cover
Contact Name
Alfian Qomaruddin
Contact Email
alfian@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekayasa@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
REKAYASA
ISSN : 02169495     EISSN : 25025325     DOI : -
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Science and Technology, In the the next year publication, Rekayasa will publish in two times issues: April and Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2: Oktober 2010" : 10 Documents clear
SWAKALIBRASI KAMERA MENGGUNAKAN MATRIKS FUNDAMENTAL Rahmanita, Eza; Mulyanto, Eko; Hariadi, Mochammad
Rekayasa Vol 3, No 2: Oktober 2010
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.714 KB)

Abstract

Makalah ini membahas proses kalibrasi yang memerlukan data koordinat citra untuk bisa mendapatkan semua informasi dari kamera. Data koordinat citra diambil dari 2 view kamera. Koordinat citra dari 2 view kamera tersebut dapat terkoresponden dengan adanya matrik fundamental. Metode yang digunakan dalam swakalibrasi ini menggunakan matrik fundamental. Matrik fundamental merupakan korespendensi antarkoordinat citra pada view 1 dengan garis epipolar pada view ke-2. Titik potong garis epipolar disebut dengan titik epipole. Data tersebut dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya pada proses rekonstruksi objek 3D. Kata kunci: swakalibrasi, matriks fundamental, garis epipolar, titik epipole AbstractThis paper discuses process to get all information about parameter camera, the process only used information from two views of camera about image coordinate. The image coordinate from two views of camera is correspondence with fundamental matrix. For this selfcalibration using fundamental matrix.The fi of fundamental matrix can get the correspondence image coordinate at one view of camera with the epipolar line at another view of camera. All epipolar line intersection at a point called epipole. The methode from this research can be used for process for reconstriction object 3D. Keywords: selfcalibration, fundamental matriks,epipolar line, epipole point
REGISTRASI PERMUKAAN OBJEK TIGA DIMENSI BERBASIS FITUR ANGULAR INVARIANT Koeshardianto, Meidya; Mulyanto, Eko
Rekayasa Vol 3, No 2: Oktober 2010
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1134.232 KB)

Abstract

Registrasi citra sangat penting dalam semua tugas analisis gambar di mana informasi yang diperoleh dari berbagai sumber data seperti penggabungan citra, deteksi perubahan serta perbaikan citra. Bahkan dalam perkembangannya, registrasi citra juga dapat digunakan sebagai identifikasi objek dengan objek yang lain. Dalam penelitian ini membahas tentang registrasi citra tiga dimensi menggunakan fitur angular invariant. Registrasi dapat dilakukan pada objek sebelum terdeformasi. Akan tetapi fitur ini kurang efektif pada objek terdeformasi. Pada objek-objek homogen deformasi maksimum yang dilakukan sebesar 0,4 pada objek beetle dan 0,25 pada objek holes. Kata kunci: angular invariant, registrasi, ekstraksi fitur. AbstractImage registration which of vital importance in all analysis duties draw where obtained information from various data source like merger of image, detect change and also repair of image. Even in growth, image registration also can be used as to identify object with other object. In this research study concerning 3D image registration use angular invariant feature. Registration can be conducted for image before deformation. However this feature is less effective for deformation image. For homogeneous images like ball and tub, This feature give less individuality for homogeneous images. Maximum conducted deformation equal to 0.4 for beetle image and 0.25 for holes image. Keywords: angular invariant, registration, feature extraxtion.
SASANA SEWAKA: TINJAUAN SEMANTIK ARSITEKTUR JAWA KRATON KASUNANAN SURAKARTA Sari, Galuh Puspita; Prijotomo, Josef
Rekayasa Vol 3, No 2: Oktober 2010
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.992 KB)

