cover
Contact Name
Saiful Anwar
Contact Email
saifulanwar@unida.gontor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
attadib@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
AT TA´DIB
ISSN : 02169142     EISSN : 25033514     DOI : -
At-Ta'dib adalah media ilmiah bidang kependidikan Islam, baik berupa studi kepustakaan, hasil penelitian maupun karya ilmiah terkait. Terbit dua kali dalam setahun, sebagai sarana pengembangan tradisi keilmuan insan tarbiyah dan pendidikan pada umumnya. Jurnal kependidikan Islam ini diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam Gontor.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
Tinjauan FilosofisTantangan Pendidikan Islam Pada Era Globalisasi -, Syamsirin
AT TADIB Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.564 KB) | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.75

Abstract

Era globalisasi adalah sebuah era di mana setiap informasi dapat diterima dan diserap oleh seluruh penduduk bumi, tanpa batas penghalang yang dapat menghalanginya. Luasnya dunia sudah tidak lagi menjadi penghalang untuk penyebaran berita dan isu apapun yang up todate. Hal ini tentunya menjadi hal yang baru bagi beberapa orang yang belum memiliki pemikiran yang maju, dan bahkan akan menjadikannya hanya akan terlindas oleh cepatnya pertumbuhan teknologi dan kemajuan zaman, karena tidak sanggup menghadapi perubahan yang demikian cepat.Melihat fenomena tersebut, pendidikan adalah faktor yang dapat dijadikan sebagai jaminan bagi pengembangan sumber daya manusia, sehingga dapat menghadapi tantangan globalisasi dengan era digital informasinya. Demikian pula pendidikan Islam, yang lebih cenderung membawa misi religiusitas pun juga harus ikut berperan di dalamnya. Dengan membekali para peserta didiknya dengan kekuatan keimanan, ketakwaan, ilmu pengetahuan, dan ketrampilan yang berimbang sehingga dapat membawa para peserta didik tersebut pada kondisi yang siap menghadapi segala tantangan era informasi.
Islamic Education in Indonesia and Malaysia (The Existence and Implementation until20th century) Margono, Untung
AT TADIB Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.6 KB) | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.80

Abstract

This study discusses the comparison between the existence and the implementation of Islamic Education in Indonesia and Malaysia both from religious educational institutions and public educational institutions. The main problem focuses on: what are the issues that covered equality and differences based on the existence and implementation, and also what matters are dominantly and substantially considered as supporting factors for the cause of those two points (existence and implementation). The study describes the policy from the two countries toward Islamic Education including their goals and objectives. In addition, this study is also exploring the development of Islamic Education in the two countries based on the historical facts and current situation. Eventually, the analysis of comparison emphasized on the existing facts and reality.
Menyusuri Hakikat Kebenaran: Kajian Epistemologi atas Konsep Intuisi dalamTasawuf al-Ghazali Hasan, Amin
AT TADIB Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.276 KB) | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.71

Abstract

Nur (cahaya) yang Allah hujamkan ke dada adalah kunci sebagian besar ilmu pengetahuan. Maka, barangsiapa yang mengira bahwa tersingkapnya pengetahuan hanya tergantung pada dalil-dalil saja, maka berarti ia telah mempersempit rahmat Allah SWT Yang Maha Luas. Dari cahaya itulah hendaknya dicari kasyf (tersingkapnya suatu ilmu). Cahaya itu terpancar dari kemurahan Tuhan pada sebagian makhluk hidup dan harus dinanti-nantikan.Memastikan dengan bukti adalah ilmu, dan yang memproses esensi keadaan itu adalah dzauq, sedang yang menerima yang didengar maupun percobaan lewat prasangka baik adalah iman. Jadi, inilah tiga tingkatan: “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman diantara kalian dan yang telah diberi ilmu beberapa derajat.”
Pendidikan Agama Berbasis Multikulturalisme (Studi Kritis) Umar, Abdul Kohar
AT TADIB Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.704 KB) | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.76

Abstract

Multikulturalisme merupakan faham atau aliran yang membahas tentang kemajemukan budaya, kemudian berupaya untuk mengembangkan seluruh potensi manusia yang menghargai pluralitas dan heterogenitas sebagai konsekwensi keragaman budaya, etnis, suku, dan agama. Melihat realitas kemajemukan tersebut, multikulturalisme mencoba menggagas wacana tentang pendidikan agama, yaitu pendidikan Islam, dengan membawa misi pluralisme agama, humanisme dan demokrasi. Harapannya dengan wacana dan misi tersebut, dapat memberikan solusi dan pencerahan dalam menuju suatu perubahan yang signifikan terhadap pendidikan Islam dengan segala aspeknya, sehingga pendidikan Islam menjadi pendidikan yang inklusif dan dinamis.
Pengaplikasian Ruangan Tawarikh Di Dalam Subjek Sejarah Sebelum Kemerdekaan Malaysia:Tumpuan Terhadap Majalah Guru Salam, Norlida Abdul; Hamid, Ahmad Faisal Abdul; Suhaimi, Abdul Qayyum M; Al-Abidah, Ummu Zainab; Mohd Nor, Mohd Roslan
AT TADIB Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.72 KB) | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.81

