cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Techno Jurnal Ilmu Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
OPTIMASI ANGKUTAN UMUM PURWOKERTO M.T., Juanita
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Techno April 2014
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimasi angkutan umum merupakan hal penting dalam pelayanan terhadap penumpang dan kelangsungan operator itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah armada optimal yang sesuai kebutuhan penumpang dengan tetap mempertimbangkan Biaya Operasi Kendaraan sehingga tetap menguntungkan pihak sopir/pemilik angkot. Hasil penelitian di 6 trayek yaitu D1, D2, B1, B2, G1 dan G2 sebagai berikut : Jumlah penumpang terbanyak berdasarkan survey ada di trayek B2 dengan jumlah 30 penumpang per rit, sedangkan D2 mempunyai jumlah paling sedikit dibandingkan 5 trayek lainnya yaitu 22 penumpang. Load factor pada kondisi break even sebesar 0,873 masih terdapat keuntungan pada setiap trayek. Diperlukan penambahan armada angkot untuk dapat melayani penumpang yang ada dengan masing-masing penambahan 1 angkot untuk trayek D1, B1, dan 3 angkot untuk trayek G1 dan G2 serta B2 sejumlah 4 angkot sedangkan trayek angkot D2 tidak diperlukan penambahan angkot.Kata kunci : Optimasi, Angkutan umum, penumpang, operator
PENGARUH UMUR STARTER Acetobacter xylinum TERHADAP PRODUKSI NATA DE COCO Hamad, Alwani; Handayani, Nur Afifah
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Techno April 2014
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nata de coco adalah salah satu makanan olahan dari air kelapa sebagai salah satu makanan diet karena kandungan serat yang melimpah yang dalam proses fermentasinya memanfaatkan bakteri Acetobacter xylinum. Dalam pembuatan nata de coco selama ini, starter yang ditambahkan belum ada standar kualitas yang pasti berapa jumlah bakteri hidup. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh umur penyimpanan starter terhadap jumlah bakteri Acetobacter xylinum dan nata de coco hasil fermentasinya. Pembuatan starter dibuat dalam 100 ml air kelapa ditambahkan nutrisi (gula 3,5 gr; urea 0,6 gr; cuka 4 ml; starter 12 ml). Jumlah bakteri dalam starter (umur penyimpanan: 0, 1, 4, 7, 10, 13, 16, 19, 25, 30, 40, 60 hari) dihitung menggunakan metode turbidity (kekeruhan) dengan menggunakan alat UV-Vis Spectrophotometers. Kemudian starter tersebut ditambahkan ke dalam medium fermentasi dalam air kelapa 500 ml ditambahkan nutrisi (gula 17,5 gr; urea 0,6 gr; cuka 4 ml; starter 60 ml). Nata de coco yang dihasilkan dianalisa kualitas fisiknya, yaitu yield, tebal lapisan nata, dan moisture content. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan jumlah bakteri dalam starter selama umur penyimpanan 0-19 hari sebanyak 1,37 x 109 sampai  2,02 x 109 sel/ml. Setelah 19 hari, jumlah bakteri dalam starter cenderung konstan. Setelah umur penyimpanan 40 hari, jumlah bakteri dalam starter mengalami penurunan 9%. Dengan penambahan starter umur 7-13 hari menghasilkan nata de coco dengan kualitas fisik paling baik, yang ditunjukkan dengan yield 89%, tebal 9 mm, dan moisture content >95%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa waktu penyimpanan starter mempengaruhi kualitas fisik nata de coco.Kata kunci:       Nata de coco, Acetobacter xylinum, starter, jumlah bakteri, fermentasi
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH TEKNIK KONTROL ADAPTIF SUB POKOK BAHASAN PENGHAPUSAN DERAU Taufiq, Arif Johar; Tamam, M. Taufiq
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 15, No 2 (2014): Jurnal Techno Volume 15 No.2 Oktober 2014
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pembuatan media pembelajaran pada mata kuliah teknik kontrol adaptif pada sub pokok bahasan penghapusan derau dengan program GUI Matlab dan didapat hasil program berjalan dengan baik dapat memberikan gambaran yang jelas dalam bentuk grafik, suara dan data kuantitatif sebagai hasil dari proses penghapusan derau. Pengguna dapat berinteraksi dengan program untuk mengubah parameter algoritma dan melihat hasil proses serta dapat membandingkan unjuk kerja algoritma FxLMS dan FxAFA dalam proses penghapusan derauKata kunci : Media pembelajaran, Kontrol Adaptif, FxLMS, FxAFA
EKSTRAKSI FITUR SINYAL ELEKTROKARDIOGRAM BERBASIS INDEPENDENT COMPONENT ANALYSIS Hardani, Dian Nova Kusuma
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 16, No 1 (2015): Jurnal Techno Volume 16 No.1 April 2015
