cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
Alternatif Perkuatan Tanah Lempung Lunak (Soft Clay), Menggunakan Cerucuk Dengan Variasi Panjang dan Diameter Cerucuk Suroso, Suroso; Harimurti, Harimurti; Harsono, Meddy
Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.294 KB)

Abstract

Berbagai metode perbaikan tanah telah banyak dikembangkan. Salah satunya dengan metode perkuatan tanah sebagai alternatif pemecahan masalah terhadap penurunan dan daya dukung tanah yang rendah. Penelitian ini tentang alternatif perkuatan tanah lempung lunak (soft clay) dengan kaolin sebagai media pengganti lempung dengan menggunakan cerucuk. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif perkuatan tanah lempung lunak (soft clay) yang mempunyai daya dukung yang kurang baik dalam mendukung pondasi sebagai landasan konstruksi.Pemakaian cerucuk pada lempung lunak dapat meningkatkan daya dukung lempung lunak. Dari kenaikan daya dukung tersebut terlihat bahwa cerucuk memberikan kontribusi yang cukup besar pada lempung lunak. Dalam penelitian ini diperoleh kontribusi mencapai 2,2 kali daya dukung tanah lempung lunak tanpa dipasangi cerucuk. Semakin besar diameter cerucuk secara keseluruhan memberikan peningkatan daya dukung yang efektif. Tetapi dari diameter 1cm ke diameter 1,5cm pada panjang cerucuk 20cm memberikan peningkatan daya dukung yang paling efektif sebesar 57,5%. Begitu pula pada variasi panjang semakin panjang cerucuk memberikan peningkatan daya dukung yang efektif. Peningkatan paling efektif dari panjang cerucuk 18cm ke panjang 20cm pada diameter 0,5cm dengan peningkatan daya dukung sebesar 62,1%.Dari keseluruhan uji pembebanan dapat diketahui bahwa seiring bertambahnya panjang cerucuk dan semakin besar diameter, maka daya dukung tanah akan terus meningkat. Penambahan pada panjang dan diameter akan memberikan pola peningkatan yang cenderung linear. Oleh karena itu pada penelitian ini belum bisa didapatkan suatu nilai optimum dari penambahan panjang maupun diameter. 
Pengaruh Kandungan Air Hujan Terhadap Nilai Karakteristik Marshall Dan Indeks Kekuatan Sisa (IKS) Campuran Lapisan Aspal Beton (LASTON) Arifin, M. Zainul; Djakfar, Ludfi; Martina, Gina
Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.752 KB)

Abstract

Dalam proses pelaksanaan konstruksi jalan di lapangan, kemungkinan hujan dapat mengakibatkan campuran beraspal tersiram air. Adakalanya karena hujan yang terjadi hanya dalam intensitas kecil (gerimis) namun pelaksanaan konstruksi tetap dilakukan. Kondisi inilah yang selanjutnya dalam penelitian di laboratorium diidentifikasikan untuk menambahkan air hujan pada campuran beraspal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kandungan air hujan dan untuk mengetahui Indeks Kekuatan Sisa (IKS) pada campuran LASTON.Metode dan desain dalam penelitian ini disesuaikan dengan spesifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Ada dua perlakuan yaitu pembuatan campuran aspal dalam kondisi tanpa tersiram air hujan dan kondisi dengan tersiram air hujan. Kondisi tanpa tersiram air dilakukan untuk mencari Kadar Aspal Optimum (KAO). Pada kondisi tersiram air, kadar aspal yang digunakan berdasarkan KAO. Untuk perlakuannya setelah campuran mencapai suhu pencampuran, kemudian campuran dimasukkan ke dalam mold lalu dilakukan penyiraman menggunakan alat suntik skala 0,1 ml pada permukaan campuran dengan jumlah air hujan masing-masing sebanyak 1ml, 2ml, 3ml, 4ml dan 5ml. Setelah mencapai suhu pemadatan kemudian dipadatkan.Secara keseluruhan nilai karakteristik Marshall mengalami penurunan seiring bertambahnya kandungan air hujan. Rata-rata nilai VIM pada 0 ml kandungan air sebesar 3,7787% menurun mencapai nilai 3,1995% pada kandungan air 5 ml. Rata-rata VMA pada 0 ml kandungan air sebesar 16,9590% menurun mencapai nilai 16,4592% pada kandungan air 5 ml. Rata-rata nilai stabilitas pada 0 ml kandungan air sebesar 941,3337kg menurun mencapai nilai 772,3397kg pada kandungan air 5 ml. Rata-rata nilai flow pada 0 ml kandungan air sebesar 2,25mm menurun mencapai nilai 2,1mm pada kandungan air 5 ml. 
Analisis Pushover pada Gedung Tidak Beraturan Dengan Study Kasus pada Gedung Baru FIA Unibraw Wisnumurti, Wisnumurti; Cahya, Indra; Anas, Ashar
Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.832 KB)

