cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Geofisika Eksplorasi
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23561599     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geofisika Eksplorasi adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Geofisika Fakultas Teknik Universitas Lampung. Jurnal ini diperuntukkan sebagai sarana untuk publikasi hasil penelitian, artikel review dari peneliti-peneliti di bidang Geofisika secara luas mulai dari topik-topik teoritik dan fundamental sampai dengan topik-topik terapandi berbagai bidang. Jurnal ini terbit tiga kali dalam setahun (Maret, Juli dan November), Volume pertama terbit pada tahun 2013 dengan nama Jurnal Geofisika Eksplorasi (JGE).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2019)" : 6 Documents clear
APLIKASI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER- SCHLUMBERGER UNTUK MENGIDENTIFIKASI LITOLOGI BATUAN BAWAH PERMUKAAN DAN FLUIDA PANAS BUMI WAY RATAI DI AREA MANIFESTASI PADOK DI KECAMATAN PADANG CERMIN KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG Pratama, Wilyan; Rustadi, Rustadi; Haerudin, Nandi
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Daerah penelitian terletak di Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Manifestasi di area penelitian berbentuk kolam air panas dengan suhu permukaan mencapai 900C. Akusisi data pengukuran dilakukan dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger berjumlah 5 lintasan. Lintasan 1, lintasan 4 serta lintasan 5 memiliki panjang lintasan 280 meter. Lintasan 2 memiliki panjang lintasan 240 meter dan lintasan 3 memiliki panjang lintasan 320 meter dengan spasi elektroda setiap lintasan pengukuran yaitu 5 meter. Penelitian ini bertujuan (1) Meneliti kandungan geokimia dan jenis fluida, (2) Mengidentifikasi fluida panas bumi berdasarkan analisis data resistivitas 2D dan 3D dan (3) Mengidentifikasi lapisan batuan manifestasi Padok berdasarkan penampang bawah permukaan resisistivitas 2D dan 3D. Litologi batuan bawah permukaan daerah penelitian secara umum dibagi menjadi 4 bagian yaitu fluida air panas memiliki nilai resistivitas rata-rata 1 Ωm sampai dengan 3 Ωm. Berdasarkan data geokimia jenis fluida daerah penelitian adalah air klorida. Nilai resistivitas 6 Ωm sampai dengan 50 Ωm diidentifikasik sebagai endapan permukaan diantaranya endapan rawa, dan endapan alluvium terdiri dari kerakal, kerikil, pasir, lempung, dan gambut. Nilai resistivitas 50 Ωm sampai dengan 100 Ωm diidentifikasi sebagai kerakal, kerikil, pasir dan lempung. Batuan lava (andesit-basalt) memiliki nilai resistivitas diatas 100 Ωm.  Abtsract - Research area is located in Padang Cermin Sun-District, Pesawaran Regency, Lampung Province. Manifestation in research area is hot water pool with surface temperatures reach 900C. Data acquisition has been done by Wenner-Schlumberger configuration with 5 acquisition line. Line 1, line 4 and line 5 have 280 meters length. Line 2 have 240 meters length and line 3 have 320 meters length with a spacing of each electrodes in each lines is every 5 meters. The objective of this research are (1)examining the geochemical contaminant and fluid types, (2)identifies the geothermal fluid based on 2D and 3D resistivity data analysis, also (3)identifies the layer of rock in Padok manifestation area based on 2D and 3D subsurface resistivity section. Subsurface lithology in research area generally divides into 4 parts. Which is hot water fluid with mean resistivity value between 1 Ωm into 3 Ωm and based on geochemistry data the fluid type is chloride water; surface sediment with resistivity value between 6 Ωm into 50 Ωm and identified as swamp sediment and alluvium sediment divides into gravels, pebbles, sands, clay and peat; Gravels, pebbles, sands, clay and peat with resistivity value between 50 Ωm into 100 Ωm; and igneous rock (andesite-basalt) with resistivity value more than 100 Ωm. Keywords: Geoelectric, Hot Water Fluid, Padok manifestation, Resistivity, Wenner-Schlumberger
PENGOLAHAN DATA MIKROTREMOR BERDASARKAN METODE HVSR DENGAN MENGGUNAKAN MATLAB Yuliawati, Winda Styani; Rasimeng, Syamsurijal; Karyanto, Karyanto
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Telah dilakukan penelitian yang menghasilkan sebuah program matlab untuk pengolahan data mikrotremor. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan software matlab ke dalam pengolahan data mikrotremor. Mikrotremor adalah getaran tanah yang dapat mengidentifikasi kerentanan gempa bumi dengan menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertikal Spectral Ratio). Metode HVSR (Horizontal to Vertikal Spectral Ratio) merupakan metode untuk membandingkan dua komponen horizontal terhadap komponen vertikal pada gelombang mikrotremor yang akan menghasilkan nilai frekuensi dominan (f0) berdasarkan nilai spektrum H/V tertinggi dari analisis kurva HVSR. Berdasarkan dari penelitian tersebut disimpulkan bahwasannya pengolahan data mikrotremor dapat dilakukan dengan software matlab, hasil dari pengolahan data ini akan menghasilkan nilai yang tidak jauh berbeda dengan software geopsy. Nilai frekuensi dominan yang dihasilkan oleh software geopsy dan matlab masuk ke dalam site class jenis 2 yaitu sebagian besar adalah aluvium. Sedangkan dari nilai periode dominan yang dihasilkan oleh software geopsy dan matlab masuk ke dalam site class jenis 1 dengan jenis lapisan tanah yang keras.   