cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
FON
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : -
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan media publikasi ilmiah (artikel dan hasil penelitian) pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia. FON diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan. FON memiliki nomor ISSN cetak 2086-0609 dan ISSN elektronik 2614-7718.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 2 (2014)" : 12 Documents clear
PENYUSUNAN BAHAN AJAR PRAGMATIK BERDASARKAN ANALISIS BAHASA PADA JEJARING SOSIAL Suntini, Sun
Jurnal Fon Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan modul pragmatik berdasarkan analisis bahasa pada jejaring sosial facebook. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method, yaitu metode kombinasi antara kualitatif deskriptif analitis dan kuantitatif eksperimen. Beberapa tahapan dalam penelitian ini sebagai berikut (1) analisis teoritis dan praktis (2) analisis bahasa pragmatik pada jejaring sosial facebook (3) analisis kebutuhan bahan ajar terhadap mahasiswa dan dosen (4) penyusunsn bahan ajar pragmatik (5) penilaian oleh dosen dan ahli (6) perbaikan (7) uji coba keefektifan produk terhadap mahasiswa. Hasil penelitian ini dapat disajikan sebagai berikut. (1) Hasil dari analisis dapat disimpulkan profil bahasa pragmatik pada jejaring sosial facebook, didapat, dari 140 data yang dianalisis terdapat 65 deiksis dengan pembagian deiksis persona 37 data, deiksis ruang 7 data, deiksis waktu 21 data, praanggapan sebanyak 30 data, tindak ujar 36 data, dan implikatur percakapan 9 data. Dari jumlah tersebut dapat disimpulkan bahwa para pengguna jejaring sosial facebook lebih banyak menggunakan deiksis terutama deiksis persona. Deiksis persona yang banyak digunakan yaitu persona pertama aku, ku-, dan ku-. Sesuai dalam teori bahwa penggunan kata aku, ku-, dan ku- , digunakan dalam situasi santai, hasil analisis ini juga menunjukan bahwa bahasa yang digunakan oleh pengguna jejaring sosial facebook kebanyakan bahasa yang mereka gunakan santai, tidak resmi, bahkan banyak yang menggunakan bahasa alay.(2)rata-rata skor hasil anlisis kebutuhan bahan ajar mahsiswa 53 termasuk kategori sangat membutuhakan bahan ajar, sedangkan skor analisis kebutuhan dosen 61 kategori sangat menbutuhakan bahan ajar.(3) hasil penilaian dosen dan ahli yakni, ada perbaikan diantaranya perbaikan cover, gamabar dan ilustrasi, penggunaan kalimat yang efektif, perbedaan warna huruf.(4) Produk yang dihasilkan berupa modul untuk empat kegiatan yaitu deiksis, praanggapan, tindak ujar, dan implikatur percakapan (5) hasil uji coba terhadap mahasiswa yaitu skor rata-rata pretest 63 (C) dan posttest 73 (B) sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar modul pragmatik berdasarkan analisis bahasa jejaring sosial facebook efektif dijadikan bahan ajar.Kata Kunci : Bahan Ajar, Pragmatik, Jejaring Sosial (Facebook)
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA PBSI TENTANG PROFESI GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PBSI DI UNIVERSITAS KUNINGAN Hanifah, Ifah
Jurnal Fon Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah baik dan tidak baiknya persepsi dan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan, serta adakah hubungannya diantara kedua variabel tersebut. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut (1) Bagaimana persepsi mahasiswa PBSI terhadap profesi guru?, (2) Bagaimana prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan?, (3) Adakah hubungan antara persepsi mahasiswa PBSI tentang profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan?. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa PBSI tentang profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan pendekatankuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitucara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan) dalam populasi tersebut. Instrumen yang digunakan angket berbentuk skala likert dengan 4 option yang terdiri dari 37 pernyataan. Kemudian penulis melakukan analisis data menggunakan prosentase dan koefisien korelasi. Hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian ini yaitu “Ada hubungan antara persepsi mahasiswa PBSI tentang profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan”.Berdasarkan penelitian, hasil uji statistik variabel X (Persepsi Mahasiswa PBSI tentang Profesi Guru) Terdapat 39 mahasiswa (52,7%) yang memiliki persepsi baik dan terdapat 34 mahasiswa (45,9%) yang memiliki persepsi tidak baik. Hasil uji statistik variabel Y (Prestasi Belajar) terdapat 40 mahasiswa (54,1%) memiliki prestasi baik dan ada 34 mahasiswa (45,9%) yang memiliki prestasi tidak baik. Nilai koefisien korelasi p=0,970 maka p<α dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara persepsi mahasiswa tentang profesi guru dengan prestasi belajar. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan persepsi yang baik dan meningkatkan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan.Kata kunci: persepsi, profesi dan prestasi.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERORIENTASI BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI PADA SISWA KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH 3 KUNINGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 Nurhayatin, Nia
Jurnal Fon Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini “ Keefektifan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berorientasi Berpikir Kritis Dalam Pembelajaran Menulis Karangan Argumentasi Pada Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah 3 Kuningan Tahun Ajaran 2013-2014”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1). bagaimana perencanaan pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran menulis paragraf argumentasi, 2) bagaimana aktivitas guru dan siswa dalam proses penerapan model pembelajaran berbasis masalah  berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran  menulis karangan argumentasi 3) bagaimana efektifitas model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran  menulis karangan argumentasi . Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan perencanaan model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran menulis  karangan argumentasi 2). mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa dalam penerapan model pembelajaran  berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran  menulis karangan argumentasi, 3)  mengetahui keefektifan model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran  menulis karangan argumentasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu dengan kategori tes awal dan tes akhir pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi penelitian ini, yaitu siswa kelas XI  dengan sampel siswa eksperimen yaitu kelas XI TKJ 1 dan sampel kelas kontrol yaitu kelas XI TKR 1 SMK Muhammadiyah 3 Kuningan Tahun Ajaran 2013-2014. Instrumen yang digunakan yaitu berupa lembar observasi guru dan siswa, lembar tes awal dan tes akhir, dan lembar observasi.Hipotesis dalam penelitian ini adalah “model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis efektif diterapkan dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi:. Setelah dilakukan penelitian, hipotesis itu terbukti. Hal ini dapat dilihat dari niai rata-rata tes akhir di kelas kontrol mengalami kenaikan dari tes awalnya yang tidak begitu signifikan karena hanya mencapai angka 10, yakni dari 52 menjadi 62. Ini menunjukkan bahwa model pembelajaran ceramah yang dilakukan guru di kelas kontrol berhasil diterapkan karena kemampuan siswa dalam menulis karangan argumentasi meningkat. Sedangkan di kelas eksperimen nilai rata-rata tes akhir menulis karangan argumentasi juga mengalami kenaikan yang signifikan dari tes awalnya, yakni dari 53 menjadi 81.  Atau mengalami kenaikan 28 angka. Disini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis yang diterapkan di kelas eksperimen  berhasil dan efektif, karena dibuktikan dengan meningkat nya nilai siswa yang lebih tinggi dibandingkan di kelas kontrol.       Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalahberorientasi berpikir kritis ini dapat digunakan sebagai aternatif dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi.Kata Kunci:  Pembelajaran Berbasis Masalah, Berpikir Kritis dan Karangan Argumentasi
ANALISIS ALIH KODE DAN KATA SAPAAN DALAM NOVEL „RONGGENG DUKUH PARUK‟ KARYA AHMAD TOHARI Jaelani, Asep Jejen; Rustini, Rustini
Jurnal Fon Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai alih kode dan kata sapaan dalam novel „Ronggeng Dukuh Paruk‟ karya Ahmad Tohari merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana alih kode dan kata sapaan dalam novel „Ronggeng Dukuh Paruk‟ karya Ahmad Tohari. Tujuan yang ingin dicapai yakni ingin mengetahui alih kode dan kata sapaan dalam novel „Ronggeng Dukuh Paruk‟ karya Ahmad Tohari. Data adalah data tulis berupa tuturan tokoh dalam novel „Ronggeng Dukuh Paruk‟ karya Ahmad Tohari. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Teknik dasar yang digunakan adalah telaah pustaka dan teknik lanjutan teknik catat. Analisis data menggunakan metode distribusional. Metode distribusional digunakan untuk menganalisis alih kode dan kata sapaan dalam tuturan tokoh, dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan berupa teknik ganti. Metode padan digunakan untuk menganalisis penyebab alih kode dan kata sapaan dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu (PUP). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh dua simpulan. Pertama, alih kode dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari berjumlah 8 alih kode, yaitu alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa jawa. Kedua, kata sapaan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari berjumlah 26 kata sapaan, kata sapaan dalam kekerabatan terdapat 10 data, kata sapaan dalam jabatan terdapat 7 data, kata sapaan dalam adat terdapat 6 data, dan kata sapaan dalam agama terdapat 3 data.Kata kunci: Analisis, alih kode, kata sapaan
ANALISIS TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL BUMI MANUSIA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER (Sebuah Kajian Feminisme Dilihat dari Karakter, Konflik, dan Sikap Tokoh) Sugiantomas, Aan
Jurnal Fon Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The characteristic of literary work is which it can crystalized message by implicit or explicit way and submit it continously as long as it appreciated by readers. One of the literary work, the novel titled Earth of Mankind (Bumi Manusia) by Pramoedya Ananta Toer is tipically different because it has man main figure, but contains feminism spirit. Therefore, researcher analyze the novel. The problem formulations are: 1) who are the women figure in the novel Earth of Mankind by Pramoedya Ananta Toer?; 2) how is the character of women figure in the novel Earth of Mankind by Pramoedya Ananta Toer?; 3) how is the conflict that experienced by women figure in the novel Earth of Mankind by Pramoedya Ananta Toer?; 4) how is the demeanor of women figure up against the conflict in the novel Earth of Mankind by Pramoedya Ananta Toer?; 5) what is the feminism substance in the novel Earth of Mankind by Pramoedya Ananta Toer? The research objectives are: 1) to know the women figure in the novel Earth of Mankind by Pramoedya Ananta Toer; 2) to know the character of women figure in the novel Earth of Mankind by Pramoedya Ananta Toer; 3) to know the conflict that experienced by women figure in the novel Earth of Mankind by Pramoedya Ananta Toer; 4) to know the demeanor of women figure up against the conflict in the novel Earth of Mankind by Pramoedya Ananta Toer; 5) to know the feminism substance in the novel Earth of Mankind by Pramoedya Ananta Toer. The Method of this research is Analytic Descriptive Method. The Data Acquiring Technic is Documentation Technic. Research Source is the novel Earth of Mankind by Pramoedya Ananta Toer. After the research of the novel has done, researcher take the conclusion that: 1) women figures in this novel are Nyai Ontosoroh, Annelies Mellema, and Julia Magda Peters; 2) the character of women figure in this novel is different and represent woman on each job and social status. Nyai Ontosoroh is knowledgeable and has authority, Annelies Mellema is a crybaby and spoiled, Julia Magda Peters is a smart person and a motivator, 3) the conflict in this novel is dominated by Nyai Ontosoroh; 4) the demeanor of women figure to face the conflict is different depend on characteristic and knowledge of the woman figure; 5) feminism subtances in this novel are different from each woman figure depend on their characters, conflicts, and acts to solve the conflicts.Keyword : feminism, character, conflicy, women figure, prose Bumi Manusia
ANALISIS GAYA BAHASA DARI KUMPULAN ESAI-ESAI GOENAWAN MOHAMAD PERIODE 1960-2001 SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMA Mutiadi, Ahmad Dedi
Jurnal Fon Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya bahasa merupakan bentuk retoris, dengan tujuan untuk menghadirkan kesan imajinatif bagi penyimak atau pembacanya. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) gaya bahasa apa yang muncul dalam kumpulan esai-esai Gunawan Muhamad periode 1960-2001?, 2) jenis gaya bahasa apa yang sering muncul dalam kumpulan esai-esai Gunawan Muhamad periode 1960-2001?, 3) apakah gaya bahasa yang terdapat dalam kumpulan esai-esai Gunawan Muhamad dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar bahasa Indonesia di SMA? Tujuan penelitian yang ingin dicapai penulis adalah Untuk mengetahui gaya bahasa yang terdapat dalam esai-esai Gunawan Muhamad periode 1960-2001. Untuk mengetahui gaya bahasa yang sering muncul dalam esai-esai Gunawan Muhamad periode 1960-2001. Untuk mengetahui dapat atau tidaknya esai-esai Gunawan Muhamad dipergunakan sebagai alternatif bahan ajar bahasa Indonesia di SMA. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriftif kualitatif. Teknik yang digunakan adalah teknik dokumentasi, teknik studi pustaka, dan teknik analisis. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh judul dalam esai-esai Goenawan Mohamad periode 1960-2001, yang berjumlah 87 judul esai. Berdasarkan hasil analisis data tentang gaya bahasa yang terdapat dalam esai-esai Goenawan Muhamad periode 1961 – 2001, secara keseluruhan gaya bahasa berdasarkan urutan terbanyak adalah antonomasia, hiperbola, simile, sinekdoke totem properte, asindeton, anafora, satire, sinisme, hipalase, sinekdoke pras prototo, sarkasme, tautologi, litotes, koreksio epanortosis, perifrasis, metafora, inuendo, antisipasi prolepsis, elipsis, aptronim, okupasi, eroteris, paradoks, polisindeton, apostrof, metonomia, zeugma, personifikasi, slepsis, klimaks, apofasis, sinestesia, anadiplosis, depersonifikasi, paralelisme, tropen, asonansi, paranomasia, ironi, eponim, oksimoron, gradasi, alusio, antitesis, antiklimaks, epitet, eufeumisme, epanalepsis, pleonasme, mesodiplosis, asosiasi, alegori fabel, epizeukis. Saran bagi para guru bahasa Indonesia di SMA adalah semoga hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pembelajaran, bagi penulis semoga dapat meneruskan kebiasaan menulisnya sehingga dapat dijadikan referensi keilmuan. Peneliti sendiri menyadari masih banyak kekurangan dalam penelitian ini, semoga hasil penelitian ini dapat dijadikan langkah awal pengembangan keilmuan khususnya gaya bahasa bahasa Indonesia.Kata kunci : gaya bahasa, esai Goenawan Mohamad, bahan ajar
NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA SEBUAH ANALISIS UNSUR TEMA, TOKOH, PERWATAKAN, AMANAT Sudrajat, Ajat
Jurnal Fon Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu analisis terhadap unsur pendidikan atas tema, tokoh dan perwatakan serta amanat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah tema dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA?, Bagaimanakah tokoh dan perwatakan dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA?, Bagaimanakah amanat dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA?, Bagaimana nilai pendidikan pada novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA dilihat dari tema, tokoh dan perwatakan serta amanat? Tujuan penelitian ini adalah : Ingin mengetahui tema dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Ingin mengetahui tokoh dan perwatakan dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Ingin mengetahui amanat dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA.Ingin mengetahui nilai pendidikan pada novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA dilihat dari tema, tokoh dan perwatakan serta amanat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Teknik pemerolehan data yang akan dilakukan oleh penulis dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah unsur intrinsik novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Sampel dalam penelitian ini adalah tema, tokoh dan perwatakan, amanat serta nilai pendidikan dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Setelah dilakukan analisis maka diperoleh simpulan sebagai berikut. 1) Tema yang terdapat dalam Novel yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka adalah tentang cinta yang sejati, tulus dan cinta yang setia antara laki-laki dan perempuan tetapi tidak dapat dipersatukan dan tak tersampaikan karena tradisi adat Minangkabau yang begitu mengikat. 2) Tokoh dan perwatakan yang terdapat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka Tokoh utama adalah Zainuddin, berwatak sopan, baik budi. Hayati, pandai berterima kasih. Aziz, memiliki karakter kasar. Khadijah, senang mempengaruhi orang lain. Sedangkan tokoh bawahan adalah Base, memiliki karakter penuh rasa sayang. Ahmad, memiliki karakter penurut, Muluk, memiliki karakter pandai bergaul. Amanat yang terdapat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka : Jika cinta itu tulus dari hati yang sebenarnya, maka cinta itu tidak perlu memaksanakan untuk dimiliki. Dalam hidup kita tidak dapat mudah putus asa dan harus selalu memiliki tujuan hidup. Cinta tak sampai seharusnya bukan akhir dari segalanya. Jangan memelihara dendam kepada orang lain. Selalu menjaga amanat. Unsur pendidikan yang terdapat dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA adalah : Unsur pendidikan religius; unsur Aqidah yakni selalu mengingat Tuhan dalam keadaan apapun. Unsur Ahlak yakni bercita-cita untuk memperdalam ilmu dunia dan akhirat sehingga kelak menjadi seorang yang berguna. Nilai Pendidikan Moral; Kesetiaan, kejujuran, dan kebenaran akan senantiasa mendapat ujian. Nilai Pendidikan Sosial; Sebagai anggota masyarakat, manusia harus saling menghargai dan menghormati; serta saling menolong terhadap sesama manusia.Kata kunci : Unsur intrinsic, nilai pendidikan, novel
