Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
Published by UPN Veteran Yogyakarta
ISSN : -     EISSN : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic" : 10 Documents clear
DATA ACQUISITION IN RUNNING TRIPLE COMBO, A COMBINATION OF MEASUREMENT WHILE DRILLING (MWD) AND LOGGING WHILE DRILLING (LWD) WITH NUCLEAR LOGGING TOOL, ASSESSED BY SAFETY ASPECTS

Setianingsih, Lilis Susanti

Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.592 KB)

Abstract

Drilling and exploration in oil and gas jobs require accurate yet fast data on formation being drilled. This type of activity utilizes services providing real time logs with triple combo combining MWD (Measurement While Drilling) and LWD (Logging While Drilling). The advanced technology of LWD and MWD lets the operator companies reach quick and precise decision regarding the drilling and exploration activities based on formation evaluation which can be presented in real time. Nuclear logging which can be included in a MWD and LWD triple combo presents formation evaluation through density and porosity logs. The technique adapted for the nuclear logging is by implementing density measurements by using Cs-137 gamma ray source while porosity measurements are obtained by using fast neutrons from americium oxyde-berryllium (AmBe). Data acquisition for real time data presentation is performed by attaching two pressure sensors and one depth sensor at the surface. As the triple combo is run with the whole three tools for MWD, Resistivity tool for getting resistivity logs and the nuclear logging tool to be put on the top of the formation, the sequence of procedures to follow are strictly specific. Requirement for safety to be concerned in LWD application with radioactive source is regulated by BAPETEN. Government Regulation No. 33/2007 about Safety for Ionizing Radiation and Security for Radioactive Source as well as Government Regulation No 29/2008 about Licensing for Utilization of Ionizing Radiation Source and Nuclear Material. The types of the well require concerns regarding the type of formation that can affect the risk in running the job. Based on the safety assessment done on practice in the field, most activities have complied with the existing regulation.

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI FIELD PROGRAMMABLE GATE ARRAY (FPGA) PADA ALAT IDENTIFIKASI ODOR

Sari, Dini Fakta, Rivai, Muhammad ( Program Pascasarjana,Jurusan Teknik Elektro, ITS, Surabaya ) , Mujiono, Totok ( Program Pascasarjana,Jurusan Teknik Elektro, ITS, Surabaya ) , Tasprian, Tasprian ( Program Pascasarjana,Jurusan Teknik Elektro, ITS, Surabaya )

Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1267.635 KB)

Abstract

Alat identifikasi odor merupakan peralatan yang dirancang untuk mengganti fungsi serta mengatasi keterbatasan sistem penciuman manusia. Alat identifikasi odor dapat diaplikasikan untuk pengawasan mutu produk makanan, minuman, dan industri kosmetik. Pada penelitian ini digunakan sampel odor yaitu bensin, minyak tanah, alkohol dan melon. Alat ini menggunakan deret sensor resonator kuarsa yang dilapisi oleh polymer yang berbeda-beda yaitu cellulose, dicyanoallylsilicone (OV-275), dan polyethylene glycol ester (PEG- 1540). Setiap sensor resonator akan menghasilkan perubahan frekuensi yang berbeda sebagai akibat adanya molekul odor yang terserap dipermukaannya. Data yang diperoleh dari deret sensor resonator kuarsa diaplikasikan pada perangkat FPGA Spartan 3E dengan Very High Speed Integrated Circuit Hardware Description Language (VHDL) sebagai bahasa pemrogramannya pada perangkat lunak Xilinx ISE Webpack 8.2i. Perangkat FPGA ini menangani pengukuran frekuensi (counter) secara pararel, latch, encoder, dan komunikasi serial. Artificial neural network merupakan representasi buatan dari otak manusia yang dapat diimplementasikan dengan menggunakan program komputer yang mampu menyelesaikan sejumlah proses perhitungan selama proses pembelajaran. Artificial neural network yang digunakan dalam penelitian ini dengan model Multi Layer Perceptron (MLP) dengan metode pelatihan Back Propagation (BP) yang merupakan bentuk topologi dari supervised artificial neural network yang dalam proses pelatihannya memerlukan pengawasan. Tingkat akurasi pembelajaran untuk mengklasifikasi melon pada 5000 epoch dengan 1 neuron pada lapisan tersembunyi sebesar 24,74%, dengan 5 neuron pada lapisan tersembunyi sebesar 98,36% dan dengan 10 neuron pada lapisan tersembunyi sebesar 99,48%. Tingkat akurasi pada saat pengujian sebesar 100%.

