Jurnal Ruas (Review of Urbanism and Architectural Studies)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 16933702     EISSN : 24776033
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) is a scientific publication for widespread research and criticism topics related to urbanism and architecture studies. RUAS is published twice a year since 2011 by the Department of Architecture of Universitas Brawijaya.
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 2 (2015)" : 9 Documents clear
Faktor Penentu Setting Fisik Dalam Beraktifitas Di Koridor Jalan Sebagai Ruang Publik (Studi Kasus Kampung Kauman Desa Pakuncen Kabupaten Nganjuk) Ardiansari, Erisa; Ernawati, Jenny; Nugroho, Agung Murti
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.3

Abstract

The development of a village to be reduced along with the erosion of cultural values and traditions of their ancestors. In the allotment of a village for the first time in the spotlight is the hall way, be interesting if the tersebeu corridor there are various activities that becomes the center point of a village or town. This study took a study in the Village Pakuncen Nganjuk. Where in the village there is a road corridor is quite interesting, because there is a historic building that became a benchmark for the appearance of the village. It is necessary for the arrangement of the physical setting of the corridor in order to meet their needs as a public space that can accommodate activities that occur in buildings in the corridor area. The cornerstone of the theory used in this research is the theory of the behavior setting with descriptive qualitative method. With the method centered place and person-centered maps maps can be obtained results form the physical arrangement of the road corridor settings that affect day-to-day activities that occur.Keywords : Road corridors, public spaces, activities and behavior
Integrasi Pendekatan Kualitatif Dan Kuantitatif Dalam Penilaian Estetika Fasade Bangunan Di Koridor Jalan Kayutangan, Malang Santosa, Herry; Suryasari, Noviani; Mustikawati, Triandriani
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.9

Abstract

Urban streetscape is a reflection of the visual appearance of urban space that represents the character of the City Image as well as an architectural embodiment of the cultural heritage of the city that are essential to be preserved, maintained continuity and sustainability with the architecture civilization of the past, present and future. Due to the rapid growth of trade and service area in kayutangan corridor as one of the conservation streetscape, the strict control of the visual appearance in Kayutangan corridor is indispensable. Building facade is one of the keys to an architectural visual that can be used as a conservation guidance for the visual order of kayutangan corridor. The efforts to control the building facade can be performed by study on aesthetic evaluation. The aesthetic evaluation can be performed in two studies approaches, namely a qualitative and quantitative research methods. This study utilizes a combination of the use of qualitative methods through preferences people method and a quantitative method through Interface Aesthetic Measurement (IAM) software. The utilization of both methods is intended to produce an accurate study of visual evaluation of the building facade and a reference for the development of Interface Aesthetic Measurement (IAM) software in assessing the aesthetic element of building visual in similar cases.Keywords: Aesthetic, Facade, Visual Evaluation, Conservation
Persepsi Mahasiswa Terhadap Atmosfer Tempat Makan Yang Menggugah Selera Terhadap Makanan Tradisional Tanuwidjaja, Gunawan; Sulendra, IGN; Natalia, Maria; Kusuma, Claudia B
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.4

Abstract

Makanan tradisional merupakan sesuatu yang penting untuk karena dikonsumsi beberapa generasi, sesuai dengan selera masyarakat lokal dan dari bahan-bahan makanan lokal. Di sisi lain, makanan tradisional saat ini dipandang kurang menarik dibandingkan dengan makanan – makanan modern seperi fast food, maupun juga makanan asing seperti makanan Eropa, makanan Jepang dll. Karena itu, sangat diperlukan sebuah riset tentang persepsi mahasiswa terhadap atmosfer (suasana) tempat makan tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif mengenai dengan metode dokumentasi Visual Research oleh Sanoff (1991). Kemudian divalidasi dengan penyebaran kuesioner kepada para mahasiswa sesuai dengan parameter dari Kotler, (1973), Turley & Milliman, (2000) serta Ariffin, dkk. (2011). Evaluasi kualitatif terhadap enam belas (16) restoran dan depot. Dan ditemukan tiga (3) tipologi yaitu: Restoran makanan tradisional yang bergaya arsitektur modern, Restoran makanan tradisional yang bergaya arsitektur tradisional, Depot makanan tradisional dengan atmosfer biasa. Dari ketiga perbandingan tipologi tempat makan yang menjual makanan tradisional di atas, didapati bahwa desain tempat makan yang menarik bagi mahasiswa UK Petra ialah restoran yang bergaya arsitektur modern, memiliki tingkat kebersihan yang baik, warna ruangan yang hangat dan pencahayaan yang hangat. Sehingga desain modern pada restoran ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mempertahankan citra positif ini pada makanan bahkan budaya tradisional. Hal ini pada akhirnya akan melestarikan kebhinekaan ruang arsitektur nusantara.Kata kunci: atmosfer, makanan tradisional, arsitektur modern, warna, pencahayaan
Perubahan Ruang Pada Bangunan Rumah Panjae Suku Dayak Iban Kalimantan Barat Hafiid, Muammar Ardli; Antariksa, Antariksa; Ridjal, Abraham Mohammad
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.5

