Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23556633     EISSN : 25485490
Ruang lingkup artikel ilmiah yang dapat diterbitkan dalam Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia adalah sebagai berikut: Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Media dan Multimedia Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Kurikulum dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Penilaian (Assesment) dan Evaluasi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Pengembangan Profesional Guru Bahasa dan Sastra Indonesia, Desain Didaktis dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Lesson Study dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Kajian tentang teori sastra, kritik sastra, sejarah sastra, genre, alih wahana dan sastra bandingan Kajian tenang hubungan sastra dengan kebudayaan, politik, filsafat, sosiologi, psikologi, antropologi, etnologi, genre, linguistik, dan sejarah. Kajian linguistik yang mencakup sosiolinguistik dan psikolinguistik.
Articles 69 Documents
PERKEMBANGAN KOSAKATA DALAM SASTRA (SEBUAH TINJAUAN ANALITIK PADA NOVEL-NOVEL PERIODE BALAI PUSTAKA DAN PUJANGGA BARU)

Sutisno, Andi

Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2014): Deiksis Vol.1 No. 1 Januari 2014
Publisher : Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.998 KB)

Abstract

Salah satu sifat bahasa yakni bersifat dinamis. Kedinamisan bahasa dapat diartikan bahwa bahasa akan selalu berkembang seiring dengan berkembangnya pengguna bahasa itu sendiri yakni manusia. Salah satu perkembangan bahasa adalah berkembangnya kosakata-kosakata yang ada dalam bahasa itu sendiri. Perkembangan kosakata dapat juga dilihat dalam karya sastra. Sejarah sastra Indonesia mencatat beberapa periodisasi sastra dalam sastra Indonesia, termasuk angkatan Balai Pustaka dan Pujangga Baru. Kedua angkatan tersebut merupakan tonggak awal dimulainya sastra modern dalam sejarah sastra Indonesia. Perkembangan kosakata dalam bahasa Indonesia bukan tidak mungkin ditemukan juga dalam karya-karya sastra yang muncul pada kurun waktu kedua angkatan tersebut. Pertanyaannya kemudian adalah signifikankah perkembangan kosakata bahasa Indonesia yang muncul dalam karya-karya sastra pada kedua angkatan tersebut, terutama novel. Novel merupakan teks naratif yang memungkinkan pengarang banyak menggunakan kosakata. Oleh karena itu, perkembangan kosakata dalam bahasa Indonesia dapat dengan mudah ditemukan dalam novel, termasuk dalam novel-novel yang muncul pada periode angkatan Balai Pustaka dan Pujangga Baru. Kata kunci: kosakata, novel, angkatan balai pustaka, angkatan pujangga baru

PERAN GURU DALAM MENDIDIK SISWA BERDASARKAN PSIKOLOGI

., Juwanda

Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2014): Deiksis Vol.1 No. 1 Januari 2014
Publisher : Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.376 KB)

Abstract

Guru merupakan titik sentral dalam mencapai keberhasilan dalam dunia pendidikan. Selain ilmu pengetahuan yang harus dikuasai, faktor terpenting dalam diri seorang guru adalah kepribadiannya. Untuk menjadi seorang guru tidak hanya harus menguasai ilmu pengetahuan yang akan diajarkannya saja, tetapi seorang guru harus memperhatikan pengetahuan tentang psikologi peserta didiknya. Faktor yang memengaruhi dalam proses pembelajaran salah satunya adalah faktor psikologi diantaranya motivasi, sikap, minat, kebiasaan belajar, dan konsep diri. Dengan psikologi guru dapat merumuskan pembelajaran secara tepat, memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai, memberikan bimbingan, dan memotivasi belajar peserta didik. Kata Kunci: guru, psikologi

PERBANDINGAN STRUKTUR NOVEL SANG PEMIMPI DENGAN ADAPTASINYA DALAM BENTUK FILM

Mutaqin, Diki

Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2014): Deiksis Vol.1 No. 1 Januari 2014
Publisher : Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.449 KB)

Abstract

Artikel ini membahas perbandingan struktur novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan adaptasinya dalam bentuk film dengan menggunakan pendekatan struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan persamaan dan perbedaan struktur novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dengan film Sang Pemimpi karya Riri Riza. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, menyusun, memeriksa, mengklasifikasikan, menganalisis, serta menginterpretasikan data. Setelah melakukan pengkajian terhadap novel dan film Sang Pemimpi, penulis menyimpulkan terdapat persamaan dan perbedaan dari segi struktur. Selain itu, struktur dalam novel dan film Sang Pemimpi memiliki hubungan antarunsur yang terjalin dengan begitu padu dan saling menguatkan satu sama lain. Hubungan antara alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, dan gaya yang begitu padu memudahkan penulis dalam menyimpulkan tema dan amanat yang terdapat di dalam novel dan film. Kata kunci: novel dan Film Sang Pemimpi, pendekatan struktural, adaptasi karya sastra

