Efektor (E)
Articles
20
Articles
EVALUASI KONDISI FISIK ATLET PRIMA PRATAMA DAN ATLET SIAP GRAKK KONI SURABAYA

puspo, puspodari

Efektor (E) Vol 1, No 27 (2015): Efektor Nomor 27
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.866 KB)

Abstract

Kondisi fisik merupakan keadaan yang terdapat pada seorang atlet yang sangat diperlukan dalam setiap usaha peningkatan prestasi.Kondisi fisik memegang peranan penting dalam program latihan.Dalam usaha peningkatan prestasi atlet dilakukan evaluasi sebagai kegiatan untuk mendapatkan informasi dalam pengambilan keputusan, perencanaan dan pelaksanaan program berikutnya agar dapat ditingkatkan seoptimal mungkin.Mengingat kondisi fisik merupakan unsur yang sangat penting hampir diseluruh cabang olahraga peneliti mengembangkan pemikiran untuk mengadakan evaluasi kondisi fisik atlet Prima Pratama dan SIAP GRAKK.Prima Pratama merupakan program pemerintah yang dicanangkan oleh KOI (Komite Olimpiade Indonesia) untuk menciptakan atlet andalan nasional yang mampu berprestasi dalam kejuaraan nasional dan internasional seperti Sea games, Asian Games, dan Olympic Games.SIAP GRAKK (Surabaya Intensifikasi Atlet Gelorakan Kemenangan) merupakan bentuk pemusatan latihan khusus yang dicanangkan KONI Surabayadalam rangka mencapai prestasi puncak di multi event seperti Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik atlet Prima Pratama dan SIAP GRAKK dan mengetahui perbedaan kondisi fisik atlet Prima Pratama dan SIAP GRAKK.Jenis penelitian ini adalah ex post de facto (bersifat eksplorasi dan deskriptif), karena penenelitian ini menggunakan data sekunder yaitu hasil tes fisik atlet Prima Pratama dan SIAP GRAKK yang dihimpun dari Achilles Science Sport Fitness Center Universitas Negeri Surabaya.Teknik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Sampel penelitian ini adalah 6 atlet karate Prima Pratama, 10 atlet karate SIAP GRAKK, 14 atlet renang Prima Pratama, 11 atlet renang SIAP GRAKK, 13 atlet senam Prima Pratama, 6 atlet senam SIAP GRAKK. Hasil penelitian : (1) Pada atlet karate putra SIAP GRAKK nilai kelentukan, kekuatan otot punggung, kekuatan otot tungkai, kekuatan otot perut, kekuatan otot lengan, keseimbangan lebih tinggi. (2) Pada atlet karate putri SIAP GRAKK nilai kecepatan reaksi visual, kelincahan, kelincahan, keseimbangan lebih tinggi. (3) Pada atlet renang putra SIAP GRAKK nilai kelentukan, kekuatan otot punggung, kekuatan otot perut, kekuatan otot lengan, keseimbangan, kapasitas maksimal aerobik lebih tinggi. (4) Pada atlet renang putri SIAP GRAKK kekuatan otot perut lebih tinggi. (5) Pada atlet senam putra SIAP GRAKK nilai kekuatan otot tungkai, kekuatan otot perut, keseimbangan lebih tinggi. (6) Pada atlet renang putri SIAP GRAKK nilai kekuatan otot perut, power kaki lebih tinggi.

