cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknika.untirta@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 1693024X     EISSN : 26544113     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi merupakan jurnal peer-reviewed dalam Bahasa Indonesia di bidang keteknikan, diantaranya bidang teknik sipil, bidang teknik mesin, bidang teknik industri, bidang teknik kimia, bidang teknik metalurgi, dan bidang teknik elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 1: Juni 2016" : 8 Documents clear
Uji Kualitas Biogas Hasil Landfill Pada Tempat Pembuangan Akhir Bagedung Caturwati, Ni ketut; Pinem, Mekro
JURNAL TEKNIKA Vol 12, No 1: Juni 2016
Publisher : JURNAL TEKNIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.896 KB)

Abstract

Penumpukan sampah dengan metode landfill selain mencegah pencemaran lingkungan juga dapat menghasilkan biogas dengan kandungan metana (CH4) sebagai sumber energi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kualitas biogas dengan instalasi yang telah terpasang sebelumnya pada tumpukan sampah dengan metode landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bagendung. Pengukuran dilakukan pada pusat terminal grid dengan pompa hisap untuk zona 1A – 1C (tahap 1). Hasil pengukuran menunjukkan kualitas biogas yang ditunjukkan dengan kandungan gas metana meningkat sejalan dengan meningkatnya temperatur lingkungan. Kandungan gas metana tertinggi diperoleh saat temperatur lingkungan berkisar pada 35 – 36 ◦C mencapai 13,89 %. Nilai ini masih sangat rendah untuk dapat dipergunakan sebagai bahan bakar. Melihat kondisi dilapangan dugaan terbesar adalah terjadinya kebocoran pada pipa-pipa riser yang terpasang pada instalasi tersebut.
Pengaruh Laju Alir Udara Pengering terhadap Pengeringan Kulit Manggis Sari, Denni Kartika; Dhamar Lestari, Retno Sulistyo
Jurnal Teknika Vol 12, No 1: Juni 2016
Publisher : Jurnal Teknika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.896 KB)

Abstract

Kulit buah manggis diketahui memiliki banyak manfaat dalam dunia pengobatan dan kesehatan. Pengeringan merupakan proses pengeluaran air atau pemisahan air dalam jumlah yang relatif kecil dari material dengan menggunakan panas. Penelitian ini inidilakukan untuk membandingkan pengaruh laju alir udara terhadap laju pengeringan kulit manggis dengan variasi tekanan udara 16,5 mmH2O, 20 mmH2O, 23,5 mmH2O dan 27 mmH2O. Metode yang dilakukan dalam studi ini menggunakan alat pengering dengan suhu pengeringan 110 ℃ dan sampel kulit manggis dengan massa 50 gram. Pengurangan kadar air dalam kulit manggis diamati setiap 3 menit. Hasil dari studi ini di dapatkan nilai massa sampel setelah pengeringan pada tekanan udara 16,5 mmH2O, 20 mmH2O, 23,5 mmH2O dan 27 mmH2O masing masing 18,1 gram, 20,3 gram, 20,3 gram dan 222,2 gram, dengan waktu pengeringan masing masing selama 186 menit, 150 menit, 150 menit dan 144 menit dan kadar airnya masing-masing turun dari 62,8 % (basis basah) menjadi 2,76% , 8,37% , 8,37% , 16,22%. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa semakin besar laju alir udaranya, maka laju pengeringan pun akan semakin besar.
Uji Kualitas Biogas Hasil Landfill Pada Tempat Pembuangan Akhir Bagedung Caturwati, Ni Ketut; Pinem, Mekro Permana; Haryanto, Heri; Sudarajad, Agung; M, Aminullah
Jurnal Teknika Vol 12, No 1: Juni 2016
Publisher : Jurnal Teknika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.896 KB)

Abstract

Penumpukan sampah dengan metode landfill selain mencegah pencemaran lingkungan juga dapat menghasilkan biogas dengan kandungan metana (CH4) sebagai sumber energi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kualitas biogas dengan instalasi yang telah terpasang sebelumnya pada tumpukan sampah dengan metode landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bagendung. Pengukuran dilakukan pada pusat terminal grid dengan pompa hisap untuk zona 1A – 1C (tahap 1). Hasil pengukuran menunjukkan kualitas biogas yang ditunjukkan dengan kandungan gas metana meningkat sejalan dengan meningkatnya temperatur lingkungan. Kandungan gas metana tertinggi diperoleh saat temperatur lingkungan berkisar pada 35 – 36 ◦C mencapai 13,89 %. Nilai ini masih sangat rendah untuk dapat dipergunakan sebagai bahan bakar. Melihat kondisi dilapangan dugaan terbesar adalah terjadinya kebocoran pada pipa-pipa riser yang terpasang pada instalasi tersebut.
Rancang Bangun Kinetic Energy Recovery System pada Sepeda Listrik Hybrid dengan Menggunakan Fly Wheel Satria, Dhimas; Listijorini, Erny; Yosua, Tommy
Jurnal Teknika Vol 12, No 1: Juni 2016
Publisher : Jurnal Teknika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.896 KB)

