cover
Contact Name
Alfian Qomaruddin
Contact Email
alfian@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekayasa@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
REKAYASA
ISSN : 02169495     EISSN : 25025325     DOI : -
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Science and Technology, In the the next year publication, Rekayasa will publish in two times issues: April and Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 1: April 2013" : 6 Documents clear
KANDUNGAN FORMALIN DAN BORAKS PADA PANGAN JAJANAN DI KABUPATEN BANGKALAN Muharrami, Laila Khamsatul; Hidayati, Yunin
Rekayasa Vol 6, No 1: April 2013
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.317 KB)

Abstract

Pangan jajanan merupakan makanan dan minuman yang dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan dan tempat-tempat umum lain yang langsung dimakan atau dikonsumsi kemudian tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut. Oleh karena itu, keamanan pangan menjadi hal yang perlu diperhatikan. Salah satu penentu keamanan pangan adalah adanya zat-zat kimia berbahaya yang tidak boleh digunakan sebagai bahan tambahan pangan seperti formalin dan boraks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya formalin dan boraks dalam pangan jajanan yang dijual di sekitar kabupaten Bangkalan. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Identifikasi dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Identifikasi kualitatif boraks dengan menggunakan kertas kurkumin. Tes positif, jika terjadi perubahan warna dari kuning menjadi merah kecoklatan. Identifikasi kualitatif formalin menggunakan larutan PK. Tes positif, jika terjadi perubahan warna larutan PK dari pink menjadi memudar. Hasil identifikasi kuantitatif pangan jajanan menunjukkan bahwa presentase terbesar kandungan boraks ada pada tahu balut telur daerah Socah yaitu 213ppm dan presentase terbesar kandungan formalin ada pada kerupuk daerah Arosbaya yaitu 45ppm.
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU BERDASARKAN ALIRAN BIAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FIFO (STUDI KASUS DI PJ. MADURA SARI SAMPANG) Cahya, Septian Adi Dwi; Maflahah, Iffan; Muktamar, Mohamad Fuad Fauzul
Rekayasa Vol 6, No 1: April 2013
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persediaan barang merupakan sesuatu yang dimiliki perusahaan berupa barang untuk bisa dijual kembali. Perusahaan mempunyai persediaan barang biasanya berupa bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi. Kondisi persediaan barang bagi perusahaan berperan penting dan mempunyai pengaruh secara langsung terhadap kelayakan usaha. Oleh karena itu analisis persediaan barang yang tepat menjadi sesuatu hal yang sangat diperlukan bagi perusahaan. Salah satu analisis untuk menentukan persediaan barang adalah dengan menggunakan metode FIFO. Metode FIFO merupakan suatu metode penilaian persediaan yang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan yang mempunyai kondisi bahan baku yang semakin meningkat di setiap periodenya. Penggunaan metode FIFO pada penelitian kali ini akan diterapkan di PJ Madura Sari Sampang Khususnya pada produk jamu galian rapet wangi. Produk jamu galian rapet wangi merupakan salah satu produk unggulan yang dimiliki oleh PJ Madura Sari dengan rata-rata penjualan yang cukup tinggi dibanding produk-produk lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode FIFO mempunyai nilai harga pokok penjualan yang lebih rendah dibanding metode rata-rata tertimbang yang digunakan oleh perusahaan yaitu sebesar Rp 108.107.000 untuk metode FIFO dan Rp 108.453.489 untuk metode rata-rata tertimbang. Dari hasil analisis harga pokok penjualan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan sebesar Rp 346.489. Pada perbandingan nilai persediaan akhir menunjukkan bahwa metode FIFO menghasilkan nilai yang lebih tinggi dari pada metode rata-rata tertimbang yaitu sebesar Rp 26.083.000 sedangkan untuk metode rata- rata tertimbang yaitu sebesar Rp 25.889.510.
TOKSISITAS HORMON 17 α METILTESTOSTERON TERHADAP ASPEK REPRODUKSI UDANG GALAH Arisandi, Apri
Rekayasa Vol 6, No 1: April 2013
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.965 KB)

Abstract

Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) betina diperlakukan tanpa hormon dan dengan penyuntikan hormon Methyltestosterone (MT) dengan kadar 15 µg/g (1 level) dan dipelihara/diamati selama 60 hari. Setelah pelakuan tesebut ternyata memberikan pengaruh nyata terhadap beberapa aspek reproduksi udang galah, yaitu derajat pengeraman, derajat penetasan, ukuran telur, derajat hidup dan kecepatan tumbuh larva. Seperti pada kontrol buatan terhadap aspek reproduksi pada budidaya udang galah dengan hormon tersebut tidak memungkinkan digunakan pada pengelolaan budidaya yang lain. Studi ini memungkinkan sebagai inspirasi untuk penelitian yang sama pada budidaya udang-udang air tawar besar di Indonesia.
FLOWERING PHENOLOGY OF MANGOSTEEN (Garcinia mangostanaL.) IN INDONESIA Setiawan, Eko
Rekayasa Vol 6, No 1: April 2013
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.155 KB)

