Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -
Articles 44 Documents
Hubungan Kebersihan Pribadi dan Rumah Sehat dengan Kejadian Demam Typhoid pada Pasien Rawat Inap Puskesmas Mejobo Kudus Zulaikhah, Siti; ., Muchtadi
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Edisi Agustus 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1437.789 KB)

Abstract

Demam typhoid masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan kejadian antara 350-180 kasus per 100.000 warga dan CFR 3%.. Banyak faktor penyebab demam typhoid antara lain: kebersihan pribadi dan rumah sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersihan pribadi dan rumah sehat dengan kejadian demam typhoid pada pasien rawat inap Puskesmas Mejobo Kudus. Jenis penelitian ini adalah survey analitik korelatif dengan rancangan case control dengan totalSampel 42 responden. Alat pengumpul data dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Uji hipotesis yang digunakan adalah chi square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan chi square untuk nilai hubungan kebersihan pribadi dengan kejadian demam typhoid adalah 8,379 dengan p = 0,015 dan chi square untuk nilai hubungan rumah sehat dengan kejadian demam typhoid adalah 8,390 dengan p = 0,004 dengan kesimpulan Ada hubungan kebersihan pribadi dengan kejadian demam typhoid dan tidak ada hubungan rumah sehat dengan kejadian demam typhoid. Disarankan kepada pengelola program agar meningkatkan promosi kesehatan.Bagi masyarakat untuk senantiasa memelihara kebersihan pribadi dan kesehatan rumahnya.   Kata Kunci : Kebersihan pribadi, rumah sehat, demam typhoid
Hubungan Antara Pengguna Alat Pelindung Diri, Pengetahuan dan Waktu Kerja dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Konveksi Rumah Tangga "Fanny Collection" di Desa Sendang Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara Tahun 2011 Wahyuningsih, Nur; Prasetyo, Eko
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Edisi Agustus 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1610.091 KB)

Abstract

Kerugian akibat kecelakaan kerja dapat dicegah dengan mengetahui faktor resiko terjadinya kecelakaan. Faktor resiko kerja antara lain penggunaaan alat pelindung diri, pengetahuan dan waktu  kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengguna alat pelindung diri, pengetahuan dan waktu kerja dengan kecelakaan kerja pada pekerja konveksi rumah tangga di desa Sendang Kabupaten Jepara. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatoris research dengan total populasi 67 responden. Data hasil penelitian di analisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri sebesar 56,7%, dengan tingkat pengetahuan sebagian besar baik 76,1%, waktu kerja sebagian besar tidak baik 71,6%), dan kecelakaan kerja sebagian besar tidak terjadi 55,2%. Ada hubungan antara pengguna alat pelindung diri dengan kecelakaan kerja yang ditunjukkan dengan nilai p value=0,026, tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kecelakaan kerja dengan nilai p value=0,055, dan ada hubungan antara waktu kerja dengan kecelakaan kerja  dengan nilai p value=0,006.   Kata Kunci : Alat pelindung diri, Pengetahuan, Waktu kerja , Kecelakaan kerja
Hubungan Kebiasaan Mengkonsumsi Jajanan dan Status Gizi dengan Frekuensi Sakit pada Siswa di Taman Kanak-Kanak Pertiwi Desa Bulungcangkring Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Tahun 2009 Hasanah, Ninik; Wahyuningsih, Sri
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Edisi Agustus 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1532.179 KB)

Abstract

Higiene sanitasi dan kandungan bahan makanan tambahan yang mengandung bahan kimia tertentu dapat menyebabkan anak menderita berbagai penyakit akibat kurang gizi yang pada akhirnya dapat berpengaruh pada status gizi anak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kebiasaan mengkonsumsi jajanan dan status gizi dengan frekuensi sakit pada siswa di Taman Kanak-Kanak Pertiwi Desa Bulungcangkring Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik, dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 113 siswa dan sampel 88 siswa. Uji hipotesis menggunakan rank spearman. Hasil penelitian tidak ada hubungan kebiasaan mengkonsumsi jajanan dengan frekuensi sakit (p value:0,291). dan tidak ada hubungan status gizi dengan frekuensi sakit (p value: 0,432).   Kata Kunci : Status gizi, Frekuensi Sakit
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Keberhasilan Pengobatan Tahap Intensif Penderita Tuberculosis Paru di Wilayah Puskesmas Ngembal Kulon Kabupaten Kudus Suryo Putro, Apri Hadi; Budiati, Risna Endah
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Edisi Agustus 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1528.811 KB)

