cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal
ISSN : 25285149     EISSN : 24607819     DOI : -
Core Subject : Science,
Journal of Business and Management Application (JABM) published articles in the field of business and management applications such as business strategy management, financial management, human resources and organization, business value chain and other issues in the field of business and management. This scientific journal is published by School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB) associated with Indonesian Alliance of Magister Management Program (APMMI). JABM began the publication in August 2015 with a frequency of three times a year. Starting in 2016, JABM will be published in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN BAGIAN TRADE OPERATIONS STUDI KASUS BANK OCBC NISP Murti, Andreas; Marimin, Marimin; Arkeman, Yandra
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 1, No 1 (2015): JABM Vol 1. No 1, Agustus 2015
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1456.078 KB) | DOI: 10.17358/jabm.1.1.34

Abstract

This research was conducted on trade operations department at Bank OCBC NISP. The measurement and scope of the analysis was conducted on the activities of trade operations employees. The transactions measured in this study is the LC issuance. The purpose of this study was to identify the process of handling import LC issuance done by the trade operations in the Bank OCBC NISP, determine what policies can be used to improve the performance of employees in the trade operations Bank OCBC NISP and designing productivity measurement for bank employees in the trade operations Bank OCBC NISP. Improvement of the operational side is done by using the Value Stream Mapping (VSM) which can be identified several non-value added activities that need to be repaired. This improvement raises employee performance from producing 8 to 11 LC per day. Policy decisions were analyzed based on the analytic network process (ANP) method. The analysis shows that by implementing productivity-based compensation system is a top priority with the priority weight 42,69%. While the improvement of work processes is a second priority with a 36,72% weighting priority. For the final order of priority is the preparation of appropriate targets and key performance indicator (KPI) with priority weight of 20,57%. Based on the analysis of ANP then implement productivity-based compensation systems provide the highest benefits and opportunities compared to the risks that may arise. Productivity-based compensation will motivate employees to improve productivity in order to get better compensation than employees with lower productivity.Keywords: LC, ANP, employee performance improvement, trade operations, VSMABSTRAKPenelitian ini  dilakukan pada  trade  operations department di Bank OCBC NISP. Pengukuran dan lingkup analisis akan dilakukan terhadap aktivitas karyawan trade operations. Transaksi yang diukur pada penelitian ini yaitu penerbitan LC. Tujuan penelitian ini adalah  mengidentifikasi proses penanganan dokumen LC yang dilakukan oleh bagian trade operations di Bank OCBC NISP, menentukan kebijakan apa saja yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja karyawan bagian trade operations Bank OCBC NISP dan merancang bangun pengukuran produktivitas bagi hasil karyawan bagian trade operations Bank OCBC NISP. Perbaikan dari sisi operasional dilakukan dengan menggunakan metode Value Stream Mapping (VSM) dimana dapat diidentifikasi beberapa aktivitas non value added yang perlu diperbaiki. Perbaikan menggunakan VSM mampu meningkatkan kinerja karyawan dari sebelumnya menghasilkan 8 LC menjadi 11 LC per hari. Proses pengambilan kebijakan akan dilakukan berdasarkan metode analytic network process (ANP). Hasil analisa menunjukkan bahwa dengan menerapkan sistem kompensasi berbasis produktivitas merupakan prioritas utama dengan bobot prioritas 42,69%. Sedangkan perbaikan proses kerja merupakan prioritas kedua dengan bobot prioritas 36,72%. Untuk urutan prioritas terakhir adalah penyusunan target dan key performance indicator (KPI) yang tepat dengan bobot prioritas sebesar 20,57%. Berdasarkan hasil analisis ANP maka menerapkan sistem kompensasi berbasis produktivitas memberikan keuntungan dan peluang yang paling tinggi dibandingkan dengan resiko yang mungkin timbul. Kompensasi berbasis produktivitas akan memotivasi karyawan untuk berlomba-lomba meningkatkan produktivitasnya untuk mendapatkan kompensasi yang lebih baik dibandingkan karyawan dengan produktivitas yang lebih rendah. Kata Kunci :LC, ANP, peningkatan kinerja karyawan, trade operations, VSM
PENGARUH JOB DEMANDS, JOB RESOURCES DAN PERSONAL RESOURCES TERHADAP WORK ENGAGEMENT Ayu, Diah Restu; Maarif, M. Syamsul; Sukmawati, Anggraini
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 1, No 1 (2015): JABM Vol 1. No 1, Agustus 2015
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.735 KB) | DOI: 10.17358/jabm.1.1.12

