cover
Contact Name
Alfian Qomaruddin
Contact Email
alfian@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekayasa@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
REKAYASA
ISSN : 02169495     EISSN : 25025325     DOI : -
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Science and Technology, In the the next year publication, Rekayasa will publish in two times issues: April and Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 1: April 2011" : 11 Documents clear
PENGENALAN POLA SENYUM MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION BERBASIS EKSTRAKSI FITUR PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) Wahyuningrum, Rima Tri
Rekayasa Vol 4, No 1: April 2011
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.892 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pengenalan pola senyum menggunakan backpropagation berbasis ekstraksi fitur Principal Component Analysis (PCA). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penelitian tentang pengenalan ekspresi wajah, yaitu pola senyum seseorang yang diklasifikasikan menjadi lima macam (senyum manis, senyum mulut tertutup, senyum mulut terbuka, senyum mengejek, senyum yang dipaksakan). Data yang digunakan sebanyak 250 data, diambil dari 10 orang dengan lima macam pola senyum, masing-masing orang diwakili 25 data, sehingga masing-masing kelompok senyum terdapat lima data. Ukuran image wajah yang diolah adalah 100 × 100 pixel, kemudian dilakukan cropping pada bagian bibir sehingga ukuran image menjadi 39 × 25 pixel. Selanjutnya dilakukan proses grayscale sebelum dilakukan ekstraksi fitur menggunakan PCA. Tujuan penggunaan PCA adalah untuk mereduksi dimensi dari image yang diolah. Kemudian untuk pengenalannya menggunakan backpropagation. Pada penelitian ini digunakan teknik five cross validation supaya nilai akurasi yang dihasilkan bersifat objektif. Hasil akurasi pengenalan tertinggi diperoleh saat dilakukan uji coba menggunakan 10 hidden layer, dan nilai eigen 15 yaitu sebesar 82,67%. Kata kunci: pengenalan pola senyum, cropping, PCA, backpropagation. AbstractIn this study conducted a smile pattern recognition using feature extraction backpropagation-based Principal Component Analysis (PCA). This study aims to develop research on facial expression recognition, the pattern of a person’s smile is classified into five types (sweet smile, closed mouth smile, open mouth smile, smile taunting, a forced smile). Data used as many as 250 data, taken from 10 people with five kinds of smile patterns, each one represented by 25 data, so that each group contained five data smile. The size of the processed face image is 100 × 100 pixels, then do cropping on the lips so that the image size to 39 × 25 pixels. Grayscale process is then performed prior to feature extraction using PCA. Purpose of using PCA is to reduce the dimensions of the image is processed. Then for the introduction using backpropagation. In this study used five cross-validation technique so that the resulting accuracy values are objective. The results of the highest recognition accuracy obtained when conducted trials using 10 hidden layer, and eigenvalues 15 that is equal to 82.67%. Keywords: smile pattern recognition, cropping, PCA, backpropagation
PEMBUATAN MODUL INVERTER SEBAGAI KENDALI KECEPATAN PUTARAN MOTOR INDUKSI Haryanto, Heri
Rekayasa Vol 4, No 1: April 2011
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.071 KB)