Abstract

Analisis Pushover merupakan sebuah sarana untuk memberikan solusi yang  berdasarkan Performance Based Seismic Design yang pada intinya adalah mencari  kapasitas struktur. Prosedur analisis Pushover dengan memberikan beban statis dalam arah  lateral yang ditingkatkan secara bertahap (increment) hingga mencapai target perubahan  bentuk (displacement) tertentu.Penulisan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi dari struktur dari besarnya  daktilitas dan tingkat kinerja pada struktur 3 dimensi dengan bentuk tidak beraturan  (asimetris) yang di pecah-pecah menjadi struktur 2 dimensi yang lebih sederhana. Analisis  dinamik memberikan banyak mode-mode natural dari perilaku struktur. Untuk  mendapatkan gaya yang diberikan pada analisis pushover dilakukan analisis modal.  Masing-masing gaya dari analisis modal dilakukan respon kombinasi dengan CQC  (Complete Quadratic Combination) atau SRSS ( Square Root of the Sum of Square).Hasil analisis pushover didapatkan besarnya deformasi lateral pada portal A dan G  sebesar 11.9 cm dan 10.3 cm. Besarnya drift ratio untuk portal A dan G adalah 0.3 %,  maka tingkat pelayanan struktur berdasar ACMC 2001 tergolong pada kondisi batas layan  (serviceability limit state) sedangkan menurut ATC 40 bangunan pada kondisi operasional  (immediate occupancy). 
Studi Pengaruh Sedimentasi Kali Brantas Terhadap Kapasitas dan Usia Rencana Waduk Sutami Malang Suroso, Suroso; Anwar, M. Ruslin; Rahmanto, Mochammad Candra
Rekayasa Sipil Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.796 KB)

