Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial (EduTech)
ISSN : -     EISSN : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 1 (2018): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial" : 13 Documents clear
Etika Dalam Menyampaikan Pendapat Di Media Sosial Dalam Persfektif Hak Konstitusional Warga Negara Kodiyat, Benito Asdhie
EDUTECH Vol 4, No 1 (2018): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EDUTECH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyampaikan pendapat baik secara lisan maupun tulisan merupakan hak konstitusional bagi setiap warga negara di Indonesia, namun dalam perkembangannya saat ini penyampaian pendapat dimuka umum melalui media sosial sering sekali melanggar aturan maupun melanggar etika yang hidup dalam masyarakat, bahkan sangat sering terjadi perselisihan baik individu maupun kelompok dan membuat keadaan kehidupan berbangsa semakin rumit karena terpecahnya masyarakat dalam berbagai isu terutama politik, Penelitian hukum normatif merupakan penelitian yang datanya bersumber pada data, maka termasuk dalam jenis penelitian hukum normatif. Sifat penelitian ini adalah deskriptif, yang bertujuan untuk memberi gambaran tentang gejala-gejala sosial tentang Kemunduran Etika Dalam Menyampaikan Pendapat Di Media Sosial Dalam Persfektif Hak Konstitusional Warga Negara. Sumber data penelitian berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik studi dokumen, yang dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Berangkat dari pikiran inilah sepertinya perlu dicari jawaban atas masalah masyarakat dalam menyampaiakan pendapat sebagai hak konstitusional tetapi tidak melanggar nilai-nilai etika yang hidup di tengah masyarakat.Kata Kunci: Kemunduran Etika, Pendapat, Hak Konstitusional Warga Negara
Penyelesaian Sengketa Secara Arbitrase Untuk Melindungi Konsumen Melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Riza, Faisal; Abduh, Rachmad
EDUTECH Vol 4, No 1 (2018): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EDUTECH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.494 KB)

Abstract

Pengaturan prosedur beracara yang baik sangat berperan penting dalam penegakan hukum.Suatu hukum acara yang baik adalah yang menjamin bahwa roda pengadilan dapat berjalan lancar agar putusan pengadilan dapat diperoleh dengan adil, tidak berat sebelah dan dalam waktu yang singkat.Biaya yang diperlukan untuk memperoleh keputusan, beserta realisasinya tidak terlampau memberatkan para pencari keadilan dalam hal ini konsumen. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan penguatan terhadap lembaga di luar pengadilan yang mempunyai tugas menyelesaikan sengketa konsumen. Undang-Undang memberikan jalan alternatif dengan menyediakan penyelesaian sengketa di luar pengadilan dengan cara konsiliasi, mediasi dan arbitrase. Sebagai bagian dari penyelesaian sengketa alternatif, maka tata cara penyelesaian sengketa konsumen melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dilakukan sangat sederhana dan sejauh mungkin dihindari suasana yang formal.Meskipun digunakan terminologi arbitrase dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen, tetapi undang-undang tersebut sama sekali tidak mengatur mekanisme arbitrase-nya. Arbitrase dalam perlindungan konsumen tidak sama dengan mekanisme arbitrase dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, sehingga timbul pertentangan antara arbitrase dalam putusan BPSK dengan putusan arbitrase dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa yang harus memerlukan penafsiran lebih lanjut. Jika merujuk pada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, maka konsumen cenderung tidak terlindungi hak-haknya. Tetapi karena tugas dan kewenangan BPSK adalah menyelesaikan sengketa konsumen dengan cara mediasi, konsiliasi dan arbitrase, maka BPSK harus menerapkan model arbitrase yang lain selain dari yang ditentukan oleh undang-undang tersebut. Apabila ini dilakukan, maka perlindungan terhadap konsumen dan pelaku usaha niscaya terwujud.Kata Kunci: Sengketa, Konsumen, Arbitrase
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penguasaan Keterampilan Korespondesi Pada Mahasiswa Matakuliah English For Secretary Program Studi Bahasa Inggris Umsu Artha, Dewi Juni
EDUTECH Vol 4, No 1 (2018): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EDUTECH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.692 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penguasaan keterampilan korespondensi pada mahasiswa mata kuliah English for Secretary FKIP UMSU, untuk mengetahui besarnya angka persentase dari faktor-faktor tersebut terhadap penguasaan keterampilan korespondensi pada mahasiswa, untuk mengetahui faktor yang yang tertinggi dan terendah yang mempengaruhi penguasaan keterampilan korespondensi atau surat menyurat pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penguasaan  keterampilan korespondensi atau surat menyurat pada mahasiswa, faktor yang paling tinggi dan paling rendah yang mempengaruhi penguasaan keterampilan korespondensi atau surat menyurat pada mahasiswa dan besarnya persentase dari faktor –faktor tersebut dengan cara mengerjakan tes tertulis  dan mengisi angket.Hasil menunjukkan skor total jawaban mahasiswa benar sebanyak 50 jawaban atau sama dengan 33,3%, sedangkan skor terendah diperoleh sebanyak 14 jawaban benar atau sama dengan 9,3%. Faktor kurangnya kepercayaan diri menggunakan bahasa Inggris menjadi faktor yang dominan yaitu sebesar 84% dan anggapan belajar korespondensi adalah tidak penting merupakan faktor yang paling rendah yaitu sebesar 46%Kata Kunci : Korespondensi, Sekretaris
Menelisik Dimensi Etika Dalam Kegiatan Ekonomi Menurut Perspektif Islam Martinelli, Ida
EDUTECH Vol 4, No 1 (2018): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EDUTECH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.397 KB)

