cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Geofisika Eksplorasi
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23561599     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geofisika Eksplorasi adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Geofisika Fakultas Teknik Universitas Lampung. Jurnal ini diperuntukkan sebagai sarana untuk publikasi hasil penelitian, artikel review dari peneliti-peneliti di bidang Geofisika secara luas mulai dari topik-topik teoritik dan fundamental sampai dengan topik-topik terapandi berbagai bidang. Jurnal ini terbit tiga kali dalam setahun (Maret, Juli dan November), Volume pertama terbit pada tahun 2013 dengan nama Jurnal Geofisika Eksplorasi (JGE).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 1 (2018)" : 8 Documents clear
RELOKASI HIPOSENTER GEMPABUMI MENGGUNAKAN METODE MODIFIED JOINT HYPOCENTER DETERMINATION (MJHD) UNTUK ANALISIS ZONA SUBDUKSI SUMATERA BAGIAN SELATAN Sari, Deswita; Zaenudin, Ahmad; Haerudin, Nandi; Khairina, Fadiah
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Daerah Sumatera bagian Selatan merupakan daerah yang rawan terhadap bencana gempabumi karena adanya aktifitas tumbukan lempeng tektonik yaitu Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Untuk memahami kondisi tektonik yang tepat seperti pola zona subduksi diperlukan analisis hiposenter di daerah tersebut. Sehingga dilakukanlah relokasi hiposenter untuk menentukan ulang hiposenter gempabumi menjadi lebih akurat. Untuk menghasilkan hiposenter yang lebih akurat ini dilakukanlah relokasi hiposenter dengan menggunakan metode Modified Joint Hypocenter Determination (MJHD). Relokasi dengan metode Modified Joint Hypocenter Determination (MJHD) menggunakan kecepatan gelombang IASP91 yang mengasumsikan bahwa struktur dalam bumi bersifat heterogen. Pada penelitian ini data yang digunakan berupa data arrival time gelombang P dan S pada rentang waktu Januari 2010 s.d Desember 2016 dengan koordinat -3.5º s.d -9º LS – 99º s.d 106.5º BT. Hasil dari relokasi menggunakan MJHD menunjukkan adanya perubahan hiposenter gempabumi yang ditunjukkan dengan nilai RMS (Root Mean Square) berkisar 0.2 s.d 0.5. Terdapat 3 sudut penunjaman di daerah Sumatera bagian Selatan. Sudut penunjaman yang terbentuk di Bengkulu sekitar 26.78º, sudut penunjaman Lampung sekitar 30.225º dan sudut penunjaman Selat Sunda sekitar 52.53º. Masing-masing kedalaman penunjaman daerah Bengkulu yaitu sekitar 250 km, Lampung dan Selat Sunda sekitar 400 km.  ABSTRACT The part of south Sumatera is very vulnerable region in case of earthquake disaster caused by convergent boundary of two tectonic plates Indo-Australian Plates and Eurasian Plates. Precise hypocenter analysis is needed to understand about  the accurate tectonic setting such as subduction zone in the area. Hypocenter relocation is used to recalculate earthquake hypocenter to become more accurate. To produce a more accurate hyposenter this hyposenter relocation is done by using the method of Modified Joint Hypocenter Determination (MJHD). Relocation using the Modified Joint Hypocenter Determination (MJHD) method uses IASP91 wave velocity which assumes that the inner structures are heterogeneous. In this study, used data P-wave and S-wave  arrival time in the period January 2010 s.d December 2016 with coordinates -3.5º s.d -9º LS - 99º s.d 106.5º BT. The results of the relocation using MJHD showed a change of earthquake hypocenter shown by RMS (Root Mean Square) value ranging from 0.2 s.d 0.5. There are three subduction of the part in south sumatra. The subduction zone formed in Bengkulu is about 26.78º, the subduction zone of Lampung is around 30.225º and the subduction of the Sunda Strait is about 52.53º. Subduction zone of Bengkulu at depth of 250 km, Lampung and Sunda Strait at depth 400 km. Keywords— Hypocenter relocation, MJHD, Subduction Zone
