Jurnal Ruas (Review of Urbanism and Architectural Studies)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 16933702     EISSN : 24776033
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) is a scientific publication for widespread research and criticism topics related to urbanism and architecture studies. RUAS is published twice a year since 2011 by the Department of Architecture of Universitas Brawijaya.
Articles 111 Documents
Strategi Penataan Perabotan Rumah Kost Di Desa Karang Malang Yogyakarta Iswati, Tri Yuni; Pradnya.P, Dyah S.
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2012.010.02.1

Abstract

Karang Malang village is one of locations boarding in Yogyakarta. A tenant of the boarding house consisting of the students, employees and traders. Boarding house in the village, there are three types namely: the boarding house of male, the boarding house of female, and the boarding house of both. The location of boarding house there are two types of all, namely: the boarding house separate from the owner of boarding and boarding house who was also the owner of lodging house. The boarding room looks neat and loose. Furnishing, but dirty clothes, private in the form of and shoes always put beside the boarding room.. The existence of the personal belongings of course interrupting the circulation and the atmosphere of communal activities performed in space. Based on this phenomenon the researchers team interested to explored factors caused and provided solutions. This research was done using Naturalistic Qualitative method for 6 months. Sampling was used as the unit of exploration and the analysis consisted of 11 boarding house. For observation, the researcher always explored every data and took information from some sources. The researcher collected data using Purposive Sampling technique, Snowball Sampling technique dan Cross Sectional system. The results of the study showed that renters tended to give priority to home kost personal interests, concern for the pshychology of environment looks weak giving rise to disturbances in the various parties as well as take advantage of any space to put personal furniture.Key words : boarding house, space, communal furnishing, tenants, personal
Kualitas Visual Fasade Bangunan Modern Pasca Kolonial di Jalan Kayutangan Malang Fauziah, Nur; Antariksa, Antariksa; Ernawati, Jenny
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2012.010.02.2

Abstract

Malang is one of the cities designed by Dutch with spesific attention to the aesthetic of urban environments. Kayutangan Street is a historic street corridor which plays a prominent role on the physical development of the city of Malang. In visual architectural context, a row of building facades along the Kayutangan streetscape is the main element of visual beauty and character creation of the characteristic in the Kayutangan corridor. The aims of this research are to investigate the general public and professional in the field of architecture judgment about the role of visual elements to the appearance of modern building facades in Kayutangan corridor, as well as to find out the most influential visual element to the appearance of modern building facades at Kayutangan Street. The method used is quantitative method by the independent sample t-test, factor analysis, and multiple linear regression analysis. The results showed that both groups of respondents rating are not much different, on a range of “less important” to “important” assessment scale. The visual components which are the most influential on modern building facades in Kayutangan Street are Geometric Component (architectural style, facade form, horizontal line, and vertical line). The next influential component is Visual Touching Effect & Color Dimension Component (texture, decorative ornament, material, facade color, saturation, brightness)Keywords: visual elements, modern building facade, Kayutangan streetscape
Konsep Ekologis pada Arsitektur di Desa Bendosari Titisari, Ema Yunita; S., Joko Triwinarto; Suryasari, Noviani
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2012.010.02.3

Abstract

Desa Bendosari tengah berupaya mengembangkan potensi alamiahnya untuk kegiatan agraris dan wisata. Dikhawatirkan implikasi dari kegiatan wisata adalah pada kerusakan lingkungan. Untuk itu perlu dibuat serangkaian kebijakan terkait tata ruang kawasan agar nilai-nilai kearifan lokal. Penelitian ini berupaya untuk mengidentifikasi konsep ekologis masyarakat Desa Bendosari dengan mengangkat arsitektur sebagai obyek penelitian. Unsur-unsur arsitektural yang diamati antara lain adalah ruang, struktur dan konstruksi, bahan (material bangunan), dan unsur-unsur non fisik (sosial, budaya, ekonomi, agama/kepercayaan, adat-istiadat, dan sebagainya) sebagai faktor penentu perubahan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Analisis didasarkan pada teori arsitektur ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektut Desa Bendosari masih cukup ekologis meskipun dalam beberapa hal telah mulai meninggalkan konsep ekologis terutama terkait penggnaan bahan bangunan dan teknologi baru yang tidak diadaptasikan dengan kondisi lokal.Kata kunci: arsitektur, ekologis, desa
Pragmatik Bentang Alam Pedesaan (Studi Kasus Dusun Bendosari, Kec. Pujon, Kab. Malang) Amiuza, Chairil Budiarto; Yusran, Yusfan A.; W., Lisa Dwi; Martiningrum, Indyah
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2012.010.02.4

