cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal
ISSN : 25285149     EISSN : 24607819     DOI : -
Core Subject : Science,
Journal of Business and Management Application (JABM) published articles in the field of business and management applications such as business strategy management, financial management, human resources and organization, business value chain and other issues in the field of business and management. This scientific journal is published by School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB) associated with Indonesian Alliance of Magister Management Program (APMMI). JABM began the publication in August 2015 with a frequency of three times a year. Starting in 2016, JABM will be published in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019" : 15 Documents clear
Strategi Peningkatan Kinerja Karyawan Taman Buah Mekarsari Kusumawati, Rika; Maarif, M. Syamsul; Nurdiati, Sri
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 5, No 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.59

Abstract

Human resources are the main element of the organization. The organization goals will be achieved when ITS employees have high performance. The purposeS of this study were to analyze the effect of competency on employee motivation, the effect of competency on employee performance, and the effect of motivation on employee performance, and to formulate strategies for improving the employee performance at Mekarsari Fruit Garden. The respondents in this study were 167 employees selected with sampling technique using stratified random sampling. Analysis of the data used in this research included descriptive analysis of respondents, Spearman correlation test methods, analysis Structural Equation Modeling (SEM) with LISREL 8.51 and Analytical Hierarchy Process (AHP) with expert choice 2000. The results showed that 1) Competency had an effect on employee motivation at Mekarsari Fruit Garden; 2) Competency had an effect on employee performance at Mekarsari Fruit Garden; 3) Motivation had an effect on employee performance at Mekarsari Fruit Garden. The first strategy to improve employee performance was improving the prosperity of employees, and the highest factor in increasing employee performance was competency. The most influential actor was the President Director of Mekarsari Fruit Garden whereas the highest score of the objective was increasing the profit of Mekarsari Fruit Garden.Keywords: performance, competency, motivation, strategies, Mekarsari Fruit GardenAbstrak: Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan elemen utama organisasi. Tujuan organisasi akan tercapai bila pegawai di dalamnya memiliki kinerja yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengalisis pengaruh kompetensi terhadap motivasi karyawan, kompetensi terhadap kinerja karyawan dan motivasi terhadap kinerja karyawan serta merumuskan strategi dalam rangka peningkatan kinerja karyawan Taman Buah Mekarsari. Responden dalam penelitian ini sebanyak 167 karyawan dengan teknik penarikan contoh menggunakan Stratified Random Sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif responden, uji korelasi dengan metode Spearman, analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan LISREL 8.5, dan analytical hierarchy process (AHP) menggunakan expert choice 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kompetensi berpengaruh terhadap motivasi karyawan Taman Buah Mekarsari; 2) Kompetensi berpengaruh terhadap kinerja karyawan Taman Buah Mekarsari; 3) Motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan Taman Buah Mekarsari. Strategi pertama untuk meningkatkan kinerja karyawan adalah meningkatkan kesejahteraan karyawaan, sementara faktor tertinggi dalam hal peningkatan kinerja adalah kompetensi. Aktor yang paling berpengaruh dalam peningkatan kinerja karyawan adalah Direktur Utama, sementara skor tertinggi dari tujuan adalah meningkatkan laba Taman Buah Mekarsari.Kata kunci: kinerja, kompetensi, motivasi, strategi, taman buah mekarsari
Pemodelan Pengawasan Terpadu Atas Kebijakan Penyaluran dan Penjaminan Kredit Usaha Rakyat Hariadi, Slamet; Marimin, Marimin; Sanim, Bunasor; Suprayitno, Gendut
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 5, No 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.1

