cover
Filter by Year
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal
Articles
123
Articles
Pengukuran Risiko Operasional Pada Bank Syariah Indonesia (Studi Kasus Bank Syariah XYZ)

Yudiana, Yudi ( PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk ) , Hafidhuddin, Didin ( Universitas Ibn Khaldun (UIKA) ) , Ismal, Rifki

Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 4, No 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.73 KB)

Abstract

The research aimed at calculating the Operational Value at Risk (OpVar) in estimating the probability of the frequency of losses at Sharia Bank of XYZ, analyzing and assessing the event types of operational risks which have a great contribution in the operational losses of the bank, and determining the efficiency levels of the operational value at risk of capital charges of the bank. Measurement of operational risk in this study was conducted using the Loss Distribution Approach (LDA) Aggregated Model, as one of the Advanced Measurement Approach (AMA) models, which theoretically produces more efficient capital charges. The results showed that the contribution of the biggest losses came from the events of business disruption and system failure, execution, delivery & process management and internal fraud. The calculation of the operational risk of the bank conducted using the LDA-Aggregate produced lower capital charges than those using the Basic Indicator Approach.Keywords: Islamic bank, operational risk measurement, advanced measurement approach, loss distribution approachAbstrak: Penelitian ini bertujuan melakukan perhitungan Operational Value at Risk (OpVaR) untuk mengestimasi peluang kejadian kerugian (probability of the frequency of losses) di bank syariah xyz; menganalisis dan mengevaluasi tipe kejadian risiko operasional yang berkontribusi besar pada kerugian operasional bank syariah xyz; menentukan besarnya tingkat efisiensi beban modal risiko operasional bank syariah xyz. Pengukuran risiko operasional dalam penelitian ini menggunakan Loss Distribution Approach (LDA) Aggregated Model sebagai salah satu internal model Advanced Measurement Approach (AMA) yang secara teori menghasilkan beban modal yang lebih efisien. Hasil penelitian menunjukkan kerugian terbesar terdapat pada tipe kejadian business disruption & system failure, execution, delivery & process management dan internal fraud. Perhitungan risiko operasional bank syariah xyz dengan menggunakan Metode LDA-Aggregate menghasilkan beban modal yang lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan metode Basic Indicator Approach.Kata kunci: bank syariah, pengukuran risiko operasional, advanced measurement approach, loss distribution approach

Efisiensi Anggota Bursa Guna Meningkatkan Daya Saing Bisnis Pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN

Syauqi, Muhammad Rifqi, Hakim, Dedi Budiman, Sasongko, Hendro

Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 4, No 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.785 KB)

Abstract

Capital market could provide better financing for companies and offer prospective investment for public. However, capital market has not fully absorbed the potential economics in Indonesia. The efficiency of Securities Company (brokers) in Indonesia should be optimized by the regulator to be able to compete with that from other countries. This paper measured the efficiency level of brokers and their effect on business competitiveness by using the Data Envelopment Analysis (DEA) approach and the regression model. The results found that the efficiency of brokers was relatively low i.e. approximately 0,22. The vast number of brokers with limited capital caused this low efficiency. Brokers with larger-scale companies have a higher efficiency than the smaller ones. The joint venture brokers are relatively efficient, for they usually have large capital. The minimum requirement of Net Adjusted Working Capital (NAWC) is insufficient to strengthen the competitiveness of brokers, and it should be increased from Rp25 billion to Rp100 billion. The increase in this capital is expected to encourage brokers to become more competitive in ASEAN market.Keywords: Competitiveness, Data Envelopment Analysis (DEA), efficiency, Indonesia Stock Exchange (IDX), securities companyAbstrak: Pasar modal belum sepenuhnya optimal memanfaatkan potensi ekonomi Indonesia. Perbankan masih menjadi sumber utama penggerak ekonomi padahal pasar modal menyediakan pilihan yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan perusahaan maupun intsrumen investasi bagi masyarakat. Rendahnya efisiensi Anggota Bursa (AB) dalam menjalankan bisnis transaksi efek perlu diperhatikan regulator agar pasar modal Indonesia mampu bersaing dengan negara lain. Penelitian ini melihat tingkat efisiensi AB dan pengaruhnya terhadap daya saing bisnis transaksi efek melalui Data Envelopment Analysis (DEA) dan model regresi. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa efisiensi AB masih rendah sekitar 0,22. Banyaknya AB bermodal terbatas menyebabkan rendahnya efisiensi ini. AB dengan skala perusahaan lebih besar memiliki efisiensi lebih tinggi dibandingkan AB yang skalanya kecil. AB joint venture tentu relatif efisien karena biasanya memiliki modal yang besar. Persyaratan minimum Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) dinilai belum cukup memperkuat daya saing AB dan sebaiknya ditingkatkan dari Rp25 miliar menjadi Rp100 miliar sesuai hasil estimasi dengan model regresi. Kenaikan MKBD ini diharapkan mendorong AB agar lebih kompetitif dan mampu menguasai pasar di kawasan ASEAN.Kata kunci: Bursa Efek Indonesia (BEI), Data Envelopment Analysis (DEA), daya saing, efisiensi, perusahaan sekuritas

