cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Medula
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 81 Documents
HUBUNGAN HIPERURISEMIA, OBESITAS DAN RIWAYAT MEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI Eso, Amirudin; Hamra, M. Yusuf; Ahmadi, Adhytya Pratama
Medula Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Medula

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.117 KB)

Abstract

Hypertension is a common clinical problem. Hyperuricemia, obesity, and smoking history are assumed to have  a  relationship  with  hypertension  in  adult.  This  study  was  conducted  to  figure  out  the  association  between hyperuricemia, obesity and smoking history with hypertension. Observational method with cross-sectional approach was used in this study. The study was conducted in Laboratorium Klinik Prodia Kendari. Sixty-two samples consist of men and women aged 18-65 years were taken by quota sampling. Blood pressure, body mass index, and blood chemistry result were collected during medical check-up. Smoking history data was collected with direct interview. Chi-square  and  binary  logistic  regression  analysis  were  used  to  analyze  the  data  (α=0,05).  There  were  50% hypertensive  subjects  and  50%  non-hypertensive  subjects.  Hyperuricemia  had  a  moderate  association  with hypertension (p=0,000; r=0,455). Obesity had a weak association with hypertension (p=0,020 ; r=0,248). Smoking history  also  had  a  weak  association  with  hypertension  (p=0,022  ;  r=0,279).  In  multivariate  analysis  with confounding factors, only hyperuricemia that had an independent influence to hypertension (p= 0,00 ; OR 25,4 ; 95% CI 4,1-156,1), followed by HDL abnormality (p=0,04 ; OR=14,15 ; 95% CI=2,3-84,2) and total cholesterol (p=0,02  ;  OR=22,4  ;  95%  CI=3,2-153,8).  Hyperuricemia,  obesity,  and  smoking  history,  were  associated  with hypertension. Only hyperuricemia had the independent influence to hypertension. Key words: Hyperuricemia, obesity, smoking history, hypertension
Hubungan Umur, Jenis Kelamin, dan Hipertensi dengan Kejadian Stroke Sofyan, Aisyah Muhrini; Sihombing, Ika Yulieta; Hamra, Yusuf
MEDULA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.039 KB)

Abstract

Stroke adalah penyakit neurologi yang paling mengancam kehidupan. Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terdapat 500.000 penduduk yang terkena serangan stroke. risiko stroke meningkat seiring dengan berat dan banyaknya faktor risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, jenis kelamin dan hipertensi dengan kejadian stroke pada pasien yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2012. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. besar sampel penelitian adalah 220 orang, yang diambil dengan menggunakan teknik systematic random sampling. Pengumpulan data diperoleh dari catatan rekam medik dan dianalisis dengan menggunakan uji statistic Chi-Square. dari hasil penelitian, ditemukan penderita stroke sebanyak 77 orang (35%) dan bukan stroke sebanyak 143 orang (65%). Kejadian stroke ditemukan paling banyak pada golongan umur > 55 tahun (67,5%), jenis kelamin laki-laki (52%) dan penderita hipertensi (88,3%). Dari hasil analisis bivariat, nampak bahwa variabel umur berhubungan dengan kejadian stroke (p=0,000) dan variabel jenis kelamin tidak berhubungan dengan kejadian stroke (p=0,308). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara umur dan hipertensi dengan kejadian stroke, sedangkan jenis kelamin tidak berhubungan dengan kejadian stroke. Kata Kunci: kejadian stroke, umur, jenis kelamin, hipertensi
Faktor-Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Gangguan Pendengaran pada Karyawan Tambang Asrun, Asriani Asrun; Zamrud, L.M.; Sudayasa, I Putu
MEDULA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.384 KB)

