cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24067489     EISSN : 24069337     DOI : -
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis (JITRO) adalah jurnal ilmiah mempublikasikan hasil penelitian dan review bidang peternakan.
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2015): JITRO, Januari" : 8 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN DEDAK PADI FERMENTASI TERHADAP PERTUMBUHAN AYAM BROILER Ananto, Munaji Dwi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 2, No 1 (2015): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.82 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Dedak Padi Fermentasi terhadap Pertumbuhan Ayam Broiler. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2013 bertempat dikandang Ayam Broiler Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo, Kendari, Penelitian ini menggunakan 48 ekor DOC (day old chick) broiler unsexed strain avian CP707 produksi PT. Charoen Phokhpand Makassar yang dibagi ke 12 petak kandang dan masing-masing petak berisi 4 ekor DOC. Ada empat konsentrasipenggunaan dedak padi fermentasi yang diterapkan dalam percobaan ini yaitu: 0% dedak padi fermentasi dalam ransum komersial (R0), 5% dedak padi fermentasi dalam ransum komersial (R1), 10% dedak padi fermentasi dalam ransum komersial (R2), dan 15% dedak padi fermentasi dalam ransum komersial (R3). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan dedak padi fermentasi dalam ransum komersial tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan dedak padi fermentasi dalam ransum komersial pada taraf 15% dapat diberikan pada ayam broiler mulai umur 2 minggu tanpa berpengaruh negatif pada konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum.   Kata Kunci: Ayam Broiler, Dedak padi fermentasi, Konsumsi ransum, PBB, ABSTRACT
PENGARUH LOKASI OTOT DAN BAHAN PENGISI TERHADAP KUALITAS KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SOSIS SAPI Aris, Hasmiarni; Hafid, Harapin; Zulkarnain, Deki
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 2, No 1 (2015): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.89 KB)

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah mengkaji pengaruh lokasi otot dan bahan pengisi terhadap kualitas kimia sosis sapi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial. Faktor pertama (A) adalah BF (A1), LD (A2) dan PP (A3).  Faktor kedua (B) adalah 10% (B1), 20% (B2) dan 30% (B3). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukan, interaksi lokasi otot dengan bahan pengisi berpengaruh yang sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar protein, kadar lemak, kadar air, kadar abu dan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar karbohidrat tetapi tidak berpengaruh nyata (p>0,05)  terhadap kualitas organoleptik.  Secara mandiri lokasi otot berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar protein, kadar lemak, kadar air, kadar abu, warna, tekstur dan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar karbohidrat, keempukan dan aroma tetapi tidak berpengaruh nyata (p>0,05)  terhadap citarasa sosis.  Secara mandiri bahan pengisi memberikan pengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar protein, kadar lemak, kadar air, kadar abu, keempukan dan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar karbohidrat dan aroma tetapi tidak berpengaruh nyata (p>0,05)  terhadap warna dan citarasa sosis sapi.  Dapat disimpulkan interaksi lokasi otot dan bahan pengisi pada kualitas kimia, perlakuan pectoralis profundus (PP) dengan bahan pengisi 10%, baik digunakan dalam pembuatan sosis karena mengandung lemak yang rendah dan protein yang tinggi serta kualitas organoleptik yaitu longissimus dorsi (LD) dengan bahan pengisi 10% dilihat dari tingkat kesukaan panelis.   Kata kunci: Lokasi otot, Pengisi, Organoleptik, Sosis.
KARATERISTIK HABITAT MALEO (Macrocephalon male SAL MULER 1846) DI TAMAN NASIONAL RAWA AOPA WATUMOHAI (TNRAW) Nafiu, La Ode; Aku, Achmad Selamet; Rusdin, Muh.; Saili, Takdir; Nurhalim, .