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jantung merupakan organ penting manusia yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Jantung menghasilkan serangkaian denyutan elektromagnetik yang bekerja terus-menerus dengan interval waktu antara setiap denyut yang bervariasi secara dinamis dan kompleks. Elektrokardiogram (EKG) merupakan salah satu sinyal fisiologis yang dihasilkan dari kerja listrik jantung. Hasil rekam EKG digunakan oleh dokter atau ahli medis untuk menentukan kondisi jantung pasien. Pola sinyal EKG pada beberapa kondisi jantung memiliki fitur khusus, akan tetapi untuk membedakan pola sinyal jantung yang sehat atau mengalami kelainan fungsional pada jantung diperlukan pengalaman dan keahlian khusus dalam mengidentifikasi berbagai macam sinyal EKG. Sinyal EKG yang sama dapat diinterpretasikan secara beragam oleh dokter yang berbeda. Oleh karena itu, perlu dibuat sistem cerdas yang dapat membedakan pola sinyal jantung yang sehat atau mengalami kelainan fungsional. Salah satu caranya yaitu dengan melakukan ekstraksi fitur sinyal EKG. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknik ekstraksi fitur untuk pengenalan sinyal EKG agar dapat digunakan untuk kepentingan diagnosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur-fitur dari sinyal dapat dibentuk dengan cara saling bebas antara sinyal yang sesungguhnya dan yang bukan melalui teknik ekstraksi fitur statistik. Kata kunci : jantung, sinyal EKG, pola, ekstraksi fitur
PEMANFAATAN SUSU SAPI PERAH MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN MENJADI SABUN MANDI SUSU (IPTEKS BAGI MASYARAKAT PETANI-PETERNAK DI DESA TERWIDI GUNUNG PATI SEMARANG) Riwayati, Indah; Hartati, Indah; Darmanto, .; Subekti, Endah
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 16, No 1 (2015): Jurnal Techno Volume 16 No.1 April 2015
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan solusi bagi permasalahan mitra kelompok tani ternak sapi perah yakni: (i) memperbaiki proses produksi berupa aplikasi alat perajang/pencacah rumput dan singkong, (ii) memberikan pelatihan produksi diversifikasi produk susu sapi yakni sabun susu sapi disertai dengan aplikasi alat mixer yang digunakan dalam proses produksi sabun susu sapi, (iii) memberikan pelatihan desain kemasan, (iv) memberikan pelatihan manajemen usaha kecil, dan (v) memberikan pelatihan perijinan. Adapun target kegiatan adalah perbaikan proses produksi melalui aplikasi mesin perajang rumput dan singkong, pelatihan proses produksi sabun susu sapi, penggunaan alat mixer pada proses produksi sabun susu sapi, pelatihan desain kemasan sabun susu sapi, pelatihan manajemen usaha, dan pelatihan perijinan. Metode yang digunakan guna mencapai tujuan adalah sebagai berikut: (i) perbaikan proses produksi akan dilakukan dengan merancang, mempabrikasi alat perajang rumput oleh tim pengusul bersama mitra serta menguji coba alat. Pabrikasi dilakukan di Workshop tim pengusul, (ii) pelatihan proses produksi sabun susu sapi  dilakukan dengan tahapan berupa pelatihan, uji coba alat dan pendampingan yang dilaksanakan melalui ceramah, diskusi dan praktek;  (iii) pelatihan desain kemasan akan dilakukan hingga mendapatkan prototype desain kemasan sabun susu sapi yang baik dan menarik. Pelatihan dilaksanakan melalui ceramah, diskusi dan praktek; (iv) pelatihan manajemen usaha akan dilakukan guna memberikan dasar-dasar manajemen usaha dan strategi pemasaran. Pelatihan dilaksanakan melalui ceramah, diskusi dan praktek; dan (v) pelatihan perijinan  dilakukan melalui ceramah dan diskusi sehingga mitra memahami prosedur permohonan ijin suatu produk. Kata kunci : ipteks, sabun, susu, sapi
PEMURNIAN ENZIM SELULASE DARI RUMEN SAPI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI EXPANDED BED ADSORPTION Hartati, Indah
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Techno April 2012
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluasan lingkup penggunaan enzim telah mendorong pertumbuhan pasar dan produksi enzim. Salah satu jenis enzim hidrolase yang memiliki pangsa pasar cukup besar adalah selulase. Saat ini produksi enzim selulase dari ruminansia belum banyak dilirik. Namun demikian selulase yang berasal dari ruminansia, seperti cairan rumen sapi, sangat berpotensi untuk diproduksi mengingat ketersediaan sumber isolat yang besar. Potensi limbah cairan rumen sapi di Indonesia mencapai 54,25 juta liter/tahun pada tahun 2007. Isolat enzim dari rumen sapi disebutkan memiliki berbagai kelebihan dibandingkan enzim komersial, diantaranya, lebih stabil pada suhu tinggi, aktivitas spesifik lebih tinggi, pH optimum lebih tinggi dan biaya produksi yang lebih rendah. Proses pemurnian enzim merupakan tahapan krusial dalam proses produksi enzim. Salah satu teknik pemurnian protein adalah expanded bed adsorpsion (EBA). EBA adalah teknik kromatografi pemisahan dan pemurnian produk biologi langsung dari umpan, tanpa melalui proses sentrifugasi, mikrofiltrasi dan tahap penjernihan lainnya. Mengingat unggun pada kolom dapat terekspansi, maka luas permukaan kontak adsorben lebih besar sehingga interaksi adsorben dengan molekul target lebih efektif. Dalam proses pemurnian protein menggunakan EBA, perlu ditelaah karakteristik ekspansi dan hidrodinamikanya, seperti indeks Richardson-Zaki (n), bilangan Bodenstein (Bo) dan koefisien dispersi aksial (Daxl) yang mewakili kondisi dispersi cairan dan sifat fluidisasi. Kata Kunci: selulase, cairan rumen sapi, EBA.
