cover
Filter by Year
Edulib
S4
Sinta Score
ISSN : 20896549     EISSN : -
Edulib, practitioners in the field of LIS focuses on the main problems in the development of the information science, documentation science, library science, archieve, librarianship, and ICT in Library. It covers the theoretical and general aspects of Institutional management of information, information and libraries, libraries and communities in the 3.0 Era, libraries in all areas of education (formal, informal, informal), entrepreneurship information services, social librarianship, child and youth librarianship, curriculum and learning libraries, information literacy in all aspects of life, information society, and digital archives.
Articles
121
Articles
IMPLEMENTASI DIGITAL ASSET MANAGEMENT UPT PERPUSTAKAAN ITB

Furauki, Nurru Alfi Fazri, Sukmana, Ena

Edulib Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.763 KB)

Abstract

Abstrak. Perpustakaan merupakan salah satu lembaga yang memegang peranan sangat besar dalam hal penyediaan informasi, terutama terkait dengan keterbukaan informasi publik, literasi informasi, perkembangan pendidikan, serta penyebaran informasi dengan cepat dan tepat bagi masyarakat. Perpustakaan dituntut untuk melakukan perubahan-perubahan kearah yang inovatif, kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat sesuai dengan yang sudah dijelaskan dalam  UU Nomor 43 Tahun 2007 untuk lebih memperhatikan terkait eksitensi. Perpustakaan perguruan tinggi juga tentunya tidak terlepas dari dukungan teknologi informasi yang dijadikan suatu sarana dalam penyampian informasi bagi dosen atau mahasiswa. Penggunaan Digital Asset Management pada dasarnya memang memungkinkan sebuah perpustakaan mengelola dan mengendalikan pertumbuhan serta penggunaan materi digital yang semakin cepat bertambah, terutama yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah dan koleksi perpustakaan yang nantinya di proses dengan komputer untuk dialih mediakan.Kata Kunci : Perpustakaan, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Digital Asset Management

PROMOSI BERBASIS EMOTIONAL BRANDING PADA PERPUSTAKAAN KINERUKU

Rohanah, Anah, Agustina, Susanti

Edulib Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.548 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh perlunya promosi perpustakaan berbasis emosi yang ditandai dengan munculnya konsep perpustakaan kolaborasi kafe atau book shoop di Indonesia. Konsep perpustakaan perlu dikemas secara kreatif maupun inovatif untuk menghilangkan citra kaku dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai perpustakaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran bagi perpustakaan lain mengenai konsep EB sebagai salah satu strategi promosi. Penelitian ini menggunakan metode studi eksploratif melalui teknik pengumpulan data berdasarkan wawancara, observasi dan studi dokumentasi dengan penentuan sampel berdasarkan insidental sampling. Hasil temuan mengungkapkan bahwa Perpustakaan Kineruku mengusung konsep homey. Konsep ini didesain menyerupai rumah, di mana pemustaka dapat memanfaatkan layanan perpustakaan, layanan kafetaria serta layanan toko. Pengalaman emosional pemustaka dapat diperoleh dari pengalaman pancaindra (visual, raba, aroma, bunyi dan rasa) yang pada dasarnya harus memenuhi kategori untuk penyegaran badan dengan tersedianya konsumsi, penyegaran pikiran dengan tersedianya sumber informasi dan penyegaran jiwa dengan tersedianya hiburan. Ketiga kategori kebutuhan emosi tersebut sederhananya sudah dipenuhi Kineruku.

RANCANGAN DAN PENERAPAN PROMOSI MELALUI MEDIA SOSIAL (INSTAGRAM) DI RUANG BACA VOKASI

Asri, Tri Mega, Megawati, Fitria

Edulib Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.53 KB)

Abstract

Maraknya penggunaan media jejaring sosial instagram di kalangan masyarakat modern khususnya di kalangan remaja menjadikan media jejaring sosial tersebut sangat populer saat ini. Salah satu pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan yaitu dengan menggunakan media sosial untuk berbagai kepentingan perpustakaan. Media sosial merupakan alat, jasa dan komunikasi yang memfasilitasi hubungan antara orang satu dengan lainnya serta memiliki kepentingan atau ketertarikan yang sama. Maka dari itu ruang baca vokasi menggunakan media sosial instagram sebagai jasa komunikasi dengan penggunanya yang tiada lain adalah mahasiswa vokasi. Target dalam promosi ini adalah meningkatnya jumlah pengikut Instagram Ruang Baca Vokasi, suka, komen, dan penggunaan hashtag (#ruangbacavokasi).  

PEMBUDAYAAN GERAKAN LITERASI INFORMASI SISWA TINGKAT SEKOLAH DASAR DI TANGGERANG SELATAN

Fauziah, Gina, Lestari, Ambar Widya

Edulib Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.827 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan literasi informasi siswa tingkat sekolah dasar di Tangerang Selatan dengan adanya pembudayaan GLS (Gerakan Literasi Sekolah) menggunakan metode super3 yakni, plan (perencanaan), do (pelaksanaan) dan review (evaluasi). Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 100 siswa/siswa kelas V (lima) yang terdiri dari dua SD Negri dan 3 (tiga) SD Islam Terpadu pada tiga  (3) kecamatan di Tangerang Selatan.  Hasil penelitian menunjukan bahwa responden dalam penelitian ini memiliki kemampuan literasi informasi yang baik pada tahap plan (perencanaan), do (pelaksanaan) dan review (evaluasi) dalam pelajaran bahasa Indonesia. Adanya pembudayaan GLS yang secara implisit di masukan ke dalam pelajaran bahasa Indonesia memiliki dampak positif terhadap kemampuan literasi informasi siswa dan akan lebih baik jika diterapakan pada setiap mata pelajaran di sekolah dasar.

KOMUNIKASI ILMIAH DITINJAU DARI ASPEK KOLABORASI KEPENGARANGAN DI JURNAL SOSIOHUMANIORA

-, Rohanda, Ruslina, Lilis

Edulib Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.249 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis jumlah pengarang, jumlah keanggotaan pengarang, bahasa penulisan karya ilmiah, instansi pengarang, kolaborasi pengarang, frekuensi kolaborasi dan produktivitas pengarang serta graf komunikasi pada Jurnal Sosiohumaniora. Jurnal tersebut merupakan suatu jurnal yang mengkaji ilmu di bidang Sosial dan Humaniora yang diterbitkan oleh DRPM Universitas Padjadjaran dan telah mendapat akreditasi dari DIKTI pada tahun 2012. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mencatat dan mendaftar secara sistematik identitas setiap karya ilmiah yang diterbitkan oleh Jurnal Sosiohumaniora tahun 2013-2014. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan metode bibliometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Jumlah pengarang yang tinggi pada salah satu nomor terbitan pada Jurnal Sosiohumaniora disebabkan oleh banyaknya pengarang yang melakukan penelitian secara berkolaborasi dengan komposisi pengarang yang berbeda-beda. 2) Universitas Padjadjaran menempati peringkat pertama instansi dengan karya ilmiah terbanyak. 3) Nilai kolaborasi yang didapatkan menunjukkan bahwa pengarang di bidang sosial dan humaniora tidak terlalu sering melakukan penelitian secara berkolaborasi. 4) Bambang Juanda menjadi pengarang yang paling produktif dan juga memiliki frekuensi kolaborasi terbanyak. 5) Pengarang yang paling produktif bukanlah yang menjadi titik sintetis. Pengarang yang menjadi titik sintetis tersebut ialah Eddy Renaldi dan Zumi Saidah.

PERPUSTAKAAN, GARDA BUDAYA LITERASI INDONESIA

Susanti, Dian Arya

Edulib Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.439 KB)

Abstract

Bangsa Indonesia pernah memiliki budaya literasi, walaupun budaya lisan tetap menjadi yang lebih kuat, sampai sekarang. Akibatnya adalah bangsa yang malas membaca, yang mengakuisisi pengetahuan dan mentrasfernya kembali tanpa melakukan klarifikasi, terutama pada media-media sosial. Padahal bangsa yang cerdas adalah bangsa yang memiliki budaya literasi yang tinggi, dimana membaca dan menulis sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan keseharian masyarakatnya. Dalam Pembukaan UUD 1945 dinyatakan tujuan pemerintahan Indonesia, salah satunya yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Menjadi bangsa yang cerdas artinya menjadi bangsa yang budaya literasinya tinggi, yang memiliki kebiasaan membaca serta mampu menghasilkan banyak tulisan yang berkualitas. Dan untuk bisa mewujudkan itu, perpustakaan dengan pustakawan-pustakawan yang inovatif harus bisa menjadi inkubator rencana kegiatan dan kebijakan yang terkait dengan peningkatan budaya literasi Indonesia.

ANALYSIS OF THESIS ADVISING PATTERN IN MASTER PROGRAM ON FACULTY OF AGRICULTURE IPB USING DATA MINING APPROACH

Syarifah, Lilis, Sitanggang, Imas Sukaesih, Muljono, Pudji

Edulib Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.9 KB)

Abstract

The thesis is student study report which is accomplished as a requirement of graduation for Master program. Selecting study’s topic and advisors influence implementation of the study. Therefore, study’s topic is able to improve academic institution quality, however a large number of thesis documents on the repository cause difficulty to get information related to advisor’s expertness and the frequent or rare topic is former studied. Association rule mining can be used to mine information on the related item. This study aims to analyze advising patterns system in Master program on Agriculture based on supervisors and their topic research on metadata thesis of IPB repository and text documents of summary using data mining approach. The datas were collected from the repository of Bogor Agricultural University website and processed using R language programming. Pattern result of the reseach were that the most popular association on supervisor was occurred at support value of 0.00793 or equivalent to 7 theses and four popular topics were Botanical insecticide, Global warming, Upland Rice, and Land Use Change. The analysis result could be useful information to be reference or suggest future research or appropriate supervisor among agricultural.

MODAL SOSIAL DALAM KESEHARIAN LAYANAN PERPUSTAKAAN UMUM KOTA DEPOK

Adyannisa, Vanka, Laksmi, Laksmi

Edulib Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.303 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai modal sosial yang terbentuk dalam layanan Perpustakaan Umum Kota Depok berdasarkan pada unsur kepercayaan, jaringan, dan norma. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mendeskripsikan proses pembentukan modal sosial dalam layanan dan memahami interaksi yang terjadi antara pustakawan dan pemustaka pada aktivitas dan kegiatan layanan Perpustakaan Umum Kota Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Informan penelitian ini adalah pustakawan layanan, pustakawan pengelola dan pemustaka yang terlibat interaksi dalam layanan perpustakaan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian, dari ketiga unsur modal sosial, jaringan sosial menjadi unsur paling dominan karena interaksi pustakawan dan pemusta dalam layanan perpustakaan mampu membentuk kerjasama antara perpustakaan dengan sekolah, menjadi tempat untuk berdiskusi, dan melakukan kerja kelompok bagi pemustaka pelajar, serta menjadi tempat untuk hiburan keluarga yang mengedukasi. Sementara norma sosial berada di posisi terendah, terlihat bahwa pemustaka kurang mempedulikan aturan yang ada sehingga pustakawan memberikan teguran kepada pemustaka. Untuk itu, Perpustakaan Umum Kota Depok perlu membangun norma sosial lebih kuat agar pemustaka dengan pustakawan saling menghargai dan keduanya dapat mematuhi dan memahami bersama peraturan yang ada.

DEVELOPING MOBILE LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (MLMS) BASED ON ANDROID FOR CURRICULUM LITERACY

Riyana, Cepi

Edulib Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.523 KB)

Abstract

This research on instructional innovation aims to develop an application of Mobile Learning Management System (mLMS) based on Android Honeycomb as a medium for college students to increase their master of the basic professional course, with broader access and richer content packaged in multimedia. The problem under research is “How does the development of a model mobile Learning Management System (mLMS) based on Android Honeycomb as students’ learning medium improve the quality of the teaching learning and accessibility of basic professional courses, especially for the Curriculum and Instruction course in Universitas Pendidikan Indonesia? The research adopted the development model of Thiaragajan, Sem­mel, & Semmel, consisting of “define, design, and develop.” The subjects were students taking the professional basic course of Curriculum and Instruction in the Department of Accounting Education A and Department of German Education B. The instruments used were online questionnaires and tests.The findings show: (1) The development of mobile Learning Management System (mLMS) based on Android Honeycomb was carried out through the stages of needs analysis of the model, development of conceptual framework, and development of software requirement; (2) The model of mobile Learning Management System (mLMS) based on Android Honeycomb consists of three stages, namely pre-learning activities, learning, and post learning; (3) The use of mobile Learning Management System (mLMS) based on Android Honeycomb was able to increase the learning outcomes in the course of Curriculum and Instruction in UPI. The increase can be seen in the post-test scores that were greater than the pre-test scores; and (4) Students’ responses and perceptions of the use of the application of mobile Learning Management System (mLMS) based on Android Honeycomb in the course of Curriculum and Instruction in general were good and positive.

PENGARUH IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI

Nurlidia, Fasha, -, Rohanda

Edulib Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  seberapa  besar  pengaruh faktor kepercayaan,  faktor pembuatan  keputusan bersama, faktor kejujuran,  faktor keterbukaan dalam komunikasi ke atas dan faktor perhatian pada tujuan- tujuan berkinerja tinggi terhadap kinerja  pegawai  Divisi  Pengembangan  Ekonomi  Daerah  Unit  Humas dan  Komunikasi  Publik - Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei eksplanatori. Teknik analisis data yang digunakan  adalah  teknik  analisis data  deskriptif  dan  teknik analisis data inferensial dengan uji statistik analisis jalur (path a nalysis). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket, obserasi, wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Iklim Komunikasi Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja  Pegawai  Divisi  Pengembangan  Ekonomi Daerah - Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. hal tersebut dapat dilihat dari pengaruh faktor- faktor iklim komunikasi organisasi yang terdiri dari kepercayaan,  pembuatan keputusan bersama,faktor kejujuran, faktor keterbukaan dalam komunikasi ke bawah, faktor mendengarkan dalam komunikasi ke atas dan faktor perhatian pada tujuan- tujuan berkinerja tinggi yang dapat memberikan kontribusi  positif  bagi kinerja pegawai  Divisi  Pengembangan Ekonomi Daerah Unit Humas dan Komunikasi Publik -Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari atas quality  (kualitas),  quantity  (kuantitas)  dan  timeliness (ketepatan waktu).  Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Iklim Komunikasi Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai Divisi Pengembangan Ekonomi Daerah, Unit Humas  dan  Komunikasi  Publik - Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat.

KAJIAN KELANGKAAN KUNJUNGAN PEMUSTAKA POTENSIAL KE PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG DI GEDUNG H

Tresnawaty, Yani, Arvelina, Erlin, Imanurhakim, Angga

Edulib Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pindahnya lokasi UPT Perpustakaan ke gedung yang baru di lantai satu Gedung H diharapkan membawa perubahan pada tingkat kunjungan pemustaka. Menurut data statistik tahun 2015, saat perpustakaan masih menempati lokasi yang lama, pengunjung yang datang ke perpustakaan per hari rata-rata 48 orang. Data statistik kunjungan akhir tahun 2016 setelah menempati lokasi yang baru sejak bulan April 2016 sampai Desember 2016, rata-rata pengunjung per hari hanya naik menjadi 49 orang per hari, padahal secara teori letak perpustakaan yang baru lebih strategis karena lebih mudah dijangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat pemustaka potensial  untuk berkunjung ke perpustakaan. Pemustaka potensial adalah mereka yang tercatat sebagai anggota perpustakaan akan tetapi jarang atau bahkan tidak pernah datang kembali ke perpustakaan untuk memanfaatkan layanannya. Pengambilan sampel menggunakan metode proporsive sampling, dimana sampel memiliki kriteria sebagai pemustaka potensial. Karena keterbatasan waktu penelitian, ditetapkan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 300 orang.Sampel diambil dari mahasiswa program D3 dan D4 angkatan 2015 dan 2016 serta mahasiswa program D4 angkatan 2014. Hasil kuesioner dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kelangkaan pemustaka potensial datang ke perpustakaan adalah terbatasnya waktu layanan perpustakaan, padatnya kegiatan pemustaka sehari-hari dan tersedianya sumber rujukan lainnya.

HUBUNGAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DENGAN KEMAMPUAN LITERASI MEDIA DI UPT PERPUSTAKAAN ITENAS

Kurnia, Neng Dewi, Johan, Riche Cynthia, Rullyana, Gema

Edulib Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya informasi hoax yang tersebar di media sosial  instagram yang menuntut kita untuk dapat menentukan dan memilih informasi yang akurat, serta masih rendahnya kemampuan literasi media yang  dimiliki pemustaka. Masalah yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan antara pemanfaatan media sosial instagram dengan kemampuan literasi media pemustaka UPT Perpustakaan Institut Teknologi Nasional. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pemanfaatan media sosial instagram dengan kemampuan literasi media pemustaka UPT Perpustakaan Institut Teknologi Nasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemustaka  di UPT Perpustakaan Institut Teknologi Nasional dengan  jumlah 9.818 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel 99 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional, dan analisis data  menggunakan korelasi spearman rank. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner tertututp dengan skala empat kategori Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara pemanfaatan media sosial instagram dan kemampuan literasi media. Secara khusus hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pemanfaatan media sosial instagram berada pada kategori sangat baik dan gambaran kemampuan literasi media berada pada kategori sangat baik.

PENGALAMAN PUSTAKAWAN DALAM UPAYA MELESTARIKAN NASKAH KUNO BABAD SUMEDANG

Lies Siti Khadijah, Ute, Winoto, Yunus, Rizal, Edwin, Zulfan, Ipit

Edulib Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Naskah kuno merupakan jenis koleksi langka yang biasanya hanya disimpan di tempat-tempat tertentu saja seperti musium dan perpustakaan. Dengan tersedianya naskah kuno di perpustakaan maupun musium diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi bagi masyarakat luas, tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh generasi sekarang, tapi juga oleh generasi yang akan datang. Dalam upaya mempertahankan informasi yang terkandung dalam naskah kuno bukanlah hal yang mudah, apalagi usia naskah kuno yang mencapai ratusan tahun. Selain itu, bahan naskah kuno pada umumnya berasal dari bahan kertas yang sangat rentan terhadap kerusakan serta penggunaan yang terus menerus oleh pengunjung perpustakaan akan mempercepat kerusakan dari naskah kuno tersebut. Maka perlu adanya upaya untuk melestarikan naskah kuno. Salah satu perpustakaan yang memiliki naskah kuno adalah Perpustakaan Yayasan Pangeran Sumedang. Di perpustakaan tersebut terdapat berbagai koleksi yang salah satu diantaranya yaitu naskah kuno “Babad Sumedang”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman pustakawan dalam melakukan pelestarian naskah kuno “Babad Sumedang”. Metode yang dipergunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan jenis pendekatan penelitian fenomenologi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa memiliki pengalaman dalam melakukan kegiatan pelestarian naskah kuno “Babad Sumedang” baik yang bersifat preventif maupun pelestarian yang berupa kuratif.

PEMETAAN KONDISI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BERDASARKAN PEDOMAN STANDAR AKREDITASI PERPUSTAKAAN NASIONAL

Purwanti, Helmi, Gemalia, Idayu

Edulib Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Library as one of the supporting units in college must provide good services to its customers. Therefore, a library must comply with the laws, regulations, and standards that have been made. Three institutions creating the standards of college libraries for improving the services are Standar Nasional Indonesia (SNI), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI), and Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI). Among those three institutions, PNRI should be as a reference since its assessment has the most details. Politeknik Negeri Bandung (Polban) as higher education that has been established for more than 20 years should meet PNRI standard. This study used the descriptive method to describe the condition of the library associated with   the   nine   components   in   the   accreditation guidelines which are Service, Cooperation, Collection, Organization of Library Material, Human Resources, Infrastructure Building/Room, Budget, Library Management, and Library Collection Care. The   data   was   obtained   through interviews, observation based on nine components of PNRI standard, and document analysis with the solutions. The results from this research show that Polban Library has met the two components of the nine components that are Organization of Library Material and Library Collection Care. This is because the library has implemented its activities in accordance with the guidance of the University Library Accreditation Standard set by National Library of Indonesia (SNI). Meanwhile, the other seven components have not been met yet by Polban. They need to be fixed and adjusted to the prevailing standards.

POTENSI YOUTUBE SEBAGAI MEDIA EDUKASI BAGI ANAK MUDA

Rahmawan, Detta, Mahameruaji, Jimi Narotama, Janitra, Preciosa Alnashava

Edulib Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penetrasi Internet di Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan. Meskipun demikian, tingginya tingkat penggunaan internet masih belum memberikan dampak yang optimal terkait pemberdayaan masyarakat, khususnya anak muda. Rendahnya tingkat literasi digital, serta kurangnya pengetahuan akan konten yang positif di Internet membuat sebagian anak muda di Indonesia belum dapat memanfaatkan peran teknologi dan media digital secara optimal dalam kehidupan mereka sehari-hari, terutama terkait dengan peran teknologi tersebut sebagai sumber informasi mengenai pengetahuan dan pendidikan. Banyaknya konten-konten negatif menimbulkan beragam permasalahan seperti hoax, cyberbullying, cybercrime, pornografi, hingga politisasi isu SARA. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif untuk memetakan beragam konten positif dengan tema pendidikan pada media sosial YouTube. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kreator konten di YouTube yang khusus membahas tema pendidikan masih sangat terbatas. Beberapa akun YouTube yang menjalankan fungsi media edukasi bagi anak muda terutama adalah “Kok Bisa” yang mengemas kontennya dengan menggunakan animasi, bahasa yang sederhana, dan penjelasan yang tidak begitu rumit, serta beberapa akun milik perusahaan rintisan di bidang jasa layanan pendidikan seperti Quipper, Zenius, dan Ruang Guru yang memiliki kanal berisikan pembelajaran elektronik, tutorial dan tips pembelajajaran. Media edukasi di YouTube masih memerlukan kontrbusi banyak pihak karena kami melihat misalnya masih belum banyak konten edukasi dengan genre vlog, dan masih belum banyak konten-konten kreatif lain yang juga bertemakan pendidikan. Hal ini tentunya menjadi sebuah permasalahan sekaligus potensi untuk dikembangkan.

INSTRUCTIONAL DESIGN COLLABORATION OF LIBRARIANS IN THE SCHOOL LITERACY MOVEMENT

Johan, Riche Cynthia, Pramida, Deuis, Rohanah, Anah, Meidina, Inaya Shintia

Edulib Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Conducting library learning activities in the classroom is one of the tasks and receivables in the Field Experience Practice (PPL) activities for all students of the Library of Education and Information Sciences University of Indonesia. Good practice research methodology is one of the alternative choices in estimating the steps that can be taken in the Field Experience Practice (PPL) program of students of the Library of Education and Information Sciences University of Indonesia, which will later become a product of collaboration between the school librarians and teachers at school, and can also present a school product design school learning product. Collaborating in the School Literacy Movement (GLS) activities is one of the bills that must be present in the program, wherein every student of the Library and Information Sciences University of Education program students is required to: 1) Be able to prepare the classroom learning collaboration design with coaching teachers, 2) Able to implement library learning practices, and 3) Able to describe Practical Review Results. Through the field experience (PPL) practice, the students of the Library of Education and Information Sciences University of Indonesias Education program are able to obtain competencies relevant to their field in an optimal way to work in the workplace, especially in the field of school libraries.

MERANCANG PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ADDIE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MAHASISWA AGAR MENJADI PUSTAKAWAN YANG BERETIKA

Dewi, Laksmi

Edulib Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

As a profession, a librarian has an ethic codes to be understood by librarian candidates. In the learning process, candidates or students should be introduced to the knowledge, attitude, and skills required to become a librarian. Through the learning process in the Etika Profesi Pustakawan (Professional Etiquette of Librarians) subject, students are introduced to a number of attitudes, ethics, and knowledge, prompting them to think critically in order to become a professional librarian with good etiquette. To achieve such goal, the learning process should be designed in the first place using the ADDIE approach to achieve expected results in accordance with the goals set. The present study is a review on an instructional design which can be developed to improve the quality of learning process, particularly in the efforts to enhance students’ critical thinking skill in order to become an ethical librarian. The development of the learning design employs the ADDIE approach. The ADDIE model consists of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The Analysis step is purposed to identify potential factors causing a gap in the performance. In the Design step, the expected performance is tested and assessed using proper testing method. The Development step comprises an activity to produce and validating the selected learning resources supporting the learning process. The Implementation step comprises the preparation of learning environment and the involvement of the students. At last, the Evaluation step is done to evaluate the quality of the learning process and products, both before and after the implementation of the program. Through ADDIE model approach, a learning program will be designed, aiming at improving students’ critical thinking ability in order to become an ethical librarian.