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 2, No 1 (2015): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.981 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik habitat burung maleo di TNRAW, yang berlangsung pada bulan Maret-April 2013 di Resort Langkowala Desa Watu-watu, kecamatan Lantari Jaya, TNRAW Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Survei lapangan dilakukan untuk mengamati kondisi habitat maleo, mengidentifikasi flora dan fauna, mengambil sampel yang diperlukan untuk pengamatan laboratorium dan melakukan wawancana langsung dengan petugas TNRAW dan masyarakat di sekitar lokasi pengamatan. Pengamatan suhu dan kelembaban udara dilakukan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahwa habitat burung maleo di kedua lokasi terdiri dari pohon-pohon dengan ketinggian yang berkisar antara 15-30 meter dan semak belukar, tetapi kedua lokasi memiliki perbedaan jenis dan jumlah vegetasi, (2) pada lokasi pertama, kedalaman lubang bertelur rata-rata 43.33 cm dan lokasi kedua rata-rata 42.66 cm, (3) pada pukul 08.00, sarang bertelur maleo di lokasi pertama memiliki temperatur 28,930C dengan kelembaban 94,75%, sedangkan lokasi kedua adalah 29,960C, dengan kelembaban 94,04%. Pada pukul 13.00, temperatur di dua lokasi bertelur tidak jauh berbeda, yaitu sekitar 31,86oC, dengan kelembaban 94%. Pada pukul 17.00, di lokasi peneluran pertama memiliki temperatur sekitar 32,110C dengan kelembaban 93,98%, sedangkan pada lokasi kedua adalah 31,970C, dengan kelembaban 93,59%.Secara umum dapat disimpulkan bahwa karakteristik habitat burung maleo di TNRAW dicirikan oleh adanya pepohonan dengan tinggi berkisar 15–30 meter dan semak belukar. Disamping itu, tekstur tanah yang dominan adalah berpasir, dengan kedalaman lubang peneluran berkisar 35–55 cm dan rata-rata 43 cm.Kata kunci : maleo, karateristik habitat, TNRAW
SUSUT MASAK DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK BAKSO DAGING SAPI DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG SAGU PADA LEVEL YANG BERBEDA Rosita, Fera; Hafid, Harapin; Aka, Rahim
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 2, No 1 (2015): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.341 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk olahan daging dengan kualitas yang lebih baik dan untuk mengevaluasi daya suka konsumen terhadap bakso daging sapi dengan penambahan level tepung sagu yang berbeda melalui uji fisik dan organoleptik telah dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo Kendari pada bulan Januari 2013. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yaitu 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah penambahan tepung sagu dengan level 15% (P1), 25% (P2) dan 35% (P3). Variabel penelitian meliputi susut masak dan kualitas organoleptik (rasa, aroma, warna, tekstur dan keempukan). Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan tepung sagu 25% dan 35% menghasilkan susut masak yang lebih rendah daripada penambahan tepung sagu 15%. Penambahan tepung sagu 15% dan 25% menghasilkan rasa dan keempukan yang lebih baik daripada penambahan tepung sagu 35%. Aroma bakso memiliki rataan skor 3 (cukup disukai), warna bakso memiliki rataan skor 3 (agak abu-abu) dan tekstur bakso memiliki rataan skor 3 yang dikategorikan (agak kasar). Disimpulkan bahwa penambahan level tepung sagu yang berbeda mempengaruhi susut masak (p<0,01), rasa dan keempukan (p<0,05) produk olahan dan tidak mempengaruhi aroma, warna dan tekstur produk olahan.Kata kunci : Bakso, Kualitas fisik, Organoleptik, Tepung sagu
ANALISIS GENETIK AYAM TOLAKI PADA MASA PERTUMBUHAN Badaruddin, Rusli; Nafiu, La Ode; Pagala, Muh. Amrullah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 2, No 1 (2015): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.874 KB)

Abstract

Ayam Tolaki merupakan ayam lokal Konawe, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari  Sifat fenotip dan genetik pada pertumbuhan ayam Tolaki. Dari 5 kelompok perkawinan 5 ekor pejantan dan 15 ekor induk masing-masing kelompok 1 ekor pejantan dengan 3 ekor induk dihasilkan 144 ekor anak ayam Tolaki yang terdiri dari (78 ekor jantan dan 66 ekor betina), yang diberi pakan secara adlibitum.  Pengamatan meliputi :, Komponen variansi digunakan untuk mengistimasi nilai-nilai genetik (heritabilitas) sifat pertumbuhan ayam Tolaki. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan ayam jantan lebih cepat dibandingkan ayam betina . kemampuan sifat pertumbuhan ayam Tolaki berdasarkan komponen variansi jantan, betina dan variansi induk cukup berfluktuasi. Pewarisan sifat pertumbuhan berdasarkan komponen variansi jantan (ĥ2s) tinggi pada umur 0 sampai 12 minggu dan bernilai positif Kata kunci : Genetik, Heritabilitas, Ayam Tolaki dan Pertumbuhan  
EFEKTIVITAS PEMBERIAN SERBUK KUNYIT, BAWANG PUTIH DAN MINERAL ZINK TERHADAP KADAR KOLESTEROL DARAH PADA BROILE Auza, Fuji Astuty; Tasse, Andi Murlina
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 2, No 1 (2015): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.774 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari pemberian kunyit (3%), bawang putih (5%) dan mineral zink (180 ppm) terhadap kadar kolesterol darah broiler.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pakan Terpadu Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin dengan menggunakan DOC sebanyak 100 ekor broiler dari Strain Arbor Acres 707, dibagi ke dalam 5 perlakuan dan 4 ulangan yang setiap perlakuan terdiri atas 5 ekor. Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan diuji lanjut dengan uji ortogonal kontras. Ransum perlakuan R0 (ransum jadi atau kontrol), R1 (ransum jadi + serbuk bawang putih 5% + serbuk kunyit 3%, R2 (ransum jadi + serbuk bawang putih 5% + ZnO 180 ppm), R3 (ransum jadi + serbuk kunyit 3% + ZnO 180 ppm), R4 (ransum jadi + serbuk bawang putih 5% + serbuk kunyit 3% + ZnO 180 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian serbuk bawang putih, kunyit dan mineral zink dalam pakan menurunkan terhadap parameter kadar kolesterol darah. Kombinasi serbuk bawang putih (5%) dan ZnO (180 ppm) pada perlakuan R2 efektif menurunkan kadar kolesterol total, LDL, trigliserida dan meningkatkan kadar HDL dalam darah.Kata kunci : Kunyit, Bawang putih, Zink, Kolesterol darah.
