cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal GAMAJOP
ISSN : 24077798     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Gadjah Mada Journal of Psychology (Gamajop) is a peer-reviewed scientific journal in Psychology published by the Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada (UGM). Gadjah Mada Journal of Psychology (Gamajop) aims to facilitate interaction, discussion, and further the advancement of ideas among Indonesian psychological scientists. We welcome articles from any psychology-related subjects that could fall under these sub-themes: Social Relation, Psychometrics, Mind, Brain and Performance, Clinical Psychology, Organizational Change and Development, Life Span and Development, Psychology of Education. It aims at creating an international forum for scholarly investigations, debates and discussions that would contribute towards advancing our basic knowledge of psychology. It strives at stimulating research, encouraging academic exchange and enhancing professional development in psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
Theory of Mind pada Anak Usia 3-5 Tahun Ditinjau dari Kemampuan Bermain Simbolik dan Kemampuan Bahasa Verbal Novitasari, Resnia; Wimbarti, Supra
Jurnal GAMAJOP Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal GAMAJOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.432 KB)

Abstract

This study aims at looking at the correlation between the ability to play a symbolic and verbal language skills in children’s Theory of Mind. Then, the study involved subjects as many as 49 children in the kindergarten in Yogyakarta. The age range of children involved in the study was 46- 61 months. The average age of children was 54.551 months with comparison subjects by sex was a boy of 20 people (40.81%) while girls were 29 people (59.19%). Data collections were conducted through a research-contents false belief task, audiovisual recordings while the children play in pair, rating on Smilansky Scale for Evaluation of Dramatic and Sociodramatic Play (SSEDSP), and the Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI) on verbal subtes. Data analysis using binary logistic regression analysis techniques. The results of the analysis of the major hypotheses using Omnibus Test of Model Coefficient with scores of Chi-square=10.394, p=0.006 (p<0.01). These results indicate that there is a very significant overall model proposed in this hypothesis. Thus, it can be concluded that the symbolic play ability and verbal skills can predict Theory of Mind in very significant way.Keyword: Theory of mind, ability to play a symbolic, verbal language skills, preschoolers
Studi Fenomenologis Kebahagiaan Guru di Papua Irianto, -; Subandi, -
Gadjah Mada Journal of Psychology Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Gadjah Mada Journal of Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.491 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis secara mendalam nilai-nilai kebahagiaan serta mengeksplorasi karakter positif yang diwujudkan dalam proses belajar-mengajar di pedalaman Papua. Kebahagiaan merupakan suatu konsep yangmenggambarkan kondisi individu ketika mengarahkan perasaannya pada hal yang positif dan memanfaatkan karakter positif yang dimiliki untuk memaknai peristiwa-peristiwa yang dijalaninya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan kualitatif fenomenologi digunakan dalam penelitian ini. Partisipan sebanyak tiga orang, dan proses pengumpulan data melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gurumengarahkan perasaannya ke hal-hal yang positif berdasarkan pengalaman selama mengabdi, yaitu; ketika siswa-siswa di pedalaman dapat mengikuti pelajaran yang diberikandan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dapat menunjukkan identitas guru secara langsung di pedalaman, adanya kesatuan kerja diantara para guru, dan mendapatkandukungan dari masyarakat setempat maupun keluarga mereka.