PEMETAAN MIKROZONASI DAERAH RAWAN GEMPABUMI MENGGUNAKAN METODE HVSR DAERAH PAINAN SUMATERA BARAT Wulandari, Asri; Suharno, Suharno; Rustadi, Rustadi; Robiana, Rahayu
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Daerah Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat resiko rawan bencana yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menzonasikan daerah rawan bencana di daerah Painan berdasarkan nilai frekuensi dominan, periode dominan, Vs30, PGA dan amplifikasi serta untuk mengetahui nilai PGA (Peak Ground Acceleration) daerah tersebut. Dengan menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectra Ratio) diharakan dapat membantu dalam penzonasian daerah penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka diketahui bahwa daerah Painan, Sumatera Barat, memiliki nilai nilai frekuensi dominan antara 0,6-12,07 Hz. Sedangkan untuk nilai Vs30 antara 73,08-1449 m/s dan nilai amplifikasinya antara 0,47-6,01. Nilai PGA untuk daerah Painan antara 0,034-0,063 g. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dengan mengkorelasikan keempat peta zonasi, diketahui bahwa daerah yang memiliki tingkat resiko bencana gempabumi yang tinggi diperkirakan adalah daerah pesisir pantai. Hal ini didukung dengan nilai frekuensi yang rendah dan nilai Vs30 yang kecil serta nilai PGA yang besar. Nilai amplifikasi daerah ini terbagi menjadi tiga zona yaitu daerah yang memiliki amplifikasi tinggi tersebar disekitar pantai dan tersusun atas batuan alluvial sedangkan sisanya memiliki nilai amplifikasi yang sedang dan rendah  karena berdasarkan peta geologinya daerah tersebut tersusun atas dua jenis batuan yaitu batuan alluvial dan Formasi Painan.   ABSTRACT Regional Painan, the distric of Pesisir Selatan, the province of west Sumatera is one of the areas with high risk disaster prone. This study aims attempts to maped the disaster prone area of the Painan region based on the dominant frequency value, Vs30, PGA and amplification and to know the value of ground movement from the area. By using the HVSR method (Horizontal to Vertical Spectra Ratio) expected to assist to zone the regions. Based on the research that has been done, it is known that the Painan area, West Sumatera, have values of dominant frequency between 0.6 to 12.07 Hz. As for the value Vs30 between 73.08 to 1449 m/s and the amplification values between 0.47 to 6.01. The PGA value for Painan region between 0.034 to 0.063 g. Based on the analysis that has been done by correlating the four zoning map, it is known that the area which has a high risk of earthquake disaster that is estimated to coastal areas. This is supported by the dominant low frequency value and the value Vs30 small and PGA of high value. The amplification value of this region is divided into four zones, areas that have amplification is very high being around the beach and composed by rock alluvial, the value of amplification of high contained in nearly all the regions Painan while amplification medium and low are the small area of Painan and the small area of Bungo Pasang Salido because based on the geological map of the area is composed of two types of rocks are alluvial and rock Painan Formations.  Keywords— Painan, HVSR, Microzonation, PGA
PEMANTAUAN PROSES INJEKSI AIR PADA LAPANGAN “SMR” CEKUNGAN SUMATERA TENGAH BERDASARKAN DATA ANOMALI TIME-LAPSE MICROGRAVITY Pratiwi, Dian; Sarkowi, Muh; Haerudin, Nandi; Wiyono, Agung
