASSIPES) MENJADI KARBON AKTIF DENGAN BAHAN PENGAKTIF NATRIUM KLORIDA ( NaCl) Ratnani, R.D
MOMENTUM Vol 1, No 1 (2005)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eceng Gondok ( Eichhornia Crassipes ) untuk sementara ini dianggap oleh sebagian besar masyarakat sebagai tumbuhan pengganggu ekosistem air, karena dari berbagai upaya untuk memberantas limbah ini belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Dengan adanya penelitian lebih lanjut diharapkan dapat memberikan nilai tambah dari eceng gondok. Salah satu alternatifnya adalah dibuat menjadi karbon aktif. Proses pembuatan karbon aktif dijalankan dalam suatu reactor yang dilengkapi pemanas. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) sebanyak 5 gram direndam dalam Natrium Klorida pada sejumlah berat tertentu selama 30 menit setelah itu ditiriskan dan dimasukkan kedalam reactor dalam waktu yang bervariasi serta dengan suhu dan jumlah pengaktif yang sudah ditentukan. Hasil pengarangan  kemudian didinginkan lalu dicuci dengan aquadest panas untuk menghilangkan sisa–sisa Natrium Klorida dan akhirnya dikeringkan dalam oven sampai dicapai berat konstan. Pirolisis eceng gondok dengan pengaktif Natrium Klorida mengikuti reaksi tingkat satu. Adapun variable yang dipelajari pada penelitian ini adalah suhu karbonasi, waktu karbonasi, dan jumlah pengaktif. Dari hasil penelitian ini diperoleh kondisi operasi yang optimum yaitu suhu karbonasi 300 oC, waktu karbonasi 70 menit dan berat pengaktif 16 gram, konversi yang dicapai 0.68100 bagian dalam waktu 70 menit dengan nilai konstanta kecepatan reaksi ( k) = 1.006. 10-2 menit –1 . Dengan  persamaan matematika sebagai berikut : Y( X) = 6.06020.10-1 +  1.006.10-2 X dengan Y(X) = - ln ( 1- x ), X= t (waktu reaksi, menit ),  x = konversi . Kata kunci  : Eichhornia Crassipes, karbon aktif, Natrium Klorida, Pirolisis
SISTEM KOMUNIKASI SPEKTRUM – TERSEBAR ( Spread Spectrum System Communication ) Riyantomo, A
MOMENTUM Vol 1, No 1 (2005)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keunggulan dan ketepatan dari sistem komunikasi digital menyebabkan sistem ini menjadi pilihan bagi pemakainya. Berkembangnya sistem komunikasi ini tidak terlepas adanya tuntutan dari kebutuhan manusia akan adanya suatu sistem komunikasi yang handal.  Sistem Komunikasi spektrum - tersebar  merupakan satu dari sekian jenis sistem komunikasi digital, karena dalam pengiriman sinyal informasinya menggunakan kode-kode digital yang dihasilkan dari suatu pembangkit sinyal yang disebut dengan pseudo-random generator . Kode ini mempunyai sifat seperti derau sehingga disebut sebagai kode ganguan-semu (Pseudo-Noise Code ). Keunggulan sistem komunikasi ini adalah Tahan terhadap gangguan dan interferensi, mempunyai kemampuan akses jamak, pengalamatan yang selektif, kerahasiaan informasi lebih terjamin dan tahan terhadap efek multipath.   Kata Kunci : Spektrum-tersebar, kode-gangguan semu
ANALISA KERUGIAN PEMIPAAN AIR PADA SAMBUNGAN ELBOW Darmanto, .
MOMENTUM Vol 1, No 1 (2005)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sistem pemipaan tidak bisa terlepas dari kerugian akibat sistem  pemipaan itu sendiri. Analisa kerugian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kerugian yang ditimbulkan oleh sambungan elbow dalam sistem pemipaan air. Alat penelitian yang digunakan sistem tertutup dimana air disirkulasi dengan menggunakan pompa sentrifugal. Data output dari alat ini merupakan beda ketinggian level air  pada selang ukur sebelum dan sesudah melewati sambungan elbow. Dari data tersebut akan diperoleh head kerugian sambungan.   Kata kunci : Elbow, heat, kerugian
PENENTUAN NILAI ENERGI AKTIVASI DAN FAKTOR TUMBUKAN PADA PEMBUATAN GLISEROL DARI REAKSI ANTARA SODA DAN MINYAK GORENG CURAH Sumantri, Indro; Rachmaniah, .; Hapsari, T
MOMENTUM Vol 1, No 1 (2005)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan faktor tumbukan, energi aktivasi, orde reaksi, konstanta kecepatan reaksi, dan kondisi optimum reaksi dari reaksi saponifikasi minyak kelapa curah. Minyak kelapa dan larutan NaOH dimasukkan dalam reaktor berpengaduk dengan komposisi tertentu dan kecepatan pengadukan yang konstan selama satu jam. Reaksi dilakukan pada suhu 400C sampai dengan 1000C. Sampel diambil untuk dianalisis setiap 10 menit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jenis reaksi yang terjadi adalah reaksi searah dengan orde reaksi 0,5 terhadap gliseril tristearat, konstanta kecepatan reaksi (k) berdasarkan signifikansi (R2) optimum dicapai pada suhu 700C dengan harga k adalah 3,38x10-3 mol/L.det dan siginifikansi sebesar 95,36 % untuk ralat maksimum 5 %.dan harga Ea : 1345,85 mol/L.detik dan A : 0,017.   Kata Kunci : faktor tumbukan, energi aktivasi,  minyak goring  curah, gliserol,  larutan NaOH
ANALISIS PERPINDAHAN KALOR PADA LORONG API KETEL UAP Priangkoso, Tabah
MOMENTUM Vol 1, No 1 (2005)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan lorong api ketel uap melibatkan perhitungan kekuatan bahan dan perpindahan kalor dari pembakaran bahan bakar ke air melalui dinding lorong api. Ketidakseimbangan laju perpindahan kalor pada dinding lorong api akan menyebabkan peningkatan temperatur dinding secara terus menerus yang akan menyebabkan kegagalan konstruksi lorong api. Dengan demikian perencanaan lorong api harus mempertimbangan kekuatan bahan dan laju perpindahan kalor pada dinding lorong api. Kata kunci: lorong api, laju perpindahan kalor, konstruksi.