KAJIAN POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HYDRO (APLIKASI DESA RANTAU SULI - KEC. JANGKAT - KAB. MERANGIN – JAMBI) Dahlan, Musdar Bin; Purba, Ladiman
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 11, No 2 (2010): Jurnal Techno Oktober 2010
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The Micro Energy Alternator Hydro is processing water potential energy conversion to become a real electric energy is of benefit to public life, especially public in district - purilieus that is is not flown by electric current PLN. Planning study of this Hydro Micro Energy Alternator in strarting from study literature is relating to making of Micro Energy Alternator Hydro. Then does survey to location that is in hamlet Rantau Suli, to be able to determine regulus cross-area, gauging of water debit and water shoot altimetry. Then data processing covering calculation energy? power, calculation to determine type or specification of equipments mechanical, spesifkasi equipments electrical, installation of civil. At planning of this Hydro Micro Energy Alternator applies water debit 0,99 m3/s, water head used is 18,96 m, applies turbine type crossflow T14 and electricity which can be yielded 137,823 kVA. Generator applied is synchronous generator 4 kutup, with frequency 50 Hertzs. Civil design applies bagwark stone dam type by strenghtened [by] concrete. Resident housing which can be flown electricity 280 housing units with every housing unit gets electricity 480 VA. Keyword: height, debit, turbine crossflow, micro hydro, electrical energy.
KAJIAN PEMANFAATAN LIMBAH TEPUNG TAPIOKA SEBAGAI SUBMERGE CULTURE DALAM FERMENTASI ASAM SITRAT Hamad, Alwani
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 11, No 2 (2010): Jurnal Techno Oktober 2010
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tapioca starch waste usually had a problem after long time and then cause bad smelly and make pollution to the river. In this study, it can be use as sub-merge in citric acid fermentation used Aspergilus niger. the process was observed at pH variable from 2 - 5. Duration of the incubation time was also observed on day 5 to 9. Three important stages in the fermentation process was the preparation of media and media-making starter cultures. The citric acid produced from tapioca waste had yield 30.23% and the incubation time for 9 days with the acquisition reaches 43.51%. Then compared with the acquisition of citric acid from cassava was getting results that the acquisition of cassava citrate still had good result. It because the carbohydrate content of cassava was higher than on tapioca waste.  Key word : Asam sitrat, limbah tapioka, fermentasi, sub-merge
PRODUCTION OF LOW METHOXYL PECTIN AS AN ANTI CANCER AGENT FROM CITRUS PEEL PECTIN THROUGH ENZYME DEMETHYLATION BY PAPAYA PECTINESTERASE Hartati, Indah; Riwayati, Indah; Kurniasari, Laeli
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 12, No 1 (2011): Jurnal Techno April 2011
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low methoxyl pectin (LMP) is reported posses anti cancer activity. LMP administering could reduce the risk of cancer, halt the progression of cancer, and in a certain percentage of cases caused the cancer cells to start to die. If this can be developed further, LMP administration could be a good co-treatment for chemotherapy or radiation. This would be a positive advancement, due to the high toxicity to the body of both chemotherapy and radiation. LMP can be produced by demethylation of high methoxyl pectin. One of our local resources that is potential for its pectin content is citrus peel. Pectin demethylation can be conducted by acid, alkali, ammonia in alcohol or enzymatic method. LMP produced by enzyme demethylation have been found to be inferior in quality to those produced by other methods. The enzyme took part in the pectin demethylation is pectinesterase. Pectinesterase can be  be isolated from various source such as fruit and vegetables. One of our local resources that is potential as source of pectinesterase is papaya.  Considering facts above thus it has a great possiblity to produce LMP from citrus peel pectin through enzymatic demethylation by utilize pectinesterase of papaya. Key-word : Low methoxyl pectin pectin (LMP), anti cancer, citrus peel pectin, papaya, pectinesterase 
KAJIAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PRODI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO MT, Juanita
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 12, No 1 (2011): Jurnal Techno April 2011
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the views of professionals on the topics of materials in curriculum construction management and its application to construction projects. So the results can be used for curriculum development of construction management in civil engineering department UMP. Based on survey results obtained that the construction management topics are most important and frequently applied is the topic: 1) Consultants and Public Works are employment planning, job scheduling, work methods, and project supervision. 2) The contractor is planning work, scheduling, working methods and project costs. The topics are not important and not often applied to the contractor that is legal and licensing projects, and contract documents. Key words: construction management