Abstract

Conditions and the potential for rural environments Bendosari, Pujon district, Malang, there seems to be a tendency lack balance Landscape Aesthetics and harmony of its. One effort to maintain balance and harmony preservation of the landscape, through the study of the rural landscape in the area. The method that used was a qualitative research method, through surveys and interviews to obtain visual and physical configurations and interrelationships landscape with functions in order for the village community. The interrelation of visual and physical organization of the natural environment and the rural built environments, arranged closely related to the physical, visual and physical follow natural visual dominated except in the village center. Functions for the visual and physical configurations that exist are the majority of the rural population, it is still natural and traditional, but most of the villagers are artificially centered and modern.Keywords: Pragmatics, Syntax, Landscapes aesthetic, Bendosari village
Pengelolaan Ruang Publik Di Sekitar Persimpangan Jalan Cahyono, Untung Joko
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2012.010.02.5

Abstract

Persimpangan jalan adalah tempat strategis yang sering memiliki conflict of interests yang sangat tinggi. Masyarakat, pemerintah/penguasa dan pengusaha dengan berbagai cara berusaha memanfaatkan tempat tersebut sesuai dengan keinginan dan persepsinya. Tulisan ini bertujuan menyoroti pemanfaatan ruang publik di sekitar persimpangan, dengan mengambil kasus beberapa persimpangan di Surakarta dan sekitarnya. Keruwetan dan kekacauan lalulintas sering terjadi, sehingga kenyamanan dan keamanan berlalu lintas sangat terganggu, terutama bagi pejalan kaki. Begitu juga secara visual, kota juga menjadi tidak indah dan tidak menyenangkan. Di persimpangan jalan selain terdapat jalur kendaraan, jalur pejalan kaki, penunjuk arah dan alat pengatur lalulintas, sering juga terdapat gardu jaga polisi/ormas, pkl, tempat istirahat, pangkalan becak/taksi, parkir, patung, monument, tugu, gapura, dan iklan outdoor. Perlu adanya penanganan yang serius mengenai ruang publik di sekitar persimpangan jalan dengan melibatkan masyarakat agar lebih memahami dan mengutamakan kenyamanan pejalan kaki dan kelancaran lalulintas serta keindahan kota. Aspek perilaku secara societal perlu diperhatikan dan di terapkan dalam pengelolaan ruang kota yang sangat penting ini.Kata Kunci: persimpangan jalan, aksesibilitas, keindahan kota
Sintak Arsitektur Kampung Pengrajin Batik Gedok (Studi kasus Dusun Ngluwuk, Kec. Kerek, Kab. Tuban) Amiuza, Chairil Budiarto
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2012.010.02.7

Abstract

Arsitektur Kampung pengrajin Batik gedok ini, nampaknya yang menonjol adalah konfigurasi visualnya, sehingga memberikan kekhasan dan keunikan serta menunjukkan potensinya. Konfigurasi visual berupa simbol simbol arsitektur yang perlu mendapat perhatian untuk dikaji, sehingga kajian ini dapat menelusuri unsur-unsur dan prinsip-prinsip susunan arsitektural kampung tersebut. Metode sintaksis diperoleh gambaran pengelompokan obyek-obyek visual yang ada di wilayah studi dalam rentang kesesuaiannya dengan bahasa arsitekturnya. Hasilnya, Konfigurasi dan interelasi visual elemen elemen Arsitektural diantaranya dari skala lingkungan, rumah tinggal sampai ragam hias Kampung pengrajin batik Gedok, terdapat keragaman dan keseragaman yang khas budaya bermukim mereka.Kata Kunci: Semiotika, kampung, pengrajin Batik gedok, sintaksis, Semantik, prakmatik
Tipologi Nusantara Green Architecture Dalam Rangka Konservasi Dan Pengembangan Arsitektur Nusantara Bagi Perbaikan Kualitas Lingkungan Binaan Pangarsa, Galih W.; Titisari, Ema Y.; Ridjal, Abraham M.; Ernawati, Jenny
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2012.010.02.8

Abstract

Pada penelitian ini, Arsitektur Nusantara dianalisis dengan pendekatan tipologis untuk memahami dinamika budayanya. Upaya ini merupakan langkah awal untuk memahami dan merekontekstualisasikan nilai-nilai, filosofi, dan konsep desain yang terkandung dalam Arsitektur Nusantara. Mengingat kejamakan dan kemajemukannya, maka pendekatan tipologi melalui pendekatan budaya dipandang sebagai metode yang paling tepat. Lingkup penelitian disesuaikan dengan etnografi arsitektur nusantara, yaitu diklasifikasikan menurut pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Untuk bagian ini penelitian difokuskan pada wilayah Jawa Timur. Hasil studi ini menemukan bahwa perkembangan arsitektur nusantara dapat diklasifikasikan menurut lima kategori budaya yaitu: keperkasaan masyarakat megalitik, kewaspadaan masyarakat pelestari hutan, ketekunan masyarakat tani pedalaman, keterbukaan masyarakat pesisir, dan dinamika masyarakat industri. Untuk kasus wilayah Jawa Timur, dari data yang telah dihimpun, tipologi arsitektur Nusantara yang dapat diidentifikasi adalah ketekunan masyarakat tani pedalaman, keterbukaan masyarakat pesisir, dan dinamika masyarakat industri. Kegiatan penelitian ini dapat dilanjutkan secara bersama-sama (partisipatif) sehingga dapat disusun data base Arsitektur yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian-penelitian lainnya.Kata kunci: tipologi, Arsitektur Nusantara
Membangun Jembatan Antara Buku Dan Praksis Arsitektur Ridjal, Abraham Mohammad
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2012.010.02.9