Abstract

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan kecepatan putar motor induksi tersebut di antaranya dengan kendali tegangan dan frekuensi yang dikenal dengan kendali V/f konstan. Kendali V/f konstan adalah salah satu cara untuk mengendalikan kecepatan putar motor induksi dengan merubah tegangan dan frekuensi, tetapi menjaga konstan rasio keduanya. Hal yang paling umum dalam penerapan cara ini adalah dengan menggunakan perangkat yang dikenal sebagai inverter. Oleh karena itu pada penelitian ini penulis merancang inverter, khususnya inverter satu fasa dengan kendali V/f konstan, yang diaplikasikan untuk mengendalikan kecepatan putar motor induksi. Berdasarkan hasil pengujian, nilai rata-rata konstanta rasio V/f yang didapat yaitu 2,34. Inverter yang telah dirancang mampu mengatur kecepatan putar motor induksi dengan baik, rentang pengaturan yang dapat dicapai sangat lebar yaitu dari 262 Rpm dengan frekuensi 10 Hz sampai dengan 1826 Rpm pada frekuensi 60 Hz pada keadaan tanpa beban dengan kenaikan dan penurunan setiap 1 Hz. Sedangkan perubahan motor dapat dengan halus, rata-rata 31,2 Rpm/Hz. Kata kunci: Inverter Satu Fasa, Kendali Kecepatan Motor Induksi AbstractThere are several ways you can do to control the rotational speed induction motors are among the control voltage and frequency are known to control V / f constant. Control V / f constant is one way to control the rotary speed of an induction motor by changing voltage and frequency, but maintain a constant ratio of the two. It is most common in the application of this way is to use a device known as an inverter. Therefore in this study the authors designed the inverter, especially single-phase inverter with control V / f constant, which is applied to control the rotary speed of an induction motor. Based on test results, the average value of the constant ratio of V / f obtained is 2.34. Inverter has been designed capable of regulating the rotational speed induction motor with a good range of settings that can be achieved very wide, from 262 rpm with a frequency of 10 Hz up to 1826 rpm at a frequency of 60 Hz in the absence of load increase and decrease every 1 Hz. While the motor can be subtle changes, an average of 31.2 rpm / Hz. Keywords: One Phase Inverter, an Induction Motor Speed Contro
A DISTRIBUTION PLANNING MODEL FOR SUBZIDED-FERTILIZER SUPPLY CHAIN PLANNING CONSIDERING QUOTA ALLOCATION: A CASE STUDY Sutopo, Wahyudi; Yuniaristanto, Yuniaristanto; Pramono, Wakit
Rekayasa Vol 4, No 1: April 2011
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.088 KB)