CAKUPAN ILMU KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN DALAM KI DAN KD PADA STANDAR ISI SMA KELAS XII KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA WAJIB DAN PEMINATAN Sugiantomas, Aan; Rosiana, Rina
Jurnal Fon Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang Cakupan Ilmu Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, dan Ilmu Kesastraan dalam KI dan KD pada Standar Isi SMA Kelas XI Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Wajib dan Peminatan. Rumusan Masalah: 1) Bagaimana cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada standar isi SMA kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia Wajib?; 2) Bagaimana cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada standar isi SMA kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia Peminatan? Tujuan Penelitian: 1) Ingin mengetahui cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada standar isi SMA kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia Wajib; 2) Ingin mengetahui cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada standar isi SMA kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia Peminatan. Metode: deskriptif kualitatif. Teknik: teknik pemerolehan data (studi pustaka, observasi, dokumentasi, objek penelitian) dan teknik pengolahan data (analisis). Populasi: standar isi SMA yang mengacu pada kurikulum 2013. Sampel: Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam standar isi SMA kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia Wajib dan Peminatan dari keseluruhan standar isi yang ada. Simpulan: 1) berdasarkan hasil analisis, Cakupan Ilmu Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, dan Ilmu Kesastraan dalam KI dan KD Pada Standar Isi SMA Kelas XI Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Wajib yang lebih mendominasi adalah aspek berbicara dan menulis. Ilmu kebahasaannya yaitu psikolinguistik, sosiolinguistik, jurnalistik, fonologi (bunyi segmental dan bunyi supra segmental), morfologi (kata), sintaksis (kalimat), semantik (jenis makna, relasi makna, majas), pragmatik, dalam hal ini berfungsi sebagai penunjang dalam proses penyampaian informasi. Sedangkan, pada ilmu kesastraan yang lebih mendominasi yaitu puisi lama (pantun), prosa fiksi baru (cerita pendek), prosa fiksi lama (cerita ulang), dan drama. 2) Cakupan Ilmu Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, dan Ilmu Kesastraan dalam KI dan KD Pada Standar Isi SMA Kelas XI Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Peminatan yang paling mendominasi adalah aspek keterampilan berbicara dan menulis. Ilmu kebahasaannya yaitu psikolinguistik, sosiolinguistik, jurnalistik, fonologi (bunyi segmental dan bunyi supra segmental), morfologi (kata), sintaksis (kalimat), semantik (jenis makna, relasi makna, majas), pragmatik. Sedangkan ilmu kesastraan yang lebih mendominasi yaitu novel (prosa fiksi baru), prosa fiksi baru (cerita pendek), dan drama.Kata kunci : KI-KD wajib dan peminatan, keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, kesastraan.
VARIASI BAHASA BERDASARKAN JENIS KELAMIN DI DESA MATANGAJI KECAMATAN SUMBER KABUPATEN CIREBON Hidayat, Arip
Jurnal Fon Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berisi tentang perbedaan variasi bahasa antara laki-laki dan perempuan di Desa Matangaji Kec. Sumber Kabupaten Cirebon. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ; bagaimana variasi bahasa laki-laki di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon? Bagaimana variasi bahasa perempuan di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon? Bagaimana perbedaan variasi bahasa laki-laki dan perempuan di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon? Tujuan dari penelitian ini adalah : Ingin mengetahui variasi bahasa laki-laki di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Ingin mengetahui variasi bahasa perempuan di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Ingin mengetahui perbedaan variasi bahasa laki-laki dan perempuan di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, dengan mengunakan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini, data yang ada dikumpulkan dengan menggunakan