Abstract

The purposes of this study were to identify the influence of job demands, job resources and personal resources toward work engagement, define the best predictors of work engagement and the influence of work engagement towards turnover intention. Structural equation modeling was used in this research to estimate the influence of variables simultaneously. This research was conducted to 116 samples of manufacturing employees. The results showed that job demands have direct effect to work engagement. Job demands and personal resources are significant predictors of work engagement. Personal resources are the best predictor of work engagement. Work engagement itself has negative and significant influence to turnover intention. Keywords: work engagement, job demands, job resources, personal resourcesABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah menganalisis  pengaruh job demands, job resources dan personal resources terhadap work engagement, menentukan variabel yang paling memengaruhi work engagement dan bagaimana pengaruh work engagement terhadap turnover intention. Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah structural equation modeling (SEM). SEM digunakan untuk mengestimasi pengaruh variabel secara simultan. Penelitian ini dilakukan pada 116 sampel karyawan manufaktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job demands berpengaruh langsung terhadap work engagement. Job demands dan personal resources berpengaruh signifikan terhadap work engagement, sedangkan job resources merupakan prediktor tertinggi dari work engagement. Work engagement berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention. Kata kunci: work engagement, job demands, job resources, personal resources
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI RATIO NON PERFORMING LOAN (NPL) Setiyaningsih, Setiyaningsih; Juanda, Bambang; Fariyanti, Anna
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 1, No 1 (2015): JABM Vol 1. No 1, Agustus 2015
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1246.038 KB) | DOI: 10.17358/jabm.1.1.23

Abstract

This research has the aim to analyze the factors which give impact in ratio of NPL (Non Performing Loan) in XYZ Bank Jakarta. NPL can be caused by the internal factors such as policies, human capitals, etc., and can be caused by external factors through macro-economic changes such as loan-outstanding, BI rate, and foreign exchange (Indonesia Rupiah to US Dollar). This research is a descriptive research with direct approach to the primary and secondary data. The analysis method was using the multiple linear regression method with data time series from June 2008 to June 2014. The multiple linear regression method was used to see the impacts of volume of loan-outstanding, BI rate, and foreign exchange to NPL ratio, and testing differences between level of NPL before and after the separation of RM (Relationship Manager) and CA (Credit Analyst) function in Bank XYZ Jakarta.  All of data processing steps in this research use software Eviews Version 6.0. The result of this research are Loan-outstanding or number of lending, foreign exchange and the dummy of RM and CA separation function have impact to NPL Ratio. The BI-rate change which was happened along the research gives no impact to NPL Ratio. The NPL Ratio is relatively better and it is not affected of the increasing of BI rate.  It is not only because of performing loans but also caused by the existing write-off portfolios. Keywords: NPL, loan-outstanding, BI rate, foreign exchange, the separation of RM, credit analystABSTRAKPenelitian ini memiliki tujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ratio NPL pada Bank XYZ Jakarta. NPL (Non Performing Loan) dapat disebabkan oleh faktor internal seperti kebijakan, SDM, dan lainnya ataupun faktor eksternal melalui perubahan faktor makroekonomi, seperti variabel loans outstanding, BI Rate, dan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pengamatan langsung terhadap data sekunder dan data primer. Analisis data yang digunakan dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda yang menggunakan data time series periode Juni 2008–Juni 2014. Metode analisis regresi linear berganda digunakan untuk melihat pengaruh jumlah penyaluran kredit/loans outstanding, BI Rate, dan nilai tukar terhadap ratio NPL serta menguji perbedaan tingkat NPL sebelum dan setelah adanya pemisahan fungsi RM (Relationship Manager) dan CA (Credit Analyst)  di Bank XYZ Jakarta. Semua tahap pengolahan data penelitian ini menggunakan alat perangkat lunak Eviews Versi 6.0. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa Loans outstanding atau besarnya kredit, nilai tukar atau kurs serta dummy pemisahan fungsi RM dan CA memiliki pengaruh terhadap ratio NPL. Perubahan BI Rate yang terjadi selama penelitian tidak berpengaruh terhadap ratio NPL. Ratio NPL terlihat relatif lebih baik dan tidak terpengaruh terhadap kenaikan BI rate, hal tersebut tidak semata-mata karena portepel kredit yang baik, melainkan adanya fasilitas kredit yang dihapus buku.  Kata kunci: NPL, loans outstanding, BI Rate, nilai tukar, pemisahan fungsi RM, credit analyst
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI Irawan, Andi; Maarif, M. Syamsul; Affandi, M. Joko
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 1, No 1 (2015): JABM Vol 1. No 1, Agustus 2015
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.781 KB) | DOI: 10.17358/jabm.1.1.56