Abstract

Makalah ini membahas studi dunia nyata masalah perencanaan distribusi pupuk bersubsidi. Salah satu perusahaan pupuk nasional bahasa Indonesia memiliki kewajiban mendistribusikan pupuk bersubsidi-menjadi 15 kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah. Perusahaan harus memenuhi permintaan pupuk bersubsidi-melalui saluran distribusi terkendal tingkat ketiga seperti lini I (pabrik), lini II (gudang provinsi), dan lini III (gudang kabupaten/kota). Lini I memasok lini II dan III dengan jumlah lebih besar dari pasokan dibandingkan dengan alokasi kuota yang sebenarnya berdasarkan keputusan gubernur. Pada kebijakan sebelumnya lini I mensuplai lini II dan III dengan stock pengaman untuk mengantisipasi permintaan selama 2 minggu dari distributor. Karena perubahan musim panen dan fluktuasi permintaan, lini II tidak dapat memenuhi permintaan dengan jumlah yang tepat, tempat, dan waktu. Kinerja pada tahun sebelumnya lebih dari 10% dari deviasi standar antara keputusan gubernur dan realisasinya. Fenomena ini menyebabkan meningkatnya biaya logistik seperti pemesanan, biaya transportasi, dan biaya simpan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model untuk mendukung perusahaan untuk menentukan ukuran lot optimal dari lini II untuk berbaris I, dan safety stock pada Garis II dan III untuk meminimalkan biaya logistik. Sebuah model non-linear programming (MINLP) diusulkan untuk memecahkan masalah ini dengan mempertimbangkan metode peramalan baru untuk menghitung alokasi kuota. Ada lima kelompok kendala termasuk kapasitas gudang, kapasitas kendaraan, kuota, persediaan, dan variabel biner. Studi ini memberikan manfaat lebih dari 9% dari biaya logistik. Kata kunci: perencanaan distribusi, biaya logistik, ukuran lot, mixed integer non-linear programming, safety stock, subsidi-pupuk.  AbstractThis paper investigates a real-world case study of a subsidized-fertilizer distribution planning. One of Indonesian national fertilizer company has an obligation distributing subsidized-fertilizer to 15 regency/municipality in Central Java Province. The company has to fulfill the demand of subsidized-fertilizer through a third-level controlled-distribution channels such as line I (factory), line II (province’s warehouse), and line III (regency/municipality warehouse). Line I supplies line II and line III with higher amount of supply compare to the actual quota allocation based on the governor’s decree. In the previous policy, line I supplied line II and line III with safety stocks to anticipate the demand for 2 weeks of distributors. Due to the changing of harvest season and demand fluctuation, line II cannot fulfill the demand with exact amount, place, and time. The performance at previous year is more than 10% of standard deviation between the governor’s decree and the realization. This phenomenon causes the increasing of logistic costs such as ordering cost, transportation cost, and holding cost. The objective of this research is to develop a model for supporting company to decide the optimal lot size from line II to line I, and safety stock at Line II and III in order to minimize logistic costs. A mixed integer non-linear programming (MINLP) was proposed to solve this problem by considering a new forecasting method to calculate the quota allocation. There are five groups of constraints including warehouse capacity, vehicle capacity, quota, inventory, and binary variable. This study gives more than 9% benefit of logistic costs. Keywords: distribution planning, logistic costs, lot size, mixed integer non-linear programming, safety stock, subsidized- fertilizer.
PENGARUH JEDA-ISTIRAHAT TERHADAP PERFORMANSI PADA PEKERJAAN PENGOLAHAN KATA (WORD PROCESSING) MENGGUNAKAN KOMPUTER Umami, Mahrus Khoirul
Rekayasa Vol 4, No 1: April 2011
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.649 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian istirahat tambahan terhadap performansi pekerja pada pengolahan kata menggunakan komputer. Performansi dihitung berdasarkan banyak kata yang diketik dengan benar per menit. Penelitian melibatkan 10 orang subjek yang ditugasi melakukan pengetikan ulang artikel ilmiah dengan menggunakan MS Office Word 2003 dengan sistem operasi Windows XP Professional. Jadwal yang diujikan adalah: 5–60, yaitu 5 menit istirahat setelah 60 menit kerja; 15–120, yaitu 15 menit istirahat setelah 120 menit kerja; dan 0–240, yaitu bekerja secara terus-menerus selama 4 jam (240 menit) tanpa istirahat. Lama waktu kerja sesungguhnya yang dijalani oleh subjek adalah 4 jam (240 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan performansi yang signifikan pada ketiga jadwal yang diuji. Jadwal 5–60 memberikan penurunan paling kecil diantara kedua jadwal yang lain. Perbedaan performansi antara jadwal 5–60 dan kedua jadwal lainnya signifikan, sedangkan antara jadwal 15–120 dan 0–240 tidak signifikan. Dari hasil penelitian ini saran yang dapat diberikan adalah agar pekerja pada pengolahan kata dengan komputer dapat lebih sering mengambil istirahat di luar istirahat terstruktur yang sudah ditentukan perusahaan/organisasi. Dalam hal ini, istirahat bukan diartikan sebagai tidak melakukan suatu aktivitas kerja, tetapi meninggalkan aktivitas di depan komputer untuk melakukan aktivitas kerja yang lain. Kata kunci: performansi, pengolahan kata, istirahat. AbstractThe aim of this study is to determine the effect of an additional break on workers' performance on word processing task using computers. Performance is calculated on the basis of many words per minute typed correctly. The study involved 10 subjects assigned to retype scientific articles using MS Office Word 2003 with Windows XP Professional operating system. Schedules tested were: 5–60,5 minutes break after 60 minutes of work; 15–120, which is 15 minutes break after 120 minutes of work, and 0–240, which is working continuously for 4 hours (240 minutes) without a break . The actual length of work time undertaken by the subjects was 4 hours (240 minutes). The results showed that there is significant difference in performance on all three schedules tested. Schedule 5–60 gives the smallest decline among the two other schedules. Performance difference between 50–60 schedule and other schedules is significant, while the performance diference between 15–120 and 0–240 schedules is not significant. From the results of this study, workers on the processing of words with a computer were suggested to take more frequent breaks outside a structured break predetermined by company/ organization. In this case, the break does not mean not doing any works, but left the activity at the computer to perform other works. Keywords: performance, word processing, break.
UPAYA MENGURANGI POLUSI UDARA PADA PROSES PRODUKSI KALSIUM OKSIDA DI SENTRA INDUSTRI KECAMATAN MANYAR, GRESIK Ansori, Nachnul
Rekayasa Vol 4, No 1: April 2011
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.058 KB)