Abstract

Penyakit Tuberkulosis Paru merupakan penyakit epidemik karena kuman Mikobakterium tuberkulosa telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia. Diperkirakan setiap tahun terjadi kematian sekitar 34,2%. Penekanan angka mortalitas dan morbiditas penyakit Tuberkulosis Paru dilakukan dengan pengendalian serta pengobatan yang teratur dan tidak terputus agar penderita benar-benar sembuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan tahap intensif pada penderita tuberkulosis paru. Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan Case Control dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2012. Populasi merupakan penderita tuberkulosis paru yang melakukan pengobatan tahap intensif di Puskesmas Ngembal Kulon dengan kasus sebanyak 17 orang dan kontrol sebanyak 21 orang, sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 orang, 17 kasus dan 17 kontrol. Analisis statistik digunakan uji Regresi Logistik dan hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan Tuberkulosis Paru adalah faktor pengetahuan dengan p value 0,020;  sikap dengan p value 0,044; faktor motivasi dengan p value 0,018; faktor persepsi dengan p value 0,042; faktor PMO dengan  p value 0,004 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh faktor pengetahuan, sikap, motivasi, persepsi dan PMO terhadap keberhasilan pengobatan tahap intensif pada penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Puskesmas Ngembal Kulon Kabupaten Kudus.   Kata Kunci : Pengobatan Tuberkulosis Paru, Pengetahuan, Sikap, Motivasi,Persepsi, PMO
Perbedaan Tingkat Kebersihan Gigi dan Mulut antara Siswa yang Diberi Pendidikan Kesehatan Gigi dengan Siswa yang Tidak Diberi Pendidikan Kesehatan Gigi (Studi di SD Purwokerto 01 dan 02 Kecamatan Tayu Kabupaten Pati Tahun 2009) ., Suliyati; Dewi, Ervi Rachma
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Edisi Agustus 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1450.655 KB)

Abstract

Pelayanan kesehatan gigi pada anak sekolah dilaksanakan melalui kegiatan pokok kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas yang diselenggarakan secara terpadu dengan kegiatan pokok Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS). Perubahan perilaku dapat dilakukan dengan pendidikan kesehatan melalui sekolah, dengan cara menanamkan kebiasaan-kebiasaan diri yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kebersihan gigi dan mulut antara siswa yang diberi pendidikan kesehatan gigi dengan siswa yang tidak diberi pendidikan kesehatan gigi. Jenis penelitian ini adalah quosi experiment, dengan menggunakan 2 kelompok yaitu satu kelompok kasus (diberi penyuluhan) dan satu kelompok kontrol (tidak diberi penyuluhan). Populasi dalam penelitian ini siswa kelas V dan VI SD Purwokerto 02 Kecamatan Tayu Kabupaten Pati sebanyak 60 siswa. Sampel yang diambil adalah 30 siswa untuk kelompok kasus dan 30 siswa untuk kelompok kontrol. Analisis menggunakan  uji t test. Kebersihan gigi dan mulut siswa-siswi yang diberi pendidikan kesehatan gigi di SD Purwokerto 02 Kecamatan Tayu Kabupaten Pati Tahun 2009  sebanyak 21 orang (70%) baik dan sebanyak  9 orang  (30,0%) buruk. Kebersihan gigi dan mulut siswa-siswi yang tidak diberi pendidikan kesehatan gigi di SD Purwokerto 01 Kecamatan tayu Kabupaten Pati Tahun 2009 sebanyak 19 orang (63,3%) baik  dan sebanyak  11 orang  (36,7%) buruk. Sehingga, ada perbedaan kebersihan gigi antara siswa yang diberi pendidikan kesehatan gigi dengan siswa yang tidak diberi pendidikan kesehatan gigi ( p value = 0,009).   Kata Kunci : Kebersihan gigi dan pendidikan kesehatan gigi
Pengembangan Model Kebijakan Behaviour Safety Culture dalam Rangka Peningkatan Keamanan dan Kesehatan Lingkungan Kerja Prasetyo, Eko; Wahyuningsih, Sri
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Edisi Agustus 2014
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.501 KB)