Abstract

The purpose of this study is to analyze factors that directly and indirectly affecting employee performance in Directorate General of Higher Education Ministry of Education and Culture, as well as analyze the dominant factors that influence. The data in this study was obtained by distributing questionnaires to 75 civil servants through a quota sampling technique. Data analysis includes correlation analysis and analysis of Structural Equation Modeling (SEM) approach Partial Least Square (PLS). Latent variables in this study are individual factors, psychological factors, organizational factors and the performance of civil servants. The results showed that individual factors, psychological factors and organizational factors directly affect the performance of civil servants. Individual factors also influence indirectly to the performance of civil servants through psychological factors, while organizational factors do not influence indirectly through psychological factors. Individual factors are the dominant factor affecting the performance of civil servants.Keywords: civil servants performance, individual factor, psychologic, organization, PLSABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja Pegawai Negeri Sipil di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan baik secara langsung maupun tidak langsung serta menganalisis faktor dominan yang berpengaruh. Data pada penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 75 PNS melalui teknik penarikan sampel kuota. Analisis data yang digunakan meliputi analisis korelasi dan analisis Structural Equation Modelling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS). Variabel laten pada penelitian ini adalah faktor individu, faktor psikologi, faktor organisasi dan kinerja PNS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor individu, faktor psikologi dan faktor organisasi berpengaruh secara langsung terhadap kinerja PNS. Faktor individu juga berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja PNS melalui faktor psikologi, sedangkan faktor organisasi tidak berpengaruh secara tidak langsung melalui faktor psikologi. Faktor individu merupakan faktor dominan yang berpengaruh terhadap kinerja PNS.Kata Kunci: kinerja PNS faktor individu, faktor psikologi, faktor organisasi, PLS
PENGARUH PENERAPAN BUDAYA PERUSAHAAN TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN KINERJA KARYAWAN DI PT. REKAYASA INDUSTRI Ernanto, Bambang; Baga, Lukman M.; Sunarti, Euis
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 1, No 1 (2015): JABM Vol 1. No 1, Agustus 2015
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.332 KB) | DOI: 10.17358/jabm.1.1.1

Abstract

The purpose of this research was to analyze the corporate culture application effect on work motivation, and employee performance at PT. Rekayasa Industri. The sampling was collected using purposive sampling technique. Explanatory Factor Analysis (EFA)was  used in the research as culture corporate variables test and Confirmatory Factor Analysis (CFA)  for each variable validation indicators. The test of hypotheses corporate culture that influence on work motivation and employee performance is done by using Structural Equation Modeling (SEM). The result of this research shows a significant effect on work motivation, performance and motivation on performance of corporate culture. There is still a difference between the important value in the field, corporate culture that should sipposed to be professional, innovation and team work and the most real implement is concern  for people, professional and focus on customer. Based on the average value of the score and a load factor of  SEM motivation variable, the   intrinsic motivation should be prioritized, but in fact extrinsic motivation and performance factors should prioritize conceptual abilities, but in reality the best  implementation is technical ability. This study is also to conduct explanatory to 6 core value of the company culture that has been formulated, in order to know whether the determination of the six core values are in accordance with the rules of statistics that can be used further for scientific research. Keywords: corporate culture, employee performance, motivation, CFA, SEMABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan budaya perusahan terhadap motivasi kerja, dan kinerja karyawan di PT. Rekayasa Industri. Teknik pengambilan contoh yang digunakan adalah purposive sampling. Pengujian variabel budaya perusahan menggunakan Explanatory Factor Analysis (EFA), sedangkan untuk melihat validitas indikator dari masing-masing variabel menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Pengujian hipotesis pengaruh budaya perusahaan terhadap motivasi kerja dan kinerja karyawan dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan pada budaya perusahaan terhadap motivasi kerja, budaya perusahaan terhadap kinerja dan motivasi kerja terhadap kinerja. Terdapat perbedaan antara nilai yang dianggap penting di lapangan, budaya perusahaan seharusnya mementingkan professional, dan innovation dan team work tapi dalam realitasnya adalah concern for people, professional dan focus on customer. Berdasarkan nilai rataan skor dan faktor muatan SEM variabel motivasi seharusnya memprioritaskan  motivasi intrinsik, tetapi kenyataanya motivasi ekstrinsik dan faktor kinerja seharusnya memprioritaskan kemampuan konseptual, tetapi dalam kenyataanya pelaksanaan paling baik adalah kemampuan teknis . Penelitian ini juga untuk melakukan eksplanatori  terhadap 6 nilai inti budaya perusahaan  yang telah dirumuskan, agar dapat diketahui apakah penetapan keenam nilai inti tersebut sudah sesuai dengan kaidah statistik sehingga dapat digunakan lebih lanjut untuk kepentingan penelitian ilmiah.Kata kunci: budaya perusahaan, kinerja karyawan, motivasi kerja, CFA, SEM
PERBAIKAN PRODUKTIVITAS HIJAU PADA PROSES PRODUKSI SUSU BUBUK DEWASA Bahara, Rizal; Marimin, Marimin; Arkeman, Yandra
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 1, No 2 (2015): JABM Vol. 1 No. 2 Desember 2015
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.072 KB) | DOI: 10.17358/jabm.1.2.65