Abstract

Artikel ini membincangkan mengenai aplikasi ruangan Tawarikh yang terdapat di dalam Majalah Guru sebagai medium bagi rujukan pelajar, guru dan juga masyarakat amnya. Penulisan artikel ini menggunakan metod pengumpulan data iaitu penyelidikan perpustakaan, metode dokumentasi dan akhir sekali apabila semua data yang diperlukan sudah dikumpul maka olahan dan penganalisaan data dilakukan. Kesimpulan yang dapat dibuat dari penulisan artikel ini ialah, kemunculan persekutuan guru-guru Melayu pada dekad 20-an telah menjadikan Majalah Guru sebagai sumber rujukan selain buku teks yang disediakan pada ketika itu bagi mata pelajaran sejarah. Ini menunjukkan bahawa majalah juga dijadikan sebagai sumber sejarah sepertimana yang telah disebutkan oleh Khoo Kay kim (1979).
Gaya Bahasa Dalam Syair “Al-i’tiraf” Karya Abu Nuwas: Sebuah Analisis Stilistik Fathoni, Hanif
AT TADIB Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.425 KB) | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.72

Abstract

Gaya bahasamerupakan cara yang digunakan pengarang dalam memapar- kan gagasan sesuai dengan tujuan dan efek yang ingin dicapainya. Dalam kreasi penulisan sastra, efek tersebut dilakukan untuk pemerkayaan makna, peng- gambaran obyek dan peristiwa secara imajinatif, maupun pemberian efek emotif tertentu bagi pembacanya. Wahana yang digunakan untuk memaparkan gagasan dengan berbagai efek yang diinginkan tersebut bukan hanya mengacu pada lambang kebahasaan melainkan juga pada berbagai macam bentuk sistem tanda yang potensial dapat digunakan untuk menggambarkan gagasan dengan berbagai macam kemungkinan efek estetis yang ditimbulkannya. Kaitan gaya bahasa dengan bahasa, genre maupun budaya itu berarti gaya sangat erat kaitannya dengan pengarang, sebab pengarang itulah yang menciptakannya. Oleh karena itu, sangat wajar kalau di katakan le style c’est de l’homme meme (gaya bahasa me- rupakan cerminan sang penutur bahasa).Diantara karya sastra Arab yang monumental di Indonesia adalah puisi Abu Nuwas khususnya karyanya yag berjudul “al-I’tiraf ”. Syair “I’tiraf ” ini adalah sajak-sajak yang diyakini dicipta oleh Abu Nuwas sebelum ia wafat. Jenis puisi ini dipilih karena cukup terkenal di kalangan pesantren di Indonesia karena maknanya yang begitu berkesan dikalangan mereka. Namun benarkah puisi ini hasil karya Abu Nuwas?, untuk itu perlu kiranya pembahasan tentang gaya bahasa puisi Abu Nuwas ini dikaji lebih dalam.
Pendekatan Komunikatif Dalam Pengajaran Bahasa Arab (Pengalaman Pondok Modern Darussalam Gontor) Zaid, Abdul Hafidz
AT TADIB Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.28 KB) | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.77

Abstract

Pondok Modern Gontor dianggap sebagai salah satu lembaga pendidikan di Indonesia yang memberikan perhatian sangat besar dalam hal pengajaran bahasa asing, khususnya bahasa Arab dan Inggris. Dalam pengajaran bahasa asing ini, Gontor memakai Metode Langsung dengan beberapa perubahan yang disesuaikan dengan lingkungan sekolahnya.Dalam prakteknya, pengajaran bahasa asing membutuhkan latihan secara terus-menerus, karena pada dasarnya kemampuan berbahasa berarti memiliki keterampilan dalam menggunakan bahasa itu, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan, bukan hanya pandai dalam tata bahasanya. Di samping itu, guru tidak hanya mampu membuat muridnya menirukan, mampu membuat mereka itu berfikir dan berbicara dengan bahasa Arab dengan berani dan percaya diri.
Kritik Atas Pendidikan Toleransi Perspektif Multikulturalisme Ismail, Moh.
AT TADIB Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.159 KB) | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.73

