cover
Contact Name
Sandri Erfani, S.Si, M.Eng.
Contact Email
sandri.erfani@eng.unila.ac.id
Phone
+6282350155362
Journal Mail Official
jge.tgu@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Geophysical Engineering Department Engineering Faculty Universitas Lampung, Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro Street No 1, Rajabasa District, Bandar Lampung, Indonesia 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Geofisika Eksplorasi
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23561599     EISSN : 26856182     DOI : https://doi.org/10.23960/jge
Core Subject : Science,
Jurnal Geofisika Eksplorasi adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Geofisika Fakultas Teknik Universitas Lampung. Jurnal ini diperuntukkan sebagai sarana untuk publikasi hasil penelitian, artikel review dari peneliti-peneliti di bidang Geofisika secara luas mulai dari topik-topik teoritik dan fundamental sampai dengan topik-topik terapandi berbagai bidang. Jurnal ini terbit tiga kali dalam setahun (Maret, Juli dan November), Volume pertama terbit pada tahun 2013 dengan nama Jurnal Geofisika Eksplorasi (JGE).
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2017)" : 8 Documents clear
ANALISIS RESERVOAR MIGAS BERDASARKAN PARAMETER PETROFISIKA DARI 7 SUMUR DI CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Siallagan, Fernando; Dewanto, Ordas; Mulyatno, Bagus Sapto
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada suatu pemboran eksplorasi, tahapan yang sangat penting adalah menganalisa kejenuhan fluida pada reservoar. Sistem fluida yang ada pada suatu reservoir biasanya multi fasa (air dan hidrokarbon). Saturasi hidrokarbon (minyak atau gas bumi) dapat diketahui dengan terlebih dahulu menghitung saturasi airnya, dengan demikian penentuan nilai saturasi air (Sw = water saturation) menjadi kunci untuk mengetahui suatu interval reservoir apakah dominan mengandung air atau hidrokarbon. Perkembangan teknologi eksplorasi khususnya teknologi logging serta kondisi reservoir yang beragam mempengaruhi konsep penentuan saturasi air dari waktu ke waktu. Penelitian ini berusaha mengkompilasi jenis-jenis metode penentuan saturasi air pada 7 data sumur “ARA”. Menentukan properti petrofisika sebagai langkah melakukan karakterisasi data sumur yakni menentukan volume shale menggunakan metode gamma ray indeks, menentukan resistivitas air menggunakan metode picket plot, menentukan porositas menggunakan korelasi log density & neutron, dan untuk menentukan saturasi air menggunakan metode archie dan simandoux. Berdasarkan analisis 7 data sumur “ARA” memiliki fluida berupa gas, minyak dan air. Nilai porositas rata-rata pada sumur “ARA” adalah 16.2% dan nilai rata-rata saturasi air sebesar 21.8%.  ABSTRACT In an exploratory drilling, it is a very important step to analyze the saturation of the fluid in the reservoir. The fluid system present in a reservoir is usually multi-phase (water and hydrocarbon). The hydrocarbon saturation (oil or gas) can be determined by calculating the water saturation, thereby determining the value water saturation (Sw = water saturation) being the key to know a reservoir interval whether the dominant contains water or hydrocarbons. The development of exploration technology, especially logging technology and various reservoir conditions affect the concept of water saturation determination over time. This study attempted to compile the types of water saturation determination methods in 7 wells data "ARA". Determine the petrophysical property as a step to characterize the well data is determine shale volume using the gamma ray index method, determine water resistivity using pickett plot method, determine porosity using density and neutron log correlation, and to determine water saturation using archie and simandoux methods. Based on analysis 7 wells data "ARA" has a fluid of gas, oil and water. The average porosity value of "ARA" is 16.2% and the average water saturation is 21.8%. Keywords : Logging, Hydrocarbon, Porosity, Water Saturation
