cover
Filter by Year
Articles
109
Articles
PRODUKSI ASAM LEMAK OLEAT OLEH MIKROBA ENDOFIT Sporodiobolus salimonicolor DARI TUMBUHAN KINA (Cinchona pubescens Vahl.)

Mumpuni, Esti, ., Amalia, Parwati, Titi, Simanjuntak, Partomuan

Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 3, No 2 (2004)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Fermentasi mikroba endofit dari tannaman kina (Cinchona pubescens Vahl.) dalam medium Phoma telah dilakukan. Hasil fermentasi selama 8 hari diekstraksi dengan diklormetan diperoleh asam lemak yaitu asam oleat dalam bentuk cis. Hasil ini dipertegas oleh spectra RMI (proton dan karbon) dan spektramassa (GC-MS).

PENGARUH H2SO4 DAN NaOH TERHADAP LUAS PERMUKAAN DAN KEASAMAN ALOFAN

Widjanarko, Dian Maruto, ., Pranoto, Christina, Yurike

Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 2, No 2 (2003)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Telah dilakukan aktivasi alofan Tawangmangu denga H2SO4 dan NaOH. Aktivasi dilakukan dengan cara merendam alofan (100g) dalam activator (500 ml) dengan konsentrasi 3 N, pada temperatur 70oC selama 1 jam, 3 jam, dan 5 jam.Komposisi alofan ditentukan dengan menggunakan peralatan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), Fourter Transform-Infra Red (FT-IR), dan X-Ray Diffraction (XRD). Karakteristik alofan untuk menentukan luas permukaan dilakukan dengan metilen biru, sedangkan untuk keasaman dilakukan dengan metode penimbangan terhadap uap amonia yang diasorp.

SINTESIS 1-METHYL -4,8,11-tris(2-HYDROXYETHYL)-1,4,8,11-TETRAAZACYCLOTETRADECANE

Rahardjo, Sentot Budi

Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 3, No 2 (2004)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

1-methyl -4,8,11-tris(2-hydroxyethyl)-1,4,8,11-tetraazacyclotetradecane (L)disintesis dari 1-methyl -4,8,11-tetraazacyclotetradecane dengan ethylene oksida dalam ethanol.Beberapa kondisi reaksi yang melibatkan perubahan stoikiometri, temperatur dan waktu reaksi telah dicoba dalam usaha mendapatkan hasil yang optimum. Kondisi yang terbaik adalah kelebihan (6 x stoikiometri) ethylene oksida dengan waktu reaksi 24 jam pada suhu 27oC. Analisis unsur ; C:59,0 %; H:11,4 %; N:16,4 %; teoritis C17H38N4O3 C:58,9 %; H:11,1 %;  N:16,2 %;  13C NMR  ? (CDCl3) : 60,9 (1C); 59,6 (1C);  59,0 (1C); 57,9 (1C); 55,0 (1C); 54,8 (1C); 54,5 (1C); 53,4 (2C); 51,2 (1C); 51,1 (1C); 50,6 (1C), 48,1 (1C); 47,6 (1C); 42,8 (1C); 24,3 (1C), 24,8 (1C); IR : 3100 - 3450 cm-1 br (vOH).

PENGOMPLEKSAN Cd(II) DENGAN 1,4-DYMETHYL-5,8-BIS(2-HIDROKSHIETHYL)-1,4,8,11-TETRAAZASIKLOTETRADEKANA

Rahardjo, Sentot Budi

Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 2, No 2 (2003)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pengompleksan Cd2+ dengan 1,4-dimethyl-5,8-bis(2-hidroksiethyl)-1,4,8,11-tetraazasiklotetradekana (L1) berlangsung cepat seperti halnya pengompleksan 1,4,8,11-tetrakis(2-hidroksiethyl)-1,4,8,11-tetraazasiklotetradekana (L2). Tetapan kestabilan untuk kesetimbangan : Cd2+ + L1H+ ? [Cd(L1H)]3+, log K[Cd(L1H)]3+ = 5,5 (2), Cd2+ + L1 ? [Cd(L1)]2+, log K [Cd(L1)]2+ = 9,5 (1) dan [Cd(L1)]2+ + OH- ? [Cd(L1)OH]+, log K [Cd(L1)H1]2+ = 0,5 (1). Tetapan kestabilan kompleks [CdL1]2+ mirip dengan [CdL2]2+dan lebih kecil daripada [Cd(cyclam)]2+.