INSTRUCTIONAL DESIGN COLLABORATION OF LIBRARIANS IN THE SCHOOL LITERACY MOVEMENT

Johan, Riche Cynthia, Pramida, Deuis, Rohanah, Anah, Meidina, Inaya Shintia

Edulib Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Conducting library learning activities in the classroom is one of the tasks and receivables in the Field Experience Practice (PPL) activities for all students of the Library of Education and Information Sciences University of Indonesia. Good practice research methodology is one of the alternative choices in estimating the steps that can be taken in the Field Experience Practice (PPL) program of students of the Library of Education and Information Sciences University of Indonesia, which will later become a product of collaboration between the school librarians and teachers at school, and can also present a school product design school learning product. Collaborating in the School Literacy Movement (GLS) activities is one of the bills that must be present in the program, wherein every student of the Library and Information Sciences University of Education program students is required to: 1) Be able to prepare the classroom learning collaboration design with coaching teachers, 2) Able to implement library learning practices, and 3) Able to describe Practical Review Results. Through the field experience (PPL) practice, the students of the Library of Education and Information Sciences University of Indonesias Education program are able to obtain competencies relevant to their field in an optimal way to work in the workplace, especially in the field of school libraries.

REPOSISI PERAN PUSTAKAWAN DALAM IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN

Hapsari, Dian

Edulib Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Library at this time has grown more and more rapidly. The presence of information technology, eliminate the library would not have to change with the development of information technology itself. Librarians are the dominant factor in determining the success of a library required to have special competencies in order to synergize with the presence of information technology in the library. In this era of information technology, librarians can be the enlightening agent and the auxiliary act of building a better civilization. Thus, it is expected the library can continue to exist in the era of information technology.

ANALISIS KEBUTUHAN TOPIK PEMBELAJARAN LITERASI INFORMASI ONLINE PADA PERPUSTAKAAN SEKOLAH MAN INSAN CENDEKIA

Deliasari, Arieni, Kurnianingsih, Indah

Edulib Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

In each design activities, required analysis of user needs for the results obtained to meet the objectives to be achieved. This research is descriptive qualitative research which aims to get an analysis of learning needs LI material online that required student MAN Insan Cendekia Serpong. Thenumber of samples in this study was 54 students. The data taken is analized based on the indicators of LI which refers to Information Literacy Competency Standard for Higher Education which is released bythe Association of College & Research Libraries (ACRL), combined with School Library Manifest which is published by International Federation of Library Association of College & Research Libraries (IFLA/UNESCO). The results of the research indicated that respondents have good ability in terms of 1) determining the limits of information, accessing information needed effectively and efficiently, 2) combining selected information into ones knowledge base, 3) ability to understand economic issues,law, and social use of information and access it ethically and legally. The abilities which are needed to increase is in evaluating information and the sources, and ability to use information effectively to achieve the particular goals. Six tops materials which are selected by students in designing information literation based on web, are 1) orientation in library including collection items and loations, 2) the technique of index using, reference materials and bibliography, 3) Techinques in searching information, 4) Technique of Online catalogue use, 5) Ways to use reference sources which is matched the needs, 6) Technique of reference writing.

KAJIAN SITASI KARYA ILMIAH DOSEN FIKOM UNPAD DALAM SKRIPSI MAHASISWA: ANALISIS SITASI KARYA ILMIAH DOSEN DALAM SKRIPSI MAHASISWA PADA DATABASE GDL DI FIKOM LIBRARY AND KNOWLEDGE CENTER (FLKC) UNIVERSITAS PADJADJARAN PADA SEMESTER GENAP TAHUN 2011

Erwina, Wina, Sodikin, Yulianti

Edulib Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aims to determine the citation analysis of scientific papers of undergraduate theses of students of the Faculty of Communication Sciences, University of Padjadjaran during the Even Semester of the Academic Year 2011. This study aims to determine the characteristics (shape, author / sources, language) which are frequently cited in scientific papers, publications of source of information, the frequency of citations of scientific papers and the development of Communication Information Science and Library Studies based on distribution subject of the cited references. The population studied is 227 titles of undergraduate theses from 4 departments (Journalism, Public Relations, Management Communication & Library and Information Science). The population consists of 7089 citations. The results showed that the students appear to scientific papers from the Faculty of Communication’s lecturers. Especially those published in book form. The scientific papers of the Faculty of Communication’s lecturers are not yet cited in proper proportion. Besides that, there are students who still cite from private blogs. In general, student’s skill to cite is still below standard. The study recommended the socialization of scientific products of Faculty of Communication’s lecturers. A guide to standardization of bibliography writing is highly recommended.

NILAI-NILAI FUNGSIONAL PERPUSTAKAAN DESA DALAM PEWARISAN HASIL KARYA BUDAYA LOKAL

Yusup, Pawit M, Winoto, Yunus, Komariah, Neneng

Edulib Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract. Records the history and culture of a region in the past stored in various forms of printed and recorded, partly managed by the library; some are still stored in various places, including West Java in the form of historical sites and culture. Form of work in question can bebooks, magazines, newspapers, maps, brochures, and the like, both in print and digital format. These works contain a benefit for knowledge and education. Meanwhile, the library as an institution in charge of managing printed and recorded works, including ancient works, continues to contribute in this work with storage for wider dissemination. This study examines the existence of public libraries and village libraries in West Java related to its role as referred to above. The method used is direct observation to the field. The result illustrates that public libraries and village libraries already participate to provide this type of collection for the benefit of the public on the current generation and the future.Keywords: Printed Materials, Paper records, Ancient manuscripts,Cultural Values, Public Library.

TEACHING LIBRARY: KONSEP, MISI, STANDAR, DAN SASARAN

Rusmono, Doddy

Edulib Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Planning of Teaching Library (TLib.) as an entity involves steps of examining environments, conducting needs assessments, and evaluating available resources. In its implementation, TLib. affirms librarian to holds a position as more than just a supporting element for academic programs and research. The role librarian plays as a major organizer of intellectual asset brings with it some responsibility of teaching users to get well informed and benefit sources of information available and at the same time encouraging the opportunity of lifelong learning through continuous teaching-learning process. To librarian, teaching proves to be a supporting activity towards credits to enhance his career as professional. In regards with the concept of TLib. teaching is geared towards illuminating efficient techniques to evaluate and provide information for various kinds of users in the society. Giving new students especially, bibliographic instructions of how to benefit from the collections the best way through User Education effectively. Delivering materials of librarianship to information communities from both outside and inside the campus: in-house training, practices for vocational school students majoring in Information and Communication Technology (ICT), comparative study, and benchmarking. As information specialist and subject librarian as well, this professional guides a new paradigm with vision and mission basically doing some strengthening on the motto the university has, namely “A leading and outstanding university”. Standards serving as an objective tool are applied based on performance measurements and referred to the correlation between information resources served and the achievement of the Civitas Academica (CA) of the university in a more intense way. The TLib.’s goals as the implementation of standards are focused on users as stakeholders and range from the empowerment to the preservation of knowledge and culture.

PEMAFAATAN SUMBER INFORMASI JURNAL DAN BUKU ELEKTRONIK DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

-, Rohanda, Winoto, Yunus

Edulib Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Electronic journals have easy advantages in terms of access, compared withprinted journals and other electronic books. An electronic journal appears first compared to a printed journal. Based on data in 2015 access to electronic journals is higher compared to printed journals and access to electronic books has increased from before. The purpose of this study to determine the paradigm, functionality and reasons students use electronic journalsand electronic books. The approach used is qualitative with case study method expalanatoris. The findings obtained that there is a paradigm shift from manual to electronic. Students are more comfortable using electronic journals and electronic books. This implies the condition of UPT Unpad library that experienced a decrease in student visits.

PERILAKU PEREMPUAN PEDESAAN DALAM MENCARI DAN MENEMUKAN INFORMASI MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI

Rosfiantika, Evi

Edulib Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The high mortality of mothers and babies, can be prevented one of them with the convenience of women access information about reproductive health. women who have sufficient knowledge can take appropriate action to maintain and maintain their reproductive health, The more problems that exist about reproductive health, the provision of information is very important, with the correct and accurate information women will have the understanding and awareness to be healthy in the function and process of reproduction. This article is based on research results in leuwigoong Garut about the behavior of rural women in accessing information about reproductive health. The aim is to find out how rural women seek and find information on reproductive health. The method used in this research is descriptive method with qualitative approach. Data collection tools such as interviews, observation, and literature study. The results showed that rural womens behavior in accessing information on reproductive health, based on the need to improve the quality of healthy life during the process of reproduction. Information obtained from the nearest source of information, namely parents, midwives, hereditary advice and the people closest. The mass media does not get an important position for them to access information. The information found is used for oneself and spread verbally to the people closest to the environment.

PENGEMBANGAN ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOG (OPAC) BERBASIS ANDROID PADA PERPUSTAKAAN UPN “VETERAN” JAKARTA

Nugroho, Fajar, Muljono, Pudji, Hermadi, Irman

Edulib Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract. UPN "Veteran" Jakarta Library wants to keep abreast of information technology development that can improve library quality. Smartphone with android operating system nowadays is one of knowing information technology that developed rapidly. The advantages of smartphones using android operating system is the ability to run multiple applications simultaneously, ease of access, and has a relatively cheap price with a lot of functions. The UPN "Veteran" JakartaLibrary currently has limitations in providing a collection search facility due to the less roomy space, the cost of electricity, and also the ergonomics of the device. Online Public Access Catalog (OPAC) or that can be known byonline catalog is a useful facility for the user and library in providing the means. Development OPAC withandroid-basedis expected to provide solutions to problems that can help users and also UPN "Veteran" JakartaLibrary in providing excellent service. In this research article will be presented about the stages of OPAC with android-bases development in UPN "Veteran" Jakarta Library by using System Development Life Cyle (SDLC) method. From the result of the research, it is concluded that thedevelopment of OPAC with android-bases in UPN "Veteran" Jakarta Library has been able to provide ten parameters of OPAC third generation. With the android-based OPAC is expected to help the user infinding the collection with the limitations of the search facilities provided by UPN "Veteran" Jakarta as well as providing variations in searching collection at OPAC library UPN "Veteran" Jakarta.Keywords: Development, OPAC, Android

ANALISIS KEBUTUHAN PELATIHAN UNTUK MEMENUHI KOMPETENSI LITERASI INFORMASI PENGELOLA PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Johan, Riche Cynthia

Edulib Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Libraries have never escaped from the service provider or business that is often called a librarian or library administrator. For schools, the librarian must be skilled and dedicated in searching, organizing and interpreting information needed by teachers and students. Without a competent librarian, the library can not be operated properly and effectively.Development of information and communication technologies are also pushing the world into a library for technological literacy activities. One school librarian competency standard is competence in using ICT in the library and information science.Competence is defined as a measure to determine the level of librarians in using the knowledge and skills. Competency requirements are constantly changing, so librarians should keep them updated.This study is a preliminary study conducted to determine the training needs of librarians in secondary education. In general, the problems posed in this study is how the competence of the teacher librarian or school library staff? The research question is described as follows: whether the competence of the librarians have been in accordance with government regulations No. 25 of 2008? Furthermore, this study also identify particular type of training that can enhance information literacy competency?The method in this study is survey research methods. A survey research is an approach that is generally used for extensive data collection and more. Through this method are expected to answer the problem by describing the actual number of teachers and librarians that describes the instrumentation to analyze the information literacy competencies already held by the teacher librarians in managing the school library.

PENILAIAN PEMUSTAKA TERHADAP FUNGSI REKREASIONAL PERPUSTAKAAN KHUSUS DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI

Ananda, Meydina Fauzia, S. Komarudin, Yooke Tjuparmah, Agustina, Susanti

Edulib Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This research was based on the fact that the frequency of library visitation was still qualified as low due to the weary feeling of the staff to come to library during the break time. The general issue being examined in this study was whether or not the special library has fulfilled the recreationalfunction according to the users need of information, along with the specific issues which covered the followings: 1) has the library of PT. Trisula Textile Industries implemented the recreationa function of the library?; 2) has the library of PT. Trisula Textile Industries fulfilled the information need of the PT Trisula Textile Industries staff?. This research describes whether the library of PT. Trisula Textile Industries can be considered as fulfilling the recreational function of the library according to the users need of information The population of this research was the staff of PT. Trisula Textile Industries, with the total of samples were 88 people which counted based on the Slovin formula. The sampling technique used was random sampling. The data collection was carried out by using the questionnaire which was based on Likert scale to gain certain answers. This research used a quantitative approach with a descriptive method. The result of this study indicates that the library of PT Trisula Textile Industries has implemented the recreation function of the library in fulfilling the users need of information.

EKOLOGI INFORMASI DALAM IMPLEMENTASI PERPUSTAKAAN DIGITAL DI INDONESIA : ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN

Susanti, Dian Arya

Edulib Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Digital library services in the implementation creating an ecological metaphor of information technology perspective. An ideal ecological information will create an ideal interaction between people, technology, values and activities. In the implementation, in Indonesia, the paradigm of the library problem where it presence is still underestimated, so that the implementation of a digital library is only done half-heartedly. The existence of a state to resist change may be one of the causes of this situation. Or maybe not.

PERANCANGAN SISTEM ASESMEN LITERASI INFORMASI BERBASIS WEB

-, Rachmawati, Muljono, Pudji, Sitanggang, Imas Sukaesih

Edulib Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract, Information literacy is an important skills for 21st century learners. One of methods to evaluate the implementation of information literacy program in school library is assessment of information literacy competence. The objectives of this research were to establish a standard of information literacy for Indonesian students and to design a webbasedinformation literacy assessment system. This research employed Delphi technique with two rounds questionnaire distributed among panelists of 9 experts. The experts consists of three school librarians, two teachers and four information literacy researchers. Six standards and 40 performance indicators were identified as information literacy standard. The design ofsystem resulted models which presented in System Flowchart, Data Flow Diagram and Entity-Relationship Diagram.Keywords: competency standard, information literacy assessment, web-based system

MENEJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI PERPUSTAKAAN

S. Komarudin, Yooke Tjuparmah, Dewi, Laksmi

Edulib Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The era in which the exstense of ICT brings with it enlightenment in every aspect of life changes of paradigms in libraries exists. The change includes a transfer in system – from conventional type of services to ICT-based services with some orientation for the sake of users’ needs. The innovations taking place in libraries are influenced by 10 issues: "... a) the presence of electronic paper, b) new publishing model, c) on-line bookstore, d) e-commerce, e) digital television, f) integrated learning environment , g) remote university, h) mobile communication, i) print-on-demand, j) the threat og the unknown". The change in paradigms leads to manajerial which formely management bound to merely build and develop library collection, product-oriented services of information to ICT-based services management. Three major ICT-based services comprise human resources and non human resources, proactive kind of services and users empowerment. Accordingly, libraries an entitiy need to be managed bt human resources with managerial competence (leading, planning, organizing dan controlling), bibliograpical and library technological know-how, human relation skill, ability to work in team, elite type of conduct, elegance and intelligence, being ordered, ordered, school curriculum, writing competency, publishing, users needs, work partnership, ability of reading publisher’s catalog both printed and online, desoiderata, budgeting, statistics, accesion list, registration book, classification, catalouging both manually and in an electronic mode, indexing, writing an abstract, accessories, shelving, binding, fumigation, camouflaging, and others), services competency, users-oriented services, users empowering, wide horizons, expertise in one field of dicipline, knowledge of principles and techniques in guidance and counseling, social sciences, psychology and culture, library technological know-how, communication skill, human resources skill, emphaty, attractive appearance, fair, helpful, information and science know-how, form-making skil, flow charts of services, organizing materials, guides/labels, rules and policy, correspondency, shelving,PERPUSTAKAAN reporting/evaluating/statistic, punishment, how to use library education, simple general infromation, good sense of media, answeing reference questions skill, helping people to obtain information through face to face contact, assistance to readers in searching information, bibliographical searching/service, and competency and ICT (the use of hardware and implementing of all softwares on all operational activities in the library). The competency of human development at schools/madrasah should refer to Act #43/2007 on Library and the Ministry Regulations #25/2008 on Standard of School Librarians.

STUDI TENTANG KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI DI KALANGAN SISWA MENENGAH PERTAMA

Rachmawati, Tine Silvana, -, Fitriawati, Saepudin, Encang

Edulib Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The research was conducted to the students of Al-Kausar Internat Junior high school as an example of school which has applied the concept of information literacy in one subject and Arrahman Junior high school as an example of school which has not applied the concept of information literacy yet. The aim of this research was to find out whether there is a significant differences between students literacy ability in finishing task exercises from those school. The method used in this research was a descriptive comparative method to find out the differences between both of objects in this research. The data were collected through questionnaire, interviews, and library study. The respondents are 53 students selected through Proportionate stratified random sampling techniques. The findings show there is no significant differences between students of Alkautsar junior high school and Ar Rahman junior high school on their students information literacy ability. However, from the output scores of mean view, Al Kautsar Junior high school has a larger score than Ar Rahman junior high school. Therefore, Alkautsar Junior high school students have a better information literacy ability compared to Ar Rahman Junior high school students.

BIBLIOTHERAPY (TERAPI MELALUI BUKU)

-, Herlina

Edulib Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This account derives from various resources on basic concepts of bibliotherapy including its history, understanding, values, and limitations. Study on the basic concepts results in some explanation about the principles of bibliotherapy, the strategies of conducting bibliotherapy with accuracy based on the aim and its kind of problem faced. Results of the study will be beneficial for librarians, psychologists, and teachers who are interested in learning about how books serve as a tool needed by users, clients, or learners at large who have psychological troubles.

MEMAHAMI ASPEK PARALINGUISTIK DALAM KEGIATAN PENYULUHAN PERPUSTAKAAN

Winoto, Yunus, Yusup, Pawit M, -, Sukaesih

Edulib Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Communication is an activity that can not be released in everyday human life. So also in the activities of the library, communication activities are suatau activities that are not separated in the activities of everyday librarians. Especially when referring to the core competence of librarians there are at least two communication activities that are often done ielibrary service activities and library promotion. The success of a librarian as a communicator in delivering communication messages on service activities, counseling and technical guidance library, one of which is determined by the aspect of communicator or speaker (resource). One aspect of the communicator in conveying his communication message is the ability of how when delivering messages verbal communication or better known as paralinguistik. Parallelistic ability will be a speakers attractiveness aspect (source atrrativeness) and this aspect will be the basis for building participants perceptions of the credibility of a speaker. Therefore, the understanding of the paralinguisitik aspect becomesimportant for a counselor, including in this case the librarian when going to conduct extension activities and tennis guidance about the library.

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN

Fatmawati, Endang

Edulib Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Buku yang menjadi koleksi perpustakaan merupakan aset, sehingga harus dijaga betul kondisinya agar tidak hilang ataupun rusak. Koleksi rusak diartikan sebagai menurunnya kualitas koleksi sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pustakawan sangat perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerusakan koleksi perpustakaan. Faktor-faktor kerusakan disebabkan oleh: 1) Faktor internal yang berasal dari karakteristik kertas (termasuk faktor kimia); dan 2) Faktor eksternal berupa: lingkungan, manusia, bencana alam, maupun biota. Selanjutnya faktor lingkungan yang termasuk faktor fisika seperti halnya cahaya, pencemaran udara, temperatur / suhu, kelembaban udara, serta debu. Perlunya mengidentifikasi faktor kerusakan sedini mungkin, karena agar kerusakan koleksi segera bisa dideteksi lebih awal, penanganan koleksi bisa dilakukan secara hati-hati sesuai jenis koleksi dan tingkat kerusakannya, sehingga koleksi dapat terjaga atau terpelihara dengan baik. Kata kunci: karakteristik kertas, lingkungan, manusia, bencana alam, biota, koleksi  Abstract. Books that become collections of libraries are assets, so it must be kept so that conditions are not lost or damaged. Broken collections are interpreted as decreasing the quality of the collection so they can not be fully utilized. Librarians need to know the factors that affect the damage of library collections. The damaging factors are caused by: 1) Internal factors deriving from paper characteristics (including chemical factors); and 2) External factors such as: environment, humans, natural disasters, and biota. Then environment factor like physical factors, for example: light, air pollution, temperature, humidity, and dust. The need to identify the damaging factors as early as possible, because to the deterioration of the collections there soon can be detected early, collections can be handled carefully according to the type of collection and the extent of the damage, and there fore the collection can be well maintained. Keywords: paper characteristics, environment, human, natural disaster, biota, collection

MANAJEMEN INFORMASI SPECIAL EVENT HUTTEL 62 OLEH SMA NEGERI 3 JAKARTA

Aulia, Syahidatia Chairunissa, Setianti, Yanti, Subekti, Priyo

Edulib Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The purpose of this research is to know how to process information management special event conducted by organizers HUTTEL 62 ranging from research, design, planning, coordination, and evaluation in accordance with the concept special event belongs to Joe Goldblatt. Research methods a descriptive, qualitative data with the paradigm of positivism. The results of this study suggested that the management of the special event HUTTEL 62 categorized in five stages, namely research, design, planning, coordination, and evaluation. Research carried out in the form of informal research with secondary data searches ways be monitoring news coverage about SMA Negeri 3 Jakarta. Hasl research shows the overview of the situation of informing host HUTTEL 62 is the assumption that the community name of the example contained in the SMA Negeri 3 Jakarta not sesuaid with what happened at that school. The design of the color purple and blue created the Customize the theme carried HUTTEL 62 ‘ Return Teladanku ‘. Motion design elements and sounds indicated by performers in closing. 62 HUTTEL planning begins with setting goals to be achieved, namely restoring the image of ‘ exemplary ‘ to SMA Negeri 3 Jakarta Post acts of bullying incidents. Coordination is done by the Organizer HUTTEL 62 include coordination with internal and external parties the Committee involved in organizing HUTTEL 62. The communication is done by informal meetings and mandatory meetings and communications with online messenger. The evaluation was conducted to measure the achievement of HUTTEL 62, the evaluation is conducted in the Division and the Division of any series of events have been implemented and later serve as a report on liability. Hasl acquired evaluation of barriers in the internal Committee namely the barriers of communication and information in the internal Committee. A summary of this research menenujukan that special event management HUTTEL 62 made by SMA Negeri 3 Jakarta in conveying the message of anti bully hasn’t done effectively and optimally. 

STUDI TENTANG FAKTOR DAMPAK DAN INDEKS KECEPATAN PADA JURNAL ELEKTRONIK SOSIO HUMANIORA UNIVERSITAS PADJADJARAN

Winoto, Yunus, -, Rohanda

Edulib Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract. Activities cite literature is an integral part of the activities of writing scientific papers. In the writing of a work in scientific journals either in the form of research results or other study results quoting the opinions of other authors contained in the same journal or different journals but still in a clump of the same science often coloring a writing. In citation analysis activities a scientific journal is known to exist several terms such as a speed index that is a measure to find out how quickly a group of documents or articles from a journal is cited in the same year and an impact factor that is a measure for the influence of an article in a journal in a given period. This study aims to examine the index of velocity and impact factors of articles published in the electronic journals (OJS) socio-humanities of Padjadjaran University. The method used in this research is quantitative descriptive method with research type of citation analysis. The period of the journal published human socio-humanities are jurnal period published 2012-2015 with the number of articles published 128 as many scientific articles. Based on the results of this study note that the index of the density and impact factors of the human socio journal of Universitas Padjadjaran is still low. This is apparent with the lack of articles published in the humanitarian socio journal of Padjadjaran University cited or dikutif by other authors in other imitation journals as well as scientific journals of the socio-humanities of UNPAD itself.

DESAIN INSTRUKSIONAL BIMBINGAN MINAT BACA BERBASIS HYPNOSIS BAGI CALON PUSTAKAWAN TENAGA AHLI (CPTA)

Agustina, Susanti

Edulib Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Instructional design of hypnosis-based reading interest guidance is the development of guidance material of reading interest that previously has been created by Perpustakaan Nasional Indonesia (National Library of Indonesia) for the training of Calon Pustakawan Tenaga Ahli (CPTA) or Expert Librarian Candidate. The development of learning design that combines theory and practice is absolutely needed. Moreover, the result of class survey signifies that only 10% of CPTA training participants are interested in reading. This instructional design employs MINERVA model since it aims to result instructional system directing to the formation of CPTA employability skill. The skill in bibliotherapy for CPTA in a college to guide reading interest is required, especially to boost the motivation and learning capacity of civitas academica, specifically librarian who experience stress symptom due to final project. The skill in bibliotherapy requires provision in effective reading capacity and efficient reading comprehension. Through the learning of hypnosis-based reading interest guidance, firstly CPTA participants can reflect the level of reading awareness, secondly be the support of bibliotherapy program in college library, and thirdly boost mental awareness. Librarian is not only limited to administrative service, but also it has role as vanguard in mental literacy service through bibliotherapy.