Abstract - The research has conducted to get the result of Matlab program for microtremor data processing. The purpose of this research is to apply Matlab software into microtremor data processing. The microtremor is the ground motion to identify earthquake vulnerability by using HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) method. The HVSR method for comparing both of horizontal component and vertical component on microtremor wave to obtain the result dominant frequency(f0) based on the high spectrum H/V value from the analysis of HVSR curve. Based on this research which concludes that microtremor data processing has processed using Matlab software. The result of this data processing gives similar value from the geopsy software. The value of dominant frequency by Matlab software and geopsy software calculation are classified on the site class type II which is dominantly alluvium. Whereas, the result of dominant period by geopsy and Matlab are classified on the site class type I which shows as the bedrock. Keywords—Software Matlab, Microtremor, HVSR, Frequency
IDENTIFIKASI BATAS SUB-CEKUNGAN HIDROKARBON MENGGUNAKAN ANALISIS SHD (SECOND HORIZONTAL DERIVATIVE) DAN SVD (SECOND VERTICAL DERIVATIVE) BERDASARKAN KORELASI DATA GAYABERAT DAN SEISMIK Andari, Wuri; Sarkowi, Muh; Karyanto, Karyanto; Kurniawan, Riski
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Metode gayaberat secara umum dapat membaca perbedaan densitas batuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan. Penelitian ini dilakukan di daerah Riau dengan tujuan mengetahui struktur sesar, struktur bawah permukaan dengan pemodelan 2D dan menentukan batas sub-cekungan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis spektral, analisis SHD dan SVD serta pemodelan 2D yang dikorelasikan dengan penampang seismik untuk mengetahui struktur bawah permukaan daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan nilai anomali bouguer daerah penelitian memiliki rentang nilai antara 5.6 mGal hingga 33.2 mGal dengan densitas rata-rata permukaan sebesar 1.95 gr/cc. Anomali tinggi berada pada daerah bagian timur dan anomali rendah berada pada daerah berarah NW – SE.  Banyaknya anomali rendah yang mengindikasikan pola sub-cekungan berjumlah 6 yang dipisahkan oleh daerahtinggian yang relatiftegasberarah Tenggara Baratlaut. Kedalaman rata-rata anomali residual berkisar 2.3 km, berdasarkan hasil pemodelan 2Dbawahpermukaan terdapat struktur lapisan dari yang termuda yaitu endapan alluvial, Formasi Petanie, Kelompok Sihapas dan batuan granit sebagai batuan dasarnya. Penampang bawah permukaan yang diproyeksikan ke atas permukaan menunjukan adanya 5 sub-cekungan dengan lebar cekungan antara 4 – 12 km yang terletak di daerahindikasi sub-cekungan dan indikasi sesar daerah penelitian.  Abstract - Gravity method generally can read the difference of rock density to identify subsurface structures. This research was conducted in Riau area with the aim of knowing fault and subsurface structure, and determining sub-basin boundary. Data processing was done by using spectral analysis, SHD and SVD analysis, and 2D modeling then later correlated with seismic section to find out the subsurface structure of research area. The results showed that the bouguer anomaly value had a range of values between 5.6 mGal to 33.2 mGal with a surface density of 1.95 g / cc. High anomaly were in the eastern region and low anomaly were in the NW - SE trending region. 6 low anomalies indicated as a sub-basin pattern were separated by a relatively high altitude area of North West Southeast. The average residual anomaly depth was about 2.3 km. Based on the 2D subsurface modeling results, there was layer structure from the youngest to eldest that were alluvial deposits, Petani Formation, Sihapas group and granitic rock as the base rock. The projected subsurface section to surface showed 5 sub-basins with basin width 4-12 km located in the sub-basin and fault indication area. Keywords— Sub-Basin, SVD, SHD, Gravity, Seismic
ANALISIS RESERVOAR MIGAS (SANDSTONE) MENGGUNAKAN MULTIATRIBUT SEISMIK PADA LAPANGAN TG12, CEKUNGAN BARITO, KALIMANTAN SELATAN Pratama, Edo; Mulyatno, Bagus Sapto; Zaenudin, Ahmad
