cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
FON
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : -
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan media publikasi ilmiah (artikel dan hasil penelitian) pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia. FON diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan. FON memiliki nomor ISSN cetak 2086-0609 dan ISSN elektronik 2614-7718.
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
BAHASA INDONESIA MENUJU BAHASA INTERNASIONAL Sugono, Dendy
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perikehidupan masyarakat Indonesia telah terjadi berbagai perubahan, terutama yang berkaitan dengan tata ekonomi dan politik. Di bidang ekonomi, misalnya, telah terjadi perubahan dalam sistem perdagangan dari perdagangan tradisional ke perdagangan bebas, dari sistem tawar ke sistem harga mati. Situasi itu telah merambah ke kota-kota kecil di Tanah Air. Bahkan, sistem itu telah merambah ke perdagangan eceran (kecil), seperti pasar-pasar/toko kecil (mini market) dan kios-kios barang dan minuman. Selain hilangnya budaya tawar, ada fenomena baru sedang mewabah seolah menandai kelas sosial masyarakat, yaitu belanja secara daring (online), belanja tak perlu keluar rumah cukup memesan secara daring dan barang diantar ke rumah. Kondisi itu mendatangkan pengusaha besar memasuki area perdagangan tradisional, bahkan sejumlah pengusaha besar dari luar Indonesia mendekati pasar-pasar tradisional. Sistem perdagangan pun telah berubah diawali dengan Tata Ekonomi Eropa dan perkembangan di kawasan Asia Tenggara. Kawasan Asia Tenggara ini telah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kondisi itu telah menempatkan bahasa asing pada posisi strategis yang memungkinkan bahasa itu memasuki berbagai sendi kehidupan bangsa dan memengaruhi perkembangan bahasa di kawasan negara-negara ASEAN, seperti bahasa Indonesia (Sugono, 2014). Keadaan itu telah membawa perubahan gaya hidup dan perilaku masyarakat dalam bertindak dan berbahasa, khususnya di Indonesia. Misalnya, rasa kebersamaan telah tergeserkan oleh individualisme; interaksi sosial di tempat umum telah kehilangan ruang, seperti pusat belanja yang disebut pasar dahulu menjadi tempat interaksi sosial warga masyarakat. Kini tempat itu telah berganti pasar modern (swalayan) yang tidak memberi peluang terjadinya interaksi sosial, bahkan antara pembeli dan penjual, apalagi dengan pemilik barang dagangan, tidak ada percakapan. Gejala tersebut merupakan indikasi bahwa ruang gerak penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan mengalami pergeseran. Sebaliknya, penggunaan bahasa asing makin memperoleh tempat dalam tatanan kehidupan masa kini.
PERBANDINGAN SK DAN KD DALAM STANDAR ISI KURIKULUM 2006 DENGAN KI DAN KD DALAM STANDAR ISI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMP KELAS VIII DILIHAT DARI TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN, CAKUPAN ILMU KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN Sugiantomas, Aan; Jaelani, Asep Jejen; Handiyanti, Lia
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini adalahperbandingan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP kelas VIII dilihat dari taksonomi tujuan pembelajaran, keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan dan ilmu kesastraan. Rumusan masalah: 1) bagaimanakah taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII?; 2) bagaimanakah taksonomi tujuan pembelajaran pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII?; 3) bagaimanakah perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII?; 4) bagaimanakah cakupan ilmu keterampilan berbahasa pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII?; 5) bagaimanakah perbandingan antara SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII dilihat dari cakupan ilmu keterampilan berbahasa?; 6) bagaimanakah cakupan ilmu kebahasaan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII?;7) bagaimanakah perbandingan antara SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII dilihat dari cakupan ilmu kebahasaan?; 8) bagaimanakah cakupan ilmu kesastraan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII?; 