ANALISIS INVERSI SEISMIK SIMULTAN UNTUK MEMPREDIKSI PENYEBARAN RESERVOAR BATUPASIR PADA LAPANGAN “KAIROS” CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Kristianto, Abdi; Mulyatno, Bagus Sapto; Haerudin, Nandi; Razi, Mochamad
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Metode inversi impedansi akustik (AI) sering ditemui keterbatasan dalam membedakan litologi batupasir dan batu lempung karena memiliki nilai impedansi yang hampir sama. Penerapan metode inversi seismik simultan dapat mengatasi keterbatasan tersebut dengan menginversikan secara bersama data partial angle stack (near, middle, dan far) untuk menghasilkan parameter acoustic impedance (AI), shear impedance (SI) dan densitas (ρ) yang dapat ditransformasikan menjadi parameter Lamé (LMR), sehingga dapat menentukan persebaran reservoar batupasir pada lapangan “Kairos”. Pada penelitian ini dilakukan prediksi terhadap log Vs dengan menggunakan metode multi-atribut. Zona target berada pada horizon-D2 (1520-1700 m) yang ditentukan beradasarkan interpretasi quicklook log gamma ray, NPHI dan RHOB serta dengan analisis krosplot. Nilai korelasi 0.92 menunjukkan bahwa metode inversi seismik simultan baik dalam mendeterminasi persebaran reservoar batupasir pada lapangan “Kairos”. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas data log, hasil inversi simultan dan analisis LMR, reservoar batupasir memiliki nilai Mu-Rho (rigidtas) yang relatif tinggi 17-20 GPa gcc-1, sementara untuk nilai Lambda-Rho (inkompresibilitas) rendah 15-25 GPa gcc-1 dan Lambda over Mu yang rendah 0.7 - 3 GPa gcc-1. Analisis peta persebaran parameter tersebut menunjukkan daerah barat lapangan “Kairos” konsisten terdapat keberadaan reservoar batupasir. ABSTRACT Acoustic impedance (AI) method has a limitation in discriminated sandstone and shale because of a similar impedance value. Applied seismic simultaneous inversion method that can solve AI method's limitation by inverted simultaneously of the partial angle stack (near, mid, far) generated the acoustic impedance (AI), shear impedance (SI), and density (ρ) could be transformed to the Lamé parameters (LMR), in order to predict sandstone reservoir distribution in "Kairos" field. In this research, the log Vs predicted by using the multi-attribute method.  Target zone at the horizon-D2 (1520- 1700 m), determined by log quick look interpretation of gamma-ray, NPHI, and RHOB and crossplot analysis. The value of correlation is 0,98 showed that the seismic simultaneous inversion has the best correlation to discriminate sandstone reservoir in "Kairos" field. Based on log data sensitivity, simultaneous inversion result and LMR analysis that showed the sandstone reservoir relatively has a high value of Mu-Rho (rigidity) ranged from 17-20 GPa gcc-1, furthermore, the Lambda-Rho (incompressibility) relatively has a low value ranged from 15-25 GPa gcc-1, and the Lambda over Mu relatively has a low value ranged from 0,7-3 GPa gcc-1. The analysis of the distribution map parameters showed at west area of "Kairos" field, there is consistently sandstone reservoir.Keywords : Lambda Mu Rho (LMR), Sandstone reservoir, Seismic simultaneous inversion.