Abstract

The Credit for Business Program (KUR) has achieved its determined target for delivering credit for micro, small and medium businesses. Besides achieving its target, this program also has some problems such as high non-performance loans on some participant banks. This study will build a model for audit coordination among internal audits, especially from government institutions which involve in the delivery and guarantee processes of credit for business program. The objectives of this research are to review the relevant regulations and procedures, evaluate the capabilities of internal audits involved in the credit program, evaluate the performance of the current processes, and identify determinant factors for audit coordination. The results of the study indicate that some retroactive regulations require special attention to dissemination, and about half of the half of the internal audits that signed the supervision forum are in the integrated level or even higher, based on the internal audit capability model (IACM). Sub-elements from each element of audit coordination in the independent sector were obtained by using the Interpretive Structural Modeling (ISM). These sub-elements should be prioritized before other sub-elements in designing audit coordination model.Keywords: audit coordination, internal audit, IACM, ISM, Micro creditAbstrak: Kredit usaha rakyat (KUR) telah mencapai target yang ditetapkan, yaitu menyalurkan kredit bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Selain mencapai target yang ditetapkan, dalam operasionalnya KUR juga mempunyai permasalahan, diantaranya adalah non performance loans tinggi pada beberapa bank pelaksana. Penelitian ini untuk membangun suatu model pengawasan terpadu antara audit internal, khususnya audit internal pada entitas pemerintah yang terlibat dalam proses penyaluran dan penjaminan KUR. Tujuan dari penelitian ini adalah mereviu regulasi dan prosedur yang relevan, mengevaluasi kapabilitas audit internal yang terlibat dalam program KUR, mengevaluasi kinerja dari penyaluran dan penjaminan KUR, mengidentifikasi faktor penentu keberhasilan dalam membangun model pengawasan terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa regulasi yang berlaku surut memerlukan perhatian khusus untuk diseminasi, sekitar setengah dari setengah dari audit internal penandatangan forum pengawasan berada dalam level integrated atau lebih baik, berdasarkan internal audit capability model (IACM). Menggunakan Interpretive Structural Modelling (ISM) diperoleh sub elemen dari setiap elemen koordinasi audit yang berada di sektor independen. Dalam membangun model pengawasan terpadu, sub elemen tersebut menjadi prioritas dibandingkan sub elemen yang berada di sektor lainnya.Kata kunci: pengawasan terpadu, audit internal, IACM, ISM, KUR
Formulasi Strategi Bisnis Perusahaan Original Equipment Manufacturer (OEM) Studi Kasus di PT XYZ Puryani, Puryani; Baga, Lukman Muhammad; Saptono, Imam Teguh
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 5, No 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.13

Abstract

The objectives of this study are to describe the vision and mission, to analyze internal and external conditions, and to formulate strategy of PT XYZ. The research was carried out by descriptive analysis method. The tools used at this study included IFE (Internal Factor Evaluation), EFE (External Factor Evaluation), IE (Internal-External) and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). The study showed that the vision of the company is in accordance with the goals of the company, whereas the mission analysis identified that not all members of the company know the company mission. Internal analysis shows 8 factors becoming the strengths and 8 factors becoming the weaknesses for the company, while the external analysis shows 7 factors becoming the opportunities and 7 factors becoming the threats for the company. The IFE and EFE matrix analysis showed scores of 3,064 and 2,595. This score showed that the company position is on the IE matrix, quadrant I (cell IV). In this quadrant, the right strategy is to grow and build. Alternative strategies formulated for the company include market penetration, product development, people development, market development, company relocation and competitive pricing. Based on the QSPM matrix, the priority strategy formulated for PT XYZ is people development.Keywords: alternative strategies, IFE, EFE, IE, QSPMAbstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan visi dan misi, menganalisis kondisi internal dan eksternal serta merumuskan strategi PT XYZ. Penelitian dilakukan melalui metode pendekatan analisis deskriptif. Alat analisis yang digunakan, yaitu matrix IFE (Internal Factor Evaluation), EFE (External Factor Evaluation), IE (Internal-External) dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Hasil penelitian dapat diidentifikasi bahwa visi perusahaan saat ini sudah sesuai dengan tujuan dan cita-cita perusahaan, sedangkan pada analisis misi dapat diidentifikasi bahwa belum semua anggota perusahaan mengetahui misi perusahaan. Hasil analisis lingkungan internal menghasilkan 8 faktor yang menjadi kekuatan dan 8 faktor yang menjadi kelemahan perusahaan, sedangkan hasil analisis lingkungan eksternal menghasilkan 7 faktor yang menjadi peluang dan 7 faktor yang menjadi ancaman perusahaan. Analisis matrik IFE dan EFE menghasilkan skor 3,064 dan 2,595. Skor ini memposisikan perusahaan pada pada matrik IE, yaitu kuadran I (sel IV). Pada kuadran ini strategi yang tepat adalah grow and build. Alternatif strategi yang berhasil dirumuskan adalah penetrasi pasar, pengembangan produk, pengembangan SDM, pengembangan pasar, relokasi perusahaan dan menetapkan harga bersaing. Berdasarkan matrik QSPM, strategi prioritas yang berhasil dirumuskan adalah pengembangan SDM.Kata kunci: alternatif strategi, IFE, EFE, IE, QSPM
Strategi Pengembangan Usaha Tani Tomat Dalam Upaya Menembus Singapura (Studi Kasus Mitra Tani Parahyangan) Chalids, Ibrahim; Najib, Mukhamad; Suparno, Ono
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 5, No 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.24