9) bagaimanakah perbandingan antara SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII dilihat dari cakupan ilmu kesastraan?.Tujuan penelitian:1) ingin mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII.; 2) ingin mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII.; 3) ingin mengetahui perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII.; 4) ingin mengetahui cakupan ilmu keterampilan berbahasa pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII.; 5) ingin mengetahui perbandingan antara SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII dilihat dari cakupan ilmu keterampilan berbahasa.; 6) ingin mengetahui cakupan ilmu kebahasaan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII.; 7) ingin mengetahui perbandingan antara SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata2pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII dilihat dari cakupan ilmu kebahasaan.; 8) ingin mengetahui cakupan ilmu kesastraan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII.; 9) ingin mengetahui perbandingan antara SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII dilihat dari cakupan ilmu kesastraan. Metode: deskriptif analitis.Simpulan: 1)Taksonomi tujuan pembelajaran yang mencakup dalam SK dan KD standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa IndonesiaSMP kelas VIII urutannya adalah kognitif, psikomotor, dan afektif. 2) Taksonomi tujuan pembelajaran yang mencakup dalam KI dan KD standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII urutannya adalah kognitif, afektif, dan psikomotor. 3) Taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD standar isi kurikulum 2006 lebih didominasi oleh ranah kognitif begitupun pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 didominasi oleh ranah kognitif. 4) Ilmu keterampilan berbahasa yang mencakup dalam KI dan KD standar isi kurikulum 2013 urutannya adalah menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. 5) Ilmu keterampilan berbahasadalam SK dan KD standar isi kurikulum 2006yang mendominasi adalah ilmu keterampilan berbicara. Sedangkan, pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 yang mendominasi adalah ilmu keterampilan menyimak. 6) Ilmu kebahasaan yang mencakup dalam KI dan KDstandar isi kurikulum 2013 urutannya adalah semantik, sintaksis, morfologi, dan terakhir fonologi. 7) Ilmu kebahasaanpada SK dan KD standar isi kurikulum 2006 yang mendominasi adalah sintaksis. Sedangkan, pada KI dan KD standar isi kurikulum 2013 yang mendominasi adalah semantik. 8) Ilmu kesastraan yang mencakup dalam KI dan KD adalah puisi, prosa fiksi dan drama. Ketiga ilmu kesastraan tersebut hanya sebagai media penunjang pembelajaran. 9) Ilmu kesastraan pada SK dan KD standar isi kurikulum 2006 yang mendominasi adalah prosa fiksi. Sedangkan, pada KI dan KD standar isi kurikulum 2013 ilmu kesastraan tidak ada yang lebih mendominasi. Kata kunci : Perbandingan, Kurikulum 2006, Kurikulum 2013, Bahasa Indonesia SMP
ANALISIS LAFAL ANAK USIA 21 BULAN DI DESA TUNDAGAN KECAMATAN HANTARA KABUPATEN KUNINGAN DILIHAT DARI KAJIAN FONOLOGI Mutiadi, Ahmad Dedi; Hanifah, Ifah; Nartika, Ika
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2017): JURNAL FON
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini adalah Analisis Lafal Anak Usia 21 Bulan di Desa Tundagan Kecamatan Hantara Kabupaten Kuningan Kecamatan Hantara dilihat dari Kajian Fonologi. Rumusan masalah: Bagaimana pelafalan anak usia 21 bulan di Desa Tundagan Kecamatan Hantara Kabupaten Kuningan. Tujuan: Ingin mengetahui tentang pelafalan anak usia 21 bulan di Desa Tundagan Kecamatan Hantara Kabupaten Kuningan pada saat bertutur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data tes dan observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 21 bulan yang ada di desa Tundagan kecamatan Hantara kabupaten Kuningan. Simpulan:pelafalan anak usia 21 bulan dalam melafalkan kosa kata belum fasih dilafalkan karena dari hasil penelitian tersebut ditemukan tuturan yang belum lengkap, seperti penghilangan fonem, penggantian fonem, dan perubahan bunyi kata.Kata Kunci: Analisis, lafal anak usia 21 bulan, fonologi.