Peran Tenaga Kependidikan Dalam Pengembangan Unit Pendidikan Unggulan Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor

Lanjarsih, Lanjarsih ( Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor ) , Hubeis, Musa ( Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi & Manajemen, Institut Pertanian Bogor ) , Afandi, Farid M. ( Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi & Manajemen, Institut Pertanian Bogor )

Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 4, No 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.739 KB)

Abstract

The high levels of motivation, compensation, organizational culture, and competence of educational personnel greatly affect their performance. As the motivation, compensation, organizational culture and competence of the educational personnel of Faculty of Animal Science Bogor Agricultural University (IPB) in achieving the performance has still not been optimal, this research aimed to analyze the factors affecting the performance of the educational personnel in the Faculty of Animal Science Bogor Agricultural University (IPB), both directly and indirectly i.e. to analyze the effect of compensation on motivation, to analyze the effect of compensation on organizational culture, in which motivation serves as intervening variable, to analyze the effect of compensation on competence, in which organizational culture serves as the intervening variable, and to analyze the effect of motivation on competence. The variables include motivation, compensation, organizational culture, and competence of the academic personnel. The data collection technique was conducted by doing interviews and distributing questionnaires using the Likert scale. The reliability on the data obtained, descriptive analysis and Structural Equation Model (SEM) analysis were utilized. Based on the research results, it is revealed that the compensation variable has a significant effect on the motivation, while the compensation has no significant effects on the organizational culture in which the motivation serves as intervening variable. Thus, compensation has no significant effects on the competence in which the organizational culture serves as intervening variable, and motivation also has no significant effect on the competence.Keywords: motivation, compensation, organization culture and competence, PLSAbstrak: Tinggi rendahnya motivasi, kompensasi, budaya organisasi dan kompetensi tenaga kependidikan sangat memengaruhi kinerja. Penelitian dilakukan karena motivasi, kompensasi, budaya organisasi serta kompetensi tenaga kependidikan Fakultas peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam pencapaian kinerja masih belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja tenaga kependidikan di Fakultas Peternakan IPB baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu menganalisis pengaruh kompensasi terhadap motivasi, menganalisis pengaruh kompensasi terhadap budaya organisasi, dimana motivasi sebagai peubah intervening, menganalisis pengaruh kompensasi terhadap kompetensi dimana budaya organisasi sebagai peubah intervening, menganalisi pengaruh motivasi terhadap kompetensi. Peubahnya adalah motivasi, kompensasi, budaya organisasi dan kompetensi Tendik. Teknik pengumpulan data adalah dengan interview serta kuesioner menggunakan skala Likert. Peneliti menggunakan reabilitas terhadap data yang diperoleh dan selanjutnya menggunakan analisis deskriptif dan analisis Struktural Equation Model (SEM). Dari hasil penelitian diketahui peubah kompensasi berpengaruh nyata terhadap motivasi, kompensasi terhadap budaya organisasi dimana motivasi sebagai intervening tidak berpengaruh nyata, kompensasi tidak berpengaruh nyata terhadap kompetensi dimana budaya ornagisasi sebagai intervening dan motivasi tidak berpengaruh nyata terhadap kompetensi. Kata kunci: motivasi, kompensasi, budaya organisasi dan kompetensi, PLS