Abstract

Di zaman yang semakin modern ini banyak kebutuhan yang semakin meningkat, salah satunya adalah energi. Energi fosil yang digunakan pada mesin-mesin sebagai bahan bakar utama telah banyak digunakan. Pemanfaatan energi yang dilakukan secara berlebihan semakin menurunkan ketersediaan energi fosil tersebut. Untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang pembentukannya sangat lama dan cepat habis, maka dari itu dibutuhkan adanya pemanfaatan energi alternatifyang lebih ramah lingkungan dan mudah didapat.Penggunaan sepeda sebagai moda transportasi yang mudah dan bermanfaat menjadi salah satu pilihan. Memanfaatkan putaran roda untuk memutar alternerator yang nantinya akan menghasilkan listrik, kemudian energi listrik tersebut disimpan pada akumulator. Pada saat akan digunakan maka energi listrik pada akumulator disalurkan pada mesin saat berfungsi sebagai motor listrik untuk memutar roda belakang. Proses dalam menghasilkan energi listrik ini yang dimanfaatkan sebagai energi terbarukan pada penggunaan sepeda.Selain memanfaatkan putaran pada roda belakang yang disambungkan pada alternerator, bisa juga dengan memanfaatkan fly wheel yang disambungkan dengan transmisi rantai pada sepeda. Fly wheel tersebut dimanfaatkan putarannya pada saat sepeda berhenti atau melakukan pengereman. Beban berat pada fly wheel membuatnya bisa berputar terus dan membutukan waktu yang cukup lama untuk berhenti walaupun sumber tenaga pemutar telah berhenti. Hal ini yang dimanfaatkan dalamKinetic Energy Recovery System (KERS) pada mobil formula one dan diaplikasikan pada pengereman sepeda sebagai penghasil energi untuk memutar alternerator, agar pengisian akumulatortetap bisa dilakukan pada saat mengerem dan berhenti dari kecepatan tinggi.Dari hasil perhitungan, Dengan daya 1801 W pada kecepatan 25 km/jam energi kinetik flywheel sebesar 101,2 joule dan dapat menghasilkan arus listrik sebesar 0,78 amper pada putaran alternator 1661,83 rpm. Dengan menggunakan panjang rantai 1,49 meter pada roda belakang menuju flywheel dan 0,67 meter pada flywheel menuju alternator.
Efek Parameter Laku Panas terhadap Sifat Mekanis Baja Paduan Rendah Kekuatan Tinggi Trenggono, Adhitya; Alfirano, .
Jurnal Teknika Vol 12, No 1: Juni 2016
Publisher : Jurnal Teknika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.896 KB)

Abstract

Baja paduan rendah kekuatan tinggi (High Strength Low Alloy Steel) telah banyak dipergunakan untuk berbagai aplikasi antara lain: konstruksi, pipa saluran minyak dan gas, bejana bertekanan dan otomotif. Pada saat proses pabrikasi, material ini seringkali megalami proses laku panas yang dapat mengakibatkan perubahan sifat mekanik.Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh proses laku panas normalisasi terhadap sifat mekanik baja paduan rendah kekuatan tinggi dengan mengamati perilaku efek mekanisme penguatan baja antara lain, penguatan besar butir, penguatan larutan padat, penguatan presipitat dan penguatan dislokasi.Hasil pengujian menunjukkan bahwa kenaikan temperatur dan penambahan waktu tahan pada proses normalisasi mengakibatkan penurunan kuat tarik. Pemeriksaan metalografi menunjukkan adanya pertambahan ukuran buti ferit untuk kondisi tersebut.
Karakteristik SiO2 - Getah Flamboyan (Delonix regia) Sebagai Material Coating Pencegah Korosi Rochmat, Agus; Ptamudita, Marta; Fathiyasa, Fia; Buchari, Arie
Jurnal Teknika Vol 12, No 1: Juni 2016
Publisher : Jurnal Teknika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.896 KB)