PENYUSUNAN BAHAN AJAR PRAGMATIK BERDASARKAN ANALISIS BAHASA PADA JEJARING SOSIAL Suntini, Sun
Jurnal Fon Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan modul pragmatik berdasarkan analisis bahasa pada jejaring sosial facebook. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method, yaitu metode kombinasi antara kualitatif deskriptif analitis dan kuantitatif eksperimen. Beberapa tahapan dalam penelitian ini sebagai berikut (1) analisis teoritis dan praktis (2) analisis bahasa pragmatik pada jejaring sosial facebook (3) analisis kebutuhan bahan ajar terhadap mahasiswa dan dosen (4) penyusunsn bahan ajar pragmatik (5) penilaian oleh dosen dan ahli (6) perbaikan (7) uji coba keefektifan produk terhadap mahasiswa. Hasil penelitian ini dapat disajikan sebagai berikut. (1) Hasil dari analisis dapat disimpulkan profil bahasa pragmatik pada jejaring sosial facebook, didapat, dari 140 data yang dianalisis terdapat 65 deiksis dengan pembagian deiksis persona 37 data, deiksis ruang 7 data, deiksis waktu 21 data, praanggapan sebanyak 30 data, tindak ujar 36 data, dan implikatur percakapan 9 data. Dari jumlah tersebut dapat disimpulkan bahwa para pengguna jejaring sosial facebook lebih banyak menggunakan deiksis terutama deiksis persona. Deiksis persona yang banyak digunakan yaitu persona pertama aku, ku-, dan ku-. Sesuai dalam teori bahwa penggunan kata aku, ku-, dan ku- , digunakan dalam situasi santai, hasil analisis ini juga menunjukan bahwa bahasa yang digunakan oleh pengguna jejaring sosial facebook kebanyakan bahasa yang mereka gunakan santai, tidak resmi, bahkan banyak yang menggunakan bahasa alay.(2)rata-rata skor hasil anlisis kebutuhan bahan ajar mahsiswa 53 termasuk kategori sangat membutuhakan bahan ajar, sedangkan skor analisis kebutuhan dosen 61 kategori sangat menbutuhakan bahan ajar.(3) hasil penilaian dosen dan ahli yakni, ada perbaikan diantaranya perbaikan cover, gamabar dan ilustrasi, penggunaan kalimat yang efektif, perbedaan warna huruf.(4) Produk yang dihasilkan berupa modul untuk empat kegiatan yaitu deiksis, praanggapan, tindak ujar, dan implikatur percakapan (5) hasil uji coba terhadap mahasiswa yaitu skor rata-rata pretest 63 (C) dan posttest 73 (B) sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar modul pragmatik berdasarkan analisis bahasa jejaring sosial facebook efektif dijadikan bahan ajar.Kata Kunci : Bahan Ajar, Pragmatik, Jejaring Sosial (Facebook)
PEMBELAJARAN MEMBACA CEPAT UNTUK MENINGKATKAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING DI KELAS VII C SMP NEGERI 1 CIBEUREUM TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Mutiadi, Ahmad Dedi; Sugianto, Bayu
Jurnal Fon Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reading skills is an activity to find the information or message. Thus humans are required to be read in order to gain knowledge and insight in order to compete with other human beings. Thus the reading should be trained from an early age when a child enters the world of education at elementary, junior high, high school, and college students. Problem Formulation 1) How does learning to read faster implementation plan to improve reading comprehension by using the method of problem solving in class VII C SMP Negeri 1 Cibeureum? 2) What is the process of learning to read faster to improve reading comprehension by using the method of problem solving in class VII C SMP Negeri 1 Cibeureum? 3) What is the result of learning to read faster to improve reading comprehension by using a method of problem solving in class VII C SMP Negeri 1 Cibeureum? The method used in this study was Classroom Action Research (CAR). Data Acquisition Techniques used in this study are as follows: Study Library, Observation Techniques, Test Engineering. Setting (Time and Place) Research conducted in April to June 2012. Outdoor Research done in class VII C SMP Negeri 1 Cibeureum. Conclusion 1 The observation plan of learning in the first cycle reaches the final value 2.00 with sufficient criteria. Learning implementation plan cycle II on the second cycle reaches the final value 3.01 with good criteria. 2. In the first cycle of the learning process generally reaches 72.7%, which means that the performance of the teacher is the learning cycle II reached 84.4%, the teacher has done the stages of learning to read faster with problem solving techniques. processing stages teachers have done well learning to read fast. 3. The final value of the evaluation of the first cycle of learning Summing these works after a quick read 200 words per minute "mastery learning C Class VII students of SMP Negeri 1 Cibeureum not been successful of the 35 students, 17 students have not reached the KKM and 18 students have reached the value of KKM, presentation reached 51.4% number does not reach the minimum passing percentage grade. With the value of the final class average 70.58. Class VII student mastery C SMP Negeri 1 Cibeureum successful on the second cycle of the 35 students, 27 students had achieved mastery Criteria minimal value, if dipersentasekan reached 77.2% of the students of class VII C and 8 students who have not reached the KKM percentage of 22.8%. With the value of the final class average 78.44.Keyword : reading faster, reading comprehension, problem solving method.
