cover
Filter by Year
Articles
118
Articles
Peraturan Daerah yang Mengandung Materi Muatan Ajaran islam dalam Sistem Politik Hukum Nasional

Yazwardi, Yazwardi

Intizar Vol 23 No 2 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

-

Meneropong Wajah Studi Islam dalam Kacamata Filsafat: Sebuah Pendekatan Alternatif

Pransiska, Toni

Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Islam sebagai penebar kedamaian dan kasih sayang (rahmatan li al-‘ālamīn). Tentunya, memiliki beberapa konseptual, dogma, nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran yang komprehensif. Hal inilah yang menyelamatkan manusia dari kebinasaan dan kehancuran. Oleh sebab itu, nilai-nilai dan ajaran islam harus selaras dengan norma-norma hidup manusia dan akomodatif terhadap kemajuan zaman kontemporer saat ini (shālih li kulli zamān wa makān). Islam dituntut untuk dapat memberikan sumbangsih pemecahan permasalahan (problem solving). Salah satu upaya tersebut adalah mengkaji islam dengan pendekatan filsafat (philosophy approach). Pendekatan ini memandang problematika keagamaan dari perspektif filsafati dan mencoba memberikan tawaran solusi dan pemecehan masalah dengan metode analitis-kritis. Dengan begitu, Islam sebagai agama yang berisi dogma dan ajaran, dapat dipahami dan dikaji secara mendalam, komprehensif dan mengungkap hikmah dibalik ritual dan ajarannya.

Arah Pengembangan Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural

Hawi, Akmal, Khoiri, Qolbi

Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Agama, pemahaman keagamaan, sikap keberagaman adalah tiga pengertian yang saling terkait antara satu dengan lainnya. Agama adalah persoalan ketuhanan yang diturunkan kepada manusia untuk dipahami, dijadikan pegangan dan prinsip mengatur kehidupannya. Agama sesungguhnya secara normatif adalah ajaran suci, penuh kedamaian, kemuliaan dan menghargai kemanusiaan. Masalah mendasar menyangkut persoalan keagamaan antar pemeluk agama satu dengan lainnya. Pendidikan Agama diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai multikulturalisme dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa, sehingga peran pendidikan agama menjadi sangat penting dalam pembangunan bangsa dan negara dalam bingkai prinsip-prinsip keadilan, toleransi, kerjasama, kerja keras, dan saling memahami perbedaan.

Implementasi Program Rehabilitasi Narkoba Berbasis Masyarakat di Pusat Rehabilitasi Narkoba ar-Rahman Tegal Binangun Palembang

Miswanto, Miswanto, Tarya, Tarya

Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pusat rehabilitasi narkoba di Sumatera Selatan yang dalam proses penerapannya berbasis masyarakat dengan menggunakan pendekatan Comunity yang berujung pada proses spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, implementasi program rehabilitasi narkoba melalui tiga tahap yaitu, tahap biologis-medis, psikoterapi-psikologi, dan tahap moral-spiritual. Pada tahap biologis-medis meliputi; detoksifikasi, mandi, dan memotong rambut serta kuku. Tahap psikoterapi-psikologi meliputi; isolasi dan motivasi, tahap terakhir adalah tahap moral-spiritual meliputi; pendidikan dasar-dasar agama, sholat berjama’ah, zikir dan membaca al-Qur’an. Kedua, faktor pendukung dan penghambat, faktor pendukung yaitu; sarana prasarana yang mendukung, adanya perhatian dan kasih sayang pembimbing, dan adanya dukungan dari pemerintah. Faktor penghambat yaitu; keadaan pecandu yang parah dan tidak adanya dukungan dari orang tua. Ketiga, Output program rehabiilitasi narkoba yaitu; adanya perubahan perilaku dan mental, munculnya kesadaran untuk berhenti mengkonsumsi narkoba, munculnya ketaatan dalam beribadah, dan meningkatnya jumlah anak bina yang dinyatakan selesai menjalani proses rehabilitasi.