Abstract

Gangguan pendengaran akibat bising ialah gangguan pendengaran yang disebabkan akibat terpajan oleh bising yang cukup keras dalam jangka waktu yang cukup lama dan biasanya diakibatkan oleh bising lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebisingan lingkungan kerja, lama waktu kerja, lama masa kerja dan pemakaian alat pelindung telingasebagai faktor risikogangguan pendengaranpada pekerja tambang. Jenis penelitian adalah studi deskriptif analitik dengan rancangan case control, dilakukan dengan pengambilan data sampel kasus gangguan pendengaran, hasilpemeriksaan audiometri kesehatan kerja PT. Antam Pomalaa Kabupaten Kolaka pada tahun 2012. Sampel dalam penelitian ini 140 responden, yang diambil secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebisingan lingkungan kerja merupakan faktor risiko kejadian gangguan pendengaran (OR=3,795; 95 % CI=1,866-7,716), lama waktu kerja merupakan faktor risiko gangguan pendengaran(OR= 2,333 ; 95 % CI=1,166-4,668), lama masa kerjamerupakan faktor risiko gangguan pendengaran (OR= 2,389 ; 95 % CI=1,212-4,708) dan pemakaian alat pelindung telinga merupakan faktor risiko gangguan pendengaran (OR= 3,299 ; 95 % CI= 1,641-6,631). Simpulannya, kebisingan lingkungan kerja, lama waktu kerja, lama masa kerja, dan pemakaian alat pelindung telinga merupakan faktor risiko kejadian gangguan pendengaran pada karyawan tambang. Kata kunci : gangguan pendengaran, karyawan pt. antam pomalaa, pertambangan, faktor risiko, kebisingan lingkungan kerja, pemakaian alat pelindung telinga.
ANALISA FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU Harfadhilah, Dhilah; Noor, Nur Nasry; Sunarka, I Nyoman
MEDULA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.828 KB)

Abstract

WHO Report 2009 menyatakan bahwa Indonesia menempati peringkat kelima dari 22 negara di dunia dengan jumlah penderita TB terbanyak. Diperkirakan jumlah pasien TB di Indonesia sebanyak 0.34 sampai 0.52 juta kasus atau sekitar 5.7% dari jumlah penderita TB di dunia. Laporan P2TB Kota Kendari tahun 2011 tercatat penderita TB Paru BTA (+) sebanyak 448 kasus. Lingkungan merupakan salah satu faktor risiko yang mempengaruhi kejadian TB paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko kondisi lingkungan terhadap kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Poasia tahun 2011-2012. Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol dengan variabel independen yang diteliti adalah kepadatan hunian rumah, ventilasi, jenis dinding, jenis lantai rumah dan kontak serumah dengan keluarga yang menderita TB paru. Besar sampel untuk penelitian ini menggunakan total pada tahun 2011-September 2012, yaitu 68 sampel untuk kasus dan 68 sampel untuk kontrol. Analisis data untuk mengetahui besarnya risiko variabel independen dapat dilihat dari nilai Odds Ratio. Hasil analisis menunjukkan bahwa 5 variabel diperkirakan sebagai faktor risiko TB Paru, yaitu : Kepadatan hunian rumah (OR:7.756, CI 95%:3.546-16.967), ventilasi (OR:6.651, CI 95%:3.145-14.068), jenis lantai (OR:6.217, CI 95%:2.952-13.095), jenis dinding (OR:1.548, CI 95%:1.277-5.753), dan kontak serumah dengan keluarga yang TB (OR:18.962, CI 95%:2.426-148.192). Disarankan perlunya penyuluhan tentang syarat rumah sehat, perilaku hidup sehat, dan peningkatan kerja sama lintas sektoral yang lebih komprehensif dan adekuat.Kata kunci : tuberkulosis paru, faktor risiko lingkungan
Efek Pemberian Ekstrak Etanol Akar Rumput Belulang (Eleusine indica l. Gaertn) Terhadap Penurunan Jumlah Bakteri pada Mencit (Mus musculus) yang Diinokulasi Salmonella typhi Fitra, Idhul Ade Rikit; Sahidin, Sahidin; Karim, Abdul
Medula Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Medula

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.5 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek dari pemberian ekstrak etanol akar rumput belulang (E. indica L. Gaertn) terhadap penurunan jumlah bakteri pada hepar mencit (Mus musculus) yang diinokulasi S. typhi.Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan the post-test only control group design. Dua puluh ekor mencit dibagi menjadi 4 kelompok, satu kelompok kontrol dan tiga kelompok uji. Kelompok I tidak diberi ekstrak etanol akar rumput belulang sebagai K. Kelompok II diberi ekstrak etanol akar rumput belulang dengan dosis 10 mg/ekor sebagai Uji I. Kelompok III diberi ekstrak etanol akar rumput belulang dengan dosis 20 mg/ekor sebagai Uji II. Kelompok IV diberi ekstrak etanol akar rumput belulang dengan dosis 40 mg/ekor sebagai Uji III. Semua kelompok diberi pakan standar pada hari ke-1 sampai hari ke-7. Pada hari ke-8 mencit diinokulasi S. typhi 1 x 10 6, setelah 2 jam mencit diberi ekstrak etanol akar rumput belulang pada kelompok uji dan Aquadest pada kelompok kontrol. Setelah 24 jam mencit didekapitasi dan diambil heparnya untuk menghitung jumlah koloni bakteri pada jaringan hepar. Rerata jumlah bakteri pada pengenceran ke-2 didapatkan kelompok K = 26.78, kelompok Uji I = 28.28, kelompok Uji II = 24.74, dan kelompok Uji III = 7.98. Uji Mann-Whitney U didapatkan perbedaan signifikan antara kelompok K dengan Uji III p=0.008, Uji I dengan Uji III p=0.007, dan Uji II dengan Uji III p=0.009(p=<0,05).Ekstrak etanol akar rumput belulang dapat menurunkan jumlah koloni bakteri pada mencit yang diinokulasi S. typhi pada tiap-tiap dosis.Kata Kunci : Akar rumput belulang, Koloni bakteri, Hepar, Salmonella typhi
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Lingkungan Terhadap Pengendalian Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue Ardiansyah, Muhammad Rizal; Noor, Nur Nasry; Sudayasa, I Putu
MEDULA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.538 KB)