Abstract

Banyak cara telah dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi, salah satunya adalah coating (pelapisan). Saat ini banyak material industri menggunakan coating yang berasal dari material logam yang lebih kuat. Namun penggunaan material ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena bersifat racun bila terpapar (matahari dan air hujan) serta harganya sangat mahal. Salah satu sifat material coating silika yang saat ini terus dikembangkan adalah sifat superhidrofobik (sudut kontak air lebih besar dari 150°). Karakteristik sifat bahan akibat pengaruh penambahan silika pada campuran silika-getah flamboyan sebagai material coating pada kondisi kondisi optimum diharapkan dapat menjadi bahan pencegah korosi. Pembuatan materal coating dilakukan dengan memadukan silika yang berasal dari waterglass dan getah flamboyan kemudian dilakukan pencelupan baja dengan metode dip coating. Komposisi silika dengan getah flamboyan yaitu 60 :40, 55:45, 50:50, 45:55, 40 :60 dengan variasi konsentrasi waterglass yaitu 30%, 40% dan 50%. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada penambahan silika material coating menyebabkan laju korosi semakin besar dan penambahan getah pada silika membuat perubahan fisik pada material coating. Kondisi optimum pada pengujian lingkungan dicapai pada komposisi 60 : 40 dengan konsentrasi waterglass 30% dan laju korosi yang diperoleh 1,6E-05 gr/cm2 jam. Material coating ini dapat digunakan pada rentang 200-300 oC.
Evolusi Mikrostruktur Paduan Al 6061 Hasil Proses Canai Dingin Terhadap Sifat Mekanik Alhamidi, Ali; Fitrullah, M.; Dewi, Mirnawati
Jurnal Teknika Vol 12, No 1: Juni 2016
Publisher : Jurnal Teknika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.896 KB)

Abstract

Paduan Al 6061 diproses canai dengan reduksi 50%, 60% dan 70% selanjutnya di aging pada temperatur 2000C selama variasi waktu 1800, 3600, 5400, 7200 dan 10800 detik. Analisa microstruktur dan sifat mekanik dilakukan dengan optikal mikroskop dan Brinell Hardness Test (HBN). Bentuk mikrostrukutr menunjukan bahwa butiran memanjang setelah canai berubah menjadi berbentuk equaxial. Analisa XRD menunjukan hadirnya fase ke dua Mg2Si dan Al2FeSi nampak dalam peak XRD setelah canai dan aging. Hal ini nampak bahwa kekerasan meningkat dengan meningkatnya waktu aging dan menurun setelah aging selama 7200 detik. Nilai kekerasan tertinggi dicapai sebesar 121 HBN pada sampel yang direduksi 70% dan ading selama 7200 detik.Hal ini menjadi alasan bahwa kekerasan yang tinggi akibat hadirnya fraksi fase kedua setelah aging meningkat.
Pengaruh Aktivator Kimia pada Performasi Bioadsorben dari Karbon Tempurung Kelapa sebagai Penjernih Air Sumur Irawan, Anton; Rahmayetty, .; Dewi, Nadia Kartika; Utami, Sri
Jurnal Teknika Vol 12, No 1: Juni 2016
Publisher : Jurnal Teknika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.896 KB)

Abstract

Limbah tempurung kelapa merupakan material organik yang sangat potensial sebagai sumber karbon. Karbon dari tempurung kelapa akan mempunyai nilai guna lebih tinggi dengan perlakuan lebih lanjut menjadi karbon aktif. Karbon aktif dapat digunakan sebagai adsorben penjernih air. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari kondisi optimum aktifasi karbon tempurung kelapa, agar dapat diaplikasikan untuk penjernihan air sumur. Dalam penelitian ini, limbah tempurung kelapa diproses secara pirolisis menghasilkan karbon tempurung kelapa. Kemudian karbon di aktivasi menggunakan metode aktivasi kimia dengan HCL dan NaOH sebagai aktivator. Pemilihan asam dan basa bertujuan untuk mempelajari efektivitas asam dan basa sebagai bioadsorben penjernih air. Kondisi optimum diaplikasikan sebagai penjernih air pada kolom adsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan kondisi terbaik diperoleh pada arang aktif dengan aktifator HCl 3N dengan lama perendaman 16 jam dan ukuran -100+118 mesh. Bilangan iodin yang dihasilkan adalah 853,25 mg/g, kadar air 0,09%, dan kadar zat mudah terbang 8,496%. Hasil Penjernihan air karbon aktif dapat mereduksi kadar besi (Fe) 64,36 % , kadar klorida 8,89%, TDS 8,51%, silika 4,67% dan kesadahan 18,58% dari kandungan air sumur sebelum proses adsorpsi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8