Abstract

Industri kalsium oksida Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik adalah salah satu bagian dari usaha kecil menengah dibidang pembuatan kapur aktif (kalsium oksida). Pergeseran paradigma bisnis mulai merambah ke produk yang lebih akrab terhadap lingkungan, sehingga diharapkan produk lebih memperhatikan dampak negatif terhadap lingkungan yang seminimal mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi tata kelola (mitigasi) penanganan Risiko terkait dengan aktivitas produksi yang terjadi dalam business proses industri kalsium oksida. Identifikasi aspek dan dampak lingkungan dalam siklus produksi sangat berperan dalam mengevaluasi dampak dimasing-masing tahapan business proses. Evaluasi dampak menggunakan skoring BAPEDAL. Proses evaluasi dilanjutkan dengan pemetaan Risiko menggunakan peta Risiko untuk mengetahui keberadaan Risiko sekaligus untuk dapat merumuskan pola penanganan Risiko utamanya pada business proses yang memiliki nilai yang signifikan memberikan konstribusi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Perangkat yang digunakan untuk menidentifikasi aspek dan dampak lingkungan berupa material balance. Skoring BAPEDAL merupakan instrumen untuk mengevaluasi dampak yang dihasilkan, sedangkan peta Risiko sebagai alat bantu untuk memetakan pola penanganan (mitigasi) Risiko. Dari hasil analisa diperoleh skor signifikan 39.375 pada aktivitas pembakaran dan kuadran I (satu) pada pola penangangan (mitigasi) Risiko berupa (1) Menggunakan kayu kering dan padat (2)  Tidak mencampur bahan pembakar dengan karet atau plastik (3) Memastikan kalsium karbonat mengandung sedikit air (H2O) (4) Memperbanyak tanaman yang memiliki daun lebar/banyak untuk mempermudah menyerap CO2 di sekitar tungku pembakaran (5) Pemakaian masker pernapasan. Kata kunci: Material Balance, BAPEDAL, Mitigasi Risiko, Kalsium Oksida,, Polusi AbstractCalcium Oxide Industry of Manyar District is one of small and medium enterprise in producing calcium oxide. Business perspective paradigm starts moving to green product. Therefore, product expected to environmental friendly and has minimum impact toward the environment. This research is to gain in mitigating risk concern with the activity of calcium oxide business process. Aspect and impact identification are used to evaluate impact each activity of business process. BAPEDAL scoring used to quantify the impact hence risk maping is to determine the position of the risk. Risk maping is to establish executing model in reducing or preventing the impact. Material balance used to identify the aspect and impact. The result of scoring through BAPEDAL is 39.375 of burning process, and quadrant I as its position. Mitigating action of the risk should be; (1) using dried and hard wood (2) no mixing rubber materials burning or plastic (3) calcium carbonat compound with less water (4) planting many tree which large or much leave (5) using masker Keywords: Material balance, BAPEDAL, Risk Mitigation, Calcium Oxide, Polution
KAJIAN MENGENAI PENERIMAAN TEKNOLOGI DAN INFORMASI MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCAPTANCE MODEL (TAM) Siregar, Khairani Ratnasari
Rekayasa Vol 4, No 1: April 2011
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.888 KB)

Abstract

Salah satu kunci awal bagi keberhasilan implementasi teknologi informasi dan komunikasi dalam perusahaan adalah kemauan untuk menerima teknologi tersebut dikalangan pengguna. Salah satu metode pendekatan untuk memahami sikap pengguna terhadap teknologi adalah Technology Acceptance Model (TAM). Model TAM sediri mendefinisikan dua hal yang memengaruhi penerimaan pengguna terhadap teknologi yaitu persepsi pengguna terhadap manfaat dari teknologi dan kemudahan dalam menggunakan teknologi. Penelitian ini akan mengkaji perbaikan model awal yang dimulai dari model Theory of Reason Action (TRA) dan Theory Plannded Behaviour (TPB). Kata kunci: Technology Accaptance Model (TAM), Theory of Reason Action (TRA) dan Theory Plannded Behaviour (TPB), Teknologi Informasi dan Komunikasi. AbstractOne of the key starting point for the successful implementation of information and communication technologies in the enterprise is the willingness to accept these technologies among users. One method of approach to understanding the user’s attitude toward technology is the Technology Acceptance Model (TAM). Sediri TAM model defines two things that affect user acceptance of technology that is user perception of the benefits of technology and ease of use of technology. This study will assess the improvements that began early models of models Theory of Reason Action (TRA) and Theory Plannded Behaviour (TPB). Keywords: Technology Acceptance Model (TAM), Theory of Reason Action (TRA) and Theory Plannded Behaviour (TPB), Information and Communication Technology.
PERANCANGAN APLIKASI WAREHOUSE MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS WEB SERVICES SEBAGAI MEDIA E-LEARNING DALAM STUDI LOGISTIK Wiyono, Didiek Sri; Permana, Ryan; Pribadi, Sidigdoyo
Rekayasa Vol 4, No 1: April 2011
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.399 KB)

