Published by
ISSN : -     EISSN : -
Articles
20
Articles
PENGARUH GAYA MENGAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR LAY UP SHOOT BOLA BASKET DITINJAU DARI KOORDINASI MATA-TANGAN

Hanief, Yulingga Nanda ( Universitas Nusantara PGRI Kediri )

Efektor (E) Vol 1, No 26 (2015): Efektor Nomor 26
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perbedaan pengaruh antara gaya mengajar inklusi dan gaya mengajar eksplorasi terhadap hasil belajar lay up shoot bola basket, 2) Perbedaan pengaruh terhadap hasil belajar lay up shoot bola basket antara siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi, sedang dan rendah, 3) Pengaruh interaksi antara gaya mengajar dan koordinasi mata-tangan terhadap hasil belajar lay up shoot bola basket. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 3. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Trenggalek. Sampel dalam penelitian ini adalah  60 siswa putra yang diambil dengan teknik Random Sampling. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel: variabel independent manipulatif yakni gaya mengajar inklusi dan gaya mengajar eksplorasi, variabel independent atributif yakni koordinasi mata-tangan serta variabel dependent yakni hasil belajar lay up shoot bola basket. Seluruh data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui tes dan pengukuran terhadap koordinasi mata-tangan dengan lempar tangkap bola tenis serta kemampuan lay up shoot dengan tes tembakan lay up shoot dalam permainan bola basket. Teknik analisis data dengan menggunakan ANAVA 2 x 3 dengan taraf signifikansi . Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Ada perbedaan pengaruh antara gaya mengajar inklusi dan gaya mengajar eksplorasi terhadap hasil belajar lay-up shoot bola basket, 2) Ada perbedaan pengaruh antara siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi, sedang dan rendah terhadap hasil belajar lay-up shoot bola basket, 3) Ada pengaruh interaksi antara gaya mengajar dan koordinasi mata-tangan terhadap hasil belajar lay-up shoot bola basket. Kesimpulan: 1) Siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi lebih cocok jika mendapat perlakuan gaya mengajar inklusi, 2) Siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan sedang lebih cocok jika mendapat perlakuan gaya mengajar eksplorasi, dan 3) Siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan rendah lebih cocok jika mendapat perlakuan gaya mengajar inklusi.

PEMANFAATAN MEDIA BIJI-BIJIAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIDANG PENGEMBANGAN MATEMATIKA PADA ANAK USIA DINI

Lestariningrum, Anik

Efektor (E) Vol 1, No 26 (2015): Efektor Nomor 26
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Anak  TK usia 4-5 tahun merupakan bagian dari anak usia dini yang berada pada rentangan usia lahir sampai usia 6 tahun. Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar seluruh pengembangan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, konsep diri, disiplin dan lain-lain. Untuk itu diperlukan berbagai stimulasi untuk merangsang pengembangan seluruh aspek tersebut tanpa melewatkan bahwa anak usia dini belajar melalui bermain. Untuk pembelajaran yang menyenangkan tidak perlu dengan sumber belajar yang mahal tetapi juga dari benda-benda di sekitar anak. Penelitian ini dilatar belakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa media biji-bijian dapat membantu anak usia dini dalam pengembangan matematika sesuai dengan pola berfikir anak yang masih dalam pra-operasional membutuhkan benda-benda konkret dalam kegiatan pembelajarannya. Media biji-bijian dapat dimanfaatkan untuk pemahaman konsep matematika sebagai salah satu aspek pengembangan kognitif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: akan mendiskripsikan bagaimana media biji-bijian dapat meningkatkan pengembangan matematika pada anak TK Kelompok A dengan pemecahan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan rancangan model Kemmis & Taggart dengan perencanaan 2 siklus dalam pelaksanaannya. Hasil penelitian ini disimpulkan anak lebih mudah memahami konsep matematika karena dilakukan dengan bermain yang menyenangkan serta anak diajak bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan objek-objek yang dekat serta konkret. Biji-bijian sebagai objek konkret mengembangkan kemampuan berfikir untuk memahami konsep matematika sederhana yaitu  konsep mengenal bilangan 1-10. Penguasaan konsep matematika anak TK yang diamati melalui permainan ini sudah baik, sehingga diharapkan dapat menunjang keberhasilan pengajaran matematika pada pendidikan selanjutnya. Biarkan anak mempunyai gambaran bahwa matematika bisa dipelajari dengan konsep sederhana dan menyenangkan.