Abstract

Kualitas kesehatan dan lingkungan kerja merupakan faktor penting bagi tercapainya produktivitas kerja yang tinggi guna mencapai laba perusahaan yang optimal. Dari survey pendahuluan di PT. Pura Barutama Kudus di ketahui bahwa terdapat kecelakaan kerja dan perusahaan mempunyai potensi resiko 80 % terjadi kebakaran karena bahan baku, proses produksi, dan produk dari kertas yang mudah terbakar. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengetahuan, sikap, praktek dan pengembangan Kebijakan Behaviour Safety Culture dalam rangka peningkatan keamanan dan kesehatan lingkunan kerja. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan rancangan metode Action Research dengan jumlah 12 informan. Hasil penelitian diketahui bahwa Gambaran pengetahuan tenaga kerja tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan masih kurang, orientasi K3 hanya untuk keselamatan dan produktifitas kerja perusahaan, Gambaran sikap tenaga kerja tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan sangat mendukung program K3 yang dilaksanakan di perusahaan. Gambaran praktik implementasi program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan sudah baik, sesuai dengan prinsip penerapan SMK3 dan P2K3, Pengembangan kebijakan Budaya K3 berdasarkan masih ditemukannya Unsafe Action di perusahaan. Pengembangan model kebijakan budaya K3 supaya menjadi kebutuhan di perusahaan dengan cara antara lain : komitmen manajemen, para ahli K3 bergerak, perencanaan program – program K3, Implementasi program K3, Evaluasi dan dukungan pemerintah.   Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja; Budaya K3; Program K3.
Perbedaan Pupuk Lindi Murni dengan Pupuk Lindi Buatan Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Amaranthus Hybridus L di TPA Tanjungrejo Kudus Qomariyah, Isti; Budiati, Risna Endah
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Edisi Agustus 2014
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar masyarakat menggunakan kompos yang terbuat dari kotoran kandang, sedangkan kompos dengan proses komposit anaerobik yang menghasilkan limbah cair sampah selama ini belum digunakan dan dikelola dengan baik karena bau yang menyengat dan tanaman mudah mati. Maka, peneliti berusaha untuk mengolah limbah cair sampah (lindi) menjadi pupuk cair dengan penambahan EM4 dan daun jarak sehingga menjadi pupuk cair buatan yang aman. Peneliti melakukan percobaan terhadap pertumbuhan tanaman bayam Amaranthus hybridus l. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan rancangan randomized post test only control group. Sampel yang digunakan adalah 60 bayam Amarathus hybridus l mengukur tinggi, pencahayaan, kelembaban, suhu. Penelitian dilakukan di TPA Tanjungrejo Kudus pada bulan Juli Tahun 2013. Hasil penelitian adalah rata-rata tinggi bayam Amaranthus hybridus l pada pupuk lindi murni 7,2cm perhari sedangkan tinggi bayam Amaranthus hybridus l pemberian pupuk lindi buatan  12,7cm. Pencahayaan bayam murni 4,8Cd sedangkan pencahayaan bayam buatan 5,0Cd. Kelembaban bayam murni 68,4RH sedangkan kelembaban bayam buatan adalah 68,7RH. Suhu bayam murni 26 oC bayam buatan adalah 28oC. Analisis t-test memberikan hasil perbedaan yang positif dan signifikan sebesar tinggi -7,5, pencahayaan -11,0, kelembaban -3,5 , suhu -7,4dengan p-value sebesar 0,000 pada taraf kesalahan 5%.Ada perbedan pupuk lindi murni dengan pupuk lindi buatan terhadap pertumbuhan tanaman bayam Amaranthus hybridus l di TPA Tanjungrejo Kudus.   Kata kunci : Pupuk lindi murni, pupuk lindi buatan, pertumbuhan tanaman bayam Amaranthus hybridus l.
Studi Fenomenologi Pengetahuan, Sikap dan Praktik Perawat Terhadap Kebersihan Tangan di Ruang UGD Rumah Sakit Islam Sunan Kudus Nida, Siti Kofia; Dewi, Ervi Rachma
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Edisi Agustus 2014
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebersihan tangan merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit. Mikroorganisme berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain pada saat tenaga kesehatan atau pengunjung menyentuh pasien. Di Indonesia, data akurat tentang angka kejadian infeksi nosokomial di rumah sakit belum ada, namun infeksi ini menyebabkan 20.000 kematian setiap tahun di AS, di Indonesia seperti di Rumah Sakit DKI Jakarta, dengan hasil penelitian 9,8% pasien rawat inap mendapat infeksi baru sedangkan di RSUP Dr.Sardjito, Surabaya kejadian infeksi nosokomial mencapai 73,3%.  Tujuan dari penelitian ini  adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan praktek perawat terhadap kebersihan tangan di ruang UGD  Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2013  di ruang UGD Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang, teknik pengumpulan data dengan melakukan indepth interview sedangkan analisis data dalam penelitian inimenggunakan content analisis. Simpulan dari penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan dan praktik kebersihan tangan di ruang UGD Rumah Sakit Islam Sunan Kudus, sedangkan sikap  kebersihan tangan di ruang UGD Rumah Sakit Islam Sunan Kudus adalah cukup. Sehubungan dengan hal tersebut maka pihak rumah sakit dapat melakukan sosialisasi dan pelatihan kebersihan tangan untuk meningkatkan kompetensi perawat profesional yang mendukung kebijakan rumah sakit terkait Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit.   Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Praktek, Kebersihan Tangan
Hubungan Paritas dengan Masalah Psikososial Ibu Hamil (Aspek Keluarga) di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Kudus Widyaningsih, Heriyanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Edisi Agustus 2014
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.176 KB)