PENGGUNAAN METODE INKUIRI DALAM PERKULIAHAN PENGEMBANGAN MATERI AJAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL KULIAH DI PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UNSWAGATI CIREBON

Mulyana, Slamet

Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2014): Deiksis Vol.1 No. 1 Januari 2014
Publisher : Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.489 KB)

Abstract

Penelitian ini digunakan metode penelitian eksperimen kuasi. Dalam eksperimen kuasi tidak digunakan kelompok pembanding atau kelas kontrol. Dalam metode penelitian eksperimen kuasi ada tiga desain yaitu (1) one shot case study, (2) pre test and post test group design, dan (3) static group comparison. Dalam penelitian ini digunakan pre test and post test group design atau desain pretes dan postes. Di dalam desain ini tes dilakukan 2 kali yaitu sebelum eksperimen dan sesudah eksperimen. Tes yang dilakukan sebelum eksperimen disebut pretes sedangkan tes sesudah eksprerimen disebut postes. Selisih hasil postes dengan hasil pretes diasumsikan merupakan pengaruh eksperimen atau hasil belajar. Dalam perkuliahan pengembangan materi ajar ini digunakan metode inkuiri. Metode ini menghendaki agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh mahasiswa dari proses menemukan, bukan pemberian dosen atau mengingat seperangkat fakta. Metode inkuiri merupakan proses berpikir rasional. Dalam berpikir rasional siswa dituntut untuk menggali dan menemukan informasi kemudian mengolah informasi tersebut digunakan untuk memecahkan masalah atau menetapkan keputusan. Karena itu pembelajaran harus dikemas untuk mengembangkan keingintahuan dan imajinasi agar siswa dapat peka, kritis, dan kreatif. Siswa didorong untuk menemukan sendiri pengetahuannya. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa t=90.60, Dengan t0.05 harga t=1,90, t hitung > t tabel. Nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel ini berarti hasil eksperimen signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah eksperimen sangat berpengaruh terhadap subjek. Kata Kunci: pengembangan materi ajar, inkuiri, eksperimen kuasi

PEMEROLEHAN DAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA KEDUA BAGI ORANG ASING MELALUI PROSES ATTITUDE DAN APTITUDE

Muliawati, Hesti

Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2014): Deiksis Vol.1 No. 1 Januari 2014
Publisher : Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.362 KB)

Abstract

Budaya bangsa Indonesia saat ini mulai diminati oleh orang asing. Bukan hanya budayanya saja tetapi bahasanyapun harus dikuasai. Oleh karena itu, banyak orang asing yang tertarik untuk mempelajari bahasa Indonesia atau kita memakai istilah BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Dalam hal ini, terjadi proses pemerolehan dan pembelajaran bahasa kedua bagi orang asing. Pemerolehan bahasa (language acquisition) adalah proses penguasaan bahasa ibu (native language) yang dilakukan oleh seorang individu secara natural, sedangkan pembelajaran bahasa (language learning) adalah proses penguasaan bahasa yang terjadi dalam tataran formal, yakni belajar di kelas dan diajarkan oleh seorang guru. Terdapat dua cara pemerolehan bahasa kedua (Second Language Acquisition), yaitu attitude dan aptitude. Attitude adalah pemerolehan bahasa secara tidak disadari. Maksudnya, pembelajar memperoleh dan memahami bahasa kedua dengan metode mendengarkan dan membaca. Aptitude adalah pemerolehan bahasa kedua secara sadar, Jadi untuk mempelajari bahasa kedua pembelajar harus memperhatikan bentuk, memahami aturan, dan secara umum memahami proses bahasa itu sendiri. Kata Kunci: Pemerolehan Bahasa, Pembelajaran Bahasa, Pembelajaran Bahasa Kedua, Metode Attitude dan Aptitude

KAJIAN KESULITAN BELAJAR MENULIS PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 2 CIHALIMUN KEC. KERTASARI KAB. BANDUNG

