cover
Filter by Year
Jurnal Sejarah dan Budaya
ISSN : 19799993     EISSN : 25031147
Terbit dua kali dalam satu volume yaitu Juni dan Desember; ISSN 1979-9993 berisi tulisan ilmiah tentang sejarah, budaya dan hubungannya dengan pengajaran, baik yang ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun asing. Tulisan yang dimuat berupa analisis, kajian dan aplikasi; hasil penelitian, dan pembahasan kepustakaan.
Articles
120
Articles
Tantangan Penulisan Sejarah Lokal

Warto, Warto

Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Sejarah dan Budaya, Juni 2017
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.722 KB)

Abstract

Sejarah lokal selalu menarik diperbincangan karena dua hal. Pertama, batasan “lokal” cukup problematis karena selalu mengalami perubahan cakupan dan maknanya. Istilah lokal seringkali dihadapkan atau dipertentangkan dengan supra-lokal (regional, nasional, global). Makna lokalpun tidak statis dan tunggal tetapi selalu berubah sesuai konteks zaman. Oleh karena itu, penulisan sejarah lokal, seperti penulisan unit sejarah lainnya, dihadapkan bukan hanya persoalan kepastian historis yang menuntut tersedianya sumber yang lengkap dan valid, tetapi juga persoalan penjelasan sejarah yang menuntut pendekatan multidimensional dengan kerangka teoritik dan metodologi yang relevan. Di luar persoalan kepastian dan pemaknaan historis, penulisan sejarah lokal juga dihadapkan pada unsur kewajaran sejarah (fairness) yang bersifat non-akademik. Berbagai kepentingan, orientasi filosofis, prasangka ideologis, seringkali menyelinap dengan sengaja ke dalam proses penulisan sejarah lokal. Dengan mengesampingkan persoalan yang disebutkan terakhir ini, penulisan sejarah lokal ke depan harus tetap bertumpu pada prinsip-prinsip teori dan metodologi sejarah  kritis agar dapat memberi kontribusi positif bagi pengembangan penulisan  sejarah nasional yang bercorak indonesiasentrisme.  local history is attracting to be discussed because of two reasons. Firstly, the limitation of local creates some problems. This is caused by the change of scope and meaning. The term of localis also faced with the antonym term of regional, national, or global. The meaning of local is flexiblebut changes based on the spirit of age. Therefore, the writing of local history faces not only thescarcity of historical sources but also the need of multidimentional approach and relevant theoreticalframework and methodology. In addition, the matter of historical fairness contributes to thecomplexity of historical study. Some interests, philosophical orientation, and ideological prejudiceare often to shape the local historiography. Local history writing should be directed into the base oftheoretical principles and methodology in order to give positive contribution for develping the writingofnationalhistorybasedonIndonesiacentrismperspective.

Pembelajaran Sejarah Berbasis Re-Enacment Dalam Komunitas Penggiat Sejarah Roodebrug Soerabaia

Pradana, Rintahani Johan

Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Sejarah dan Budaya, Juni 2017
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Pendirian komunitas penggiat sejarah sebagai respon pada potensi se-jarah lokal. Re-enactment menjadi salah satu cara komunitas ini dalammemperkenalkan sejarah lokal pada masyarakat. Penelitian ini berupaya meng-gambarkan kembali peristiwa  sejarah oleh komunitas roodeburg Soerabaia.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa Surabaya memiliki potensi sejarah lokal yang sangat bagusdengan dukungan perlindungan terhadap situs sejarah dan bangunan cagarbudaya melalui peraturan perundang-undangan. Hal ini juga disambut  denganrespon masyarakat, melalui komunitas penggiat sejarah dan salah satunya adalahRoodebrug Soerabaia. Abstract: The establishment of historical activist-community as a response to lo-cal history potential. Re-enacment becomes a way in introducing local history tosociety. This study tends to re-enact the historical events by the Roodeburg Soe-rabaia. This study used descriptive-qualitative method. The results showed thatSurabaya has the potential of local history which was very nice with the supportof the protection of historical sites and heritage buildings through legislation. Italso welcomed the response of the community, through  historical activist-community and one of them is Roodebrug Soerabaia.