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Telah dilakukan penelitian menggunakan seismik multiatribut pada lapangan TG12 yang berada di Formasi Lower Tanjung, Cekungan Barito yang didominasi oleh sandstone pada lapisan area target X.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan reservoar sandstone dengan memprediksi sebaran nilai log gamma ray, log neutron porosity dan density yang melewati beberapa sumur yaitu sumur FM1, FM2, FM3 dan FM4 pada data seismik. Jumlah atribut yang digunakan ditentukan oleh teknik step wise regression dengan mempertimbangkan validation error. Proses multiatribut hanya dilakukan sumur FM2, FM3, FM4, sedangkan sumur FM1 digunakan sebagai sumur uji untuk melihat bagaimana nilai korelasi antara data seimik dan data log yang digunakan. Dari korelasi sumur uji menunjukkan hasil korelasi yang baik adalah prediksi log neutron porosity dan log density karena memiliki korelasi 0.6322 dan 0.6557 sedangkan log gamma ray memiliki korelasi yang cukup rendah yaitu 0.1647 terhadap hasil multiatribut. Hasil pengolahan multiatribut diperoleh persebaran sandstone dengan prediksi gamma ray dengan nilai range 65-75.8API, prediksi neutron porosity dengan range 0.15-0.2262 sedangkan prediksi density dengan range 2.4308-2.7gr/cc.   Abstract - The study using multi attribute seismic has been done on TG12 field which situated at Lower Foreland Formation, Barito Basin dominated by sandstone on layer area of the target X. The objective of the study is to map the sandstone reservoir by predict distribution value of gamma ray log, neutron porosity, and density which goes through wells such as FM1, FM2, FM3, and FM4 on seismic data. Total attribute that is being used by step wise regression method by considering validation error. Multiattribute process only applied on FM2, FM3, and FM4 wells, whereas FM1 is used as a test well to determine the correlation value between seismic data and log data that is being used. In addition, from well test correlation showing great correlation result of neutron porosity log and density log both obtain the correlation around 0.6322 and 0.6557 while the gamma ray log obtain low correlation that is 0.1647 towards multi attribute result. The processing result of multi attribute obtained distribution of sandstone with gamma ray estimation range value of 65-75.8API, neutron porosity estimation range value 0.15-0.2262, while density estimation range value 2.4308-2.77gr/cc. Keywords : Multiattribute, Gamma Ray, Neutron Porosity and Density
PENDUGAAN PATAHAN DAERAH “Y” BERDASARKAN ANOMALI GAYABERAT DENGAN ANALISIS DERIVATIVE Aufia, Yasrifa Fitri; Karyanto, Karyanto; Rustadi, Rustadi
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Daerah penelitian “Y” merupakan daerah mineralisasi emas dengan tipe endapan epitermal sulfidasi rendah. Keberadaan jalur mineralisasi pada tipe ini ditandai dengan adanya endapan mineral kuarsa yang membentuk sistem berurat (vein) dibawah permukaan yang mengendap didalam struktur patahan. Pada penelitian ini dilakukan analisis data gayaberat dengan menggunakan metode derivative, yaitu First Horizontal Derivative (FHD) untuk menentukan batas struktur patahan dan Second Vertical Derivative (SVD) untuk menentukan jenis patahan. Keberadaan struktur patahan diintegrasikan dengan hasil pemodelan bawah permukaan secara dua dimensi dan tiga dimensi. Hasil penelitian menunjukkan dari tiga lintasan slice yang dibuat di daerah penelitian, teridentifikasi keterdapatan struktur patahan turun (normal) berarah timur laut – selatan pada slice 1 dengan perkiraan dip (kemiringan) sebesar 22° dan diperkirakan strike pada patahan ini sebesar N 158° W dan struktur patahan naik berarah barat laut – selatan pada slice 2 juga slice 3 dengan perkiraan dip (kemiringan) sebesar 22° dan diperkirakan strike pada patahan ini sebesar N 158° E. Hasil pemodelan dua dimensi dan tiga dimensi menunjukkan struktur patahan berada pada nilai densitas sebesar 2 gr/cc – 2,67 gr/cc di kedalaman sekitar 100 m – 250 m yang terdiri dari batuan sedimen (clay dan sandstone) dengan densitas 2,2 gr/cc – 2,3 gr/cc berumur Pliosen Tersier atau Miosen Akhir, batuan tuff dengan densitas 2,4 gr/cc – 2,5 g/cc berumur Miosen Awal dan batuan dasar (basement) berupa batuan andesit dengan densitas 2,67 gr/cc.  Abstract - The research area "Y" is an area of gold mineralization with low sulfidation epithermal type deposit. The existence of this type of mineralization on the path marked by the presence of mineral deposits, which form the quartz veined below the surface of the deposited within the structure of the fault. In this study, analysis of gravity data using derivatives analysis, i.e. First Horizontal Derivative (FHD) to determine the boundary fault structure and Second Vertical Derivative (SVD) to determine the type of fault. The existence of the fault structure integrated with subsurface modeling results in two-dimensional and three-dimensional. The results showed three line slice made in the area of research, identified structure of down faults (normal) trending northeast - south on slice 1 with an estimated dip (slope) is 22° and expected of strike on this fault is N 158° W and thrust fault structure trending northwest - south on slice 2 also slice 3 with an estimated dip (slope) is 22° and expected of strike on this fault is N 158° E. The results of the modeling of two-dimensional and three-dimensional show fracture structure is at the density of 2 g/cc – 2,67 g/cc in the depth of around 100 m - 250 m that consists of sedimentary rocks (clay and sandstone) with a density of 2,2 g/cc – 2,3 g/cc at the age of Tertiary Pliocene, tuff rock with a density of 2,4 g/cc – 2,5 g/cc at the age of Early Miocene and bedrock (basement) in andesite form with a density of 2,67 g/cc. Keywords: gravity, fault, derivative analysis.