PROGRAM HOMER UNTUK STUDI KELAYAKAN PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA DI PROPINSI RIAU

Kunaifi, Kunaifi

Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.453 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang penggunaan program HOMER untuk merancang sistem pembangkit listrik hibrida (PLH) di sebuah desa terpencil di Propinsi Riau. HOMER adalah sebuah model komputer yang dikembangkan oleh The National Renewable Energy Laboratory (NREL) Amerika Serikat untuk optimasi desain sistem pembangkit listrik tersebar dengan output estimasi ukuran/kapasitas sistem, lifecycle cost, dan emisi gas rumah kaca. Desain sistem dilakukan di sebuah desa referensi bernama Saik yang akan memiliki sekitar 25 kW beban puncak dan konsumsi energi 180 kWh per hari, jika memiliki suplai listrik. Sistem yang direkomendasikan HOMER terdiri dari photovoltaic 5 kW, dua Darrieus Hydrokinetic Turbine (DHT) 3 kW, baterai 14.400 Ah, inverter 20 kW, dan generator diesel 18 kW sebagai back-up, yang dikonstruksi dalam konfigurasi parallel hybrid. Sistem tersebut mampu melayani 100% beban sepanjang tahun ditambah sekitar 21% kapasitas lebih untuk mengantisipasi pertumbuhan beban. Dengan arus sungai yang relatif lambat, kontribusi DHT pada energi output mencapai 55%. Biaya Operasi dan Perawatan (O&M) sistem ini rendah, namun biaya awal tinggi. Biaya energi (COE) lebih tinggi daripada tarif listrik di Riau, namun lebih rendah dari pada COE jika menggunakan generator diesel saja. Sistem ini melepaskan sekitar 19,7 ton CO2 per tahun, jauh di bawah emisi sistem jika hanya menggunakan generator diesel (580% lebih tinggi). Sebagai kesimpulan, HOMER adalah tool yang dapat membantu desainer sistem pembangkit listrik tersebar secara efektif dan efisien.

IMPLEMENTASI PERHITUNGAN DELAY SIGNAL RADAR SEKUNDER PADA MICROCONTROLLER

Kliwati, Sri

Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.219 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas implementasi perhitungan delay waktu signal radar sekunder pada microcontroller dengan menghitung nilai maximum signal beacon yang diterima oleh radio receiver. Algoritma yang digunakan adalah menentukan nilai maksimum dan index signal yang telah diakuisisi oleh microcontroller dan kemudian dirubah menjadi jarak. Signal beacon dikondisikan berupa sinus dengan salah satu gelombang mempunyai amplitudo yang lebih besar dibanding dengan yang lain. Percobaan yang telah dilakukan menunjukkan hasil perhitungan yang sama akurat dibanding dengan menggunakan PC. Implementasi ini dapat mereduksi beban kerja PC dalam memproses signal radar sekunder.

PEMBUATAN BAHAN DIELEKTRIKA EKSPONENSIAL ANTENA DWITUNGGAL UNIDIREKSIONAL 100 MHz KEATAS DENGAN VSWR 1,5 UNTUK MENINGKATKAN KINERJA KOMUNIKASI DATA

HW, Laurentius Aditya, Rokhmat, Mamat ( Program Studi Teknik Fisika, Institut Teknologi Telkom )

Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1253.215 KB)

Abstract

Penggunaan bahan dielektrik sangat berperan untuk meningkatkan kinerja antena dalam upaya untuk menunjang komunikasi data. Bahan dielektrik yang dipakai untuk kegunaan ini biasanya tidak datar diisi satu bahan saja, tetapi merupakan kombinasi dari beberapa bahan dielektrik. Beberapa penelitian telah berhasil dikembangkan bahan dielektrika dan paduan lainnya untuk penyekat konduktor dalam pengembangan antena Dwitunggal dan antena Bhinneka Tunggal Ika, yaitu antena baru berpita lebar. Khusus untuk antena Dwitunggal Ultra lebar telah pernah dikembangkan bahan dielektrika eksponensiel-diskrit. Untuk kesempatan kali ini akan dibuat dielektrika yang mempunyai impedansi intrisik gradual dan mempunyai impedansi yang berubah secara eksponensial.