teknik-teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Simpulan dari penelitian ini adalah ; Dari segi variasi bahasa dapat disimpulkan bahwa ternyata responden laki-laki masyarakat Desa Matangaji dalam kehidupan sehari-hari menggunakan ragam tidak baku dengan ciri khas dialek kedaerahan (Sunda). Hal itu dikarenakan bahasa yang dipergunakan sehari-hari adalah bahasa Sunda. Dalam hal kesopanan dan kehalusan, bahasa yang dipergunakan relatif sopan dan cenderung kasar. Hal itu disebabkan masyarakat Desa Matangaji merupakan masyarakat perbatasan, yang bahasanya dipengaruhi oleh bahasa Jawa. Kalimat yang digunakan responden laki-laki cenderung pendek dan banyak menggunakan kata kerja. Kata sifat jarang muncul dalam wawancara. Penggunaan pola kalimat yang pendek serra jarang munculnya kata sifat disebabkan oleh psikologi laki-laki yang cenderung rasional dan realistis, sehingga perkataannya tidak bertele-tele, singkat, padat, dan jelas; penguasaan bahasa responden perempuan rata-rata tiga bahasa, yaitu bahasa Sunda, Indonesia, dan Jawa. Dari tiga bahasa yang dikuasai, dua bahasa yang dipakai secara aktif untuk berkomunikasi, yaitu bahasa Sunda dan Indonesia. Bahasa Sunda dipakai dalam kehidupan sehari-hari, sementara bahasa Indonesia dan Jawa dipakai untuk kegiatan formal di sekolah, perdagangan, dan melayani tamu dari luar. Dari segi variasi bahasa dapat disimpulkan bahwa ternyata responden perempuan masyarakat Desa Matangaji dalam kehidupan sehari-hari menggunakan ragam tidak baku dengan ciri khas dialek kedaerahan (Sunda). Hal itu dikarenakan bahasa yang dipergunakan sehari-hari adalah bahasa Sunda. Dalam hal kesopanan dan kehalusan, bahasa yang dipergunakan relatif sopan dan halus. Kalimat yang digunakan responden panjang dan bertele-tele. Dalam penggunaan kata, selain kata kerja banyak ditemukan kata sifat. Kehalusan bahasa, penggunaan pola kalimat yang panjang serta munculnya kata sifat disebabkan oleh psikologi perempuan yang cenderung perasa dan emosional, sehingga mempengaruhi tuturannya; perbedaan antara variasi bahasa laki-laki dan perempuan terletak pada kehalusan bahasa, panjang pendeknya kalimat, serta jenis kata yang dipergunakan. Jika laki-laki cenderung kasar, menggunakan pola kalimat pendek (singkat), serta lebih dominan kata kerja, maka perempuan cenderung lebih halus dan tertata, lebih panjang kalimatnya, serta selalu ditemukan kata sifat dalam tuturannya. Kehalusan, panjangpendeknya kalimat, serta jenis kata yang digunakan dipengaruhi oleh perbedaan psikologi antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki cenderung rasional sementara perempuan cenderung emosional. Wanita cenderung lebih ekspresif dalam kata-kata. Di samping itu perempuan lebih halus dalam bahasanya dikarenakan norma yang mengikat mereka untuk berbicara lebih halus dan sopan.Kata kunci : variasi bahasa, laki-laki, perempuan, Desa Matangaji
MAKNA, JENIS , DAN BENTUK WACANA PADA KEMASAN PLASTIK BISKUIT Gloriani, Yusida; Abadiah, Ita Syafarina
Jurnal Fon Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan penulis pada beragam teks yang digunakan produsen pada kemasan plastik biskuit yang beredar di pasaran. Masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. 1) Apakah makna wacana yang terdapat pada kemasan plastit biskuit? 2) Bagaimanakah jenis wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit? 3) Bagaimanakah bentuk wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Teknik pemerolehan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dan observasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah berupa buku sumber, angket. Objek penelitian ini difokuskan pada wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit. Simpulan sebagai berikut. 1) Terdapat keberagaman makna pada wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit, di antaranya makna deskriptif, makna ekstensi, makna gramatikal, makna denotatif, dan makna luas. Makna wacana yang paling banyak digunakan pada kemasan plastik biskuit adalah makna deskriptif dan makna denotatif. 2) Terdapat keberagaman jenis wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit, di antaranya wacana naratif, wacana argumentatif, wacana deskriptif, wacana eksposisi, dan wacana persuasif. Namun, jenis wacana yang paling banyak digunakan pada kemasan plastik biskuit adalah wacana deskriptif dan wacana persuasif. 3) Terdapat keberagaman bentuk wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit, di antaranya bentuk monolog, bentuk prosedural, dan bentuk hartatori.Kata kunci : makna, jenis , dan bentuk wacana, plastic biscuit

Page 1 of 2 | Total Record : 12