Abstract

Sasana Sewaka merupakan pendhapa di Karaton Kasunanan Surakarta Solo, yang tumbuh dan berkembang dari nilai-nilai Arsitektur Jawa yang dipengaruhi perjumpaan dengan Arsitektur Eropa. Perjumpaan Arsitektur Eropa pada Arsitektur Jawa berpotensi memberikan pengaruh pada arsitektur yang telah ada sebelumnya. Suatu wujud arsitektur akan mendeskripsikan (komposisi) bahasa rupa melalui visualitas yang dimengerti sesuai dengan tampilannya, sehingga wujud arsitektur yang terbentuk memberikan makna yang dapat dikomunikasikan. Makalah ini membahas tinjauan semantik arsitektur jawa pada Sasana Sewaka. Kata kunci: Semantik, Arsitektur Jawa, Sasana Sewaka AbstractSewaka Sasana is pendhapa in Kasunanan Surakarta Palace Solo, which grow and develop from the values of Javanese architecture influenced the encounter with European architecture. Encounter of European architecture in the Java architecture has the potential to give effect to the existing architecture. A form of architecture will describe (composition) through a visual language that is understandable visualitas accordance with how it looks, so the architectural shape that is formed to give the meaning that can be communicated. This paper reviews the Javanesse architecturesemantics on Sewaka Sasana. Keywords: Semantics, Java Architecture, Sasana Sewaka
PENGEMBANGAN MODEL SIMULASI KOMPUTER SISTEM ANGKUTAN PENYEBERANGAN LAUT Wahyuningrum, Rima Tri
Rekayasa Vol 3, No 2: Oktober 2010
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.077 KB)

Abstract

Lama waktu entitas dalam sistem antrian ditentukan oleh waktu pelayanan dan waktu tunggu dalam angkutan penyeberangan merupakan waktu nonproduktif yang melibatkan kepentingan perusahaan angkutan penyeberangan dan kepentingan penumpang, karena waktu tunggu yang terlalu panjang akan mengurangi produktivitas bagi alat angkut maupun produktivitas kerja bagi penyeberang. Pada makalah ini digunakan pendekatan simulasi komputer untuk memodelkan sistem angkutan penyeberangan Kamal - Ujung Surabaya. Berdasarkan kriteria performansi minimasi lama entitas dalam sistem, pada model simulasi ini alternatif tindakan yang diusulkan adalah pengurangan batas kapasitas pick up resource. Hasil yang diperoleh dengan membandingan model as is dan model to be memberikan perbedaan yang siknifikan terhadap pengurangan rata-rata waktu entitas dalam sistem. Kata kunci: sistem antrian, model, simulasi komputer, angkutan penyeberangan. AbstractLength time of entity in quieng system of transportation is determined by service time and waiting time within system is non-productive time, that are involving shipping company and costumer/defector need. Because long waiting times will reduces the productivity of transport vehicle and productivity for the defector. This paper discuses the develponment of computer simulation approach to modeling the transportation system for crossing Kamal - Ujung Surabaya. Based on the criteria of minimizing time entities in the system, this simulation model of the proposed action alternative is a reduction in resource capacity limit pickup. Results obtained by comparing the model as is and model to be providing a significant difference to reduces mean time entities in the system. Keywords: quieng system, model, computer simulation, crossing tarnsportation.
PENGUKURAN KINERJA PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRUNOJOYO Widyaswanti, Ernaning
Rekayasa Vol 3, No 2: Oktober 2010
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.14 KB)