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis secara mendalam nilai-nilai kebahagiaan serta mengeksplorasi karakter positif yang diwujudkan dalam prosesbelajar-mengajar di pedalaman Papua. Kebahagiaan merupakan suatu konsep yangmenggambarkan kondisi individu ketika mengarahkan perasaannya pada hal yang positifdan memanfaatkan karakter positif yang dimiliki untuk memaknai peristiwa-peristiwa yangdijalaninya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan kualitatif fenomenologi digunakandalam penelitian ini. Partisipan sebanyak tiga orang, dan proses pengumpulan data melaluimetode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gurumengarahkan perasaannya ke hal-hal yang positif berdasarkan pengalaman selamamengabdi, yaitu; ketika siswa-siswa di pedalaman dapat mengikuti pelajaran yang diberikandan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dapat menunjukkan identitas gurusecara langsung di pedalaman, adanya kesatuan kerja diantara para guru, dan mendapatkandukungan dari masyarakat setempat maupun keluarga mereka.
Peran Kepemimpinan Otentik terhadap Work Engagement Dosen dengan Efikasi Diri sebagai Mediator Hayuningtyas, Dyah Ratri I.; Helmi, Avin Fadilla
Gadjah Mada Journal of Psychology Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Gadjah Mada Journal of Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.734 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepemimpinan otentik daripersepsi dosen kepada pimpinannya terhadap work engagement dengan efikasi diri dalammelaksanakan tridharma perguruan tinggi sebagai mediatornya. Metode pengambilan datayang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menyebarkan skala yangterdiri atas skala efikasi diri spesifik, kepemimpinan otentik serta skala work engagement.Partisipan adalah dosen Fakultas X Universitas Y dengan masa kerja minimal dua tahun(N=40). Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi. Hasil penelitian mendukungJDR-Model yang menjelaskan bahwa personal resources dalam hal ini efikasi diri berperansebagai prediktor terhadap work engagement. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwapersepsi kepemimpinan otentik tidak berkorelasi dengan work engagement sehingga efikasidiri tidak berfungsi sebagai mediator pada hubungan antara persepsi kepemimpinan otentikdengan work engagement. Walaupun demikian, efikasi diri mampu menjadi prediktor denganberkorelasi secara positif dan memiliki sumbangan efektif sebesar 11,6% terhadap workengagement. Hal ini berarti work engagement pada partisipan penelitian ini tidak dipengaruhioleh kepemimpinan otentik atasannya dan hanya dipengaruhi secara internal. Kebanggaansebagai pengajar menjadi sebuah dorongan internal sehingga work engagement tidakdipengaruhi oleh faktor luar.
Self-esteem dan Prestasi Akademik sebagai Prediktor Subjective Well-being Remaja Awal Khairat, Masnida; Adiyanti, MG
Gadjah Mada Journal of Psychology Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Gadjah Mada Journal of Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.331 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran self-esteem dan prestasiakademik terhadap subjective well-being remaja awal. Subjek penelitian adalah remaja awalyaitu berusia 12 hingga 15 tahun berjumlah 326 orang dan berada di tingkat SekolahMenengah Pertama (SMP). Penelitian ini dilakukan di kota Padang, Sumatera Barat.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala subjective well-being remaja awal,skala self-esteem, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresiberganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa self-esteem dan prestasi akademiksecara bersama tidak dapat memprediksi subjective well-being remaja awal. Akan tetapi,hanya self-esteem yang dapat memprediksi subjective well-being remaja awal. Self-esteemmemiliki sumbangan efektif sebesar 53,4% terhadap subjective well-being remaja awal.
Subjective Well Being pada Hakim yang Bertugas di Daerah Terpencil Darusmin, Dian Fithriwati; Himam, Fathul
Gadjah Mada Journal of Psychology Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Gadjah Mada Journal of Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.058 KB)