EVALUASI PROGRAM LATIHAN FISIK SEPAKBOLA MENGGUNAKAN METODE CIPP

Muharram, NUR Ahmad

Efektor (E) Vol 1, No 27 (2015): Efektor Nomor 27
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.081 KB)

Abstract

Evaluasi Program Latihan Fisik Sepakbola Menggunakan Metode Cipp Pada Sekolah Sepak Bola Kabupaten Sragen Tahun 2015 (Penelitian Evaluatif Mengenai “Masukan” dan “Proses” Berdasarkan Model Context, Input, Process, Product Pada Para Pelatih SSB). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bentuk dan isi program latihan fisik di masing-masing Sekolah Sepak Bola seluruh Kabupaten Sragen; (2) Pelaksanaan program latihan fisik di masing-masing Sekolah Sepak Bola seluruh Kabupaten Sragen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluatif menggunakan metode deskriptif dengan teknik survey. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi. Sehingga subjek penelitian yang digunakan adalah seluruh populasi yang ada yaitu seluruh pelatih dari masing-masing SSB se Kabupaten Sragen yang berjumlah 14 SSB. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen yang berisi seperangkat kuisioner, untuk mengungkapkan sejauh mana pelatih merencanakan latihan fisik serta bentuk tindakan pelatih dalam proses pelatihan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini secara kuantitatif dengan bantuan analisis statistik deskriptif, melalui uji coba instrumen terlebih dahulu seperti uji validitas dan uji reliabilitas. Dari penelitian tersebut dapat diketahui hasil dari penyusunan rencana program latihan fisik dari para pelatih untuk pencapaian kondisi puncak pemain yang telah ditentukan melalui tahap-tahap periodisasi, berkaitan dengan tahap-tahap latihan dari 14 pelatih sebanyak 40,5% menjawab sudah sesuai, 47,6% menjawab ragu-ragu, dan 11,9% menjawab tidak sesuai. Berkaitan dengan isi materi program dari 14 pelatih 45,2% menjawab sudah sesuai, 38,1% menjawab ragu-ragu, dan 16,7% menjawab tidak sesuai. Berkaitan dengan bentuk-bentuk latihan dari 14 pelatih 50% menjawab sudah sesuai, 35,8% menjawab ragu-ragu, dan 14,2% menjawab tidak sesuai. Berkaitan dengan metode-metode latihan dari 14 pelatih 38,1% menjawab sudah sesuai, 54,8% menjawab ragu-ragu, dan 7,1% menjawab tidak sesuai. Sedangkan hasil dari pelaksanaan pelatihan di lapangan untuk pencapaian kondisi puncak pemain berkaitan dengan tindakan pelatih sebelum pelaksanaan kegiatan sebesar 61,4%, berkaitan dengan penciptaan kondisi dalam pelatihan sebesar 76,2%, berkaitan dengan perbedaan spesialisasi pemain sebesar 71,4%, berkaitan dengan penggunaan metode-metode latihan sebesar 76,4%, berkaitan dengan interaksi antara pelatih dan pemain dalam proses pelatihan sebesar 73,8%, berkaitan dengan penggunaan peralatan dalam latihan fisik sebesar 64,3%, berkaitan dengan pemberian bimbingan dalam latihan sebesar 77,5%, berkaitan dengan evaluasi hasil pelatihan sebesar 69,4%

METODE PENURUNAN KANDUNGAN NITRITE DENGAN PENCUCIAN MENGGUNAKAN ASAM ASKORBAT PADA TIGA JENIS SARANG BURUNG WALET ASAL INDONESIA

Utomo, Budhi

Efektor (E) Vol 1, No 27 (2015): Efektor Nomor 27
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.986 KB)

Abstract

Sarang burung walet adalah salah satu komoditas ekspor utama di Indonesia.Indonesia memenuhi 80% kebutuhan sarang walet dunia dan China adalah sebagai konsumen sarang burung walet terbesar di dunia.China mengkonsumsi hampir 60% pasar sarang burung walet dunia dan saat ini China memberikan persyaratan bahwa kandungan nitrit dalam sarang burung walet yang masuk ke China tidak boleh lebih dari 30 ppm.Asam askorbat menurut Ermawati dapat menurunkan kandungan nitrit pada daging curing, sehingga diduga dapat juga untuk menurunkan kandungan nitrit pada sarang burung walet.Penelitian ini adalah penelitian di laboratorium dengan menggunakan 3 materi penelitian yaitu sarang burung walet putih, sarang burung walet hitam dan sarang burung seriti.Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pencucian dan tanpa pencucian dengan asam askorbat.Parameter yang digunakana adalah kandungan nitrit.Kandungan nitrit sarang burung walet yang merupakan salah satu syarat kualitas sarang burung walet yang diminta China dapat dikendalikan dengan menggunakan asam askorbat yang dapat mereduksi kandungan nitrit menjadi nitrit oksid sehingga kandungan nitrit dalam sarang burung walet dapat menurun.Penurunan kandungan nitrit dengan asam askorbat dapat dilakukan pada sarang putih, sarang hitam dan sarang seriti.