ADVANCED FABRICATION TECHNIQUE AND THERMAL PERFORMANCE PREDICTION OF U-MO/ZR-ALLOY DISPERSION FUEL PIN FOR HIGH BURNUP PWR

Suwardi, Suwardi

Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.13 KB)

Abstract

In recent years, a novel class of zirconium alloys having the melting temperature of 990-1160 K has been developed. Based on novel zirconium matrix alloys, high uranium content fuel pin with U-9Mo has been developed according to capillaryimpregnation technique. The pin shows its thermal conductivityranging from 18 to 22 w/m/K that is comparably higher than UO2pellet pin. The paper presents the met-met fabrication and thermal performance analysis of the fuel in typical PWR. Thefabrication consists of mixing UO2 powder or granules and a novel Zr-alloy powder having low melting point, filling the mixture in a cladding tube that one of its end has been plugged, heating the pin to above melting temperature of Zr-alloy for an hour, natural cooling and heat treating at 300 K for ½ hr. The thermal analysis takes into account the pore and temperature distribution and high burn up effect to pellet conductivity. The thermal diffusivity ratio of novel to conventional fuel has been used as correction factor for the novel fuel conductivity. The results show a significant lowering pellet temperature along the radius until 1000 K at the hottest position. The analysis underestimates since the gap conductivity has been treated as decreased by 2 % fission gas released that is not real since the use of lower temperature, and also decreasing thermal conductivity by porosity formation will much lower. The analysis shows that the novel fuel has very good thermal properties which able to pass the barrier of 65 MWD/kg-U, the limit to day commercial fuel. The burn-up extension means less fresh fuel is needed to produce electricity, preserve natural uranium resource, easier fuel handling operational per energy produced.

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI GLOBAL POSITION SYSTEM DALAM DETEKSI POSISI MOBIL BERBASIS SHORT MESSAGE SERVICE

Wijayanti, Sari, Wulandari, Sari Ayu ( Progdi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Dian Nuswantoro, Semarang )

Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.188 KB)

Abstract

Pada zaman sekarang ini teknologi berkembang secara cepat dan pesat.Diantaranya dapat di temukan pada sistem pengaman kendaraan khususnya pada mobil. Terkadang manusia harus meninggalkan mobil untuk menyelesaikan beberapa hal dalam waktu yang lama. Kondisi seperti itu dapat menimbulkan adanya tindak pencurian yang merupakan tindakan kejahatan yang tak terduga. Untuk mengatasi masalah di atas adalah membuat alat keamanan dengan memanfaatkan teknologi GPS dan ponsel untuk mengetahui posisi benda bergerak berbasis mikrokontroler AT89S51 yang bekerja secara otomatis akan mengirimkan posisi benda yang berupa titik kordinat dengan cara mengirimkan SMS ke ponsel pada alat dengan format sesuai dengan yang telah ditentukan. Dengan demikian pemilik mobil dapat mengetahui posisi mobil bila telah terjadi pencurian dan dapat segera melapor ke pihak berwajib. Sehingga dapat memudahkan aparat dalam mengungkap kasus pencurian.

ALGORITMA STRATEGI UNTUK MENGHINDARI RINTANGAN PADA ROBOT SEPAK BOLA

Pratomo, Awang Hendrianto, Zakaria, Mohd Shanudin ( Center for Artificial Intelligence Technology, Fakulti Teknologi dan Sains Maklumat, Universiti Kebangsaan Malaysia, 43600 UKM Bangi Selangor, MALAYSIA ) , Prabuwono, Anton Satria ( Center for Artificial Intelligence Technology, Fakulti Teknologi dan Sains Maklumat, Universiti Kebangsaan Malaysia, 43600 UKM Bangi Selangor, MALAYSIA ) , Omar, Khairuddin ( Center for Artificial Intelligence Technology, Fakulti Teknologi dan Sains Maklumat, Universiti Kebangsaan Malaysia, 43600 UKM Bangi Selangor, MALAYSIA ) , Syeikh Abdullah, Siti Norul Huda ( Center for Artificial Intelligence Technology, Fakulti Teknologi dan Sains Maklumat, Universiti Kebangsaan Malaysia, 43600 UKM Bangi Selangor, MALAYSIA )

Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.231 KB)

Abstract

Robot sepak bola merupakan domain yang menarik untuk di kaji pada bidang robot otonom oleh para peneliti dan mahasiswa. Namun demikian untuk pengembangan (penulisan program, pengujian, dan debugging) robot dalam domain tersebut merupakan tugas yang tidak mudah. Makalah ini berkonsentrasi pada pengembangan posisi dan algoritma untuk menghindari rintangan pada robot sepak bola. Pada tahapan ini dikembangkan strategi dalam robot sepak bola seperti pergerakan dasar, tendangan ke arah gawang, dan pergerakan penjaga gawang. Formulasi yang digunakan untuk memposisikan dan menghindari rintangan pada robot sepak bola didasarkan pada pendekatan matematik. Formula ini dipergunakan untuk memastikan bahwa gerakan robot adalah tepat dan sesuai pada sasaran. Kecepatan pergerakan robot dihitung untuk mengatur ketepatan robot dalam menghindari rintangan yang ada. Teori mengenai pengaturan posisi dan koordinat robot (x,y) digunakan untuk menemukan rintangan dan menghindarinya. Penelitian ini mempergunakan simulasi dan pengujian untuk mengevaluasi penerapan algoritma yang dibuat. Fungsi untuk menendang, pergerakan obyek, dan menghindari rintangan telah berhasil dilaksanakan. Hasil yang didapatkan dapat dipergunakan sebagai bagian strategi dalam kompetisi robot sepak bola secara keseluruhan.