Taufik, Indra Nugrahayu

Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2014): Deiksis Vol.1 No. 1 Januari 2014
Publisher : Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.39 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Kesulitan Belajar Menulis pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri 2 Cihalimun Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung”. Penelitian ini mengambil permasalahan mengenai kesulitan belajar menulis pada siswa kelas III di sekolah dasar.Kesulitan belajar menulis sering disebut juga disgrafia. Kesulitan belajar menulis yang berat disebut juga agrafia. Disgrafia menunjuk pada adanya ketidakmampuan mengingat cara membuat huruf atau simbol-simbol matematika. Disgrafia serng dikaitkan dengan kesulitan belajar membaca atau disleksia karena kedua jenis kesulitan tersebut sesungguhnya saling terkait. Berdasarkan identifikasi masalah, maka masalah umum yang muncul dan perlu ditindaklanjuti adalah dengan mengimplementasikan model pembelajaran menulis sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seperti apakah kesulitan menulis yang dialami siswa dan faktor-faktor apakah yang menyebabkan siswa sulit menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menulis dengan menggunakan berbagai model menulis. Secara lebih khusus tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan menulis siswa SD kelas III dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa sulit menulis. Kata Kunci: analisis, kesulitan, belajar, menulis, disgrafia, agrafia

ANALISIS BUMI MANUSIA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER DENGAN PENDEKATAN MIMETIK

Rahayu, Ira

Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2014): Deiksis Vol.1 No. 1 Januari 2014
Publisher : Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.449 KB)

Abstract

Karya sastra lahir bukan dari kekosongan budaya. Ungkapan ini kiranya menjadi acuan bahwa diciptakannya karya sastra bukan semata-mata hasil imajinasi kosong belaka, tapi hasil kontemplasi dari penciptanya. Novel sebagai salah satu jenis karya sastra tidak lepas dari hal tersebut. Ada sebagian novel yang menggunakan data-data faktual di dalamnya seperti nama tokoh, setting, maupun rekaman peristiwa, sehingga pembaca sering kali terkecoh untuk membedakan apakah novel yang dibacanya benar-benar mengandung unsur fakta atau sekedar fiksi belaka. Jika benar terdapat fakta di dalamnya apakah fakta itu tersaji apa adanya ataukah mendapat polesan dari subjektivitas pengarangnya. Adapun novel Bumi Manusia, novel Bumi Manusia kental dengan nuansa sejarah, karena banyak mengangkat rekaman peristiwa yang terjadi pada lingkup waktu fase pergantian abad 19 ke abad 20. Banyaknya data yang hampir mirip dengan data-data faktual yang dapat dibuktikan kebenarannya. Hal ini membuat penulis merasa tertarik untuk mengungkap kandungan fakta yang terdapat dalam karya fiksi ini. Penulis juga tertarik untuk mengungkap sejauh mana data-data itu dapat dihubungkan dengan realitas kehidupan yang pernah terjadi. Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dirumuskan, maka metode yang tepat untuk penelitian ini adalah metode analisis kritik sastra berdasarkan pendekatan mimetik. Untuk mendapatkan data yang diperlukan, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data analisis dokumen. Kata Kunci: Novel, Mimetik, Fakta dan fiksi

KEMAMPUAN BERBAHASA SEBAGAI KONSTRUKSI KECERDASAN LINGUISTIK (Sebuah Kajian Deskriptif)

., Sundawati Tisnasari

Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2014): Deiksis Volume 1, Number 2, Juli 2014
Publisher : Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5373.932 KB)

Abstract

Abstrak Manusia adalah makhluk berpikir dan berbahasa. Manusia berbahasa melalui proses berpikir. Dengan demikian, antara pikiran dan bahasa tidak dapat dipisahkan satu dari yang lainnya. Pembahasan dalam penelitian ini adalah kecerdasan linguistik. Kecerdasan linguistik tidak luput dari konsep kompetensi dan performansi. Kedua unsur tersebut kedudukannya sama penting dan idealnya kompetensi dan performasi ada pada seseorang. Konsep ideal kompetensi dan performasi ini yang peneliti uji cobakan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Berdasarkan hasil kemampuan daya tangkap dari responden ditemukan adanya kebenaran dalam kegiatan berbicara, menyimak, membaca, dan menulis. Hasil kevalidan sebanyak 95% dan 5% terdapat kesalahan. Akhirnya, dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah medium tanpa batas yang dimiliki manusia dalam membentuk kecerdasan linguistik. Kata Kunci: Kecerdasan linguistik, berbahasa, kompetensi, dan performansi.