Manfaat Swedish Massage Untuk Pemulihan Kelelahan Pada Atlet

Purnomo, Ardhi Mardiyanto Indra

Efektor (E) Vol 1, No 27 (2015): Efektor Nomor 27
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.058 KB)

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari massage merupakan salah satu cara yang paling mendasar dan penting ketika menangani masalah cidera atau keletihan yang dialami oleh atlit pada saat sebelum, pada saat dan setelah melakukan aktifitas fisik. Artikel ini bertujuan untuk membahas dan mengulas seberapa besar dan penting efek dari fisiologis swedish massage, apabila diterapkan kedalam masa setelah pertandingan yang bertujuan untuk memulihkan kembali kondisi seperti semula. Dalam penerapannya semua yang bersangkutan seperti atlit, pelatih, staff dan masseur harus dapat memahami bagaimana penggunaan teknik swedish massage yang baik dan benar sehingga akan memberikan efek yang baik kepada atlit ketika sudah selesai melakukan aktifitas fisik yang berat.

PENGARUH LATIHAN THREE CONE DRILL, FOUR CONE DRILL, DAN FIVE CONE DRILLTERHADAP KELINCAHAN (AGILITY) DAN KECEPATAN (SPEED)

diputra, rahman

Efektor (E) Vol 1, No 27 (2015): Efektor Nomor 27
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.621 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis tentang: (1) pengaruh pemberian three cone drill terhadap kelincahan (agility)  dan kecepatan (speed); (2) pengaruh pemberian four cone drill terhadap kelincahan (agility) dan kecepatan (speed); (3) pengaruh pemberian five cone drill terhadap kelincahan (agility) dan kecepatan (speed); (4) manakah yang  berpengaruh lebih besar antara latihan three cone drill, four cone drill, five cone drill dalam meningkatkan kelincahan (agility) dan kecepatan (speed). Sasaran penelitian ini adalah peserta SSB se-Kecamatan Pare kelompok umur 16-17 tahun dengan jumlah sampel sebanyak 45 peserta. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen. Rancangan penelitian ini menggunakan pre and post test design, dan analisis data menggunakan Anova. Proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes lari model Z untuk kelincahan dan lari 30 meter untuk kecepatan pada saat pretest dan posttest. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan bantuan SPSS seri 17.0. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Nilai Sig. sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan latihan three cone drill terhadap peningkatan kelincahan(agility)dankecepatan(speed); (2) Nilai Sig. sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan four cone drill terhadap peningkatan kelincahan(agility)dankecepatan(speed); (3) Nilai Sig. sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan five cone drill terhadap peningkatan kelincahan(agility)dankecepatan(speed). Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan bahwa  terdapat pengaruh yang signifikan pada latihan three cone drill, four cone drill, five cone drill terhadap peningkatan kelincahan (Agility) dan kecepatan (Speed). Latihan five cone drill lebih optimal dalam meningkatkan kelincahan (agility) dan  latihan  three cone drill lebih optimal dalam meningkatkan kecepatan (speed).