PROTOTIPE LITERASI INFORMASI BERBASIS WEB SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA MAN INSAN CENDEKIA

Kurnianingsih, Indah, Ekadiana, Nova, Deliasari, Arieni

Edulib Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract. Information Literacy (IL) Program is a library program that aims to improve the ability of library users to recognize when information is needed and have the ability to locate, evaluate, and use effectively the needed information. Information literacy learning is essential to be taught and applied in education from the beginning of the school so that students are able to find and organize information effectively and efficiently particularly regard to the school assignment and learning process. At present, various educational institutions began to implement online learning model to improve the quality of teaching and research quality. Due to the advancement of information technology, the information literacy program should be adjusted with the needs of library users. The purpose of this study was to design web-based information literacy model for school library. This research conducted through several stages which are: identifying the needs of web-based IL, designing web-based IL, determining the model and the contents of a web-based IL tutorial, and creating a prototype webbased IL. The results showed that 90,74% of respondents stated the need of web-based learning IL. The prototype of web-based learning IL is consisted of six main units using combination of the Big6 Skills model and 7 Concept of Information Literacy by Shapiro and Hughes. The main fiveth units are Library Skill, Resource Skill, Research Skill, Reading Skill, and Presenting Literacy. This prototype web-based information literacy is expected to support the information literacy learning in a holistic approach.

PERENCANAAN PENERAPAN APLIKASI WEB 2.0 UNTUK PEMBELAJARAN ORGANISASI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Santika, Santi, Mulyono, Pudji, Hermadi, Irman

Edulib Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Library of Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) has a quality policy commitment to continuous improvement in every area and process. It can be achieved by continuously optimizing organizational learning. Web 2.0 is a media application that can help the organizational learning process because it has the characteristics of read and write, as well as having the flexibility of time use, but the application must be in accordance with the culture and character of the organization. Therefore, this study aimed to find out the Web 2.0 application that can be applied to the organizational learning in the Library of UPI. The method used is a mixed method qualitative and quantitative approach. Research stage refers to the stage of planning and support phases of Web 2.0 Tools Implementation Model. The results showed that the application of Web 2.0 can be applied to the organizational learning in the Library UPI. It refers to the tendency of organizational culture Library of UPI that is good and tendency of HR Library UPI attitude against the use of the Internet and computers are very good. Web 2.0 applications that can be used by UPI library are blogs, online forums, and wiki as a primary tools. Facebook, Youtube, chat application, twitter and Instagram as a supporting tools.

PERILAKU PENCARIAN INFORMASI WANITA YANG TINGGAL DI DAERAH KUMUH DI KAMPUNG PONCOL, JAKARTA SELATAN, INDONESIA

Abdi, Fauzan, Rachman, Margareta Aulia

Edulib Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract. This research identifies the information seeking behavior of women who reside in the slum area of Kampung Poncol, Jakarta, Indonesia in the fulfillment of the triple role; those are reproductive, productive, and social. A qualitative approach with phenomenology method is used in this research while the data are collected by non-participant observation and in-depth interview with six participants. The results of this research show that the steps of information seeking behavior of those women are the initiation, selection, formulation, collection, and presentation; while the exploration step does not appear at all. Based on the role of reproduction needed by the informants in relation to their role as housewives, the information needed by the women are about the price of basic commodities, family healthcare and well-being, children education, as well as information about the flood. On the productive role, the information needed are vary among the informants depends on their occupations. While for the social role, the information needed by the informants are related to personal health, fashion, entertainment, and politics. The primary source of information is informal source those are relatives and neighbors.

PERSEPSI PUSTAKAWAN TENTANG PERMENPAN NOMOR 9 TAHUN 2014 TERHADAP KINERJA PUSTAKAWAN

Suhardini, Dini, Agustina, Susanti

Edulib Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Functional position is applied for librarians who work in the library of government agency or librarian of Civil State Apparatus. The implementation of functional position is the effort to assign and measure the performance of librarian through the assessment system of work implementation with credit numbers. Librarian as profession and functional position is demanded to have good performance in doing his/her task and function. Librarians perform professional performance in the field of library based on Permenpan Reformasi Birokrasi No. 9 tahun 2014 (Regulation of the Minister of the State Apparatus Utilization and Bureaucratic Reform Number 9 Year 2014). How is the perception of librarian in that regulation? Does this perception influence the implementation of performance standard in library? Both questions are studied by using descriptive quantitative method and the research sample is purposive sampling, which use 14 librarians in central library of Indonesia University of Education. Fifty percent of librarians agree, and 36 % of them very agree that the cluster, task, function, and stage of librarian functional position concretely provide explanation and comprehension in doing their performance. Fifty four percent of respondents significantly agree while 23% of them very agree that their comprehension in the standard of professional performance contributes to the implementation of performance, which includes quality, quantity, and teamwork.

KEPUASAN PENGGUNA DITINJAU DARI KREDIBILITAS STAF LAYANAN DI PERPUSTAKAAN DAN PUSAT INFORMASI ILMIAH FAKULTAS EKONOMI UNPAD

Rachmawati, Tine Silvana, Rodiah, Saleha, Kartika H, Ainun

Edulib Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract. The purpose of study was to determine user satisfaction toward credibility of staff library service at Library and Scientific Information Center at Economics and Business Faculty, University of Padjadjaran (FEB UNPAD). The research of library staffs credibility based on perceptions and expectations (minimum and maximum expectations). There are three components to measure in this study:(1)Trustworthiness, (2) Expertise, and (3) Fascination. The population in this study is determined based on the number of users who come to the P2I2 of FEB UNPAD. Sampling technique that used in this study is Purposive Sampling with 99 people as sample. Data was collected by questionnaire, conduct observation, and literature study. The results showed that overall users are coming to the P2I2 of FEB UNPAD were satisfied with the services. This user satisfaction based on the gap (gap) between the perceptions and expectations of service users indicates that the P2I2 of FEB UNPAD has good credibility and is in " zone of tolerance ", in other words the services provided by librarys staff at Faculty of Economics and Business, Padjadjaran University, has meet the users expectations.

PERSEPSI KOMUNITAS SEKOLAH TENTANG LIBRARY APPS TERHADAP PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN

Alberto, Achmad Riyadi, Johan, Riche Cynthia, Rullyana, Gema

Edulib Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract. This research is motivated by the development of information and communication technology (ICT) in the library world so rapidly that allows libraries in the present to develop its services into digital-based services. This study aims to find out the school community’s perception of library apps developed by Riche Cynthia Johan, Hana Silvana, and Holin Sulistyo and its influence on library empowerment at the library of SD Laboratorium Percontohan UPI Bandung. Library apps in this research belong to the context of m-libraries, which is a library that meets the needs of its users by using mobile platforms such as smartphones,computers, and other mobile devices. Empowerment of library is the utilization of all aspects of the implementation of libraries to the best in order to achieve the expected goals. An analysis of the schoolcommunity’s perception of library apps using the Technology Acceptance Model (TAM) includes: ease of use, usefulness, usability, usage trends, and real-use conditions. While the empowerment of the library includes aspects: information empowerment, empowerment of learning resources, empowerment of human resources, empowerment of library facilities, and library promotion. The research method used in this research is descriptive method with quantitative approach. Population and sample in this research is school community at SD Laboratorium Percontohan UPI Bandung. Determination of sample criteria by using disproportionate stratified random sampling with the number of samples of 83 respondents. Data analysis using simple linear regression to measure the influence of school community perception about library apps to library empowerment. The result of data analysis shows that there is influence between school community perception about library apps to library empowerment at library of SD Laboratorium Percontohan UPI Bandung which is proved by library acceptance level and library empowerment improvement.

Strategi Komunikasi dalam Pengembangan Desa Wisata Agro di Kabupaten Bandung Barat

Saepudin, Encang, Budiono, Agung, rohman, asep saeful

Edulib Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji Strategi komunikasi dalam pengembangan desa wisata agro di Kabupaten Bandung Barat. Dengan  metode kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, Focus Group Discussion, dan  studi pustakan penelitilian ini bertujuan untuk mengetahui  perencanaan komunikasi dan manjemen komunikasi dalam pengembangan desa wisata agro di Kabupaten Bandung Barat. Manfaat dari hasil penelitian ini adakah memberikan masukan bagi pemerintah dan beberapa pihak yang terkait mengenai strategi komunikasi (pola komunikasi efektif) dalam pengembangan desa wisata,  sehingga  pihak-pihak tersebut mampu membuat kebijakan-kebijakan  yang sangat tepat dalam pengembangan desa wisata terutama desa wisata agro di Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan hasil penelitian, Desa yang mmeiliki potensi sebagai Desa Agro Wisata di Kabupaten Bandung Barat, perlu diadakannya pola pembinaan agro wisata agar para pelaku pariwisata dan pelaku pertanian secara sinergis dapat merencanakan, menyusun, memprogramkan agro wisata yang bermanfaat bagi masyarakat,  pengusaha, dan pemerintah. Dalam hal ini perlu adanya komunikasi yang baik antar pihak. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antar pihak maka harmonisasi sosial dalam pengembangan desa wisata agro ini akan tercapai. Strategi komunikasi sangat penting karena ia merupakan paduan perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen komunikasi (communication management) untuk mencapai suatu tujuan.   Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Desa Wisata Agro, Pembangunan Desa, Bandung Barat Abstract. This study examines the communication strategy in the development of agro-tourism village in West Bandung regency. Use qualitative methods and techniques of data collection through interviews, observation, focus group discussions, and the library to study aims to determine the penelitilian communications planning and management of communication in the development of agro-tourism village in West Bandung regency. The benefits of this research is there to provide input for the government and some interested parties about the communication strategy (pattern of effective communication) in the development of rural tourism, so that the parties are able to make policies that are particularly appropriate in rural tourism development especially rural agro-tourism in West Bandung regency. Based on the research results, in West Bandung regency, especially in Lembang, keep holding the pattern of development of agro-tourism so that the perpetrators of tourism and agriculture synergistically actors can plan, arrange, program an agro-tourism that benefit the community, employers, and government. In this case the need for good communication between the parties. With good communications between the parties, harmonized social development of rural agro-tourism will be achieved. The communication strategy is very important because it is a blend of communication planning and communication management to achieve a goal. Keywords: Communication Strategies, Agro Tourism Village, Rural Development, Bandung Barat

Membangun Kecerdasan Komunikasi dalam Layanan di Perpustakaan

Hastuti, Ulfah Rulli

Edulib Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Salah satu upaya perpustakaan dalam memenuhi harapan pemustaka adalah meningkatkan layanan kepada pemustaka. Komunikasi dalam konteks layanan perpustakaan mengajarkan kepada  kita bagaimana berkomunikasi, berinteraksi, menjalin hubungan dengan pemustaka atau pemakai perpustakaan sehingga tercipta kesan yang menarik dan dapat memberikan kepuasan kepada pengguna atau penerima layanan. Pemberian layanan jasa berupa informasi kepada pemakai identik dengan sikap melayani. Komunikasi yang cerdas merupakan strategi komunikasi yang tepat untuk diterapkan dalam layanan di perpustakaan. Dengan membangun kecerdasan komunikasi dalam layanan di perpustakaan sangat diharapkan pemustaka akan merasa puas dalam memenuhi kebutuhan informasi dan merasa nyaman berada di perpustakaan. Kecerdasan komunikasi untuk layanan diperpustakaan dibangun dengan menerapkan prinsip-prinsip komunikasi yaitu  berbicara yang benar dalam memberikan bantuan informasi, menggunakan kata-kata yang efektif dalam merespon pesan atau kebutuhan pemustaka, menggunakan kata-kata yang pantas untuk menghargai pemustaka dan bertutur kata lemah lembut dalam memberikan bimbingan. Dengan menerapkan kelima prinsip komunikasi  dalam layanan di perpustakaan selain dapat mewujudkan layanan prima juga akan memberikan citra yang baik bagi perpustakaan. Kata kunci : layanan perpustakaan,  kecerdasan  komunikasi, layanan prima Abstract. One the performances library in full fill expectation of user is increasing services for user. Communication in the context of library services is to teach us how we make communication, interaction in connection whith user to make good impression of interesting so give satisfaction to user.. Giving of service of information for user is identical with  an attitude of service. Smart communication is communication strategy in library service. Building smart communication  in library service is hope  user be satisfaction in searching information and comfortable  in library. Smart communication in the library service use principals of communication which are giving valid information, using effective word in respond and interaction, warm and friend in the gesture of body language. By practice these principals, it will implemented a good services and a good performance for library. Keyword : library service, smart communication, excellent service

Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pengguna di Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi

Rohman, Asep Saeful, -, Yulianti

Edulib Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna di Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Kualitas layanan ditinjau dari tiga dimensi kualitas layanan menurut Model LibQual+TM yakni Information Control, Affect of Services dan Library as Place. Kepuasan pengguna ditentukan berdasarkan analisa gap antara persepsi dan harapan pengguna. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pengguna perpustakaan Fikom Unpad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan perpustakaan secara umum belum dapat memberikan kepuasan bagi penggunanya. Nilai Adequacy Gap secara umum yakni masih dibawah nilai rata-rata harapan minimum yakni -0,19. Dimensi yang paling berkontribusi mempengaruhi ketidakpuasan pengguna yakni dimensi Library as Place dengan nilai Adequacy Gap -0,40, dimensi Information Control dengan nilai Adequacy Gap -0,14, kemudian dimensi Affect of Service yang nilai Adequacy Gap negative-nya paling kecil yakni -0,02. Pernyataan yang dinilai memberikan kepuasan bagi pengguna yakni pernyataan tentang aspek pencahayaan didalam ruangan perpustakaan dengan nilai Adequacy Gap positif sebesar 1,69. Sedangkan pernyataan yang paling tidak memuaskan bagi pengguna yakni pada aspek ruangan yang dinilai terlalu sempit bagi ruang gerak pengguna selama didalam perpustakaan dengan nilai Adequacy Gap-nya yakni sebesar -3,29. Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi diharapkan berupaya lebih baik untuk dapat meraih kepuasan pengguna dengan cara meningkatkan kualitas layanannya. Kata Kunci :  Kualitas Layanan Perpustakaan, Kepuasan Pengguna, Model LibQual+TM, Affect of Services, Information Control, Library as Place. Abstract. This study aims to determine the effect of service quality on user satisfaction in the Library Faculty of Communication Padjadjaran University. The quality of service in terms of service quality according to the three-dimensional model of the LibQual+ TM that is Information Control, Affect of Services and Library as Place. User satisfaction is determined by analysis of the gap between perception and expectations of users. The approach used in this research is quantitative descriptive with survey method. Population and sample in this research is the library user of Faculty Communication. The results showed that the quality of library services in general have not been able to give satisfaction to the users. Value Adequacy Gap in general that is still below the average value of the minimum expectations is  -0,19. Dimensions that contribute most affect the user dissatisfaction that is dimension of the Library as Place with a value Adequacy Gap is -0,40, dimensions Information Control with a value of Adequacy Gap is  -0,14, then the dimensions Affect of Service with a value of Adequacy Gap negative is  -0,02. The statement is considered to provide satisfaction for users thai is about aspects of lighting in the room with a value of Adequacy Gap positive is 1,69. While the statement is most unsatisfactory for the user that is the aspect of the room which was considered too small for the space for the user during in the library with its value of Adequacy Gap is equal to -3.29. Library of the Faculty of Communication is expected to do a better programme in order to achieve user satisfaction by improving the quality of its services. Keywords: Quality of Service Libraries, User Experience,  LibQual + TM Model, Affect of Services,  Information Control, Library as Place.

Hubungan Antara Informasi dalam Akun Instagram @fxsudirman dengan Sikap Followers Terhadap Mall Fx Sudirman

Simanjuntak, Cathrin Pebruanty, Damayanti, Trie, Komariah, Kokom

Edulib Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Penelitian berjudul Hubungan antara Informasi dalam Akun Instagram dengan Sikap Followers terhadap Mall FX Sudirman ini merupakan penelitian yang berawal dari aktivitas penyebaran informasi yang dilakukan oleh Mall FX Sudirman melalui media sosial Instagram. Penelitian ini dilakukan untuk menguji teori Integrasi Informasi dengan mencoba mengetahui sejauh mana hubungan antara valensi informasi dalam akun instagram @fxsudirman dengan sikap follower dan sejauhmana bobot informasi dalam akun instagram @fxsudirman dengan sikap follower. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional, melalui uji hipotesis Rank Spearman  dengan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Responden penelitian ini sebanyak 91 orang yang terpilih berdasarkan teknik sampling sistematik. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu kuesioner, observasi,dan  wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa informasi dalam akun instagram @fxsudirman memiliki hubungan yang cukup berarti dengan sikap followers-nya. Hal tersebut disebabkan oleh aspek valensi informasi yang positif dan bobot informasi yang tinggi berkorelasi positif terhadap sikap followers. Kesimpulan yang didapat bahwa informasi dalam @fxsudirman dapat membentuk sikap followers akun instagram mall FX Sudirman. Saran yang diberikan secara praktis agar @fxsudirman menambah jumlah posting-an gambar atau foto yang disertai caption dengan penjelasan yang detail juga membalas atau menjawab setiap pertanyaan atau komentar dari follower-nya untuk lebih membentuk sikap followers terhadap @fxsudirman.Kata Kunci : hubungan, Informasi, Sikap Abstract. The study entitled the relationship between information in Instagram account with Attitude Followers of the Mall FX Sudirman This is a research that started from the information activities undertaken by the Mall FX Sudirman through social media Instagram. This study was conducted to test the theory, Information Integration by trying to determine the extent of the relationship between the valence @fxsudirman instagram account information in the manner and extent of weight follower account information with an attitude @fxsudirman instagram followers. The method used in this study is correlational method, through hypothesis test Rank Spearman (rs) with descriptive and inferential analysis techniques. Respondents of this study as many as 91 people were selected by systematic sampling technique. Data collection techniques used were questionnaires, observations, and interviews. The results of this study indicate that the information in @fxsudirman instagram account has a significant relationship with the attitude of his followers. This is due to the positive aspects of the information valence and high weights were positively correlated information on the attitudes of followers. It was concluded that the information in @fxsudirman can shape the attitudes followers instagram account Sudirman FX mall. The advice given is practical in order to increase the number of post-@fxsudirman an image or photo caption accompanied with detailed explanations also reply to or menjaawab any question or comments from his followers to further shape attitudes towards @ FX Sudirman followers.Keywords: Relations,  Information, Attitude

Dukungan Orang Tua dalam Membangun Literasi Anak

Antasari, Indah Wijaya

Edulib Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Penelitian ini membahas tentang dukungan orangtua dalam membangun literasi anak, dengan mengambil kasus siswa kelas 3 dan 4 MI Muhammadiyah Gandatapa, Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Literasi yang secara sederhana diartikan keberaksaraan atau melek, yang mana kemampuan literasi ini sangat penting untuk dikuasai anak. Kementerian pendidikan dan kebudayaan telah meluncurkan program gerakan literasi sekolah pada tahun 2015 yang lalu, tak lain untuk menumbuhkan minat baca anak-anak Indonesia. Pelibatan publik/masyarakat sangat diperlukan untuk mensukseskan program ini. Dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana dukungan orang tua dalam membangun literasi anak di MI Muhammadiyah Gandatapa? Dari penelitian ini diketahui bahwa: mayoritas anak-anak menyukai cerita/dongeng, jenis cerita yang disukai adalah legenda, fabel, siroh nabawi dan IPTEK. Semua anak mengetahui kalau membaca itu penting. Sebagian orang tua memberikan cerita/ dongeng dan menyediakan buku bacaan dirumah, semua orang tua memberikan dukungan dengan menyuruh anaknya membaca dan sebagian orang tua mendampingi anaknya membaca. Semua orang tua pernah memberikan hadiah kepada anak, dan sebagian besar belum pernah memberikan hadiah berupa buku bacaan. Kata kunci: Literasi, Membaca, Cerita, Dukungan orang tua. Abstract. This paper discuss about parental support on building child literacy, based on case study of students year 3 & 4 MI Gandatapa, Sumbang Districk, Banyumas Regency. Literacy, simply put as ability to write and read, is vital to be mastered. The Ministry of Education and Culture had realeased school literacy movement program in 2015, aimed to boost Indonesian children reading interest. Public involvement is required to success this program. This research uses descriptive quantitative approach. The problem in question is how is parents support in building studenys literacy in MI Muh Gandatapa. The research discover that students were interested in story, i.e. legends, fable, Siroh Nabawi (Prophets biography), and science & technology. All students understood the importance of reading. Some parents told stories and provided reading material in home, all parents gave support by ordering them to read and some accompanied the activity. All parents had given gift to the student, and more than half have not given reading books.  Keywords: Literacy, Reading, Storytelling, Support Parents

Peran Fiksi Remaja Terjemahan dalam Pencapaian Perkembangan Remaja di Pitimoss Fun Library

Muliasari, Fuji, Suhardini, Dini

Edulib Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Fiksi merupakan salah satu jenis koleksi yang perlu dimiliki oleh perpustakaan. Fiksi terdiri atas fiksi dalam negeri dan fiksi terjemahan. Pemilihannya tidak hanya berdasarkan pada unsur hiburan, melainkan juga kriteria lain seperti pencapaian perkembangan pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran fiksi remaja terjemahan dalam pencapaian perkembangan remaja pada aspek kognitif, sosial, dan afektif. Secara teoritis, penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan ilmu perpustakaan dan informasi, terutama berkaitan dengan teori seleksi fiksi dan biblioterapi. Sementara secara praktis, penelitian ini memberikan manfaat bagi pihak penyelenggara Pitimoss Fun Library dan peneliti selanjutnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sementara metode penelitian yang dipilih ialah metode deskriptif dengan model studi kasus interpretatif. Jawaban atas pertanyaan penelitian diperoleh dari keterangan enam informan dan satu informan kunci. Enam informan dipilih dengan metode purposive sampling. Sementara informan kunci merupakan seorang biblioterapis. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, telaah dokumen, dan pencarian data online. Keseluruhan data penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis naratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa fiksi remaja terjemahan yang tersedia di Pitimoss Fun Library memiliki peran dalam pencapaian ketiga aspek perkembangan. Kendati begitu, peranan ini tidak hanya berlaku satu arah. Sebab pencapaian aspek perkembangan remaja juga menentukan seberapa besar peran dari pengalaman membaca serta tanggapan atas muatan kontroversial dalam fiksi remaja terjemahan. Upaya yang dapat dilakukan oleh Pitimoss Fun Library untuk memaksimalkan peran fiksi remaja terjemahan ialah dengan menjadikan perkembangan remaja sebagai kriteria pengadaan koleksi serta pemberian bimbingan dan rekomendasi bacaan yang sesuai dengan usia perkembangan dan usia kronologis pemustaka.Kata Kunci: fiksi remaja terjemahan, pengembangan koleksi fiksi, perkembangan remaja, Pitimoss Fun LibraryAbstract. Library has to provide fiction as one of its collection. There are two kind of fictions; national fiction and translated fiction. Its selection is not only based on amusement function, but also its role to help readers developing themselves. This research aims to describe the roles of translated young adult fiction in achievement of three aspects of young adult development. Those aspects are cognitive, social, and affective. Theoritically, this research gives advantages for library and information science, especially for developing selection theory and bibliotheraphy. Practically, the advantages those are given by this research are tended to caretakers of Pitimoss Fun Library and other researchers. This reasearch is done by using qualitative approach.Meanwhile, descriptive method is chosen with case study interpretative as its model. The answers of research questions are based on explanation of six informants and key informant. Six informants are chosen by purposive sampling technique. Meanwhile, key informant is a bibliotheraphist. Observation, interview, document study, and  online searching are techniques those are used for collecting data. Research data are analyzed by narrative analysis technique. The result shows the two-way relation between translated young adult fiction and developmental achievement. Translated young adult fictions those are provided by Pitimoss Library have roles in achievement of three aspects of young adult development. Even so, developmental achievement also determines the effectiveness of translated fiction roles for young adults. It also helps them to react to controversial issues. The roles of translated young adult fiction can be maximized if Pitimoss Fun Library doing some efforts, such us involving developmental needs as one of selection criteria, also giving guidance and books recommendation for the members based on their developmental and chronological age.Keywords: collection development, Pitimoss Fun Library, translated young adult fiction, young adult development

Kerjasama Antara Guru dengan Pustakawan dalam Layanan Perpustakaan Sekolah Dasar Hikmah Teladan

Setiani, Selly, Silvana, Hana

Edulib Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Perpustakaan merupakan bagian integral dilingkungan sekolah, oleh karena itu perlu adanya kerjasama dalam memaksimalkan potensi layanan perpustakaan sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan jawaban dari rumusan kerjasama antara guru dengan pustakawan dalam layanan perpustakaan sekolah di Perpustakaan SD Hikmah Teladan. Selain dari itu untuk mengetahui bentuk kerjasama dalam layanan perpustakaan sekolah dan untuk mengetahui kriteria layanan perpustakaan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik pengolahan data dilakukan dengan cara reduksi data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kerjasama antara guru dengan pustakawan dalam layanan perpustakaan sekolah. kerjasama penting untuk dilakukan guna mengoptimalkan potensi layanan perpustakaan sekolah. kerjasama yang dilakukan yaitu dalam bentuk pelaksanaan program kegiatan perpustakaan, pembinaan minat baca, promosi perpustakaan dan pembinaan koleksi. Perpustakaan SD Hikmah Teladan sebagai perpustakaan sekolah perlu melakukan kerjasama dengan berbagai pihak secara terus menerus dalam layanan perpustakaan sekolah.Kata kunci: kerjasama guru dengan pustakawan, layanan perpustakaan, pustakawan sekolahAbstract. The library is an integral part of the school environment, therefore the need for cooperation in maximizing the potential of school library services. This research is done to find the answer from the formula of cooperation between teachers and librarians in the school library services in elementary school libraries Hikmah Teladan. Aside from that to determine the form of cooperation in the school library services and to determine the criteria for school library services, theoretically and practically expected results of this study can be useful for SD Hikmah Teladan Library. The technique used for sampling is non-random sampling technique. Data collected by interview, observation and documentation. Data processing techniques carried out by way of data reduction, data analysis and conclusion. The results showed that there is cooperation between teachers and librarians in the school library service. Cooperation is important to do in order to optimize the potential of school library services. cooperation carried out in the form of implementation of the program of activities of the library, development of reading, and library promotion and development of the collection. Exemplary SD Hikmah Teladan Library as school libraries need to work with various parties continuously in the school library service. Keywords: Cooperation Between Teachers With Librarian,library services, school librarian.