Abstract

Setiap ibu hamil mempunyai potensi untuk mengalami masalah psikososial. Salah satu masalah tersebut dapat bersumber pada aspek keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dengan masalah psikososial pada ibu hamil : aspek keluarga dengan melibatkan sampel 194 ibu hamil. Analisis dalam penelitian ini menggunakan chi- square. Karakteristik responden adalah usia, paritas, pendidikan. Variabel paritas mempunyai hubungan signifikan dengan masalah psikososial aspek keluarga (p: 0,000, α: 0,05). Perawat seharusnya melakukan pengkajian psikososial terhadap ibu hamil secara komprehensif.   Kata Kunci: Paritas, masalah psikososial aspek keluarga
Aplikasi Nutrisi Ibu Nifas Melalui Tingkat Pengetahuan dalam Proses Pemulihan Jahitan Perinium Derajat II di BPS Sulistiany Kaliwungu Kudus Cholifah, Noor; Karyati, Sri
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Edisi Agustus 2014
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutrisi atau gizi adalah zat yang diperlukan oleh tubuh untuk keperluan metabolismenya. kebutuhan gizi pada masa nifas terutama bila menyusui akan meningkat 25% , karena berguna untuk proses kesembuhan , karena sehabis melahirkan dan untuk memproduksi air susu yang cukup untuk menyehatkan bayi. [1] Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada 5 responden pada ibu masa nifas dengan jahitan perineum derajat II satu minggu pertama yang melakukan pantang makan atau mutih, mengatakan bahwa 3 responden tidak begitu memperhatikan pola kebiasaan nutrisinya, sedangkan yang 2 responden benar-benar memperhatikan pola kebiasaan nutrisinya. Sehingga peneliti menilai dari fenomena studi pendahuluan yang dibandingkan dengan teori yang ada terdapat kesenjangan, yaitu kurangnya kesadaran ibu nifas untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, sehingga mengakibatkan proses pemulihan jahitannya menjadi lebih lama dari seharusnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan jumlah sampel berjumlah 20 responden. Didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan tentang nutrisi cukup yaitu sebanyak 8 responden (40%), sedangkan yang paling sedikit adalah responden dengan tingkat pengetahuan nutrisi kurang yaitu sebanyak 5 responden (25%), dan sisanya sebanyak 7 responden (35%) memiliki tingkat pengetahuan tentang nutrisi baik. Didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden mengalami proses pemulihan jahitan perineum derajat II satu minggu pertama baik yaitu sebanyak 14 orang (70%), dan sisanya sebanyak 6 responden (30%) mengalami proses pemulihan jahitan perineum derajat II satu minggu pertama yang kurang baik.   Kata Kunci : Nutrisi; Ibu Nifas; Jahitan Perinium.