Jurnal Ruas (Review of Urbanism and Architectural Studies)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 16933702     EISSN : 24776033
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) is a scientific publication for widespread research and criticism topics related to urbanism and architecture studies. RUAS is published twice a year since 2011 by the Department of Architecture of Universitas Brawijaya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 1 (2016)" : 6 Documents clear
Persepsi Mahasiswa terhadap Warna Dinding Depan Kelas pada Tes Mengingat Tanuwidjaja, Gunawan; Elsiana, Feny; Yusani, Juniar; Haryogo, Maria Marsha; Khosuma, Christovel; Wijaya, Nerissa Arviana; Eunice W, Aurellia; Sistha, Larasasti
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2016.014.01.1

Abstract

Persepsi adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasikan kesan-kesan yang ditangkap mereka dan memberikan makna/arti bagi lingkungan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses belajar (Chan, 1996) yaitu aspek visual, akustik, estetika dan lingkungan termal. Studi terhadap warna biru (blue) memberi efek menenangkan (soothing effect) didapati pada orang–orang yang sedang melihat badan air yang besar atau langit terbuka, sementara oranye (orange) memberikan rangsangan (Kopacz, 2004). Pada percobaan ini, dilakukan intervensi warna biru dan oranye yang diterapkan hanya seluas 12 m2 di bagian depan ruangan dengan produk Nippon Paint. Jenis cat yang dipilih ialah Biru (Arctic Blue) dan Oranye (Sun Fresh), dan lampu Philips Cool White. Dari riset, mahasiswa pada saat mengerjakan psikotes tidak terlalu merasa dampak dari dinding di bagian depan ruangan. Kemungkinan hal ini, disebabkan karena mahasiswa hanya sesekali melihat ke depan selama tes. Disarankan warna biru dan oranye ini dapat diterapkan pada bagian langit–langit serta meja agar lebih mempengaruhi (biru terhadap ketenangan dan oranye terhadap semangat). Kata kunci: warna dinding, menenangkan, menyemangati
Potensi Bahan Organik Sebagai Pengatur Kelembaban Udara Pada Bangunan Di Daerah Tropis Lembab Pramitasari, Putri Herlia
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2016.014.01.6

Abstract

Kelembaban udara yang tinggi pada daerah beriklim tropis lembab berpengaruh terhadap lingkungan termal bangunan, terutama lingkungan termal ruang dalam. Sementara itu, penggunaan jenis bahan sangat berpengaruh terhadap daya serap uap air dalam ruang. Pemilihan material, khususnya material berpori memiliki kemampuan higroskopisitas (absorbsi dan desorbsi uap air) yang harus dipertimbangkan. Oleh karena itu, pemanfaatan bahan organik yang banyak dijumpai di Indonesia, yaitu sabut kelapa, gambas kering, dan ijuk dikaji lebih lanjut terkait kinerja higroskopisitas dan pengaruhnya terhadap kenyamanan termal. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental berupa uji model fisik melalui observasi lapangan. Hasil penelitian didapatkan bahwa bahan organik sangat potensial dijadikan sebagai penyerap kelembaban udara pada ruang dalam bangunan, terutama pada pukul 16.00-06.00.Kata kunci: Bahan organik, absorbsi dan desorbsi, kelembaban udara
Evaluasi Ergonomi Pada Ruang Kantor Studi Kasus: Kantor Konsultan Arsitek “Karice Studio” di Yogyakarta Sekarlangit, Nimas
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2016.014.01.2

Abstract

Bekerja di kantor merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari oleh setiap manusia. Selama 8 jam sehari, mereka melakukan kegiatan rutin di kantor yang tidak menimbulkan banyak bergerak, sehingga beberapa karyawan sering mengalami keluhan pada leher dan kaki karena terlalu banyak melihat komputer dan peletakan meja yang tidak sesuai dengan tinggi badan para karyawan. Hal itu menyebabkan karyawan menjadi merasa cepat lelah. Faktor perbedaan ukuran atau postur dan berat badan manusia, kebiasan, perilaku, sikap manusia dalam beraktivitas, serta kondisi lingkungan juga memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan dalam perancangan desain, pertimbangan ergonomi yang nyata dalam aplikasinya untuk mendapatkan data ukuran tubuh yang akurat menggunakan pengukuran anthropometri. Penelitian ini ingin mengetahui apakah area kerja pada kantor konsultan arsitek menimbulkan keluhan subyektif bagi pemakainya dan apakah area kerja yang ergonomi dapat menurunkan keluhan subyektif. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan melakukan pengukuran pada kondisi eksisting dari sebuah kantor konsultan arsitek di Yogyakarta serta merumuskan masalah yang menjadi keluhan para karyawan. Hasil dari penelitian ini adalah ukuran untuk furniture yang sesuai dengan ukuran karyawan kantor sehingga dapat bekerja dengan lebih nyaman. Kata kunci : kantor konsultan, ergonomi, pengukuran anthropometri
Kajian Desain Terminal Bus Tirtonadi Solo dalam Rangka Peningkatan Mutu Layanan dan Ketertiban Saryanto, Saryanto; Avesta, Riantiza
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2016.014.01.3