Anxiety Of School-Age Childre (10 – 12 Years) Face Menarche At Mojoroto Village Kediri City

Wati, Susi Erna ( universitas Nusantara PGRI Kediri )

Efektor (E) Vol 1, No 26 (2015): Efektor Nomor 26
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Child age at ranging Elementary School 6 to 12 years, this term constitute school term. Child those are on SDs early class is child that lies on early age elongation. Early age term constitute child developing term that short but constitutes term that really necessary for its life. Therefore, on this term all proprietary potency child needs to be pushed so will optimal ala amends.  Menarche constitute first menstruating that ordinary happening deep age range 10 to 12 years. All this time a portion society perceives taboo to talk about menstruating problem in family, so startup stripling less have science and attitude that passably about physical change and psikologs relates menarche . kesiapan is indispensable mental before menarche since alarm feel and afraid of appearance, besides it also its reducing science about that needful while menstruating. Observational design that is utilized is descriptive with approaching utilizes tech purposive is sampling . Population on observational it is all child school age at Mojorotos sub-district City to self as much 55 childs and sample that is utilized in this research as much 23 childs. Sampling tech that is utilized is purposive is sampling . Data collecting tech utilizes kuesioner. Data processing by koding, skoring, tabulating, after at tab then made by recapitulating scale. Of research result is gotten as almost the lot respondent experience demulcent alarm as much 20 person (87%), as much 2 person (8,7%) experiencing alarm be, as much 1 person (4,3%) no dread. Seeing observational result to be expected this research result gets to give information about dread zoom school age in faces menarche first, so family gets to know menarche first on its child.

IMPLEMENTASI PERMAINAN PENJEPIT BAJU UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI

utomo, hanggara budi ( Universitas Nusantara PGRI Kediri )

Efektor (E) Vol 1, No 26 (2015): Efektor Nomor 26
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah apakah melalui implementasi permainan penjepit baju dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui melalui implementasi permainan penjepit baju dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian anak Kelompok A RA Diponegoro Warujayeng Kabupaten Nganjuk Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, menggunakan instrument berupa RKM, RKH, lembar penilaian unjuk kerja, lembar observasi aktivitas guru dan dokumentasi. Hasil penelitian siklus I 45 %, siklus II 82 %, dan siklus III 100%. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan ketuntasan belajar anak didik telah memenuhi kriteria yang di tetapkan yaitu minimal 75%.Kesimpulan penelitian ini adalah peneliti menyimpulkan bahwa tindakan pembelajaran melalui implementasi permainan penjepit baju dapat dibuktikan kebenarannya untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini. Kata kunci: kemampuan kognitif, permainan penjepit baju.

PENGARUH PEMBELAJARAN LOKOMOTOR TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK PADA ANAK KELAS I TUNAGRAITA (C1) SLB PUTERA ASIH KOTA KEDIRI

Bekti, Ruruh Andayani ( Universitas Nusantara PGRI Kediri ) , himawanto, wasis ( Universitas Nusantara PGRI Kediri )

Efektor (E) Vol 1, No 26 (2015): Efektor Nomor 26
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pendidikan jasmani yang diberikan pada anak-anak tunagraita masih banyak memerlukan perhatian khusus mengingat meraka mempunyai keterbatasan gangguan dan kekurangan dalam bidang motorik, kecerdasan di bawah rata-rata, gangguan emosi, adaptasi sosial kurang baik, dan kesegaran jasmani kurang baik sehingga kelincahannya juga kurang baik, seharusnya banyak diberikan pembelajaran gerak. Garak dasar yang diberikan pada siswa tunagraita tidak mudah seperti yang dilakukan pada anak-anak normal karena dengan keterbatasan yang dimiliki diharapkan meraka dapat melatih gerak motoriknya, pemilihan pembelajaran lokomotor ini ditekankan pada gerak dasar memindahkan badannya mengingat subjek dalam penelitian ini adalah anak tugraita sedang (C1) kelas I yang masih mempunyai keterbatasan dalam menirukan gerakan. Penelitian ini dilatarbelakangi atas pengamatan peneliti di sekolah luar biasa dan memperhatikan kurikulum kelas I anak tunagraita sedang (C1) yang memiliki ciri penekanan pada keterampilan gerak dasar. Gerak dasar yang harus diberikan diantaranya gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif, mengingat dalam penelitian ini adalah anak kelas I yang masih perlu bantuan untuk melakukan gerakan, maka peneliti memilih gerak lokomotor yang bisa disebutkan seperti gerakan berjalan, berlari, dan melompat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimana dinamika perkembangan gerak motorik pada anak tunagrahita sedang (C1) kelas I SLB Putera Asih Kota Kediri selama diberikan pembelajaran lokomotor?; 2) bagaimana pengaruh pembelajaran lokomotor terhadap kemampuan motorik anak tunagrahita kelas I (C1) SLB Putera Asih Kota Kediri?. Lokasi penelitian ini adalah di SLB Putera Asih Kota Kediri dengan purposive sampling. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif yaitu dengan model campuran. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa dalam dinamika perkembangan gerak dasar siswa kelas I/C1 SLB Putra Asik Kota Kediri tergambar bahwa selama proses pembelajaran berlangsung, kemampuan penyerapan informasi lambat. Dalam berkomunikasi mereka kurang lancar dan mudah terpengaruh oleh keadaan sekitar. Dalam hal ini faktor inteligensi, kondisi fisik, adaptasi sosial anak, gangguan emosi dan lingkungan sangat berpengaruh. Tidak mudah memberikan keterampilan motorik jika pengajar tidak berlatar belakang pendidikan jasmani.Penelitian Pengaruh Pembelajaran Pengaruh Pembelajaran Lokomotor Terhadap Kemampuan Motorik Pada Anak Kelas I Tunagraita (C1) SLB Putera Asih Kota Kediri memberikan pengaruh terhadap perkembangan motorik anak tunagrahita. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan kemampuan motorik anak Tunagrahita selama melaksanakan pembelajaran gerak dasar.