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi dalam pengelolaan waduk adalah masalah sedimentasi. Sedimentasi yang terjadi pada waduk dapat disebabkan akibat erosi yang terjadi pada lahan-lahan kritis yang terdapat pada daerah tangkapan waduk. Jika material sedimen yang terbentuk akibat erosi lahan tersebut masuk ke dalam aliran sungai dalam jumlah yang besar maka akan menyebabkan laju sedimen yang masuk ke dalam waduk menjadi besar bahkan akan melampaui laju sedimen rencana. Akibat sedimen yang mengendap di dasar waduk, kapasitas tampungan dan kapasitas tampungan efektif waduk akan mengalami penyusutan. Demikian juga dengan usia rencana waduk, usia rencana waduk akan mengalami percepatan pengurangan.Metode yang digunakan dalam analisa erosi lahan adalah metode USLE (Universal Soil Loss Equation). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap erosi lahan adalah faktor erosivitas hujan, faktor erodibilitas tanah, faktor panjang dan kemiringan lereng serta faktor pengelolaan dan pengawetan tanah. Dari analisa metode USLE didapatkan nilai erosi lahan yang terjadi sebesar 42.102.900 ton/tahun. Dengan laju sedimen sebesar 2.836.737,15 ton/tahun maka dapat diketahui besar sedimen yang terakumulasi di dasar waduk dengan menggunakan Sediment Delivery Ratio. Sediment Delivery Ratio (SDR) didapat dengan membandingkan antara laju sedimen yang masuk ke waduk dengan erosi lahan yang terjadi. Nilai SDR yang terjadi pada waduk adalah sebesar 6,73 %. Nilai SDR tersebut memberikan indikasi bahwa erosi lahan yang terjadi memberikan pengaruh terhadap akumulasi sedimen yang terjadi di dasar waduk.Setelah mengetahui adanya pengaruh erosi lahan terhadap akumulasi sedimen yang terjadi di dasar waduk diharapkan dapat ditingkatkan lagi perbaikan tata guna lahan di daerah tangkapan waduk. Perbaikan tata guna lahan dapat menggunakan acuan tata guna lahan pada periode tahun-tahun sebelumnya dimana pada periode tahun tersebut laju sedimen yang terjadi lebih kecil atau hampir mendekati laju sedimen rencana. 
Optimalisasi Penggunaan Komposisi Campuran Mortar Terhadap Kuat Tekan Dinding Pasangan Bata Merah Wisnumurti, Wisnumurti; Soehardjono, Agoes; Palupi, Kiki Andriana
Rekayasa Sipil Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.922 KB)

Abstract

Kuat tekan dinding pasangan bata merah lebih banyak dipengaruhi oleh kekuatan mortarnya, dan dibatasi oleh kekuatan bata merah. Sehingga ada kalanya penambahan kekuatan mortar tidak lagi memberikan perubahan yang signifikan terhadap kekuatan tekan dinding pasangan bata merah.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi campuran yang manakah yang paling optimal untuk digunakan pada dinding pasangan bata merah, sehingga diharapkan tidak ada biaya yang terbuang sia – sia hanya untuk usaha meningkatkan kuat tekan dinding pasangan bata merah dengan cara meningkatkan kuat tekan mortarnya. Selain itu juga ingin diketahui bagaimanakah bentuk grafik yang menggambarkan hubungan antara kekuatan tekan mortar terhadap kekuatan tekan dinding pasangan bata merah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimal untuk dinding pasangan bata merah adalah pada komposisi campuran 1 semen : 6 pasir, hal ini dibuktikan dengan hasil uji Beda Nyata Terkecil yang menyatakan bahwa komposisi campuran 1 : 6 tidak lagi berbeda nyata dengan campuran 1 : 5, 1 : 4, dan 1 : 3. Sedangkan grafik hubungan antara kuat tekan mortar dan kuat tekan dinding pasangan bata merah menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kuat tekan dinding seiring dengan peningkatan kuat tekan mortar yang digunakan. 
Analisa Efektifitas Fasilitas Zebra Cross Pada Jl. MT Haryono dan Jl. Gajayana Arifin, M. Zainul; Prawito, Gagoek Soenar; Ramadhani, Dwi
Rekayasa Sipil Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.062 KB)