RANCANG BANGUN MESIN PENGERING KERUPUK UNTUK INDUSTRI KECIL KERUPUK waluyodjati, agung; Darmanto, .
MOMENTUM Vol 1, No 1 (2005)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengeringan pada dasarnya merupakan usaha untuk mengurangi kandungan air yang ada pada obyek yang dikeringkan. Kandungan air yang ada telah menyatu dalam benda. Proses yang bisa digunakan untuk mengeluarkan kandungan air tersebut adalah proses penguapan. Proses ini dapat berlangsung apabila obyek yang dikeringkan diberi pemanasan, baik dengan memanfaatkan sinar matahari atau diberi sumber panas lain, baik secara elektrik maupun dengan menggunakan nyala api. Sumber pemanas yang menggunakan nyala api biasanya menggunakan nyala api dari kompor atau dari kayu bakar, tetapi kebanyakan dari mesin pengering  menggunakan nyala api kompor. Nyala api kompor merupakan sumber panas yang digunakan untuk seluruh pemanasan yang ada dalam sistim pengeringan kerupuk ini. Panas yang diakibatkan oleh nyala api kompor memanaskan udara disekeliling api, panas akan merambat naik ke atas melalui udara, Panas ini akan berpindah ke benda-benda yang dilaluinya yang mempunyai temperatur lebih rendah, termasuk dalam hal ini digunakan untuk memanasi plat stabilisator yang letaknya persis di atas nyala api  tersebut. Perpindahan panas dari nyala api kompor ke pelat yang ada di atasnya  berlangsung secara konveksi bebas dan besarnya laju perpindahan panas tergantung dari perbedaan temperatur udara panas dan temperatur permukaan plat stabilisator.   Kata kunci : Mesin pengering, plat stabilisator, konveksi bebas, laju perpindahan panas
PENGARUH VARIASI KECEPATAN PUTAR DALAM METODE STIR CASTING TERHADAP DENSITAS DAN POROSITAS Al- SiC UNTUK APLIKASI BLOK REM KERETA API wilastri, S.; Bayuseno, A.P.; Nugroho, S.
MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang densitas dan porositas pada Al-  SiC yang dihasilkan dari proses pengecoran dengan metode stir casting dengan variasi putaran 300, 500, dan 700 rpm dengan lama waktu pengadukan 10 menit. Pada penelitian ini Al yang digunakan adalah Al hasil limbah produksi dengan penambahan SiC sebesar 10% sebagai penguat yang dicampurkan pada saat pengecoran. Hasil penelitian ditemukan densitas Al-SiC untuk semua variasi putaran, lebih rendah dari besi cor  yaitu 2,75; 2,69 dan 2,66 g/cm3, itu berarti bahwa blok rem kereta api yang terbuat dari Al- SiC lebih ringan massanya daripada blok rem kereta api yang terbuat dari besi cor ( 7,2 g/cm3). Dengan harapan bahwa semakin ringan komponen kereta api akan semakin meningkatkan kehandalan kinerjanya.  Sedangkan  untuk porositas, Porositas yang diperoleh nilainya hampir sama yaitu 0,9900; 0,9902 dan 0,9903. Nilai porositas yang diperoleh dari variasi putaran sangat rendah, sehingga proses pengecoran dengan stir casting dianjurkan untuk mengurangi porositas. Kata kunci: Al- SiC, Stir Casting, densitas, porositas.
PENGARUH ADITIF Zn2+ TERHADAP PEMBENTUKAN KERAK GIPSUM DALAM PIPA Sutrisno, Sutrisno; Muryanto, S.; Bayuseno, A.P.
MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerak gypsum (CaSO4.2H2O)  yang terjadi dalam pipa sangat merugikan bagi industri karena mengakibatkan penyempitan penampang, mempertebal dinding, menghambat  pemindahan panas dan memperlambat waktu proses. Oleh karenanya, kerak gipsum harus dicegah atau dihambat pertumbuhannya. Pertumbuhan kerak gipsum dipengaruhi oleh konsentrasi, temperatur dan laju alir serta impuritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aditif Zn2+ terhadap pembentukan kerak gipsum. Percobaan pembentukan kerak gipsum dilakukan dengan mereaksikan larutan  CaCl2.2H2O dengan  larutan  NaSO4 dalam alat uji  yang telah dirancang. Percobaan dilakukan dengan konsentrasi aditif 0 ppm  –  10 ppm pada suhu kamar, konsentrasi Ca2+3500 ppm, laju alir 30 ml/menit dan pipa uji stainless steel.   Hasil dari penelitian ini menunjukkan penambahan  aditif Zn2+ mengakibatkan naiknya waktu induksi dan menurunnya massa kerak dan menjadikan ukuran kristal lebih  kecil dan pendek. Hasil pengujian morfologi, komposisi dan kemurnian menunjukkan bahwa kerak hasil percobaan benar-benar gipsum. Keywords : additive, gypsum, scale, zinc

Page 1 of 25 | Total Record : 246