Abstract

The objectives of this study were 1) to identify strengths, weaknesses, opportunities and threats of the Mitra Tani Parahyangan (MTP) in its efforts to expand its export market, 2) to formulate strategies that could be utilized by MTP, 3) to prioritize the strategies that could be applied by MTP. Methodology employed included internal and external analysis and industrial analysis, SWOT matrices, followed by determination of decision priority using Analytical Hierarchy Process (AHP). Based on the result of external environment analysis, there were five opportunity factors and seven threat factors which became the strategic issues. Meanwhile, according to the result of internal environment analysis, there were four strength factors and five weakness factors which became the strategic issues. The result of EFE matrix showed that the company’s ability to respond to external factors was reasonably good in harnessing opportunities and avoiding threats. On the other hand, the result of IFE matrix showed that the company’s current internal position is weak. Through the matching of strategic issues within the internal and external environment, and seven alternative strategy formulations that can be applied by the company were generated. Collaborating with domestic forwarder agents is an alternative priority strategy chosen through AHP analysis tools.Keywords: AHP, SWOT, Tomato, OVOPAbstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman Mitra Tani Parahyangan (MTP) dalam upaya mengembangkan ekspansi pasar ekspor, 2) memformulasikan strategi-strategi yang dapat dijalankan oleh MTP, 3) menentukan prioritas strategi yang dapat dijalankan oleh MTP. Metode penelitian ini menggunakan analisis internal eksternal dan analisis industri, matriks SWOT, dan pengambilan keputusan dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil analisis lingkungan eksternal didapati lima faktor peluang dan tujuh ancaman yang merupakan isu strategis. Pada lingkungan internal didapati empat faktor kekuatan dan lima kelemahan yang merupakan isu strategis. Hasil matriks EFE menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mersepon faktor eksternal yang cukup baik dalam memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman. Sedangkan pada hasil analisis matriks IFE menunjukkan bahwa posisi internal perusahaan saat ini lemah. Melalui pencocokan isu-isu strategis yang terdapat pada lingkungan internal dan eksternal perusahaan, dihasilkan tujuh rumusan alternatif strategi yang dapat dijalankan perusahaan. Menjalin kerjasama dengan agen forwarder dalam negeri merupakan prioritas alternatif strategi yang terpilih melalui alat analisis AHP.Kata kunci: AHP, SWOT, Tomat, OVOP
Aktivitas Volume Perdagangan Abnormal Siswanto, Ely; Setiawan, Adi
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 5, No 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.34