Abstract

Dalam ekonomi konvensional, etika bukanlah sesuatu yang penting bahkan diabaikan. Pengabaian terhadap etika tersebut menghasilkan sistem ekonomi yang tidak  berperikemanusiaan, karena hanya mensejahterakan pemilik modal sehingga melupakan sisi kemanusiaan dan tanggungjawab sosial. Berbeda halnya dengan system ekonomi Islam, yang mengharuskan bahwa setiap kegiatan ekonomi harus ada content etikanya. Urgensi etika dalam kegiatan ekonomi dalam Islam, bertujuan untuk menghilangkan unsur hewani dalam diri manusia, sehingga sistem ekonomi dalam Islam lebih manusiawi, bertanggungjawab kepada manusia lainnya, juga tanpa melupakan unsur sosialnya sehingga mampu mensejahterakan manusia.Kata kunci: dimensi, etika, ekonomi, Islam
MItra Bebestari Bebestari, Mitra
EDUTECH Vol 4, No 1 (2018): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EDUTECH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.308 KB)

Abstract

Mitra Bebestari
Analisis Diskriminan Penggunaan Facebook di Kalangan Anak Remaja Sitompul, Dian Novianti
EDUTECH Vol 4, No 1 (2018): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EDUTECH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.589 KB)

Abstract

Analisis Diskriminan Linear digunakan untuk mengklasifikasikan individu kedalam salah satu dari dua kelompok atau lebih Penelitian ini berisi tentang kajian pengguna aktif dan pengguna tidak aktif facebook. Yang menjadi responden adalah siswa-siswa SMP negeri 27 Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan antara siswa aktif menggunakan facebook dengan siswa yang tidak aktif menggunakan facebook yang terdiri dari variable keaktifan, frekuensi akses dalam menggunakan facebook, durasi dalam mengakses facebook, frekuensi upload foto/ video, frekuensi update status, dan frekuensi membagikan tautan. Variabel durasi dalam mengakses facebook, frekuensi upload foto/ video, frekuensi update status, dan frekuensi membagikan tautan merupakan variable pembeda antara pengguna aktif dan pengguna tidak aktif facebook. Hal ini terkait dengan fungsi facebook yang digunakan oleh berbagai kalangan dimana kemudahan mengakses penggunaannya akan berpengaruh terhadap jumlah keaktifan pengguna facebook. Terbukti dengan jumlah pengguna aktif facebook lebih besar dari pada yang tidak aktif. Model diskriminan yang terbentuk ternyata valid untuk digunakan karena tingkat ketepatannya cukup tinggi yaitu 75%.Kata Kunci: Facebook, Analisis Diskriminan,
Fungsi Hakam Dalam Menyelesaikan Sengketa Rumah Tangga (Syiqaq) Dalam Peradilan Agama Irfan, Irfan
EDUTECH Vol 4, No 1 (2018): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EDUTECH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.484 KB)