Faktor-faktor yang Memengaruhi Pembelian Produk Melalui TV Home Shopping

Rahayu, Maria Tri ( PT Neohaus Indonesia ) , Suharjo, Budi ( Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor ) , Yuliati, Lilik Noor ( Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor )

Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 4, No 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1423.161 KB)

Abstract

This research aimed to improve better understanding on consumer behavior of TV Home Shopping (THS) by identifying the behavior of consumers watching THS, analyzing the effect of THS on consumer interest in purchasing THS products on consumer groups who have needs and who do not, and giving recommendation on THS program development to increase sales. In this research, the data were taken in the form of surveys through direct interviews using questionnaire as the instrument tool. The research data were processed by PLS smart software. The results showed that the respondents’ profiles as THS product buyers were dominated by women (63%), adults (30-39 years old, 51%), high education background (S1, 50%), full-time workers (56%), and middle to upper class communities (42%). There were three major THS channels chosen by the respondents i.e. OShop (47%), Lejel Home Shopping (37%), and MNC Shop (15%). The results of this research identified the primary reasons of purchasing products in THS i.e. product prices, appealing gifts, unique products, trending products, time saving, high quality products, needs for the products, lower prices, convenience by staying at home, and shopping for pleasure /gifts.Keywords: commercial, TV Home Shopping, AIDAAbstrak: Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku konsumen TV Home Shopping (THS) dengan mengidentifikasi perilaku masyarakat dalam menonton THS, menganalisis pengaruh THS terhadap minat konsumen dalam membeli produk THS pada kelompok konsumen yang butuh dan belum butuh, dan memberikan rekomendasi pengembangan program THS untuk meningkatkan penjualan. Pada penelitian ini, data diperoleh dengan metode survei melalui wawancara langsung dengan menggunakan bantuan instrumen kuesioner. Data penelitian diolah dengan bantuan software smart PLS. Hasil olah data memperlihatkan profil responden pembeli produk THS dalam penelitian ini sebagian besar adalah wanita (63%) berusia dewasa (30–39 thn, 51%), memiliki pendidikan cukup tinggi (S1, 50%), bekerja full time (56%) dan berkelas menengah atas (42%). Tiga channel THS pilihan utama responden adalah OShop (47%), Lejel Home Shopping (37%), dan MNC Shop (15%). Hasil penelitian tentang prioritas alasan membeli produk berturut-turut adalah harga produk, hadiah yang menarik, produk unik, produk sedang trend, hemat waktu, produk berkualitas, produk dibutuhkan, harga lebih murah, tidak perlu ketoko, beli untuk kesenangan/hadiah.Kata kunci: Iklan, TV Home Shopping, AIDA

Strategi Bersaing dan Pengukuran Kinerja dengan Pendekatan Resources Base View Perusahaan Komponen Otomotif Indonesia

Purwantoro, Purwantoro ( PT Indokarlo Perkasa ) , Daryanto, Heny K ( Sekolah Bisnis, Institut Pertanian Bogor ) , Djohar, Setiadi ( Sekolah Tinggi Manajemen PPM )

Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 4, No 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1308.42 KB)