HUBUNGAN KEMAMPUAN BACA MAHASISWA MELALUI METODE GOOD READING DENGAN KEMAMPUAN MENJAWAB SOAL MULTIPLECHOICE

-, Prijana, -, Sukaesih

Edulib Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

 Abstrak. Nilai akademik sering dikaitkan dengan upaya belajar. Upaya belajar sering dikaitkan dengan aktivitas baca. Seseorang dikatakan belajar, maka dipastikan membaca. Tujuan membaca adalah sama, yakni memahami teks, yang berbeda adalah kemampuan memahami teks. Mahasiswa memiliki cara membaca teks yang berbeda-beda, dan hasilnya juga berbeda-beda. Rekayasa baca penting dilakukan untuk memperoleh hasil optimal, yakni melalui metode baca good reading. Tujuan penelitian: menguji metode baca good reading yang dikaitkan dengan kemampuan menjawab soal multiplechoice. Metode penelitian: kelompok eksperimen (N=34) dan kelompok kontrol (N=40). Hasil penelitian: Jika α = 0.10 ; dk = 4 maka kemampuan menjawab soal multiplechoice memiliki hubungan signifikan dengan kemampuan membaca, melalui metode baca good reading. Kesimpulan: dengan derajat kepercayaan 90% metode baca good reading dapat membantu secara optimal kemampuan baca mahasiswa. Kata kunci: Kebiasaan baca, Kemampuan baca, Metode baca good reading, Teks Ilmu pengetahuan.  Abstract. Academic values often associated with learning efforts. Efforts to learn is often associated with the activity of reading. Someone said to learn, then certainly reading. The purpose of reading is the same, namely to understand the text, that is different is the ability to understand the text. Students have to read different texts, and the results are also different. Read engineering is important to obtain optimum results, through the method of reading good reading. Objective: to test methods of reading good reading that is associated with the ability to answer the questions multiplechoice. Methods: experimental group (N = 34) and control group (N = 40). Result: If α = 0:10; dk = 4. The ability to answer questions multiplechoice has a significant relationship with the ability to read, through the method of reading good reading. Conclusion: with a 90% confidence level, the method of reading good reading, can help optimally student reading skills. Keywords: The habit of reading, reading ability, Method good reading, Text Science. 

Alive Library Sebagai Brand Positioning di Perpustakaan Sekolah Bina Persada

Sugara, Septian, Rusmono, Doddy, Agustina, Susanti

Edulib Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract. This research is motivated by the phenomenon of brand positioning implementation as a superiority at Perpustakaan Sekolah Bina Persada, which effectively increase the sense of belonging and users interest. Approach used in this research was case study qualitative. The data were collected by observation, interview and study of documentation. The findings of the research are : (1) alive library as brand positioning at Perpustakaan Sekolah Bina Persada is motivated by librarian’s concern of students’ visit restriction. (2) implementation of brand positioning at Perpustakaan Sekolah Bina Persada is generally successful, although the implementation hasn’t fitted the theory. (3) pattern of alive library brand positioning implementation, which has a possibility to be a model of implementation at another (school) library.Keyword : alive library, brand positioning, school library, librarian.        Abstrak . Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena implementasi brand positioning sebagai suatu keunggulan di Perpustakaan Sekolah Bina Persada yang mampu meningkatkan sense of  belonging dan minat kunjung pemustaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawanara dan studi dokumentasi. Temuan hasil penelitian mencakup: (1) alive library sebagai brand positioning di Perpustakaan Sekolah Bina Persada dilandasi oleh keprihatinan Pustakawan terhadap pembatasan waktu kunjungan siswa ke perpustakaan. (2) implementasi brand positioning di Perpustakaan Sekolah Bina Persada dapat dikatakan berhasil, meskipun pada penerapannya belum sesuai dengan teori. (3) pola implementasi brand positioning alive library yang dapat menjadi model untuk diimplementasikan di perpustakaan (sekolah) lainnya.Kata kunci : alive library, brand positioning, Perpustakaan Sekolah, Pustakawan.

Sajian Informasi Pelatihan Usaha Dalam Membentuk Sikap Peserta pada Program Melati

Ashari, Muhammad Syahwal, Hafiar, Hanny, Subekti, Priyo

Edulib Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sajian informasi pelatihan usaha dengan sikap peserta pada Program Melati. Dinas Koperasi dan UMKN Kota Bandung melalukan berbagai upaya untuk mecapai target yang sudah ditentukan oleh pemerintah disamping mencari solusi untuk mengurangi ketergantungan pengusaha kecil terhadap rentenir sebagai sumber modal usaha, salah satunya adalah melakukan pelatihan – pelatihan terhadap calon – calon pengusaha yang berada di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis penelitian korelasional. Teori yang digunakan adalah Teori Integrasi Informasi dari Martin Fishbein. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan rumus rank spearman. Sampel dari penelitian ini 95 orang dari 126 peserta kegiatan yang terambil dengan cara teknik sampling acak sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukan hubungan yang cukup berarti antara pelatihan usaha Dinas KUMKM dengan sikap peserta terhadap Program Melati. Valensi dan bobot informasi Pelatihan Usaha Dinas KUMKM Kota Bandung memiliki hubungan yang cukup berarti dengan sikap peserta terhadap Program Melati. Dinas KUMKM Kota Bandung seharusnya lebih memperhatikan penentuan alur informasi yang menyentuh keyakinan peserta terhadap kredit melati, dengan cara dapat mengikutsertakan pihak Bank yang menjadi rekanan pemerintah sebagai narasumber pelatihan.Kata Kunci: Informasi, Integrasi Informasi, Pelatihan Usaha, Sikap.Abstract.This study aims to determine the relationship between the grain business training information with the attitude of the participants of the Programme Budget. This study uses a quantitative type of correlational research. The theory used is the Information Integration Theory of Martin Fishbein. The analysis technique used is descriptive analysis and inferential analysis using Spearman rank formula. Samples from this study 95 of the 126 participants in the drawn by means of simple random sampling technique. The results of this study showed a significant relationship between the Office business training participants KUMKM attitude towards Program Budget. Valance and weight information KUMKM Business Training Department Bandung has a significant relationship with the attitude of the participants of the Programme Budget. KUMKM Office of Bandung should pay more attention to the determination of the flow of information that touches the confidence of participants to credit jasmine, by the way can engage the Bank who are the partners of the government as a training resource.Keywords: Information, Information Integration, Business Training, Attitude

Implementasi Program Edu-tourism di Perpustakaan Museum Asia Afrika

Fauzi, Luqman, Dewi, Laksmi, Hadiapurwa, Angga

Edulib Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pemustaka akan informasi. Permasalahan umum yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi program edu-tourism di perpustakaan Museum konperensi Asia Afrika. Edu-tourism merupakan program yang di terapkan di perpustakaan Museum Konperensi Asia Afrika (MKAA) sebagai salah satu upaya perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pemustaka yang berkunjung di perpustakaan Museum Konferensi Asia Afrika yang berjumlah 815 orang pada tahun 2015 dengan jumlah sampel 73 pemustaka yang mengunjungi Perpustakaan Museum Konperensi Asia Afrika. Hasil penelitian menunjukan program edu-tourism mampu memberikan kontribusi yang positif dalam pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka.Kata Kunci : Edu-tourism, Kebutuhan informasi, implementasi Abstract. This research was based on the information needs of the library users. Issues being the topic of discussion is how implementation of edu-tourism programs in museum of the Asian African Conference library. Edu-tourism is a program implemented in museum library Asia African Conference as part of efforts to meet te information needs of the users library. The method used in this research is descriptive method with quantitative approach. The results of the study show that edu-tourism program is able to provide a positive contribution in meeting the information needs users. Keywords: Edu-tourism, information requirements, implementation

Step by Step Strategi Penerapan Knowledge Sharing untuk Perpustakaan di Indonesia

Anna, Nove E. Variant

Edulib Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Knowledge sharing banyak diyakini sebagai kegiatan yang mampu mendorong kreativitas dan terciptanya inovasi bagi sebuah organisasi. Banyak organisasi yang memiliki inisiatif menerapkan knowledge sharing demi terciptanya inovasi. Paper ini ingin memberikan wacana bagi perpustakaan yang ingin mengimplementasikan knowledge sharing di perpustakaan. Paper ini terdiri dari pemaparan dan analisis kondisi perpustakaan dan implementasi knowledge sharig di perpustakaan, teknologi yang mendukung knowledge sharing. Langkah-langkah yang bisa diimplementasikan dalam knowledge sharing antara lain dengan menciptakan leader dan champion, menciptakan budaya sharing dan trust antar pegawai, menciptakan office layout yang mendorong terjadinya kolaborasi, dan memberikan motivasi bagi para pegawai agar mau berpartisipasi dalam knowledge sharing. Metode yang digunakan pada paper ini adalah studi pustaka dengan menelusur sumber informasi baik dari jurnal, artikel, berita, studi kasus, dan standar terkait knowledge sharing. Kata kunci: knowledge sharing, knowledge sharing di perpustakaan, perpustakaan, strategi knowledge sharing Abstract. Knowledge sharing is believed to be an activity that is able to encourage creativity and create innovation in an organization. Many organizations have the initiative to implement knowledge sharing in order to create innovations. This paper proposes a discourse for libraries that want to implement knowledge sharing. This paper explains and analyzes the condition of the library and the implementation of knowledge sharing in the library and the technology that supports knowledge sharing. The steps that can be implemented in knowledge sharing include creating leaders and champions, creating sharing culture and trust among employees, creating office layout which encourage collaboration and motivating the employees to participate in knowledge sharing. This paper used literature study to search sources of information from journals, articles, news, case studies and standards related to knowledge sharing. Keywords: knowledge sharing, library, knowledge sharing strategies

Perilaku Pencarian Informasi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Asing di Universitas Pendidikan Indonesia

Solehat, Desviana Siti, Rusmono, Doddy, Rullyana, Gema

Edulib Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Sulitnya mencari literatur bahasa asing di perpustakaan menjadi masalah bagi mahasiswa departemen bahasa asing dalam memenuhi kebutuhan informasi akademiknya. Tujuan dilakukannya penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui perilaku pencarian informasi mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Asing Universitas Pendidikan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan informasinya. Tujuan khusus penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui informasi apa yang diperlukan mahasiswa DPBA, (2) untuk mengetahui asal sumber informasi mahasiswa DPBA, (3) untuk mengetahui perilaku pencarian informasi mahasiswa DPBA, dan (4) untuk mengetahui hambatan yang timbul dalam melakukan pencarian informasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan model studi kasus. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling.  Informan dalam penelitian ini adalah 12 mahasiswa dari enam departemen bahasa asing yang berbeda yakni Departemen Pendidikan Bahasa Arab, Departemen Pendidikan Bahasa Jepang, Departemen Pendidikan Bahasa Jerman, Departemen Pendidikan Bahasa Perancis, Departemen Pendidikan Bahasa Korea, dan Departemen Pendidikan Bahasa Inggris. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis data yang telah dilakukan peneliti, maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa membutuhkan informasi berupa buku penunjang seperti buku teks, modul, video dan rekaman, literatur mengenai kebudayaan, kesusastraan, dan tata bahasa. Sumber informasi yang digunakan mahasiswa adalah ruang baca, buku, internet, dan sumber manusia. Kemudian, perilaku pencarian informasi mahasiswa adalah dengan starting, chaining, browsing, differentiating, extracting, verifying, dan ending, serta hambatan internal dan eksternal yang dialami mahasiswa. Kata Kunci : Kebutuhan Informasi, Perilaku Pencarian Informasi, Sumber Informasi Abstract. Based on the result of observation, the students of foreign language departements find the dificulty for finding foreign languages literature. It becomes a main problem for them to fulfill their information needs, especially for supporting their academic needs. Generally, this research aims to determine the information seeking behavior of foreign language departement students. Meanwhile, the specific purposes of this research are 1) determining types of information those are needed by the students of DFLE, 2) finding the sources of information those are needed by them, 3) knowing the information seeking behavior of DFLE students, and 4) determining the obstacles when seking information. This research is done by using descriptive qualitative and case sudy model.. Purposive sampling is used for selecting informants. There are twelve informants from six different foreign language departements, those are departement of arabic language education, departement of japanese language education, departemen of germanic language education, departement of french language education, departement of korean language education, and departement of english language education. Interview and document study are chosen as techniques of collecting data. The result shows that text books, module, video and record, literature about cultures and grammar are kind of library collection those are needed by them. Reading room, books, and internet, and human explanation are the sources they used to get information. The information seeking behavior of students are starting, chaining, browsing, differentiating, extracting, verifying, and ending. Barrier of seeking information come from internal and external.Keywords : Information Needs, Information Seeking Behavior, Information Sources  

Penilaian Pengguna terhadap Kualitas Layanan (Libqual) di Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri Surabaya

Harisanty, Dessy, Khodijah, Siti

Edulib Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Pelayanan yang dilakukan oleh perpustakaan secara langsung ataupun tidak akan menimbulkan citra perpustakaan baik citra positif maupun negatif. Citra tersebut menimbulkan persepsi pengguna dan akhirnya membuat penilaian pengguna terhadap perpustakaan. Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui mengenai tingkat persepsi pengguna atas kualitas layanan perpustakaan perguruan tinggi negeri yang meliputi dimensi affect of service, information control, library as place. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang sifatnya deskriptif dan teknik pengumpulan data kuisioner dengan teknik sampling nonrandom sampling dengan kriteria purposive sampling di Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Airlangga (UNAIR) dan Perpustakaan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Teknik pengolahan data yakni dengan membuat nilai rata-rata di setiap indikator kualitas layanan. Konsep kualitas layanan yang digunakan adalah LibQual+™ yang terdiri dari affect of service, information control, dan library as place. Hasilnya bahwa nilai rata-rata penilaian pengguna pada kinerja ketiga perpustakaan di atas adalah baik. Untuk perpustakaan UNESA dan ITS, urutan penilaian dari yang terbaik oleh pengguna adalah library as place, information control dan affect of service. Urutan penilaian pengguna atas dimensi yang terbaik pada perpustakaan Unair secara berturut-turut adalah library as place, affect of service, dan information control. Kata kunci: libqual, persepsi pengguna, perpustakaan perguruan tinggi Abstract. Services carried out by the library directly and will cause the image library of both positive and negative images. These images create the perception of users and ultimately make an assessment of the library users. In this study the authors wanted to know about the level of user perception on the quality of library services such as affect of service, information control, and library as place. This study uses a quantitative approach that are descriptive and questionnaire data collection techniques with nonrandom sampling with purposive sampling criteria in the library of Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair) and the library of the State University of Surabaya (UNESA). Data processing techniques to make the average value in every indicator of service quality. The concept of service quality used is LibQual + ™ consisting of affect of service, information control, and library as place. The result is that the average value assessment on the performance of the three library users above is good. For UNESA and ITS libraries, order an assessment of the best by the user is a library as place, information control and affect of service. In Unair library, user ratings on the dimensions of the order of the best in a row is a library as place, affect of service, and information control. Keywords: libqual, user perception, university libraries

Pendidikan Literasi Media Sebagai Upaya Peningkatan Peran Perempuan Perdesaan Dalam Pembangunan

Gemiharto, Ilham

Edulib Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Proses pembangunan perdesaan membutuhkan peran seluruh kelompok masyarakat, termasuk peran kaum perempuan perdesaan. Upaya peningkatan peran perempuan perdesaan dalam pembangunan dapat dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya adalah melalui pendidikan literasi media yang akan menghasilkan kelompok perempuan yang mampu menjadi agen-agen perubahan di perdesaan dengan keterampilan mereka dalam memantau dan mengkritisi konten media khususnya tayangan televisi. Selama ini perempuan perdesaan cenderung tidak berdaya menghadapi kepungan media elektronik televisi. Salah satu faktor yang melatarbelakanginya adalah ketidakmelekan kaum perempuan perdesaan terhadap hak mereka mengkritisi dan memantau tayangan televisi. Di luar permasalahan tersebut, kaum perempuan perdesaan memiliki potensi besar dalam memperbaiki kualitas tayangan televisi karena mereka adalah yang penonton terbanyak tayangan televisi. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pendidikan literasi media sebagai upaya peningkatan peran perempuan perdesaan dalam pembanguan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) serta teknik analisis data deskriptif dengan informan penelitian adalah kaum perempuan perdesaan di Kabupaten Majalengka, fasilitator literasi media, anggota Komisi Penyiaran Indonesia, dan para pejabat terkait.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan literasi media memiliki peran signifikan dalam upaya pemenuhan kebutuhan informasi yang bermanfaat bagi kaum perempuan perdesaan, dan memberikan kesadaran akan hak mereka mengkritisi dan memantau tayangan televisi. Penelitian ini merekomendasikan untuk merancang suatu model pendidikan literasi media bagi kaum perempuan perdesaan yang dapat diimplementasikan di daerah lain di Indonesia. Kata Kunci : Literasi Media, Perempuan Perdesaan, Peningkatan Peran, Tayangan Televisi, Kabupaten Majalengka. Abstract. The process of rural development requires the role of all groups in a society, including the role of rural women. Efforts to increase the role of rural women in development can be conducted through various ways, one of which is through media literacy education that will produce a group of women who will be able to become agents of change in rural areas with their skills in monitoring and critiquing the content of media especially television. All this time, rural women tend to be helpless in facing the siege of television electronic media. One of the factors underlying it is their illiteracy of their rights to criticize and monitor television broadcasts. On the other hand, rural women have great potential in improving the quality of television broadcasts because they form the most television viewers. This research aims to find out how media literacy education can increase the role of rural women in development. This research used qualitative method and the respondents consisted of a group of rural women from Majalengka regency, media literacy facilitators, members of Indonesia Broadcasting Commission (KPI) and the relevant government officials. The data was collected through interview and focus group discussion (FGD) and analyzed descriptively. The results found that media literacy education had significant role in addressing the needs of useful information for rural women and made them aware of their rights to criticize and monitor television broadcast. This research also recommends a model of media literacy education for rural women that can be implemented in other rural areas in Indonesia. Keywords: media literacy, rural women, increased role, television broadcast

Pengaruh Iklim Organisasi Terhadap Produktivitas Kerja Tenaga Perpustakaan Pada CISRAL Universitas Padjadjaran

Hastuti, Dewi Nurma, Dewi, Laksmi, Suhardini, Dini

Edulib Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh iklim organisasi terhadap produktivitas kerja tenaga perpustakaan pada CISRAL Universitas Padjadjaran, (2) Pengaruh struktur terhadap produktivitas kerja tenaga perpustakaan pada CISRAL Universitas Padjadjaran, (3) Pengaruh standar-standar terhadap produktivitas kerja tenaga perpustakaan pada CISRAL Universitas Padjadjaran (4) Pengaruh tanggung jawab terhadap produktivitas kerja tenaga perpustakaan pada CISRAL Universitas Padjadjaran. Penelitian ini dilakukan pada 25 orang tenaga perpustakaan CISRAL Universitas Padjadjaran. Metode penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Iklim organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja tenaga perpustakaan pada CISRAL Universitas Padjadjaran, (2) Struktur memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja tenaga perpustakaan pada CISRAL Universitas Padjadjaran, (3) Standar memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja tenaga perpustakaan pada CISRAL Universitas Padjadjaran, dan (4) Tanggung jawab memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja tenaga perpustakaan pada CISRAL Universitas Padjadjaran. Iklim organisasi pada CISRAL Universitas Padjadjaran dikategorikan kondusif, namun sebaiknya perpustakaan dapat menciptakan iklim organisasi yang lebih kondusif dan nyaman agar produktivitas kerja tenaga perpustakaan semakin meningkat. Kata Kunci : Iklim Organisasi, Tenaga Perpustakaan, Produktivitas Kerja Abstract: This study aims to find out (1) The influence of organizational climate on work productivity of librarian at Padjadjaran University, CISRAL (2) The Influences of structure on work productivity of librarian at CISRAL Padjadjaran University (3) The influence of standards on work productivity of librarian at CISRAL University of Padjadjaran (4) The influence of responsibility on work productivity librarian at CISRAL Padjadjaran University. This research was conducted on 25 people CISRAL Padjadjaran University Librarian. This research method using descriptive statistics. Based on the research results show that (1) The climate of the Organization had a significant influence on work productivity of librarian at CISRAL Padjadjaran University (2) Structures have a significant influence on work productivity of librarian at CISRAL Padjadjaran University (3) Standards have a significant influence on work productivity of librarian at CISRAL Padjadjaran University and (4) The responsibility of having a significant influence on  work productivity of librarian at CISRAL Padjadjaran University. Organizational climate at CISRAL Padjadjaran University categorized conducive, but we suggest that library can create organizational climates more conducive and comfortable for work productivity increasing librarian. Keywords: Organizational Climate, Librarian, Work Productivity 

Penerapan Teori Kredibilitas Sumber (Source of Credibity) Dalam Penelitian-penelitian Layanan Perpustakaan

Winoto, Yunus

Edulib Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract. Communication is an inseparable thing in human life, starting from waking up until going back to bed. Likewise, performing library activities cannot be separated from communication activities. One of communication purposes is to influence others or what is called persuasive communication. The success of persuasive communication is determined by many factors, one of them the source factor of the persuader. One theory that explains about the persuader is the source credibility theory by Carl I Hovland. This theory assumes that people will be more likely to be persuaded when the communicator or the person delivering the message shows himself as a credible person. This theory is widely used in communication researches and also begun to be applied in researches about library services.Keywords : persuasive communication, credibility, library servicesAbstrak. Komunikasi adalah merupakan suatu hal yang tidak bisa lepas dalam kehidupan manusia, sejak dari mulai bangun tidur sampai dengan akan tidur kembali. Begitu juga dalam kegiatan penyelenggaraan perpustakaan, pustakawan tidak bisa lepas dari aktivitas komunikasi. Salah tujuan komunikasi adalah untuk mempengaruhi orang lain atau disebut juga dengan komunikasi persuasif. Keberhasilan komunikasi persuasif salah satunya ditentukan oleh faktor sumber atau disebut juga persuader. Salah satu teori tentang menjelaskan tentang komunikator adalah teori kredibilitas sumber (source of credibility theory) dari Carl I Hovland. Asumsi dari teori ini mengatakan bahwa orang akan lebih mungkin  dipersuasi ketika komunikator atau orang yang menyampaikan pesan komunikasimenunjukkan dirinya sebagai orang yang kredibel. Teori ini selain banyak dipakai untuk penelitian komunikasi juga mulai diterapkan dalam penelitian-penelitian tentang layanan perpustakaan.Kata Kunci : Komunikasi Persuasif, Kredibilitas, Layanan Perpustakaan.