RELOKASI HIPOSENTER GEMPABUMI WILAYAH SUMATERA BAGIAN SELATAN MENGGUNAKAN METODE DOUBLE DIFFERENCE (HYPO-DD) Dewi, Fhera Chandra; Karyanto, Karyanto; Rustadi, Rustadi; Wibowo, Adhi
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sumatera bagian Selatan merupakan daerah yang rawan terhadap bencana gempabumi karena adanya aktifitas tumbukan lempeng tektonik yaitu Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi tektonik wilayah ini perlu diketahui dengan melakukan penentuan hiposenter dari gempa yang terjadi. Untuk menghasilkan hiposenter yang akurat maka dilakukanlah relokasi hiposenter dengan menggunakan metode double difference. Pada penelitian ini data yang digunakan berupa data arrival time gelombang P dan S pada rentang waktu April 2009 s.d Desember 2017 dengan koordinat 0º s.d 7º LS dan 98º s.d 106º BT. Jumlah gempabumi yang terelokasi adalah sebanyak 3592 dari 3630 gempabumi. Hasil dari relokasi hiposenter menggunakan hypoDD menghasilkan hiposenter yang lebih baik, dibuktikan dengan banyaknya residual waktu tempuh setelah relokasi yang mendekati nilai nol dan gempabumi dengan kedalaman 10 km mengalami perubahan serta lebih dapat menggambarkan pola tektonik dan subduksi. Distribusi gempabumi bersumber dari zona subduksi dari pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, ditunjukkan dengan distribusi gempa yang semakin dalam ke arah timur. Serta sudut penunjaman subduksi utara ke selatan terlihat semakin curam karena usia dari zona subduksi semakin ke selatan semakin tua dan tidak mudah patah sehingga tingkat kegempaannya lebih sedikit terjadi.  ABSTRACT Southern Sumatra is a prone area of earthquake due to the subduction of tectonic plates that are Indo-Australian Plate and Eurasian Plate. The tectonic condition of this region needs to be identified by determining the hypocenter of the earthquake that occurred. To produce a more accurate hypocenter, the hypocenter relocation is done by using the double difference method. In this study, the data was in the form of arrival time data of P and S waves from April 2009 to December 2017 with coordinates 0º to 7º latitude and 98º to 106º longitude. The number of relocated earthquakes was 3592 of 3630 earthquakes. The results of the hypo-centered relocation using hypoDD showed a better hypocenter, proved by the large amount of residual travel time after the near-zero relocation and earthquake with 10 km depth changed and described tectonic clearer tectonic patterns and subduction. The distribution of earthquakes sourced from the subduction zone of the Indo-Australian and Eurasian Plate encounters shown by earthquake distributions that were getting deeper to the east. In addition, the angle of subduction from north to south seemed increasingly steep as the age of the subduction zone to the south getting older and was not easily broken so less earthquake occurred.  Keywords: Earthquake, hypocenter relocation, Double Difference (HypoDD), Subduction zone.
ANALISIS ZONA RAWAN GEMPABUMI DAERAH LAMPUNG BERDASARKAN NILAI PERCEPATAN TANAH MAKSIMUM (PGA) DAN DATA ACCELEREROGRAPH TAHUN 2008-2017 Windiyanti, Agnes Cahya; Karyanto, Karyanto; Rustadi, Rustadi; Rudianto, Rudianto
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSejarah kegempaan Lampung antara tahun 1990 hingga 2017 mencatat bahwa Daerah Lampung telah dilanda gempabumi merusak sebanyak 2 kali pada tahun 1933 dan 1994 yang disebabkan oleh aktivitas Sesar Sumatra yang bersumber di Liwa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Peak Ground Acceleration (PGA) sebagai salah satu indikator yang digunakan untuk studi tingkat kerusakan tanah yang disebabkan oleh getaran gempabumi dan bertujuan untuk mengkaji zona percepatan tanah maksimum (PGA) dan intensitas gempabumi berdasarkan data historis gempabumi dari tahun 1990-2017, serta data accelerograph tahun 2008-2017. Perhitungan PGA menggunakan Persamaan Lin dan Wu (2010) dan intensitas gempabumi berdasarkan nilai PGA. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa fungsi atenuasi percepatan tanah masing-masing Stasiun Accelerograph (LWLI, KASI, KLI, dan BLSI) berbeda, dikarenakan letak sensor accelerograph setiap wilayah berbeda serta dipengaruhi oleh tatanan tektonik dan struktur geologi yang berbeda pula. Analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai PGA di Wilayah Lampung bervariasi dari -9 – 270 gal. Zonasi percepatan tanah maksimum di Wilayah Lampung dibagi menjadi 3 zona, yaitu zona pertama dengan nilai PGA -9-2,9 gal pada skala intensitas I-II MMI untuk Wilayah Kota Bumi dan Bandar Lampung, zona kedua dengan nilai PGA 2,9-88 gal pada skala intensitas III-V MMI untuk Wilayah Kota Agung, dan zona ketiga dengan nilai PGA 167-270 gal pada skala intensitas VII-VIII MMI untuk Wilayah Liwa. Dari analisis berdasarkan skala intensitas gempabumi, Wilayah Liwa memiliki potensi kerusakan terbesar dalam skala intensitas VII-VIII MMI. Hal tersebut dikarenakan event gempa bersumber di wilayah laut bagian barat (Samudra Hindia). Keywords : Accelerograph, Percepatan Tanah Maksimum (PGA), Intensitas Gempabumi, Lampung
ANALISIS PERSEBARAN POTENSI TOTAL ORGANIC CARBON (TOC) LAPANGAN “LINGGA” DENGAN MENGGUNAKAN METODE INVERSI SEISMIK DAN NEURAL NETWORK Sinulingga, Muhammad Kevin; Mulyatno, Bagus Sapto; Zaenudin, Ahmad
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                                                                               Lapangan “LINGGA” terletak di provinsi Sumatera Utara dengan target penelitian Formasi Belumai, Cekungan Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan zona prospek shale hidrokarbon pada lapangan “LINGGA” dengan menggunakan analisis seismik multi-atribut neural networks berdasarkan data petrofisika Total Organic Carbon (TOC) serta seismik inversi Acoustic Impedance.Seismik multi-atribut neural networks digunakan untuk mengetahui sebaran property shale hidrokarbon berdasarkan data petrofisika berupa TOC yang digunakan untuk mengetahui kandungan hidrokarbon pada lapisan shale. Data seismik Acoustic Impedance memperoleh nilai 5865 – 10295((m/s)*(g/cc)) untuk mengkarakterisasi lapisan shale pada Formasi Belumai.Sedangkan untuk seismik AI digunakan sebagai external attribute dan data 2D seismik sebagai internal attribute pada seismik multi-atribut neural networks.Hasil seismik multi-atribut neural networks diperoleh nilai penyebaran TOC yang dikategorikan baik pada target Formasi Belumai dengan nilai TOC 0,79 – 1,10%.  ABSTRACT                 “LINGGA” field is located in North Sumatra Province with research objective Belumai Formation, North Sumatra Basin. The purpose of this research is to determine shale hydrocarbon prospect zone on “LINGGA” field using neural networks multi-atribut seismic analysis, based on Total Organic Carbon (TOC) petrophysical data and seismic Acoustic Impedance inversion. Neural networks multi-atribut seismic is used to discover shale hydrocarbon property based on TOC petrophysical data, that is being used to find out hydrocarbon content on shale layer. Seismic Acoustic Impedance data has obtained value 5865 – 10295 ((m/s)*(g/cc)) to characterize shale layer on Belumai Formation. While seismic AI is used as external attribute and seismic 2D data as internal attribute for neural networks multi-atribut seismic. The result of neural networks multi-atribut seismic has obtained TOC distribution value which categorize as good on the target Belumai Formation with TOC value 0,79 – 1,10%. Keywords : Multi-atribut Neural Networks, Acoustic Impedance, Total Organic Carbon, Shale hydrocarbon
ANALISIS SATURASI AIR DARI DATA SUMUR T-RX PADA LAPANGAN AQUILLA Ertanto, Bima Fajar; Dewanto, Ordas; Karyanto, Karyanto
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSemakin menipisnya cadangan hidrokarbon yang berbanding terbalik dengan semakin besarnya jumlah permintaan mengakibatkan kegiatan untuk memaksimalkan perolehan minyak dan gas bumi semakin intensif dilakukan, salah satu cara untuk memaksimalkan produksi migas adalah dengan melakukan evaluasi formasi. Evaluasi Formasi adalah teknik untuk mengetahui karakteristik formasi batuan, saturasi air, dan densitas batuan dengan menggunakan analisis batu inti (cutting) maupun dengan menggunakan analisa data log. Dengan menggunakan data log, data petrofisika, dan data geologi regional dari sumur “TRX” dan lapangan “Aquilla” maka diperoleh zona produktif pada sumur TRX-1 pada zona 2 dan zona 4, sedangkan untuk TRX-2 zona produktif berada pada zona 2,4, dan 6, dan pada sumur TRX-3 zona potensial berada pada zona 2 dan 4. Dari hasil perhitungan petrofisika, zona potensial pada setiap sumur merupakan reservoar produktif dengan saturasi air mencapai 9-28% dengan porositas efektif 26-41%. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa litologi daerah penelitian berdasarkan data sumur TRX-1, TRX-2, dan TRX-3 didomisasi oleh susunan lapisan batupasir dengan kandungan fluida pada zona produktif didominasi oleh gas.  ABSTRACTThe lesser the reserves of hydrocarbon which is inversely proportional with the greater the demand make activities to maximalize the aqcuisition of oils and gasses more intensive to be done. Way to maximize oils and gasses production are with formation evaluation. Formation evaluation is the techniques to knowing the characteristics stone's formation, water saturation, and stone's density with center stone's analysis (cutting) otherways with logs data analysis. Logs data analysis, petrophysics data, and geological regional data from "TRX" well and "Aquilla" field can be obtained productive zone in TRX-1 well zone 2 and 4, for TRX-2's productive zone is in zone 2, 4, and 6, also in  TRX-3 well potential zone located in zone 2 and 4. By petrophysics calculations, potential zone at every well are reservoar productive with water saturation reached 9-28% with efective porosity 26-41%. Based on data, can be concluded that lithology observation area by well's data TRX-1, TRX-2, and TRX-3 dominated by layers composited of sandstone which contents fluid in productive zone are dominated by gasses. Keyword: hydrocarbon, formation evaluation, water saturation, porosity
PEMODELAN 3D DAN ANALISIS KETERSEDIAAN BATUAN GRANIT BERDASARKAN DATA ANOMALI GAYABERAT DI DAERAH TANJUNG ULIE HALMAHERA TENGAH Elviani, Sari; Sarkowi, Muh; Zaenudin, Ahmad
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian dengan metode Gayaberat pada daerah Tanjung Ulie Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara. Penelitian ini dilakukan untuk mengindentifikasi keberadaan batuan granit. Batuan granit tersebut akan digunakan untuk bahan kontruksi pembuatan jalan. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa nilai elevasi dan nilai gayaberat observasi dari lapangan dengan luasan 250 m x 200 m dan spasi jaran 2.5 m. Dilakukan beberapa koreksi gayabeat di antaranya koreksi lintang, koreksi topografi, Koreksi Bouguer dan koreksi terrain untuk memperoleh nilai Anomali Bouguernya. Dari sebaran nilai Anomali yang dikonturkan menggunakan software Surfer maka diperoleh sebaran nilai anomali Bouguer berkisar antara 153,8 mGall – 155,9 . Nilai Anomali tinggi berada pada daerah utara dan timur laut dengan kisaran nilai 155,1 mGall – 155,9 mGall yang diasumsikan sebagai zona target penelitian. Pemodelan inversi 3 Dimensi dengan menggunakan software Grav3D. Dan hasilnya menunjukan bahwa batuan yang memiliki nilai densitas tinggi berada pada daerah utara dan timur laut pada kedalaman 5 m hingga 75 m. Pada metode Second Vertical Derivative nilai nol pada nilai SVD diperkirakan sebagai patahan batuan yang menjadi batas antara batuan target dan batuan di sekitarnya.   ABSTRACT A research was did in Tanjung Ulie, Central Halmahera, North Maluku Province using Gravity method. The purpose of this research was to identificate the presence of granit rocks. The granit rocks itself will be used as material for road construction. In this research, the data which obtained were elevation and observation gravity values from 250 m x 200 m field area and distance space 2,5 m . Anomaly Bouguer was got from gravity corrections, in between the lattitude correction, topography correction, Bouguer correction and terrain correction to obtain the value of Bouguer Anomaly. From the distribution of Anomaly values which contoured using Surfer software then obtained the value of Bouguer Anomaly from 153,8 mGall to 155,9 mGall. The highest Anomaly value was located in the north and north east area with range of Bouguer Anomaly value from 155,1 mGall to 155,9 mGall which assumed as target zone of the research.The 3 dimension inversion modelling was created using Grav3D software and the result shows that the rocks which have high density values located in the north and north east area at depth 7 m untill 75 m . On Second Vertical Derivative method, the zero value on SVD value was estimated as rock fault which become the boundary between target rocks with rocks around it. Keywords— Gravity Method, Bouguer Anomaly, 3D modelling, Second Vertical Derivative, Granite
