cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
KALIMAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue " Vol 11, No 2 (2013): (September 2013)" : 3 Documents clear
Pengarus Skeptisisme Terhadap World Theology dan Global Theology Saifulloh, Ahmad
KALIMAH Vol 11, No 2 (2013): (September 2013)
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scepticism, in a socio-historical study of philosophy in the West, appeared to have large considerable portion compared with the theories. Scepticism, here means is making a the point of view caution, suspicion, and not directly justify the theory of truth. With all sorts of implementations it generates in the philosophy discourse, Scepticism has become one of the methods to reach the truth. But in terms of theology, it gives a different effect. Scepticism has made the standard of truth of the religions is not based on the ‘truth claim’ that is essentially owned by each religion anymore. Truth is human subjectivity. ‘World Theology’ concept presented by Wilfred Cantwell Smith, the concept of Global Theology presented by John Hick is two discourses of religious pluralism doctrine which affected by scepticism. (Skeptisisme, dalam kajian sosio-historis filsafat di Barat, ternyata memiliki porsi yang cukup besar dibandingkan dengan teori-teori kebenaran yang berdampingan dengannya. Skeptisisme di sini berarti adalah mendudukkan sudut pandang yang hati- hati, curiga, dan tidak langsung menjustifikasi teori kebenaran yang diterima. Dengan segala macam implementasi yang dihasilkannya dalam diskursus filsafat, skeptisisme telah menjadi salah satu metode untuk mencapai kebenaran. Namun kaitannya dalam wacana yang berbau teologis, ternyata memberikan efek yang berbeda. Skeptisisme telah dengan jelas mempengaruhi salah satu produk postmodern; pluralisme agama. Skeptisisme telah menjadikan standar kebenaran agama-agama tidaklah lagi berdasarkan doktrin mutlak (truth claim) yang secara esensial dimiliki oleh tiap-tiap agama, namun justru kebenaran adalah yang kembali pada subjektivitas manusia. Konsep Teologi Dunia (World Theology) yang dipaparkan oleh Wilfred Cantwell Smith serta konsep Teologi)
Akar Kebudayaan Barat Zarkasyi, Hamid Fahmy
KALIMAH Vol 11, No 2 (2013): (September 2013)
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.355 KB)

Abstract

In tracking down the cultural history owned by civilliation, it is important to conduct research based on worldview perspective. Because every society scientifi activity will create their own worldview. The wordview that built above these scientific elements will construct their cultures. Worldview is certainly may not formed by it self. It will match, get acquinted, and assimilated with worldviews of many other civilizations.This theory approved by many scholars as structure determined birth of cultures of any civilizations, including the West. West culture on its birth and development also relies on Western Worldview. Western Worldview turned out in their history related very intense with Islamic Worldview which manifestated in the constructs of civilization that also covers therein culture concepts. Islamic Worldview gives a great influence on construct of Western Worldview.Including concepts of Western culture. (Dalam melacak sejarah kebudayaan yang dimiliki oleh suatu peradaban, penting untuk melakukan penelitian berdasarkan perspektif pandangan hidup. Hal ini dikarenakan setiap aktivitas keilmuan di suatu masyarakat akan membentuk cara pandang mereka terhadap dunia. Pandangan hidup yang dibangun di atas elemen-elemen ilmiah inilah yang kemudian mengkonstruk budaya-budaya masyarakat tersebut. Pandangan hidup tentunya tidak mungkin terbentuk sendirian. Ia akan bertemu, berkenalan, serta berasimilasi dengan pandangan hidup peradaban-peradaban lain.Teori ini diakui oleh banyak ahli sebagai struktur yang menentukan lahirnya budaya-budaya dari peradaban manapun, termasuk Barat. Barat, dalam melahirkan budayanya juga bergantung terhadap Pandangan Hidup Barat. Pandangan Hidup Barat, ternyata dalam sejarahnya berhubungan sangat intens dengan Pandangan Hidup Islam yang termanifestasikan dalam konstruk peradaban yang tercakup pula di dalamnya konsep-konsep budaya. Pandangan Hidup Islam memberikan pengaruh besar terhadap konstruk Pandangan Hidup Barat, termasuk terhadap konsep-konsep budaya Barat.”)
Inquisisi Gereja: Noda Hitam Sejarah Barat Husaini, Adian
KALIMAH Vol 11, No 2 (2013): (September 2013)
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.355 KB)

Abstract

As one foothold to create perspective in understanding the growing phase in the politics of the Christian West, is reviewing Inquisition. In fact it was an Institutional Church, in its trace of history incised dark history. Inquisition, is not excessive to say as a real symbol of the violence perpetrated the Christian West against resistances that emerged from society; Either from other faiths, as well as Christians who deemed to have been out the Church’s mainstream. However it should be noted, Inquisition has resulted an infiltration adapted to the field of Islamic Studies. Equipped with study of Western history, emerged perspective that seems to generalize the political history situation both of religion. This is certainly a fatal problematic, where the conceptual different of religions –in this case Islam and Christian- turned into something that was not respected. The identity of religions may not be generalized by one angle polemic. It is important to be held an identification problem exclusively to provide a clear solution indeed. In this case, the church provides one; secularization (Sebagai salah satu pijakan untuk mendudukkan perspektif dalam memahami fase yang berkembang dalam politik Barat Kristen, adalah mengkaji Inkuisisi Gereja. Ia nyatanya adalah sebuah Institusi Gereja yang di perjalanannya belah menorehkan sejarah hitam. Inkuisisi, tidaklah berlebihan jikalau dikatakan sebagai simbol nyata kekerasan yang dilakukan Barat Kristen terhadap perlawanan-perlawanan yang muncul dari akar rumput masyarakat; baik dari pemeluk agama lain, maupun pemeluk agama Kristen yang dianggap keluar mainstream. Namun perlu dicatat, bahwasanya ternyata Inquisisi Gereja ini telah menghasilkan sebuah infiltrasi yang teradopsikan kepada bidang Studi Islam (Islamic Studies). Bermodalkan studi sejarah Barat, muncullah perspektif yang terkesan menyamaratakan situasi sejarah politik kedua agama. Hal ini tentunya menjadi sebuah problematika yang fatal, di mana perbedaan konseptual agama-agama –dalam kasus ini Islam dan Kristen- menjadi sesuatu yang tidak diindahkan. Identitas setiap agama tentunya tidak mungkin disamaratakan hanya berdasarkan polemik dari satu sudut. Penting tentunya diadakan sebuah identifikasi masalah secara eksklusif guna mengambil langkah yang jelas. Dalam hal ini, gereja memberikan sebuah solusi; sekularisasi.)

Page 1 of 1 | Total Record : 3