Abstract

Kemajuan Kota Malang yang semakin pesat kurang diimbangi dengan fasilitas jalan yang memadai terutama untuk pejalan kaki. Berdasarkan data kepolisian, rata-rata kecelakaan di JL. MT. Haryono dan Jl. Gajayana Malang melibatkan pengendara kendaraan bermotor dengan penyeberang jalan. Penyeberang jalan kurang memanfaatkan fasilitas zebra cross untuk menyeberang. Begitu pula dengan pengendara kendaraan bermotor, mereka cenderung kurang mengutamakan penyeberang jalan ketika akan menyeberang, kecepatan mereka relatif konstan. Maka dari itu diadakan penelitian untuk mengetahui efektifitas dari zebra cross apakah keberadaannnya sudah benar-benar tepat, sehingga dapat diambil sebagai dasar pengambilan tindakan dalam mengatasi masalah kecelakaan lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas fasilitas zebra cross dengan parameter penurunan kecepatan kendaraan pada saat akan melewati zebra cross.Dari hasil perhitungan statistik, pada periode waktu pertama didapatkan kecepatan kendaraan pada jarak 30 m adalah 38,63150 km/jam dan pada jarak 50 m adalah 37,00380 km/jam. Sedangkan kecepatan kendaraan pada periode waktu kedua pada jarak 30 m adalah 37,3452 km/jam dan pada jarak 50 m adalah 35,5920 km/jam. Hal ini menunjukkan bahwa pada periode waktu pertama dan kedua, kecepatan kendaraan pada jarak 30 m lebih besar dibandingkan dengan kecepatan pada jarak 50 m. Jadi kesimpulannya zebra cross di Jl. MT Haryono dan Jl. Gajayana tidak efektif, berdasarkan tidak adanya penurunan kecepatan kendaraan pada saat akan melewati zebra cross. Kecepatan kendaraan cenderung naik pada saat akan melewati zebra cross. 
Uji Kuat Tekan Campuran Beton dengan Limbah Batuan Pabrik Pengrajin Batu Alam Junrejo, Kota Batu Nurlina, Siti; Dewi, Sri Murni; Setiawan, Arief Budi
Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.429 KB)

Abstract

Semakin majunya perkembangan teknologi dalam era global dewasa ini menyebabkan semakin meningkatnya laju pembangunan fisik di indonesia, khususnya di bidang konstruksi. Seiring dengan pembangunan tersebut maka dibutuhkan pemenuhan bahan baku yang sesuai dengan yang diperlukan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran, karena semakin menipisnya persediaan bahan baku yang ada sehingga sulit untuk memperolehnya maka berakibat mahalnya harga bahan baku tersebut. Penggunaan bahan baku dari limbah merupakan salah satu alternatif yang cukup potensial untuk diteliti. Jenis batu limbah yang dihasilkan pabrik pengrajin batu alam Junrejo bermacam-macam seperti marmer, andesit dan basalt. Dalam hal ini alternatif yang dicoba adalah menggunakan limbah batuan yang berjenis basalt sebagai pengganti butiran kasar.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dilihat dari nilai kuat tekan campuran beton yang menggunakan limbah batuan pabrik pengrajin batu alam Junrejo, kota Batu sebagai pengganti agregat kasar. Limbah batuan yang digunakan pada campuran beton dalam penelitian ini adalah dengan mengkomposisikan pada variasi campuran agregat kasar dimulai dari penggunaan limbah dari 0 % sampai dengan 100 % agregat kasar limbah batuan tersebut dalam campuran beton.Setelah diketahui pengaruh dari penggunaan limbah batuan tersebut dalam campuran beton, maka diharapkan bisa dijadikan acuan dari hasil penelitian skripsi ini untuk menggunakan limbah batuan pabrik batu alam Junrejo, kota Batu. Tentunya sesuai dengan komposisi yang disarankan dalam penelitian ini. 
Pengaruh Variasi Penambahan Pasir Halus (Finesand) Pada Campuran Spesi Lumpur Lapindo Brantas Terhadap Kekuatan Geser Panel Ferosemen Dewi, Sri Murni; Anggraini, Retno; Nureroan, Adrianus H.
Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.324 KB)