Abstract

The aim of the present study was to investigate the phenological characteristics of mangosteen and among-individual variation in flowering phenology at Bogor, Indonesia.Trees tend to flower after vegetative growth flushes and especially after dry weather. The dry period required to induce flowering in mangosteen. The fruiting season in the Bogor is from latest July to middle August. Bud stage to anthesis takes 19 days. Fruit development takes 115-140 days from anthesis. Fruits fast growth at 2-10 weeks after anthesis. After 13 weeks the growth of fruits is stop. Harvested period 44 days are from December 7 and latest in January 20. Fruits ripen over a 16-20 week period and picking is done by hand every 2-3 days. Generally, the fruits of mangosteen take 5 to 6 months to mature from fruit set. The pattern of fruit growth follows a sigmoid curve. In Bogor, mangosteen tree 25 years old, the fruit production is average of 50- 100 fruits per tree. The fruit production is depending from canopy size. The yield varies from tree to tree and from season to season.
HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN MORFOMETRIK KERANG PISAU (Solen grandis) DI PERAIRAN PRENDUAN KABUPATEN SUMENEP MADURA Haryatik, Dewi; Hafiluddin, Hafiluddin; Farid, Akhmad
Rekayasa Vol 6, No 1: April 2013
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.56 KB)

Abstract

Kerang pisau (Solen grandis) merupakan salah satu jenis moluska dari Bivalvia yang termasuk biota perairan non ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang  dan  berat kerang pisau serta mengetahui karakteristik morfometrik kerang pisau (Solen grandis) di perairan Prenduan Kabupaten Sumenep. Penelitian dilakukan di Desa Prenduan Kabupaten Sumenep. Metode pengumpulan data dilakukan secara langsung di perairan Prenduan dengan menentukan 3 titik lokasi dan masing-masing lokasi mengambil 50 sampel kerang pisau. Hasil dari  perhitungan  hubungan panjang dan berat kerang pisau (Solen grandis) dari bulan Oktober sampai November memiliki nilai konstanta b<3 yang berarti allometrik negatif yaitu pertumbuhan panjang lebih dominan daripada pertumbuhan berat. Morfometrik rasio Lc/Pc masing-masing pada bulan Oktober sampai Desember terbanyak adalah pada kisaran 0,1438-0,1524;0,1668-0,1753;0,1423-0,1548. Rasio Tu/Pc bulan Oktober sampai bulan Desember tertinggi pada bulan Oktober jumlah individu 51 dengan rasio 0,0613-0,0728. Rasio Bd/Bt bulan Oktober sampai Desember tertinggi pada bulan November jumlah individu 43 dengan selang kelas panjang cangkang 25,18-26,50 persentase 59,95%.
PENGARUH INDOL-3-BUTIRIC-ACID DAN THIDIAZURON TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS NENAS (Ananas comosus (L) Merr) CV. SMOOTH CAYYENE SECARA IN VITRO Syafii, Mohammad; Badami, Kaswan; Nursandi, Fatimah
Rekayasa Vol 6, No 1: April 2013
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.927 KB)

Abstract

Pineapple (Ananas comosus L.) is one of the most potential fruit crop cultivating in Indonesia. However, it is difficult to meet the demand for planting materials using the conventional propagation techniques due to production inefficiency. This research aim to know the influence solid medium of Murashige and Skoog (MS) composed of Indol-3-Butiric Acid and Thidiazuron, upon pineapple Var Smooth Cayenne shoot multiplication response. Shoot multiplication using a factorial complete random design. The first is a 3-level IBA concentration (0.3 ppm, 0.6 ppm, 0.9 ppm), a 3-level TDZ concentration (0.2 ppm, 0.4 ppm, 0.6 ppm). The finding shows that MS richly composed IBA and TDZ with low concentration gives 100% shoot the fastest periodic appearance (two weeks after incubation). Varians analysis finding shows that there is no interaction between IBA and TDZ.Low IBA concentration gives the higest quantity of shoot 9.32 (5.60 data transformation) at 5 week after incubation, at the end of the analysis tends to give the higest shoot 11.17 (6.18 data transformation) even though it is statistically not slighty difference. The highest TDZ concentration (0,6 ppm) give a few number of roots 0.89 (2,65 data transformation) and the lowes shoots leaf 3.84 (4.04 data transformation). The higher the TDZ is, the more nodal may appear.

Page 1 of 1 | Total Record : 6