Abstract

Universitas Trunojoyo, sebagai satu-satunya Institusi Pendidikan Tinggi Negeri di Madura terus bertekad untuk selalu meningkatkan kinerjanya. Keberadaanya yang tidak pernah berhenti untuk dicari oleh masyarakat membuat persaingan Universitas tersebut semakin ketat hingga ke tingkat Fakultas dan Program Studi. Dirjen Dikti telah memasukkan pengukuran kinerja dalam pengelolaan pendidikan tinggi sebagai format manajemen baru yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan untuk adanya penilaian, Akreditasi dan evaluasi diri Institusi yang dilakukan terhadap Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri Maupun Perguruan Tinggi Swasta. Saat ini untuk mengevaluasi dan menilai kinerja dari suatu manajemen terdapat metode performance prism. Metode ini memiliki lima segi yaitu untuk atas dan bawah adalah satisfaction dari stakeholder dan kontribusi stakeholder. Berdasarkan hasil penelitian sistem pengukuran kinerja Program Studi Teknik Industri memuat 40 KPI yang meliputi, 5 KPI fasilitas perkuliahan dan praktikum, 14 KPI untuk karakteristik dosen, 15 KPI karakteristik mahasiswa, dan 6 KPI untuk program Program Studi. Kata kunci: pengukuran kinerja, performance prism, stakeholder AbstractTrunojoyo University, as the sole State Institutions of Higher Education in Madura continues determined to always improve performance. Existence that never ceases to search for the University community to make the competition is getting tight down to the Faculty. Director General of Higher Education has included performance measures in the management of higher education as the new management format that aims to improve the quality of higher education in a sustainable manner. This is done for the assessment, accreditation and self-evaluation conducted on Institutions of Higher Education State Universities both Nor Private Colleges. Currently, to evaluate and assess the performance of management there is a method of performance prism. This method has five aspects namely for the upper and lower is the satisfaction of the stakeholders and contribution of stakeholders. Based on the results of performance measurement systems Department of Industrial Engineering contains 40 KPIs which include, 5 KPI lecture and lab facilities, 14 key performance indicators for the characteristics of lecturers, 15 KPI characteristics of students, and 6 key performance indicators for program majors. Keywords: performance measurement, performance prism, stakeholders
PENGUKURAN KINERJA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MENGGUNAKAN ACADEMIC SCORECARD (ASC) DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Zaidah, Yanus
Rekayasa Vol 3, No 2: Oktober 2010
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.41 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas perancangan model pengukuran kinerja Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo menggunakan Academic Scorecard (ASC) dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Academic Scorecard (ASC) adalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja perguruan tinggi. Namun, penentuan prioritas perspektif merupakan salah satu masalah yang kompleks dalam menerapkan ASC. Penentuan prioritas perspektif dan keterkaitannya dengan berbagai elemen perguruan tinggi yang lain, tergolong dalam pengambilan keputusan dengan kriteria majemuk. Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah alat yang biasa digunakan pada kondisi pengambilan keputusan dengan kriteria majemuk. Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa tingkat kepentingan Academic. Management Perspective sebesar 16,85%, Stakeholder Perspective sebesar 41,56%, Internal Business Process Perspective sebesar 57,45%, dan Innovation and Learning Perspective sebesar 42,20%. Berdasarkan ASC, tingkat ketercapaian keseluruhan perspektif di FT-UID sebesar 42,37%. Kata kunci: kinerja perguruan tinggi, Analytical Hierarchy Process (AHP), Academic scorecard AbstractThis study discusses the design of performance measurement model in the Faculty of Engineering Trunojoyo University by using Academic Academic Scorecard (ASC) with the method of Analytical Hierarchy Process (AHP). Academic Scorecard (ASC) is one tool that can be used to measure college performance. However, the prioritization of perspective is one of the complex problems in implementing the ASC. Prioritization perspective and coherence of the various elements of the others universities, are considered in decisions with multiple criteria. Analytical Hierarchy Process (AHP) is a tool commonly used in the decision-making with multiple criteria. The result of this research indicate that the level of interest Academic. The results show that Management Perspective of 16.85%, amounting to 41.56% Stakeholder Perspective, Internal Business Process Perspective by 57.45%, and the Innovation and Learning Perspective of 42.20%. Based on the ASC, the level of achievement for the whole perspective of 42.37%. Keywords: college performance, Analytical Hierarchy Process (AHP), Academic scorecard
KONVERSI KONSTANTA ELASTIK DINAMIK KE STATIK PADA POROSITAS HIDROKARBON BATUPASIR (SANDSTONE) Ahied, Mochammad
Rekayasa Vol 3, No 2: Oktober 2010
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.285 KB)