Abstract

Panel Ferosemen dari bahan lumpur lapindo adalah suatu konstruksi beton bertulang tipis, yang menggunakan semen hidrolis dan agregat halus (lumpur lapindo dan finesand) yang ditulangi dengan lapisan-lapisan kawat anyam jala yang bergaris tengah kecil dan menerus.Pada penelitian ini dilakukan pengujian geser panel ferosemen dengan bahan lumpur lapindo, diamati dan dianalisis terhadap kekuatan geser maksimum yang terjadi. Panel ferosemen dibuat dengan variasi persentase penambahan finesand 10%, 20% dan 30%. Benda uji dibuat sebanyak 5 buah untuk masing-masing variasi penambahan finesand. Pembebanan dilakukan dengan pemberian beban terpusat pada masing-masing panel.Secara eksperimental, kekuatan geser panel ferosemen semakin besar pada penambahan finesand sampai batas 30%. Hal ini menunjukkan bahwa adanya persentase penambahan finesand yang lebih besar dan penggunaan anyaman kawat sebagai tulangan pada panel ferosemen menjadikan kemampuan untuk menahan gaya geser menjadi lebih besar. tetapi hal ini belum menunjukan tren yang sebenarnya, yaitu batas optimum sesungguhnya beban panel frosemen dengan variasi penambahan finesand tertentu. 
Alternatif Perkuatan Tanah Pasir Menggunakan Lapis Anyaman Bambu dengan Variasi Luas dan Jumlah Lapis Harimurti, Harimurti; Widodo, Dody
Rekayasa Sipil Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.931 KB)

Abstract

Pengaruh penggunaan lapis anyaman bambu sebagai alternatif material perkuatan  tanah, terhadap nilai daya dukung batas pondasi dangkal pada tanah pasir dengan variasi  luas dan jumlah lapis ingin diketahui sehingga penggunaan lapis anyaman bambu dalam  luasan dan jumlah lapis yang tepat akan memberikan kontribusi perkuatan yang nyata pada  tanah.Dari hasil analisis didapat bahwa penggunaan lapis anyaman bambu memberikan  pengaruh terhadap nilai daya dukung tanah pasir. Variasi luas dan jumlah lapis anyaman  bambu memberikan peningkatan pada kemampuan daya dukung batas tanah terhadap  beban dan juga peningkatan terhadap rasio daya dukung tanah, dimana konfigurasi yang  memberikan nilai tertinggi adalah 3 lapis luasan (80x80) cm2 dengan nilai rasio daya  dukung sebesar 3,83. Setelah mengetahui adanya peningkatan nilai daya dukung batas  maupun rasio daya dukung pada tanah dengan adanya material perkuatan anyaman bambu  dengan variasi luas dan jumlah lapis, perlu adanya penambahan variasi dan penelitian yang  lebih khusus mengenai anyaman bambu untuk mendapatkan hasil yang optimal.  Kata 
Pengaruh Penggunaan Lumpur Lapindo Brantas dalam Campuran Mortar Terhadap Nilai Kuat Tekan Batako S., Edhi Wahyuni; Sunaryo, Arifi; Dazali, Geri Ramdhan
Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.167 KB)

Abstract

Batako yang terbuat dari campuran kapur dan trass merupakan salah satu jenis batako yang sering digunakan. Trass sendiri memiliki kandungan utama berupa silika dan alumina. Sedangkan lumpur Lapindo memiliki kandungan utama berupa silika dan alumina juga. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai penggunaan lumpur Lapindo sebagai campuran batako untuk memperoleh kekuatan optimal, yang kemudian diharapkan dapat memberikan masukan baru terutama untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan lumpur Lapindo terhadap nilai kuat tekan batako yang dihasilkan.Lumpur yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari desa Siring Sidoarjo dalam keadaan jenuh dan tidak bertemperatur tinggi. Kemudian lumpur tersebut dikeringkan dibawah sinar matahari.Perbandingan campuran batako yang digunakan adalah 1:5 kapur dan trass. Ada enam variasi komposisi antara trass dan lumpur Lapindo, yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, 40%,dan 50%. Presentase penambahan ini dihitung dari berat total bahan benda uji,Sedangkan untuk kapur jumlahnya tetap. Untuk masing-masing komposisi dibuat 5 benda uji batako.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang nyata antara variasi komposisi lumpur Lapindo dengan kuat tekan batako. Secara keseluruhan batako dengan penambahan lumpur Lapindo nilai kuat tekannya mengalami penurunan bila dibandingkan batako tanpa lumpur Lapindo. Begitu juga dengan berat isi batako mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan batako tanpa lumpur Lapindo. 

Page 1 of 28 | Total Record : 275