cover
Filter by Year
MEDISAINS
ISSN : 16937309     EISSN : 26212366
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu kesehatan merupakan sarana penyebarluasan ilmu pengetahuan, riset, teknologi dan inovasi dibidang kesehatan yang diterbitkan tiga kali dalam setahun (April, Agustus dan Desember). Jurnal Medisains adalah jurnal peer reviewed dan Open-Access yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan di terbitkan dibawah Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Articles
173
Articles
Study fenomenologis pemilihan alat kontrasepsi pada wanita usia subur penderita HIV/AIDS

Susanti, Susanti, Widyoningsih, Widyoningsih

MEDISAINS Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : MEDISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Di seluruh dunia hidup dengan HIV 36, 7 juta orang , 2,1 juta orang yang baru terinfeksi setiap tahunnya, 1,1 juta orang meninggal karena penyakit terkait AIDS. Prevalensi pada wanita muda tetap berisiko terinfeksi HIV yang sangat tinggi. Transmisi HIV masih tetap berlangsung hingga kini, 16.000 jiwa terinfeksi baru setiap harinya. Jumlah ibu hamil dengan HIV pada tahun 2012 berjumlah 3 dan meningkat signifikan pada tahun 2017 menjadi 18 orang.Tingkat pengetahuan yang rendah tentang pentingnya kontrasepsi bagi perempuan HIV mengakibatkan mereka tidak menggunakan kontrasepsi. Pada pasangan yang salah satunya terdiagnosa HIV umumnya pasangan ditegaskan untuk tidak melakukan hubungan seks tanpa kondom.Tujuan: Tujuan menganalisis pilihan kontrasepsi yang digunakan oleh WUS dengan HIV/AIDSMetode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bersifat deskriptif dan menggunakan analisis dengan pendekatan fenomenologis, Populasi dalam penelitian ini adalah Wanita Usia Subur (WUS) penderita HIV/AIDS. Tehnik pengambilan Sampel dengan menggunakan purposive sampling dan didapatkan empat partisipan.Hasil: Hasil penelitian Berdasarakan wawancara ke empat responden telah menggunakan kontrasepsi “double protection” sebagai upaya untuk menurunkan kejadian penularan dari ibu ke janin dan dari ibu ke pasangan (suami) dengan menggunakan alat kontrasepsi ganda yaitu suntik 3 bulan, IUD, MOW dan Kondom.Kesimpulan: Wanita Usia Subur penderita HIV/AIDS menggunakan kontrasepsi “double protection”.

Test toleransi glukosa oral pada subjek dengan berat badan berlebih

Santosa, Agus

MEDISAINS Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : MEDISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus sering tidak terdiagnosa karena perjalanan penyakit ini berlangsung cukup lama. Perlu dilakukanya skrining rutin diabetes sejak umur 45 tahun, dengan adanya deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat memperlambat perkembangan kondisi prediabetes menjadi diabetes melitus.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tes toleransi glukosa oral pada subjek dengan berat badan berlebihMetode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Lokasi penelitian berada di wilayah Puskesmas Kembaran I Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dari Juli-September 2017.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh responden yang berusia >30 tahun dengan berat badan berlebih. Sampel penelitian ini berjumlah berjumlah 68 respenden. Instrument penelitian yang digunakan adalah, timbangan injak, metline pengukur tinggi badan dan gluometer. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif sederhana.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata IMT responden sebesar 27,6 kg/m2 yang seluruhnya masuk dalam kategori obesitas. Kadar gula darah hasil TGT menunjukkan nilai rata-rata sebesar 147,6 mg/dl dan masuk dalam kategori prediabetes. Hasil penelitian menemukan dari sebanyak 68 responden dengan berat badan berlebih/obesitas sebanyak 79,4% hasil TGT- nya dinyatakan Prediabetes sedangkan 20,6% dinyatakan Normal.Kesimpulan: Pada seseorang dengan berat badan berlebih, hasil test toleransi glukosa oralnya sebagian besar masuk pada kategori prediabetes.