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang monitoring proses injeksi pada lapangan “SMR” Cekungan Sumatera Tengah dengan menggunakan metode gayaberat mikro. Metode time-lapse microgravity merupakan pengembangan dari metode gayaberat (x,y,z) dengan menambahkan dimensi keempat yakni waktu (t). Monitoring dilakukan pada lapangan-lapangan produksi yang telah melakukan EOR (Enchanced Oil Recovery) yakni proses menginjeksikan air kedalamreservoar untuk mendorong dan menguras sisa-sisa minyak pada pori-poribatuan reservoar ke sumur produksi.Pengolahan data gayaberat mikro dilakukan dengan mencari selisih nilai gayaberat observasi antara pengukuran kedua dan pertama, selanjutnya melakukan analisis spektral untuk memisahkan anomali pada kedalaman reservoar dan noise.Anomali time-lapse microgravity memiliki nilai sebesar-132.28 µGal hingga 0.053 mGal.Anomali positif berhubungan dengan proses injeksi, sedangkan anomali negatif berhubungan dengan proses produksi pada daerah penelitian. Analisis filtering menunjukan terdapat dua zona dinamika fluida, yakni  akibat proses dinamika air permukaan (air tanah diatas reservoar) dan yang terjadi pada reservoar. Zona pengurangan fluida terjadi pada daerah-daerah dengan jumlah sumur produksi lebih banyak dari sumur injeksi.Pengurangan densitas terjadi pada lapisan reservoar yakni pada kedalaman 600 m hingga 1000 m dengan nilai maksimum pengurangan sebesar -3.1x10-3 gr/cm3.Model inversi gayaberat time-lapse menunjukan adanya beberapa sumur injeksi yang kurang efektif sehingga perlu dihentikan injeksinya.  ABSTRACT                     There had been done a regional research about monitoring of injection process in "SMR" field of Central Sumatera Basin using microgravity method. The time-lapse microgravity method is the development of the gravity method (x, y, z) by adding the fourth dimension of time (t). Monitoring is carried out on production fields that have performed EOR (Enchanced Oil Recovery) ie the process of injecting water into the reservoir to push and drain the remnants of oil in the pores of the reservoir rock to the production well. The microgravity data processing is done by finding the difference between observed gravity values between the first and the second measurements, then performing the spectral analysis to separate the anomaly at reservoir depth and noise. The time-lapse microgravity anomaly has a value of -132.28 μGal to 54.89 μGal. Positive anomalies are related to the injection process, whereas the negative anomalies are related to the production process in the study area. Filtering analysis shows that there are two zones of fluid dynamics, which is due to the process of surface water dynamics (groundwater above reservoir) and that occurs in the reservoir. Fluid reduction zones occur in areas with more production wells than injection wells. Density reduction occurs in the reservoir layer at a depth of 600 m to 1000 m with a maximum reduction value of -3.1x10-3 gr / cm3. The gravity time-lapse inversion model shows the existence of several injection wells that are less effective and therefore need to be stopped injecting. Keywords— Microgravity, Enchanced Oil Recovery (EOR), Gravity Observation, Spectral Analysis, Density
PRE STACK DEPTH MIGRATION UNTUK KOREKSI EFEK PULL UP DENGAN MENGGUNAKAN METODE HORIZON BASED DEPTH TOMOGRAPHY PADA LAPANGAN ‘A1 DAN A2’ Azzahra, Atikah; Mulyatno, Bagus Sapto; Zaenudin, Ahmad; Mujihardi, Bambang
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada kasus pengolahan data seismik dengan litologi batu pasir seperti shale dan karbonat sering sekali didapatkan hasil pengolahan data yang memiliki efek  pull up terutama pada hasil migrasi domain waktu. Pre stack depth migration  merupakan pengolahan yang berdasarkan focusing amplitudo sesuai  dengan kedalaman yang sebenarnya dengan menggunakan input kecepatan interval. Migrasi yang dilakukan menggunakan algoritma kirchhoff pre stack depth migration. Pre stack depth migration yang dilakukan dilengkapi dengan pemodelan kecepata berupa metode horizon based depth tomography. Metode ini menggunakan koreksi residual moveout yang diterapkan sepanjang garis hasil picking interpretasi horizon. Penelitian ini menggunakan dua data lapangan yaitu lapangan A1 dan