cover
Contact Name
Alfian Qomaruddin
Contact Email
alfian@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekayasa@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
REKAYASA
ISSN : 02169495     EISSN : 25025325     DOI : -
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Science and Technology, In the the next year publication, Rekayasa will publish in two times issues: April and Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1: April 2012" : 9 Documents clear
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN KLASTER BATIK PEKALONGAN (STUDI KASUS PADA KLASTER BATIK KAUMAN, PESINDON DAN JENGGOT) Susanty, Aries; Handayani, Naniek Utami; Jati, Prima Andidya
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.985 KB)

Abstract

Dalam rangka pengembangan batik sebagai salah satu potensi ekonomi lokal di Jawa Tengah, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi Klaster Industri Batik di Pekalongan saat ini, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tiga buah Klaster Industri Batik di Pekalongan, yaitu Klaster Kampoeng  Batik Kauman, Klaster Kampung Wisata Pesindon, dan Klaster Batik Jenggot, dan memberikan suatu rekomendasi yang  dapat mengoptimalkan pertumbuhan ketiga klaster tersebut dibandingkan dengan pertumbuhannya saat ini.  Penelitian ini menggunakan Model Diamond dari Porter (1990) sebagai kerangka pikir untuk menganalisis pertumbuhan suatu klaster. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modelling dengan  menggunakan software SmartPLS 2.0. Sampel dalam penelitian adalah para pengusaha batik yang terdapat dalam Klaster Kampoeng  Batik Kauman, Klaster Kampung Wisata Pesindon, dan Klaster Batik Jenggot.  Hasil penenelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor yang sama-sama mempengaruhi pertumbuhan Klaster Kampoeng  Batik Kauman, Klaster Kampung Wisata Pesindon, dan Klaster Batik Jenggot. Ketiga faktor tersebut adalah keberadaan industri pendukung dan terkait, strategi dan persaingan usaha, serta peran dari pemerintah. Diantara ketiga faktor tersebut, faktor yang paling  berpengaruh untuk pertumbuhan klaster adalah terdapatnya strategi dan persaingan usaha. Selanjutnya, disamping ketiga faktor tersebut, pertumbuhan Klater  Kampoeng Batik Kauman dipengaruhi pula oleh kondisi permintaan, pertumbuhan Klaster Kampung Wisata Pesindon dipengaruhi oleh faktor kondisi, dan pertumbuhan Klaster Kampung Batik Jenggot dipengaruhi oleh  kondisi permintaan serta faktor kondisi.
PENGARUH PENCUCIAN DAN PENAMBAHAN CRYOPROTECTAN PADA KARAKTERISTIK SURIMI IKAN PATIN (Pangasius sp.) Hafiluddin, Hafiluddin
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.364 KB)

Abstract

Catfish are traded in the form of whole fish and fillet products. Catfish are still not widely used or processed into value added products. The purpose of this study was to determined the effect of frequency of washing and frozen storage of catfish surimi characteristics. The research was conducted with several stages, they were to determined the characteristics of raw materials and to made within difference of washing frequencies to determined the best surimi; second, this study also to determined the effect of storage duration on physical and chemical characteristics of catfish surimi. The best of catfish surimi production due with once washing. It was based on test of fold, teeth cutting and water content. Storage treatments and cryoprotectan additional give different results on the value of TVB, pH and water content catfish surimi. The value of TVB, pH dan water content also increased. Hidonik test (folding and teeth cutting test) also shows the different results between the different treatment of both storage and cryoprotectan addition. During storage, the folding and teeth cutting test remains in good value which indicates deterioration in the quality of catfish surimi occurred slowly.
PENENTUAN KLORAMFENIKOL DALAM DAGING AYAM BROILER DENGAN METODE HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC) Aman, Aman
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.191 KB)

Abstract

Determination of chloramphenicol on broiler meat in traditional market by using High Performmance Liquid Chromatography (HPLC) method has been done. The optimal of result determination to obtain, the HPLC system has been optimalized for the important parameters are composition of mobile phase, injection sample volume, flow rate and eluen pH. The result of research shown that the optimum conditions to obtain from the research are composition of mobile phase methanol: water (80 : 20), injection sample volume 5 μL, flow rate 0.5 mL/minute and eluent pH are 6 has been achieved. The analytical performance of method has been optimalized and gives good performance which shown with reproducibility of this method as coefficient of variation percentage (% CV) was 0.2198 %, limit of detection was 0.1051 mg/L, and  % recovery for the chicken meat sampel with 3 different samples > 95 %. This result showed this method capable to application for the routine analysis of the determination chloramphenicol countent in samples
FERMENTASI KULIT SINGKONG DENGAN RAGI KOMERSIAL UNTUK PENINGKATAN NILAI GIZI Hastuti, Sri
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.915 KB)