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang cenderung meningkat. Kejadian DBD di Kelurahan Anawai Kecamatan Wua-wua, Kendari, bulan Januari-Maret tahun 2013,sebanyak 10 kasus dengan jumlah kematian 1orang. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi penularan penyakit DBD adalah dengan mengendalikan vektor penyakit DBD melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan lingkungan terhadap pengendalian vektor penyakit demam berdarah dengue di Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-wua, Tahun 2013.Metode penelitian bersifat observasional analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional study. Besar sampel penelitian 300 responden, diambil dengan menggunakan teknik stratified random sampling dan data diuji dengan Chi-Square.Hasil penelitian, terdapat hubungan antara pengetahuan kepala keluarga (ρ = 0,012), sikap kepala keluarga (ρ = 0,017), tempat perindukan nyamuk (ρ = 0,000), kebiasaan membersihkan tempat penampungan air (TPA) (ρ = 0,000) terhadap pengendalian vektor penyakit di Kelurahan Anawai Kecamatan Wua-wua,Kendari, tahun 2013.Simpulannya, terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan lingkungan terhadap pengendalian vektor penyakit DBD di Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-wua tahun 2013. Kata kunci : pengendalian vektor penyakit demam berdarah dengue, pengetahuan, sikap, tempat perindukan, kebiasaan membersihkan tpa
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA Afridasari, Sitti Nur; Saimin, Juminten; Sulastrianah, Sulastrianah
MEDULA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.7 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kejadian umur kehamilan, gravida, dan hiperplasentosis sebagai faktor risiko kejadian preeklampsia, di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2010-2012. Jenis penelitian adalah studi deskriptif analitik dengan rancangan case control. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2010-2012. Penelitian ini dilakukan pengumpulan data sekunder yaitu rekam medis. Sampel kasus pada penelitian ini adalah ibu yang didiagnosa oleh dokter mengidap preeklampsia dan kontrol yaitu ibu hamil normal di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2010-2012. Sampel berjumlah 158 orang yang terdiri dari 79 kasus dan 79 kontrol yang diambil secara simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur kehamilan merupakan faktor risiko kejadian preeklampsia dengan OR = 2,975 (1,557-5,683; 95%), gravida merupakan faktor risiko kejadian preeklampsia dengan OR = 2,881 (1,499-5,538; 95%) dan hiperplasentosis merupakan faktor risiko kejadian preeklampsia dengan OR =2,529 (1,333-4,799; 95%). Umur kehamilan, gravida dan hiperplasentosis merupakan faktor risiko kejadian preeklampsia di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2010-2012. Kata kunci : preeklampsia, gravida, umur kehamilan, hiperplasentosis
Hubungan Antara Status Gizi dengan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar udu, Waode sitti asfiah
MEDULA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.851 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar pada siswa Sekolah Dasar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross sectional dengan cara observasional analitik. Subyek penelitian ini adalah 37 siswa SDN Serayu, 38 siswa SD Netral C, dan 18 siswa SD Taman Siswa di Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil data primer berupa ukuran berat badan dan tinggi badan yang digunakan untuk menetapkan status gizi, sedangkan data sekunder berupa prestasi belajar yang ditentukan berdasarkan nilai raport. Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar digunakan uji statistik Chi-square. Berdasarkan pengukuran status gizi dari sampel SDN Serayu diperoleh hasil 33 anak (89,19%) berstatus gizi baik, , 3 anak (8,11%) berstatus gizi kurang dan 1 anak (2,7%) berstatus gizi buruk. Hasil pengukuran indeks prestasi diperoleh 16 anak (43,24%) dengan indeks prestasi baik, 16 anak (43,24%) indeks prestasi sedang dan 5 anak (13,52%) indeks prestasi kurang. Pengukuran status gizi dari sampel SD Netral C diperoleh hasil 29 anak (76,32%) berstatus gizi baik, 9 anak (23,68%) berstatus gizi kurang dan tidak ada anak dengan status gizi buruk. Hasil pengukuran indeks prestasi diperoleh 27 anak (71,05%) dengan indeks prestasi baik, 11 anak (28,95%) indeks prestasi sedang dan tidak ada anak dengan indeks prestasi kurang. Pengukuran status gizi dari sampel SD Taman Siswa diperoleh hasil 12 anak (66,67%) berstatus gizi baik, 6 anak (33,33%) berstatus gizi kurang dan tidak ada anak dengan status gizi buruk. Hasil pengukuran indeks prestasi sampel diperoleh 9 anak (50%) dengan indeks prestasi baik, 9 anak (50%) indeks prestasi sedang dan tidak ada anak dengan indeks prestasi kurang. Dari hasil analisis chi square disimpulkan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar siswa (p<0,05). Kata kunci : siswa, status gizi, prestasi belajar
HUBUNGAN HIPERURISEMIA, OBESITAS DAN RIWAYAT MEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI Eso, Amirudin; Hamra, M. Yusuf; Ahmadi, Adhytya Pratama
MEDULA Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.553 KB)