A2. Lapangan A1 memiliki karakteristik batuan karbonat yang menghasilkan  pull up berbentuk mirip dengan lapisan karbonat. Lapangan A2 memiliki efek pull up yang tidak terlalu jelas namun mengalami build up karena lapisan diatasnya. Tahapan – tahapan yang dilakukan dimulai dari pengolahan pre stack time migration berupa picking kecepatan, menghasilkan kecepatan rms dan melakukan migrasi domain time. Proses pre stack depth migration diawali dengan transformasi kecepatan dengan persamaan transformasi dix untuk menghasilkan kecepatan interval, melakukan migrasi Pre stack depth migration, melakukan interpretasi horizon dan melakukan pemodelan kecepatan dengan metode horizon based depth tomography. Iterasi dilakukan sebanyak 4 kali dan menghasilkan section final pre stack depth migration yang telah terkoreksi oleh efek pull up.  ABSTRACT In the case of seismic data processing with sandstone lithology such as shale and carbonate often get the result of data processing which have pull up effect especially on the time domain migration result. Pre stack depth migration is a processing based on focusing the amplitude according to the actual depth by using the input interval velocity. Migration is performed using kirchhoff pre stack depth migration algorithm. Pre stack depth migration is done with modeling of horizontal based depth tomography method. This method uses residual moveout correction applied along the horizon-picking line. This research uses two field data that is A1 and A2 Field. A1field has characteristics of carbonate rock that produce pull up shaped similar to carbonate layer. A2 field has a pull-up effect that is not very clear but has build up because of the layer above it. Stages performed starting from the processing of pre stack time migration in the form of velocity picking, generate rms velocity and migration time domain. The pre stack depth migration process begins with a velocity transformation with the dix transformation equation to generate interval velocity, migrate Pre stack depth migration, perform horizon interpretations and perform velocity modeling using the horizon based depth tomography method. The iteration is done 4 times and resulted in the final section of pre stack depth migration which has been corrected by pull up effect.  Keywords—Pre stack depth migration, pull-up effect, horizon based depth tomography
KARAKTERISASI RESERVOAR MELALUI ANALISIS PETROFISIKA BERDASARKAN DATA LOG SUMUR “TRD” FORMASI AIR BENAKAT Chasandra, Beny; Dewanto, Ordas; Haerudin, Nandi
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Daerah penelitian terletak pada Cekungan Sumatera Selatan, tepatnya pada Formasi Air Benakat yang berada di bagian tenggara Provinsi Jambi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dimana zona-zona produktif berdasarkan analisis parameter petrofisika (saturasi air, porositas dan vshale), serta bagaimana karakteristiknya Adapun litologi pada sumur TRD adalah batupasir (sandstone) dengan sedikit kandungan foraminifera di dalamnya. Penentuan ini didasarkan pada hasil analisis petrofisika dengan hasil rata-rata porositas zona 7 pada sumur TRD-10 sebesar 12,4%, Sw 19,4% dan Vsh 6,2%; zona 7 sumur TRD-11 porositas 16,2%, Sw 41,3%, dan Vsh 22%; zona 11 pada sumur TRD-14 porositas 33,2%, Sw 21,2% dan Vsh 1,2%; zona 6 sumur TRD-15, porositas 7,02%, Sw 32,3% dan Vsh 5,6%; zona 7 sumur TRD-17, porositas 9,04%, Sw 25,6% dan Vsh 4,6%; dan zona 4 sumur TRD-19, porositas 23,2% Sw 13,5% dan Vsh 7,1%. Karakteristik reservoar pada sumur TRD ini relatif memiliki saturasi yang rendah di bawah 50%, porositas lebih dari 5 % dan kandungan lempung kurang dari 25%, sehingga zona produktif pada sumur TRD berpotensi gas.   