Abstract

Kulit singkong berpotensi sebagai pakan ternak, namun memiliki keterbatasan yaitu rendahnya kandungan protein dan tingginya kadar asam sianida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragi yang tepat untuk meningkatkan nilai gizi kulit singkong serta lama fermentasi yang optimum. Penelitian dibagi menjadi dua tahap yaitu penentuan ragi yang tepat dan lama fermentasi optimum. Parameter yang digunakan dalam penelitian adalah kadar protein dan kadar HCN. Hasil dari penelitian tahap satu menunjukkan bahwa ragi tape merupakan ragi yang paling tepat untuk fermentasi kulit singkong. sedangkan hasil dari penelitian tahap dua menunjukkan bahwa lama fermentasi optimal adalah 8 hari.
OPTIMISASI PERAWATAN BERBASIS AGE REPLACEMENT DENGAN PENDEKATAN ALGORITMA BISECTION Anwar, Khairul; Mustajib, Mohammad Imron; Ilhamsah, Heri Awalul
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.816 KB)

Abstract

Makalah ini membahas tentang optimisasi menggunakan perawatan age replacement dengan pendekatan algoritma bisection. Objek penelitiannya adalah lini produksi kaca pada PT. Iglas (persero). Hasil pengambilan data didapat mesin produksi yang banyak mengalami kerusakan adalah mesin forming 1.1 dan mesin forming 1.2, dengan komponen krisisnya adalah arm neckring, dengan distribusi kerusakan dari komponen tersebut adalah lognormal dengan nilai mean 2,6 dan standart deviasi 1,36 pada mesin forming 1.1 dan mean 3 dan standart deviasi 2 untuk mesin forming 1.2. Berdasarkan optimisasi menggunakan metode bisection diperoleh  bahwa waktu optimum untuk melakukan tindakan age replacement pada komponen arm neckring rata-rata yaitu 28,125 hari = 675 jam untuk mesin forming 1.1 dan 20,15631 hari = 483,7514 jam untuk mesin forming 1.2.
UJI AKTIVITAS MINYAK CAMPLONG (Callophyllum inophyllum) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Colletotrichum sp. PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABE Sholehah, Diana Nurus
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.854 KB)

Abstract

Hama dan penyakit menjadi kendala utama dalam proses budidaya cabe, salah satunya adalah penyakit antraknosa yang dapat menyerang setiap bagian tanaman, memiliki daya rusak yang sangat tinggi dan penularanya juga sangat cepat sehingga sangat merugikan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi minyak camplong terhadap pertumbuhan jamur Colletotrichum sp.  penyebab penyakit antraknosa pada tanaman cabe. Hasil isolasi antraknosa pada sampel cabe yang diteliti menunjukkan bahwa colletotrichum sp yang teridentifikasi adalah jenis C. gloeosporiorides. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Hasil uji aktivitas minyak camplong terhadap  jamur ini pada konsentrasi 2 %, 6 % dan 10 % menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10 % memberikan hambatan pertumbuhan koloni yang nyata pada pengamatan 7 hari setelah inkubasi yaitu 2,20 cm dan persentase penghambatan sebesar 47,20 %.
PENERAPAN POSTPONEMENT STRATEGY DALAM SUPPLY CHAIN UNTUK MENGHASILKAN PRODUK YANG MENGUTAMAKAN KEPUASAN KONSUMEN DAN MENINGKATKAN PROFIT PERUSAHAAN Dewiningrum, Ayu Purnama; Restiannisa, Kinanti; Sutopo, Wahyudi
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.038 KB)

Abstract

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam persaingan pasar saat ini adalah kemampuan produsen untuk menghasilkan produk sesuai dengan keinginan dan spesifikasi tertentu dari konsumen tetapi dapat diproduksi secara masal sehingga biaya produksi rendah. Perusahaan harus mampu melakukan mass customization melalui  penundaaan pengerjaan diferensiasi produk pada titik akhir dalam rantai pasoknya dengan postponement strategy. Dengan menunda proses diferensiasi produk maka mata rantai produksi sebelum proses diferensiasi dapat dilakukan secara masal dan hanya proses akhir saja yang merupakan proses kustomisasi. Penerapan strategi ini dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan level of customization, pengurangan lead time, dan  menekan biaya persediaan serendah mungkin. Dengan strategi efisiensi ini, perusahaan-perusahaan dapat mewujudkan produk yang  yang diminta oleh konsumen secara spesifik sehingga harga jual lebih tinggi tetapi tetap dapat menjaga biaya produksi yang rendah. Artikel ini  membahas rancangan implementasi postponement strategy pada industri fashion. Pada industri tersebut, permintaan konsumen atas model dan desain adalah sangat beragam dan berubah dengan sangat cepat sehingga perusahaan yang tidak dapat mereposisi strategi produksinya tidak akan memiliki competitive advantage. Artikel ini memberikan rekomendasi awal kepada perusahaan fashion agar dapat mengadopsi dan menerapkan postponement strategy dalam supply chain pada industri fashion. Implementasi dari strategi ini diharapkan mampu mendukung industri kreatif Indonesia dalam memenangkan persaingan pasar.
PENGARUH NUTRISI DAN INTERVAL PEMBERIANNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (Lactuca sativa L.) DENGAN TEKNOLOGI HIDROPONIK RAKIT APUNG Wasonowati, Catur
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.529 KB)