Paradigma Integralistik dan Toleransi Umat Beragama di Kota Palembang

Noupal, Muhammad, Pane, Erina

Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Paradigma integralistik dalam konteks kajian toleransi umat beragama, dimaknai sebagai paham dan konsep hubungan antar umat beragama yang toleran. Dalam paradigma integralistik, upaya mewujudkan toleransi umat beragama memerlukan kerjasama dan peran dari semua pihak, termasuk pemerintah dan tokoh agama. Hal ini karena, agama dan Negara merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat tidak dipisahkan. Keduanya merupakan dua lembaga yang menyatu (integrated). Ini juga memberikan pengertian bahwa Negara merupakan suatu lembaga politik dan sekaligus lembaga agama. Konsep ini menegaskan kembali bahwa Islam tidak mengenal pemisahan antara agama dan politik atau Negara. Konsep seperti ini sama dengan konsep teokrasi. Toleransi umat beragama dibangun dalam beberapa aspek paradigma integralistik. Aspek-aspek tersebut yakni: toleransi dalam aspek ekonomi. Toleransi dalam aspek budaya. Toleransi dalam aspek sosial keagamaan.

Paradigma Pendidikan Islam Multikultural: Keberagamaan Indonesia dalam Keberagaman

Muntaha, Payiz Zawahir, Wekke, Ismail Suardi

Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia telah menjadi pilar kebangsaan. Ketika Proklamasi belum diwujudkan, pendidikan Islam sudah menjadi bagian dari dinamika kebangsaan. Untuk itu, artikel ini mengkaji secara khusus bagaimana pendidikan Islam dalam upaya untuk mewujudkan pendidikan multikultural sebagai bagian dari praktik pembelajaran. Dengan proses pendidikan yang berbasis multikultural, akan memberikan kesempatan kepada tenaga kependidikan, murid, dan lingkungan masyarakat untuk senantiasa menerima perbedaan. Saat itu, kesempatan untuk saling menghargai, mengapresiasi, dan memberikan dukungan kepada pihak yang sekalipun berbeda, akan senantiasa menjadi nilai pendidikan. Akhirnya, gagasan pendidikan Islam multicultural sesungguhnya merupakan tuntutan dan keperluan masyarakat. Sehingga diperlukan langkah praktis untuk mewujudkan dalam proses pembelajaran yang dimulai dari pengembangan kurikulum sampai teknik pembelajaran. Ini tidak bisa dilakukan dengan mengubah tatanan kurikulum, hanya saja diperlukan sebuah usaha yang komprehensif yang mengintegrasikan prinsip-prinsip pendidikan multikultural dalam aktivitas pendidikan.

Kontribusi Corporate Social Responsibility bagi Penguatan Kohesi Sosial Masyarakat: Studi Kasus Perusahaan Asing di Bogor

Hermansah, Tantan, Muhtadi, Muhtadi

Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Corporate social responsibility merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang diembankan pemerintah kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Banyak program CSR ini—langsung atau tidak—berdampak kepada pengembangan masyarakat. Dengan menggunakan metode observasi pada studi kasus CSR yang dilakukan oleh sebuah perusahaan di Kota Bogor, studi ini menemukan bahwa: (1) CSR menjadi instrument perusahaan yang berdampak sosial-ekonomi kepada masyarakat; (2) Secara praktis bentuk CSR bisa berbeda-beda tergantung kondisi lapangan. Kemampuan memvariansikan bentuk ini justru berimplikasi kepada keberlanjutan dari perusahaan tersebut; (3) Meski ada di lingkungan warga yang mayoritas beragama Islam, tetapi dampak langsung CSR pada masyarakat Islam di sekitar perusahaan ternyata tidak tampak menonjol, atau malah terkesan biasa-biasa saja.  