ABSTRACT The research area was located in South Sumatra Basin on Air Benakat Formation at South-East Jambi Province. The research conducted to know productive the interest zone by petrophysics analysis (volume shale water saturation, and porosity) and its characteristics by well-log. The lithology of TRD Well is sandstone with a few foraminifera. The interpretation based on the petrophysical analysis porosity of the 7th zone on TRD-10 is average 12,4%, saturation water 19,4% and volume shale 6,2%; the 7th zone on TRD-11 well is average porosity 16,2%, saturation water 41,3%, and volume shale 22%; the 11th zone on TRD-14 well is average porosity 33,2%, saturation water 21,2% and volume shale 1,2%; The 6th zone TRD-15 well, porosity 7,02%, saturation water 32,3% and volume shale 5,6%; On the TRD-17 well of the 7th zone is average the porosity 9,04%, saturation water 25,6% and volume shale 4,6%; and 4th zone of TRD-19 well, porosity 23,2% Saturation water 13,5% and volume shale 7,1%. The characteristics of hydrocarbon reservoir on TRD Wells have low water saturation is less than 50%, porosity more than 5% and volume shale less than 25%. From the result of petrophysics parameter value used as the indicator of the productive zone and interpreted that sand reservoir on well TRD has potentially for the reservoir zone with gas prospect. Keywords— petrophysics, water saturation, porosity, volume shale, and netpay
PENGHILANGAN SWELL NOISE DAN LINIER NOISE PADA DATA SEISMIK 2D MARINE HIGH RESOLUTION PADA LINTASAN “AF” MENGGUNAKAN METODE SWNA, F-K FILTER DAN TAU-P TRANSFORM Subari, Achmad; Rasimeng, Syamsurijal; Haerudin, Nandi
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitan mengenai penghilangan noise yang disebabkan oleh lingkungan (swell noise) dan noise linier pada data seismik 2D frekuensi tinggi pada lintasan “AF” dengan menggunakan metode swell noise attenuation (SWNA), filter f-k dan transformasi tau-p. Berdasarkan hasil yang diperoleh swell noise berhasil dihilangkan dari data dengan menggunakan batasan kecepatan filter yakni 1000 m/s pada frekuensi 25 Hz yang diterapkan pada proses swell noise attenuation. Data yang telah diterapkan SWNA, kemudiain dijadikan input proses filter f-k. Dalam penerapan filter f-k, desain polygon yang digunakan memiliki batasan frekuensi minimum sebesar 5 Hz dan frekuensi maksimum sebesar 450 Hz. Hasil filter f-k memberikan output yang baik dengan menghilangkan noise linier hingga time 1500 ms. Output filter f-k yang diperoleh, kemudian diproses kembali dengan menggunakan metode transformasi tau-p. penerapan transformasi tau-p dilakukan dengan mentransformasikan data menjadi domain (τ-p). Pada data yang telah ditransformasi dalam domain (τ-p), noise linier terbentuk pada moveout 600 ms. Kemudian data diberlakukan mute dengan menggunakan surgical mute. Berdasarkan hasil yang diperoleh, metode tau-p mampu menghilangkan noise linier pada data. Noise linier yang dihilangkan lebih mendominasi pada time1500 ms-2500 ms. Hal tersebut disebabkan noise linier pada time 0-1500 ms berhasil dihilangkan dengan baik oleh proses sebelumnya. Setelah metode tersebut di atas berhasil diterapkan. Pengolahan data dilanjutkan dengan melakukan proses stack dan migrasi. Migrasi yang diterapkan yakni postack kirchoff time migration, migrasi dilakukan dengan sudut migrasi sebesar 300 dan aperture sebesar 600 m.   ABSTRACT Research have been done about noise removal caused by environment (swell noise) and linear noise on high frequency 2D seismic data on line “AF” using swell noise attenuation (SWNA) method, f-k filter and tau-p transformation. Based on obtained result, swell noise succeed removed from data using velocity limited filter that is 1000 m/s on frequency 25 Hz applied to swell noise attenuation process. Applied SWNA data, then created input f-k filter process. In f-k filter process, used polygon design having a minimum frequency limit around 5 Hz maximum high frequency around 450 Hz. The results f-k filter giving