PERBANDINGAN NILAI BUDAYA PADA NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” KARYA AHMAD TOHARI DENGAN NOVEL “JANGIR BALI” KARYA NUR ST. ISKANDAR Gloriani, Yusida; Maemunah, Siti
Jurnal Fon Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan peneliti pada 2 buah novel yang sama-sama bercerita tentang kehidupan seorang penari yaitu “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari dengan novel “Jangir Bali” Karya Nur St. Iskandar. Bercerita tentang masyarakat Jawa, mulai dari kehidupan sosialnya sampai pendidikannya. Hal ini yang melatarbelakangi di tulisnya novel tersebut. Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari bercerita tentang kehidupan penari di Jawa. Sedangkan Novel “Jangir Bali” Karya Nur St. Iskandar Bali bercerita tentang kehidupan penari di Bali. Untuk memahami kedua novel itu, peneliti merasa tertarik ingin mengkaji nilai-nilai budaya yang terdapat dalam kedua novel tersebut. Berdasarkan latarbelakang tersebut maka permasalahan penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah nilai budaya pada novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari? 2) Bagaimanakah nilai budaya pada novel “Jangir Bali” Karya Nur St. Iskandar? 3) Bagaimanakah perbandingan nilai budaya pada novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari dengan novel “Jangir Bali” Karya Nur St. Iskandar? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pemerolehan data menggunakan teknik domumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari dengan novel “Jangir Bali” Karya Nur St. Iskandar. Sampel sesuatu yang dijadikan objek secara langsung yang diadikan sasaran penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan antara Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari dengan Novel “Jangir Bali” Karya Nur St. Iskandar terutama dalam nilai budaya.Kata kunci : perbandingan budaya, novel RDP, novel Jangir.
PERBEDAAN GAYA MENULIS CERITA PENDEK SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI SMA ISLAM TERPADU (IT) BINAUL UMMAH KELAS XI TAHUN AJARAN 2013/2014 Sugiantomas, Aan
Jurnal Fon Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan pembelajaran menulis cerita pendek, setiap siswa khususnya siswa laki-laki dan perempuan pasti mendapatkan hasil yang berbeda. Hal tersebut didukung oleh pendapat seorang ahli mengenai perbedaan laki-laki dan perempuan baik dari segi fisik, perilaku, keterampilan berbahasa, serta pola pikir. Karena itulah, bisa saja perbedaan tersebut terjadi dalam hal menulis cerita pendek baik dari segi pengambilan alur, penokohan, latar yang dibangun, titik pengisahan atau sudut pandang serta gaya bahasa berdasarkan subjek dan tempat yang digunakan sebagai unsur-unsur pembangun cerita. Adapun tujuan penulis melakukan penelitian ini ialah karena ingin mengetahui bagaimana gaya menulis cerita pendek siswa laki-laki di SMA Islam Terpadu Binaul Ummah kelas XI, bagaimana gaya menulis cerita pendek siswa perempuan di SMA Islam Terpadu Binaul Ummah kelas XI, serta bagaimana perbedaan gaya menulis cerita pendek siswa laki-laki dan perempuan di SMA Islam Terpadu Binaul Ummah kelas XI. Penelitian ini menggunakan cerita pendek sebagai objek penelitian dan cerita pendek tersebut berjumlah 18, terdiri dari 9 cerita pendek yang ditulis oleh siswa laki-laki dan 9 cerita pendek yang ditulis oleh siswa perempuan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif komparatif yang termasuk ke dalam metode penelitian kualitatif. Sementara itu, teknik penelitian yang digunakan ialah dengan melakukan tes menulis cerita pendek yakni meminta siswa untuk mengerjakan tes tersebut dalam waktu 1 minggu sebagai pekerjaan rumah. Setelah data yang diperlukan terkumpul, maka penulis menganalisis satu persatu cerita pendek dan mengelompokkannya berdasarkan jenis kelamin pengarang, yakni pengarang laki-laki dan pengarang perempuan kemudian agar lebih mudah mengetahui letak perbedaan cara menulis cerita pendeknya, maka penulis membuat tabel sebagai alat untuk memperjelas data. Hasil dari pengolahan data tersebut ialah, penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam kegiatan menulis cerita pendek, siswa laki-laki lebih sedikit menggunakan alur nonkonvensional dibandingkan siswa perempuan, selain itu siswa laki-laki lebih senang menggunakan titik pengisahan orang ketiga, sementara siswa perempuan lebih senang menggunakan titik pengisahan orang kesatu dalam bercerita.Kata kunci : Gaya menulis cerpen, laki-laki, perempuan, SMA