Abstract

Information content test that aims to see the market reaction to an event only focuses on the presence or the absence of abnormal return. Therefore, it is necessary to test the information content based on trading volume as an alternative to the existing method. This research tried to test information content of bonus share announcements in Indonesia Stock Exchange (BEI). The objectives of this study are to describe the abnormal trading volume activity, test the market reaction to the bonus shares announcements, and determine whether there are differences between ATVA before and after the bonus shares announcements. This research used ATVA analysis method. The sample size used in this research was 33 bonus shares announcement events in BEI in 2006-2017. There was a downtrend of bonus share distribution, and this is because the company considered not to distribute bonus shares at a certain time. Market reacted to bonus share announcement as shown by ATVA in t-1 with significance value of 0,048. This reaction indicates a possibility of information leakage regarding bonus share distribution. There is significant difference of ATVA between before and after bonus share announcements with significance value 0,069. There was a decrease in ATVA after the bonus shares announcements. The decrease in ATVA happened due to the investors’ strategy to hold their shares until the cum-date period ended.Keywords: abnormal trading volume activity, bonus shares, market reaction, BEIAbstrak: Pengujian kandungan informasi yang bertujuan untuk melihat reaksi pasar atas suatu peristiwa selama ini hanya berfokus pada ada atau tidaknya abnormal return. Untuk itu diperlukan pengujian kandungan informasi berdasarkan volume perdagangan sebagai alternatif dari metode yang sudah ada. Penelitian ini menguji kandungan informasi dari pengumuman saham bonus di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan abnormal trading volume activity, menguji reaksi pasar terhadap pengumuman saham bonus, serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan ATVA sebelum dan sesudah pengumuman saham bonus. Penelitian ini menggunakan analisis ATVA. Besaran sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 33 peristiwa pembagian saham bonus di BEI pada periode 2006-2017. Terjadi kecenderungan penurunan jumlah peristiwa pembagian saham bonus, hal ini disebabkan karena perusahaan menganggap tidak perlu membagikan saham bonusnya pada waktu tertentu. Pasar bereaksi pada pengumuman pembagian saham bonus, hal ini ditandai dengan adanya ATVA di t-1 dengan nilai signifikansi sebesar 0,048. Reaksi ini timbul dari adanya kebocoran informasi mengenai pembagian saham bonus. Terdapat perbedaan ATVA yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman saham bonus dengan nilai signifikansi sebesar 0,069. Dimana nilai ATVA di periode setelah pengumuman saham bonus lebih rendah, penurunan ini terjadi karena strategi investor untuk menahan saham yang sudah dimiliki sampai periode cum date berakhir.Kata kunci: abnormal trading volume activity, saham bonus, reaksi pasar, BEI
Strategi Pengembangan Bisnis Tanaman Hias PT Monfori Nusantara Dengan Pendekatan Model Bisnis Kanvas Andryana, Tiara Sartika; Daryanto, Heny K.; Maulana, Agus
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 5, No 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.47