a good output with linear noise removal to time 1500 ms. F-k filter output obtained, then processed again using tau-p transformation method. Application of tau-p transformation transformed data into (τ-p) domain. Transformed data on (τ-p) domain, linear noise made on moveout 600 ms. Then the data muted using surgical mute. Based on obtained result, tau-p result can removing linear noise on data. Linear noise removed dominating on time 1500 ms-2500 ms. That matter caused by linear noise on time 0-1500 ms succeed removed using previous process. After the method succesfully applied , data processing continued doing the stack and migration process. Applied migration is postack kirchoff time migration, migration do with migration angel around 300 and aperture around 600 m. Keywords—swell noise, swell noise attenuation, f-k filter, tau-p transformation, aperture, postack time migration
IDENTIFIKASI DAN ESTIMASI SUMBER DAYA BATUBARA MENGGUNAKAN METODE POLIGON BERDASARKAN INTEPRETASI DATA LOGGING PADA LAPANGAN ”ADA”, SUMATERA SELATAN Adrian, Deddi; Dewanto, Ordas; Mulyatno, Bagus Sapto
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Seiring semakin menipisnya cadangan minyak bumi, tentu mendorong pemerintah untuk melakukan pencarian sumber energi baru. Ekplorasi batubara merupakan pilihan yang tepat karena potensinya yang begitu besar di Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Selatan diketahui memiliki kandungan 37,80% dari total sumber daya di Indonesia. Metode well loggging adalah salah satu metode geofisika yang digunakan guna menemukan dan mengestimasi sumber daya barubara. Keunggulan dari metode well logging adalah mampu menggambarkan keadaan bawah permukaan secara lateral. Tujuan penelitian ini adalah menampilkan gambaran mengenai lapisan batuan bawah permukaan, menentukan arah sebaran dengan mengkorelasikan seam batubara antar sumur bor berdasarkan data logging, dan mengestimasi sumber daya batubara pada daerah penelitian. Luas daerah penelitian penulis sebesar 442.056 m2 memiliki 10 sumur bor. Data log yang digunakan dalam penelitian ini adalah log gamma ray dan log density, dimana lapisan batubara ditandai dengan respon log gamma ray dan respon log density yang rendah. Pada lapangan ”ADA” ditemukan empat lapisan seam batubara, yaitu seam A1 dengan tebal 8,28 m, seam A2 dengan tebal 13,62 m, seam B dengan tebal 18,50, dan seam C dengan tebal 8,84. Arah sebaran batubara dari Selatan ke Utara dengan sudut kemiringan 5-30º dan arah kemenerusan dari Timur ke Barat. Penulis melakukan estimasi sumber daya batubara menggunakan metode poligon (area of influence) karena metode perhitungan ini dapat dilakukan dengan waktu yang singkat dan hasilnya tepat. Total batubara dengan metode poligon sebesar 18.322.653 m3 dalam tonase sebesar 21.987.184–27.483.980 ton sedangkan perhitungan dengan software rock works 15 sebesar 18.786.254 m3 dalam tonase sebesar 22.543.505–28.179.381 ton.   ABSTRACT As petroleum reserves depleted, certainly encourage the government to search for new energy sources. Eksploration of coal is the right choice because  its potential is so great in Indonesian especially in South Sumatera Province is known have content 37,80% from total resources in Indonesian. Well loggging method is one of geophysics method used to find and estimate coal resources. Advantages of well logging method is able to describe subsurface laterally. The purpose of this study is displaying an overview of subsurface rock layers, determine the direction of distribution by correlating coal seam between wells based on data logging, and to estimate coal resources in the research area. The total area of the author's research is 442.056 m2 has 10 wells. Log data used in this study is gamma ray log dan density log, where coal seams are characterized by gamma ray log response and low log density