Moralitas Sosial dan Peranan Pendidikan Agama

Idi, Abdullah, Sahrodi, Jamali

Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Salah satu permasalahan berbangsa yang mendasar akhir-akhir ini adalah kecenderungan terjadinya degradasi atau pergeseran moralitas sosial yang melibatkan anak-anak usia sekolah, usia remaja dan mahasiswa/ pemuda. Tidak jarang mereka disinyalir terlibat dalam beragam bentuk perilaku sosial yang menyimpang (social deviance), seperti: tindakan kriminal, narkoba, minuman keras, begal, free-sex, rendahnya sopan-santun dan rasa hormat antarsesama, kebut-kebutan di jalan raya, melanggar rambu-rambu lalu lintas, tawuran, yang sekaligus bertanda buruknya moralitas sosial di kalangan generasi muda. Pendidikan karakter (akhlak) melalui optimalisasi peranan pendidikan agama diharapkan sebagai salah satu upaya reduksi dan preventif terhadap perilaku demoralisasi sosial yang sedang melanda generasi muda (pelajar, remaja dan mahasiswa/pemuda) yang diharapkan dapat meneruskan estafet kepemimpinan masa depan.

Penyelesaian Wanprestasi Dalam Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Murābaḥah Studi Kasus Di Bank Tabungan Negara Syariah Surabaya

Zen, Ahmad Maulidi

Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Islamic financing products have grown rapidly in the banking and finance industries of this era. This situation can be seen through the addition of Islamic banking assets several years, in addition to the inclusion of more institutions that offer products in Islam. According to Ibn al-Ḥumām, Murābaḥah is a contract of delivery of goods of sale and purchase owned by a person based on the price of basic origin and increase profits and declared to the buyer. This study aims to find out the application of home ownership financing with akad Murābaḥah Bank Tabungan Negara Syariah Branch Surabaya and to know how to settle Wanprestasi in financing home ownership has been in accordance with Sharia or not. This research is field research with qualitative descriptive approach and observation, interview and documentation method in collecting data. The author concludes that in the handling of customers Wanprestasi financing home ownership that still have good intentions, the Bank Tabungan Negara Syariah provides a policy with rescheduling that is changing the terms of financing which only concerns the payment schedule and duration and impose a burden of 1.5% of the remaining arrears. However, for customers who do not have Wanprestasi itikad well then the bank provides a decisive action by clearing the house as a guarantee in the contract. The implementation of the settlement of Wanprestasi in the State Savings Bank Syariah Branch Surabaya has applied in accordance with the guidelines contained in the Fatwa Dewan Syariah Nasional No.48 / DSN-MUI / II / 2005.

Menggagas Model Pembelajaran Discovery-Inquiry pada Pendidikan Anak Usia Dini

Wartini, Atik, Hadi al-asy’ari, M Khoirul, Multahada, Asyruni

Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Paper ini adalah kajian yang berbasis library research. Paper ini mencoba mengkaji tentang model pembelajaran discovery –inquiry pada PAUD. Paper ini sangat menarik karena, pertama model pembelajaran discovery-inquiry dapat melatih cara berfikir yang sistematis pada anak usia dini. Kedua, model pembelajaran discovery-inquiry kebanyakan digunakan pada penerapan pendekatan pembelajaran sains dan mathematics. Pada paper ini terdapat tiga pertanyaan, yaitu pertama bagaimana model pembelajaran discovery-inquiry pada PAUD. Kedua, Bagaimana motede pembelajaran discovery-inquiry pada PAUD?. Ketiga, bagaimana kelemahan dan keunggulan model pembelajaran discovery-inquiry pada PAUD?. Tujuan dari kajian ini adalah, untuk mengetahui model, metode, keunggulan dan kelemahan model pembelajaran discovery-inquiry pada PAUD. Kesimpulan dari paper ini, yang pertama konsep pembelajaran discovery-inquiry merupakan rangkaian kegiatan belajar yang menekankan pada proses berfikir kritis dan analitis. Kedua, metode discovery-inquiry antara lain, yaitu discovery-inquiry terpimpin, bebas dan bebas termodifikasi. Keunggulan dari metode ini adalah membantu anak untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan kelemahannya adalah anak harus memiliki kesiapan dan kematangan mental.