Abstract

Pengukuran dinamik untuk mendapatkan konstanta elastik dihubungkan dengan besaran petrofisika utamanya porositas sangat penting untuk penerapan penyebaran adanya reservoar. Sedangkan pengukuran statik biasanya dilakukan juga di dunia minyak bumi dan gas (migas) untuk mendapatkan parameter mekanika batuan seperti, modulus young (E), modulus onggok (K) dan nisbah poisson (ν), sehingga perlu dilakukan hubungan keduanya. Berdasarkan pengukuran dinamik dan statik dibuat model hubungan konstanta elastik seperti, modulus young (E), modulus onggok (K), dan nisbah poisson (ν) dengan porositas terhadap batupasir yang tersaturasi air secara penuh (Sw = 100%). Sehingga dengan diketahuinya satu konstanta elastik dari pengukuran dinamik saja, maka dapat ditentukan pula semua konstanta elastik pada pengukuran statik tanpa mengukurnya. Kata kunci: Mekanika batuan, saturasi, porositas, modulus young, nisbah poisson, dan modulus onggok. AbstractDynamic measurements to obstain the elastic constants associated with values of petrophysics especially porosity and water saturation is very important for applying the spread of the reservoir. While static measurements are usually done well in world oil and gas to get the parameter rock mechanics such as, young modulus (E), modulus bulk (K) and poisson ratio (ν), so we need both relationship. Based on dynamic and static measurements are made of constants elastic the relationship model such as, young modulus (E), modulus bulk (K) and poisson ratio (ν) the porosity of sandstone which are fully saturated by water (Sw = 100%). So that, it new one the measurements of dynamic elastic constants only, it can be determined also all on the measurements of static elastic constants without measuring it. Keywords: rock mechanics, saturated, porosity, modulus young, poisson ratio, and modulus bulk.
PENINGKATAN PRODUKSI DAN KUALITAS TOMAT (LYCOPERSICON ESCULENTUM) DENGAN SISTEM BUDI DAYA HIDROPONIK Wasonowati, Catur
Rekayasa Vol 3, No 2: Oktober 2010
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.401 KB)

Abstract

Tomat merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi serta mengandung nilai gizi cukup tinggi. Hidroponik adalah budi daya tanaman tanpa tanah tetapi menggunakan media arang sekam, rockwool, batu apung, pasir, kerikil, perlit, dapat juga menggunakan media air dan udara. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh macam nutrisi dan ukuran polibag terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan di Rumah kassa Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo. Pupuk yang digunakan adalah Hidrogroup dan Greentonik sedangkan ukuran polybag 30 × 30 cm, 30 × 40 cm dan 40 × 40 cm. Rancangan dari penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Hasil dari penelitian ini adalah berpengaruh terhadap fase vegetative. Tidak terjadi interaksi antara jenis nutrisi dan ukuran polybag pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah bunga, saat berbunga, bobot basah dan bobot kering akar, batang dan daun tanaman tomat. Perlakuan jenis nutrisi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah bunga dan bobot basah dan bobot kering batang dan daun, sedangkan perlakuan ukuran polibag berpengaruh nyata pada jumlah daun, bobot basah dan bobot kering batang dan daun tanaman tomat. Kata kunci: tomat, hidroponik, nutrisi, ukuran polibag, fase vegetatif AbstractTomatoes is one of vegetables have high economic value and high nutrition. Hydroponic is culture plant without soil but use arang sekam, rockwool, sand, coral, perlit and can use water and air. The objective of this research was to know the effect of fertilizer as nutrient source and size of polibag for production and quality with hydroponic tomatoes. This experiment was conducted from June to November 2010, at Agroecotechnology Experiment Station of The Faculty of Agriculture, Trunojoyo University. The fertilizers used were Hydrogroup and Greentonic, and size of polibag are 30 × 30 cm, 30 × 40cm and 40 × 40 cm. Experimental design used was Randomized Complete Design with three replications. The results of this experiment indicated that have the greatest effect for vegetatif phase. There was no significant difference between fertilizer as nutrient source and size of polybag in high plant, number of leaf, number of flower, fruit set, wet weight plant and dry weight radix, stem and leaf plant. The nutrient source is significant to high plant, number of leaf, number of flower, fruit set, wet weight plant and dry weight radix, stem and leaf tomatoes plant. The size of polybag is significant to number of leaf, wet weight plant and dry weight radix, stem and leaf tomatoes plant. Keywords: tomatoes, hydroponic, fertilizer, size of polibag,vegetatif phase
IDENTIFIKASI TATANAN RUMAH TRADISIONAL MADURA DI PESISIR PANTAI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS: KELURAHAN TAMBAK WEDI KECAMATAN KENJERAN KOTA SURABAYA) Munir, Arham
Rekayasa Vol 3, No 2: Oktober 2010
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.223 KB)