responses. On the field ”ADA” found four coal seam, that is seam A1 with thickness 8,28 m, seam A2 with thickness 13,62 m, seam B with thickness 18,50, and seam C with thickness 8,84. Direction of coal distribution from South to North with slope angle 5-30º and direction of sincerity from East to West. The author calculates the estimated coal resource using polygon method because this calculates method can be done with a short time and the results are right. Total coal by polygon method of 18.322.653 m3 in tons of 21.987.184–27.483.980 ton while calculations with software rock works 15 amount 18.786.254 m3 in tons of 22.543.505–28.179.381 ton.  Keywords— Coal, well logging¸ seam, resources, polygon method
IDENTIFIKASI BAWAH PERMUKAAN LAPANGAN MINYAK“HUF” SUMATERA SELATAN UNTUK MENDELINIASI STRUKTUR CEKUNGAN HIDROKARBON BERDASARKAN DATA GAYABERAT Setiawan, Ade; Sarkowi, Muh; Mulyatno, Bagus Sapto
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian di Lapangan Minyak “HUF” daerah Banyuasin, Sumatera Selatan menggunakan data gayaberat dengan tujuan mengetahui struktur patahan berdasarkan analisis SVD dan mengetahui struktur cekungan hidrokarbon berdasarkan model inversi 3D dari anomali Bouguer dan anomali residual. Daerah penelitian memiliki anomali Bouguer antara 13 mGal hingga 33 mGal dengan interval 1 mGal, dimana nilai anomali Bouguer tinggi memiliki rentang nilai 26 mGal hingga 33 mGal yang berada di arah barat. Sedangkan nilai anomali Bouguer rendah memiliki rentang nilai 13 mGal hingga 20 mGal yang berada di arah timur. Untuk mengetahui keberadaan struktur patahan, dilakukan filtering Second Vertical Derivative (SVD) pada peta Anomali Bouguer, Regional dan Residual. Pola struktur patahan ditunjukkan dengan kontur bernilai nol dan diapit kontur tinggi dan rendah. Dari hasil analisis SVD anomali Bouguer lengkap dan SVD Anomali Residual terdapat 4 (empat) patahan, sedangkan dari SVD Anomali Regional terdapat 3 (empat) patahan. Pemodelan inversi 3D Anomali Residual dilakukan untuk membuktikan keberadaan patahan yang dianalisis berdasarkan hasil analisis SVD dan untuk mengetahui struktur cekungan hidrokarbon. Berdasarkan hasil inversi 3D anomali residual didapatkan cekungan berada pada kedalaman 1500 m – 3300 m dengan nilai densitas berkisar antara 2.24 gram/cc sampai 2.32 gram/cc yang diidentifikasikan merupakan cekungan batu pasir.   ABSTRACT  Oil field research in regional Banyuasin “HUF” , South Sumatra have been done by the gravity data with objective of knowing fault structure based on analysis of hydrocarbon SVD and knows hollow structure based on the 3D model of the Bouguer Anomaly and Residual Anomaly. Study areas had Bouguer Anomaly between 13 mgal up to 33 mgal to the interval 1 mgal, where the value of Bouguer Anomaly high have a range value 26 mgal up to 33 mgal which is in the direction of west. While the low value of Bouguer Anomaly have a range value 13 mgal to 20 mgal that is in the east. To knew  the existence of structure fault, filtering Second Vertical Derivative (SVD) on a Bouguer Anomaly, Regional and Residua mapl.Pattern of structure fault indicated the contours of a zero value and between the high and low contours. From the results of the analysis SVD Complete Bouguer Anomaly and SVD Residual Anomaly there were 4 (four) fault, while from SVD Regional Anomaly there are 3 (three) fault. 3D modeling the Residual Anomaly were conducted to prove the existence of the fault SVD analyzed based on the results of the analysis and to know the hydrocarbon basin. Based on the results of the inversion of 3D the Residual Anomaly, basin was found in the depth of 1500 m – 3000 m with a value of the density ranges from 2.24 gram/cc until 2.32 gram/cc which identified as sandstone basin. Keywords— basin, gravity , hydrocarbon 3D inverse modelling SVD

Page 1 of 1 | Total Record : 8