Abstract

The goals of this research are to know the application of green productivity in PT.XYZ, to find the factors that influence the green productivity and to find the best solution and policy to improve the green productivity index. The analysis method was done by identifying waste that has environmental impact using Green Value Steam Mapping. The current green productivity index (GPI) is 27,20. The increase of green productivity value index could be done by lowering production costs and lowering environmental impact. Strategies to increase the value of green productivity index involving the experts using ANP method. There are five alternatives solution to increase green productivity index, the solution are reusing water, using led lamp, using modulating heater, optimizing production process, and using automatic cartonner. Using led lamp increase green productivity index 3,21% (GPI: 28,07), using modulating heater can increase 15,38% (GPI: 31,38), using automatic cartonner can increase 8,25% (GPI: 29,44), reusing water can increase 2,63% (GPI: 27,91) and with optimizing production process can increase 5,43% (GPI: 28,67). The factors that influence the green productivity index are energy cost, labor cost, CO2 emission and water consumption. Keywords: green value stream mapping, green productivity index, led, green productivityABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan produktivitas hijau di PT.XYZ, mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi dan menerapkan kebijakan-kebijakan solusi untuk meningkatkan produktivitas hijau yang dilihat dari perbaikan nilai indeks produktivitas hijaunya. Metode penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi limbah yang terkait dengan dampak lingkungan dengan menggunakan Green Value Steam Mapping, dari nilai dampak lingkungan didapatkan nilai indeks produktivitas awal adalah 27,20. Peningkatan nilai indeks produktivitas hijau di lakukan dengan menurunkan biaya produksi dan menurunkan dampak terhadap lingkungan. Strategi untuk meningkatkan nilai indeks produktivitas hijau melibatkan pakar  menggunakan metode ANP. Alternatif solusi untuk meningkatkan indeks produktivitas hijau pada PT.XYZ yaitu penggunaan mesin pengemas otamatis, penggunaan lampu LED, optimasi proses produksi, penggunaan air kembali dan pengunaan sistem modulating heater. Menggunakan lampu LED meningkatkan indeks produktivitiy sebesar 3,21% (GPI: 28,07), menggunakan modulating heater dapat meningkatan indeks produktivitas hijaunya sebesar 15,38% (GPI: 31,38), menggunakan  mesin pengemas otomatis  dapat meningkatkan nilai indeks produktivitas hijau sebesar 8,25% (GPI: 29,44), menggunakan air kembali dapat meningkatkan nilai indeks produktivitas hijaunya sebesar 2,63% (GPI: 27,91) dan dengan mengoptimalkan proses produksi dapat meningkatkan  indeks produktivita hijau sebesar  5,43% (GPI: 28,67). Faktor-faktor yang memengaruhi nilai indeks produktivitas hijau pada PT.XYZ pada aspek biaya produksi dipengaruhi oleh biaya energi dan biaya tenaga kerja, sedangkan pada aspek dampak lingkungan dipengaruhi oleh emisi CO2 dan pengunaan air.     Kata kunci:  green value stream mapping, indeks produktivitas hijau, LED,  produktivitas hijau
MODEL BISNIS KANVAS LAYANAN HAJI PT BANK SYARIAH X CABANG CIBINONG Anas, Nasrudin; Beik, Irfan Syauqi; Tanjung, Hendri
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 1, No 2 (2015): JABM Vol. 1 No. 2 Desember 2015
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.098 KB) | DOI: 10.17358/jabm.1.2.75