KAJIAN KINETIKA ADSORPSI Cd(II), Ni(II), DAN Mg(II) PADA SILIKA GEL TERMODIFIKASI 3-MERKAPTO-1,2,4-TRIAZOL

., Fahmiati, ., Nuryono, ., Narsito

Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 3, No 2 (2004)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan kajian kinetika adsorpsi Cd(II), Ni(II), dan Mg(II) pada adsorben silika gel yang termodifikasi dengan 3-merkapto-1,2,4-triazol (SG-SH).Kajian dilakukan dengan menginteraksikan ion logam dalam laruta dengan adsorben dengan waktu bervariasi dari 5 sampai dengan 60 menit. Ion logam yang tersisa dalam larutan ditentukan dengan spektroskopi serapan atom (AAS) dan jumlah ion teradsorpsi dihitung berdasarkan selisih antara konsentrasi ion logam sebelum dan setelah asdorpsi. Parameter adsorpsi, yaitu tetapan laju adsoprsi ditentukan dengan model kinetik Langmuir-Hinshel wood (LH) dan Atkin (At).Hasil menunjukkan bahwa tetapan laju adsorpsi (k) yang dihitung dengan model LH diperoleh sebesar 7,0x10-5, 8,0x10-5, dan 7,0x10-5 menit -1 masing-masing untuk Cd(II), Mg(II), dan Ni(II) Dengan mengasumsikan bahwa adsorpsi melibatkan dua proses (cepat dan lambat), model kinetik Ak memberikan pola mirip dengan  LH dalam artian urutan nilai k. Adsorpsi cepat memberikan tetapan laju adsorpsi (kc) 12,4 x 10-3, 8,6 x 10-3, dan 8,4 x 10-3 min -1. Dalam adsorpsi lambat perubahan energi standar Gibbs (?Go) untuk Cd(II), Ni(II), dan Mg(II) masing-masing adalah 0,48, 0,82, dan 0,32 kJ/mol.

TEKNIK NON-ISOTERMAL DALAM STUDI KINETIKA KIMIA

., Patiha, Siswowiyoto, Hisyam

Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 2, No 2 (2003)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Telah dilakukan studi kinetika kimia reaksi HCOOH dengan Br2 secara non isotermal,berdasarkan perubahan absorbsi Br2 dan volum CO2 yang terbentuk sebagai fungsi waktu, untuk menentukan hukum laju dan energi pengaktivan, Ea, menggunakan persamaan Patiha-Arrhenius. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan yang diperoleh secara konvensial dan yang secara Hodgson dkk yang menggunakan HClO4 berlebihan. Telah dikemukan hukum laju alternatif dan teknik studi yang lebih efisien.

ADSORPSI ZAT WARNA TEKSTIL REMAZOL YELLOW FG PADA LIMBAH BATIK OLEH ECENG GONDOK DENGAN AKTIVATOR NaOH

Rahmawati, Fitria, ., Pranoto, Aryunani, N Ita

Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 2, No 2 (2003)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Telah dilakukan penelitian penggunaan eceng gondok sebagai sumber selulosa untuk menyerap limbah zat warna tekstil Remazol Yellow FG. Dalam penelitian ini, eceng gondok diaktivasi dahulu dengan larutan NaOH 2% , kemudian dicuci sampai netral. Waktu perendaman eceng gondok dalam larutan NaOH tersebut divariasi untuk mendapatkan kondisi eceng gondok aktif yang mempunyai daya serap maksimum. Selanjutnya pada proses adsorpsi dilakukan variasi pH basa dan waktu kontak. Setelah mendapatkan kondisi optimum kemudian menentukan isoterm adsorpsi dan diaplikasikan pada limbah zat warna tekstil Remazol Yellow FG. Kondisi penyerapan optimum zat warna tekstil Remazol Yellow FG oleh eceng gondok aktif dalah pada wktu perendaman 24 jam, pH 11, dan waktu kontak 1 jam. Daya serap eceng gondok aktif terhadap zat warna tekstil sbesar 3,64mg/g sedangkan pada limbah zat warna tekstil sebesar 4,44mg/g. Analisis isoterm adsorpsi eceng gondok aktif terhadap zat warna tekstil mengikuti persamaan Langmuir (adsorpsi kimia). Karakteristik eceng gondok aktif mempunyai luas permukaan yang lebih besar dibandingkan eceng gondok alam. Analisis gugus fungsi menunjukkan adanya gugus O-H, vas CH2, C=O, C-H, dan C-O pada eceng gondok aktif.