PEMODELAN MARKOV UNTUK KANAL HF AVAILABILITY PADA LINK MALANG-SURABAYA

Fathoni, Arif, Susetyo, Wismanu ( Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Kampus ITS Sukolilo Surabaya Indonesia ) , Hendrantoro, Gamantyo ( Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Kampus ITS Sukolilo Surabaya Indonesia )

Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.735 KB)

Abstract

Tersedianya kanal HF merupakan faktor penting dalam desain dan komunikasi. Model-model ketersediaan kanal HF sebagai fungsi waktu, lokasi geografis, dan aktivitas matahari telah dikembangkan beberapa tahun terakhir. Makalah ini meneliti tentang karakteristik model untuk avaibility kanal HF pada proses markov. Kanal HF ini bekerja pada frekuensi 3-30 Mhz dan memiliki panjang gelombang 100meter-10meter. Telah dilakukan pengukuran pada kanal HF dari jarak Malang-Surabaya (73 km) menggunakan frekuensi 6.3 Mhz. Pengukuran telah dilakukan selama 3 bulan (Januari, Februari, Maret 2009) menunjukan kondisi kanal propagasi HF Malang-Surabaya. Model ditunjukan dalam gambar grafik membandingkan data pengukuran dengan data analisa dalam model markov. Hasil dari penelitian berguna sebagai parameter keadaan HF link Malang-Surabaya. Data HF dibagi menjadi 4 waktu : pukul 03.00-05.59 WIB; 09.00-11.59 WIB; 15.00-17.59 WIB; 21.00-23.59 WIB, dimana pembagian ini mewakili karakteristik dari kanal HF pada rotasi bumi. Telah diberikan nilai T (threshold) dalam pengukuran yang bernilai -100.577 dBm. Kanal available apabila daya yang diterima kurang atau sama dengan dari nilai threshold diatas level noise. dan akan bernilai nonavailable apabila lebih besar dari nilai threshold. Parameter model Markov diambil dua state (available dan non-available) dari daya yang diterima pada pengukuran berdasarkan membandingkan nilai threshold yang ada. Sehingga didapatkan probabilitas transisi state 1 (available) dan state 0 (non-availabe). Sehingga pada akhirnya dibandingkan pemodelan propagasi HF dan pemodelan markov. Untuk waktu pagi hari didapatkan pada pemodelan propagasi 00 p = 92.81%, 01 p = 7.19%, 10 p = 3% dan 11 p = 97% sedangkan pada memodelan markov 00 p = 92.59%, 01 p = 7.41%, 10 p = 3.06%, dan 11 p = 96.94%

PENDETEKSI KEBAKARAN DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR SUHU LM35D DAN SENSOR ASAP

Faishal, Ahmad, Budiyanto, Maun ( Program Diploma Teknik Elektro, Sekolah Vokasi UGM, Yogyakarta )

Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.512 KB)

Abstract

Umumnya kebakaran diketahui apabila keadaan api sudah mulai membesar atau asap sudah mengepul keluar dari gedung. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peralatan pendeteksi kebakaran dengan memanfaatkan sensor elektronis, sehingga kebakaran dapat dideteksi secara dini. Digunakan dua sensor elektronis, yaitu tiga buah sensor asap dan tiga buah sensor suhu LM35D. Sistem akan bekerja ketika terdapat suhu dan asap. Pengolahan data untuk operasi logika dan operasi aritmatika digunakan mikrokontroler. Keluaran dari peralatan ini, berupa suara sirine dan mengaktifkan pompa air.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2014): Business Intelligence Vol 1, No 5 (2013): Network And Security Vol 1, No 4 (2013): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 2 (2013): Cloud Computing Technology Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2012): Network And Security Vol 1, No 1 (2012): Computation And Instrumentation Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 4 (2011): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2011): Network And Security Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2011): Computatinal Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 4 (2010): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 4 (2009): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2009): Network And Security Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 4 (2008): Network And Security Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2008): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2008): Computational More Issue