Abstract

Terminal Bus Tipe A Tirtonadi Solo yang berkembang pesat dalam pelayanan kedatangan dan pemberangkatan bus antar kota dan antar provinsi di Pulau Jawa. Terkait dengan semakin pentingnya mutu layanan terminal bus untuk kenyamanan dan keamanan penumpang tersebut, maka  telah diterbitkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 132 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan. Terminal Bus Tirtonadi diwajibkan memenuhi ketentuan yang telah diatur dalam PERMEN tersebut. Terminal Tipe A akan mengelola dan memiliki 4 (empat) zona. Zona I, zona bertiket bagi pengguna terminal yang sudah memiliki tiket untuk pemberangkatan penumpang dan zona ini  disebut zona steril untuk menunggu keberangkatan bus dalam terminal.  Zona II,  yaitu zona umum atau publik untuk kegiatan komersial, ticketing dan lain-lain. Selanjutnya Zona Perpindahan penumpang dari berbagai jenis pelayanan angkutan umum. Dan terakhir  Zona Pengendapan untuk istirahat awak kendaraan, pengendapan kendaraan, raamp-chek, serta bengkel perawatan dan operasional bus. Berdasarkan  peraturan tersebut maka Terminal Bus Tirtonadi memerlukan kajian mendalam tentang ketersediaan sarana yang telah dan akan dimilikinya di masa mendatang.Kata kunci : pelayanan, terminal, zona
Vertical Garden Dan Hidroponik Sebagai Elemen Arsitektural Di Dalam Dan Di Luar Ruangan Asikin, Damayanti; P. Handayani, Rinawati; Mustikawati, Triandriani
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2016.014.01.4

Abstract

Area hijau tak hanya memberi manfaat visual saja, tetapi juga manfaat ekologis, edukatif, dan ekonomis.Perkembangan teknologi pertanian kota memunculkan berbagai teknik untuk dapat berkebun di lahan sempit, bahkan di dalam ruangan sekalipun. Dampak ekologis yang kini mulai dirasakan adalah perubahan visual lingkungan permukiman padat di perkotaan yang menjadi lebih hijau.Vertical garden dan hidroponik merupakan beberapa bentuk teknologi pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai elemen arsitektural, baik untuk kebutuhan lansekap (di luar ruangan) maupun di dalam ruangan. Makalah ini mengkaji pemanfaatan vertical garden dan hidroponik sebagai elemen arsitektural di dalam maupun di luar ruangan. Kajian yang dilakukan secara deskriptif berdasarkan contoh-contoh kasus yang menerapkan keduanya sebagai elemen arsitektural. Hal yang diamati adalah aspek fungsional berkaitan dengan perannya sebagai elemen arsitektural.  Hasil kajian menunjukkan bahwa keduanya dapat digunakan sebagai pembatas dan pembentuk ruang dengan teknik-teknik sesuai dengan fungsi arsitekturalnya.Kata kunci: vertical garden, hidroponik, elemen arsitektural
Butaro Hospital, a Sustainable Hospital with Participatory Design and Construction Process Tanuwidjaja, Gunawan; Yih-Jing Huang, Ellen; Sutanto, Ilena Hadi; Tobias, Antonius Archie; Ce Siong, Chen; Bahtiar, Jesslyn; Wirawan, Yohanes Richo
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2016.014.01.5

Abstract

Healthcare facilities are very important for sustainable rural regions in developing countries. The Republic of Rwanda, in central east Africa, suffered massive social conflict in 1994 between the Hutu and Tutsi. Furthermore the health problem happened in Burera District because of lack of a proper district hospital. Therefore, in January 2011, the Rwandan Ministry of Health and Partners in Health (PIH) opened the 140-bed Butaro Hospital in the Burera District of Rwanda. The paper-based research was conducted based on hospital’s architecture of Hatmoko, et.al. (2010). Analysis was made with based on the secondary data of Butaro Hospital. Lastly, primary data gathering would be conducted if the funding allowed. The Butaro Hospital was an affordable solution for healthcare problems in rural regions of the developing countries, especially the infectious diseases (such as: HIV, malaria, tuberculosis, nose-ear-and-throat disease). Sustainable innovative solutions for minimum infection were implemented such as: external corridors, large-radius-low-speed fans (with diameters of 24 feet), high-louvered windows, germicidal UV lights, and non-permeable-continuous flooring. The construction of the hospital also would reduce the impact of political crisis in 1994. The project created 4,000 jobs for local craftsmen and local residents. They were initially trained for manual excavation, construction, and project management, before involving in the hospital construction. Therefore, the Butaro Hospital supported the smart regions of Burera area.Keywords: Sustainable and affordable hospital, participatory design, local material

Page 1 of 1 | Total Record : 6