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA PBSI TENTANG PROFESI GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PBSI DI UNIVERSITAS KUNINGAN Hanifah, Ifah
Jurnal Fon Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah baik dan tidak baiknya persepsi dan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan, serta adakah hubungannya diantara kedua variabel tersebut. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut (1) Bagaimana persepsi mahasiswa PBSI terhadap profesi guru?, (2) Bagaimana prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan?, (3) Adakah hubungan antara persepsi mahasiswa PBSI tentang profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan?. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa PBSI tentang profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan pendekatankuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitucara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan) dalam populasi tersebut. Instrumen yang digunakan angket berbentuk skala likert dengan 4 option yang terdiri dari 37 pernyataan. Kemudian penulis melakukan analisis data menggunakan prosentase dan koefisien korelasi. Hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian ini yaitu “Ada hubungan antara persepsi mahasiswa PBSI tentang profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan”.Berdasarkan penelitian, hasil uji statistik variabel X (Persepsi Mahasiswa PBSI tentang Profesi Guru) Terdapat 39 mahasiswa (52,7%) yang memiliki persepsi baik dan terdapat 34 mahasiswa (45,9%) yang memiliki persepsi tidak baik. Hasil uji statistik variabel Y (Prestasi Belajar) terdapat 40 mahasiswa (54,1%) memiliki prestasi baik dan ada 34 mahasiswa (45,9%) yang memiliki prestasi tidak baik. Nilai koefisien korelasi p=0,970 maka p<α dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara persepsi mahasiswa tentang profesi guru dengan prestasi belajar. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan persepsi yang baik dan meningkatkan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan.Kata kunci: persepsi, profesi dan prestasi.
ANALISIS SK DAN KD PADA STANDAR ISI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA BERDASARKAN KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN (Sebuah Analisis isi SK dan KD Mendengarkan, Berbicara, Membaca, dan Menulis) Sugiantomas, Aan; Nuraliyah, Ely
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang analisis SK dan KD pada standar isi mata pelajaran bahasa Indnesia SMA berdasarkan keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan memiliki rumusan masalah: (1) Bagaimana isi SK dan KD pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia tentang keterampilan berbahasa mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis?; (2) Bagaimana cakupan ilmu kebahasaan dalam SK dan KD mendengarkan pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia?; (3) Bagaimana cakupan ilmu kebahasaan dalam SK dan KD berbicara pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia?; (4) Bagaimana cakupan ilmu kebahasaan dalam SK dan KD membaca pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia?; (5) Bagaimana cakupan ilmu kebahasaan dalam SK dan KD menulis pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia?; (6) Bagaimana cakupan ilmu kesastraan dalam SK dan KD mendengarkan pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia?; (7) Bagaimana cakupan ilmu kesastraan dalam SK dan KD berbicara pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia?; (8) Bagaimana cakupan ilmu kesastraan dalam SK dan KD membaca pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia?; (9) Bagaimana cakupan ilmu kesastraan dalam SK dan KD menulis pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia?; (10) Bagaimana cakupan ilmu kebahasaan dan kesastraan dalam keseluruhan SK dan KD pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis, dengan teknik pengolahan data berupa studi pustaka, observasi, dan dokumentasi. Populasinya adalah standar isi SD, SMP, dan SMA mata pelajaran bahasa Indonesia yang ada di Kabupaten Kuningan yang mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan mengambil standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia sebagai sampel. Berdasarkan hasil analisis data tentang analisis SK dan KD pada standar isi mata pelajaran bahasa Indnesia SMA berdasarkan keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan, yang mendominasi pada pembelajaran siswa di kelas X sampai dengan kelas XII adalah Keterampilan Menulis. Dilihat dari Ilmu Kebahasaan, yang mendominasi pada pembelajaran siswa di kelas X sampai dengan kelas XII adalah Ilmu Kebahasaan Semantik. Dilihat dari Ilmu Kesastraan, yang mendominasi pada pembelajaran siswa di kelas X sampai dengan kelas XII adalah Ilmu Kesastraan Prosa Fiksi.Kata kunci : SK-KD, Bahasa Indonesia, Keterampilan Berbahasa, Kesastraan, Kebahasaan