Abstract

Indonesia has the highest growth of motor vehicle industry in Southeast Asia. The shifting of central car production has started since 2012 with the initial launch of low cost green car (LCGC). This development was followed by the growth of automotive component industry to support it. To compete in business coverage with high attractiveness industry, strategies and highly capable human resources are required by the company. This research utilized resource-based view in examining the connection between Porter’s competitiveness strategy and company’s human resource and its performance. This research classified human resource configuration into product-based and process-based, and the companies were categorized into strategic groups. Thus, this research examined the different performances between strategic groups. The relationship between human resource configuration and strategies was analyzed to reveal the differences of human resource and its competence in one strategic group and to examine its connection to the company’s performance. The primary finding in this research was the significant differences of performances among strategic groups in which companies in the same group have a distinctive human resource configuration.Keywords: competitiveness strategy, base resource, performance, competitive advantageAbstrak: Indonesia mempunyai pertumbuhan industri kendaraan bermotor tertingi di Asia Teggara. Pergeseran pusat produksi mobil sudah dimulai sejak tahun 2012 dengan diluncurkannya low cost green car (LCGC). Perkembangan ini diikuti oleh tumbuhnya industri komponen otomotif sebagai pendukungnya. Untuk dapat bersaing dalam lingkungan bisnis dengan industry actractiveness yang masih tinggi diperlukan strategi dan capability sumber daya yang unggul bagi perusahaan. Penelitian ini menggunakan resources base view dalam menganalisis keterkaitan antara strategi bersaing Porter, sumber aya perusahaan dan kinerja. Dalam penelitian ini penulis membagi konfigurasi sumber daya menjadi product based dan processs based. Lalu perusahaan-perusahaan ini dikelompokkan dalam grup strategi dan mengukur perbedaan kinerja antara grup strategi. Hubungan antara konfigurasi sumberdaya dan strategi dianalisis untuk mengetahui perbedaan sumber daya dan distinctive competence dalam satu grup strategi dan menganalisis keterkaitannya dengan kinerja perusahaan.Temuan utama dalam penelitian ini adalah bahwa terdapat perbedaan kinerja yang signifikan diantara grup strategi, perusahaan-perusahan dalam satu grup strategi memiliki perbedaan konfigurasi sumber daya.Kata kunci: strategi bersaing, resources base, kinerja, competitive advantage

Efisiensi Kantor Cabang Bank (Studi Kasus: Kantor Kas Bank XYZ di DKI Jakarta)

Maryono, Tri ( PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ) , Machfud, Machfud ( Departemen Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor ) , Baga, Lukman M ( Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor )

Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 4, No 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1364.194 KB)