Gambaran post traumatic stress disorder korban bencana tanah longsor di dusun jemblung kabupaten Banjarnegara

Endiyono, Endiyono, Hidayah, Novi Isnaini

MEDISAINS Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : MEDISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Bencana tanah longsor merupakan bencana alam yang dapat memberikan dampak yang negatif bagi penyintas bencana tanah longsor. Dampak yang ditimbulkan baik berupa dampak fisik, sosial, lingkungan maupun dampak psikologis. Dampak psikologis yang ditimbulkan setelah bencana yaitu Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang menunjukkan beberapa gejala berupa Re-experiencing, Avoidance, Negative alteration in mood and cognition, dan Hyperarousal.Tujuan: Mengetahui gambaran Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada korban bencana tanah longsor.Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik total sampling, sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 responden. Analisa data menggunakan analisis univariat untuk mengetahui karakteristik responden yang meliputi umur, pekerjaan, jenis kelamin, agama, suku, Pendidikan, usia saat terjadi bencana dan gambaran gejala PTSD.Hasil: Responden yang mengalami gejala PTSD sebanyak 30 responden (78,9%), sedangkan responden yang tidak mengalami gejala PTSD sebanyak 8 responden (21,1%).Kesimpulan: Sebagian besar responden mengalami PTSD.

Cover

Medisains, Medisains

MEDISAINS Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : MEDISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

cover

Pelatihan bermain pada ibu meningkatkan kelekatan anak

Oktavianto, Eka, Karimah, Karimah, Timiyatun, Endar, Badi'ah, Atik

MEDISAINS Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : MEDISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Masalah kelekatan antara ibu dan anak masih terjadi pada saat ini. Praktik pengasuhan memainkan peranan penting terjadinya masalah kelekatan ini. Kelekatan bukanlah ikatan yang terjadi secara alamiah, ada serangkaian proses yang harus dilalui untuk membentuknya. Permasalahan kelekatan ini perlu untuk diatasi. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan pelatihan bermain pada ibu.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan bermain pada ibu terhadap kelekatan anakMetode: Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimantal dengan menggunakan desain one-grup pre-test & post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 18 responden. Uji statistik menggunakan wilcoxon test. Instrumen yang digunakan adalah Attachment Q-Set (AQS).Hasil: Terdapat peningkatan skor kelekatan sebelum dan sesudah pelatihan bermain pada ibu. Skor rata-rata sebelum pelatihan bermain sebesar 111.83, sesudah pelatihan bermain (post-test 1) sebesar 137.44 (mean difference = 25.61) dan pada post-test 2 sebesar 140.05 (mean difference = 28.22). Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai p = 0.000 (nilai p < 0.050).Kesimpulan: Ada pengaruh pelatihan bermain pada ibu terhadap kelekatan anak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah pada remaja SMP dan SMA di wilayah eks-kota administratip Cilacap

Ulfah, Mariah

MEDISAINS Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : MEDISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Sebuah penelitian di salah satu SMA X di Kabupaten cilacap ditemukan bahwa 3,3 persen dari 123 siswa kelas XI sudah melakukan hubungan seksual, dan dari informasi guru BK (bimbingan konseling) yang ditemui oleh peneliti menyebutkan bahwa perilaku tersebut sudah dilakukan sejak siswa duduk di bangku SMP.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah pada remaja SMP dan SMA di wilayah eks-kota administratip CilacapMetode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain crossectional. Penelitian dilakukan di 5 sekolah SMP dan 12 sekolah SMA di kabupaten Cilacap pada tahun 2013. Populasi penelitian adalah seluruh remaja (putra-putri) yang duduk di bangku SMP dan SMA dengan jumlah sampel sebanyak 596 orang yang dipilih secara Systematic Random Sampling. Variabel-variabel penelitian diukur dengan menggunkan angket. Analisa data menggunakan analisis jalur/path analysis dengn program PLS.Hasil: Tidak ada pengaruh langsung karaktersitik remaja, sikap masyarakat, orang tua, teman dan sikap terhadap seks terhadap perilaku seksual pranikah (t<1.96). Ada pengaruh langsung akses media, peran guru, persepsi, pengetahuan dan nilai virginitas terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja putri SMP SMA di Kabupaten Cillacap (t>1.96; R square 0.336).Kesimpulan: 36.6% Perilaku seksual pranikah pada remaja SMP dan SMA di Kabupaten Cilacap dipengaruhi oleh akses media, peran guru, persepsi, pengetahuan dan nilai virginitas.