Hubungan Persepsi Pemustaka Dengan Kepuasan Pemustaka Pada Layanan Perpustakaan Di Center Of Information Secientific Resources And Library (Cisral)

Damayanti, -, Ihtisar, Anisah

Edulib Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract.This research was conducted to address the diverse array of types of services provided byPadjadjaran University Library for its users. The main problem of this research is userssatisfaction on reference services of Centre of Information Scientific Resources and Library(CISRAL) of Unpad. The study focused on one of the factors that connect users satisfaction onCISRAL reference services in reference services department. Therefore, this research aimed to findout the relationship between library users perception on reference services and library userssatisfaction on Reference Services of CISRAL Unpad. This research consisted of two variables:users perception towards reference services (X variable) and users satisfaction on referenceservices department (Y variable). Both users perception and satisfaction were measured using fourindicators: collection availability, the competencies of service librarians, the facilities of referenceservice, and the room layout of the reference service room. The population was visitors of referenceservice of CISRAL Unpad and the sample as 135 respondents which was taken as total sampling.This research used descriptive correlational method. The data was collected using closedquestionnaire that used five point Likert Scale with correlation analysis. The data analysis showedthat there was a moderate correlation between users perception towards reference services and users satisfaction with reference service of CISRAL Unpad. The results of hypothesis testing suggested that there was a strong relationship between users perception towards collection availability and the competencies of service librarians and users satisfaction with reference service of CISRAl Unpad. Also, there was a very strong relationship between users perception towards the facilities and room layout of the reference service and users satisfaction with the reference service department of CISRAL Unpad.Keywords: library users perception, library users satisfaction, library services. Abstrak. Hubungan antara Persepsi Pemustaka tentang Layanan Sirkulasi Mandiri dan Tingkat Penelitian ini dilatarbelkangi oleh beraneka ragamnya jenis pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan untuk para pemustaka di Perpustakaan Universitas Padjadjaran. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah kepuasan pemustaka pada bagian layanan referensi Centre Of Information Scientific Resources And Library (CISRAL) Unpad. Inti kajiannya difokuskan pada salah satu faktor yang menghubungkan kepuasan pemustaka layanan referensi CISRAL Unpadpada bagian layanan referensi. Berdasarkan hal tersebut, pokok masalah yang  diungkapkan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Hubungan Persepsi Pemustaka Tentang Layanan Referensi dengan Kepuasan Pemustaka pada bagian Layanan Referensi di CISRAL Unpad. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu: variabel (X) persepsi pemustaka tentang layanan referensi dan variabel (Y) kepuasan pemustaka pada bagian layanan referensi. Persepsi pemustaka dan kepuasanpemustaka diukur melalui empat indikator, yaitu: ketersediaan koleksi, kompetensi pustakawan layanan, fasilitas layanan referensi, dan tata ruang layanan referensi perpustakaan. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung layanan referensi CISRAL Unpad dengan sampel 135 responden yang dihitung berdasarkan total sampling. Metode penelitian menggunakan metode deskripitif korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup dengan skala lima kategorilikert dengan analisis korelasi. Berdasarkan analisis data dapat diketahui persepsi  pemustaka tentang layanan referensi berhubungan sedang dengan kepuasan pemustaka pada bagian layanan referensi di CISRAL Unpad. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan persepsi pemustaka tentang ketersediaan koleksi dan kompetensi pustakawan layanan dengan kepuasan pemustaka pada bagian layanan referensi di CISRAL Unpad berhubungan kuat, sementara persepsi pemustakatentang fasilitas dan tata ruang layanan referensi dengan kepuasan pemustaka pada bagian layanan referensi di CISRAL Unpad berhubungan sangat kuat.Kata Kunci: persepsi pemustaka, kepuasan pemustaka, layanan perpustakaan.

Bahasa Inggris Calon Pustakawan Multitasking: Kiat-Kiat Menumbuhkan Minat Berbahasa Inggris Melalui Pendekatan Ramah Suasana

Rusmono, Doddy

Edulib Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract. Ideas expressed by LIS (Library and Information Science) students in the form of writing are incomprehensible to some extent. The work of LIS students of UPI, the librarians to-be, needs to be examined. These students are learners categorized as SNED (Students of Non English Department) gaining experience through learning English in the EFL (English as a Foreign Language) environments worth investigating. Lack of skill to bridge a gap between their native language (Indonesian) and target language (English) creates a room for inadequacy especially to native speakers. Paragraphs written by these students as ELLs (English Language Learners) are not easily understood due to the constraints dealing with linguistic and cultural barriers. A very small number of studentshave been willing to write their answers in English language when it comes to  options of answering in English or answering in Indonesian language in the mid-termexamination.This phenomenon gives a picture of competency in expresing ideas in English which is still far from being sufficient. Approach using a qualitative method of research with interview and observation as instruments to collect data from informants results in facts that they lack of confidence leading to an impact factor of low quality of writing. Hence, facilitators should take necessary steps to help with warm and friendly conduct toward betterments in working out English instead of Indonesian English. Librarians as professionals in practice should have a good command of English and exercise it in their daily routines. Their “at-homeness” proves to be very low making it possible for a native speaker to misinterpret the original ideas of the ELLs. Culture as a factor influences and builds a sense, attitude, and response of the ELLs in interacting with a native speaker of the target language. It is found out that efforts with friendliness and pleasing approach bythe facilitators to make the ELLs feel comfortable plays an important part toward betterments.Key words: friendly atmosphere, paragraph writing, linguistic consraints, culture, SNED.Abstrak. Gagasan yang disampaikan dalam bentuk tertulis menggunakan Bahasa Inggris oleh Mahasiswa Program Studi Perpustakaan FIP-UPI, yang adalah calon Pustakawan, memerlukan penelitian. Para Mahasiswa ini adalah pembelajar yang berkategori SNED (Students of Non-English Department) yang belajar Bahasa Inggris dengan lingkungan EFL (English as a Foreign Language) yang menarik untuk diteliti. Kekurangmampuan menjembatani kesenjangan antara Bahasa Ibu mereka (Bahasa Indonesia) dengan Bahasa Penerima (Bahasa Inggris) menghambat keberterimaan oleh khususnya Penutur Asli (native speaker). Paragraf karya tulis SNED sebagai Pembelajar Bahasa Inggris (ELLs –English Language Learners) sering sulit dimengerti karena kendala linguistik dan kultur. Sedikit sekali Mahasiswa yang mau menulis didalam Bahasa Inggris pada UTS (UjianTengah Semester). Kenyataan ini menggambarkan betapa kemampuan Mahasiswamenyusun kalimat masih jauh dari memadai. Pendekatan menggunakan metode kualitatif dengan intrumen wawancara bersama informan menghasilkan simpulan bahwa lack of confidence onthe students part merupakan impact factor. Teramati bahwa Bahasa Inggris yang digunakan masih merupakan Bahasa Inggris “Indonesia”. Pada prakteknya, status Pustakawan Multitasking menuntut profesional Pustakawan untuk dapat berbahasa Inggris didalam rutinitas kesehariannya. Dalam hal ini, “at-homeness” mereka masih rendah sehingga seorang native speaker yang mencoba memahami bahasa tulisan karya Pustakawan melakukan penafsiran yang keliru. Selain itu, pengetahuan ELLs mengenai kultur sasaran (Bahasa Inggris) memainkan peran sangat penting didalam berkomunikasi.Didalam menyampaikan gagasan mereka, para pembelajar ini mengalami kesulitan karena terkendala oleh kultur bahasa sasaran. Kultur ini mempengaruhi dan membentuk perasaan, sikap, dan respon ELLs didalam berinteraksi dengan penutur asli bahasa sasaran. Ditemukan bahwa upaya yang ramah dan menyenangkan dari pengajar selaku fasilitator untuk memperbaiki Bahasa Inggris para calon Pustakawan ini merupakan suatu keniscayaan.Kata kunci: ramah suasana, penulisan paragraf, kendala linguistik, kultur, SNED,.

Rintisan Penyelenggaraan Perpustakaan Masjid Sebagai Sarana Kegiatan Membaca Bagi Para Jamaah

Yusup, Pawit M., Resfiantika, Evi

Edulib Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract. In the context of the mosque as a place of worship widely, one of which is a mosque used as a place for education and training activities of the people. This research aims to pioneer the implementation of the library as a means of reading and studying in the library of the mosque. The method used is the technique of PRA (Participatory Research Appraisal), with the steps: (1) conduct a discussion and shared learning about the mosques congregation of reading and its implications for the intellectual development  of Muslims in general; (2) provides a means of learning and reading in the form of a number of books on general science and religion; (3) perform activities of assistance to pilgrims in learning and reading according to specialization. Results of the study show that, since the library of the mosque, indirectly, learning activities and reading in the mosque, began to awaken. This activity in practice to be a part of the functioning of the mosque library attendance among the people.Keywords: Mosque Library, learning activity, reading Habit.Abstrak. Dalam konteks masjid sebagai tempat ibadah secara luas, salah satu fungsinya adalah masjid dijadikan tempat kegiatan untuk pendidikan dan pembinaan umat. Penelitian ini bertujuan merintis penyelenggaraan perpustakaan sebagai sarana kegiatan membaca dan belajar di Perpustakaan Masjid. Metode yang digunakan adalah teknik PRA (Participatory Research Appraisal), dengan langkah-langkah: (1) melakukan kegiatan diskusi dan pembelajaran bersama jamaah masjid mengenai membaca dan implikasinya bagi perkembangan intelektual umat islam pada umumnya; (2) menyediakan sarana belajar dan membaca berupa sejumlah buku tentang ilmu pengetahuan umum dan keagamaan; (3) melakukan kegiatan pendampingan kepada jamaah dalam belajar dan membaca sesuai dengan  peminatan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa, sejak adanya perpustakaanmasjid, secara tidak langsung kegiatan belajar dan membaca di lingkungan masjid, mulai terbangun. Kegiatan ini pada prakteknya menjadi bagian dari berfungsinya kehadiran perpustakaan masjid di tengah umat.Kata kunci: Perpustakaan Masjid, kegiatan belajar, Membaca

Studi Manajemen Kelembagaan Museum

Rohanda, -, Agustina, Susanti

Edulib Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Museum menjadi aset bernilai sejarah yang monumental dan sarat dengan misi pendidikan dari generasi ke generasi. Museum pada umumnya menghadapi kendala dalam pengelolaan dana. Pengelolaan dana terutama yang mendukung keberlanjutan pemeliharaan, perbaikan, dan perawatan museum agar dapat melayani masyarakat lebih baik dan profesional. Kendala tersebut pada dasarnya akan selalu terkait dengan manajemen kelembagaan museum. Informasi yang diolah dalam karya ilmiah ini merupakan hasil elaborasi dari studi literatur dan simpulan studi hasil penelitian terdahulu. Artikel ilmiah ini membahas aspek kelembagaan museum meliputi pertama, profil museum dari segi sarana prasarana, SDM, koleksi; kedua aspek legal formal nomenklatur dan payung hukum; ketiga, aspek organisasi lembaga termasuk di dalamnya tugas, fungsi, wewenang, dan tanggung jawab lembaga penaung; keempat, pola koordinasi, kerjasama, dan hubungan kelembagaan museum dengan instansi terkait; kelima, studi kasusrevitalisasi kegiatan permuseuman yang mengarah pada kebijakan pengelolaankelembahgaan museum yang profesional. Pembahasaan tentang manajemen kelembagaan museum ini berguna, pertama bagi pengembangan wawasan keilmuan informasi dan perpustakaan, khususnya kelembagaan informasi selain perpustakaan. Kedua, memberikan gambaran mengenai tata kelola museum di instansi pemerintah. Ketiga, batasan lingkup kajian baru sebatas manajemen kelembagaan museum di instansi pemerintah, sehingga perlu adanya  pengembangan kajian manajemen kelembagaan museum untuk tipe museumlainnya, seperti museum yang dikelola swasta maupun pribadi.Kata kunci: gawitra, kelembagaan informasi, manajemen, museum.Abstract. Museums are monumental historical assets and laden with educational mission from generation to generation. Museums in general face constraints in fund management especially to support the sustainability, repair, and maintenance of the museums in order to serve the public better and professionally. These constraints will basically always be associated with the museums institutional management. The information processed in this paper is an elaboration of literature study and conclusions of previous studies. This scientific article discusses the institutional aspects of museums including first, the museums profile in terms of infrastructure, human resources, collection; second, the formal legal aspects of nomenclature and legal protection; third, the institutions organizational aspects including tasks, functions, authority, and responsibilities of the sheltering institutions; fourth, the pattern of coordination, cooperation and institutional relations museum with other relevant institutions; and fifth, case studies of revitalization of museum activities that lead to institutional management policies of professional museums.Discussion on of the institutional management of museums is useful, first, for thedevelopment of information and library science, particularly institution of information in addition to the library. Second, it provides an overview of the governance of the museum in government institutions. Third, the scope of study is limited to institutional management of museums in government institutions, thus there is a need for the development of studies on institutional management of museums for other types of museums, such as museums that are managed by private or personal institutions.Keywords: Gawitra, information institution, management, museum.

PENGARUH KETERSEDIAAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN TERHADAP TINGKAT KUNJUNGAN PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL

Kusumaningtyas, Mahayu, Arya, Dian

Edulib Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketersediaan koleksi yang menjadi daya tarik pengunjung. Pokok masalah yang diungkap dalam penelitian adalah bagaimana pengaruh ketersediaan koleksi perpustakaan terhadap tingkat kunjungan pemustaka di Perpustakaan ITENAS. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) Pengaruh ketersediaan koleksi perpustakaan terhadap tingkat kunjungan pemustaka di Perpustakaan ITENAS, (2) Pengaruh relevansi koleksi perpustakaan terhadap tingkat kunjungan pemustaka di Perpustakaan ITENAS, (3) Pengaruh kelengkapan koleksi perpustakaan terhadap tingkat kunjungan pemustaka di Perpustakaan ITENAS, dan (4) Pengaruh kemutakhiran koleksi perpustakaan terhadap tingkat kunjungan pemustaka di Perpustakaan ITENAS. Populasi dalam penelitian adalah pengunjung di Perpustakaan ITENAS dengan sampel sebanyak 98 orang yang ditentukan dengan rumus Yamane dan menggunakan teknik Proportionate stratified random sampling. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian menggunakan angket tertutup dengan skala Likert dengan pengolahan data menggunakan analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ketersediaan koleksi perpustakaan memiliki pengaruh yang kuat terhadap tingkat kunjungan pemustaka di Perpustakaan ITENAS, (2) Relevansi koleksi perpustakaan memiliki pengaruh yang sedang terhadap tingkat kunjungan pemustaka di Perpustakaan ITENAS, (3)Kelengkapan koleksi perpustakaan memiliki pengaruh yang kuat terhadap tingkat kunjungan pemustaka di Perpustakaan ITENAS, (4) Kemutakhiran koleksi perpustakaan memiliki pengaruh yang sangat rendah terhadap tingkat kunjungan pemustaka di Perpustakaan ITENAS. Ketersediaan koleksi di Perpustakaan ITENAS sejauh ini cukup baik, namun sebaiknya perpustakaan terus mencoba untuk melengkapi dan menyediakan koleksi yang mutakhir agar frekuensi kunjungan pemustaka semakin bertambah.

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA BAPUSIPDA TERHADAP BRAND JUDGMENT PEMUSTAKA

Monika, Winda, Wahyudin, Dinn

Edulib Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Masalah yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah brand judgement pemustaka di Bapusipda Provinsi Jawa Barat. Inti kajiannya difokuskan pada salah satu faktor yang memiliki hubungan dengan brand judgement pemustaka yaitu kepemimpinan Kepala Bapusipda. Berdasarkan hal tersebut, pokok masalah diungkap dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan kepemimpinan Kepala Bapusipda dengan brand judgement pemustaka. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan disproportionate stratified random sampling. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif korelational dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data diketahui kepemimpinan Kepala Bapusipda memiliki hubungan kuat dengan brand judgement pemustaka dengan korelasi. Hasil pengujian hubungan kepemimpinan Kepala Bapusipda dengan brand judgement pemustaka menunjukkan indikator kebijakan/keputusan memiliki korelasi dengan derajat hubungan pada kategori sedang, indikator komunikasi memiliki korelasi dengan derajat hubungan pada kategori sedang, indikator motivasi memiliki korelasi dengan derajat hubungan pada kategori kuat, dan penyeleksian sumber daya manusia oleh Kepala Bapusipda memiliki korelasi dengan derajat hubungan pada kategori kuat.

PEMANFAATAN INTERNET PADA PERPUSTAKAAN DAERAH

Wijaya, Andy, Riyana, Cepi

Edulib Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemajuan teknologi internet yang telah merambah ke segala segi kehidupan dari bidang ekonomi, bisnis, hiburan, budaya dan pendidikan, sampai dengan layanan perpustakaan. Khusus pemanfaatan internet di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemustaka yang menggunakan media internet pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang yang berjumlah 40 orang. Teknik sampling digunakan untuk menjaring data dari responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara langsung dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke lokasi yang menjadi situs penelitian. Teknik langsung ini didukung oleh penyebaran angket kepada sejumlah responden penelitian yang juga menggunakan teknik wawancara dan observasi. Dalam menganalisis data digunakan tabel untuk mencari nilai rerata dari mean untuk setiap jenis data tersebut untuk memperoleh simpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa: pertama, pemustaka yang memanfaatkan internet pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang sering menggunakan cara searching dalam mencari informasi yang dibutuhkan. kedua, pemustaka yang memanfaatkan internet pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang dominan memanfaatkan fasilitas web. ketiga, pemustaka yang memanfaatkan internet jarang melakukan download informasi yang berada di internet pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang. Hasil penelitian menujukkan perlunya upaya berkelanjutan dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang untuk memperbaiki tingkat kekerapan kunjungan dan pemanfaatan internet secara maksimal.

KETERKAITAN ANTARA PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DENGAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR YANG DIPEROLEH SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA

Nabila, Nikita, Dewi, Laksmi

Edulib Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan pemanfaatan perpustakaan dengan hasil belajar yang diperoleh siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 5 Sukabumi. Adapun secara khusus tujuan penelitian tersebut adalah (1) untuk mengetahui pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar di SMP Negeri 5 Sukabumi; (2) untuk mengetahui hasil belajar yang diperoleh siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 5 Sukabumi dan (3) untuk mengetahui keterkaitan antara pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar dengan peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 5 Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif studi deskriptif analisis korelasi. Teknik penarikan sampel menggunakan Sampling Purposive. Instrument penelitian yang digunakan adalah angket tertutup dengan skala lima kategori Likert, pengolahan data menggunakan korelasi dari Pearson’s Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar di SMP Negeri 5 Sukabumi berada dalam kategori baik, (2) hasil belajar yang diperoleh siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 5 Sukabumi berada dalam kategori cukup baik,dan (3) pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar memiliki keterkaiatan yang signifikan dengan peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 5 Sukabumi, yang menghasilkan korelasi dengan kriteria kuat. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan dari pemanfaatan perpustakaan dengan hasil belajar yang diperoleh siswa di SMP Negeri 5 Sukabumi.

KETERSEDIAAN KOLEKSI TERCETAK DALAM MEMENUHI KEPUASAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN ITB

Nabila, Iis Naeni, Suhardini, Dini

Edulib Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh koleksi tercetak yang merupakan salah satu modal bagi perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan pengguna sehingga tercipta rasa puas. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana ketersediaan koleksi tercetak dalam memenuhi kepuasan pengguna pada Perpustakaan ITB? Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran tentang ketersediaan koleksi tercetak dalam memenuhi kepuasan pengguna pada Perpustakaan ITB, memperoleh gambaran tentang kelengkapan koleksi tercetak, kerelevanan koleksi tercetak dan kemutakhiran koleksi tercetak dalam memenuhi kepuasan pengguna pada  Perpustakaan ITB. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 24.240 pengguna pada bulan februari 2013 dengan menggunakan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ketersediaan koleksi tercetak telah memenuhi kepuasan pengguna, koleksi tercetak yang tersedia di perpustakaan ITB lengkap, relevan dan mutakhir sehingga pengguna merasa puas. Implikasi dari penelitian bahwa untuk mengoptimalkan ketersediaan koleksi tercetak Perpustakaan ITB harus selalu berorientasi kepada kebutuhan pengguna.

HUBUNGAN MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DENGAN PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Nurlisma, Lisna, Komarudin, Yooke Tjuparmah

Edulib Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Masalah yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Inti kajiannya difokuskan pada salah satu faktor yang mempengaruhi penyelenggaraan perpustakaan sekolah yaitu manajemen kepala sekolah.  Berdasarkan hal tersebut, pokok masalah diungkap dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan manajemen kepala sekolah dengan penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu manajemen kepala sekolah dan penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Manajemen kepala sekolah diukur  melalui indikator leading, planning, organizing dan controlling. Penyelenggaraan perpustakaan sekolah diukur melalui indikator layanan, koleksi dan anggaran. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 10 Bandung, dengan sampel 95 orang yang dihitung berdasarkan rumus Yamane dengan metode simple random sampling. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup dengan skala lima kategori Likert dengan analisis regresi dan korelasi, serta wawancara terstruktur untuk melengkapi data dari angket. Berdasarkan hasil analisis data diketahui manajemen kepala sekolah berpengaruh cukup kuat terhadap penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Secara garis besar manajemen kepala sekolah SMAN 10 Bandung termasuk dalam kategori baik. Hasil pengujian manajemen kepala sekolah terhadap penyelenggaraan perpustakaan sekolah menunjukkan indikator leading dan organizing  berada pada kategori sedang, sementara indikator planning dan controlling berada pada kategori kuat.

MEDIA KONSULTASI ONLINE SEBAGAI ALTERNATIF UPAYA PENANGANAN MASALAH REMAJA

Mirawati, Ira

Edulib Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Kebutuhan remaja saat ini terhadap bimbingan karir dan konseling semakin tinggi, seiring dengan semakin beragamnya permasalahan remaja. Di sekolah-sekolah, kebutuhan konsultasi juga meningkat terutama sejak adanya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) yang menggunakan “jalur sekolah” atau jalur prestasi. Masalahnya, karena berbagai sebab, ternyata tidak semua remaja dapat mengungkapkan permasalahan atau berkonsultasi dengan mudah secara tatap muka. Di sisi lain penggunaan media social di kalangan remaja meningkat dengan pesat, dari 88,1 juta orang pengguna internet yang dirilis oleh Asosisasi Penyedia Jasa Internet Indonesia, 58,4% di antaranya adalah generasi muda, termasuk remaja. Oleh karena itu, adalah langkah yang tepat untuk menyediakan media konsultasi online yang dapat membuat para remaja dapat mengkonsultasikan permasalahan yang dihadapinya di manapun dan kapanpun. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan kebutuhan para remaja di kota Bandung terhadap media konsultasi online, lalu mengembangkan prototype media konsultasi online berdasarkan deskripsi kebutuhan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di luar bimbingan karir, masalah yang dihadapi remaja di kota Bandung di antaranya adalah masalah pertemanan, masalah percintaan, masalah keluarga, dan masalah keuangan. Pada umumnya remaja menceritakan permasalahannya pada teman mereka, bukan pada keluarga atau guru/dosen bimbingan dan konseling. Sebagian besar responden pernah mem-posting permasalahan mereka di media sosial, hanya untuk pelepasan tekanan, tanpa mengharapkan feedback dari teman atau follower mereka. Hampir seluruh responden tertarik untuk mencoba jika ada layanan konsultasi online. Mereka berharap, meskipun online, konsultasi tetap dapat dilakukan secara personal tanpa muncul di ranah yang dapat dibaca oleh orang lain, dan jangan sampai permasalahan mereka diceritakan ke publik, meskipun namanya disamarkan. Selain itu, para responden menyarankan agar media konsultasi online tersebut menggunakan nama yang dekat dengan kehidupan remaja, bukan  nama formal yang mencerminkan kelembagaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti kemudian mengembangkan www.sobatmu.com sebagai media konsultasi online untuk pada remaja. Kata kunci: Media Konsultasi Online, Bimbingan Konseling, Masalah RemajaAbstract. Nowadays, teenagers need for career guidance and counseling are increasing, along with the diversity of their problems. In the schools and universities, the need for consultation has also increased, especially since the University entrance examination using Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) known as “school path entrance”. The problem is, for various reasons, not all teenagers can reveal or consult their problems using face to face communication easily. On the other hand social media user among adolescents increased rapidly. The latest data from Indonesian Internet Service Provider Association (APJII), indicate that 49% from 88.1 million Indonesian internet users are adolescent. Therefore, it is the right step for us to provide online consultation media which can help them to consult the problems, anytime and anywhere. This research objectives are to describe the teenagers need of online consultation media, and develop its prototype. The results showed that beside of career guidance, the teenager problems are about friendship, love, family, and financial. Most respondents had posted their problems in social media, just to release the pressure, without expecting feedback from friends or their followers. Almost all respondents are interested to use online consultation service. They hope, the online consultations can be done personally and privately, without the ability of another internet user to read their consultation history. In addition, respondents suggested that online consultation media name using a popular name, close to the life of a teenager, not using a formal name that reflects the institution. Based on these results, we then developed www.sobatmu.com as online consultation media for teenagers.Keywords: Online Consulting, Counseling, Teenager Problem 

OPTIMALISASI PENDIDIKAN PEMUSTAKA DALAM PEMANFAATAN LAYANAN PERPUSTAKAAN OLEH MAHASISWA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG

-, Marlini

Edulib Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari pendidikan pemustaka terhadap layanan perpustakaan dan upaya yang dilakukan oleh pustakawan untuk pengguna perpustakaan seperti para mahasiswa yang menggunakan layanan perpustakaan di Perpustakaan Universitas Negeri Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan variabel-variabel yang terdiri dari penggunaan layanan perpustakaan, apresiasi mahasiswa terhadap pendidikan pemustaka, dan pengaruh kunjungan terhadap pemanfaatan fasilitas perpustakaan. Populasi penelitian terdiri dari semua mahasiswa angkatan tahun 2012 dan telah menyelesaikan kegiatan pendidikan pemustaka. Sampel yang digunakan adalah sampel aksidental (accidental sampling) dengan asumsi bahwa sampel terdiri dari siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti di perpustakaan. Jika mahasiswa yang bertemu cocok dengan kriteria sampel maka digunakan sebagai sampel untuk sumber data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, wawancara, dan studi literature. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan penggunaan layanan perpustakaan, apresiasi mahasiswa terhadap pendidikan pemustaka dan pengaruh kunjungan terhadap pemanfaatan fasilitas perpustakaan berada dalam kategori baik dan sudah optimal.Kata kunci : User Education, Pelayanan Perpustakaan, Pengunjung Abstract. This study aims to determine the impact of user education on the use of library services and the efforts made by librarian to users such as students to use library services at Padang State University Library. The method used was a quantitative descriptive study, with of variables consisting of students knowledge about the use of library services, students appreciation for user education, and the influence of visits on the library facility utilization. The population in this study is the Padang State University students who entered college in 2012 and have completed  the  educational activities of the user education. The sample used is accidental sampling with the assumption that the accidental sampling is sampling technique  by coincidence, that anyone who, by chance, met with researcher can be used as a sample, if the person is found to match the time of determining the required sample as data source. Data collection techniques used were observation, questionnaires, interviews, and literature. The data collected was presented in the form of tables that are easy to be read and interpreted. The results show that students knowledge about the use of library services, students appreciation for user education, and the influence of visits on the library facility utilization are all in the good category and have been optimized.Keywords: User Education, Library Services, Visits.