Abstract

Penelitian ini memfokuskan kajiannya pada hakim yang tengah menjalanipenugasan di daerah terpencil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif denganpendekatan fenomenologi untuk mengeksplorasi kehidupan para hakim yang tengahmenjalani penugasan di daerah terpencil. Fokus peneliti adalah tentang dinamika psikologispara hakim untuk mencapai kesejahteraan subjektif dan faktor-faktor yang memenga-ruhinya. Subjek penelitian ini melibatkan tiga orang hakim yang memiliki masa kerja 5hingga 10 tahun, dengan rentang usia 30 hingga 50 tahun. Temuan penelitian ini adalahtentang dinamika psikologis para hakim selama bertugas di daerah terpencil yaitumencakup sejumlah fase – fase kehidupan yaitu, proses awal sebagai hakim, masa adaptasisebagai hakim baru, fase berdamai dengan keadaan, masa penempatan di daerah terpencil,fase adaptasi di daerah terpencil, fase berdamai dengan kondisi penempatan di daerahterpencil dan hikmah menuju bahagia. Temuan lainnya adalah sejumlah faktor yang dapatmemengaruhi kesejahteraan subjektif para hakim di daerah terpencil yaitu peran keluarga,sikap terhadap pekerjaan, prinsip dan komitmen terhadap pekerjaan, kondisi dilematisantara independensi dan makhluk sosial, dan peran rekan kerja.
Iklim Sekolah dan Dukungan Sosial Guru Matematika sebagai Prediktor Keberhasilan Prestasi Belajar Matematika Siswa SMA Bachria, Ratna Dewi; Alsa, Asmadi
Gadjah Mada Journal of Psychology Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Gadjah Mada Journal of Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.759 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi prestasi belajar matematika siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) berdasarkan pada iklim sekolah dan dukungan sosial guru matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desainkorelasional untuk menguji iklim sekolah dan dukungan sosial guru matematika sebagai prediktor keberhasilan prestasi belajar matematika siswa SMA. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Subjek penelitian merupakan siswa kelas XIjurusan IPA berjumlah 88 siswa. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA Negeri di Yogyakarta. Alat ukur yang digunakan adalah skala iklim sekolah dan skala dukungan sosial guru matematika serta nilai murni UAS matematika kelas XI IPA. Hasil uji hipotesismenunjukkan bahwa iklim sekolah dan dukungan sosial guru matematika baik bersama maupun parsial tidak dapat memprediksi prestasi belajar matematika siswa SMA ataudengan kata lain hipotesis dalam penelitian ini ditolak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi prestasi belajar matematikasiswa Sekolah Menengah Atas (SMA) berdasarkan pada iklim sekolah dan dukungan sosialguru matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desainkorelasional untuk menguji iklim sekolah dan dukungan sosial guru matematika sebagaiprediktor keberhasilan prestasi belajar matematika siswa SMA. Analisis data yangdigunakan adalah analisis regresi berganda. Subjek penelitian merupakan siswa kelas XIjurusan IPA berjumlah 88 siswa. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA Negeri diYogyakarta. Alat ukur yang digunakan adalah skala iklim sekolah dan skala dukungansosial guru matematika serta nilai murni UAS matematika kelas XI IPA. Hasil uji hipotesismenunjukkan bahwa iklim sekolah dan dukungan sosial guru matematika baik bersamamaupun parsial tidak dapat memprediksi prestasi belajar matematika siswa SMA ataudengan kata lain hipotesis dalam penelitian ini ditolak.The purpose of this research is to predict senior high school students mathematicachievement based on school climate and mathematic teachers social support. The method ofthis research is qualitative approach by correlation design that test school climate andmathematics teacher social support as predictor of high school students mathematic achie-vement. Data are analyzed by regression analysis. The subjects of this research are 88 (eightyeight) senior h igh school students in Yogyakarta. The measurement tools used in thisresearch are school climate scale, mathematics teacher social support scale, and mathematicspure score of senior high school students. The finding shows that school climate and mathe-matics teachers social support, collectively or partially, cannot predict senior high schoolstudents mathematics achievement; therefore the hypothesis is denied.The purpose of this research is to predict senior high school students mathematicachievement based on school climate and mathematic teachers social support. The method ofthis research is qualitative approach by correlation design that test school climate andmathematics teacher social support as predictor of high school students mathematic achie-vement. Data are analyzed by regression analysis. The subjects of this research are 88 (eightyeight) senior h igh school students in Yogyakarta. The measurement tools used in thisresearch are school climate scale, mathematics teacher social support scale, and mathematicspure score of senior high school students. The finding shows that school climate and mathe-matics teachers social support, collectively or partially, cannot predict senior high schoolstudents mathematics achievement; therefore the hypothesis is denied.The purpose of this research is to predict senior high school students mathematicachievement based on school climate and mathematic teachers social support. The method ofthis research is qualitative approach by correlation design that test school climate andmathematics teacher social support as predictor of high school students mathematic achie-vement. Data are analyzed by regression analysis. The subjects of this research are 88 (eightyeight) senior h igh school students in Yogyakarta. The measurement tools used in thisresearch are school climate scale, mathematics teacher social support scale, and mathematicspure score of senior high school students. The finding shows that school climate and mathe-matics teachers social support, collectively or partially, cannot predict senior high schoolstudents mathematics achievement; therefore the hypothesis is denied.
Peran Resiliensi dan Iklim Organisasi terhadap Work Engagement Listya Astika, Nurlintang Fitri; Saptoto, Ridwan
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.623 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.31868