Abstract

The purpose of this study is to map the hajj service business model canvas which is implemented by PT Bank Syariah X Cibinong branch, to develop or refine hajj service business model to analyze external and internal factors, to arrange alternative development strategies and to decide priority strategies for development of hajj service business model. This study is using descriptive analysis method. The analysis tools used in this study were the analysis of environment, external factor evaluation (EFE) matrix, internal factor evaluation (IFE) matrix, internal external (IE) matrix, strengths weaknesses opportunities threats (SWOT) matrix, and combination of analytical hierarchy process (AHP) and SWOT (AWOT). The result was obtained based on the results of AWOT analysis, the priority strategy of revenue streams element with highest global relative value of the strategy is SO strategy, namely to develop the hajj and umra product features, and cooperation with BPKH to utilize hajj financial instrument. Priority strategy of key activities element is SO strategy that enhance communication and product marketing of hajj and umra, hajj customer as endorser or referral, and products marketing with holding company. Finally, priority strategy of key partnerships element is SO strategy, which is a partnership with KBIH and non KBIH, and head office established cooperation partnership with BPKH. Based on the selected business model canvas element and determined strategy, it can be a basis for development of hajj service business model for companies in the future.Keyword: business model canvas, hajj service, islamic banking, SWOT, AHPABSTRAKTujuan penelitian ini adalah memetakan model bisnis layanan haji yang diterapkan oleh PT Bank Syariah X Cabang Cibinong, mengembangkan atau menyempurnakan model bisnis layanan haji dengan menganalisis lingkungan internal dan eksternal, menyusun alternatif strategi serta menentukan prioritas strategi untuk pengembangan model bisnis layanan haji. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis lingkungan, matriks evaluasi faktor eksternal (EFE), matriks evaluasi faktor internal (IFE), matriks internal eksternal (IE), matriks kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman (SWOT), dan kombinasi proses hirarki analitik (AHP) dan SWOT (AWOT). Hasil analisis AWOT, didapatkan prioritas strategi dari elemen aliran pendapatan dengan nilai global relatif dari strategi tertinggi adalah strategi SO, yaitu mengembangkan fitur produk haji dan umrah, dan bekerja sama dengan BPKH untuk memenfaatkan instrumen keuangan haji. Prioritas strategi dari elemen aktivitas utama dengan nilai global relatif dari strategi tertinggi adalah strategi SO, yaitu meningkatkan komunikasi dan pemasaran produk haji dan umrah, menjadikan nasabah haji sebagai endoser/referral, dan pemasaran produk kerja sama dengan induk perusahaan. Terakhir, prioritas strategi dari elemen kemitraan utama dengan nilai global relatif dari strategi tertinggi adalah strategi SO, yaitu berkerja sama dengan KBIH dan non KBIH, dan kantor pusat melakukan kerja sama kemitraan dengan BPKH. Berdasarkan elemen model bisnis kanvas yang dipilih dan strategi yang ditentukan dapat menjadi dasar pengembangan model bisnis layanan haji bagi perusahaan di masa depan.Kata kunci: model bisnis kanvas, layanan haji, bank syariah, SWOT, AHP
EFEKTIVITAS PROMOSI TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN TOKO RITEL PRODUK SUSU CAIR PT. FRISIAN FLAG INDONESIA Nugraha, Andreas Setya; Suharjo, Budi; Sahara, Sahara
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 1, No 2 (2015): JABM Vol. 1 No. 2 Desember 2015
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.481 KB) | DOI: 10.17358/jabm.1.2.88