PENGARUH BAHAN AJAR BERBASIS PENDEKATAN SELF REGULATED LEARNING (SRL) DAN COOPERATIVE LEARNING (CL) TERHADAP KOMPETENSI MATAKULIAH PRAKTEK KOMPUTER AKUNTANSI

Irmayanti, Elis

Efektor (E) Vol 1, No 27 (2015): Efektor Nomor 27
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.113 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripskan bagaimanakah penguasaan kompetensi mahasiswa sebelum diterapkannya bahan ajar matakuliah praktik komputer akuntansi yang memadukan pendekatan Self Regulated Learning (SRL) dan Cooperative Learning (CL). (2) Mendeskripsikan bagaimanakah penguasaan kompetensi mahasiswa setelah diterapkannya bahan ajar matakuliah praktik komputer akuntansi yang memadukan pendekatan Self Regulated Learning (SRL) dan Cooperative Learning (CL). (3) Membuktikan apakah penerapan bahan ajar matakuliah praktik komputer akuntansi yang memadukan pendekatan Self Regulated Learning (SRL) dan Cooperative Learning (CL) berpengaruh signifikan terhadap kompetensi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pre-test post-test. Sampelnya 75 mahasiswa yang dibagi dalam 3 krlmpok. Analisis datanya menggunakan teknik kuantitatif dengan ji-t amatan ulangan. Kesimpulan pokok hasil penelitian ini adalah: (1) Penguasaan kompetensi mahasiswa sebelum diterapkannya model bahan ajar matakuliah praktik komputer akuntansi yang memadukan pendekatan Self Regulated Learning (SRL) dan Cooperative Learning (CL) sudah cukup baik, namun beberapa kompetensi masih perlu ditingkatkan. (2) Penguasaan kompetensi mahasiswa setelah diterapkannya bahan ajar matakuliah praktik komputer akuntansi yang memadukan pendekatan Self Regulated Learning (SRL) dan Cooperative Learning (CL) adalah baik, merata untuk seluruh kompetensi yang diharapkan, serta mahasiswa menunukkan minat dan antusiasme yang tinggi saat mengerjakan tugas-tugas. (3) Penerapan bahan ajar matakuliah praktik komputer akuntansi yang memadukan pendekatan Self Regulated Learning (SRL) dan Cooperative Learning (CL) berpengaruh signifikan terhadap kompetensi mahasiswa, dibuktikan dengan nilai-t-hitung dan signifikansi yang dibawah 0,05.

KOMPETENSI GURU PENJASORKES KAITANNYA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA DAN PERSEPSI GURU NON-PENJASORKES DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SMPN SE-KOTA KEDIRI

Herpandika, Reo Prasetiyo

Efektor (E) Vol 1, No 27 (2015): Efektor Nomor 27
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.623 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui hasil uji kompetensi guru Penjasorkes SMPN se-Kota Kediri, 2) untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran Penjasorkes SMPN se-Kota Kediri, 4) untuk mengetahui persepsi guru non-Penjasorkes terhadap kompetensi guru Penjasorkes SMPN se-Kota Kediri, 5) untuk mengetahui kaitan antara hasil uji kompetensi guru Penjasorkes dengan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran di SMPN se-Kota Kediri. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-ekseperimental berupa deskriptif kuantitatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kompetensi guru penjasorkes dan variabel terikat adalah, hasil belajar siswa dan persepsi guru non-Penjasorkes. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 472 siswa, 84 guru non-Penjasorkes dengan menggunakan teknik purposive sampling atau sampel bertujuan. Analisis data yang digunakan adalah pearson correlation. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa, 1) hasil uji kompetensi guru dibawah standar yang telah ditetapkan pemerintah, 2) hasil belajar siswa sudah memenuhi Kriteria Kelulusan Minimal (KKM) yang sudah ditentukan oleh tiap-tiap sekolah, dan untuk 3) persepsi guru non Penjasorkes termasuk dalam kategori baik. Sedangkan 5) kaitan antara uji kompetensi guru Penjasorkes dengan hasil belajar diperoleh nilai signifikansi lebih besar daripada nilai taraf siknifikansi alpha (α). Dengan demikian, H0 diterima yang berarti tidak ada hubungan hasil uji kompetensi guru Penjasorkes dengan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran di SMPN se-Kota Kediri. Simpulan dari penelitian ini adalah: 1) hasil uji kompetensi guru Penjasorkes SMPN se-Kota Kediri dibawah standar kelulusan yang sudah ditetapkan pemerintah, 2) hasil belajar siswa SMPN se-Kota Kediri dalam pembelajaran Penjasorkes sudah (KKM) yang ditetapkan masing-masing sekolah, 3) persepsi guru non-Penjasorkes terhadap kompetensi guru penjasorkes SMPN se-Kota Kediri  termasuk dalam kategori baik, 5) tidak ada kaitan hasil uji kompetensi guru Penjasorkes dengan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran di SMPN se-Kota Kediri.

Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Mekanisme Koping Mahasiswa Semester II D-III Keperawatan Dalam Menghadapi Praktek Klinik Keperawatan Di Universitas Nusantara PGRI Kediri

Wijayanti, Endah Tri

Efektor (E) Vol 1, No 27 (2015): Efektor Nomor 27
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.38 KB)

Abstract

Kecemasan adalah respon emosional terhadap penilaian yang menggambarkan keadaan khawatir, gelisah, takut, tidak tentram disertai berbagai keluhan fisik. Kecemasan jika tidak terkontrol akan menghambat pencapaian tujuan dari kegiatan yang akan dilakukan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan mekanisme koping mahasiswa semester II Prodi D-III Keperawatan dalam menghadapi praktek klinik keperawatan di Universitas PGRI Nusantara Kediri.   Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua mahasiswa semester II Prodi D-III Keperawatan sebanyak 80 orang dan sampel sebanyak 67 orang. Teknik sampling adalah sampling random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan cara coding, scoring, tabulating, setelah ditabulasi kemudian dibuat skala penyimpulan.   Hasil uji statistik didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar = 0,034 (p<0,05) artinya H0 ditolak atau H1 diterima, maka kesimpulannya ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan mekanisme koping mahasiswa semester II Prodi D III Keperawatan di Universitas PGRI Nusantara Kediri.   Melihat hasil penelitian diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi bagi pendidikan tentang usaha peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada mahasiswa tentang kecemasan sebelum menghadapi praktik klinik.   Kecemasan dialami oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun (Stuart, 2001). Mahasiswa dalam kesehariannya juga mengalami kecemasan, dan dalam kesehariannya memiliki banyak pekerjaan, tantangan dan tuntutan yang harus dijalankan. Tantangan sekaligus tuntutan tersebut salah satunya adalah praktik klinik di lahan praktek. Sebagian besar mereka belum memiliki gambaran tentang realitas yang akan mereka hadapi saat praktik klinik. Kurangnya pemahaman hal tersebut di atas membuat mahasiswa cemas, stres, tergantung, dan bahkan menarik diri (Nursalam, 2002).   Dari data yang didapat menerangkan bahwa mahasiswa dalam menghadapi praktik klinik memiliki tingkat kecemasan sebagai berikut : mahasiswa yang mengatakan sangat cemas, takut dan bingung menghadapi praktik klinik sebanyak 1 orang (10%), mahasiswa yang mengatakan tidak percaya diri dan sulit tidur sebanyak 6 orang (60%), mahasiswa yang mengatakan sedikit gelisah dan tampak tenang sebanyak 2 orang (20%) dan mahasiswa yang mengatakan tidak cemas dan tenang-tenang saja sebanyak 1 orang (10%). Informasi tambahan lainnya yaitu terdapat beberapa hambatan yang ditemui mahasiswa antara lain; kurangnya penguasaan materi, kesulitan menghafal langkah-langkah dalam prosedur, waktu yang diberikan minim, merasa tidak percaya diri dalam menjalankan tugas, takut melakukan kesalahan. Tentunya mahasiswa akan memberikan respon yang beragam, mulai dari koping yang adaptif sampai mal adaptif seperti pelampiasan merokok. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan antara variabel independen (mekanisme koping) dan variabel dependen (tingkat kecemasan) pada mahasiswa semester II D-III Keperawatan di Universitas Nusantara PGRI Kediri menghadapi praktik klinik. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa semester II Program Studi D-III Keperawatan di Universitas Nusantara PGRI Kediri, dengan jumlah sebanyak 80 orang. Sampel yang diperlukan sejumlah 67 responden dengan tehnik pengambilan simple random sampling. Instrument yang digunakan meliputi data diri mahasiswa, kuesioner tingkat kecemasan menggunakan skala HARS, serta kuesioner tentang mekanisme koping. Dalam analisis ini dilakukan pengujian statistik dengan Spearman Rho melalui bantuan program SPSS.