Abstract

The objectives of this study are (1) identifying the business model that is run by PT. Monfori Nusantara with the Canvas Business Model approach; (2) identifying any external and internal factors that affect the business model of the company PT. Monfori Nusantara through SWOT analysis so that alternative strategies are created; (3) Designing a Business Model Canvas repairs as a business development strategy for PT. Monfori Nusantara in the future. The method used was the Canvas Business Model and SWOT. The results of this study are the creation of new values through 9 elements of the Canvas Business Model and strategies such as: expanding the customer segment within the scope of the firm value proposition, increasing efficiency and production capacity, expanding supply propositions, increasing RnD and cost allocation. SWOT analysis on strengths for customer segment elements shows that value propositions and marketing channels have a strong quality relationship with customer segments and products; while the weakness of the customer segment is that the company has not optimized domestic marketing. For the opportunity, the company can utilize the market for plantation crops whereas for the threat, the potential customers can feel bored. PT Monfori Canvas Business Model Improvement produces several targets and developments in each element. The goal of improving each element in the canvas business model aims to expand the potential value propositions that can be offered by PT Monfori.Keywords: business model canvas, floriculture, SWOT, value innovation, tissue cultureAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi model bisnis yang dijalankan PT. Monfori Nusantara dengan pendekatan Model Bisnis Kanvas; (2) Mengidentifikasi apa saja faktor eksternal dan internal yang memengaruhi model bisnis perusahaan PT. Monfori Nusantara melalui analisis SWOT sehingga terciptanya alternatif strategi; (3) Merancang Model Bisnis Kanvas perbaikan sebagai strategi pengembangan bisnis PT. Monfori Nusantara di masa depan. Metode yang digunakan adalah Model Bisnis Kanvas dan SWOT. Hasil penelitian ini adalah penciptaan nilai baru melalui 9 elemen Model Bisnis Kanvas dan strategi seperti: memperluas segmen pelanggan dalam lingkup proposisi nilai perusahaan, meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi, memperluas penawaran poposisi, meningkatkan RnD dan alokasi biaya. Analisis SWOT kekuatan untuk elemen segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran pemasaran memiliki kualitas hubungan yang kuat dengan segmen pelanggan maupun produk; sedangkan kelemahan segmen pelanggan: belum mengoptimalkan pemasaran domestik; peluang: memanfaatkan pasar tanaman perkebunan; ancaman: calon pelanggan dapat merasa jenuh. Perbaikan Model Bisnis Kanvas PT Monfori menghasilkan beberapa sasaran dan pengembangan pada tiap elemen. Sasaran pada perbaikan tiap elemen pada model bisnis kanvas bertujuan untuk memperluas potensi proposisi nilai yang dapat ditawarkan PT Monfori.Kata kunci: model bisnis kanvas, florikultura, SWOT, inovasi nilai, kultur jaringan
Strategi Bersaing Industri Madu (Studi Kasus: CV Madu Apiari Mutiara) Sarah, Debi; Suryana, Rita Nurmalina; Kirbrandoko, Kirbrandoko
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 5, No 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.71

Abstract

The amount of imported honey in Indonesia has been increasing since 2013. Import of honey has increased because due to high honey demands on industries of beverage, health, and beauty. The objectives of this research were to determine the internal and external environment factors of CV Madu Apiari Mutiara, to formulate alternative strategies and priorities in developing the company competitive strategy, and to map the recommendation of program and alternative strategy in developing competing strategy CV Madu Apiari Mutiara. The analytical tools used in this research were the internal and external corporate environment analysis, A'WOT integration between hierarchy process analysis (AHP) and SWOT, and the strategy architecture to determine the company's long-term plan. These six alternative strategies are used to determine strategic priorities. The three highest priority strategies are (1) expansion of the marketing area, (2) optimizing market penetration for all honey derivative products, (3) improving product quality and corporate credibility. The designs of the strategic architecture are to improve marketing in the first year, to make a mapping of marketing distribution channels the second year, and to innovate honey derivative products in the third year.Keywords: architecture strategy, A’WOT, CV Madu Apiari Mutiara, honey, competitive strategyAbstrak: Impor madu di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2013 hingga saat ini. Impor meningkat karena banyaknya permintaan madu pada industri minuman, kesehatan dan kecantikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan faktor lingkungan internal dan eksternal CV Madu Apiari Mutiara, merumuskan alternatif strategi serta prioritasnya dalam pengembangan strategi bersaing perusahaan, dan memetakan blue print strategi dalam pengembangan strategi bersaing CV Madu Apiari Mutiara. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan, A’WOT integrasi antara analisis proses hierarki (AHP) dan SWOT, arsitektur strategi untuk menentukan rencana jangka panjang perusahaan. Terdapat enam alternatif strategi yang dapat direkomendasikan kepada CV Madu Apiari Mutiara. Enam alternatif strategi tersebut digunakan untuk menentukan prioritas strategi. Tiga prioritas strategi tertinggi, yaitu (1) perluasan wilayah pemasaran, (2) optimalisasi penetrasi pasar untuk semua produk turunan madu, (3) peningkatan kualitas produk dan kredibilitas perusahaan. Rancangan arsitektur strategi di tahun pertama yaitu melakukan peningkatan pemasaran, tahun kedua membuat pemetaan saluran distribusi pemasaran dan pada tahun ketiga membuat inovasi produk turunan madu.Kata kunci: arsitektur strategi, A’WOT, CV Madu Apiari Mutiara, madu, strategi bersaing
Analisis Atribut Produk Pada Manajemen Mutu Proses Produksi Daging Sapi di RPH PT. Elders Indonesia, Bogor Hapidin, Asep; Basith, Abdul; Munandar, Jono M.
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 5, No 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.84