BUKU TEKS PELAJARAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMAN 3 BANDUNG

Rahmawati, Gustini

Edulib Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk menemukan bukti empirik mengenai penilaian siswa tentang kualitas buku teks pelajaran di Perpustakaan SMA Negeri 3 Bandung. Secara khusus penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penilaian siswa pada aspek (1) Materi; (2) penyajian materi; dan (3) kebahasaan buku teks pelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data dengan cara penyebaran angket. Jumlah sampel sebanyak 66 siswa. Pengolahan data menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics 22. Data disajikan dengan menggunakan rating scale. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa: 1) penilaian siswa tentang kualitas buku teks pelajaran berada pada kategori baik; 2) penilaian siswa pada aspek materi buku teks pelajaran berada pada kategori baik; 3) penilaian siswa pada aspek penyajian materi buku teks pelajaran berada pada kategori baik; 4) penilaian siswa pada aspek kebahasaan buku teks pelajaran berada pada kategori cukup baik. Guru Mata Pelajaran dan pengelola perpustakaan sekolah harus mampu bekerjasama dalam mengembangkan kualitas buku teks pelajaran yang ada di perpustakaan sekolah agar dapat digunakan oleh siswa secara maksimal.Kata Kunci: Buku teks pelajaran, kualitas, perpustakaanAbstract. The objective of this research is to find empirical proof concerning the relationship between students assessment about text books quality with student motivation for learning. Particularly, the objective of this research are: Describing and analyzing students assessment on (1) Material; (2) Present material; (3) Language aspect of text books. The research method used is a descriptive research method and data collection technique by using spreading questionnaire. The sample covers 66 students. Data Processing used IBM SPSS Statistics 22. The data is processed by providing rating scale. Based on the result, we concluded that : 1) Students assessment about text books quality with good category; 2) Students assessment on material aspect of text books with good category;  3) Students assessment on present the material aspect of text books with good category; 4) Students assessment on language aspect of text books with student motivation for learning with enough category. The teachers and school librarians should have good collaboration for developing the quality of text books at school library so that student can use it maximally.Keywords: Textbook, quality, library

USER EDUCATION BAGI MAHASIWA BARU SEBAGAI PEMUSTAKA DALAM MENGAKSES RESOURCES

Sari, Rahmita, Rusmono, Doddy

Edulib Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Pokok masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah kegiatan User Education bagi Mahasiswa Baru sebagai pemustaka dalam mengakses sumber-sumber informasi (resources). Kegiatan User Education diukur oleh tiga sub variabel yaitu pengetahuan mengenai berbagai sumber informasi, pemanfaatannya, dan kedisiplinan pemustaka. Populasi dari penelitian ini adalah  mahasiswa baru  FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Teknik sampling menggunakan Purposive Random Sampling, dengan rumus Yamane. Jumlah sampel yang digunakan adalah 88 orang. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup dengan skala Likert yang dibagi menjadi 5 kategori. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa kegiatan User Education dapat digambarkan bahwa pengetahuan mengenai sumber-sumber  pada mahasiswa baru FPMIPA dalam kategori cukup baik, untuk pemanfaatan sumber-sumber oleh mahasiswa baru  FPMIPA dalam kategori cukup baik, dan untuk kedisiplinan pemustaka pada mahasiswa baru FPMIPA dengan kategori baik. Kata Kunci  : UserEducation, Pemustaka, Resources, Kedisiplinan, Pengetahuan.Abstract. Background to the present study is the knowledge of students to maximize their search to find information from the resources available. Issue to the topic of discussion includes facts on interrelation between User Education and accesibility. User Education is measured by three  variables, namely users knowledge on resources, benefiting of the resources, and user disciplinary. The population of this study is all newly Enrolled Student of FPMIPA, Indonesia University of Education batch of 2014 academic year, with samples taken as many as 88 students. Sampling techniques used is  Purposive  Random   Sampling   with   Yamane  Formula.   The   research   method  used  descriptive method with quantitative approach. The data collection technique used questionnaires with closed Likert scale of five categories. In terms of usersused  descriptive method with quantitative approach. The data collection technique used questionnaires with closed Likert scale of five categories. In terms of users resources knowledge on resources of the newly enrolled student FPMIPA  falls into the category of sufficient when benefiting the resources. As for the users disciplinary, it falls into the category of adequate. Keywords: User Education, Users, Resources, Disiplinary, Accessibility.

HAMBATAN SEMANTIK DAN BUDAYA DALAM PROSES TRANSFER IDE OLEH MAHASISWA JURUSAN NON BAHASA INGGRIS DALAM PENULISAN PARAGRAF

Rusmono, Doddy, Agustina, Susanti

Edulib Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Proses transfer ide dalam bentuk tulisan yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan dan informasi sebagai mahasiswa jurusan non Bahasa Inggris (SNED) yang mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) perlu diinvestigasi. Ketidakmampuan untuk menjembatani kesenjangan antara ide dalam bahasa ibu (Bahasa Inggris) dengan ide dalam bahasa pembaca (Bahasa Inggris) menghambat pemahaman pembaca, khususnya pembaca yang merupakan penutur asli Bahasa Inggris. Paragraf yang ditulis oleh mahasiswa SNED sebagai pembelajar Bahasa Inggris tidak dapat dipahami karena hambatan linguistik dan budaya. Sejumlah kecil mahasiswa yang membuat tulisan Bahasa Inggris dalam ujian tengah semester memperlihatkan gambaran ketidaktepatan dalam hal menyusun kalimat sehingga Bahasa Inggris mereka pada tingkatan tertentu terdengar seperti Bahasa Indonesia. Dalam hal ini kemampuan mereka untuk menggunakan Bahasa Inggris seperti layaknya bahasa Indonesia terbukti sangat rendah sehingga seorang penutur asli Bahasa Inggris yang mencoba untuk memahami ide mereka bisa salah memahaminya. Seorang pembelajar Bahasa Inggris harus memiliki kosakata yang cukup banyak dan setidaknya mengetahui aturan gramatikal seperti formulasi 9BP+3CC (Cd,Cx,Cdx) dan PoS misalnya, untuk melengkapi pemahaman sebelum benar-benar dapat mengekspresikan ide dalam tulisan Bahasa Inggris yang dapat dipahami. Selain itu, pengetahuan mahasiswa tentang budaya penutur Bahasa Inggris memainkan peranan yang sangat penting untuk menghasilkan tulisan yang bagus, sebagaimana yang diungkapkan oleh seorang ahli bahasa bahwa seringkali seorang pembelajar bahasa mengetahui aturan tata bahasa tetapi tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang budaya penutur asli. Mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengkomunikasikan idenya dikarenakan ekspresi suatu ide terikat oleh budaya yang merupakan entitas independen. Budaya penutur asli mempengaruhi dan membentuk perasaan, sikap, dan respons terhadap pengalaman dan interaksi seorang pembelajar bahasa dengan yang lain. Oleh karena itu, upaya fasilitator untuk memperbaiki kemampuan menulis mahasiswa mungkin untuk dilakukan.Kata kunci: Penulisan paragraf, Bahasa, Kultur , Constraint, Betterment,  SNED. Abstract. Ideas transferred in the written form by Library and Information Science students as SNED (Students of Non-English Department)learning English in the environments of EFL (English as a Foreign Language) need investigating. Inability of bridging the gap between the ideas in their native language (Indonesian language) and the audience language (English language)hampers understanding on the readers part, as especially a native speaker of English language. Paragraphs written by the SNED as English Language Learners (ELLs) are incomprehensible due to linguistic and cultural constraints. Quite a small number of students  willing to write in English in their Mid-term Examination give some picture of inappropriateness in terms of sentence structuring resulting in their English being “Indonesian” to some extent. Their “at-homeness”, in this case, proves to be so low that a native speaker of English trying to understand their ideas put into a paragraph will be more than likely misled. ELLs should have vocabularies in a sufficient number and know grammatical rules such as the one formulated as 9BP+3CC (Cd,Cx,Cdx) and the PoS at least, for instance, to equip themselves with before actually expressing their ideas in comprehensible English writing mode. Other than that, ELLs knowledge of target culture (English, that is) plays a great role in producing a good writing as coined by a linguist: Most frequently confronted that students to a great extent know the rules of language, but are not knowledgeable enough about the target culture. In communicating their ideas, students found it difficult to do due to a culture-bound independent entity of idea expressions. The target culture influences and shape the ELLs feelings, attitudes, and responses to the ELLs experiences and interactions with others. It is indicated that any facilitators efforts towards betterments in terms of writing better paragraphs by the ELLs should be a possibility.Key words: paragraph writing, linguistic, cultural, constraint, betterment, SNED.

PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI KOMUNITAS PUSTAKAWAN HOMOGEN DALAM RANGKA PEMANFAATAN BERSAMA KOLEKSI ANTAR PERGURUAN TINGGI

-, Haryanto

Edulib Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Karya ilmiah ini merupakan hasil analisis yang mengulas media sosial sebagai media yang sangat efektif dijadikan media komunikasi komunitas pustakawan dari perpustakaan yang sama program studinya (homogeneity) antar perguruan tinggi. Tujuan dari analisis ini adalah terciptanya komunikasi antar pustakawan homogen antar perguruan tinggi sehingga dapat saling mendukung dalam penyediaan koleksi. Dalam dunia perpustakaan, keterbatasan koleksi dihadapi oleh hampir semua perpustakaan, sehingga diperlukan usaha seperti sharing koleksi (resources sharing). Dengan media sosial dapat dimungkinkan membuat komunitas-komunitas sejenis atau homogen sehingga dapat berkomunikasi secara cepat untuk sharing koleksi. Dalam memanfaatkan media sosial untuk resources sharing perpustakaan perguruan tinggi, agar efektif diperlukan beberapa hal diantaranya kesamaan komunitas jurusan /homogen, admin utama pengendali, kesepakatan resources sharing, no rekening Bank, jasa ekspedisi, serta MoU. Keyword: Koleksi, Social Network, Resources Sharing, Perpustakaan PT Abstract. This scientific paper is resulted from an analysis about social media as an effective media for communication between librarian communities of the same study program (homogeny) from different universities. The analysis aims to create communication between homogenous librarians from different universities so that they can support each other in the provision of library collections. In the world of libraries, collection limitation is faced by almost all libraries, therefore effort like resources sharing is required. The use of social media enables the homogeneous communities to communicate quickly to share collections. In order to effectively use social media for resources sharing, the librarian communities should several things in common which include homogeneity, main admin control, resources sharing agreement, bank account, forwarding service provider, and memorandum of understanding (MoU).Keywords:Collection,Social Network, Resources Sharing,University Library

EVALUASI PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL UNIVERSITAS AIRLANGGA (UNAIR)

Srirahayu, Dyah Puspitasari, Anna, Nove Variant

Edulib Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi website perpustakaan digital UNAIR yang beralamat di www.lib.unair.ac.id melalui user evaluation teknik. Adapun komponen dari digital library UNAIR yang akan di evaluasi dengan menggunakan teori usefulnees digital library yang terdiri dari enam dimensi yakni format penyajian informasi, coverage (cakupan) informasi, relevance (kesesuain informasi yang disajikan), reliable (bisa dipertanggungjawabkan), dan level (tingkat aksesibilitas informasi). Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 50 responden, dengan teknik purposive sampling, dengan kriteria sebagai berikut: (1) civitas akademia UNAIR, (2) pernah mengakses digital library website minimal 1 kali dalam sebulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usefullness dari website perpustakaan UNAIR (lib.unair.ac.id) termasuk dalam kategori TINGGI dengan nilai 99.9 dan yang paling tinggi nilainya adalah format (misalnya .pdf, .jpg lain .doc)  dengan point 89.5 dan yang paling rendah adalah cakupan (yaitu ketepatan waktu dalam hal up- Kata Kunci: Evaluasi Pengguna, Perpustakaan Digital Abstract. This study aimed to evaluate the digital library website of Airlangga University (www.lib.unair.ac.id) through user evaluation technique. The components of the digital library that will be evaluated using usefulness digital library theory consisted of six dimensions namely information presentation format, information coverage, information relevance, information reliability, and information accessibility level. This study used a sample of 50 respondents selected by purposive sampling technique and with the following criteria: (1) Academic community of UNAIR, (2) Have accessed digital library website at least once a month. The results of the study suggested that the usefulness of UNAIR library website is considered in HIGH category with the score of 99.9. The highest score is for the format (e.g. pdf, jpg, doc) with 89.5 points and the lowest is the coverage (i.e. punctuality in terms of updating or diachronic completeness) with 109.6 Keywords: User Evaluation, Digital Library

SISTEM LAYANAN INFORMASI DI PERPUSTAKAAN PADA ABAD KE-21

-, Damayanty

Edulib Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakPesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad ke-21 yang menimbulkan banjirnya informasi telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam segala aspek yang berkaitan dengan informasi, mulai dari jenis dan bentuk sumber informasi, teknik pengelolaan informasi, serta kebutuhan dan kelompok pengguna informasi.Perpustakaan sebagai salah satu lembaga yang bertugas mengelola informasi mengalami perubahan paradigma. Paradigma baru perpustakaan yaitu perpustakaan adalah sesuatu yang hidup, dinamis, segar menawarkan hal-hal yang baru, produk layanannya inovatif, dan dikemas sedemikian rupa, sehingga apa yang ditawarkan oleh perpustakaan akan menjadi atraktif, interaktif, edukatif, dan rekreatif bagi pengunjungnya. Untuk mendukung terciptanya layanan prima yang sesuai dengan tuntutan paradigma baru perpustakaan, kepuasan pengguna harus tetap menjadi target layanan. Agar tujuan tersebut dapat tercapai maka penerapan manajemen modern dalam pengelolaan perpustakaan menjadi suatu kebutuhan. Wujud manajemen modern dalam pengelolaan perpustakaan kini diantaranya adalah konsep ‘information commons’/ informasi umum dan Perpustakaan 2.0 (library 2.0). Kedua konsep tersebut berupa sistem layanan perpustakaan yang melibatkan partisipasi pengguna/ user centered, serta memanfaatkan bantuan teknologi informasi dan komunikasi. Kata Kunci : Perpustakaan, Sistem Layanan informasi, paradigma baru AbstractThe rapid development of science and technology in the 21st century which leads to the rapid flow of information has brought some changes to every aspect related to information, from type and form of information, information process technique, to the needs and groups of users. Library as an institution that is in charge for managing information has undergone change of paradigm. The new paradigm is more lively, dynamic, fresh and offers new things, innovative service product which is packed in such a way that anything offered by the library will be attractive, interactive, educative, and recreational for its users. In order to support the realization of excellent service which conforms to the demand of the new paradigm, users satisfaction should remain become the target of servicing. To achieve the goal, the application of modern management in managing a library is necessary. This is manifested through the concept of information commons and library 2.0. Both concepts are applied in the library service system which involves users participation (user centered) and utilize assistance from information and communication technology. Keywords: library, information service system, new paradigm

SERTIFIKASI DAN LISENSI TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH/ MADRASAH

Komaruddin, Yooke Tjuparmah S, Susilana, Rudi

Edulib Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak   Sertifikasi dan lisensi tenaga perpustakaan sekolah/ madrasah (TP-SM) merupakan dokumen yang menandakan pengakuan bahwa seseorang memiliki kewenangan untuk melaksanakan tugas sebagai tenaga pengelola perpustakaan di lembaga pendidikan (sekolah dan madrasah) secara profesional. Sertifikasi dan lisensi hanya diberikan kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan kualifikasi dan penguasaan tentang  standar kompetensi tenaga perpustakaan sekolah sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008. Penguasaan tentang standar kompetensi tersebut merupakan dasar dan pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tenaga perpustakaan dan pendidikan profesi pustakawan untuk menerbitkan sertifikasi kompetensi dan pemberian lisensi tenaga perpustakaan dan pustakawan. Proporsi yang sangat rendah tentang keberadaan pustakawan dan/atau tenaga pengelola perpustakaan tentulah menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak, baik bagi pemerintah (Direktorat terkait di Kemdiknas dan Kemenag),  Perpusnas, perguruan tinggi pengelola program studi perpustakaan, dan asosiasi profesi. Hal ini terkait dengan kepemilikan perpustakaan dan tenaga pengelola perpustakaan di sekolah/ madrasah yang harus dapat terpenuhi selambat-lambatnya pada Juni 2013 atau 5 (lima) tahun setelah peraturan tentang hal tersebut ditetapkan.Permasalahannya adalah (1) Apakah semua tenaga perpustakaan sekolah yang ada saat ini sudah profesional?; (2) Kualifikasi dan kompetensi apa yang dibutuhkan agar mereka dapat menjadi profesional?; (3) Apa bukti yang menunjukkan bahwa mereka memiliki kewenangan sebagai tenaga perpustakaan yang profesional?; (4) Pendidikan atau pelatihan yang bagaimana yang dibutuhkan agar dapat mempersiapkan dan mengembangkan seseorang menjadi tenaga perpustakaan yang profesional? (5) Bagaimana kesiapan Perguruan Tinggi untuk mempersiapkan Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah ini? Jawabannya tentu perlu dikaji secara teoritik dan empirik. Sebagai bahan diskusi pertanyaan (1) dan (2) akan dijawab dengan paparan pada bagian B, pertanyaan (3) dan (4) akan dijawab melalui paparan pada bagian C, sedangkan pertanyaan ke (5) akan dijawab melalui paparan bagian D, dengan ilustrasi memaparkan Program Studi Perpustakaan dan Informasi, Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia. Sertifikasi dan lisensi tenaga perpustakaan akan menghasilkan tenaga yang profesional apabila melibatkan berbagai unsur sebagai berikut, yaitu: perguruan tinggi penyelenggara disiplin ilmu perpustakaan, lembaga yang mengelola perpustakaan (Perpusnas), lembaga yang mengelola tenaga perpustakaan (Kemdiknas) dan asosiasi profesi perpustakaan. Kata Kunci:  Pustakawan,  Tenaga Pengelola Perpustakaan, Sertifikasi, Lisensi, Perpustakaan Sekolah/Madrasah, Pendidikan Pustakawan Abstract           Certification and license of school librarian/ Madrasah librarian (Tenaga Pustakawan-Sekolah/Madrasah - TPSM) refers to a document admitting that an individual has a right to execute a task assuming the responsibility to manage a library at an educational institution (school or Madrasah) professionally. The certification and the license are issued to individuals who have met some qualification as required so as to describe a mastery in a standardized competencies owned by school librarians as enacted by Permendiknas No.25/2008 (an Act of the Ministry of Education and Culture). The mastery of the aforementioned competencies serves as basics and principles in operationally running education and training for librarians and professional librarian education prior to the issuances of competency certification and license for assistant librarians and librarians. Less than adequate proportion of the existence of librarians remains a big task to be done by all parties including the Government  (directorates, Kemendikbud (Ministry of Education and Culture), and Ministry of Religion), Perpusnas (National Library of Indonesia), universities running the programs of library schools, and profession associations. It brings with it some concerns with services libraries and their librarians have to provide. According to the Permendiknas, by June 2013 (five years after the issuance of the Act) schools and Madrasah have to equipped themselves with libraries managed by librarians. Problems arise once concerns on providing library services have to be working: (1) Are all school/Madrasah librarians on duty professional in category?, (2) What qualifications and competencies should the librarians have to be professional?, (3) What could be the proof that the librarians have every right to work as professionals?, (4) What kind of education and training do the librarians need to undergo to have a good command of managing library collections professionally?, (5) How prepared are higher education institutions in training librarians to have adequate competencies in managing libraries? Answers to the queries need to be explored both theoretically and empirically through a study. To initiate a discussion, questions (1) and (2) will be entertained through explanation in Part B; questions (3) and (4) will be entertained through explanation in Part C while questions (5) will be entertained through explanation in Part D with an illustration of Library and Information Studies-Department of Curriculum and Educational Technology-Faculty of Education-UPI (Universitas Pendidikan Indonesia-Indonesia University of Education). Certification and license for school librarians will work the excellent way to produce professionals in librarianship if the  elements involved in the program are promising enough in terms of qualifications. Those to be involved include universities running the programs of library studies, institutions with the power of managing libraries nationwide including Perpusnas, institutions which concern in establishing libraries (Kemendikbud), and profession associations in librarianship.Key words: librarian, library managers, certification, license, school/Madrasah libraries, training for librarians.