Abstract

Company should be able to formulate a good strategy to win the competition; one of the strategies formulated is promotion. Promotion required by the company that aims to meet the needs and desires of consumers are more critical today. This study aimed to identify the type of promotion that necessitated retail stores in taking decisions in selling liquid milk products and to analyze the effectiveness of the promotion of liquid milk products which have been granted to retail store. Data collection begins with the collection profile of respondents, in this case is a retail store that has become the companys customers. Data were collected through interviews using a questionnaire. Sampling was done by determining the retail store which has become the companys customer base and measured by turnover or size of the average purchase in six months, as well as loyalty program participants. The way the sampling is done with a technique called stratification total of 120 respondents participated in this survey. The analytical method used in this research is the analysis of the correspondence, thurstone, and chi-square test. Correspondence analysis in this study is used to detect the proximity of a given brand with promotion. Thurstone analysis was used in assessing the importance of this type of promotion. The attributes measured in order of priority and the desired level of importance of each respondent. Chi-Square test is a correlation test that aims to identify the relationship between variables.Keywords: promotion, retail, correspondence, thurstone, chi-squareABSTRAKPerusahaan harus mampu merumuskan strategi yang baik untuk memenangkan persaingan, salah satu strategi dirumuskan adalah promosi. Promosi yang dibutuhkan oleh perusahaan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang lebih kritis saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis promosi yang dipentingkan toko ritel dalam mengambil keputusan dalam menjual produk susu cair dan untuk menganalisis efektivitas promosi produk susu cair yang telah diberikan ke toko-toko ritel. Pengumpulan data dimulai dengan pengumpulan profil responden, dalam hal ini adalah toko ritel yang telah menjadi pelanggan perusahaan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara menentukan toko ritel yang sudah menjadi customer base perusahaan dan diukur berdasarkan omset atau besarnya rata-rata pembelian dalam enam bulan, serta sebagai peserta program loyalty. Cara pengambilan sampel yang dilakukan ini dinamakan dengan teknik stratifikasi total 120 responden yang berpartisipasi dalam survei ini. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korespondensi, thurstone, dan chi-square test. Analisis korespondensi pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui adanya kedekatan merek dengan promosi yang diberikan. Analisis thurstone dipergunakan dalam menilai tingkat kepentingan dari jenis promosi. Atribut tersebut diukur berdasarkan urutan prioritas dan tingkat kepentingan yang diinginkan dari setiap responden. Uji Chi-Square merupakan uji korelasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel.Kata kunci: promosi, ritel, korespondensi, thurstone, chi-square
LOAN DISTRIBUTION STRATEGY PT. BANK X (PERSERO), TBK – BOGOR CREDIT BUSINESS UNIT Mitrady, Isyana; Daryanto, Heny K.; Maulana, Agus
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 1, No 2 (2015): JABM Vol. 1 No. 2 Desember 2015
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.154 KB) | DOI: 10.17358/jabm.1.2.98

Abstract

PT. Bank X (Persero), Tbk has credit business unit and one of them is located in Bogor, which experienced decreased performance from year to year because of the increasing of competitiveness among rivalry. The decrease of performance measured both from realization of distribution credit and level of bad loans or Non Performing Loans (NPL). This research aimed to analyze the loan portfolio strategies based on the precautionary principle in the company. This research begins with identification factors affecting the company on its business both internal and external factors. The study was conducted qualitatively by filling questionnaires and in-depth interviews to seven experts on credit sector. Internal and external factors are treated with EFE-IFE matrix then IE matrix to determine the condition of the company, then a SWOT analysis to formulate some alternative strategies was carried out and last method is QSPM to choose the best strategic alternatives for the company. The results showed that the relative strength of the company has not been strong in overcoming internal weaknesses, but the company is considered good enough to take advantage of the opportunities that exist outside and can overcome challenges. Interest rates on loans, convenience and services to debtors, the technology owned by, also the opening of the public mindset about the banking world are the important factors that affect the company in doing business. Based on the QSPM result, supply chain utilization from existing debtor is the best strategy for prudent lending in company.Keyword: loan, non performing loan, IE Matrix, SWOT, QSPMABSTRAKPT. Bank X (Persero), Tbk memiliki salah satu unit bisnis penyalur kredit yang terletak di Bogor dan mengalami penurunan kinerja dari tahun ke tahun akibat persaingan yang semakin kompetitif. Penurunan kinerja tersebut diukur dari sisi realisasi penyaluran kredit maupun dari tingkat kredit macet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penyaluran kredit yang didasari dengan prinsip kehati-hatian di perusahaan. Penelitian diawali dengan identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perusahaan dalam menjalankan bisnisnya baik faktor internal maupun eksternal. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui kuesioner dan in-depth interview kepada tujuh orang pakar perkreditan yang dipilih secara sengaja. Faktor internal dan eksternal tersebut diolah dengan matriks IFE-EFE dan matriks IE untuk mengetahui kondisi perusahaan, kemudian dilakukan analisis SWOT untuk merumuskan beberapa alternatif strategi dan metode QSPM untuk memilih alternatif strategi terbaik bagi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan relatif belum baik dalam menanggulangi kelemahan internal, namun perusahaan dinilai dapat merespon dan memanfaatkan peluang yang ada di luar dan dapat mengatasi tantangan yang ada. Suku bunga pinjaman, kemudahan dan layanan bagi debitur, teknologi yang dimiliki serta semakin terbukanya pola pikir masyarakat tentang dunia perbankan merupakan faktor-faktor penting yang memengaruhi perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Berdasarkan hasil QSPM, pemanfaatan supply chain debitur eksisting merupakan strategi terbaik untuk penyaluran kredit secara prudent. Kata kunci: pinjaman, kredit macet, Matriks IE, SWOT, QSPM
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BASE MATERIAL PADA INDUSTRI KERAMIK DI PT. XYZ Susanti, Lidya; Machfud, Machfud; Hasbullah, Rokhani
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 1, No 2 (2015): JABM Vol. 1 No. 2 Desember 2015
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.496 KB) | DOI: 10.17358/jabm.1.2.108