PENINGKATAN NILAI KEPEDULIAN SOSIAL MELALUI MODIFIKASI MODEL PEMBELAJARAN KONSIDERASI PADA MAHASISWA TINGKAT I PROGRAM STUDI PGSD FKIP UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

Soenarko, Bambang -, mujiwati, endang sri

Efektor (E) Vol 1, No 26 (2015): Efektor Nomor 26
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Today, human values ranging ignored, beaten by the thought / action hedonistic and pragmatic, which allows the moral decadence. This condition is necessary steps revamping definitely educational value with an appropriate learning model. Model considerations (Sensitivity consideration models) or models sensitivity attention "as developed McPhail, a learning model affective that the first stage is called “In other People’s Shoes (if you are in the situation of others)”, with the main aim to develop" more attention "interest and feelings of others. This model is possible to touch the mind and feelings that cause a reaction and encouragement to commit an act of moral (emerging awareness of the sensitivity of attention, concern for others). The study aims to prove the hypothesis that "the use of a modified model of learning considerations gives a better effect on the value of social care in the first year students Program of Study PGSD, compared to the use of traditional learning model". Experimental techniques used to Pretest-posttest Control Group Design, treatment in the form of a modified learning model consideration. Treatment effects in the form of a character value social care, and the data were analyzed by using t-test comparisons. Based on the results of the analysis, obtained to of 14.597 with a significance level of 0.00 then concluded Ho is rejected. Then the hypothesis is proven that "The use of a modified model of learning considerations give better effect to the increase in the value of social concern to students, rather than the traditional learning model".

HUBUNGAN TINGKAT EKONOMI KELUARGA DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI DESA SUMBER CANGKRING KECAMATAN GURAH KABUPATEN KEDIRI

Wijayanti, Endah Tri

Efektor (E) Vol 1, No 26 (2015): Efektor Nomor 26
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tingkat pendapatan seseorang dengan tingkat pendidikan mempunyai keterkaitan erat, yaitu tingkat pendidikan yang tinggi memerlukan dana yang memadai. Tentunya dana sekolah sangat terkait dengan tingkat ekonomi keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat ekonomi keluarga dengan tingkat pendidikan anak di Desa Sumber Cangkring Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.   Desain penelitian ini adalah korelasional. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang mempunyai anak usia sekolah di desa Sumber Cangkring tahun 2010 dengan jumlah 103 Kepala Keluarga dengan sampel 100 dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan uji korelasi product moment dengan interval kepercayaan r tabel 95% = 0,195.   Didapatkan tingkat ekonomi mayoritas berada dalam tingkat ekonomi bawah 54 orang (54 %), tingkat ekonomi menengah 28 orang (28 %) dan tingkat ekonomi atas sebanyak 18 orang (18 %). Sedangkan tingkat pendidikan anak diperoleh tingkat pendidikan anak yang diselesaikan pada tingkat dasar sebanyak 17 orang (17 %), tingkat menengah sebanyak 60 orang (61 %)  dan pada tingkat perguruan tinggi sebanyak 22 orang (22 %).   Dari pengolahan data dengan uji korelasi product moment menunjukkan bahwa r hitung lebih besar dari r tabel. Didapatkan bahwa r hitung 0,374 > t tabel dengan interval kepercayaan r tabel 95% = 0,195 maka ada hubungan yang signifikan antara tingkat ekonomi keluarga dengan tingkat pendidikan anak di Desa Sumber Cangkring Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.   Dari hasil penelitian ini diharapkan para kepala keluarga sadar akan pentingnya kelanjutan pendidikan anak untuk meningkatkan taraf hidup keluarga dan menekan jumlah angka pengangguran.   Kata Kunci: Tingkat Ekonomi, Keluarga, Tingkat Pendidikan, Anak.