ANALISIS SEBARAN HIPOSENTER GEMPA MIKRO DAN POISSON’S RATIO DI LAPANGAN PANASBUMI DESERT PEAK SEBELUM DAN SESUDAH STIMULASI ENHANCED GEOTHERMAL SYSTEM (EGS) Raflesia, Farkhan; Haerudin, Nandi; Rustadi, Rustadi
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang analisis sebaran hiposenter dan poisson’s ratio di Lapangan Panasbumi Desert Peak, Negara Bagian Nevada, Amerika Serikat. Tujuan penelitian ini adalah membuat program penentuan hiposenter menggunakan Graphical User Interfaces (GUI) di MATLAB, menganalisis sebaran hiposenter dan poisson’s ratio. Metode gempa mikro menggunakan sumber pengukuran gelombang sesmik natural yang memiliki frekuensi rendah. Gempa mikro merekam gempa-gempa (≤ 3 SR). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data katalog gempa mikro Lapangan Panasbumi Desert Peak sebelum EGS (September 2008 hingga Agustus 2010) dan sesudah EGS (Maret 2013 hingga Februari 2015). Sumber data dari Northern California Earthquake Data Center (NCEDC) dan merupakan data sekunder yang meliputi waktu tiba gelombang P dan S, posisi stasiun serta model kecepatan 1 dimensi. Penentuan hiposenter menggunakan metode SED dengan data awal berupa waktu tiba gelombang P dan S, model kecepatan 1 dimensi dan lokasi stasiun (UTM X, UTM Y dan elevasi). Sedangkan penentuan poisson’s ratio menggunakan diagram wadati dengan data awal berupa selisih antara waktu tiba gelombang P dan S dengan origin time. Penentuan hiposenter gempa mikro berhasil dilakukan menggunakan program GUI di MATLAB yang dikembangkan penulis. Sebaran hiposenter yang dihasilkan mengikuti alur sesar ridge ryholite yang merupakan lokasi utama Lapangan Panasbumi Desert Peak. Sesudah dilakukannya stimulasi EGS sebaran gempa mikro meningkat dua kali, dengan peningkatan paling tinggi berada di elevasi 500m (zona stimulasi EGS). Terjadi peningkatan nilai poisson’s ratio sesudah dilakukan stimulasi EGS terutama di elevasi 500m (zona stimulasi EGS). Hal ini menunjukan adanya peningkatan saturasi air di area EGS sesudah stimulasi EGS.   ABSTRACTA research has been conducted on analysis of hypocenter distribution and poisson's ratio in the Desert Peak Geothermal Field, the State of Nevada, USA. The purpose of this research is to make a hypocenter determination program using Graphical User Interfaces (GUI) in MATLAB, analyze hypocenter and poisson's ratio distribution. Methods of micro earthquake using natural seismic wave measurement sources that have a low frequency. Micro earthquake recording earthquakes (≤ 3 SR). The data used in this research are the micro earthquake data catalog of Desert Peak Geothermal Field before EGS (September 2008 to August 2010) and after EGS (March 2013 to February 2015). The data source is from Northern California Earthquake Data Center (NCEDC) and is secondary data covering the arrival time of P and S waves, station position and 1-dimensional speed model. Hypocenter determination using the SED method with preliminary data of the arrival time of P and S waves, 1-dimensional speed model and station location (UTM X, UTM Y and elevation). While the determination of poisson's ratio using wadati diagram with initial data in the form of the difference between the arrival time of wave P and S with origin time. Determination of the hypocenter of micro earthquake successfully done using the GUI program in MATLAB developed by writer. The resulting hypocenter distribution follows the ryholite ridge fault groove which is the main location of Desert Peak Geothermal Field. After the EGS stimulation the micro earthquake distribution increased twice, with the highest increase being in the 500m elevation (EGS stimulation zone). An increase in the value of poisson's ratio after EGS stimulation, especially in the 500m elevation (EGS stimulation zone). This suggests an increase in water saturation in the EGS area after EGS stimulation. Keywords: MATLAB, Hypocenter, Poisson’s ratio

Page 1 of 1 | Total Record : 8