Peran Perpustakaan dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Secara Mandiri di Perguruan Tinggi

Hanoum, R. Nadia

Edulib Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakTujuan akhir dan utama dari pembelajaran bahasa adalah kemampuan pembelajar bahasa untuk menggunakan bahasa yang dipelajari. Namun sayangnya lembaga pendidikan formal selama ini terpaku pada pendekatan-pendekatan tradisional yang lebih banyak memberikan penekanan pada struktur bahasa dan bukan pada bagaimana menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Selain karena faktor ukuran kelas yang besar yang tidak ideal untuk pembelajaran bahasa, hal ini juga dipicu oleh terbatasnya waktu tatap muka di kelas yang tidak memungkinkan terjadinya suatu proses pembelajaran bahasa yang efektif. Di tingkat perguruan tinggi dimana seorang peserta didik dituntut untuk lebih mandiri, permasalahan ini seharusnya dapat diatasi dengan meningkatkan peran dan layanan perpustakaan yang mendukung terlaksananya proses pembelajaran bahasa Inggris secara mandiri. Perpustakaan yang dapat menjalankan fungsinya dengan baik akan mampu menciptakan suasana pembelajaran mandiri yang dapat menunjang pembelajaran tatap muka di kelas. Selain itu, keberadaan sebuah Self Access Center (SAC), yaitu sebuah sarana belajar bahasa mandiri yang menungkinkan pengguna untuk belajar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya akan mampu secara signifikan meningkatkan minat dan motivasi mahasiswa untuk belajar secara mandiri sehingga tujuan pembelajaran bahasa Inggris dapat tercapai. Kata Kunci: perpustakaan, pembelajaran bahasa Inggris, belajar mandiri, Self Access Center AbstractThe ultimate goal of learning English is the ability to use the target language. Unfortunately, formal education tends to use tradisional approach which focuses more on the language form instead of language use. This is triggered not only by the large class size but also by the limited time allocated for learning process in the class. In tertiary level where students are expected to be more independent in their learning, this problem should have been able to be solved by increasing the role and service of university library which supports self-directed independent learning. Library which can fulfill its functions well will be able to create the athmosphere of independent learning that assist learning process in the class. In addition, the establishment of a Self Access Center (SAC) in the library which enable students to learn according to their own needs and abilities will significantly increase students’ interest and motivation to learn independently so that the goal of learning English can be accomplished. Keywords: library, English learning, self-directed independent learning, Self Access Center  

PERAN PUSTAKAWAN MENYUDAHI PLAGIARISME

Rusmono, Doddy, Rosinar, Euis

Edulib Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakPlagiarisme secara “tak sengaja” bisa  terjadi hanya karena “lupa” menyitat. Isi sebuah paragraf bisa tampil sama sekali berbeda dalam hal penggunaan kata tetapi masih bermakna sama (stylish plagiarism) untuk mengantarkan seseorang masuk ke kategori plagiaris. Pada peradaban kuno Yunani, banyak master piece dijiplak begitu saja tanpa sanksi berarti. Di daratan Eropa pada tahun 1601 dikenal isitilah plagiarius yang dijulukkan kepada kegiatan melakukan praktik plagiarisme. Sementara sekarang, 412 tahun kemudian, di kalangan Mahasiswa sangat populer istilah “kopas” atau kopi paste (copy and paste) untuk menyiasati menumpuknya tugas dari Dosen untuk mata kuliah tertentu. Terlepas dari ancaman hukuman yang diberlakukan, plagiarism tetap terus berkibar. Sebesar 40% staf pengajar di Jerman terlibat skandal plagiarism. Sebesar 70% Mahasiswa di Amerika Serikat menjiplak karya orang lain untuk penyelesaian tugas-tugas (THA –Take Home Assignment) yang sarat dibebankan Dosen. Karena ada kesamaan antara plagiarisme dengan korupsi, maka harus ada pemberantasannya. Salah satu garda terdepan yang handal untuk menyudahi praktik plagiarism adalah Pustakawan. Sebagai professional, Pustakawan mengagungkan nilai kejujuran (academic honesty). Pustakawan sudah saatnya diberi peran yang lebih dari porsi yang sekarang didapat. Berkeahlian didalam literasi informasi melalui liaison, Pustakawan perlu diberi peran yang strategis agar dapat membantu staf pengajar dalam menyediakan segala bentuk sumber informasi melalui web dan menyediakan software pendeteksi plagiarisme untuk meneliti keaslian karya tulis ilmiah Mahasiswa yang ditengarai sebagai bukan hasil karya sendiri. Peran baru Pustakawan di era keterbukaan informasi dan perkembangan teknologi dimana informasi tersedia dengan bebas di dunia maya dan dengan mudah di”kopas”, sudah selayaknya diberikan oleh pihak universitas. Pustakawan sebagai pemeran yang berdiri di garda terdepan dalam penyediaan dan pelayanan jasa informasi dapat bersumbangsih besar didalam dunia akademik karena Pustakawan adalah kaum profesional yang berdiri netral dan tidak pernah mempunyai kepentingan apapun selain memberikan pengabdian yang terbaik dalam dunia pendidikan, yang salah satunya, dengan turut serta aktif dalam menyudahi plagiarism dalam segala bentuk dan gayanya. Kata Kunci : Plagiarism, Mahasiswa, Pustakawan, Kejujuran. Abstract                    Plagiarism done “unintentionally” might take place because of “being unaware” to cite. Content of a paragraph can be perfectly different in terms of the wording used yet still remains the same in meaning (stylish plagiarism) to lead someone to a category of a plagiarist. In the era of ancient Greece, there were a bunch of Master Piece being plagiarized without any significant sanctions. Throughout Europe in the year of 1601 was spread out a term of plagiarius  labeled to a practice of plagiarism. Today, though, 412 years afterwards, students are familiarized with the term “kopas” or kopi paste (copy and paste) to ameliorate abundant of take-home assignments (THA) to be written by the instruction of lecturers from certain courses. Aside from the penalty imposed, plagiarism  flourishes. As much as 40 percent faculty members in Germany were involved in the scandal of plagiarism.  Even more impressive was some facts that 70% students in the United States of America copy someone else’s work to produce THAs as required by faculty members. For the reason that plagiarism is considered equal to corruption to some extent, an act of elimination must be taken. One of the frontiers in terms of eliminating the plagiarism is librarians. As professionals, librarians hold in high esteem a value of academic honesty. It is high time the librarians were given a chance to play the role more that they have been holding. Being expert in the field of information literacy through a liaison mode, librarians should be awarded strategic roles to empower them to assist faculty in providing various kinds of information sources through the Web and software available. This, will in turn enable a team in working harmoniously to detect plagiarism and examine students’ work giving signals of acclaiming someone else’s work. A new role in the era of openness of information and the advancement of technology where information is freely accessed copied in today’s virtual world is given by schools and departments. Librarians who stand in the frontlines in giving services of information will remain neutral in terms of judging swerves which may take place in work produced by students or any other prospectus writers. Librarians would have no other interest but giving their best concerns in education, which, one of them is getting involved actively in bringing plagiarism to an end in its various styles and forms.          Key words: librarian, honesty, information, work, plagiarism.

SURAT PUSTAKAWAN DARI NEDERLAND

A-Kwoei, Tjen

Edulib Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

-

KOMUNIKASI DIFABEL MELALUI BUKU BACAAN BAGI ANAK-ANAK

Hafiar, Hanny

Edulib Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak                   Kaum difabel merupakan subkultur yang masih mengalami marginalisasi. Terdapat banyak hak dari kaum difabel yang belum terpenuhi. Marginalisasi terhadap kaum difabel dapat disebabkan adanya stigmatisasi terhadap kemampuan mereka. Stigmatisasi terhadap difabel, dipicu oleh adanya sebagian besar masyarakat yang masih menganut model tradisional. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai realitas kaum difabel disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai dunia kaum difabel yang sebenarnya. Kurangnya pengetahuan masyarakat ini, salah satunya disebabkan minimnya literasi mengenai kaum difabel yang dapat diakses masyarakat. Oleh karena itu, penting kiranya, untuk menyediakan literasi mengenai kaum difabel bagi masyarakat, misalnya melalui penerbitan buku bacaan. Setiap stereotip yang ada dan berkembang di masyarakat, bukan lah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, namun berproses dan dapat disebarkan secara turun temurun. Untuk itu, dalam upaya meningkatkan pemahaman mengenai realitas kaum difabel dalam masyarakat, perlu dilakukan pengenalan dunia kaum difabel terhadap anak usia dini melalui berbagai jenis bacaan anak-anak. Apabila sejak dini anak-anak Indonesia sudah mengenal dan mulai memahami dunia kaum difabel, maka diharapkan anak-anak tersebut kelak menjadi individu-individu yang mampu mengapresiasi eksistensi dan kompetensi yang dimiliki oleh kaum difabel. Dengan demikian, lambat laun, stigmatisasi terhadap kaum difabel yang ada dalam masyarakat sekarang ini dapat terkoreksi secara bertahap. sehingga masyarakat Indonesia, mampu menjadi masyarakat yang inklusif bagi kaum difabel. Kata Kunci: Difabel, Komunikasi, Buku, Anak-Anak. Abstract                    Disabled people are a subculture that is still experiencing marginalization. There are many human rights belonging to the disabled people who have not yet been met. Marginalization of the disabled people is due to the stigmatization of their disabilities. Stigmatization of the disabled people is triggered by the condition of most people whom still believe traditional model. Lack of public awareness about the reality of the disabled people is caused by the lack of knowledge regarding the actual world of the disabled people. Lack of knowledge from the societies, is due to the lack of literacy reference related to the disabled people which can be accessed by the public. Therefore, it is important to provide literacy to the general society about disabled people, for example through the publication of books. Stereotypes that exist and also flourish in society, is not a phenomenon that appears instantly, but rather a process, and can be propagated from generation to generation. Therefore, as an effort to increase comprehension and knowledge related to the actual life of the disabled people within the society, an acknowledgement towards the reality of the disabled people. Such activity should be employed during early childhood age of children through various types of childrens literature. If Indonesian children in their early age’s children are aware of and begun to understand the world of the disabled, it is expected that these children would become individuals whom have the ability to appreciate the existence and the limited competence of the disabled people. Thus, gradually, stigmatization of the disabled people in the society today can be gradually corrected. So that Indonesian people, would become an inclusive society for the disabled. Keywords: Disabled, Communication, Children, Books. 

PENTINGNYA PERPUSTAKAAN MAYA GUNA MENDUKUNG KEBERHASILAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Sembiring, Darwis

Edulib Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakProses pembelajaran di sekolah kini mengalami perubahan yang signifikan. Murid-murid selama ini diposisikan sebagai objek kini berubah menjadi subjek. Paradigma mengajar (teaching) yang pada masa lalu hendaknya diubah menjadi paradigma belajar (learning). Dengan adanya perubahan paradigma itu maka seyogianya peserta didik tidak lagi disebut siswa (pupil) tetapi pembelajar (learner). Konsekuensinya adalah pembelajar harus aktif belajar sendiri dengan menggunakan berbagai sumber. Perpustakaan  merupakan salah satu sumber belajar yang seharusnya bisa menjadi andalan dalam proses belajar tersebut. Oleh karena itu fungsi perpustakaan pun seharusnya  mengalami perubahan yang signifikan ; awalnya didudukkan sebagai penunjang (supportive services), kini seyogianya berubah menjadi mitra (partner). Adanya perubahan peran perpustakaan tersebut, keberadaan  perpustakaan maya tentunya sangat vital, karena mempunyai kelebihan dalam hal kebaruan, fasilitas sharing, efisiensi, dan dapat diakses setiap saat. Keberadaan perpustakaan maya diperkirakan sangat efektif karena murid-murid SMK rata-rata akrab dengan teknologi informasi. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam proses pembelajaran adalah : diskusi online terhadap suatu kasus yang melibatkan beberapa SMK, pembahasan kasus atau topik menarik oleh guru di forum, pengerjaan tugas-tugas yang materinya didapat melalui perpustakaan virtual berbasis web, kegiatan ekstrakurikuler yang berhubungan dengan pembelajaran, dan mengadakan event-event pendidikan tertentu yang berhubungan dengan perpustakaan virtual berbasis web. Dalam pengoperasian   perpustakaan maya diharapkan dapat kerja sama dengan SMK-SMK, ICT Centre, PPPPTK/LPMP, Badan Sertifikasi, perpustakaan konvensional, industri/dunia usaha. Kata kunci : Pembelajaran, Perpustakaan Maya, Sekolah Menengah Kejuruan. Abstract                Learning process at schools today experiences a significant change. Students bearing the role as a n object have changed into a subject of learning. A teaching paradigm as previously practiced should now be changed into a learning paradigm. This phenomenon brings with it a change in paradigm and thus leads to the shifting of role from pupils to learners. Consequently, learners should make every effort to actively adopt a learning style of independence in that making use of various kinds of information mostly by themselves takes place. In this sense, library serves to be a learning facility giving support to the learning process. Therefore, library functions should also be changed significantly: from providing supportive services to a partner. The change in a role played by library makes it possible for the services given through a virtual library to develop its importance. Part of the reason is that there works newness in sharing facilities, efficiency, and accessible any time. The existence of a virtual library proves to be effective because vocational school students in average are familiar with information technology. Activities worth doing in the process of learning include online discussion on a case involving several vocational schools, discussion on a case or an interesting topic with a teacher in a forum, doing tasks from which materials are generated from a Web-based virtual library, any extra-curricular activities having to do with learning, and holding events on education relating to web-based virtual library. In running the services of the virtual library, collaboration with SMK (Sekolah Menengah Kejuruan -Vocational Schools), ICT Centers, PPPTK/LPMP, Certification Institution, conventional libraries, and  industries/business world is expected.             Key words: learning, virtual lilbrary, Sekolah Menengah Kejuruan                                 (SMK – Vocational    Schools)        

IMPLEMENTASI PELAKSANAAN MANAJEMEN MUTU ISO 9001 : 2008 DI PERPUSTAKAAN UPI BANDUNG IMPLEMENTASI PELAKSANAAN MANAJEMEN MUTU ISO 9001 : 2008 DI PERPUSTAKAAN UPI BANDUNG

Bahtiar, Herli

Edulib Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana penerapan  dari Implementasi SMM ISO 9001:2008 di Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. inti permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana proses dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan Implementasi ISO 9001 : 2008 yang diterapkan di perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia, Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisis kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan metode pengamatan lapangan (Observasi), wawancara dan studi kepustakaan /literatur-literatur.berdasarkan dari hasil penelitian ini diperoleh gambaran mengenai bagaimana proses Imoplementasi ISO 9001 :2008 diterapkan pada perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasannya. Kata Kunci: Penerapan ISO 9001:2008; Manajemen Mutu; PerpustakaanAbstract   This research aimed to study how far the implementation of SMM ISO 9001:2008 has gone in the library of Indonesia State University (UPI) Bandung. The problem of this research is how the process of planning, organizing, implementing and controlling of ISO 9001:2008 Implementation is conducted in the library of Indonesia State University. This research used descriptive method with qualitative analysis and the data collected by using field observation method, interview and library study.  The result of this research gives description on how the process of ISO 9001:2008 Implementation was conducted in the library of Indonesia State University, starting from planning to organizing, implementing and controlling. Keywords: ISO 9001:2008 implementation, quality management, library 

Pengaruh Perilaku Belajar Peserta Didik Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar

Akbar, Azizullah Putri, Komarudin, Yooke Tjuparmah

Edulib Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract. This research is motivated by the emergence of the information technology era in which library turns as the place for acquiring information, notably in school. Based on that background, this research is focused on the students attitude and behavior, and students learning interest towards school library utilization as a learning resource. The students behavior was observed across the x-axis and the utilization of library as a learning resource in y-axis. Students attitude was measured by means of attitude sub-variable which consists of three indicators: cognitive, affective, and conative. Students behavior was measured by two indicators, namely learning behavior and reading behavior. Furthermore, students learning interest consists of behave, attention and feeling. This research employs a descriptive design with some quantification to enhance the analysis. Furthermore, the data are collected by using closed questionnaire and Likert Scale. Then the data are analyzed by using correlation analysis and simple linear regression. The results revealed that students learning behavior has a significant connection and influence (0.841) towards the utilization of school library as a learning resource. Based on this result, it can be recommended that school libraries are expected to develop its materials to increase the level of students attitude, behavior and interest regarding to utilize library as a learning resource.Keywords: learning attitude, library materials utilization, learning resources, students.Abstrak. Masalah yang menjadi kajian dalam penelitian ini difokuskan pada sikap, kebiasaan, dan minat belajar peserta didik terhadap pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini terdiri dari perilaku belajar peserta didik (X) dan pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar (Y). Perilaku belajar peserta didik diukur melalui sub variabel sikap yang terdiri dari tiga indikator yaitu kognitif, afektif, dan konatif, dan kebiasaan terdiri dari dua indikator yaitu kebiasaan belajar dan kebiasaan membaca, sedangkan minat belajar terdiri dari perbuatan, perhatian, dan perasaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data  menggunakan kuesioner tertutup dengan menggunakan Skala Likert dan menggunakan analisis data korelasi, serta untuk melihat besar pengaruhnya menggunakan koefisien determinasi dan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa perilaku belajar peserta didik mempunyai tingkat hubungan dan berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan perpustakaansekolah sebagai sumber belajar, dengan signifikansi pengaruh sebesar 0,841. Rekomendasi pada penelitian ini perpustakaan sekolah diharapkan dapat mengembangkan bahan perpustakaan sehingga meningkatkan keberagaman sikap, kebiasaan, dan minat belajar peserta didik untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar.Kata kunci : Perilaku belajar, Pemanfatan bahan perpustakaan, Sumber belajardan Peserta didik

Hubungan Promosi Layanan Perpustakaan Dalam Meningkatkan Kunjungan Siswa Pada Perpustakaan Sekolah

Margana, Hada Hidayat, Amir, Irvan

Edulib Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract. This research is a descriptive study that aims to describe the relationship promotion of library services in improving student visits. Promotion of library services is one of the programs of work done by librarians in attracting the visitors to come to the library. This research was conducted at the National High School Library 6 Bandung, which is located at Pasirkaliki Street No. 51 Bandung. This study used a descriptive method with a quantitative approach. Sample study amounted to 87 people who were determined by the formula Yamane and sampling technique used is simple random sampling. In general, the results showed that the relationship promotion of services in a very significant increase student visits. Meanwhile, in particular, the results showed that (1) Performance in promoting library librarians are very influential in improving student visits to the library. (2) Means promotion effect in improving students visits to the library. It can be concluded that the promotion of library services can increase student visits to the library. Key word : Promotion of Library Services, School Library, Student Visits. Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan hubungan promosi layanan perpustakaan dalam meningkatkan kunjungan siswa. Promosi layanan perpustakaan merupakan salah satu program kerja yang dilakukan oleh pustakawan dalam memikat pemustaka untuk datang ke perpustakaan. Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Bandung, yang berlokasi di Jalan Pasirkaliki No. 51 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sample penelitian berjumlah 87 orang yang ditentukan dengan rumus yamane dan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan promosi layanan dalam meningkatkan kunjungan siswa sangat signifikan. Sedangkan secara khusus, hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kinerja pustakawan dalam mempromosikan perpustakaan meningkatkan kunjungan siswa ke perpustakaan. (2) Sarana promosi meningkatkan kunjungan siswa ke perpustakaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa promosi layanan perpustakaan dapat meningkatkan kunjungan siswa ke perpustakaan. Kata Kunci:  Promosi Layanan Perpustakaan, Perpustakaan Sekolah, Kunjungan Siswa. 

KERJASAMA DAN JARINGAN PERPUSTAKAAN ANTARA INDONESIA-MALAYSIA INDONESIA-MALAYSIA LIBRARY COOPERATION AND NETWORKING

Puspitasari, Dyah, Manan, Endang Fitriyah, Anna, Nove Variant

Edulib Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTIn the freedom of information age, the openness and easiness of information access is important. The provision of data and information has become crucial for many people. The diversity of the information needs drive many information provider institutions work hard to fulfill those needs. However, neither institution can provide complex information needs or information sources perfectly. Thus, those information institutions should have a good solution in order to provide information for all users with different requirement. One of the actions is by building network or cooperation between information provider institutions. The research objective are, first to investigate the Indonesia – Malaysia digital library networks; secondly, to find out the drivers and obstacles of the networks. The research method is by web observation and literature study. The research output is a recommendation for the improvement of the Indonesia - Malaysia digital library networks and cooperation. Keywords: library cooperation, library networking, Indonesia-Malaysia library   ABSTRAKDalam era keterbukaan saat ini, penyajian data dan informasi sangat diperlukan untuk memberikan akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat. Keberagaman kebutuhan informasi, keterbatasan sumber daya informasi dan perubahan prilaku pengguna informasi menjadikan tidak satupun lembaga informasi yang dapat memenuhi semua kebutuhan penggunanya  tersebut. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan layanan yang optimal kepada pengguna maka diperlukan adanya kerjasama dan jaringan antar lembaga informasi. Salah satu lembaga informasi adalah perpustakaan yang akan di jadikan objek dalam makalah ini. Sosialisasi dan pertukaran informasi dilakukan berbagai lembaga baik di dalam maupun di luar negeri. Seperti yang telah dilakukan oleh Kementrian Ristek Republik Indonesia dengan Ministry of Science, Technology and Innovation (MOSTI) Malaysia. Makalah ini akan membahas tentang jaringan informasi dan kerjasama perpustakaan digital antara Indonesia dan Malaysia, bentuk bentuk kerjasama yang ada dan faktor penunjang serta penghambat kerjasama tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan studi pustaka baik tercetak maupun online. Hasil dari makalah ini adalah meyediakan data dan informasi tentang jaringan informasi dan kerjasama perpustakaan antara Indonesia dan Malaysia yang dapat digunakan untuk memberikan rekomendasi baik untuk perpustakaan di Indonesia maupun di Malaysia dalam hal kerjasama.Kata kunci: kerjasama perpustakaan, jaringan perpustakaan, Perpustakaan Indonesia-Malaysia

PERAN PERPUSTAKAAN DAN TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH/MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH/MADRASAH

Dewi, Laksmi, Suhardini, Asep Dudi

Edulib Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Edulib

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis paper begins with the emergence of problems in the implementation of education about the role of the school/madrasah library. Library as one of the important factor in improving the quality of the learning process in schools / madrasah. It is undeniable that the number of libraries and school/madrasah librarian are still below the average of national standard of library school/ madrasah. Required the intervention in enhancing the role of libraries and school library personnel / madrasah. Through training madrassa library management, training participants are expected to increase their ability after the training, particularly in carrying out his duties as a school library personnel. Based on the results of pre-test and post-test data showed that it had an increased knowledge of the trainees. The trainees also found the library management training has particular relevance and effectiveness in improving the understanding related to the management of the library. After training, the trainees also apply in libraries madrassas through improvements in the management of the library. Training library management has proven effective in improving knowledge, attitudes, and skills in carrying out the task of managing the library.Keyword: Library, school librarian, School quality improvement AbstrakTulisan ini diawali dengan munculnya permasalahan dalam pelaksanaan pendidikan tentang peran perpustakaan sekolah/madrasah. Perpustakaan sebagai salah satu factor penting dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah/madrasah. Tak dapat dipungkiri bahwa jumlah perpustakaan dan tenaga perpustakaan sekolah/madrasah masih berada di bawah rata-rata standar perpustakaan sekolah/madrasah yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Diperlukan adanya intervensi dalam meningkatkan peran perpustakaan dan tenaga perpustakaan sekolah/ madrasah. Melalui pelatihan pengelolaan perpustakaan madrasah, peserta pelatihan diharapkan dapat meningkat kemampuannya setelah mengikuti pelatihan tersebut, khususnya dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga perpustakaan sekolah. Berdasarkan hasil pre test dan post test diperoleh data bahwa secara pengetahuan peserta pelatihan memiliki peningkatan. Peserta pelatihan juga berpendapat bahwa pelatihan pengelolaan perpustakaan memiliki relevansi dan efektivitas khususnya dalam meningkatkan pemahamannya terkait pengelolaan perpustakaan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta pelatihan pun menerapkannya di pepustakaan madrasahnya melalui pembenahan dalam pengelolaan perpustakaan. Pelatihan pengelolaan perpustakaan terbukti efektif memberikan peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya dalam melaksanakan tugas mengelola perpustakaan.Keyword: Perpustakaan, Tenaga Perpustakaan, Kualitas Pendidikan Madrasah

PERAN PENTING FRIENDS of LIBRARY DIDALAM MEMELIHARA KEBERLANGSUNGAN FUNGSI PERPUSTAKAAN

Rosinar, Euis

Edulib Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Edulib

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTLibrary needs friends. Friends, who are in the library and do something for it, are called friends of library. Friends of library are a non-profit organization consisting a group of people who are very concerned about the library. Friends of library raise money legally through varieties of activities to support unfunded library’s programs and do advocacy. The fundamental structures must be clearly stated to successfully manage the organization. Addressing the structures well will maintain the organization as it is expected in the long run. Keywords: friends of library, advantages of friends of library, disadvantages of friends of library, fundamental structures                                                                               ABSTRAKPerpustakaan memerlukan sahabat.  Sahabat yang berada dan berjuang untuk perpustakaan disebut sahabat perpustakaan (Friends of Library). Sahabat perpustakaan merupakan organisasi nirlaba yang dibentuk karena kepedulian sekelompok orang terhadap keberlangsungan fungsi perpustakaan. Mereka menggalang dana secara  sah dan legal melalui berbagai cara yang dilakukan untuk membantu perpustakaan dalam berbagai kegiatan dan advokasi. Aturan dan tata tertib perlu dibuat agar tidak timbul masalah antara anggota sahabat perpustakaan dan staf perpustakaan dan kelompok sahabat perpustakaan tetap berada pada jalurnya untuk bekerja dengan baik. Kata kunci: sahabat perpustakaan, masalah sahabat perpustakaan, langkah-langkah membentuk sahabat perpustakaan, keuntungan sahabat perpustakaan.