NILAI MORAL DALAM NASKAH DRAMA “SOBRAT” KARYA ARTHUR S. NALAN (Sebuah Kajian Perspektif Akhlak Islam ditinjau dari Tema, Karakter Tokoh, Konflik, dan Amanat) Suntini, Sun
Jurnal Fon Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimanakah tema dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan?; 2) bagaimanakah karakter tokoh dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan?; 3) bagaimanakah konflik dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan?; 4) bagaimanakah amanat dalam naskah drama ”Sobrat” karya Arthur S. Nalan?; 5) bagaimanakah nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan?. Tujuan penelitian ini adalah : 1) ingin mengetahui tema dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan; 2) ingin mengetahui karakter tokoh dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan; 3) ingin mengetahui konflik dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan; 4) ingin mengetahui amanat dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan; 5) ingin mengetahui nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik penelitian ini adalah teknik pemerolehan data (studi kepustakaan dan dokumentasi) dan teknik pengolahan data. Populasi dalam penelitian ini adalah naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan. Sampel dalam penelitian ini adalah unsur intrinsik tema, tokoh dan karakter tokoh, konflik dan amanat dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan. Simpulan : 1) tema dalam naskah drama “Sobrat” adalah kegagalan manusia dalam mengendalikan keinginan dan hawa nafsunya; 2) Karakter tokoh Sobrat dalam naskah drama “Sobrat” adalah baik, hormat pada ibu dan sayang pada sesama tapi kemudian mengalami pergeseran menjadi jahat. Karakter tokoh Rasminah dalam naskah drama “Sobrat” adalah baik, lugu, dan pasrah pada kenyataan. Karakter tokoh Inang dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat. Karakter tokoh Mongkleng dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat. Karakter Surobromo dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat. Karakter Mandor Bokop dalam naskah drama “Sobrat” adalah keji. Karakter Mandor Burik dalam naskah drama “Sobrat” adalah keji dan kejam. Karakter Silbi dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat ; 3) Konflik dalam naskah drama “Sobrat” adalah sebagai berikut. (1) Konflik batin Sobrat adalah konflik mendekat-menjauh. Konflik berakhir dengan penyesalan Sobrat karena meninggalkan ibunya. (2) Konflik Sobrat dengan para mandor adalah konflik mendekat-menjauh. Konflik Sobrat dengan para mandor berakhir dengan takluknya para mandor kepada Sobrat. (3) Konflik Sobrat dengan Silbi adalah konflik mendekat-menjauh (konflik fisik). Konflik Sobrat dengan Silbi berakhir dengan kebutaan dan ketulian Sobrat. (4) Konflik Sobrat dengan moral adalah konflik menjauh-mendekat. Konflik berakhir dengan kembalinya Sobrat kepada ajaran agama Islam; 4) Amanat dalam naskah drama “Sobrat” adalah menuruti perintah orangtua, jangan menuruti hawa nafsu, jangan menyekutukan Tuhan, hindari perjudian dan perzinahan, bertawakal atas ujian yang diberikan, selalu bersyabar, bersyukur, dan berdoa; 5) Nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” yang mencakup akhlak terpuji adalah menauhidkan Allah, bersabar dan bersyukur, menuruti perintah orang tua, berbuat baik dan suka menolong sesama. Nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” akhlak tercela adalah menyekutukan Tuhan, melakukan perjudian dan perzinahan, tidak menuruti nasihat orangtua, berbohong, berlaku keji, sombong, tidak menyelesaikan permasalahan dengan musyawarah, tidak mencintai perdamaian, menganiaya hewan.Kata Kunci : Nilai moral, unsur intrinsic, naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan

Page 1 of 13 | Total Record : 124