Abstract

Inventory of raw materials in the company is very important, so it has to be controlled. A good inventory control of raw materials should be supported with cost efficiency. This study was to analyze factors that cause the base material inventories excess at PT. XYZ and analyze the purpose of the base material inventories to be controlled. The reseacrh was using a fish bone method and continue with using pairwise comparison method assisted with the expert choice 2000 software. The classification result based on ABC analysis, the selected item that was going to be analyzed was the A category items.The items that are included in the A category are clay ex belitung jw, clay ja 1/ja b and sodium feldspar. The EOQ equations model was used to answer the purpose of the base material inventories control. Based from the EOQ model, the needed quantity, order quantity, order frequency, reorder point (ROP), total order cost (TOC), total carrying cost (TCC), and total inventory cost (TIC) could be obtained. The comparison of the total cost of inventory among the EOQ model and company policies showed that the EOQ model in seven months can save up to Rp311.612.769. PT. XYZ could minimize the base material inventory costs by calculating the costs incurred. The EOQ model could be implemented if all of the departments involved are well cooperated. PT. XYZ should also be able to make inventory control standards which are quantity order, order frequency, and reorder point. Keywords: Cost, EOQ, frequency, inventory, ROPABSTRAKPersediaan bahan baku pada perusahaan sangatlah penting, sehingga harus dapat dikendalikan. Pengendalian persediaan bahan baku yang baik harus didukung dengan efisiensi biaya. Penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kondisi persediaan bahan baku base material berlebih di PT. XYZ dan menganalisis persediaan bahan baku base material agar dapat dikendalikan. Penelitian ini menggunakan metode fish bone dilanjutkan dengan metode pairwise comparison dengan dibantu software expert choice 2000. Hasil pengklasifikasian berdasarkan analisis ABC item yang akan di analisis yaitu item yang termasuk klasifikasi A. Item yang termasuk klasifikasi A yaitu clay ex belitung jw, clay ja 1/ja b dan sodium feldspar. Persamaan-persamaan model Economic Order Quantity (EOQ) digunakan untuk menjawab tujuan dari pengendalian persediaan bahan baku base material. Pada model EOQ didapatkan jumlah kebutuhan, banyaknya jumlah setiap pemesanan, frekuensi pemesanan, titik pemesanan ulang (ROP), total biaya pesan (TOC), total biaya simpan (TCC) dan total biaya persediaan (TIC). Hasil perbandingan total biaya persediaan antara model EOQ dan kebijakan perusahaan didapatkan hasil bahwa dengan menggunakan model EOQ dalam tujuh bulan dapat menghemat Rp311.612.769. PT. XYZ dapat meminimalkan biaya persediaan bahan baku base material dengan melakukan perhitungan biaya-biaya yang ditimbulkan. Model EOQ dapat dijalankan ketika semua Departemen yang terlibat dapat bekerjasama dengan baik. PT. XYZ pun harus dapat membuat standar pengendalian persediaan yaitu jumlah setiap kali pemesanan, frekuensi pemesanan, titik pemesanan ulang. Kata kunci: Biaya, EOQ, frekuensi, persediaan, ROP

Page 1 of 15 | Total Record : 149