Abstract

Pendidikan toleransi adalah salah satu upaya untuk memahamkan anak didik akan pentingnya hidup dalam komunitas yang berbeda. Baik dalam suku, ras maupun berkeyakinan, anak didik harus paham dan menjunjung tinggi toleransi. Akan tetapi, pendidikan toleransi saat ini disalahartikan oleh beberapa pihak. Mereka ingin melebur keyakinan setiap anak dalam satu bingkai toleransi perspektif multikulturalisme. Dengan asumsi bahwa manusia hidup harus menghargai perbedaan (termasuk dalam berkeyakinan). Meskipun dalam kesesesatan, siswa harus tetap menghormati pendapat atau pilihan orang lain. Bahkan, siswa diarahkan untuk meyakini kebenaran agama selain Islam. Ini merupakan doktrin yang berbahaya bagi Islam. Untuk itu, makalah ini mencoba mengkritik pola pendidikan toleransi perspektif multikulturalisme yang diterapkan ke dalam pendidikan agama Islam dengan mengkaji konsep terkait. Adapun hasilnya adalah bahwa secara konseptual, toleransi perspektif multikultural tidak sesuai untuk diterapkan dalam pendidikan agama Islam. Sebab, Islam memiliki konsep toleransi sendiri yaitu tasamuh.
Integrasi Aqidah Syari’ah Dalam Dunia Pendidikan Membaca Potret Pengalaman Pondok Modern Darussalam Gontor Arroisi, Jarman
AT TADIB Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.32 KB) | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.78

Abstract

Aqidah dan syari’ah merupakan dua elemen penting dalam bangunan pendidikan pondok pesantren. Aqidah1 sebagai pijakan dasar berdirinya pesantren sementara syari’ah2 merupakan seperangkat tatanan yang menjelaskan bagaimana kegiatan pendidikan pesantren itu dijalankan. Kedua elemen tersebut dalam dunia pendidikan pesantren tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Bahkan integrasi keduanya menjadi prasyarat penting untuk membentuk karakter alumni yang berkualitas tinggi, disamping beberapa factor penting lainya.Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan salah satu pesantren diantara pesantren yang ada di Indonesia. Pondok Modern Darussalam Gontor ini, sebagaimana lazimnya pesantren, menjadikan aqidah dan syari’ah sebagai elemen kunci dalam praktik kegiatan pendidikan dan pengajaran didalamnya. Begitu pentingnya arti kedua elemen tersebut bagi kelangsungan hidup Pondok Modern Gontor, maka Gontor sangat memperhatikan dan menekankan aqidah anggota keluarganya, sejak dari santri, guru, kyai bahkan sampai pada karyawan- nya. Namun persoalanya adalah bagaimana integrasi kedua elemen tersebut, bisa dimanifestasikan dalam praktik pendidikan dan pengajaran di Gontor ? Tulisan ini hadir untuk membaca bagaimana potret integrasi aqidah syariah itu diterapkan dalam kegiatan pondok serta bagaimana pula keterkaitan integrasi kedua elemen itu dengan upaya membangun generasi ummat yang bermartabat, keduanya menarik untuk didiskusikan.
Pendidikan Islam Dalam Lingkaran Globalisasi Setiyadi, Alif Cahya
AT TADIB Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.062 KB) | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i2.74

Abstract

Pendidikan memiliki peran sangat penting dalam kehidupan manusia bahkan tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan proses kehidupan manusia. Dengan kata lain, kebutuhan manusia terhadap pendidikan bersifat mutlak dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat, bangsa dan negara. Untuk itu sistem pendidikan yang memegang kendali akan kebutuhan manusia tersebut harus berfungsi secara optimal. Sehingga kemajuan yang dicita-citakanya akan terwujud dan sebaliknya bila proses pendidikan yang dijalankan tidak berjalan secara baik maka tidak dapat mencapai kemajun yang dicita-citakan.Optimalisasi pendidikan sebagai usaha pengembangan potensi diri melalui proses pembelajaran atau cara lain yang dikenal dan diakui oleh masyarakat dan berlandaskan pada ajaran agama harus selalu ditingkatkan, terlebih pada era globalisasi seperti saat ini. Hal itu dimaksudkan untuk menyelesaikan permasalah- an-permasalah pendidikan yang dihadapi di era globalisasi ini. Baik itu masalah yang bersifat internal maupun eksternal.Makalah ini berusaha mengidentifikasi dan memahami permasalahan- permasalahan pendidikan Islam di era globalisasi dan bagaimana seharusnya pendidikan Islam menyikapinya agar tidak masuk lebih dalam ke dalam pengaruh globalisasi.

Page 1 of 21 | Total Record : 207