Disaster preparedness: survey study pada mahasiswa keperawatan universitas harapan bangsa Purwokerto

Rizqillah, Azka Fathiyatir

MEDISAINS Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : MEDISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Indonesia memiliki sejarah yang panjang tentang bencana dan manajemennya. The International Disaster Database melaporkan bahwan antara 1948-2013 terdapat 325 bencana alam yang menyebabkan kerugian materiil dan non-materill tang besar (CRED, 2016). Akan tetapi, banyaknya pengalaman bencana, baik bencana alam maupun bencana akibat ulah manusa, yang sudah dialami, kerugian materiil dan non-materiil pada bencana yang terjadi selanjutnya masih terbilang tinggi. Salah satu usaha untuk mencegah kerugian materiil dan non-materiil akibat bencana adalah meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana pada seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa keperawatan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa keperawatan Universitas Harapan Bangsa PurwokertoMetode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional study dengan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa keperawatan Universitas Harapan Bangsa Purwokerto. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan semester enam prodi sarjana dan semester empat diploma dengan teknik pengambilan data secara total sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner Disaster Preparedness Evaluation Tool: Preparedness Section (DPET:P) yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis frekuensi sederhana.Hasil: Secara umum tingkat kesiapsiagaan terhadap bencana mahasiswa keperawatan adalah rendah (rata-rata mean : 1 - 2.99). Mahasiswa melaporkan tingkat kesiapsiagaan yang paling tinggi pada kesiapan untuk melakukan pengambilan keputusan klinis seperti memberikan perawatan pada korban bencana dan pengelolaan respon emosional pasien stress akut dan stres paska trauma. Mahasiswa melaporkan kesiapsiagaan paling rendah pada informasi tentang peranan antar institusi (lokal/provinsi/nasional) dalam tanggap darurat bencana.Kesimpulan: Tingkat kesiapsiagaan mahasiswa keperawatan Universitas Harapan Bangsa Purwokerto masih rendah.

Gambaran kualitas hidup peserta prolanis di puskesmas petang 1 kabupaten Badung Bali

Sekardiani, Ni Luh Putu

MEDISAINS Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : MEDISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan Prolanis di Puskesmas Petang 1 Kabupaten Badung Bali sudah rutin dilaksanakan setiap bulanya, dari 30 peserta yang terdaftar, 16 diantaranya aktif dan rutin mengikuti kegiatan tersebut, sedangkan sisanya kurang aktif. Dari rangkaian kegiatan Prolanis yang telah dilakukan petugas kesehatan di Puskesmas Petang 1 Kabupaten Badung Bali, maka perlu adanya evalusi keberhasilan dari kegiatan tersebut. Salah satu evaluasi yang dirasa perlu untuk dilakukan adalah mengenai kualitas hidup peserta Prolanis itu sendiri, sehingga dapat diketahui apakah kegiatan Prolanis yang selama ini dilaksanakan berdampak pada kualitas hidup pesertanyaTujuan: Mengetahui gambaran gambaran kualitas hidup peserta prolanis di Puskesmas Petang 1 Kabupaten Badung BaliMetode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik total sampling, sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Variabel yang diteliti adalah kualitas hidup peserta prolnis dengan menggunakan instrument WHOQoL-BREF. Analisa data menggunakan analysis deskriptif sederhanaHasil: variabel kualiatas hidup secara umum menunjukkan kategori sedang (86.7%), skor kualitas hidup pada dimensi fisik sebagian besar masuk kategori sedang (73.3%). Skor kualitas hidup pada dimensi psikososial sebagian besar masuk pada kategori tinggi (66.7%). Skor kualitas hidup pada dimensi social masuk pada kategori sedang (83.3%) dan skor kualitas hidup pada dimensi lingkungan juga masuk pada kategori sedang (96.7%).Kesimpulan: Kualiatas hidup peserta prolanis di Puskesmas Petang 1 Kabupaten Badung Bali secara umum masuk kategori sedang.