MODUL SEJARAH PERLAWANAN MASYARAKAT LAM-PUNG ABAD KE-19 BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

Mujiyati, Novita

Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Sejarah dan Budaya, Juni 2017
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul sejarah perlawanan masyarakat Lampung abad ke-19 berbasis Problem Based Learning (PBL) sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan solidaritas sosial dan prestasi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) yang mengacu pada desain pengembangan ADDIE. Tahap desain pengembangan ADDIE meliputi (1) analisis (2) desain (3) pengembangan (4) implementasi (5) evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui modul sejarah perlawanan masyarakat Lampung abad ke-19 berbasis Problem Based Learning (PBL), peserta didik dapat memahami materi serta menyelesaikan masalah yang diberikan secara terstruktur. Penyelesaian masalah secara terstruktur dengan memanfaatkan modul sejarah perlawanan masyarakat Lampung abad ke-19 tersebut dapat meningkatkan solidaritas sosial dan prestasi peserta didik. Sehingga modul sejarah perlawanan masyarakat Lampung abad ke-19 berbasis Problem Based Learning (PBL) efektif untuk meningkatkan solidaritas sosial serta prestasi peserta didik. This study aims to create a module of resistance history in Lampung in 19th century based on Problem-Based Learning (PBL) as a learning tool to pro-mote social solidarity and student achievement. The method used research and de-velopment (R & D), following the design of ADDIE development. ADDIE develop-ment design stages included (1) analysis (2) design (3) development (4) implemen-tation (5) evaluation. The findings show that tthe historical module could lead stu-dent to understand the material as well as solve a given problem in a structured way. Structured problem solving by utilizing historical modules can increase so-cial solidarity and student achievement. Therefore, the historical module is effec-tive to increase social solidarity and student achievement.

Pembelajaran Sejarah Lokal Pada Kelas Sejarah (Model Pengembangan Bahan Ajar Sejarah Lokal Kota Kudus Dalam Rangka Meningkatkan Minat Siswa Pada Sejarah)

Suharso, Suharso

Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Sejarah dan Budaya, Juni 2017
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.536 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya inovasi bahan ajar sejarah lokal guna memberikan penyegaran pada pembelajaran sejarah di Kelas. Penelitian menggunakan dua tahap dengan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (Research and Development). Pada tahap pertama penelitian terfokus pada analisis data tentang konstruksi sosial dan morfologi Kota Kudus yang akan dijadikan sebagai dasar penyusunan model. Pada tahap kedua penelitian terfokus pada uji coba model pengembangan konservasi budaya dalam upaya melestarikan peninggalan-peninggalan sejarah di Kota Kudus. Penelitian pada tahap pertama menggunakan pendekatan kualitatif dan penelitian tahap kedua menggunakan pendekatan R and D. Model yang telah jadi digunakan sebagai bahan ajar untuk pembelajaran sejarah di kelas sejarah SMA Negeri se-kabupaten Kudus. Sejarah Kota Kudus, pada intinya, berpijak pada perkem-bangan dari kota pada masa Pemerintah Hindia Belanda dan tokoh yang terkenal adalah Sunan Kudus. This research is motivated by the need for innovation of local history teaching materials in order to give a fillip to the teaching of history in the classroom. This study was carried out a two-stage approach to Research and Development. In the first phase of the study focused on the analysis of data about the social construction and morphology of the Kudus City that would serve as the basis for the preparation of a model. In the second phase of the study focused on the development of testing models of cultural conservation in an effort to preserve the historical relics in Kudus. Research on the first phase of the study used a qualitative approach and the second stage using the approach of R and D. The model has been used as teaching materials for teaching history in some high schools in Kudus district. History of Kudus, in its substance, based on the devel-opment of Kudus in the period of Dutch-Indies and the fame figure of Saint Ku-dus.

MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKAT-KAN KETERAMPILAN MENULIS SEJARAH WANITA PADA MAHASISWA

Pratiwi, Hany, Joebagio, Hermanu, Suryani, Nunuk

Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Sejarah dan Budaya, Juni 2017
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.31 KB)

Abstract

Abstrak: Pembelajaran sejarah wanita penting diterapkan di universitas untuk memberikan kesadaran mahasiswa tentang peran dan kedudukan wanita. Namun selama ini kajian dan tulisan sejarah wanita masih terbatas pada tema-tema besar. Sejarah wanita dari tingkat lokal masih jarang diteliti. Sehingga perlu dikem-bangkan sebuah model pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis sejarah wanita pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model project based learning dalam meningkatkan keterampilan menulis sejarah wanita pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Sampel yang diambil adalah maha-siswa semester 7 Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNY angkatan 2013. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh rerata post test kelas eksperimen 85,70 dan kelas kontrol sebesar 61,41. Sedangkan nilai untuk uji T diperoleh 6,843 dengan taraf signif-ikansi 0,00. Taraf signifikansi 0,00 < 0,025. Abstract: Teaching of woman history is important to be implemented in university to shape the student’s awareness on the role and position of woman. However all this study and writing history of women still limited to large themes. Woman his-tory in the local level is ralely to be studied. Therefore, we should develop a learn-ing model to increase skills of writing woman history for student. This study used quasi experiment with a control class and exsperiment class. The sample is the fourth year students, Study Proggramme of History Education FIS UNY. Based on result of statistical test. It was obtained that the post test average of experiment class is 85,70 and control class is 61,41. While value to test T is obtained of 6,843 with the significance of 0.00. The level of significance is 0.00 < 0,025.