Abstract

This research aimed to analyze the technical efficiency of XYZ Bank Cash Office in DKI Jakarta. Factors affecting the efficiency level of cash office were also identified i.e. the building rental cost, work force cost, other operational costs, competence of cash office chief, and location of cash office. The performance efficiency was analyzed by Two Stage DEA Analysis using Variable Return to Scale (VRS) with an output maximization approach. Multiple regression technique using Ordinary Least Square (OLS) was utilized to determine the factors affecting the cash office efficiency level in 2015. The results of efficiency analysis showed that the average efficiency score of XYZ Bank cash office in DKI Jakarta in the period of 2013-2015 was relatively inefficient. The regression analysis identified that significant factors statistically affected the efficiency score of cash office in 2015 were the building rental and work force costs. Meanwhile, the other operational costs had no effects on the efficiency level. Dummy variables of cash office chief competence and cash office location affected the efficiency level of BTN bank cash office in DKI Jakarta at a significant rate of (α) 10%. The technical efficiency of XYZ bank cash office in DKI Jakarta was still relatively low, yet it showed an increase in the period of 2013-2015. Cash Offices in different locations have different scores on efficiency level. The selection of qualified and competent human resources in their field and the right selection of cash office location will affect the success of community funding which later affects the office efficiency level.Keywords: OLS, cash office, production approach, two-stage DEAAbstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi teknis dari Kantor Kas milik Bank XYZ di wilayah DKI Jakarta. Selanjutnya mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat efisiensi dari kantor kas yaitu biaya sewa gedung, biaya tenaga kerja, biaya operasional lainnya, kompetensi kepala kantor kas dan lokasi kantor kas. Analisis kinerja efisiensi dilakukan dengan Analisa Two Stage DEA menggunakan Variable Return to Scale (VRS) dengan pendekatan maksimisasi output. Teknik regresi berganda menggunakan Ordinary Least Square (OLS) digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi tingkat efisiensi kantor kas pada 2015. Hasil analisa efisiensi memperlihatkan bahwa rata-rata skor efisiensi kantor kas bank XYZ di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2013–2015 secara relatif masih belum efisien. Analisis regresi menunjukkan bahwa faktor-faktor yang signifikan secara statistik memengaruhi skor efisiensi kantor kas pada tahun 2015, yaitu biaya sewa gedung dan biaya tenaga kerja. Sementara itu, biaya operasional lainnya tidak memengaruhi tingkat efisiensi. Variabel dummy kompetensi kepala kantor kas dan lokasi kantor kas memengaruhi tingkat efisiensi kantor kas bank btn di wilayah DKI Jakarta pada tingkat signifikansi (α) 10%. Efisiensi teknis kantor kas bank XYZ di DKI Jakarta relatif masih rendah namun menunjukkan peningkatan selama tahun 2013–2015. Kantor Kas pada lokasi yang berbeda memiliki rata-rata tingkat efisiensi yang berbeda-beda pula. Pemilihan SDM yang berkualitas dan kompeten dibidangnya dan pemilihan lokasi kantor kas yang tepat akan memengaruhi keberhasilan penghimpunan dana masyarakat sehingga dapat memengaruhi tingkat efisiensi kantornya.Kata kunci: OLS, kantor kas, pendekatan produksi, two stage DEA

Pengaruh Bauran Pemasaran 7P Terhadap Persepsi Konsumen PT Home Credit Indonesia

Indriyati, Ika Novi ( Wellstead Corporate Solutions Pte Ltd ) , Daryanto, Arief ( Sekolah Bisnis, Institut Pertanian Bogor ) , Oktaviani, Rina ( Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor )

Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 4, No 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.305 KB)

Abstract

The happier the customers in using the payments through the system of financing, the more intense the competition has become among finance companies. Therefore, the management needs to consider the factors of marketing mix to determine the appropriate sales strategy. This research aimed to comprehend and analyze the marketing mix and its effect on consumer perceptions, and develop appropriate marketing mix strategy in affecting consumers. The method used in this research was linear regression analysis by using software. The primary data used were collected using Likert scale questionnaire. The results of this research showed the marketing mix variables affecting consumer perception included. the variables of location and convenience. Both affecting variables are referenced to assist consumers and increase their satisfaction and comfort.Keywords: costumer perception, costumer satisfaction, marketing mix, perception, strategyAbstrak: Seiring dengan semakin banyak konsumen yang senang menggunakan kemudahan pembayaran melalui sistem pembiayaan, semakin ketat pula persaingan perusahaan-perusahaan pembiayaan sehingga penting untuk manajemen untuk mempertimbangkan faktor-faktor bauran pemasaran dalam rangka menentukan strategi penjualan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis tentang bauran pemasaran dan pengaruhnya terhadap persepsi konsumen serta mengembangkan strategi bauran pemasaran yang tepat dalam memengaruhi konsumen. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier dengan menggunakan perangkat lunak. Data yang digunakan adalah data primer dengan pengumpulan datanya lewat kuesioner berskala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bauran pemasaran, yang memengaruhi persepsi konsumen adalah variabel lokasi dan kenyamanan. Kedua variabel berpengaruh ini dirujuk dalam rangka memudahkan konsumen dan peningkatan kepuasan dan kenyamanan konsumen.Kata kunci: bauran pemasaran, kepuasan konsumen, persepsi konsumen, persepsi, strategi

Pengembangan Model Bisnis Dan Strategi Pelayanan Kesehatan XYZ

Nurhakim, Ardian surya ( PT. Telkom Indonesia ) , Suparno, Ono ( Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor ) , Nurrochmat, Dodik Ridho ( Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor )

Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 4, No 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1260.271 KB)

Abstract

XYZ is a company engaged in the field of health care. Companies that grow and develop require the right business model in order to achieve their visions and missions. One business model that successfully changed the complex business concept to be simple and understandable is the Business Model Canvas (BMC) developed by Alexander Osterwalder and Yves Pigneur. The objectives of this research were to analyze business models of XYZ organization through business model canvas approach, to identify key factors as strengths and weaknesses affecting the operational of XYZ organization, to formulate a strategy design required for the development of XYZ organization. Out of the nine elements of BMC, four elements were selected as top priorities for the company to improve its business strategy i.e. the elements of key activities, customer relationships, customer segments, and revenue streams. The results of BMC also show that the management needs to improve its business model and strategy for future development of XYZ organization e.g. by adding outlets in strategic places, forming a marketing team, as well as holding periodic training of human resources to optimize HR function.Keywords: business model, health care, HR, BMCAbstrak: XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan. Perusahaan yang bertumbuh dan berkembang membutuhkan model bisnis yang tepat guna mencapai visi dan misi perusahaan. Salah satu model bisnis yang berhasil mengubah konsep bisnis yang rumit menjadi sederhana dan mudah dipahami adalah Business Model Canvas (BMC) yang dikembangkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa model bisnis organisasi XYZ melalui pendekatan model bisnis kanvas, mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang menjadi kekuatan serta kelemahan yang berpengaruh dalam operasional organisasi XYZ, merumuskan rancangan strategi yang diperlukan untuk pengembangan organisasi XYZ. Hasil dari sembilan elemen BMC dipilih empat elemen yang menjadi prioritas utama perusahaan XYZ untuk memperbaiki strategi bisnisnya yaitu pada elemen key activities, customer relationships, customer segments, dan revenue streams. Hasil BMC juga menunjukan bahwa perusahaan perlu melakukan perbaikan model bisnis dan strategi guna pengembangan organisasi XYZ kedepannya, seperti menambah gerai outlet di tempat yang dianggap strategis, membentuk tim marketing, serta melakukan pelatihan SDM secara berkala untuk mengoptimalkan fungsi SDM.Kata kunci: model bisnis, pelayanan kesehatan, SDM, BMC

Pengaruh Indeks Bursa Luar Negeri, Indikator Makroekonomi dan Krisis Ekonomi Global Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Indonesia

Aditya, Aditya ( Sekolah Bisnis, Institut Pertanian Bogor ) , Sinaga, Bonar M. ( Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor ) , Maulana, TB. Ahmad ( Sekolah Bisnis, Institut Pertanian Bogor )

Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 4, No 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1748.168 KB)

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effect of foreign external factors i.e. foreign stock market indicies, world gold prices, and global economic crisis, and domestic external factors i.e. macroeconomic indicators on IHSG. Foreign stock market indices used in this study were DJIA (United States), Nikkei 225 (Japan) and DAX (Germany), while the macroeconomic indicators used included BI rate, inflation rate, and exchange rate of rupiah to USD. Global economic crises involved Subprime Mortgage (America) and European soverign debt (Europe) proxied by dummy crises. The analytical method used in this study was multiple regression analysis on monthly data of 2007-2015 period. The results of this study indicate that DJIA and Nikkei 225 had positively significant effects on IHSG. BI rate, exchange rate of rupiah to USD, and dummy crisis had negative effects on IHSG. Meanwhile, DAX, inflation rate, and world gold price had no significant effects on IHSG.Keywords: foreign stock market indices, macroeconomic indicators, global economic crisis, multiple regression analysisAbstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor eksternal ekonomi luar negeri yaitu indeks harga saham luar negeri, harga emas dunia dan krisis ekonomi global dan faktor eksternal dalam negeri, yaitu indikator makroekonomi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia. Indeks harga saham luar negeri yang digunakan adalah DJIA (Amerika), Nikkei 225 (Jepang) dan DAX (Jerman). Indikator makroekonomi yang digunakan adalah BI rate, Inflasi dan Nilai Tukar rupiah terhadap USD. Krisis ekonomi global meliputi krisis Subprime mortgage (Amerika) dan European Soverign Debt (Eropa) yang diproxy oleh dummy krisis. Analisis menggunakan model regresi berganda dan data bulanan periode 2007-2015. Hasil penelitian menunjukkan DJIA dan Nikkei 225 berpengaruh signifikan positif terhadap IHSG. BI rate, nilai tukar rupiah terhadap USD dan dummy krisis berpengaruh signifikan negatif terhadap IHSG. Sedangkan variabel DAX, inflasi dan harga emas dunia tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG.Kata kunci: indeks bursa luar negeri, indikator makroekonomi, krisis ekonomi global, analisis regresi berganda