Abstract

Perjalanan kehidupan rumah tangga tidak selamanya berjalan mulus, dan tidak selamanya suami istri dapat mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Ketika perkawinan (rumah tangga) timbul suatu konflik atau pertengkaran yang dapat membahayakan keutuhan sebuah keluarga (syiqaq), maka angkatlah penengah diantara mereka atau hakam guna mendamaikannya. Pegangkatan hakam, ialah mengutus juru damai yang disebut hakam dari pihak keluarga perempuan dan pihak keluarga laki-laki untuk mendamaikan persengketaan atau perselisihan suami istri itu. Hakam semaksimal mungkin berusaha untuk mendamaikan suami istri itu, apabila tidak berhasil maka hakam boleh membuat suatu kesimpulan bahwa kedua belah pihak sulit untuk didamaikan.Fungsi hakam dalam menyelesaikan sengketa rumah tangga (syiqaq) dalam Peradilan Agama, hanya dengan alasan syiqaq maka hakam itu ada dan diangkat. Karena syiqaq ialah adanya perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus antara suami  istri. Syiqaq diatur dalam Pasal 76 ayat (1) Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama. Fungsi hakam selaku juru damai dalam penyelesaian sengketa perceraian hanya sebatas memberikan usulan pendapat dan pertimbangan dari hasil yang telah dilakukan, kepada hakim, hakam tidak memiliki kewenangan untuk menceraikan.Kata Kunci: Fungsi, Hakam, Sengketa, Rumah Tangga
PELABELAN HARMONIS GANJIL PADA GRAF 2S_n 〖(C〗_4,n) Amri, Zulfi; Aulia, Ardina; Syella, Army; Pratamal, Harisma; Ramadhani, Safitri; ,, Chairunnisa
EDUTECH Vol 4, No 1 (2018): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EDUTECH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.595 KB)

Abstract

Graf G = (V,E)  dengan V merupakan suatu himpunan simpul yang tidak kosong dan E merupakan suatu himpunan busur yang boleh kosong. Setiap graf yang dapat diberi pelabelan harmonis ganjil disebut dengan graf harmonis ganjil yaitu graf dengan fungsi  yang bersifat injektif sedemikian sehingga menginduksi suatu fungsi  yang bersifat bijektif,  didefinisikan oleh                                dan fungsi  merupakan fungsi pelabelan harmonis ganjil dari graf tersebut. Graf  adalah graf yang dibentuk dari k graf lingkaran  dengan dua simpul pusat persekutuan  dan . Pada makalah ini akan ditunjukkan bahwa graf     memenuhi sifat pelabelan harmonis ganjil sedemikian sehingga graf  adalah graf harmonis ganjil.Kata kunci: pelabelan harmonis ganjil, graf  
Ananalysis Of The Students’ Error In Writing Descriptive Text Syahputri, Diani; Masita, Siti
EDUTECH Vol 4, No 1 (2018): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EDUTECH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.692 KB)

Abstract

This study deals with an analysis on students’ errors in writing Decsriptive text. The objectives of this study were  to find out the kinds of error made by students in writing descriptive text, and to find out the most dominant kinds of error made by students in writing descriptive text. This study was conducted at SMP SWASTA BUDI SETIA SUNGGAL with the number of population was 175 students of eight grade students. They were into five classes. By using random sampling was conducted to take the sample of research. The total sample was 35 students of eight grade students. Written test as the instrument was used in this research. The method of the research was descriptive quantitative method. The research of this study is only one week. The result of the test showed that there were four types of error in writing. They were omission, addition, misformation and misordering. The dominant types of error in writing descriptive text was omission with 86 or 43% error, then misformation with 45 or 22.5%. Next misordering error with 39 or 19.5%. And the last addition error with 30 or 15%. The cause of error found in students” writing text, they were intralingual interference, interlingual interference and carelessness.Key Word :Error Analysis,Writing,Descriptive Text,
Efektivitas Penerapan Remedial Teaching Terhadap Peningkatan Kemampuan Siswa Dalam Memahami Pelajaran Sururiyah, Lailatus
EDUTECH Vol 4, No 1 (2018): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EDUTECH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.647 KB)

Abstract

Remedial teaching is a teaching of improvement in the school curriculum system. There is also a call by the term corrective instruction. This refinement teaching is a complement to the overall teaching process. Teaching this improvement needs to be mastered at least known by the teacher of the subject or the lecturer at the school. Remedial teaching is a form of teaching that is healing or corrective. Or with a brief teaching that makes it good. Educational services provided to learners to improve their learning achievements so as to achieve defined completeness criteria and activities aimed at helping students who have difficulty in mastering the subject matter. Remedial teaching aims to enable students to achieve the learning objectives that have been set at least in accordance with the minimum degree of mastery. Found bahwasannya Learners have the ability and characteristics yamg different. In accordance with the abilities and different characteristics of the problem is faced pesrta different also. In carrying out the learning, an educator needs to respond to the difficulties encountered and the advantages possessed by learners. In essence all learners will be able to achieve the standard conferences specified, only the time achievement is different. There are slow learners in the mastery of a material and there are also very fast learners in the mastery of the material. If there is a learner who does not reach a predetermined competency, then the school performs an action that is the remedial learning program or improvement. Remedial is required for learners who have not achieved the minimum capability set out in the lesson plan. The provision of remedial learning programs is based on the background that educators need to pay attention to individual differences in learners. Remedial teaching thus plays an important role in improving the ability of students in understanding the lesson.Kata Kunci: Remedial Teaching, Peningkatan Kemampuan, Siswa, Pelajaran

Page 1 of 2 | Total Record : 13