MAKNA PENGGAMBARAN "MUKA BINATANG" DAN “MUKA MANUSIA” PADA MASA PRASEJARAH DI INDONESIA: KAJIAN ARKEOLOGI POST PROSESSESUAL- PERSPEKTIF STRUKTURALISME "CLAUDE LÉVI-STRAUSS"

Suprapta, Blasius

Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Sejarah dan Budaya, Juni 2017
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Makna penggambaran "muka binatang" dan “muka manusia” dalam kehidupan Prasejarah Indonesia selalu berhubungan dengan masalah religi, khu-susnya bertumpu masalah upacara kematian. Dalam alam pikiran abstrak nirsadar hal ini berhubungan dengan konsepsi pemujaan roh nenek-moyang. Dalam tata-ran alam pikiran abstrak sadar berbentuk atau mewujud dalam kreatifitas atau perilaku tata cara upacara penguburan mayat. Dalam tataran alam pikiran abstrak, berupa atau mewujud menjadi berbagai bentuk fisik artefak hiasan muka bi-natang atau muka manusia. Dengan demikian maknanya merupakan simbol-simbol yang berhubungan dengan si mati yang telah berada di alam kematian. Inilah hasil kajian tentang makna penggambaran "muka bintang" dan “muka manusia” dalam kehidupan masyarakat Prasejarah Indonesia berdasarkan para-digma Arkeologi Post-Prossesual perspektif Strukturalisme Claude Lévi-Strauss. The meaning of "animal face" and the “human face” description in the life of Indonesian prehistory is related to religious issues, especially on the issue of death. In the unconscious mind , this is related to the conception of ancestor spirit worship, In the level of nature, the conscious mind is shaped or embodied in the creativity or behavior of the burial ceremony. In the level of abstract form or manifest becomes various forms of physical artifacts or animal face or human face. Thus the meaning is the symbols associated with the dead who has been in the realm of death. This is the result of the study of the meaning of "animal face" and “human face” in the life of Indonesian Prehistoric society based on the par-adigm of Post-Prossesual archaeology and Structuralism of Claude Lévi-Strauss perspective.

MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SEJARAH WANITA PADA MAHASISWA

Wijayanti, Yeni

Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Sejarah dan Budaya, Juni 2017
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.283 KB)

Abstract

Pembelajaran sejarah yang menyenangkan dengan membuat kreasi mediasangat diperlukan agar motivasi siswa dalam belajar tinggi. Tulisan ini diharapkanmampu memberikan sumbangan pemikiran terhadap pengembangan ilmu kependidikanterutama yang menyangkut permasalahan yang ditemui dalam pembelajaran sejarahyang kontekstual, khususnya yang berkaitan dengan sejarah lokal, sehinggasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam, pembelajaran yang menyenangkan,danprestasiyanglebihbaik.MetodeyangdigunakanadalahResearchandDevelopment(R&D).UntukmeningkatkanprestasibelajardankesadaransejarahsiswamakadikembangkanlahmediavideositusKerajaanGaluhyangtelahdilakukanujiinternal(validasi).Hasileksperimenmenunjukkanbahwamediavideo/audiovisualsitussejarahKerajaanGaluhefektifuntukmeningkatkankesadaransejarahsiswa. Joyfull teaching of history by making media creation is very important to increase student’s learning motivation. This paper is expected to contribute towardsthe development of educational science, concerning to the problems encountered inthe contextual learning of history, with regards to local history, therefore studentsgain a deeper understanding, fun learning, and better performance. This paper used aResearch and Development (R & D) method. To improve learning achievement andstudent’s historical awareness is developed by video media of Galuh Kingdom siteshas been validated. The experimental results showed that the media of video/audiovisual about historical sites of Galuh Kingdom is effective to increase the student’shistorical awareness 

“POLITIK HISTORIOGRAFI” SEJARAH LOKAL: KISAH KEMENYAN DAN KAPUR DARI BARUS, SUMATERA UTARA

Azhari, Ichwan

Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Sejarah dan Budaya, Juni 2017
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.959 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan posisi Barus dalam se-jarah nasional dan sejarah global. Guna mendapatkan jawaban atas pertanyaan penelitian, dipergunakan metode sejarah dan kajian historiografi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: pertama, Barus dan komoditi kemenyan serta kamper telah dikenal oleh pasa dunia sejak lama, kedua, meskipun historiografi tentang Barus sudah selayaknya ditempatkan sebagai warisan nasional, namun lingkup historio-grafisnya masih sejarah lokal, ketiga, terdapat politik kekuasaan yang dapat meru-bah posisi Barus dalam sejarah nasional Indonesia. This research aims to reveal Baruss position in national history and global history. In order to get answers to research questions, historical methods and historiographic studies are used. The conclusions of this study are: firstly, Ba-rus and commodities of incense and camphor have been known by the world pasa for a long time; second, although the historiography of Barus should be placed as a national heritage, but the historiographical sphere is still local history; third, there is political A power that can change Baruss position in Indonesias national history.