Abstract

Makalah ini menyajikan proses perancangan Sistem Manajemen Gudang (WMS) aplikasi yang dapat digunakan untuk e-media pembelajaran didasarkan pada studi simulasi untuk subjek Manajemen Gudang. Studi tentang WMS masih memiliki beberapa masalah, salah satu masalah adalah media simulasi tidak untuk WMS. Bahwa, belajar berdasarkan simulasi adalah lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan slide statis. Oleh karena itu, dalam penelitian ini kita akan merancang sebuah aplikasi WMS yang dapat digunakan untuk e-media pembelajaran dalam mempelajari subjek Manajemen Gudang berdasarkan layanan web. Untuk membuat aplikasi kita cocok untuk digunakan sebagai e-media pembelajaran dalam penelitian logistik, kami menerapkan beberapa metode Masalah berbasis Belajar berdasarkan masalah nyata terjadi di gudang. Untuk desain aplikasi ini, kita menggunakan Unified Modeling Language (UML) sebagai alat untuk merancang Aplikasi Berorientasi Objek. Hasil dari penelitian ini adalah model aplikasi, aplikasi database dan aplikasi antarmuka. Hasil ini dapat digunakan untuk meningkatkan pendekatan pedagogis dalam belajar terutama dalam subjek Logistik Manajemen Gudang. Kata kunci: sistem manajemen Gudang, E-media pembelajaran, Web Service, UML, Aplikasi Berorientasi Objek, Simulasi Berbasis. AbstractThis paper presents the designing process of a Warehouse Management System (WMS) application that can be used for e- learning media based on simulation study for Warehouse Management subject. The study about WMS are still have some problems, one of the problem is no simulation media for WMS. Whereas, studying based on simulation is a more effective as compared with using the static slides. Therefore, in this research we will design a WMS application that can be used for e- learning media in studying Warehouse Management subject based on web service. To make our application suitable for used as an e- learning media in logistic study, we are applying some Problems- based Learning method based on the real problems happen in warehouse. To design this application, we use Unified Modeling Language (UML) as a tool for designing an Object Oriented Application. The results of this research are application's model, application's database and application's interface. This results can be used to improve the pedagogic approach in learning Logistic especially in Warehouse Management subject.Keywords: Warehouse management system, E-learning media, Web Service, UML, Object Oriented Application, Simulation Based
KAJIAN ZPT ATONIK DALAM BERBAGAI KONSENTRASI DAN INTERVAL PENYEMPROTAN TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCOLANICUM L.) Lestari, Bibit Lilik
Rekayasa Vol 4, No 1: April 2011
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.052 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh konsentrasi dan penyemprotan ZPT Atonik serta pengaruh interaksi antara keduanya terhadap produktivitas bawang merah. Penelitian dilakukan di desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember pada ketinggian tempat ± 141 m dpl pada bulan Juli 2010 sampai Oktober 2010. Rancangan yang digunakan adalah RAK Faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama konsentrasi Atonik (K) terdiri dari 4 level yaitu: K1 = 0,25 cc/liter,  K2 = 0,50 cc/liter,  K3 = 0,75 cc/liter, K4 = 1,00 cc/liter. Faktor kedua interval penyemprotan (I) terdiri dari 3 aras yaitu I1 = umur 15-20-25-30 hari setelah tanam, I2 = umur 15-25-35-45 hari setelah tanam I3 = umur 15-30-45 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Atonik berpengaruh nyata terhadap berat basah dan berat kering bawang merah serta jumlah umbi bawang merah. ZPT Atonik dengan konsentrasi 0,50 cc/1 dapat meningkatkan produktivitas bawang merah. Interval penyemprotan Atonik tidak berpengaruh nyata terhadap berat basah umbi, jumlah umbi, diameter umbi, dan berat kering umbi bawang merah. Terdapat pengaruh interaksi antara perlakuan konsentrasi dan interval penyemprotan Atonik terhadap diameter umbi bawang merah. Atonik dengan konsentrasi 0,25 cc/l yang disemprotkan pada umur 15-20-25-30 hari setelah tanam dapat meningkatkan diameter umbi bawang merah. Kata kunci: Bawang Merah, ZPT Atonik. AbstractThis research was aims to determine how the the effect concentration and the interval of spraying intervals of Atonik PGR and interaction effect both of them on the productivity of shallots. The study was conducted in the of Arjasa, Kecamatan Arjasa, Jember on the elevation ± 141 meters above the sea level in July 2010 to October 2010. The research design used was Factorials RCBD with the 3 replication. The first factor was the concentration Atonik (K) consisted of 4 levels namely: K1 = 0.25 cc / liter, K2 = 0.50 cc / liter, K3 = 0.75 cc / liter, K4 = 1.00 cc / liter. The second factor that of spraying interval (I) composed of the 3 level namely I1 = age 15-20-25-30 days after planting, I2 = age 15-25-35-45 days after planting I3 = 15-30-45 days old planting. The results indicated that the concentrations of Atonik had significant effect on fresh weight, dried weight and also amount of bulbs shallots. Atonik PGR concentration of 0.50 cc / 1 could improve the productivity of shallots crop. The interval of spray of Atonik PGR did not significantly affect to bulbs fresh weight, number of tubers, bulbs diameter, and the dried weight of shallots bulbs. Treatment effect of interaction occurred among treatment of concentrations and the intervals of spray of Atonik PGR was against the shallots bulbs diameter. Concentration of Atonik PGR on 0.25 cc / l which be sprayed on the age of 15-20-25-30 days after planted could improve the diameter of the bulbs shallots. Keywords: Shallots, Atonik PGR.
FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING (FUZZY MCDM) UNTUK PEMILIHAN LOKASI GUDANG DISTRIBUSI Basuki, Ari
Rekayasa Vol 4, No 1: April 2011
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.663 KB)