Abstract

Berbagai anggapan sering muncul terkait hubungan antara dunia akademis dan dunia praktek arsitektur yang mengatakan keduanya saling bertolak belakang dan berbeda arah. Dunia akademisi dianggap sebagai dunia dimana calon arsitek bebas berkreasi dengan angan-angan dan impian yang tidak terbatas, sedangkan dunia ppraktek adalah dunia dimana banyak aturan dan batasan-batasan yang mengekang ide kreatifitas, karena banyak tuntutan yang harus dipenuhi. Padahal jika menilik proses awal lahirnya ilmu arsitektur, tidak ada dikotomi antara dunia arsitektur dan dunia praksis, keduanya tidak terpisahkan. Keilmuan arsitektur akan didapatkan ketika kita berpraktik di lapangan, demikian juga pengembangan praksis keilmuan akan menjadi lebih tajam setelah kita banyak melakukan pengamatan dan penyimpulan terhadap proses ber-arsitektur, sebagaimana wujud arsitektur tradisional kita. Metode semacam ini merupakan proses induktif, dimana kita menyimpulkan pengamatan-pengamatan yang kita lakukan di lapangan untuk dirumuskan menjadi sebuah kajian keilmuan. Dengan demikian, pendidikan dan pengajaran arsitektur akan dapat memperkecil ketidakpastian (anomali).Melalui penggalian lebih dalam mengenai keterkaitan antara proses yang dilakukan oleh para praktisi dengan pengajaran yang dilakukan dalam dunia pendidikan arsitektur agar dapat terbangun sinergi diantara keduanya. Selain itu, sebagai pengembangan teori dan pengajaran arsitektur, juga perlu dirumuskan konsep desain yang berangkat dari pengalaman praksis untuk memperkaya teori yang sudah dikembangkan di dunia kampusKata Kunci: praksis arsitektur, akademisi, metode desain, pengalaman ber-arsitektur
Evaluasi Ruang Terbuka Di Kampus Universitas Brawijaya Laksmiwati, Triandi; Amiuza, Chairil Budiarto; Astrini, Wulan
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.01.1

Abstract

The post occupancy evaluation (POE) of campus open space aimed to asses comfort space both physically and perceptionally. Open spaces choosen as case study are court and gazebo in front of rectorate building of Brawijaya University. This study combines qualitative approaches with a survey method. The research instruments are photos, questionnaires, and interviews. Respondents in this study were selected by purposive sampling. Data obtained from respondents were processed to obtain description of the behavior of open space users. Interpretation of the results was analyzed in order to obtain an overall description of the space efficiency for its users. The results obtained indicate that gazebo unable to accomodate users’ comfort of campuss open space of UB on privacy and perception aspects. Besides, interaction aspect of gazebo able to accomodate users’ comfort of campus open space of UB in good level (more than 50%), while orientation aspect able to accomodate it in medium level (50%). The court is unable to accomodate users’ comfort (less than 50%).Keywords: POE, open space, campus
Struktur Konstruksi Arsitektur Tradisional Bangunan Tradisional Keda Suku Ende Lio Di Permukiman Adat Wolotolo Mukhtar, Mukhlis A.; Pangarsa, Galih Widjil; Wulandari, Lisa Dwi
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.01.2

Abstract

Traditional architecture of Ende Lio has its own characteristics in the form of the philosophy conceived by the shape of the building and closely relates with the socio-cultural setting of the community. The purpose of this research was to investigate the parts of the structure of the traditional building construction the Sao Keda, a traditional building symbol of indigenous tribes settlements Ende-Lio. The method used was descriptive analysis by way of exposing a wide range of data relating to traditional architecture Ende Lio and then analysing it based on the parts of the structure of the Sao as a single entity. The results concluded that the Sao Keda’s traditional architecture of The Ende Lio people had a diversity in the structure of its construction, starting from the structure of leke lewu (Foundation), the structure of the maga (floor), the structure of wisu (column), the structure of leke raja, mangu (noc pole) and the structure of jara (easel), which were all the parts of the structure of the building construction The Sao Keda of Ende Lio which had its own characteristic, form and function respectively.Keywords: traditional architecture, construction structure, Sao Keda, Ende Lio

Page 2 of 12 | Total Record : 111