Abstract

The uncertain state of the mining industry has impacts to the declining of thedemand for the heavy equipment industry sector. One of the effort to keep the companysurvive to face the challenge is improving the quality of production. This essential effort can beachieved by enhancing work engagement. This study aims to determine the role of resilienceand organizational climate on work engagement. The hypothesis of this study was: resilienceand organizational climat simultaneously predict the work engagement. The subjects for thisresearch were 63 employees in PT. Komatsu Indonesia. The instrument in collecting the datawas a questionnaire. The result of the multiple regression shows that this study’s hypothesis isrejected. Resilience and organizational climate cannot simultaneously predict the workengagement. Resilience can significantly predict work engagement by p=0.004 (p<0.05), butorganizational climate cannot significantly predict it as seen in p=0.235 (p>0.05).
Hubungan antara Iklim Kelas dengan Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dwi Aryani, Ayu Novita; Alsa, Asmadi
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajop.33096

Abstract

The purpose of this study was to examined the correlation between classroom climate and learning motivation. Dependent variable was learning motivation which measured used Learning Motivation Scale by McCown, Driscoll and Roop (1996). Independent variable was classroom climate which measured used What Happening In This Class (WIHIC) questionnaire by Fraser, Fisher and Mc Robbie (1996). Hypothesis of this study was “there was positive correlation between classroom climate with learning motivation”. Subject in this study were 143 college students who studied in Faculty of Psychology, X University. Data analyze method that used was product moment correlation technique from Pearson. Data analyze showed that there was very significant positive correlation between classroom climate and learning motivation, with r = 0,450 and p = 0,000 (p<0,01), so the hypothesis can be accepted.
Konsep Psikoterapi Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram Kholik, Abdul; Himam, Fathul
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.166 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.7349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep psikoterapi yang didasarkan pada ajaran kawruh jiwa dengan ngudari reribetnya yang berbasiskan rasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fenomenologi sebagai perspektif. Responden dalam penelitian ini adalah dua orang pelajar kawruh jiwa. Data didapatkan melalui metode wawancara mendalam dan disertai dengan triangulasi data literatur. Hasil penelitian ini menjelaskan mawas diri dengan jalan kandha-takon melalui nyawang karep untuk nyocokaken raos dalam ngudari reribet adalah sebagai sebuah esensi model psikoterapi kawruh jiwa Ki Ageng Suryomentaram
Peran Regulasi Emosi terhadap Resiliensi pada Siswa Sekolah Berasrama Berbasis Semi Militer Sukmaningpraja, Ayasafira; Santhoso, Fauzan Heru
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.873 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.36944

Abstract

The purpose of this study was to determine the role of emotional regulation onresilience in boarding school students based on semi military. This research uses simplelinear regression method.. Measuring instrument used was a questionnaire consisting oftwo scales : scale of resilience (Reivich & Shatte, 2002) and the scale of emotionalregulation (Thompson, 1994). Sample of the study was 90 persons (N = 90) which is amixture of male and female students of boarding senior high school "X" in Magelang. Theresults of this study indicate that the the results of this study indicate that the regressioncoefficient of 0.665 and R 2 of 0.466. These results show that emotional regulation plays arole in resilience of 46.6%. So it can be concluded that emotional regulation plays a role inresilience in boarding senior high school "X" students based on semi military.