Penelitian dan pengembangan chair breastfeeding untuk meningkatkan kenyamanan proses menyusui

Safitri, Feni Nofalia, Isnawati, Teti, Hermawan, Ari, Rani, Yolanda Pingka, Aprilina, Happy Dwi

MEDISAINS Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : MEDISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Proses menyusui membutuhkan waktu yang lama, sehingga membuat ibu merasa pegal karena harus menompang bayi. Chair Breastfeeding merupakan kursi yang dapat mengurangi keluhan ibu saat menyusui. Saat ini, chair breastfeding sudah ada namun dari segi desain kurang ergonomis karena pada sandaran punggung dan sandaran lengan tidak terbalut busa dan kain katun halus, serta tidak terdapat pijakan kaki. Chair breastfeding yang ada saat kurang menarik dan kurang ergonomis sehingga daya jual rendah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengembangkan chair breastfeeding yang sesuai dengan ergonomis bagi ibu menyusui sehingga membantu meningkatkan proses menyusui.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang mengadopsi penelitian Research and Development (R&D). Penelitian ini terdiri dari 3 tahap, yaitu penelitian tahap I, tahap development, dan penelitian tahap II atau ujicoba produk.Hasil: Hasil penelitian tahap I diperoleh hasil, dari 6 orang ibu menyusui mengatakan bahwa chair breastfeeding yang ergonomis bila terdapat sandaran punggung, sandaran lengan, dan pijakan kaki. Chair breastfeeding terbuat dari bahan yang kuat, kayu dilapisi busa dan tertutup oleh kain yang halus. Tahap development terbentuklah chair breastfeeding yang ergonomis sesuai dengan hasil penelitian tahap pertama, yaitu terdapat pijakan kaki yang menempel permanen pada kursi, sandaran punggung dan sandaran lengan yang dilapisi busa dan tertutup oleh kain katun halus dan penambahan setengah lingakaran di bagian depan untuk meringankan beban ibu saat menyusui serta ukuran yang disesuaikan dengan antropometri tubuh. Hasil penelitian tahap II diperoleh, 5 orang mengatakan chair breastfeeding ergonomis dan nyaman digunakan dalam proses menyusui, dan 1 orang mengatakan tidak ergonomis dan kurang nyaman digunakan dalam proses menyusui.Kesimpulan: Chair breastfeeding yang ergonomis terbukti dapat meningkatkan kenyamanan dalam proses menyusui

Status gizi pra hamil berpengaruh terhadap berat dan panjang badan bayi lahir

Ningrum, Ema Wahyu, Cahyaningrum, Etika Dewi

MEDISAINS Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : MEDISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Status gizi pra hamil yang salah satu indikatornya dengan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) secara internasional dianggap sebagai gold standar dan sudah ditetapkan secara baku penambahan berat badan ibu selama kehamilan kedepan. Kurang kepedulian ibu sebelum hamil untuk memeriksakan status gizinya masih sangat kurang, hal ini berakibat tidak terdeteksinya ibu sebelum hamil tersebut mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) yang kemungkinan besar akan berpengaruh terhadap bayi saat hamil kelak.Tujuan: Mengetahui pengaruh status gizi pra hamil dengan indikator IMT terhadap berat badan dan panjang badan bayi lahirMetode: Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatiff, dengan pendekatan retrospektif study. Penelitian ini dilakukan Puskesmas Padamara Kabupaten Purbalingga, dengan jumlah sampel sebanyak 30 ibu dan bayi baru lahir. Data status gizi pra hamil, berat badan bayi dan panjang badan bayi diambil dari buku KIA responden dan dianalisis dengan menggunkan uji R2 padaanalisis regresi linier sederhanaHasil: Rata-rata IMT prahamil ibu 22.3±3.9kg/m2 dengan IMT terkecil 17kg/m2 dan IMT terbesar 30 kg/m2. Rata-rata berat badan bayi lahir 2800±390.8gram dengan berat badan terendah 2200 gram dan terbesar 3800 gram. Rata-rata panjang badan bayi lahir 48.3±1,4cm dengan panjang badan terpendek 46 cm dan terpanjang 50 cm. Ada hubungan antara IMT prahamil terhadap berat badan bayi lahir sebesar (r=0.938; r2=0.880; p<0.01). Ada hubungan antara IMT prahamil terhadap panjang badan bayi u lahir sebesar (r=0.876; r2=0.767; p<0.01)Kesimpulan: Status gizi pra hamil berpengaruh besar terhadap berat badan dan panjang badan bayi lahir. Status gizi pra hamil berpengaruh 88% terhadap berat badan bayi dan 76% terhadap panjang badan bayi lahir.