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) termasuk ke dalam famili Compositae. Selada merupakan tanaman semusim dan mempunyai ciri diantaranya bentuk bunganya mengumpul dalam tandan membentuk sebuah rangkaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nutrisi dan interval pemberiannya terhadap pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.) dengan Sistem Hidroponik Rakit Apung. Penelitian ini dilaksanakan dalam rumah kaca Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura pada ketinggian 3 m dpl dengan suhu rata-rata 27-30oC pada bulan Juni-November 2011.  Penelitian merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan penggunaan formula nutrisi Goodplant dan Greentonik dan interval pemberian nutrisi. Faktor pertama adalah nutrisi, yang terdiri dua faktor yaitu : N1 :Nutrisi Goodplant dan N2: Nutrisi Greentonik. Faktor kedua adalah interval pemberian nutrisi yang terdiri tiga faktor, yaitu P1 :pemberian nutrisi 1 kali sehari, P2 : pemberian nutrisi 2 kali sehari dan P3 : pemberian nutrisi 3 kali sehari.    Terjadi interaksi antara perlakuan jenis nutrisi dan interval pemberiannya pada parameter pertumbuhan seperti tinggi tanaman dan  luas daun. Perlakuan pemberian jenis nutrisi berpengaruh nyata pada jumlah daun pada umur 21-28 HST, bobot basah dan bobot kering daun, batang dan akar selada pada saat panen. Perlakuan interval pemberian nutrisi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, bobot basah dan bobot kering daun, batang dan akar selada pada semua umur pengamatan
STUDI KEBIJAKAN ERGONOMI MAKRO TERHADAP OUTPUT PRODUKSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK (STUDI KASUS: PT. SUMBER MAS INDAH PLYWOOD, GRESIK) Hima, Amalia Faikhotul; Umami, Mahrus Khoirul; Mustajib, Mohamad Imron
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.387 KB)

Abstract

PT. Sumber Mas Indah Plywood merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan plywood. Namun, perusahaan ini juga menghasilkan produk sampingan berupa moulding, polyester, dan lumber core. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan ergonomi makro terhadap output produksi menggunakan sistem dinamik. Dengan menggunakan perangkat lunak simulasi vensim PLE, dapat diketahui bahwa kebijakan ergonomi makro memberikan pengaruh positif terhadap output produksi, namun pengaruh ini tidak ditunjukkan secara langsung melainkan bertahap sesuai interaksi yang ditunjukkan pada model. Pada pengembangan model sistem dinamik, terdapat 5 skenario untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu meningkatkan output produksi. Skenario pertama adalah dengan meningkatkan pembiayaan investasi ergonomi dari 1 Milyar menjadi 3 Milyar. Skenario kedua adalah mengurangi jumlah investasi ergonomic dari 1 Milyar menjadi 500juta. Skenario ketiga adalah dengan meningkatkan prosentase investasi perusahaan. Skenario keempat adalah meningkatkan harga pokok penjualan sebesar 10%. Sedangkan skenario kelima adalah menurunkan biaya operasional. Berdasarkan alternatif skenario, ternyata pada skenario 3 mengasilkan rata-rata output produksi terbesar. Sedangkan dari sisi nilai keuntungan perusahaan, skenario 5 adalah yang terbaik. Pemilihan skenario tersebut berdasarkan analisis net present value (NPV) dengan menggunakan tingkat bunga sebesar 10%. Pada analisis NPV, diketahui bahwa pada skenario 5 menghasilkan NPV sebesar Rp 7.396.523,07 juta. Dalam kasus seperti ini, perusahaan memiliki tujuan untuk meningkatkan output produksi sehingga skenario yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan hanya dijadikan pertimbangan. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya memilih skenario 3 dikarenakan pada alternatif tersebut mengahasilkan rata-rata output produksi yang paling tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 9