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE DENGAN MODUL (TPS-M) DITINJAU DARI KECERDASAN INTERPERSONAL

jatmiko, jatmiko jatmiko ( Universitas Nusantara PGRI Kediri )

Efektor (E) Vol 1, No 26 (2015): Efektor Nomor 26
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

  This study is aimed to find out: (1) which one of Think-Pair-Share method with Module (TPS-M), Think-Pair-Share (TPS) or direct learning results better performance; (2) which one of students who have high, medium, or low interpersonal intelligence is better in learning achievement; (3) which one of TPS-M, TPS, or direct learning results better learning achievement on high, medium, and low  interpersonal inteligence students.  This study used quasi experimental method with 3x3 factorial design. The population was the tenth grade engineering students of vocational school in Nganjuk on academic year 2012/2013. Sampling was stratified cluster random sampling method. The size of sample was 302 students with 101 students in the first experimental class, 105 students in the second experimental class and 96 students in the control class. A questionnaire interpersonal intelligence and achievement tests on mathematics were used to collect the data. The trial of questionnaire instrument includes content validity, internal consistency and reliability. Test trials include content validity, level of difficulty, different power and the reliability. The prerequisite of ANAVA test was normality test using Lilliefors test and the test of homogeneity used the Bartlett test. Balance test used one way analysis of variance with unbalanced cells. Hypothesis testing used two ways analysis of variance with unbalanced cells. Based on the data analysis, it concluded as follows. (1) TPS-M produces better learning achievement than TPS and direct teaching model. TPS learning model provides better learning achievement than the direct instructional model; (2) High interpersonal intelligence students have better mathematics learning outcomes than medium and low interpersonal intelligence students. Medium interpersonal intelligence students have better mathematics learning outcomes than low interpersonal intelligence students. (3) In each high, medium, and low interpersonal intelligence students have better learning achievement in learning model TPS-M than TPS and direct instructional model; furthermore, the high, medium, and low interpersonal intelligence students have better learning achievement in learning model TPS than direct instructional. Keywords: Think-Pair-Share, Module, Interpersonal Intelligence, Mathematics Learning Achievement

Pengaruh sertifikasi guru terhadap kinerja guru SMPN 1 Durenan

Sunanik, Sunanik - ( STKIP Tulungagung )

Efektor (E) Vol 1, No 26 (2015): Efektor Nomor 26
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Teacher certification is the process of granting certificates to the teacher educators. Teaching certificate awarded to teachers who have met the professional standards of teachers. One purpose of certification is to improve the process and quality of education. (a) how the performance of the teachers have graduated and are not yet certified?, (b) whether there is a difference between the performance of teachers who already tersetifikasi with yet ?, (c) whether the usage allowance in accordance with its purpose?. Conclusions showed the performance of teachers SMPN1 Durenan already certified on average very well with the average value of 81. Performance SMPN 1 Durenan teacher who has not been certified on average very well with the average value of 76. There are differences in teacher performance SMPN1 Durenan already certified by a yet certified. The performance difference is caused by the experience, employment status and Educators Professional development opportunities profesi.Tunjangan average is used for childrens education expenses, savings, subsistence, housing construction, purchase a lap top / computer, purchase books, and research activities / seminars.

PENERAPAN METODE BERCERITA DENGAN MEDIA WAYANG GAPIT SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI

Wijaya, Intan Prastihastari ( Universitas Nusantara PGRI Kediri )

Efektor (E) Vol 1, No 26 (2015): Efektor Nomor 26
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perkembangan kemampuan berbicara anak antara waktu sebelum dan setelah dilakukan tindakan berupa penerapan metode bercerita dengan media wayang gapit. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian pada siklus pertama menunjukkan nilai ketuntasan perkembangan kemampuan berbicara anak sebesar 56%, sedangkan pada siklus kedua menunjukkan hasil nilai ketuntasan perkembangan kemampuan berbicara anak sebesar 78%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan berbicara anak mengalami peningkatan setelah menerapkan metode bercerita dengan media wayang gapit. Oleh sebab itu, pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode bercerita dengan media wayang gapit dalam pembelajaran dapat berhasil dan efektif mengembangkan kemampuan berbicara anak usia dini. Kata kunci: kemampuan berbicara, metode bercerita, media wayang kulit.