Abstract

Long House (Rumah Panjae) Traditional Home Society of West Kalimantan Dayak Iban, long house or betang know in Dayak Iban language as Rumah Panjae. Long House (Rumah Panjae). Panjae Dayak Iban house is constructed of ironwood poles long, Rumah Panjae has its own meaning is backed by the confidence that exists in the customs and culture of the local community. Similarly, the change in house building Panjae is changing due to the needs of society. This study focuses on the problems of space changes in house building Dayak Iban language as Rumah Panjae West Kalimantan. This study aims to identify and analyze changes in the building space Dayak Iban House Panjae Utik River West Kalimantan. Conducting research using descriptive method, the survey directly into the field, the observed changes in the building space Panjae house. The study shows that changes that occur in the House chamber Panjae Dayak Iban influenced by the needs of todays society, such as the kitchen (Uji Bilik) and lounge (Kaki Lima) contained in the house being brought forward Panjae.Keyword: Rumah Panjae, Changes In Space
Penggunaan Ruang Pada Usaha Batik Tulis Di Kampung Batik Jetis Sidoarjo Fitriyani, Irma; Antariksa, Antariksa; Wulandari, Lisa Dwi
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.6

Abstract

Kampung Batik Jetis Sidoarjo adalah lokasi penghasil batik tulis khas Sidoarjo. Di Kampung Batik Jetis terdapat 15 pengrajin batik yang bertempat tinggal sekaligus menjalankan usaha kerajinan dan penjualan di lokasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami penggunaan ruang pada usaha pengrajin batik tulis di Kampung Batik Jetis Sidoarjo. Dengan metode penelitian deskriptif kualitatif dilakukan dengan pengamatan dan observasi pada ruang usaha 15 pengrajin batik tersebut sehingga didapat hasil identifikasi yang akan dianalisa dengan mengacu pada teori yang terkait. Skala penelitian ini adalah hanya melingkupi ruang secara mikro. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah tentang penggunaan ruang untuk usaha pengrajin batik tulis di Kampung Batik Jetis ini secara umum menunjukkan bahwa setiap pengrajin melakukan aktivitas usaha dalam ruang usaha mereka masing-masing yang dimiliki sendiri (13 pengrajin) atau dipinjam dari pengrajin lain (2 pengrajin). Ruang yang digunakan terdiri dari ruang untuk proses produksi dan pasca produksi. Terdapat beberapa tipe ruang usaha berdasarkan ruang yang dimiliki/ digunakan. Sifat penggunaan ruang adalah permanen dan terdapat tipe ruang usaha berdasarkan letak/ proporsinya yang merupakan kombinasi dari tipe berimbang, campuran dan terpisah.Kata kunci: penggunaan ruang, aktivitas usaha batik, pengrajin batik tulis
Dinamika Ruang Pkl Alun-Alun Ponorogo : Sebuah Kearifan Lokal Hanafi, Achmad Faried; Wulandari, Lisa Dwi; Antariksa, Antariksa
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.1

Abstract

Nowadays most of alun-alun turned into an urban park that serves as public open space advocates social, aesthetic and ecological functions. PKL as an economic entity, do not lose on the chance of crowd people on public space as a potential market for their business. The existence of street vendors in the square had become a dilemma, allowed or prohibited. This research aims to describe the spatial dynamics of street vendors in alun-alun Ponorogo and explore its existence to study its local wisdom. This study used qualitative descriptive method based on indepth interview on keypersons. The existence of street vendors in alun-alun Ponorogo form spatial-dynamic and as a form of local wisdom that develops in alun-alun Ponorogo.Keywords : alun-alun, Ponorogo, PKL (street vendors), local wisdom
Lokalitas Struktur Konstruksi Rumah Tradisional Sabu Di Kampung Adat Namata, NTT Dominikus Kapilawi, Yohanes Wilhelmus; Antariksa, Antariksa; Nugroho, Agung Murti
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.7