STUDI KUALITAS FISIK, KIMIA DAN MIKROBIOLOGI KARKAS AYAM BROILER DI BEBERAPA PASAR TRADISIONAL DI KOTA KENDARI Irawan, Fanny Yulia; Hafid, Harapin; Asminaya, Nur Santy
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 2, No 1 (2015): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.207 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji kualitas fisik dan mikrobiologi karkas ayam broiler dibeberapa pasar di Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna sampel karkas ayam broiler bagian dada pada pasar Mandonga dan Kota sangat pucat 1,62 dan 1,50 sedangkan pasar Bonggoeya pucat (2,25).  Warna sampel karkas ayam broiler bagian paha pada pasar Mandonga sangat pucat (1,62), pasar Kota pucat (2,25) dan pasar Bonggoeya agak pucat (3).  Susut masak karkas bagian dada pada pasar Kota (13,85%), pasar  Mandonga (19,72%) dan Bonggoeya (28,43%).  Susut masak karkas ayam broiler pada bagian paha pasar Kota sebesar (17,42%) dan pasar Mandonga sebesar (26,62%).  Rataan pH sampel karkas ayam broiler bagian dada pada pasar Mandonga (6,33), Kota 5,98 dan Bonggoeya (6,25).  Sedangkan rataan pH sampel karkas ayam broiler bagian paha pada pasar Mandonga  (6,40), Kota (6,40) dan Bonggoeya (6,53).  Rataan TPC tertinggi karkas ayam broiler bagian dada yang berasal dari pasar Kota yakni (1,98 x 106 koloni/g), sedangkan tingkat cemaran terendah terdapat pada sampel yang berasal dari pasar Mandonga yakni (1,25 x 106 koloni/g).  Jumlah koloni TPC karkas ayam broiler bagian paha pada pasar Kota 3,08 x106 koloni/g dan pasar Bonggoeya (1,99 x 106 koloni/g).  E. coli Karkas ayam broiler bagian dada pada pasar Mandonga (3,45 x 101 koloni/g), dan pasar Bonggoeya  (3,12 x 101 koloni/g, sedangkan karkas ayam broiler bagian paha terdapat di pasar Kota (3,99 x 101 koloni/g), dan pasar Bonggoeya (3,12 101 koloni/g) dan pasar Mandonga (3,66 x101 koloni/g).  Jumlah koloni S. aureus karkas ayam broiler bagian dada di pasar Kota (5,42 x 101 koloni/g), Mandonga dan Bonggoeya yakni (3,93 x 101 koloni/g).   Sedangkan karkas ayam broiler bagian paha pada pasar Kota  3,93 x 101 koloni/g dan pasar Bonggoeya (3,27 x101 koloni/g), pasar Mandonga (3,12 x 101 koloni/g). Kata kunci: Karkas ayam broiler, Pasar tradisional, Kualitas fisik, Mikrobiologi
KUALITAS NUGGET DAGING AYAM PETELUR AFKIR YANG DISUBTITUSI OTAK SAPI Nusdiani, Nusdiani; Nuraini, Nuraini; Syam, Adnan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 2, No 1 (2015): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.494 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memanfaatkan hasil sampingan karkas sapi dan meningkatkan nilai guna serta mengevaluasi tingkat kesukaan konsumen melalui uji nilai kesukaan dan uji fisik. Penelitian ini  dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo, Kendari pada bulan Februari sampai bulan Maret 2012. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap, 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas N1= daging ayam ras petelur afkir 100% dan otak sapi 0%, N2= daging ayam ras petelur afkir 90% dan otak sapi 10%, N3= daging ayam ras petelur afkir 80% dan otak sapi 20%, dan N4= daging ayam ras petelur afkir 70% dan otak sapi 30%. Variabel penelitian meliputi uji fisik (pH dan susut masak) dan uji sensorik (warna, aroma, tekstur, rasa, keempukan dan penampakan umum).  Hasil penelitian menunjukan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap nilai pH dan susut masak nugget dimana subtitusi otak sapi pada nugget daging ayam petelur afkir hingga 30% meningkatkan nilai pH dan menurunkan susut masak serta tidak memberikan pengaruh yang nyata (p>0,05) terhadap nilai kesukaan nugget. Otak sapi dapat digunakan hingga 30% dalam pembuatan nugget daging ayam petelur afkir. Kata kunci:  Nugget, Kualitas fisik, Tingkat kesukaan, Daging ayam dan Otak sapi

Page 1 of 1 | Total Record : 8