ANALISIS PETROFISIKA UNTUK MENENTUKAN OIL-WATER CONTACT PADA FORMASI TALANGAKAR, LAPANGAN “FBT”, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN Tarigan, Febrina Bunga; Dewanto, Ordas Sapto; Karyanto, Karyanto; Wibowo, Rahmat Catur; Widyasari, Andika
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Dalam melakukan analisis petrofisika, terdapat banyak metode pada setiap propertinya. Oleh karena itu, perlu ditentukan metode yang tepat pada setiap properti petrofisika yang cocok untuk diaplikasikan pada lapangan penelitian agar tidak terjadi penyimpangan pada saat interpretasi. Properti petrofisika terdiri dari volume shale, porositas, saturasi air, dll. Penelitian ini menggunakan enam data sumur yaitu FBT01, FBT02, FBT03, FBT04, FBT05, dan FBT06 juga dibantu dengan data core yang terdapat pada FBT03. Data core dijadikan acuan dalam analisis petrofisika karena dianggap telah mewakili atau sudah mendekati kondisi reservoar yang sebenarnya pada lapangan. Daerah yang digunakan pada penelitian ini terletak pada Formasi Talang Akar, Lapangan “FBT”, Cekungan Sumatra Selatan. Untuk volume shale, metode yang paling sesuai dengan kondisi Lapangan “FBT” merupakan metode gamma ray-neutron-density karena cocok dengan photo core dan litologi. Lalu untuk porositas efektif, metode yang paling sesuai dengan kondisi Lapangan “FBT” merupakan metode neutron-density-sonic karena mendekati data core. Oil-water contact ini nantinya berguna untuk menentukan cadangan hidrokarbon. Didapatkan oil-water contact pada kedalaman 2277.5 feet pada FBT01, 2226.5 feet pada FBT02, 2312.5 feet pada FBT03, 2331 feet pada FBT04, 2296 feet pada FBT05, dan 2283.5 feet pada FBT06. Perbedaan kedalaman oil-water contact pada Formasi Talangakar, Lapangan FBT disebabkan karena adanya suatu struktur dibawah permukaan.  Abstract - In conducting petrophysics analysis, there are many methods on each property. Therefore, it is necessary to determine the exact method on each petrophysical property suitable for application in the field of research in order to avoid irregularities at the time of interpretation. The petrophysical property consists of volume shale, porosity, water saturation, etc. This research used six well data named FBT01, FBT02, FBT03, FBT04, FBT05, and FBT06 and also assisted with core data contained in FBT03. Core data used as a reference in petrophysical analysis because it was considered to have represented or closed to the actual reservoir conditions in the field. The area in this research was in Talangakar Formation, "FBT" Field, South Sumatra Basin. The most suited volume shale method for “FBT” field condition was gamma ray-neutron-density method by seeing its photo core and lithology. As for the effective porosity, the most suited method for the field was neutron-density-sonic method by its core. Oil-water contact was useful to determine the hydrocarbon reserves. Oil-water contact was obtained at a depth of 2277.5 feet on FBT01, 2226.5 feet on FBT02, 2312.5 feet on FBT03, 2331 feet on FBT04, 2296 feet on FBT05, and 2283.5 feet on FBT06. The oil-water contact depth differences at Talangakar formation in FBT field caused by structure in subsurface. Keywords: petrophysical property, oil-water contact, core, petrophysical analysis.

Page 1 of 1 | Total Record : 6