SOLID ACID CATALYST OF MESOPOROUS ALUMINA-TITANIA MODIFIED GEL AND AEROGEL FOR ESTERIFICATION OF OF FATTY ACID.

Tursiloadi, Silvester, Sondari, Dewi

Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 3, No 2 (2004)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Three types of TiO2.Al2O3 gels ([TiO2]/[ Al2O3]=1/4 in mol) wre prepared by hydrolysis of Al(OC4H9sec)3and Ti(OC3H7iso)4 in an n-propanol solution with acid catalyst. Their physical properties and catalytic on the formation of polyethylene glycol ester were investigated. The wet gels were dried (Xerogel), immersed in surfactant solution before dying (Modified Gel), or supercritically extracted with CO2 at 60oC and 24 Mpa for 2h (Aerogel). The pore size and pore volume of these gels hardly decreased after calcinations at 800oC, atlhough those values of the xerogel remarkably decreased after calcination up to 800oC. The thermal stability of the microstructure of mesoporous titania-alumina is improved by surfactant immersion of supercritical extraction. The aerogel had the highest catalytic activity for the reaction of polyethylene glycol and stearic acid. The effects preparation methods on the microstructure and catalytic activity of the gels were disccussed.

PEMBUATAN DAN KARAKTERISTIK ELEKTRODA SELEKTIF ION (ESI) TEMBAGA (II) DENGAN PASTA KARBON BERBAHAN AKTIF CuS

Masykur, Abu, Wahyuningsih, Sayekti, Prasetyo, Hajar

Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 3, No 2 (2004)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Telah dilakukan studi mengenai pembuatan dan karakteristik Elektroda Selektif Ion (ESI) Cu2+ dari bahan bakar CuS, grafit dan parafin. CuS diperoleh melalui reaksi antara larutan CuCl2 dengan larutan Na2S. Kemurnian ZnS hasil; sintesa dianalisa dengan spektroskopi difraksi sinar X. Karakterisasi elektroda dilakukan dengan mengukur pH kerja dan limit deteksi, faktor Nernst, waktu jawab, waktu hidup serta selektivitas elektroda. Pengukuran selektifitas elektroda dilakukan terhadap ion pb2+, Zn2+ serta Ag+.Tembaga Sulfida hasil sintesis yang diperoleh berupa serbuk berwarna hitam, dan hasil analisis dengan XRD menunjukkan kesesuaian dengan CuS standar, tetapi masih belum murni. Komposisi elektroda terbaik didapatkan pada perbandingan CuS : Parafin : Granit = 4 : 3 : 3. Kinerja elektroda terbaik diperoleh pada pH 7 dengan daerah konsentrasi Cu2+ antara 10-8 M sampai dengan 10-1 M, faktor Nernst sebesar -28,976 ± 0,912 mV/dekade dengan koefisien korelasi 0,997 ± 1,041.10-5, waktu respon rata-rata selam 100 detik dan mempunyai waktu hidup 177 kali pengukuran. Inetrferensi ion pengganggu pada ESI Cu2+ terbesar dipengaruhi oleh keberadaan ion Ag+ dengan koefisien selektivitas sebesar 1,206.10-3 , untuk ion pengganggu Pb2+ dengan koefisien selektivitas sebesar 3,065.10-4 dan ion pengganggu Zn2+ dengan koefisien selektivitas sebesar 6,174.10-4.

SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPLEKS TETRASULFAMETOKSAZOLTEMBAGA(II) SULFAT

Rahardjo, Sentot Budi, Wahyuningsih, Sayekti, ., Kusumastuti

Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 2, No 2 (2003)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tembaga(II) dapat membentuk kompleks dengan sulfametoksazol dengan perbandingan mol logam : mol ligan = 1 : 4. Formula kompleks yang dihasilkan adalah [Cu(sulfametoksazol)4]SO4 {%  Ni eksperimen = 5,6(2) , teoritis 5,42}. Anion sulfat (SO42-) tidak terkoordinasi sebagai ligan, diperkirakan N-H primer dari sulfametoksazol terkoordinasi pada tembaga(II). Kompleks bersifat paramagnetic dengan eff = 2,09 BM, serapan maksimum 811,8 nm (10 Dq = 147,35 kJ.mol-1). Diperkirakan struktur kompleks planar segiempat