STRATEGI PEMBERIAN REWARD UNTUK MENINGKATKAN MINAT KUNJUNG MAHASISWA DI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

Suharso, Putut, Setyowulandari, Yulika

Edulib Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Edulib

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTIn the freedom of information age, the openness and easiness of information access is important. The provision of data and information has become crucial for many people. The diversity of the information needs drive many information provider institutions work hard to fulfill those needs. However, neither institution can provide complex information needs or information sources perfectly. Thus, those information institutions should have a good solution in order to provide information for all users with different requirement. One of the actions is by building network or cooperation between information provider institutions. The research objective are, first to investigate the Indonesia – Malaysia digital library networks; secondly, to find out the drivers and obstacles of the networks. The research method is by web observation and literature study. The research output is a recommendation for the improvement of the Indonesia - Malaysia digital library networks and cooperation. Keywords: library cooperation, library networking, Indonesia-Malaysia library ABSTRAKDalam era keterbukaan saat ini, penyajian data dan informasi sangat diperlukan untuk memberikan akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat. Keberagaman kebutuhan informasi, keterbatasan sumber daya informasi dan perubahan prilaku pengguna informasi menjadikan tidak satupun lembaga informasi yang dapat memenuhi semua kebutuhan penggunanya  tersebut. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan layanan yang optimal kepada pengguna maka diperlukan adanya kerjasama dan jaringan antar lembaga informasi. Salah satu lembaga informasi adalah perpustakaan yang akan di jadikan objek dalam makalah ini. Sosialisasi dan pertukaran informasi dilakukan berbagai lembaga baik di dalam maupun di luar negeri. Seperti yang telah dilakukan oleh Kementrian Ristek Republik Indonesia dengan Ministry of Science, Technology and Innovation (MOSTI) Malaysia. Makalah ini akan membahas tentang jaringan informasi dan kerjasama perpustakaan digital antara Indonesia dan Malaysia, bentuk bentuk kerjasama yang ada dan faktor penunjang serta penghambat kerjasama tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan studi pustaka baik tercetak maupun online. Hasil dari makalah ini adalah meyediakan data dan informasi tentang jaringan informasi dan kerjasama perpustakaan antara Indonesia dan Malaysia yang dapat digunakan untuk memberikan rekomendasi baik untuk perpustakaan di Indonesia maupun di Malaysia dalam hal kerjasama.Kata kunci: kerjasama perpustakaan, jaringan perpustakaan, Perpustakaan Indonesia-Malaysia

KOMUNIKASI ORGANISASI DI PERPUSTAKAAN BAPUSIPDA JAWA BARAT

Gumilar, Widy, Cythia, Riche, Silvana, Hana

Edulib Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Edulib

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACT This subject is examined in the study is whether the Organizations communication about to the performance of librarian at BAPUSIPDA in West Java. The purpose of this research is to determine (1) the Organization about the power performance communication library in BAPUSIPDA, West Java, (2) the communication line to the bottom about the performance of librarian in BAPUSIPDA, West Java, (3) the communication line to the top about the performance of librarian at BAPUSIPDA in West Java. The population in the study was BAPUSIPDA in West Java libraries powered by the sample as many as 56 people. Research methods using descriptive method quantitative approach. The results showed Organizational communication in West Java BAPUSIPDA categorized good. Organizational communication in West Java BAPUSIPDA categorized effectively, however we recommend that the library can create a more effective organization communications so that the performance of the library has increased horsepower.Keywords: Organizational Communication, Librarian, Performance  ABSTRAK Tulisan ini bermaksud untuk mengupas komunikasi organisasi yang ada di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BAPUSIPDA) Jawa Barat. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) komunikasi organisasi dilihat dari kinerja tenaga perpustakaan di BAPUSIPDA Jawa Barat, (2) alur komunikasi ke bawah dilihat dari kinerja tenaga perpustakaan di BAPUSIPDA Jawa Barat, (3) alur komunikasi ke atas dilihat dari kinerja tenaga perpustakaan di BAPUSIPDA Jawa Barat. Populasi dalam penelitian adalah tenaga perpustakaan BAPUSIPDA Jawa Barat dengan sampel sebanyak 56 orang. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunikasi organisasi di BAPUSIPDA Jawa Barat, berlangsung secara baik.Komunikasi organisasi di BAPUSIPDA Jawa Barat dikategorikan efektif, namun sebaiknya perpustakaan dapat menciptakan komunikasi organisasi yang lebih efektif agar kinerja tenaga perpustakaan semakin meningkat.Kata Kunci: Komunikasi Organisasi, Tenaga Perpustakaan, Kinerja

MANAJEMEN PERPUSTAKAAN SEKOLAH BERBASIS SISTEM INFORMASI GUNA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN OPTIMALISASI TATA KELOLA PERPUSTAKAAN SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN JATINANGOR

Silvana, Tine, Rohman, Asep Saeful, Rosfiantika, Evi

Edulib Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Edulib

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTThe present activities of Community Services are carried out in the Subdistrict of Jatinangor. Two places accommodate the activities: the Auditorium of UPTD TK, SD, and PNF Offices of Jatinangor Subdistrict. Being the partner community in the present PKM is the offices of Technical Management Unit of TK, SD, and PNF of the Jatinangor Subdistrict. The target of PKM includes those who are responsible for managing the SD libraries a cross Jatinangor Subdistrict. The activity accomplished includes FGD to identify the target needs followed by Seminar and Workshop attended by SD Headmasters and those who are responsible for managing the libraries of 29 state-owned as well as private SDs, ended by the activities of Monitoring and Evaluating. The aim of the present PKM is the capability and copetency supposedly owned by the target in managing and making benefit of the library collections and giving services using an information system more easily to use. Through the FGD, it proves to be apparent that almost all of the managers of school libraries have yet had the skills of how to run a library. No systematic way of managing the collection takes place. Althouggh some of them realize that there available a system to manage the collections , they have not know how to use it. From the sessions run in the seminar, the SD Headmasters learn more about the importance of managing school libraries in a more professional manner. Fur there more, they are now demanded to get ready to provide data and all those thing relating to good governance of running a library for the sake of reporting, evaluating, and acreditation of the school. From the sessions run in the Workshop, participants, consisting of those librarians to be, get additional knowledge and technical skills of preparing collections to users. Those technical skills comprise stock taking, classifying, cataloging, services in general and library administrative tasks in an casier, clearer, more effective, and efficient manner. To every participan was given a variety of tools includng e-DDC, e-Books, Perpusnas Subject Heading SNI School Library of the Badan Standarisasi Nasional and Information System Software Application of Library-Acces Version 0.1. designed by Laboratorium Pengelolaan Informasi-Information and Library Departement of Fikom UNPAD it self. The version is designed to make things easier to use withe the same function as qualified as other applications existing. The version is readilywed to manage collections and elementary school library services. Key Words: School library, competency, librarian, skills. ABSTRAKKegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Kecamatan Jatinangor dengan mengambil tempat pelaksanaan di Aula Kantor UPTD TK, SD dan PNF Kecamatan Jatinangor dan di Ruang Pertemuan GERKOPIN Kecamatan Jatinangor. Sebagai Masyarakat Mitra dalam PKM ini yakni Unit Pengelola Teknis Dinas TK, SD dan PNF Kecamatan Jatinangor. Pencapaian Sasaran PKM ini adalah para Pengelola Perpustakaan Sekolah Dasar Se-Kecamatan Jatinangor. Kegiatan PKM yang telah dilaksanakan yakni dimulai dari kegiatan FGD untuk mengetahui kebutuhan pencapaian sasaran, kemudian Seminar dan Workshop yang diikuti oleh para Kepala Sekolah Dasar serta para Pengelola Perpustakaan dari 29 SD Negeri maupun Swasta. Berikutnya kegiatan Monitoring dan Evaluasi Akhir. Tujuan dari Program PKM ini adalah agar pencapaian sasaran dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis dalam mengelola dan mengolah koleksi bahan pustaka maupun layanan perpustakaan sekolah dengan menggunakan sistem informasi perpustakaan yang lebih mudah digunakan. Dalam kegiatan FGD diketahui bahwa hampir semua pengelola perpustakaan sekolah belum dapat menangani pengolahan koleksi secara sistematis. Meskipun sebagian diantara mereka sudah mengetahui adanya sistem informasi yang dapat digunakan untuk mengolah dan mengelola koleksi, mereka belum mengetahui dan belum dapat memanfaatkan dan menggunakannya. Dalam sesi Seminar, para Kepala Sekolah mendapatkan pemahaman lebih lanjut tentang pentingnya mengelola perpustakaan sekolah secara lebih profesional. Terlebih lagi bahwa mereka saat ini mulai dituntut untuk selalu siap menyediakan data dan informasi tentang tata kelola perpustakaan baik untuk pelaporan dan evaluasi maupun untuk kepentingan akreditasi sekolah. Dalam sesi Workshop, para peserta yang umumnya para pelaksana pengelola perpustakaan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan teknis tentang tata cara pengolahan koleksi yang terdiri dari inventarisasi, klasifikasi, katalogisasi, pelayanan serta administrasi perpustakaan secara lebih jelas, lebih mudah, lebih efektif dan efisien. Kepada setiap peserta juga diberikan berbagai pedoman pengolahan koleksi seperti e-DDC, e-Books Tajuk Subyek terbitan Perpustakaan Nasional, SNI Perpustakaan Sekolah dari Badan Standardisasi Nasional dan Aplikasi Software Sistem Informasi Perpustakaan yakni Library-Access Version 0.1 yang dirancang oleh Laboratorium Pengelolaan Informasi - Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan Fikom Unpad sendiri. Aplikasi tersebut dirancang lebih mudah untuk digunakan namun dengan fungsi yang sama baiknya dengan produk aplikasi lain yang telah ada. Aplikasi tersebut digunakan untuk manajemen dan tata kelola koleksi maupun layanan perpustakaan sekolah dasar.Kata kunci:

PERPUSTAKAAN SEBAGAI WAHANA TERAPI YANG RAMAH DISABILITAS: Implementasi Biblioterapi di Perpustakaan Lingkungan Pendidikan

Agustina, Susanti

Edulib Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Edulib

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKBiblioterapi salah satu metode terapi menggunakan media buku untuk rehabilitasi bagi klien panti sosial. Biblioterapi merupakan salah satu pengembangan pelayanan perpustakaan sebagai wahana terapi bagi masyarakat dengan berbagai latar belakang sosial budaya tanpa memandang keterbatasan fisik dan mental. Perpustakaan di lingkungan pendidikan menerapkan layanan biblioterapi yang ramah disabilitas bertujuan mendukung misi pendidikan untuk semua. Layanan biblioterapi di Indonesia masih menjadi hal baru, untuk itu kajian ini bermaksud membangun pemahaman yang menyeluruh tentang apa dan bagaimana biblioterapi, serta siapa yang melakukan biblioterapi di perpustakaan lingkungan pendidikan. Para tenaga perpustakaan maupun pustakawan di lingkungan pendidikan diharapkan mampu mengembangkan dan mengimplementasikan layanan biblioterapi bagi masyarakat. Terdapat enam tahapan implementasi biblioterapi yang ramah disabilitas di perpustakaan, pertama terkait pengembangan tata gedung perpustakaan yang ramah disabilitas; kedua pengembangan layanan perpustakaan; ketiga pengembangan pengadaan koleksi yang relevan untuk biblioterapi; keempat pengembangan pengolahan koleksi biblioterapi; kelima pengembangan SDM meliputi kualifikasi dan kompetensi tenaga teknis perpustakaan dan pustakawan yang berperan sebagai biblioterapist, Keenam manajemen dan praktik layanan biblioterapi di perpustakaan ramah disabilitas untuk membantu klien secara inklusif. Kata kunci: perpustakaan khusus, biblioterapi, biblioterapist, disabilitas, perpustakaan sekolah, pendidikan

BERBAGI BUKU, BERBAGI ILMU UNPAD 2013: KONTRIBUSI UNIVERSITAS PADJADJARAN DALAM PEMBINAAN MINAT BACA MASYARAKAT PROVINSI JAWA BARAT MELALUI PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN DAN TAMAN BACAAN MASYARAKAT

Erwina, Wina, Rohman, Asep Saeful, -, Yulianti, Lusiana, Elnovani

Edulib Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Edulib

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTThe present study investigated applicability of Pustaka Access versi 0.1 designed by fakulty members of Padjadjaran University (Unpad). Being the aim of the software application was an effort to make reading interest of the west java people geared to wards betterments. At present, libraries scaterred across the province of west  java are not managed by professional librarians. By way applying the software of pustaka access versi 0.1 developed though database Microsoft access 2007 (or, the most recent version of it) The best part of the software application proves to be some practicality and accuracy in term of benefiting the library collection from which people learn how to live a better life in a broader sense.Libraries of different kinds include Taman Bacaan Masyarakat (TBM), library-like center of resources for all people including those living villages in rural areas. These libraries are to be managed by librarians having been trained through services workshops on electronic system of running a library for all. Keyword: TBM, reading interest, Unpad, software ABSTRAKProvinsi Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki angka buta aksara mencapai angka 10 %.  Indeks Pembangunan Manusia  (IPM) di Jawa Barat terus ditingkatkan. Berbagai program dicanangkan untuk mendongkrak angka IPM tersebut agar menjadi lebih baik. Salah satu indikator yang diperhatikan adalah peningkatan minat baca masyarakat. Sumber inspirasi kegiatan ini adalah bahwa perpustakaan Desa dan TBM (Taman Bacaan Masyarakat) di Jawa Barat belum memiliki solusi praktis mengatasi masalah dalam mengembangkan perpustakaan/TBM yang mereka kelola. Belum ada kesiapan dalam menyelenggarakan layanan perpustakaan/TBM berbasis sistem. perpustakaan/TBM  masih memerlukan tambahan bahan bacaan. Pihak pengelola belum memiliki Tenaga Teknis yang siap mengelola koleksi bahan bacaan. Metode yang dilakukan adalah Survey Kebutuhan Informasi, Pendidikan dan Pelatihan , Konsultasi dan Focus Group Discussion (FDG) serta simulasi Ipteks, yakni diperkenalkan kepada para pengelola taman bacaan masyarakat dan perpustakaan desa adalah Sofware Pustaka Access Versi 0.1. Software ini dimanfaatkan untuk pengolahan koleksi bahan pustaka dengan mengunakan software Pustaka Acces Versi 0.1 yang digagas dan dikembangkan oleh staf pengajar pada Departemen Ilmu Informasi dan perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad. Karya Utama kegiatan ini adalah berupa Software Pustaka Acces Versi 0.1, Modul  Pengolahan Koleksi, Modul Perpustakaan Sekolah dan Modul Pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat. Software “Pustaka Access versi 0.1” dikembangkan dengan menggunakan Database Microsoft Access 2007.Oleh karena itu, Software ini hanya bisa digunakan pada komputer yang sudah terinstal Microsoft Office 2007 (atau Microsoft Office versi yang lebih baru). Modul pengolahan koleksi merupakan pedoman yang dapat digunakan dalam mengoperasikan system pengolahan koleksi berbasis elektronik. Modul perpustakaan sekolah, dapat digunakan bagi sekolah dalam menjalankan pengelolaan perpustakaan sekolahnya secara ringkas dan cepat. Modul Pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat dapat digunakan oleh Taman Bacaan Masyarakat sebagai panduan pengelolaan dan pengembangan  Taman Bacaan Masyarakat. Dampak dan manfaatnya adalah bahwa pemberian hibah buku yang siap dipakai memudahkan pengelola perpustakaan dan taman bacaan untuk dapat langsung dimanfaatkan oleh pemustakanya. Pelatihan sistem pengelolaan elektronik memudahkan pengelola dalam mengurus koleksinya. Hal ini disampaikan oleh pengelola yang telah mendapat pelatihan, dan antusias pemustakanya untuk bisa segera meminjam buku tersebut. Kesimpulan bahwa kegiatan Hibah buku mahasiswa angkatan 2013-2014 telah tersampaikan ke berbagai jenis perpustakaan dan taman bacaan baik itu perpustakaan sekolah, taman bacaan masyarakat  dan perpustakaan Lapas. Diberikan kepada sekolah yang belum memiliki perpustakaan dan sekolah yang belum memenuhi standar jumlah koleksi. Taman bacaan yang mendapat hibah adalah taman bacaan yang memulai dan mengembangkan dengan motivasi yang kuat dari pengelolanya.  Permasalahan cara pengelolaan terbantukan dengan pelatihan dan pemberian sistem pengelolaan elektronik. Koleksi yang telah terolah mempercepat layanan bagi pemustaka untuk memanfaatkannya.  Kata kunci: Taman Bacaan Masyarakat, Minat Baca, Pemberdayaan perpustakaan, Unpad

MEMAKNAI KEMISKINAN BERDASARKAN PANDANGAN ORANG MISKIN PEDESAAN

Silvana, Tine, Yusup, Pawit M, Subekti, Priyo

Edulib Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Edulib

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractRural poverty can be understood as a social condition of a person, or a group of people who were associated with aspects of economic and non-economic aspects. Scientific aspects such as social, cultural, health, education, psychology, the environment, law, anthropology, and art, was often associated with poverty. Nevertheless, the notion of poor and rural poverty is, in general, is still viewed by researchers perspective, rather than emic, ie see something from the perspective of the participant. This study took part of the effort to comprehensively understand the meaning of poor and poverty in the eyes of the poor, especially in rural areas, roomates point is on how to map view of rural poor people in hopes of interpreting experience of livelihood as poor in underlying survival living. By using a qualitative study approach, especially the tradition of phenomenology of Schutz, obtained a description of the results, that the meaning of poor and poverty, in phenomenology, containing context, such as: context ownership; contexts effort and trial and error; contexts powerlessness; contexts outside assistance; independence in the context of compulsion; contexts unattainable expectations; context of the struggle; context of limited access to information; contexts low curiosity; contexts simplicity needs; problems humiliation context; and context sensitivity in social communication.Keywords: Meaning poor, Poverty, Rural AbstrakKemiskinan di pedesaan dapat dipahami sebagai suatu kondisi sosial seseorang, atau sekelompok orang yang terkait dengan aspek-aspek ekonomi dan non-ekonomi. Aspek ilmiah seperti sosial, budaya, kesehatan, pendidikan, psikologi, lingkungan, hukum, antropologi, dan seni, yang sering dikaitkan dengan kemiskinan. Namun demikian, gagasan tentang kemiskinan dan pedesaan, secara umum, masih dilihat dari perspektif peneliti, bukan emik, yaitu melihat sesuatu dari perspektif partisipan. Penelitian ini mengambil bagian dari upaya untuk secara komprehensif memahami makna miskin dan kemiskinan di mata masyarakat miskin, terutama di daerah pedesaan, which titik adalah bagaimana memetakan pandangan masyarakat miskin pedesaan dengan harapan pengalaman yang menafsirkan mata pencaharian sebagai masyarakat miskin untuk bertahan hidup. Dengan menggunakan pendekatan studi kualitatif, khususnya tradisi fenomenologi Schutz, diperoleh gambaran hasil, bahwa makna miskin dan kemiskinan, dalam fenomenologi, mengandung konteks, seperti: kepemilikan konteks; Upaya konteks dan trial and error; Ketidakberdayaan konteks; konteks di luar bantuan; kemerdekaan dalam konteks paksaan; konteks harapan tercapai; konteks perjuangan; konteks terbatasnya akses terhadap informasi; konteks rasa ingin tahu yang rendah; kesederhanaan konteks kebutuhan; konteks masalah penghinaan; dan sensitivitas konteks komunikasi sosial.Kata Kunci : Makna kemiskinan, Kemiskinan, Desa

PENGARUH KREDIBILITAS PUSTAKAWAN PADA LAYANAN REFERENSI TERHADAP KEPUASAN PEMUSTAKA DI BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Saleh, Amin

Edulib Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Edulib

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractResearch on "The Effect of Credibility of librarian in Reference Services on user Satisfaction in the Library and Archives of Province of West Nusa Tenggara Barat". The research objective was to determine the effect of credibility of librarian (variable X) on  the satisfaction user (variable Y) on the service reference in the Library and Archives of Province of West Nusa Tenggara Barat. The perceived credibility influential aspect includes Competency, Attitude, Goals, personality and dynamics affecting librarians user Satisfaction with aspects of Reliability, Responsiveness, Confidence, Empathy, and physical manifestation. The study population was user which came in March 2013 at a sampling technique Probability Sampling (Stratified Proportionate Random Sampling). Research methods that are used are exploratory survey method of data collection techniques of observation, interviews, literature study and questionnaire. Based on the results of the study the majority of respondents agreed with the credibility to influence user satisfaction. While the partial test shows a small portion of respondents agreed to the competence and attitude of librarians, then for the purpose and the dynamics personality most respondents agreed. So in general credibility affects satisfaction but partially demonstrate competence and attitude has no direct effect. But the goal, personality and dynamics directly influence user satisfaction.Keywords: Credibility of librarians, user satisfaction AbstrakPenelitian tentang “Pengaruh Kredibilitas Pustakawan Pada Layanan Referensi Terhadap Kepuasan Pemustaka Di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kredibilitas pustakawan (variabel X) terhadap kepuasan pemustaka (variabel Y) pada layanan referensi di Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun aspek kredibilitas yang dipandang berpengaruh meliputi Kompetensi, Sikap, Tujuan, Keperibadian dan Dinamika pustakawan yang mempengaruhi Kepuasan pemustaka dengan aspek Keandalan, Responsiveness, Keyakinan, Empati, dan Wujud fisik. Populasi penelitian adalah pemustaka yang datang pada bulan Maret 2013 dengan teknik sampling Probability Sampling (Proportionate Stratified RandomSampling). Metode penelitian yang dugunakan adalah metode survei eksploratif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi pustaka dan kusioner. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar responden menyatakan setuju dengan pengaruh kredibilitas terhadap kepuasan pemustaka. Sementara dengan uji parsial menunjukkan sebagian kecil responden menyatakan setuju terhadap kompetensi dan sikap pustakawan, kemudian untuk tujuan, keperibadian dan dinamika sebagian besar responden menyatakan setuju. Sehingga secara umum kredibilitas berpengaruh terhadap kepuasan tapi secara parsial menunjukkan kompetensi dan sikap tidak berpengaruh langsung. Namun tujuan, keperibadian dan dinamika berpengaruh langsung terhadap kepuasan pemustaka.Kata kunci: Krediblitas pustakawan, kepuasan pemustaka

KIAT-KIAT PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Rosinar, Euis

Edulib Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Edulib

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractA combination of experts’ idea-generating, dignitaries in librarianship, and decision makers’ concerns at the level of Government should have been made capable of realizing libraries as the facilitator of teaching-learnig process with promising outcomes. Bright learners by way of efforts made in terms of an ever enhanced curriculum should have been developing to sophisticated personalities and geared towards humans with qualities. What has gone in practice proves to be swerving to some extent in that some sort of comprehensive model of running library services is due needed: a standing structure built in the middle of the scholl; collections including books, non-books, digital; and truly Librarian (i.e. main manager of the intellectual asset). Any most interesting activities possible need to be created to make library an area of “play” being the goal of a means to accelerating a reading habit especially among children in their early age. The librarian’s new paradigm should manage to penetrate the academic area of teachers in order that their collaboration with the teaching staff gives the chance to the library’s functioning in an optimal way.Keywords: School library, school library design, school library activities ABSTRAKPerpaduan rancang-gagas pakar, dignitary kepustakawanan, dan decision makers pada tataran Pemerintah seharusnya telah mewujudkan perpustakaan sebagai fasilitas proses belajar-mengajar yang mumpuni. Pembelajar yang dicerdaskan oleh upaya pencanggihan kurikulum sekolah seyogianya bertumbuh menjadi pribadi yang unggul dan berkembang ke arah insan yang berkualitas. Kenyataan di lapangan saat ini memerlukan suatu model menyeluruh penyelenggaraan perpustakaan: gedung yang berdiri tegap ditengah-tengah sekolah; koleksi buku, non-buku, digital; dan Pustakawan (baca: pengelola utama aset intelektual) seutuhnya. Kegiatan-kegiatan menarik harus dikreasikan untuk menjadikan perpustakaan sebagai area “bermain” yang dimaksudkan sebagai ajang penumbuhan minat baca terutama pembelajar usia dini. Paradigma baru Pustakawan selayaknya merambah ke wilayah akademik pengajar agar kolaborasinya kelak berimbas pada berfungsinya perpustakaan secara optimal.Kata kunci: Perpustakaan sekolah, tata ruang perpustakaan sekolah, kegiatan perpustakaan sekolah

LITERASI INFORMASI MEDIA: Studi Kasus Manfaat Media Massa Terhadap Difusi Inovasi Pertanian di Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya

Hafiar, Hanny, Puspitasari, Lilis, Anwar, Rully Khairul

Edulib Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Edulib

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractConseling is an advanced  activity of information dispersion aims to change the society’s attitude and behavior so as to accept and apply new ideas that have been presented. Changes in attitudes and behaviors of farmers in adopting innovation delivered is expected to improve the farmers’ ability so that the quality and quantity of production increase, which in turn help to improve their living standards. In addition, an innovation can be accepted by the society through several stages: awareness, interest, evaluation, trial, and adoption.Keywords: mass media, innovation diffusion, counselingAbstrakPenyuluhan merupakan kegiatan lanjutan dari penyebaran informasi bertujuan untuk mengubah sikap dan perilaku masyarakat agar menerima dan menerapkan ide-ide baru yang telah disajikan. Perubahan sikap dan perilaku petani dalam mengadopsi inovasi yang disampaikan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petani sehingga kualitas dan kuantitas peningkatan produksi, yang pada gilirannya membantu untuk meningkatkan standar hidup mereka. Selain itu, inovasi dapat diterima oleh masyarakat melalui beberapa tahap: kesadaran, minat, evaluasi, percobaan, dan adopsi.Kata kunci: media massa, difusi inovasi, konseling