Strategi Argumentasi dalam Pembelajaran Sejarah

Alfian, Susanto Yunus, Andarwati, Melaningrum, Hidayah, Tatik

Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Sejarah dan Budaya, Juni 2017
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.37 KB)

Abstract

Kegiatan argumentasi dapat dimanfaatkan untuk menganalisis teks sejarah.Kegiatan argumentasi pada prinsipnya menuntut siswa untuk mencari bukti-bukti yang tepat untuk mendukung klaim. Siswa memilah, memilih dan mengklasifikasi atau dengan kata lain siswa melakukan analisis. Permasalahan yang diajukan untuk dalam penelitian ini adalah bagaimanakah strategi argumentasi dilaksanakan dalam pembelajaran Kompetensi Dasar 3.11 pada Kurikulum 2013 “Menganalisis perjuangan Bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan Belanda” Penelitian ini menggunakan rancangan lesson study. Siklus lesson study ini meliputi plan, do dan See. Open class untuk lesson study ini dilaksanakan di kelas XIIPA2 di SMA Negeri 1 Sumberpucung Kabupaten Malang. Siswa diajak melakukan argumentasi sebagai representasi analisis teks sejarah. Pengajaran pada siklus I dilakukan pada tanggal 9 April 2015 dan siklus II pada tanggal 16 April 2015. Pada siklus I strategi pembelajaran argumentasi dilaksanakan dengan kurang maksimal. Seharusnya hasil pekerjaan siswa berupa argumen yang berisi klaim dan bukti-bukti pendukung. Pada siklus II ini, setelah ada perbaikan, strategi pembelajaran argumentasi bisa dilaksanakan secara maksimal. Perbaikannya berkenaan dengan penulisan klam di papan tulis. Guru sendiri menuliskan klaim di papan tulis. Argumentation activities can be used to analyze historical text. The argumenta-tion activities in principle require students to look for appropriate evidence to support the claim. Students sorting, selecting and classifying or in other words the students do the analysis. The problem proposed for this research is how the argument strategy is implemented in learning Basic Competence 3.11 in Curriculum 2013 "Analyzing the struggle of the Indonesian Nation in the effort to defend the independence from Allied and Dutch threats" This research uses lesson study design. This lesson study cycle includes plan, do and See. Open class for lesson study was conducted in class XI-IPA2 in SMA Negeri 1 Sumberpucung, Malang. Students are invited to argue as a representation of historical text analysis. Teaching on the first cycle was conducted on April 9, 2015 and cycle II on April 16, 2015. In cycle I strategy lesson argumentation implemented with less maximum. The students work should be an argument that contains the claim and supporting evidence. In this second cycle, after the improvement, the argumentation learning strategy can be implemented maximally. Improvements related to the writing of klam on the board. Teacher himself writes a claim on the board.

Pembelajaran Sejarah Lokal Berbasis Folklore Untuk Menanamkan Nilai Kearifan Lokal Kepada Siswa

Romadi, Romadi, Kurniawan, Ganda Febri

Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Sejarah dan Budaya, Juni 2017
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.969 KB)

Abstract

Abstrak: Folklore sebagai bagian dari sejarah lokal merupakan nilai kearifan lokal yang mampu memberikan pengaruh positif bagi siswa, apabila dijelaskan dengan penuh penjiwaan oleh guru dan didukung oleh materi yang kreatif dan inovatif. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengum-pulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan pentingnya folklore untuk dikedepankan dalam materi pembelajaran Sejarah lokal merupakan sarana untuk pembentukan jati diri bangsa melalui kesadaran sejarah dan kesadaran budaya, juga sebagai pendekatan seorang guru atau pengajar untuk mengenalkan kepada anak didik tentang kearifan-kearifan lokal yang ada di sekitar mereka. Pembelajaran seperti ini akan menjadi-kan anak didik paham dengan sejarah diri atau lingkungannya, yang bisa menjadi-kan anak didik peka dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Abstract: Folklore as a part of local history is local knowledge which will be able to provide a positive influence for students if the inspiration is explained by the teacher and supported by a creative and innovative materials. This study used qualitative approach. The data collection used observation, interview and enumer-ation. Finding shows that folklore is important to expose into teaching of local history and to form national identity through historical and cultural awareness, as well as a teacher or teaching approaches to introduce the students on local wisdom that exists around them. Learning will make the students familiar with their history and environment, which can make the students to be sensitive to what is happening around them.