Abstract

Pengaruh lingkungan dan interaksi sosial antara satu kelompok dengan kelompok yang lain menghasilkan aturan yang terwujud dalam sebuah tatanan nilai – nilai aturan budaya, tertuang dalam wujud fisik yang tentunya selalu menyesuaikan terhadap lingkungan sekitarnya. Aturan nilai budaya dalam wujud fisik menghasilkan kebiasaan atau tradisi, dalam wujud kearifan berarsitektur terhadap bagian – bagian elemen konstruksinya dalam pemanfaatan teknologi berupa peralatan, sistem sambungan dan material konstruksi setempat. Kearifan lokal ini tentunya memiliki nilai tradisi dan aturan yang selalu menjaga keseimbangan antara alam tempat hunian. Kampung adat Namata merupakan sebuah perkampungan adat tertua di Pulau Sabu yang kaya akan nilai budaya, sejarah, keragaman suku dan arsitektur rumah tradisionalnya. Arsitektur rumah tradisional Sabu (Ammu Hawu) merupakan salah satu cerminan lokalitas yang memiliki tatanan aturan nilai budaya setempat dan memiliki nilai keseimbangan antara lingkungan dan tempat tinggalnya. Lokalitas arsitekturnya terlihat dari struktur konstruksi yang ada pada setiap bagian – bagian elemen konstruksi Ammu Rahi Hawu. Objek rumah ini yang dijadikan sebagai objek untuk diteliti terhadap bagian – bagian elemen struktur konstruksinya terkait unsur – unsur nilai budaya setempat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasikan dan menganalisis lokalitas terhadap bagian – bagian elemen struktur konstruksi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi, dengan kriteria pemilihan sampel penelitiannya, yakni terhadap bangunan yang merupakan bagian yang dikategorikan sebagai rumah adat serta karakteristik struktur konstruksi sesuai fungsi bangunan.Kata kunci : Lokalitas, Struktur Konstruksi, Rumah Tradisional.
Penataan Lansekap Pada Program Kampung Agropreneur Di Tembalangan Malang Titisari, Ema Yunita; Asikin, Damayanti
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.2

Abstract

Salah satu cara memecahkan permasalahan ruang terbuka hijau di kampung-kampung kota adalah melalui program pertanian kota. Selain dapat memperbaiki kualitas ekologi dan aspek visual lingkungan, urban farming berpotensi menjadi kegiatan ekonomi. Pada Kampung Tembalangan yang cukup padat, diperlukan perencanaan pola penataan lansekap dari kegiatan pertanian kota yang dilakukan. Penataan lansekap pada Kampung Tembalangan ini meliputi beberapa tahap yaitu: evaluasi kondisi eksisting, analisis potensi, dan alternatif solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik-teknik urban farming yang dipraktekkan dapat sekaligus menjadi elemen-elemen estetis arsitektural dan menciptakan ruang untuk beberapa fungsi sesuai dengan yang dibutuhkan.Kata kunci: penataan, lansekap, agropreneur, kampung
Penataan Ruang Pamer Kerajinan Keramik Dinoyo Malang Suryasari, Noviani; Mustikawati, Triandriani
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.8

Abstract

Dinoyo ceramic village located on Jl. MT Haryono Dinoyo District of Dinoyo is a center of home industry economic activity, announced by the Government of the tourist village of Malang. Industrial products are produced is in the form of ceramics, with a wide variety of forms such as pottery items for decoration, various souvenirs to household appliances/ kitchen. On the one hand, the potential for the development of economic activities of the people of the industry is still quite large visible from a good level of marketing, not only in the city of Malang, but even out of town or country. But on the other hand, problems arise in the aspect of the promotion strategy that is not supported by quality of showroom with attractive layout concepts. Based on three deficiencies can be identified from the management arrangement ceramics Dinoyo showrooms are associated with: (1) space zoning (2) arrangement of physical elements of space and (3) arrangement of handicrafts, the community service is targeted to structuring concept showroom ceramics. Structuring concept was applied in the field by applying spatial organization in a more effective, and the provision of furniture in accordance with the character of the object to show off.Keywords: showrooms, ceramic

Page 1 of 1 | Total Record : 9