Abstract

This study aimed to identify and analyze product attributes that affect the quality management of the beef production process in PT. Elders Indonesia, as well as to evaluate the quality management system and food safety management system, and formulate alternative improvement strategies on product attributes that are in line with consumer desires and expectations. The research method used brainstorming to identify product attributes, QFD analysis to determine the specifications of consumer needs and desires, self-assessment for the assessment of the application of SMM and SMKP, HACCP for identification of hazards in the production process, and AHP for the formulation of alternative priority improvement strategies. The results of the study showed that there were 15 attributes that the consumers considered when buying beef in PT. Elders Indonesia. Meanwhile the elements of ISO 9001: 2008 quality management in the production and HACCP food safety management system as a whole have been fulfilled and have been applied well. Based on the identification of critical control points at the process stage, there are 4 critical control points that must be considered by PT. Elders Indonesia. AHP analysis results showed that fat thickness (0.457) is the main improvement priority that must be conducted by the company.Keywords: quality management, product attributes, beef, slaughterhousesAbstrak: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis atribut-atribut produk yang berpengaruh pada manajemen mutu proses produksi daging sapi di RPH PT. Elders Indonesia, serta mengevaluasi sistem manajemen mutu dan sistem manajemen keamanan pangan, merumuskan alternatif strategi perbaikan pada atribut produk yang sesuai dengan keinginan dan harapan konsumen. Metode penelitian menggunakan brainstorming untuk identifikasi atribut produk, analisis QFD untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen, self Assessment untuk penilaian penerapan SMM dan SMKP, HACCP untuk identifikasi bahaya pada proses produksi, AHP untuk perumusan alternatif strategi prioritas perbaikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli daging sapi PT. Elders Indonesia sebanyak 15 atribut. Sementara itu unsur-unsur manajemen mutu ISO 9001:2008 pada bagian produksi dan sistem manajemen keamanan pangan HACCP secara keseluruhan telah dipenuhi dan telah diaplikasikan dengan baik. Berdasarkan identifikasi titik kendali kritis pada tahapan proses diperoleh empat titik kendali kritis yang harus diperhatikan oleh PT. Elders Indonesia. Hasil analisis AHP menunjukan bahwa ketebelan lemak (0,457) merupakan prioritas perbaikan utama yang harus dilakukan perusahaan.Kata kunci: atribut produk, manajemen mutu, daging sapi, rumah pemotongan hewan 
Customer Development Model Dalam Bisnis Jasa Pembelajaran Program English as Second Languange (ESL) Wanodyanti, Niken Dyah; Fahmi, Idqan; Maulana, Agus
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 5, No 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.95