Abstract

Kelurahan Tambak Wedi merupakan kelurahan yang terletak di pesisir Timur Kota Surabaya, yang secara hirarki kewilayahan sangat berdekatan dengan Pulau Madura. Kedekatan wilayah dan karakter masyarakat pada wilayah tersebut potensial untuk diteliti. Kajian-kajian nilai-nilai arsitektur lokal, sebagai nilai-nilai tradisi yang perlu dilestarikan, dalam rangka pengkayaan arsitektur nusantara, kekayaan nilai yang terkandung dan perlu digali, untuk mendukung perkembangan arsitektur lokal. Konsep tanean lanjang yang merupakan pola tradisional permukiman madura menjadi acuan utama dalam penelitian ini. Dengan metode penelitian kualitatif dengan metode survei langsung berupa: pengukuran langsung dilokasi, baik pengukuran rumah dan jarak rumah, infrastruktur maupun kondisi sosial budaya dan ekonomi melalui daftar pertanyaan (questionary), diharapkan dapat mengungkapkan fakta untuk melihat sejauh mana penyebaran masyarakat Madura dan sejauh mana masyarakat tersebut dapat mempertahankan sosial budaya serta tatanan permukiman yang sudah berbeda dengan tempat dengan daerah asalnya dan telah mendapat pengaruh budaya lain di sekitarnya. Eksistensi masyarakat Madura dan sejauh mana mereka bisa tetap eksis mempertahankan pola tradisi, sosial, budaya dan tatanan permukimannya diharapkan dapat menjadi output dari penelitian ini dan diharapkan akan lebih memperluas wahana arsitektur khususnya Arsitektur tradisional. Kata kunci: arsitektur tradisional Madura, tatanan rumah, pola Permukiman, eksistensi AbstractTambak Wedi Villages which lies east coast city of Surabaya, which is adjacent to the territorial hierarchy of Madura Island. Proximity of the territory and character of the community in the area of potential for research. studies of local architectural values, as values that need to be preserved tradition, the enrichment of architecture in the framework of the country, property values and needs to be contained in the dig, to support the development of local architecture. Concept which is the bare tanean traditional pattern of settlement madurese become the main reference in this study. With qualitative research methods with direct form of survei methods: a direct measurement of location, both home and distance measurements homes, infrastructure and socio-cultural and economic conditions through the list of questions (questionary), is expected to disclose the facts to see how far the public dissemination of Madura and the extent to which community can memperahankan sociocultural and settlement arrangements have differed by region of origin and the place has got other cultural influences surrounding. Madurese community's existence and how far they can remain eksist mempertahannkan traditional patterns, social, cultural and settlement arrangements are expected to be output from this research and are expected to further broaden the vehicle architecture, especially the traditional architecture. Keywords: Madura traditional architecture, arrangement of the houses, settlement patterns, the existence
HUBUNGAN MAKNA RUMAH BANGSAWAN DAN FALSAFAH HIDUP MANUSIA JAWA DALAM KONTEKS ORGANISASI RUANG Setiprayanti1, Dhiafah; Prijotomo, Josef
Rekayasa Vol 3, No 2: Oktober 2010
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.3 KB)

Abstract

Rumah merupakan rana yang sangat luas bagi manusia mengembangkan diri dengan merealisasikan kemampuan serta menjalani segala bentuk aktivitas. Kegiatan yang terjadi di dalam rumah dipisahkan hingga membentuk klaster yang memberikan tingkatan organisasi ruang. Tulisan ini mmeemmbbaahhaass hubungan makna yang tteerrbbeennttuukk dari organisasi ruang dan falsafah hidup manusia Jawa. Rumah bangsawan mmeennjjaaddii objek yang dipilih karena kelengkapan bagian-bagiannya. Hasil penelitian, menunjukkan adanya hubungan pada bagian rumah yang memiliki nilai kehidupan dan ke-Tuhan-an. Kata kunci: falsafah hidup, makna rumah bangsawan, organisasi ruang AbstractHouse as for human must develop their selves. The activities that happen in house was separate until formed the cluster that gave organization of space level. This paper focus on relationship between meaning from organization of space and Javanese life philoshopy. Noble’s house ware choosen as object because the parst has complitly. The result showed relationship in part house that had value of life and belif of God. Keywords: life philosophy, the meaning of the noble’s house, organization of space

Page 1 of 1 | Total Record : 10