Strategi Pengembangan Bisnis Rhythm of Empowerment Dengan Pendekatan Model Bisnis Kanvas

Prasetyo, Budi Bagus ( PT. Cahaya Pagi ) , Baga, Lukman M. ( Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor ) , Yuliati, Lilik Noor ( Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor )

Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 4, No 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1772.522 KB)

Abstract

Rhythm of Empowerment (ROE) is a business division of PT. Cahaya Pagi, focusing on soft skills training. ROE is currently facing various challenges in competition, such as ways to achieve targeted working performance, acceleration in vision/mission accomplishment, and management of ROE human resources to face competition. The objective of this research was to design future ROE business model by using descriptive analysis method on a case study of ROE. The data were colected using Focus Group Discussions, interviews, observations, and literature study. Business model canvas (BMC) and SWOT analysis were used as analysis tools. The research results on customer segment showed an indication of segment expansion. Thus, the results also showed that the proportion value was added with product innovation, channels were strengthened in all lines, customer relationship was optimized by using IT, revenue stream was developed by creating other income, and organization was restructured to improve key human resources. Meanwhile, in the activities, some additional activities were added, key partnership was added with marketing partners and finance, tax, and production consultants. The cost structure was allocated to recruit new partners. In conclusion, ROE needs to improve 9 BMC elements of its current business model to the new BMC of ROE.Keywords: SWOT, BMC, soft skills training, value proposition, channelsAbstrak: Rhythm of Empowerment (ROE) adalah sebuah divisi bisnis dari PT. Cahaya Pagi yang bergerak di bidang pelatihan soft skills. Saat ini ROE memiliki berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi antara lain bagaimana mencapai target kinerja dan melakukan akselerasi untuk mencapai visi dan misi perusahaan serta mengelola sumber daya ROE dalam menghadapi persaingan. Penelitian ini bertujuan merancang model bisnis di masa depan untuk ROE. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif studi kasus pada ROE, tehnik pengambilan data melalui Focus Group Discussion, wawancara, observasi dan studi literatur, sedangkan alat analisa menggunakan model bisnis kanvas (BMC) dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan pada segmen pelanggan, terdapat perluasan segmen. Nilai proposisi ditambah dengan inovasi produk, saluran diperkuat disemua lini, hubungan pelanggan dioptimalkan melalui IT, arus pendapatan ditingkatkan dengan penciptaan pendapatan lain, restrukturisasi organisasi untuk perbaikan sumber daya kunci, sedangkan aktivitas kunci terdapat penambahan beberapa aktivitas, kemitraan kunci ditambah dengan mitra pemasaran dan konsultan keuangan, pajak serta produksi. Struktur biaya ditambahkan untuk perekrutan mitra-mitra baru. Maka dapat disimpulkan bahwa ROE perlu melakukan perbaikan terhadap 9 elemen BMC dari model bisnis saat ini yang dituangkan dalam BMC baru ROEKata kunci: SWOT, BMC, pelatihan soft skills, proporsi nilai, saluran