Abstract

The purpose of study is to test the application of Customer Development Model (CDM) in a language service business called English as Second Language (ESL). This study uses CDM approach by incorporating business model canvas and SERVQUAL. The study uses qualitative and quantitative approaches by involving corporate clients (headmaster and ESL teacher implementers) and corporate management to perceive consumer perceptions. The results of this study indicate that the company has passed the stage of customer discovery and customer validation for two years. The next stage is the customer creation with the results of a new marketing strategy formulation. The new marketing strategy formulation is a result of the improvement of the business model canvas and the evaluation of the old marketing strategy. The improvement of the canvas business model is derived from customer perception with SERVQUAL method. Formulation of marketing strategy will be conducted using the main strategy of providing holistic services and 7P (product, promotion, price, place, people, process, dan physical evidence) marketing mix strategy. The managerial implications that need to be carried by PT Pendidikan Prima Utama are the improvement of tools, service improvement, and ESL program development.Keywords: business model canvas, CDM, ESL, service business, SERVQUALAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah menguji penerapan Customer Development Model (CDM) dalam bisnis jasa dengan kasus program English as Second Languange (ESL). Pendekatan penelitian ini melalui CDM dengan menggunakan model bisnis kanvas dan SERVQUAL. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan melibatkan klien perusahaan (kepala sekolah dan guru implementor ESL) dan manajemen perusahaan untuk melihat persepsi konsumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan sudah melewati tahapan customer discovery dan customer validation selama dua tahun. Tahapan selanjutnya adalah customer creation dengan hasil rumusan strategi pemasaran yang baru. Rumusan strategi pemasaran yang baru merupakan hasil perbaikan model bisnis kanvas dan evaluasi strategi pemasaran yang lama. Perbaikan model bisnis kanvas diperoleh dari hasil persepsi pelanggan dengan metode SERVQUAL. Rumusan strategi pemasaran yang akan dilakukan dengan strategi utama memberikan pelayanan holistik dan strategi bauran pemasaran 7P (product, promotion, price, place, people, process, dan physical evidence). Implikasi manajerial yang perlu dilakukan pada tahap customer creation ini adalah perbaikan perangkat, perbaikan pelayanan, dan pengembangan program ESL.Kata kunci: bisnis jasa, CDM, ESL, model bisnis kanvas, SERVQUAL
Strategi Peningkatan Keberlanjutan Daya Saing Teh Organik Ichwani, Titah Haritul; Daryanto, Arief; Fauzi, Anas Miftah
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 5, No 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.1.109

Abstract

Tea industry is a promising industry, especially with its global awareness about organic tea. The purpose of this study is to identify the best alternative strategies for PT Harendong Green Farm to survive and sustainable. Technique of data collecting was conducted by interviewing the experts and distributing the questioners to five respondents, consisting of CEO, Plantation Head and Production Head of PT Harendong Green Farm, Head of Promotion Board of Indonesia, and Tea Master. The data analysis was carried out using Analytical Hierarchy Process (AHP) method to determine strategy in detail and priority development activity for the company. AHP results show that the procurement of premium tea products, competitive pricing, attractive packaging and cultural orientation through education and understanding to the community become an alternative offered. The recommended strategy is to establish a premium tea product from a competing company with a distinctive fragrance and flavor.Keywords: competitiveness, organic certificates, organic tea, premium tea, AHPAbstrak: Industri teh merupakan salah satu industri yang menjanjikan, terutama dengan kesadaran masyarakat global tentang teh organik. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan alternatif strategi yang terbaik bagi perusahaan agar dapat bertahan serta berkelanjutaan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara pakar dan pengisian kuesioner oleh lima responden yaitu CEO, Kepala Perkebunan dan Kepala Produksi PT Harendong Green Farm, Kepala Promosi Dewan Teh Indonesia dan Tea Master. Analisis data menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan strategi secara detail dan prioritas utama pengembangan kegiatan perusahaan. Hasil AHP menunjukkan bahwa pengadaan produk teh premium, harga yang kompetitif, kemasan yang menarik dan orientasi budaya melalui edukasi dan pemahaman kepada masyarakat menjadi alternatif yang ditawarkan. Strategi yang disarankan adalah dengan mengadakan produk teh premium yang berbeda dari perusahaan pesaing dengan menonjolkan aroma dan rasa yang khas.Kata kunci: daya saing, sertifikat organik, teh organik, teh premium, AHP

Page 1 of 2 | Total Record : 15