Abstract

Hypertension is a common clinical problem. Hyperuricemia, obesity, and smoking history are assumed to have a relationship with hypertension in adult. This study was conducted to figure out the association between hyperuricemia, obesity and smoking history with hypertension. Observational method with cross-sectional approach was used in this study. The study was conducted in Laboratorium Klinik Prodia Kendari. Sixty-two samples consist of men and women aged 18-65 years were taken by quota sampling. Blood pressure, body mass index, and blood chemistry result were collected during medical check-up. Smoking history data was collected with direct interview. Chi-square and binary logistic regression analysis were used to analyze the data (α=0,05). There were 50% hypertensive subjects and 50% non-hypertensive subjects. Hyperuricemia had a moderate association with hypertension (p=0,000; r=0,455). Obesity had a weak association with hypertension (p=0,020 ; r=0,248). Smoking history also had a weak association with hypertension (p=0,022 ; r=0,279). In multivariate analysis with confounding factors, only hyperuricemia that had an independent influence to hypertension (p= 0,00 ; OR 25,4 ; 95% CI 4,1-156,1), followed by HDL abnormality (p=0,04 ; OR=14,15 ; 95% CI=2,3-84,2) and total cholesterol (p=0,02 ; OR=22,4 ; 95% CI=3,2-153,8). Hyperuricemia, obesity, and smoking history, were associated with hypertension. Only hyperuricemia had the independent influence to hypertension.Key words: Hyperuricemia, obesity, smoking history, hypertension
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA ANAK BALITA Asriati, Asriati; Zamrud, Zamrud; Kalenggo, Dewi Febrianty
MEDULA Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.848 KB)

Abstract

Acute Respiratory Infections (ARI) is one of health problems that exist in developing and developed countries, and a major cause of morbidity and mortality in toddlers. The existence of ARI is influenced by environmental conditions, the availability and effectiveness of health care and preventive measures to prevent the spread of infection, host factor (such as age, smoking habits, ability infectious host, immunity status, nutritional status, prior infection or simultaneous infections caused by others pathogen, general health conditions) and the characteristics of pathogen. The aim of this research is to identify and analyze the risk factor of ARI in toddlers at working area of Public Health Center Jati Raya In Kendari Municipality 2012. This research is an analytic observational with case control design. The sample in the research were 68 case respondents and 68 control respondents taken by using purposive sampling, the respondent is the toddler’s mother. Data is collected from August to October 2012 at working area of Public Health Center Jati Raya In Kendari Municipality by conducting interview through questionnaire. Data is analyzed by using odds ratio statistic test and presented in form of univariate and bivariate table. The result of this research show that the density of dwelling house (OR=3,596) and smoke exposure (OR=7,8) are the risk factor for the existence of ARI in toddlers, while exclusive breastfeeding is a protective factor for the existence of ARI in toddlers.From these result it could be concluded that the density of dwelling house and smoke exposure are the risk factor exclusive breastfeeding is a protective factor for the existence of ARI in toddlers at working area of Public Health Center Jati Raya In Kendari Municipality 2012.Key Words: ARI, density of dwelling house, smoke exposure, exclusive breastfeeding