Abstract

Persaingan bisnis yang semakin ketat mendorong perusahaan yang memiliki jaringan pasar yang luas untuk mengefisienkan penggunaan biaya, dan memaksimalkan layanan terhadap konsumen. Salah cara yang bisa dilakukan yaitu memilih lokasi gudang distribusi secara tepat, karena hal ini dapat memberikan pengaruh besar terhadap biaya transportasi, biaya investasi, waktu dan layanan distribusi kepada konsumen, serta pangsa pasarnya. Penelitian ini mengkaji pemilihan lokasi gudang distribusi di tiga lokasi (A, B, C) di wilayah kabupaten Sidoarjo dengan mempertimbangkan multikriteria yang menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process dengan Extent Analysis (FAHP Extent Analysis). Berdasarkan studi literatur dan survei terhadap pelaku bisnis dibeberapa lokasi pergudangan di wilayah kabupaten Sidoarjo, diperoleh 5 kriteria yang dijadikan pertimbangan dalam pemilihan lokasi gudang, yaitu: kondisi transportasi, kedekatan dengan konsumen, biaya investasi, kondisi pasar, luas lokasi. Dengan menggunakan kuesioner, setiap kriteria ini diberi bobot oleh beberapa investor, sedangkan penilaian tiap alternatif dilakukan melalui konsensus. Bobot kriteria kemudian dihitung menggunakan FAHP Extent Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria ’kedekatan dengan konsumen’ merupakan kriteria yang paling dipertimbangkan dalam memilih lokasi pergudangan, disusul dengan kriteria ’biaya investasi’, ’luas lokasi pergudangan’, ’kondisi transportasi’, ’kondisi pasar’. Dan, lokasi yang paling baik (paling direkomendasikan) untuk gudang distribusi adalah lokasi B, disusul dengan lokasi A dan C. Kata kunci: Pemilihan lokasi gudang distribusi, Multikriteria, FAHP Extent Analysis. AbstractNowadays, business competition is getting more competitive forcing companies with wide-range of market network to use their cost efficiently and their services to customers maximally. One thing that they can do to cope this problem is by choosing the location of distribution warehouse correctly. However, it can give majority impact on the transportasion cost, investment cost, delivery time and services to customers, also to their market share size. This research examines the selection of the location of distribution warehouse in three different locations (A,B,C) locating in Sidoarjo region, and also considering the use of multicriteria method, which is Fuzzy Analytical Hierarchy Process with Extent Analysis (FAHP Extent Analysis). Based on the literature studies and survey on several businessmen in several locations in Sidoarjo region, it can be obtained five criterias that are considered in the selection of the location of distribution warehouse. These criterias are transportation condition, closeness to demand market, investment cost, market environment, size of facilities. In addition, by using questionnaires, each criterias is weighted by the experts (investors/businessman), while the scoring of each alternative is done through consencus. The weight of each criterias is then calculated by using FAHP Extent Analysis. As a result, the criteria “closeness to demand market” is the most considered criteria for selecting the distributuion warehouse, followed by criteria “investment cost” as the second highest consideration, and then criteria “size of the facilities”, criteria “transportation condition”, criteria “market environment” in that order. Furthermore, the most appropriate location (most recommended) for distribution warehouse is location B, followed by location A, and C. Key words: Selection of location of distribusion warehouse, multicriteria, FAHP Extent Analysis
USULAN PENERAPAN METODOLOGI DMAIC UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BERAT PRODUK DI LINI PRODUKSI FILLING (STUDI KASUS: PT JAVA EGG SPECIALITIES) Surbakti, Feliks Prasepta S.; Tukiran, Martinus; Natalia, Agnes
Rekayasa Vol 4, No 1: April 2011
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.505 KB)