PENGARUH PEMBERIAN PERMAINAN SEBAGAI BENTUK PEMANASAN TERHADAP MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI

Lusianti, Septiyaning

Efektor (E) Vol 1, No 27 (2015): Efektor Nomor 27
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.375 KB)

Abstract

Penelitian pada permainan sebagai bentuk pemanasan, dengan perlakuan sebanyak empat kali pertemuan, yang bertujuan untuk menarik minat siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk desain penelitian Randomized control group Pretest-posttest. Dalam pembagian kelompok ada dua yaitu kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan berupa permainan sedangkan kelompok kontrol tetap diberikan pemanasan biasa sebagai pembanding. Analisis datanya dengan Uji T, yang menunjukkan ada hasil perbedaan antara perlakuan (kelompok eksperimen) dan tanpa perlakuan (kelompok kontrol). Hasil uji t paired t-test (uji beda sampel berpasangan) pada: (1) kelompok eksperimen t hitung 12,01 dan nilai t tabel 2,03 (2) kelompok kontrol t hitung 5,44 dan t tabel 2,03. Hasil dari uji t Independent sample t-test (uji beda sampel kelompok) yaitu t hitung 5,0355 dan t tabel 2,0. Simpulan penelitian bahwa pemberian permainan sebagai bentuk pemanasan dapat meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani.

PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING DENGAN MEDIA GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS KELAS IV SEKOLAH DASAR

Permana, Erwin Putera

Efektor (E) Vol 1, No 27 (2015): Efektor Nomor 27
Publisher : Efektor (E)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.595 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi peneliti dalam pembelajaran IPS ditemukan bahwa siswa kurang aktif dalam proses belajar mengajar IPS. Siswa kurang tertarik dengan mata pelajaran IPS karena selama ini mata pelajaran IPS hanya dianggap sebagai mata pelajaran hafalan saja dan kurang menekankan pada aspek afektif dan psikomotor. Pembelajaran berpusat pada guru, metode mengajar kurang efektif, tidak menggunakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), tidak menggunakan media pembelajaran, siswa kurang diberi kesempatan untuk berkreatifitas, siswa tidak diajak untuk menemukan konsep tetapi ditunjukkan konsep yang harus selalu diingat, siswa mudah lupa dengan apa yang sudah diingat sebelumnya karena pembelajaran terbatas pada kegiatan membaca buku atau mendengar penjelasan. Akibatnya hasil belajar IPS sangat rendah yaitu dari 33 siswa, yang tuntas belajar hanya 14 siswa dari kriteria ketuntasan 65. Sehingga peneliti melakukan penelitian untuk memecahkan permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan penerapan metode problem solving dengan media gambar seri dalam meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran IPS bagi kelas IV SDN Turi 01 Kota Blitar, dan (2) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran IPS bagi kelas IV SDN Turi 01 Kota Blitar. Data dikumpulkan dengan pengamatan, observasi, dokumen, dan tes. Hasil penelitian adalah: (1) terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa melalui penerapan metode problem solving, (2) terjadi peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan penerapan metode problem solving, dan (3) dari 33 siswa hanya satu siswa yang belum tuntas setelah dilaksanakan kegiatan pembelajaran selama dua siklus karena tergolong siswa lambat belajar.