PENELITIAN NILAI MORAL, NILAI SOSIAL, DAN NILAI BUDAYA PADA TIGA NOVEL YANG DIFILMKAN BERDASARKAN PENDEKATAN STRUKTURAL DAN PENERAPANNYA UNTUK PENYUSUNAN BAHAN AJAR SERTA KEGIATAN PEMBELAJARAN APRESIASI NOVEL DI SMA ISLAM AL AZHAR

., Elin Rosmaya

Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2014): Deiksis Volume 1, Number 2, Juli 2014
Publisher : Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8809.665 KB)

Abstract

Abstrak Hasil penelitian ini berjudul Analisis Nilai Moral, Nilai Sosial, dan Nilai Budaya Pada Tiga Novel yang Difilmkan Berdasarkan Pendekatan Struktural dan Penerapannya untuk Penyusunan bahan Ajar Serta Kegiatan Pembelajaran Apresiasi Novel Pada Siswa Kelas XI SMA Islam Al Azhar. Dengan menggunakan data berupa tiga buah novel yang difilmkan yang dipilih dengan cara random yang meliputi novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi, dan novel Perahu Kertas karya Dewi Dee Lestari, penelitian ini menjawab pertanyaan: 1) Nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam kajian struktural tiga novel yang difilmkan? 2) Jenis nilai moral, nilai sosial dan nilai budaya apa saja yang terkandung dalam kajian struktural tiga novel yang difilmkan? 3) Seperti apa pemanfaatan nilai moral, nilai sosial dan nilai budaya berdasarkan kajian struktural terhadap ketiga novel yang difilmkan pada pembelajaran sastra? 4) Apakah sejajar sepenuhnya atau terdapat perbedaan antara cerita yang terdapat di dalam novel dengan cerita yang terdapat di dalam film? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menganalisis data berupa 3 novel dengan menggunakan metode formal yaitu berdasarkan pendekatan struktural yang menitikberatkan pada pengaluran terutama setiap bagian peristiwa narasi dalam novel. Dari paparan peristiwa narasi tersebut dapat diambil pelajaran positif berupa nilai yang terkandung di balik cerita. Hasil analisis ini mengungkapkan bahwa dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi, dan novel Perahu Kertas karya Dewi Dee Lestari terdapat 3 jenis nilai berupa nilai moral, nilai sosial dan nilai budaya. Hasil analisis terhadap tiga novel tersebut kemudian dimanfaatkan dalam pembelajaran dengan menjadikan hasil analisis sebagai bahan ajar untuk mencapai SK dan KD yang terdapat pada KTSP untuk siswa kelas XI SMA. Selain itu, hasil analisis novel akan dimanfaatkan sebagai patokan dalam kegiatan analisis dan evaluasi kerja siswa. Kata kunci : Nilai moral, nilai sosial, nilai budaya, novel, pendekatan struktural, novel, bahan ajar.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PETA PIKIRAN DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN NARASI FIKSI PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI KOTA CIREBON TAHUN PELAJARAN 2012/2013

., Tri Pujiatna

Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2014): Deiksis Volume 1, Number 2, Juli 2014
Publisher : Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9636.331 KB)

Abstract

Abstrak Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, kegiatan menulis karangan merupakan kegiatan yang tidak bisa terpisahkan dalam seluruh proses belajar siswa di sekolah. Selama menuntut ilmu di sekolah, siswa sering diajarkan dan diberi tugas untuk menulis karangan. Oleh karena itu, mereka diharapkan akan mempunyai wawasan yang lebih luas dan mendalam setelah melakukan kegiatan menulis karangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) rencana pelaksanaan pembelajaran model peta pikiran dalam pembelajaran menulis karangan narasi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri Kota Cirebon Tahun Pelajaran 2012/2013, (2) aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran menulis karangan narasi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri Kota Cirebon Tahun Pelajaran 2012/2013 sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran peta pikiran, (3) kemampuan menulis karangan narasi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri Kota Cirebon Tahun Pelajaran 2012/2013 sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran peta pikiran, (4) karakteristik karangan narasi dalam pembelajaran menulis karangan narasi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri Kota Cirebon Tahun Pelajaran 2012/2013 sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran peta pikiran, (5) keefektifan model pembelajaran peta pikiran dalam pembelajaran menulis karangan narasi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri Kota Cirebon Tahun Pelajaran 2012/2013. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan tes karangan narasi. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri Kota Cirebon Tahun Pelajaran 2012/2013 pada sekolah bertipe A dab B di lingkungan Kecamatan Kejaksaan. Kata Kunci : Peta pikiran, karangan narasi