Abstract

PT. Java Egg Specialities merupakan salah satu perusahaan industri makanan yang memproduksi berbagai macam hasil olahan telur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, seringkali ditemukan terjadi ketidaksesuaian kualitas pada produk akhir. Ketidaksesuaian kualitas ini ditemukan pada lini produksi filling yang di dalamnya terdapat kegiatan penimbangan berat. Berat produk yang dihasilkan seringkali tidak mencapai target yang diinginkan atau memiliki variasi yang cukup besar. Masalah tersebut dicari alternatif pemecahannya dengan metode Six Sigma. Pada metode ini penelitian dilakukan melalui 5 tahapan DMAIC yaitu: define, measure, anayze, improve, dan control, di mana di dalamnya terdapat banyak penggunaan metode dan tools kualitas. Tahap define mengidentifikasi hubungan antara elemen-elemen produksi dengan diagram SIPOC, pembuatan flow chart untuk identifikasi proses filling, penentuan critical to quality yang diteliti, yaitu berat produk. Tahap measure dilakukan pengukuran dengan peta kendali X-bar S dan diperoleh Cp 1,09 dan Cpk 0,95 untuk kemasan pouch, dan Cp 1,09 serta Cpk 1,08 untuk botol. Nilai-nilai ini mengindikasikan kapabilitas proses baik untuk kemasan botol maupun pouch tidak baik. Seluruh hasil perhitungan dianalisis pada tahap analyze, pembuatan diagram fishbone, dan FMEA. Akar penyebab dari setiap faktor ketidaksesuaian berat adalah pengaruh setting mesin. Pelaksanaan eksperimen menggunakan metode One Way ANOVA untuk mencari alternatif terbaik mengenai berapa banyak putaran spindle pada setting mesin. Kata kunci: Six Sigma, DMAIC, Berat Produk, Kapabilitas Proses, ANOVA. AbstractPT. Java Egg Specialities is one of manufacturing company which produce various kinds of processed egg. According to the research done, the nonconformance final products were found frequently. This nonconformance quality is found in filling line production in which there is weighting activity inside. The main problem is product weights do not meet the target wanted or having much enough variation produced frequently. The problem is sought an alternative solution with Six Sigma method. In this method research is done through 5 DMAIC steps, namely: defined, measure, analyze, improve, and control, which is many method and quality tools used inside. Define phase identifies the relationship between production elements in SIPOC Diagram, makes a flow chart to identify filling process, and determine the critical to quality to be examined which is product weight. Measure phase is done measurement with X-bar S control chart, all out of control values is eliminated and then calculating the capability process. Cp is obtained 1.09 and Cpk 0.95 for pouch packaging, and Cp1.09 and Cpk 1.08 for bottle which it means all the capabilities were not good. All of the calculation results is analyzed in analyze phase, making the fishbone diagram, and FMEA. The root cause from each factor of weight nonconformance is machine setting. The executing experiment used One Way ANOVA method to find the best alternative about how many cycle of spindle. According to the research results there is no significant influence in many cycle of spindle. Keywords: Six Sigma, DMAIC, Product Weight, Process Capability, ANOVA.

Page 1 of 2 | Total Record : 11